Sholat Malam Ke-26 Romadhon, Doa dan Makrifatnya
🌺🌹❤️Sholat Malam Ke-26 Romadhon, Doa dan Makrifatnya❤️🌹🌺
Shalat Malam ke-26 Ramadhan
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ سِتٍّ وَعِشْرِينَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ،
يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بَعْدَ الْحَمْدِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ مِائَةَ مَرَّةٍ،
فُتِحَتْ لَهُ سَبْعُ سَمَاوَاتٍ،
وَاسْتُجِيبَ لَهُ الدُّعَاءُ،
مَعَ مَا لَهُ عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْمَزِيدِ.
⸻
Dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib عليه السلام:
Barang siapa pada malam ke-26 bulan Ramadhan melaksanakan shalat delapan rakaat,
di setiap rakaat setelah Al-Fatihah membaca Surah Al-Ikhlas 100 kali,
maka tujuh langit akan dibukakan baginya, doanya akan dikabulkan,
dan ia memperoleh tambahan karunia besar di sisi Allah.
⸻
Makna Makrifat dan Hakikat
1. Rahasia Malam ke-26
Menurut para ahli makrifat, malam ini adalah malam terbukanya tujuh langit batin.
Tujuh langit bukan hanya kosmos, tetapi tujuh lapisan ruh manusia.
1. Langit nafs
2. Langit qalb
3. Langit ruh
4. Langit sirr
5. Langit khafi
6. Langit akhfa
7. Langit tajalli tauhid
⸻
2. Rahasia Membaca Al-Ikhlas 100 Kali; Surah Al-Ikhlas adalah inti tauhid.
Angka 100 menurut ahli hakikat melambangkan:
• Kesempurnaan tauhid
• Penghapusan syirik halus
• Penyatuan hati dengan Allah
Setiap bacaan Qul huwa Allahu ahad memurnikan hati dari selain Allah.
⸻
3. Makna “Dibukakan Tujuh Langit”
Makrifatnya:
Bukan hanya langit alam semesta, tetapi pintu makrifat kepada Allah.
Ketika tauhid menjadi murni:
• hijab hati terbuka
• doa naik tanpa penghalang
• ruh tersambung dengan alam malakut
⸻
4. Hubungan Surah Al-Ikhlas dengan Imam Ali
Dalam riwayat Ahlul Bayt disebut:
التوحيد سرٌّ، وعليٌّ بابُه”
Tauhid adalah rahasia, dan Ali adalah pintunya.
Karena itu shalat malam ini diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali, yang dalam tradisi makrifat disebut mazhar tauhid setelah Nabi.
⸻
5. Rahasia Kosmik Shalat Ini
Menurut para arifin:
Ketika seseorang membaca Al-Ikhlas berulang-ulang, terjadi tiga cahaya:
1. Cahaya tauhid di hati
2. Cahaya ma‘rifah di ruh
3. Cahaya tajalli di sirr
Saat tiga cahaya ini berkumpul, doa menjadi mustajab.
Berikut kisah makrifat (isyarat ruhani) yang sering diceritakan oleh para ahli hikmah tentang dialog malaikat ketika seorang hamba membaca Surah Al-Ikhlas 100 kali. Kisah ini bukan hadis literal, tetapi tamsil makrifat untuk menggambarkan apa yang terjadi di alam malakut.
⸻
Dialog Malaikat Saat Seseorang Membaca Al-Ikhlas 100 Kali
Ketika seorang hamba pada malam Ramadhan membaca: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
berulang-ulang dengan hati yang hadir, maka di alam malakut para malaikat memperhatikan cahaya yang naik dari bumi.
Malaikat pertama berkata
“Lihatlah cahaya ini naik dari bumi menuju langit.”
Malaikat kedua menjawab
“Itu adalah cahaya tauhid dari hati seorang hamba yang membaca Qul Huwa Allahu Ahad.”
⸻
Saat Bacaan Bertambah
Ketika bacaan mencapai puluhan kali, cahaya itu semakin terang.
Malaikat penjaga langit dunia berkata;”Wahai penjaga langit kedua, ada cahaya tauhid yang mengetuk pintu langit.”
Malaikat langit kedua bertanya
“Cahaya apa ini?”
Jawab malaikat pertama:
“Ini adalah cahaya Al-Ikhlas, ia tidak membawa syirik sedikit pun.”
Maka pintu langit pun dibuka.
⸻
Ketika Sampai Bacaan ke-100
Saat hamba itu menyempurnakan 100 kali bacaan, cahaya itu menjadi seperti matahari kecil di alam malakut. Para malaikat berkata:
“Subḥānallāh…
Seorang hamba telah memurnikan tauhidnya.”
⸻
Dialog Malaikat di Langit Ketujuh
Para malaikat berkata:
“Wahai Tuhan kami, hamba-Mu ini memuji keesaan-Mu seratus kali.”
Lalu Allah berfirman kepada para malaikat (dalam makna isyarat):
“Jika hamba-Ku memurnikan tauhid-Ku, maka Aku bukakan baginya pintu-pintu langit.”
Maka malaikat berkata:
“Ya Rabb, apa balasannya?”
Allah berfirman:
“Catatlah untuknya cahaya tauhid,
ampuni dosa-dosanya,
dan kabulkan doanya.”
