Posts

Makna: Doa / Hiriz / Perlindungan dari Sayyidah Fathimah as

🌹❤️🌺Makna: Doa / Hiriz / Perlindungan dari Sayyidah Fathimah as🌺❤️🌹 اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، فَأَغِثْنِي، وَلَا تَكِلْنِي إِلَىٰ نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ 1️⃣ Makna Tauhid Rubūbiyyah Yā Ḥayyu (Wahai Yang Maha Hidup) Allah adalah sumber segala kehidupan. Semua hidup bergantung pada-Nya, sedangkan Dia hidup tanpa bergantung pada apa pun. 2️⃣ Makna Qayyūmiyyah (Penopang Wujud) Yā Qayyūm (Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri dan Menegakkan segala sesuatu) Seluruh alam tegak karena-Nya. Tanpa Qayyūmiyyah-Nya, wujud akan runtuh. 3️⃣ Makna Isti‘ānah Hakiki Bi raḥmatika astaghīts (Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan) Kita tidak meminta dengan amal, tapi dengan rahmat-Nya. Ini adab ubūdiyyah. 4️⃣ Makna Faqr (Kemiskinan Spiritual) Doa ini mengakui kefakiran total makhluk. Kita butuh pertolongan terus-menerus. 5️⃣ Makna Ketergantungan Total Fa aghitsnī (Maka tolonglah aku) Bukan sekadar doa umum, tapi permintaan langsun...

Doa Akhir Syaban

Doa ini secara lengkap: transliterasi, terjemah, makrifat, dan hakikatnya serta hikmahnya. ⸻ 🌿 Teks Arab اللَّهُمَّ إِنْ لَمْ تَكُنْ غَفَرْتَ لَنَا فِيمَا مَضَى  مِنْ شَعْبَانَ، فَاغْفِرْ لَنَا فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ ⸻ 🌿 Transliterasi Allāhumma in lam takun ghafarta lanā fīmā maḍā min Sya‘bān, faghfir lanā fīmā baqiya minhu. ⸻ 🌿 Terjemahan Ya Allah, jika Engkau belum mengampuni kami pada hari-hari yang telah berlalu di bulan Sya‘ban, maka ampunilah kami pada hari-hari yang masih tersisa darinya. ⸻ 🌿 Makrifat (Makna Ruhani dan Penyucian Jiwa) Doa ini mengandung tiga maqam batin: 1️⃣ Maqam Tawadhu’ (Kerendahan Hati) Orang yang membaca doa ini tidak merasa dirinya sudah diampuni. Ia tidak berkata:”Aku sudah banyak ibadah.” Ia berkata: “Jika Engkau belum mengampuni…” Ini tanda hati yang hidup. Dalam makrifat, rasa takut tidak diterima lebih tinggi daripada rasa bangga telah beramal. ⸻ 2️⃣ Maqam Harap (Raja’) Walau mengakui kekurangan, ia tetap berharap. Ini keseimbangan antara: ...

Makna Taat

Makna ṭhā‘ah (الطاعة) — ketaatan — dari sisi bahasa, Al-Qur’an, hadis, dan makrifat: 1️⃣ Tunduk dan Patuh secara Lahir Makna bahasa: mengikuti perintah tanpa menentang. 📖 “Aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūl” — Taatilah Allah dan Rasul. (QS. An-Nisā’ 59) ➡ Ṭhā‘ah adalah menjalankan perintah dan meninggalkan larangan secara nyata. 2️⃣ Ketaatan karena Cinta Bukan sekadar takut hukuman, tapi karena mahabbah. 📖 “Qul in kuntum tuḥibbūnallāha fattabi‘ūnī…” (QS. Āli ‘Imrān 31) ➡ Tanda cinta kepada Allah adalah mengikuti Rasul. 3️⃣ Ketaatan sebagai Ibadah Setiap ketaatan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Bahkan hal duniawi (makan, bekerja) menjadi ṭhā‘ah bila diniatkan lillāh. 4️⃣ Ṭhā‘ah dengan Ilmu Ketaatan harus berdasarkan ilmu, bukan ikut-ikutan. Imam Ali (as): “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khāliq.” ➡ Ada batas dan prinsip dalam taat. 5️⃣ Ṭhā‘ah dalam Ujian Taat saat mudah itu biasa. Taat saat sulit itulah maqām hamba sejati. Contoh: Nabi Ibrahim (as) ketik...