Makna Ghodir Khum, AMALAN MALAM & HARI IDUL GHADIR
Makna Ghadir Khum Ghadir Khumm adalah peristiwa yang terjadi pada 18 Dzulhijjah tahun 10 H, ketika Rasulullah ﷺ berhenti di daerah Ghadir Khum setelah Haji Wada’ dan menyampaikan khutbah yang di dalamnya terdapat sabda: مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ “Barang siapa menjadikan aku sebagai mawlanya, maka Ali bin Abi Thalib adalah mawlanya.” Berikut 10 makna Ghadir Khum menurut perspektif keislaman, khususnya dalam tradisi Ahlul Bait: 1. Penyempurnaan Agama Ghadir dipandang sebagai penyempurna bangunan agama dengan penetapan kepemimpinan setelah wafat Nabi ﷺ. 2. Pengumuman Wilayah Peristiwa ini merupakan deklarasi wilayah (otoritas spiritual dan keagamaan) Imam Ali a.s. di hadapan kaum Muslimin. 3. Kelanjutan Cahaya Kenabian Kenabian berakhir dengan Rasulullah ﷺ, tetapi bimbingan ilahi berlanjut melalui para imam dari Ahlul Bait. 4. Penjagaan Umat dari Perpecahan Ghadir menunjukkan bahwa umat tidak dibiarkan tanpa petunjuk setelah wafat Nabi ﷺ. 5. Manifestasi Ketaatan kepad...