Sholat Hajat-hajat Penting dari Imam Husein as
🌺🌹❤️Sholat Hajat-hajat Penting dari Imam Husein as❤️🌹🌺
️ صَلَاةٌ فِي الْمُهِمَّاتِ
(Shalat untuk hajat-hajat penting – riwayat dari Imam Husain عليه السلام, dalam Makārim al-Akhlāq hlm. 383)
🟢 KALIMAT 1
صَلَاةٌ فِي الْمُهِمَّاتِ،
عَنْ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ
Ṣalātun fī al-muhimmāt, ‘an al-Ḥusayn ibn ‘Alī ‘alayhimā as-salām.
Shalat untuk perkara-perkara penting, dari Imam Husain bin Ali عليهما السلام.
Makna Lahir
Ini adalah shalat khusus yang diajarkan Imam Husain a.s. ketika seseorang menghadapi persoalan besar atau kebutuhan mendesak.
Makrifat;
• “Muhimmāt” bukan hanya urusan dunia, tapi juga kegelisahan jiwa.
• Mengambil riwayat dari Imam Husain a.s. mengisyaratkan bahwa solusi hakiki datang dari jalan pengorbanan dan tawakkal.
• Shalat ini adalah jalan kembali kepada Allah sebelum mencari solusi makhluk.
🟢 KALIMAT 2
تُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تُحْسِنُ قُنُوتَهُنَّ وَأَرْكَانَهُنَّ
Tuṣallī arba‘a raka‘āt tuḥsinu qunūtahunna wa arkānahunna.
Engkau shalat empat rakaat, dan memperbagus qunut serta rukunnya.
Makna Lahir
Shalat dilakukan 4 rakaat dengan kekhusyukan dan kesempurnaan gerakan. Waktunya kapan pun.
Makrifat;
• Empat rakaat melambangkan empat penjuru kehidupan: jasad, akal, hati, ruh.
• “Memperbagus qunut” artinya memperpanjang doa dan pengakuan kelemahan.
• Dalam riwayat Ahlul Bayt, kualitas hati lebih penting dari jumlah rakaat.
🟢 RAKAAT PERTAMA
تَقْرَأُ فِي الْأُولَى الْحَمْدَ مَرَّةً،
وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ سَبْعَ مَرَّاتٍ
Taqra’u fī al-ūlā al-ḥamda marratan, wa ḥasbunā Allāhu wa ni‘ma al-wakīl sab‘a marrāt.
Pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah sekali, dan “Hasbunallahu wa ni‘mal wakil” tujuh kali.
Makna Dzikir
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.” (QS Ali Imran: 173)
Makrifat:
• Ini maqam tawakkal.
• Mengulang 7 kali = menyempurnakan penyerahan pada tujuh lapis kecemasan.
• Rahasia: siapa yang menjadikan Allah wakilnya, Allah mengambil alih urusannya.
🟢 RAKAAT KEDUA
وَفِي الثَّانِيَةِ الْحَمْدَ مَرَّةً وَقَوْلُهُ:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا
Wa fī ats-tsāniyah al-ḥamda marratan wa qawluhu:
Mā shā’a Allāh lā quwwata illā billāh in tarani ana aqalla minka mālan wa waladā —
Pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah sekali, lalu ayat:
“Apa yang Allah kehendaki (pasti terjadi), tiada kekuatan kecuali dengan Allah. Jika engkau melihatku lebih sedikit hartaku dan anakku darimu.” (QS Al-Kahfi: 39) —
tujuh kali.
Makrifat;
• Ini maqam ridha.
• Menghancurkan kesombongan dan iri.
• Mengakui bahwa kekuatan bukan dari diri, tapi dari Allah.
• Ayat ini turun tentang perbandingan orang kaya dan miskin → solusi masalah dunia adalah kesadaran ilahiyah.
🟢 RAKAAT KETIGA
وَفِي الثَّالِثَةِ الْحَمْدَ مَرَّةً وَقَوْلُهُ:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Wa fī ats-tsālitsah al-ḥamda marratan wa qawluhu:
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn —
Pada rakaat ketiga membaca Al-Fatihah sekali, lalu:
“Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87) — tujuh kali.
Makrifat;
• Ini doa Nabi Yunus dalam kegelapan.
• Maqam taubat dan pengakuan kesalahan.
• Rahasia: pengakuan dosa membuka pintu keajaiban.
• Imam Ja’far ash-Shadiq a.s.: tidaklah seseorang membaca doa ini dalam kesulitan kecuali Allah menyelamatkannya.
🟢 RAKAAT KEEMPAT
وَفِي الرَّابِعَةِ الْحَمْدَ مَرَّةً
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Wa fī ar-rābi‘ah al-ḥamda marratan,
Wa ufawwiḍu amrī ilā Allāh inna Allāha baṣīrun bil-‘ibād —
Pada rakaat keempat membaca Al-Fatihah sekali, lalu:
“Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (QS Ghafir: 44) — tujuh kali.
Makrifat;
• Ini maqam tafwidh (penyerahan total).
• Tingkatan lebih tinggi dari tawakkal.
• Tawakkal = menyerahkan hasil.
• Tafwidh = menyerahkan diri dan keputusan.
🟢 PENUTUP
ثُمَّ يَسْأَلُ حَاجَتَهُ
Thumma yas’alu ḥājatahu.
Kemudian ia meminta kebutuhannya.
Makrifat;
• Setelah melewati 4 maqam: tawakkal → ridha → taubat → tafwidh,
• Maka doa berada dalam keadaan mustajab.
• Permintaan bukan lagi ego, tapi kebutuhan ruh.
🌿 RAHASIA SUSUNAN EMPAT AYAT
1. Hasbunallah → Menguatkan hati
2. Ma sya Allah → Menghancurkan iri & takut miskin
3. La ilaha illa anta → Membersihkan dosa
4. Ufawwidhu amri → Penyerahan total
Ini seperti perjalanan ruh: Dari cemas → sadar → menyesal → pasrah → dikabulkan.
Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment