Sholat Malam ke-28 Romadhon, Doa dan Makrifatnya
🌺🌹❤️Sholat Malam ke-28 Romadhon, Doa dan Makrifatnya🌺🌹❤️
صَلَاةُ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَالْعِشْرِينَ
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ ثَمَانٍ وَعِشْرِينَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ سِتَّ رَكَعَاتٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَعَشْرَ مَرَّاتٍ آيَةَ الْكُرْسِيِّ، وَعَشْرَ مَرَّاتٍ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، وَعَشْرَ مَرَّاتٍ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ وَآلِهِ، غَفَرَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ.
Shalat malam ke-28
Dari Amirul Mukminin, ‘Ali bin Abi Thalib (semoga shalawat Allah atasnya):
“Barang siapa melaksanakan shalat pada malam ke-28 bulan Ramadhan sebanyak enam rakaat, dengan membaca Al-Fatihah, kemudian sepuluh kali Ayat Kursi, sepuluh kali Innā A‘ṭaināka al-Kawtsar, dan sepuluh kali Qul HuwaLlāhu Aḥad, serta bershalawat kepada Nabi dan keluarganya, maka Allah Ta‘ala akan mengampuninya.”
⸻
4. Makna Makrifat & Hakikat
Shalat ini bukan sekadar amalan lahir, tetapi perjalanan ruhani menuju tauhid murni. Setiap bacaan mengandung rahasia:
1. Enam rakaat → Isyarat penyempurnaan diri
• 6 melambangkan enam arah (atas, bawah, depan, belakang, kanan, kiri)
• Makrifatnya:
➤ Seorang hamba menegaskan bahwa Allah meliputi seluruh wujudnya dari segala arah
⸻
2. Al-Fatihah → Pembukaan hijab
• Disebut Ummul Kitab (induk segala makna)
• Makrifat:
➤ Hati dibuka untuk masuk ke hadirat Ilahi
➤ Dari “iyyāka na‘budu” menuju fana (lenyapnya ego)
⸻
3. Ayat Kursi (10x) → Tajalli Keagungan
• Mengandung sifat: hidup, berdiri sendiri, menguasai langit dan bumi
• Makrifat:
➤ Kesadaran bahwa tidak ada kekuatan selain Allah
➤ Hancurnya ketergantungan pada makhluk
⸻
4. Surah Al-Kawtsar (10x) → Limpahan Cahaya
• Kawtsar = karunia yang melimpah (hakikatnya cahaya Muhammad & Ahlul Bayt)
• Makrifat:
➤ Hati disirami “lautan karunia” Ilahi
➤ Isyarat kepada kelimpahan nur spiritual
⸻
5. Surah Al-Ikhlas (10x) → Tauhid Murni
• Inti seluruh perjalanan
• Makrifat:
➤ Dari banyak menuju satu
➤ Dari makhluk menuju Al-Haqq
⸻
6. Shalawat kepada Nabi & Ahlul Bayt → Jalan Penyambung
• Makrifat:
➤ Tidak sampai kepada Allah kecuali melalui cahaya Nabi dan keluarganya
➤ Mereka adalah “wasilah nurani”
⸻
7. Ampunan Allah → Fana dan Baqa
• “Ghafarallahu lahu” bukan sekadar penghapusan dosa
• Makrifat:
➤ Dosa adalah hijab — ketika diampuni, hijab tersingkap
➤ Hamba masuk ke keadaan:
• Fana (lenyap dalam Allah)
• Baqa (hidup dengan Allah)
⸻
Kesimpulan Makrifat
Shalat malam ke-28 ini adalah:
Perjalanan dari pembukaan hati → pengenalan kekuasaan → limpahan cahaya → tauhid murni → penyatuan dengan Allah
Dan puncaknya:
Ampunan = tersingkapnya hijab antara hamba dan Tuhan
🌙 Kisah Malaikat di Malam ke-28 Ramadhan
Diriwayatkan secara maknawi (dalam penjelasan ahli makrifat):
Ketika seorang hamba berdiri di malam ke-28 Ramadhan, dalam keheningan malam, lalu ia memulai shalatnya…
1. Saat Takbiratul Ihram
Langit pertama terbuka.
Para malaikat berkata:
“Telah datang seorang hamba yang meninggalkan dunia untuk Tuhannya.”
Malaikat pencatat amal (Kirāman Kātibīn) berhenti sejenak, bukan untuk mencatat dosa—
tetapi menunggu cahaya amal yang akan ditulis.
