Makna Taat
Makna ṭhā‘ah (الطاعة) — ketaatan — dari sisi bahasa, Al-Qur’an, hadis, dan makrifat: 1️⃣ Tunduk dan Patuh secara Lahir Makna bahasa: mengikuti perintah tanpa menentang. 📖 “Aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūl” — Taatilah Allah dan Rasul. (QS. An-Nisā’ 59) ➡ Ṭhā‘ah adalah menjalankan perintah dan meninggalkan larangan secara nyata. 2️⃣ Ketaatan karena Cinta Bukan sekadar takut hukuman, tapi karena mahabbah. 📖 “Qul in kuntum tuḥibbūnallāha fattabi‘ūnī…” (QS. Āli ‘Imrān 31) ➡ Tanda cinta kepada Allah adalah mengikuti Rasul. 3️⃣ Ketaatan sebagai Ibadah Setiap ketaatan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Bahkan hal duniawi (makan, bekerja) menjadi ṭhā‘ah bila diniatkan lillāh. 4️⃣ Ṭhā‘ah dengan Ilmu Ketaatan harus berdasarkan ilmu, bukan ikut-ikutan. Imam Ali (as): “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khāliq.” ➡ Ada batas dan prinsip dalam taat. 5️⃣ Ṭhā‘ah dalam Ujian Taat saat mudah itu biasa. Taat saat sulit itulah maqām hamba sejati. Contoh: Nabi Ibrahim (as) ketik...