⸻
Rahasia Makrifat dari Kisah Ini
Menurut para arifin, membaca Al-Ikhlas berulang-ulang menghasilkan tiga cahaya:
1. Cahaya Tauhid
Membersihkan hati dari selain Allah.
2. Cahaya Ma‘rifah
Membuka pemahaman batin tentang keesaan Allah.
3. Cahaya Qurb (kedekatan)
Mendekatkan ruh kepada Allah.
⸻
Mengapa 100 Kali?
Dalam simbol makrifat:
100 = kesempurnaan tauhid
Artinya:
• hati
• lisan
• ruh
semuanya bersaksi bahwa Allah Maha Esa.
⸻
Isyarat dari Para Ulama Makrifat
Mereka berkata:
“Siapa yang membaca Qul Huwa Allahu Ahad dengan hati yang hadir,
maka setiap hurufnya menjadi cahaya yang naik ke langit.”
Dan ketika bacaan itu mencapai kesempurnaan, maka:
langit terbuka bagi doanya.
⸻
Doanya;
رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا،
وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً،
إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ
أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا.
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا
وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا
وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ.
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ
وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ.
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا
كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا.
رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا
وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا.
أَنْتَ مَوْلَانَا
فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
Rabbanaa lā tuzigh qulūbanā ba‘da idh hadaytanā,
wahab lanā min ladunka raḥmah,
innaka antal-wahhāb.
Rabbanaa innanā sami‘nā munādiyan yunādī lil-īmān
an āminū birabbikum fa-āmannā.
Rabbanaa faghfir lanā dhunūbanā
wa kaffir ‘annā sayyi’ātinā
wa tawaffanā ma‘al-abrār.
Rabbanaa wa ātinā mā wa‘adtanā ‘alā rusulik
wa lā tukhzinā yawmal-qiyāmah
innaka lā tukhliful-mī‘ād.
Rabbanaa lā tu’ākhidhnā in nasīnā aw akhṭa’nā
rabbanaa wa lā taḥmil ‘alaynā iṣran
kamā ḥamaltahu ‘alalladhīna min qablinā.
Rabbanaa wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih
wa‘fu ‘annā
waghfir lanā
warḥamnā.
Anta mawlānā
fanṣurnā ‘alal-qawmil-kāfirīn.
⸻
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk,
dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu.
Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
Ya Tuhan kami, sungguh kami telah mendengar seorang penyeru yang menyeru kepada iman:
“Berimanlah kepada Tuhanmu,”
maka kami pun beriman.
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami,
hapuskan kesalahan-kesalahan kami,
dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang saleh.
Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan melalui para rasul-Mu,
dan jangan Engkau hinakan kami pada hari kiamat.
Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.
Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah.
Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban berat
seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami sesuatu yang kami tidak mampu memikulnya.
Maafkanlah kami,
ampunilah kami,
dan rahmatilah kami.
Engkaulah pelindung kami,
maka tolonglah kami terhadap kaum yang ingkar.
⸻
Makna Makrifat dan Hakikat
1. “لا تزغ قلوبنا” –
Jangan Engkau palingkan hati kami
Menurut ahli makrifat, hati manusia selalu berada di antara dua tajalli Ilahi.
Ketika seseorang mendapat hidayah, ia masih harus memohon agar:
• hatinya tidak kembali kepada hijab dunia
• tidak kembali kepada kegelapan nafs
Karena istiqamah lebih berat daripada hidayah.
⸻
2. “وهب لنا من لدنك رحمة”
Rahmat yang dimaksud bukan hanya rahmat dunia.
Menurut para arifin, ini adalah:
رحمة القرب
rahmat kedekatan dengan Allah.
Yaitu rahmat yang:
• membuka mata hati
• menghidupkan ruh
• menyingkap makrifat.
⸻
3. Rahasia “سمعنا مناديا ينادي للإيمان”
Penyeru iman memiliki tiga makna:
1. Nabi Muhammad ﷺ yang menyeru manusia kepada iman
2. Al-Qur’an yang memanggil hati manusia
3. suara fitrah di dalam hati
Menurut ulama makrifat:
ketika hati bersih, manusia dapat mendengar seruan batin menuju Allah.
⸻
4. Makna “توفنا مع الأبرار”
Orang abrar adalah orang yang:
• hatinya bersih
• amalnya ikhlas
• hidupnya bersama Allah
Dalam riwayat Ahlul Bayt disebut bahwa abrar termasuk para pecinta Ahlul Bayt.
⸻
5. Rahasia “ولا تخزنا يوم القيامة”
Kehinaan pada hari kiamat menurut ahli hakikat bukan hanya siksa.
Tetapi tersingkapnya hakikat diri.
Karena pada hari itu:
• semua rahasia hati terbuka
• semua niat terlihat
Maka doa ini memohon agar Allah menutupi aib ruhani kita.
⸻
6. Makna “أنت مولانا”
“Mawla” memiliki makna sangat dalam:
• pelindung
• penolong
• pemimpin spiritual
Dalam tafsir makrifat, kalimat ini berarti:
“Engkau adalah satu-satunya tempat bersandar bagi ruh kami.”
⸻
7. Rahasia Penutup Doa
Doa ini menutup dengan:
فانصرنا على القوم الكافرين
Dalam makrifat, musuh terbesar bukan hanya orang kafir luar.
Tetapi juga:
• nafs
• hawa
• syahwat
• ego
Maka kemenangan yang dimohon adalah kemenangan ruh atas nafs.
Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment