Keinginan
Suatu hari Nabi Dawud as melewati padang pasir lalu ia melihat semut mondar-mandir dari arah bukit sambil membawa tanah dan menumpahkannya di tempat lain. Dawud memohon pada Allah Swt supaya rahasia pemandangan ini disingkapkan padanya.
Tiba-tiba semut itu berbicara: "Aku mempunyai kekasih yang mensyaratkan pemindahan seluruh tanah bukit tersebut ke tempat ini sebagai jalan untuk mendapatkan cintanya."
Dawud bertanya dengan penuh keheranan: "Dengan badanmu yang kecil seperti ini, sampai kapan engkau mampu memindah tanah bukit yang besar itu? Apakah usiamu cukup untuk melakukan hal tersebut?"
Di sinilah Nabi Dawud merasa mendapat pelajaran sangat berharga.
Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman:
Bila kamu tunduk terhadap apa yang Aku inginkan, niscaya Aku akan memberi apa yang kamu inginkan.
Dan bila kamu tidak tunduk terhadap yang Aku inginkan maka Aku akan membuatmu letih dalam mengejar apa yang kamu inginkan.
Dan pada akhirnya hanya yang Aku inginkan yang pasti terwujud."
Ya, semut pintar itu memilih hidup dan mati di jalan cinta; jalan kudus dan bahagia. Jalan cinta adalah jalan luas yang meskipun berat melaluinya namun pejalannya tidak pernah merasa letih dan bosan.
Pejalan cinta terkadang untuk memenuhi harapan dan mencapai tujuannya, ia harus "memarkir" akalnya. Akal sering memberontak dan tidak mau bekerja sebelum mengetahui rahasia dan kemaslahatan suatu perbuatan...namun, jalan cinta selalu mendahulukan kepatuhan dan kepasrahan."
حدثنا أحمد بن الحسن القطان، قال: حدثنا أحمد بن محمد بن سعيد الهمداني، قال: حدثنا علي بن الحسن بن علي بن فضال، عن أبيه، عن مروان ابن مسلم، عن ثابت بن أبي صفية، عن سعد الخفاف، عن الأصبغ بن نباته، قال:
قال أمير المؤمنين عليه السلام: أوحى الله عز وجل إلى داود عليه السلام: يا داود تريد وأريد ولا يكون إلا ما أريد، فإن أسلمت لما أريد أعطيتك ما تريد، وإن لم تسلم لما أريد أتعبتك فيما تريد، ثم لا يكون إلا ما أريد.
ويروى أن الله تعالى
أوحى إلى داود عليه السلام:
(يا داود!
أَنْتَ تُرِيدُ
وَأَنَا أُرِيدُ
وَلَا يَكُونُ إلَّا مَا أُرِيدُ،
فَإِنْ سَلَّمْت لِي مَا أُرِيدُ
أَعْطَيْتُك مَا تُرِيدُ،
وَإِنْ لَمْ تُسَلِّمْ لِي مَا أُرِيدُ
أَتْعَبْتُك فِيمَا تُرِيدُ
وَلَا يَكُونُ إلَّا مَا أُرِيدُ)
Diriwayatkan dari Amiril mukminin as ;”Allah berfirman kepada Dawud as
kamu berkeinginan dan
Aku pun berkeinginan.
Dan tidak akan terwujud kecuali apa yang Aku inginkan.
Bila kamu tunduk terhadap apa yang Aku inginkan,
niscaya Aku akan memberi apa yang kamu inginkan.
Dan bila kamu tidak tunduk terhadap yang Aku inginkan
maka Aku akan membuatmu letih dalam mengejar apa yang kamu inginkan.
Dan pada akhirnya hanya yang Aku inginkan yang pasti terwujud."
يَا عَبْدِي، أَنْتَ تُرِيدُ وَأَنَا أُرِيدُ،
وَلَا يَكُونُ إلَّا مَا أُرِيدُ،
فَإِنْ سَلَّمْت لِي مَا أُرِيدُ أَعْطَيْتُك مَا تُرِيدُ،
وَإِنْ لَمْ تُسَلِّمْ لِي مَا أُرِيدُ أَتْعَبْتُك فِيمَا تُرِيدُ،
وَلَا يَكُونُ إلَّا مَا أُرِيدُ).
مِثلُ قَولِهِ تعالى:
﴿وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاء
وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ﴾
Namun yang terjadi hanyalah apa yang Aku inginkan.
Jika engkau pasrah kepada-Ku terhadap apa yang Aku inginkan, Aku akan memberimu apa yang engkau inginkan.
Tetapi jika engkau tidak pasrah kepada-Ku terhadap apa yang Aku inginkan, Aku akan membuatmu letih dalam mengejar apa yang engkau inginkan,
dan tetap saja yang terjadi hanyalah apa yang Aku inginkan
Seperti firman-Nya Ta‘ala:
mereka tidak mempunyai pilihan (selain apa yang ditentukan-Nya).â€
(QS. al-Qashash: 68)
Comments
Post a Comment