⸻
2. Saat Membaca Al-Fatihah
Turun malaikat dari langit kedua membawa cahaya.
Mereka berkata:
“Ini adalah pembuka kitab, maka bukalah untuknya pintu rahmat.”
Dalam makrifat:
• Setiap ayat menjadi kunci pembuka hijab hati
• Malaikat mengiringi bacaan dengan tasbih
⸻
3. Saat Membaca Ayat Kursi
Langit bergetar dengan keagungan kalam Allah.
Para malaikat penjaga ‘Arsy berkata:
“Ia sedang menyebut sifat-sifat Tuhan Yang Maha Hidup, Maha Berdiri.”
Lalu:
• Malaikat pelindung turun mengelilinginya
• Setiap bacaan menjadi perisai dari gangguan setan
⸻
4. Saat Membaca Al-Kawtsar
Malaikat dari telaga Kawtsar turun membawa cahaya putih berkilau.
Mereka berkata:
“Ini bagian dari karunia Muhammad, maka limpahkan kepadanya.”
Dalam alam batin:
• Setetes cahaya Kawtsar ditanam dalam hati hamba
• Menghidupkan rasa cinta Ilahi
⸻
5. Saat Membaca Al-Ikhlas
Seluruh malaikat diam…
Karena kalimat:
“Qul huwaLlāhu Aḥad”
adalah rahasia tauhid yang paling dalam
Kemudian terdengar seruan:
“Hamba ini sedang mentauhidkan Kami dengan hati, bukan hanya lisan.”
Dalam makrifat:
• Cahaya tauhid naik langsung tanpa hijab ke hadirat Allah
⸻
6. Saat Bershalawat kepada Nabi & Ahlul Bayt
Langit dipenuhi gema shalawat.
Para malaikat bershalawat bersamanya, bahkan lebih banyak.
Dikatakan:
“Tidak ada shalawat yang terangkat kecuali kami mengangkatnya berlipat-lipat.”
Dan cahaya Nabi serta keluarganya:
• Menjadi jembatan ruhani bagi amal itu naik
⸻
7. Saat Salam (Akhir Shalat)
Turun malaikat pembawa ampunan.
Mereka membawa lembaran bercahaya dan berkata:
“Catatlah: telah diampuni dosa-dosanya.”
Lalu terdengar seruan di langit:
“Wahai hamba-Ku, engkau datang kepada-Ku dengan tauhid, maka Aku sambut dengan rahmat.”
⸻
✨ Rahasia Makrifat Kisah Ini
Dalam pandangan ahli hakikat:
• Malaikat bukan hanya makhluk luar
➤ tetapi juga simbol keadaan ruhani dalam diri manusia
• Turunnya malaikat =
➤ turunnya cahaya kesadaran Ilahi dalam hati
• Ampunan =
➤ lenyapnya hijab antara hamba dan Allah
⸻
🌌 Penutup Ruhani
Malam ke-28 bukan sekadar malam ibadah…
Tetapi saat:
Langit terbuka, malaikat turun, dan hati seorang hamba dipanggil untuk kembali kepada asal cahayanya
Doanya;
دُعَاءُ: آمَنَّا بِاللَّهِ وَكَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ
رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ):
آمَنَّا بِاللَّهِ وَكَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ،
آمَنَّا بِمَنْ لَا يَمُوتُ،
آمَنَّا بِمَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرَضِينَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ وَالْجِبَالَ وَالشَّجَرَ وَالدَّوَابَّ، وَخَلَقَ الْجِنَّ وَالْإِنسَ،
آمَنَّا بِمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ،
آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى،
آمَنَّا بِرَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ،
آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،
آمَنَّا بِمَنْ أَنْشَأَ السَّحَابَ، وَخَلَقَ الْعَذَابَ وَالْعِقَابَ،
آمَنَّا آمَنَّا، آمَنَّا آمَنَّا، آمَنَّا آمَنَّا بِاللَّهِ.
