Makna An-Nahar
Makna An-Nahr (النَّحْر) dalam Al-Qur’an, hadis, dan dimensi makrifat memiliki lapisan makna lahir dan batin. Kata an-nahr secara bahasa berarti leher bagian atas/dada, dan juga menyembelih di pangkal leher, namun dalam tafsir berkembang makna simboliknya. 1. Nahr sebagai Qurban dan Pengorbanan. Dalam Surah Al-Qur’an: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan berqurbanlah.” Maknanya: ibadah sejati menuntut pengorbanan—harta, ego, dan diri. 2. Nahr sebagai Menyembelih Nafsu. Dalam pandangan ahli makrifat, wanhar bukan hanya menyembelih hewan, tapi “menyembelih” hawa nafsu ammarah. Nahr = memotong akar kesombongan, riya, dan cinta dunia. 3. Nahr sebagai Menghadap Total kepada Allah. Sebagian mufasir memaknai wanhar sebagai mengangkat dada atau tangan saat takbir dalam shalat. Maknanya: serahkan hati saat berdiri di hadapan Allah; jadikan dada (nahr) tempat tauhid. 4. Nahr sebagai Pengorbanan Seperti Nabi Ibrahim. Ibrah...