Posts

Makna Taat

Makna ṭhā‘ah (الطاعة) — ketaatan — dari sisi bahasa, Al-Qur’an, hadis, dan makrifat: 1️⃣ Tunduk dan Patuh secara Lahir Makna bahasa: mengikuti perintah tanpa menentang. 📖 “Aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūl” — Taatilah Allah dan Rasul. (QS. An-Nisā’ 59) ➡ Ṭhā‘ah adalah menjalankan perintah dan meninggalkan larangan secara nyata. 2️⃣ Ketaatan karena Cinta Bukan sekadar takut hukuman, tapi karena mahabbah. 📖 “Qul in kuntum tuḥibbūnallāha fattabi‘ūnī…” (QS. Āli ‘Imrān 31) ➡ Tanda cinta kepada Allah adalah mengikuti Rasul. 3️⃣ Ketaatan sebagai Ibadah Setiap ketaatan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Bahkan hal duniawi (makan, bekerja) menjadi ṭhā‘ah bila diniatkan lillāh. 4️⃣ Ṭhā‘ah dengan Ilmu Ketaatan harus berdasarkan ilmu, bukan ikut-ikutan. Imam Ali (as): “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khāliq.” ➡ Ada batas dan prinsip dalam taat. 5️⃣ Ṭhā‘ah dalam Ujian Taat saat mudah itu biasa. Taat saat sulit itulah maqām hamba sejati. Contoh: Nabi Ibrahim (as) ketik...

Tasbih, Doa & Ziarah Malam Nisfu Syaban

❤️🌹🌺Tasbih, Doa & Ziarah Malam Nisfu Syaban🌹🌹❤️ 📜 ثَوَابُ أَعْمَالِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ Pahala amalan malam pertengahan Sya‘ban. Makrifat: Malam Nishfu Sya‘ban adalah malam tajalli rahmat dan pembukaan lembar takdir tahunan. 🕊 Riwayat Nabi ﷺ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ: Rasulullah ﷺ bersabda: كُنْتُ نَائِمًا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَأَتَانِي جَبْرَئِيلُ (سَلَامُ اللَّهِ عَلَيْهِ) Aku sedang tidur pada malam pertengahan Sya‘ban, lalu Jibril datang kepadaku. Makrifat: Datangnya Jibril menandakan malam ini memiliki nilai langit, bukan sekadar waktu biasa. فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَتَنَامُ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ؟ Ia berkata: Wahai Muhammad, apakah engkau tidur di malam ini? Makrifat: Isyarat bahwa malam ini bukan malam kelalaian, tetapi malam kesadaran ruhani. قَالَ: هِيَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ Ini adalah malam pertengahan Sya‘ban. قُمْ يَا مُحَمَّدُ Bangunlah wahai Muhammad. Makrifat: “Bangun” bukan hanya fisik, tetapi...

Makna :Intiẓār al-Faraj (انتظار الفرج) Menanti Pertolongan Allah

Intiẓār al-Faraj (انتظار الفرج) secara bahasa berarti menanti kelapangan/pertolongan. Dalam tradisi Ahlul Bait (as), ia sering dikaitkan dengan penantian kemunculan Imam al-Mahdi (af). Berikut 10 makna mendalamnya—lahir, batin, hingga makrifat: 1️⃣ Menanti Pertolongan Allah Sikap yakin bahwa setiap kesempitan ada faraj (QS. Al-Insyirah: 5–6). ayat  “Fa inna ma‘al ‘usri yusrā” punya hubungan langsung dengan konsep Intiẓār al-Faraj (menanti kelapangan) — yang sering Anda kaji dari sisi Qur’an, hadis Ahlul Bayt, dan makrifat. 🌿 1️⃣ Hubungan Makna Lahir (Zahir)     فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Intizhar artinya: Menunggu faraj (kelapangan/kemunculan pertolongan Allah) 🔎 Hubungannya: • Ayat ini adalah janji universal Allah • Intizhar adalah sikap batin terhadap janji itu Ayat = Janji Intizhar = Keyakinan aktif terhadap janji Tanpa keyakinan pada “ma‘al ‘usri yusrā”, seseorang tidak akan mampu ber-intizhar. 🌿 2️⃣ Dalam Perspektif Hadis Ahlul Bayt; Rasulullah ﷺ bers...