Du‘ā’: Āmannā billāhi wa kafarnā bil-jibti waṭ-ṭāghūt
Ruwiya ‘ani an-nabiyyi (ṣallāLlāhu ‘alayhi wa ālih):
Āmannā billāhi wa kafarnā bil-jibti waṭ-ṭāghūt,
āmanna biman lā yamūt,
āmanna biman khalaqa as-samāwāti wal-arḍīn wasy-syamsa wal-qamara wan-nujūma wal-jibāla wasy-syajara wad-dawābb, wa khalaqa al-jinna wal-ins,
āmanna bimā unzila ilaynā wa unzila ilaykum wa ilāhunā wa ilāhukum wāḥidun wa naḥnu lahu muslimūn,
āmanna birabbi Hārūna wa Mūsā,
āmanna birabbi al-malā’ikati war-rūḥ,
āmanna billāhi waḥdahu lā syarīka lah,
āmanna biman ansya’a as-saḥāb, wa khalaqa al-‘adhāba wal-‘iqāb,
āmannā āmannā, āmannā āmannā, āmannā āmannā billāh.
Doa: Kami beriman kepada Allah dan kami ingkar kepada jibit dan thaghut.
Diriwayatkan dari Nabi (shalawat atas beliau dan keluarganya):
“Kami beriman kepada Allah dan kami mengingkari jibit dan thaghut.
Kami beriman kepada Yang tidak mati.
Kami beriman kepada Yang menciptakan langit dan bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pepohonan, dan makhluk melata, serta menciptakan jin dan manusia.
Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada kalian; Tuhan kami dan Tuhan kalian adalah satu, dan kami berserah diri kepada-Nya.
Kami beriman kepada Tuhan Harun dan Musa.
Kami beriman kepada Tuhan para malaikat dan ruh.
Kami beriman kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Kami beriman kepada Yang menciptakan awan dan menciptakan azab serta hukuman.
Kami beriman, kami beriman… kami beriman kepada Allah.”
⸻
4. Makna Makrifat & Hakikat
Doa ini adalah ikrar tauhid total—bukan hanya pengakuan, tapi pemutusan dan penyambungan:
⸻
1. “آمَنَّا بِاللَّهِ وَكَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ”
Makrifat:
• Iman sejati tidak cukup berkata “beriman”
• Harus disertai penolakan terhadap selain Allah
Jibt & Thaghut (secara batin):
• Jibt = segala ilusi, hawa nafsu, ego tersembunyi
• Thaghut = segala yang melampaui batas dan “menjadi tuhan selain Allah”
➤ Hakikat:
Tidak sampai kepada Allah sampai engkau keluar dari selain-Nya
⸻
2. “آمَنَّا بِمَنْ لَا يَمُوتُ”
Makrifat:
• Semua selain Allah fana
• Hanya Dia yang Baqa (abadi)
➤ Hati diarahkan:
dari yang sementara → kepada Yang Kekal
⸻
3. “خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ…”
Makrifat:
• Penyebutan ciptaan bukan sekadar daftar
• Tapi tanda-tanda (āyāt)
➤ Hakikat:
Segala yang terlihat adalah cermin untuk melihat Yang Tidak Terlihat
⸻
4. “وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ”
Makrifat:
• Tauhid universal
• Tidak ada dualitas Tuhan
➤ Ini adalah maqam:
Wahdat (kesatuan Ilahi)
⸻
5. “آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى”
Makrifat:
• Iman lintas zaman
• Semua nabi membawa cahaya yang sama
➤ Hakikat:
Cahaya kenabian adalah satu, meski bentuknya berbeda
⸻
6. “رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ”
Makrifat:
• Allah adalah sumber alam malaikat dan ruh
➤ Isyarat:
Ruh manusia pun berasal dari cahaya Ilahi
⸻
7. “لَا شَرِيكَ لَهُ”
Makrifat:
• Tauhid murni (tanpa sekutu lahir dan batin)
➤ Bahkan:
• Tidak menyekutukan dengan amal
• Tidak menyekutukan dengan ego
⸻
8. “خَلَقَ الْعَذَابَ وَالْعِقَابَ”
Makrifat:
• Azab bukan sekadar hukuman
• Tapi akibat dari hijab dan keterpisahan dari Allah
⸻
9. Pengulangan “آمَنَّا”
Makrifat:
• Bukan pengulangan biasa
• Tapi peneguhan hati berlapis-lapis
Dalam hakikat:
• Iman lisan
• Iman akal
• Iman hati
• Iman ruh
Semua bersatu dalam:
“Āmannā…”
⸻
🌌 Kesimpulan Makrifat
Doa ini adalah perjalanan:
1. Menolak selain Allah (takhalli)
2. Mengisi diri dengan iman (tahalli)
3. Menyatu dalam tauhid (tajalli)
Puncaknya:
Hati hanya melihat Allah dalam segala sesuatu
🌙 Kisah Malaikat Saat Doa Iman Ini Dibaca
Pada suatu malam yang hening, ketika seorang hamba mengangkat tangannya dan mulai membaca:
“آمَنَّا بِاللَّهِ وَكَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ…”
terjadilah peristiwa di alam yang tidak terlihat oleh mata…
⸻
1. Saat “آمَنَّا بِاللَّهِ”
Langit pertama bergetar dengan cahaya lembut.
