Posts

Makna; َ Al-Quran 26:62;قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

🌺❤️🌹Makna; َ Al-Quran 26:62;قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ "Sekali-kali tidak! sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".🌹❤️🌺 Ayat ini adalah ucapan Nabi Musa a.s. ketika berada di depan laut, sementara Fir’aun dan pasukannya mengejar dari belakang: ﴿قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ﴾ “Dia (Musa) berkata: ‘Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’”(QS. Asy-Syu‘arā’ : 62) Makna Ayat “إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ” 1. Keyakinan Total kepada Allah Nabi Musa a.s. tidak melihat keadaan lahiriah, tetapi melihat pertolongan Allah. Laut di depan dan musuh di belakang tidak menggoyahkan keyakinannya. Ayat ini mengajarkan bahwa iman sejati muncul ketika semua jalan dunia tampak tertutup. 2. “Kallā” — Penolakan terhadap Keputusasaan.       Kata:    كَلَّا “Sekali-kali tidak!” adalah penolakan tegas terhadap rasa putus asa, takut, dan prasangka buruk kepada ...

Makna; دُحِيَتِ الْأَرْضُ

🌺🌹❤️Makna; دُحِيَتِ الْأَرْضُ❤️🌹🌺 1, Hari dibentangkannya bumi sebagai awal kehidupan     “دُحِيَتِ الْأَرْضُ”  bermakna bumi dihamparkan dan disiapkan untuk kehidupan manusia.  Dalam pandangan tafsir, Allah menjadikan bumi layak dihuni setelah penciptaan langit dan bumi. 2, Ka‘bah sebagai pusat bumi ruhani;      Riwayat menyebut bumi dibentangkan “مِنْ تَحْتِ الْكَعْبَةِ” (dari bawah Ka‘bah). Ini menunjukkan Kaaba sebagai titik pusat tauhid dan pusat spiritual manusia. 3, Hari keberkahan para nabi besar     Pada tanggal 25 Dzulqa‘dah disebut lahir Nabi Ibrahim as Nabi Isa as. Ini menandakan hari tersebut dipenuhi cahaya kenabian dan rahmat Ilahi. 4, Simbol keluarnya kehidupan dari kegelapan;      Dihamparkannya bumi melambangkan keluarnya keteraturan, kehidupan, dan cahaya dari keadaan yang sebelumnya tersembunyi dan belum stabil. 5, Isyarat awal perjalanan manusia menuju Allah.      Dalam makrifat, “dahwul ...

Makna Benar & Kebenaran

Makna “Benar” dan “Kebenaran” 1. Kebenaran sebagai Cahaya Kebenaran adalah cahaya yang menerangi hati dan akal. Allah berfirman:”Allah adalah Pelindung orang-orang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.” Kebenaran membuat manusia melihat hakikat sesuatu, bukan hanya penampilannya. 2. Kebenaran sebagai Kesesuaian dengan Kehendak Allah Sesuatu disebut benar bila selaras dengan ridha Allah, walaupun ditolak manusia. Bukan semua yang populer itu haq, dan tidak semua yang sepi itu batil. 3. Kebenaran sebagai Kejujuran Hati. Benar bukan hanya ucapan lisan, tetapi keselarasan: * hati, * ucapan, * dan perbuatan. Orang yang benar tidak hidup dengan dua wajah. 4. Kebenaran sebagai Jalan Para Nabi. Semua nabi datang membawa haq: * Nabi Muhammad membawa Al-Qur’an, * Nabi Isa membawa kasih dan ruh, * Nabi Musa membawa hukum dan pembebasan, * Nabi Ibrahim membawa tauhid murni. Kebenaran sejati selalu mengajak manusia kembali kepada Allah. 5. Kebenaran sebagai Amanah Orang ben...