Posts

2) Ziarah Rasulullah saw dari kejauhan (1-7); Seri:(2) & Kisah

🌺🌹❤️(2) Ziarah Rasulullah saw dari kejauhan (1-7); Seri:(2) & Kisah🌹❤️🌺 BAGIAN 2/7 — Kedudukan Rasulullah ﷺ sebagai Hujjah, Saksi dan Syafi‘ 32. Salam dengan nama Muhammad اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَحْمَدُ. As-salāmu ʿalayka yā Muḥammad, as-salāmu ʿalayka yā Aḥmad. Salam sejahtera atasmu, wahai Muhammad. Salam sejahtera atasmu, wahai Ahmad. Makrifat: Muhammad dan Ahmad adalah dua nama Rasulullah ﷺ. Muḥammad berkaitan dengan banyaknya pujian, sedangkan Aḥmad menunjukkan yang paling banyak/utama dalam memuji. Penyebutan dua nama ini mengingatkan bahwa kemuliaan Nabi ﷺ dikenal dalam berbagai dimensi: sebagai manusia yang dipuji oleh makhluk dan sebagai hamba yang paling memuji Allah. Sumber Al-Qur’an: QS. al-Ṣaff 61:6 menyebut nama Aḥmad: وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ “…dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad.” 33. Hujjah Allah bagi seluruh manusia اَلسَّلَامُ ع...

1) Ziarah Rasulullah saw dari Kejauhan (1-7); & Kisahnya

❤️🌺🌹(1) Ziarah Rasulullah saw dari Kejauhan (1-7); & Kisahnya🌹🌺❤️ Ziyārat al-Nabī ﷺ dari kejauhan dalam literatur doa/ziarah ahlul bayt, sumber teks ziarah dan ayat Al-Qur’an/hadis yang menjadi dasar maknanya BAGIAN 1/7 — Syahadat dan salam kepada Rasulullah ﷺ 1. Syahadat tauhid اَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. Ashhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā sharīka lah, wa ashhadu anna Muḥammadan ʿabduhu wa rasūluh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Makrifat: Kalimat ini meletakkan tauhid sebagai pintu ziarah. Peziarah tidak memulai dengan memusatkan penghambaan kepada Nabi ﷺ, tetapi kepada Allah. Nabi adalah ʿabdullāh—hamba Allah—sekaligus rasūlullāh—utusan Allah. Makna hakikatnya: semakin tinggi kedudukan Rasulullah ﷺ, semakin sempurna pula penghambaan beliau kepada Allah. Sumber makna: * QS. Muha...

Makna; Doa Alqodah, Kisah dan Manfaatnya

Du‘ā’ al-Qadah  Keutamaan yang dinisbatkan kepada doa; عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: “Diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda:” لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي إِلَى السَّمَاءِ، رَأَيْتُ قَدَحًا مُعَلَّقًا بِغَيْرِ سِلْسِلَةٍ، بَلْ بِقُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى. “Pada malam aku diperjalankan menuju langit, aku melihat sebuah qadah/cawan yang tergantung bukan dengan rantai, melainkan dengan kekuasaan Allah Ta‘ala.” وَمَكْتُوبٌ عَلَى دَوْرَتِهِ بِقَلَمٍ أَخْضَرَ، وَقَدْ أَضَاءَتْ مِنْ نُورِ ذَلِكَ الْقَدَحِ جَمِيعُ السَّمَاوَاتِ. “Dan pada sekelilingnya tertulis dengan pena berwarna hijau; seluruh langit menjadi bercahaya karena cahaya qadah tersebut.” فَلَمَّا حَضَرْتُ عِنْدَ رَبِّي، وَسَمِعْتُ خِطَابَهُ، قَالَ: اسْمَعْ يَا مُحَمَّدُ، خَلَقْتُكَ وَخَلَقْتُ ذَلِكَ الْقَدَحَ لِأَجْلِكَ وَمِنْ نُورِكَ. “Ketika aku berada di hadapan Tuhanku dan mendengar firman-Nya, Dia berfirman: ‘Dengarkanlah, wahai Muhammad. Aku menciptakanmu dan menciptakan qadah itu demi dirimu dan dari ca...