Para malaikat berkata:
“Ia telah mengetuk pintu tauhid.”
Malaikat rahmat turun membawa cahaya keimanan, lalu meletakkannya di dada hamba itu.
Makrifat:
• Ini bukan sekadar ucapan
• Tapi penyalaan cahaya iman dalam hati
⸻
2. Saat “كَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ”
Terjadi peristiwa besar di alam batin…
• Belenggu gelap yang mengikat hati mulai pecah
• Bisikan setan menjauh
Para malaikat berkata:
“Ia telah memutuskan rantai selain Allah.”
Malaikat penjaga berdiri mengelilinginya seperti benteng.
Makrifat:
• Setiap penolakan terhadap thaghut =
➤ satu hijab tersingkap
⸻
3. Saat “آمَنَّا بِمَنْ لَا يَمُوتُ”
Cahaya naik ke langit kedua.
Malaikat berkata:
“Ia telah mengenal Yang Abadi.”
Dalam alam ruh:
• Rasa takut kepada selain Allah mulai hilang
• Hati menjadi tenang
⸻
4. Saat Menyebut Penciptaan Langit dan Bumi
Ketika hamba menyebut:
“خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ…”
Para malaikat penjaga alam (malaikat gunung, bintang, dll.) menjawab dengan tasbih.
Mereka berkata:
“Ia mengenal Tuhan kami, maka kami menjadi saksi baginya.”
Makrifat:
• Seluruh alam menjadi saksi iman seorang hamba
⸻
5. Saat “وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ”
Terjadi kesatuan getaran di langit.
Para malaikat berkata:
“Ini adalah kalimat yang menyatukan seluruh nabi dan umat.”
Cahaya tauhid naik tanpa terhalang.
⸻
6. Saat Menyebut Para Nabi (Harun & Musa)
Arwah para nabi menyambut dengan salam.
Malaikat berkata:
“Ia berjalan di jalan para nabi.”
Makrifat:
• Hamba masuk dalam barisan cahaya kenabian
⸻
7. Saat “رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ”
Para malaikat tunduk…
Karena disebutkan Tuhan mereka.
Mereka berkata:
“Ia menyebut Rabb kami, maka kami mencintainya.”
⸻
8. Saat “لَا شَرِيكَ لَهُ”
Langit menjadi hening…
Tidak ada suara kecuali cahaya.
Kemudian terdengar seruan:
“Inilah tauhid yang murni.”
Dalam makrifat:
• Semua selain Allah lenyap dari hati
⸻
9. Saat “آمَنَّا آمَنَّا…” (berulang)
Setiap pengulangan:
• Menguatkan satu lapisan iman
Para malaikat berkata:
“Ia mengikat imannya dengan pengulangan, maka kami menguatkannya dengan cahaya.”
⸻
10. Penutup: Turunnya Ampunan dan Ketetapan
Setelah doa selesai…
Turun malaikat membawa lembaran cahaya.
Mereka berkata:
“Tulislah: ia telah memperbaharui imannya.”
Dan terdengar seruan Ilahi:
“Hamba-Ku, engkau datang dengan iman dan penolakan selain-Ku, maka Aku dekatkan engkau kepada-Ku.”
⸻
✨ Rahasia Makrifat Kisah Ini
Dalam pandangan ahli hakikat:
• Malaikat = manifestasi cahaya amal dan keadaan ruhani
• Setiap kalimat iman =
➤ menciptakan realitas di alam malakut
• Penolakan terhadap thaghut =
➤ pembebasan jiwa dari selain Allah
⸻
🌌 Penutup
Doa ini bukan hanya dzikir…
Tetapi:
Deklarasi kosmik antara hamba, malaikat, dan Tuhan
Dan ketika dibaca dengan hati:
Langit menjadi saksi bahwa seorang hamba telah kembali kepada tauhidnya
Semoga Bermanfaat!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment