Agungnya Bulan Ramadhan

🕊 Riwayat Ibnu Abbas
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ) يَقُولُ:

Dari Abdullah bin Abbas bin Abdul Muththalib, bahwa ia mendengar Nabi (shalallahu ‘alaihi wa آلِهِ) bersabda:
إِنَّ الْجَنَّةَ لَتُنَجَّدُ وَتَتَزَيَّنُ مِنَ الْحَوْلِ إِلَى الْحَوْلِ لِدُخُولِ شَهْرِ رَمَضَانَ،
Sesungguhnya surga benar-benar dihiasi dan diperindah dari tahun ke tahun untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.
فَإِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْهُ هَبَّتْ رِيحٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ يُقَالُ لَهَا: الْمُثِيرَةُ،
Maka ketika malam pertama Ramadhan tiba, berhembuslah angin dari bawah ‘Arsy yang disebut Al-Mutsīrah.
تُصَفِّقُ وَرَقَ أَشْجَارِ الْجِنَانِ وَحَلَقَ الْمَصَارِيعِ،
Angin itu menggerakkan dedaunan pepohonan surga dan cincin-cincin pintunya.
فَيُسْمَعُ لِذَلِكَ طَنِينٌ لَمْ يَسْمَعِ السَّامِعُونَ أَحْسَنَ مِنْهُ،
Sehingga terdengar suara gemuruh yang belum pernah didengar suara yang lebih indah darinya.
وَتَبْرُزُ الْحُورُ الْعِينُ حَتَّى يَقِفْنَ بَيْنَ شُرَفِ الْجَنَّةِ،
Para bidadari bermata indah pun menampakkan diri hingga berdiri di balkon-balkon surga.
فَيُنَادِينَ: هَلْ مِنْ خَاطِبٍ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُزَوِّجَهُ؟
Mereka berseru: “Adakah yang melamar kepada Allah agar Dia menikahkannya (dengan kami)?”
ثُمَّ يَقُلْنَ: يَا رِضْوَانُ مَا هَذِهِ اللَّيْلَةُ؟
Lalu mereka berkata: “Wahai Ridwan, malam apakah ini?”
فَيَقُولُ: يَا خَيْرَاتُ حِسَانُ، هَذِهِ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، قَدْ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجِنَانِ لِلصَّائِمِينَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ).
Ia menjawab: “Wahai para wanita suci nan jelita, ini adalah malam pertama Ramadhan. Pintu-pintu surga telah dibuka bagi orang-orang yang berpuasa dari umat Muhammad.”
🔥 Perintah Ilahi
وَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَا رِضْوَانُ! افْتَحْ أَبْوَابَ الْجِنَانِ،
Allah berfirman: “Wahai Ridwan, bukalah pintu-pintu surga.”
يَا مَالِكُ! أَغْلِقْ أَبْوَابَ الْجَحِيمِ عَنِ الصَّائِمِينَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ،
“Wahai Malik, tutuplah pintu-pintu neraka dari orang-orang yang berpuasa dari umat Muhammad.”
يَا جِبْرَائِيلُ! اهْبِطْ إِلَى الْأَرْضِ فَصَفِّدْ مَرَدَةَ الشَّيَاطِينِ،
“Wahai Jibril, turunlah ke bumi dan belenggulah para setan pembangkang.”
وَعَلِّقْهُمْ بِالْأَغْلَالِ، ثُمَّ اقْذِفْ بِهِمْ فِي لُجَجِ الْبِحَارِ، حَتَّى لَا يُفْسِدُوا عَلَى أُمَّةِ حَبِيبِي صِيَامَهُمْ.
Ikatlah mereka dengan rantai, lalu lemparkan ke dalam lautan agar mereka tidak merusak puasa umat kekasih-Ku.
🌌 Seruan Setiap Malam
وَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ:
Allah berfirman setiap malam Ramadhan tiga kali:
هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ سُؤْلَهُ؟
Adakah yang meminta agar Aku kabulkan permintaannya?
هَلْ مِنْ تَائِبٍ فَأَتُوبَ عَلَيْهِ؟
Adakah yang bertobat agar Aku terima tobatnya?
هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ؟
Adakah yang memohon ampun agar Aku ampuni?
🔥 Pembebasan dari Neraka
وَإِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى فِي آخِرِ كُلِّ يَوْمٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ أَلْفَ أَلْفِ عَتِيقٍ مِنَ النَّارِ،
Setiap akhir hari Ramadhan saat berbuka, Allah membebaskan sejuta hamba dari neraka.
فَإِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ جِبْرَئِيلَ (عَلَيْهِ السَّلَامُ)…
Dan ketika malam Lailatul Qadr tiba, Allah memerintahkan Jibril turun bersama pasukan malaikat…
(Malaikat memberi salam kepada setiap yang berdiri, duduk, shalat, berdzikir dan mengaminkan doa mereka hingga fajar.)
❗ Empat Golongan yang Tidak Diampuni
إِلَّا أَرْبَعَةً:
Kecuali empat golongan:
1. مُدْمِنُ الْخَمْرِ – Pecandukhamr
2. الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ – Durhaka kepada orang tua
3. قَاطِعُ الرَّحِمِ – Pemutus silaturahmi
4. الْمُشَاحِنُ – Orang yang menyimpan kebencian
🌿 Khutbah Nabi tentang Ramadhan

🕌 Disampaikan oleh Amiril Mukminin Imam
Ali bin Abi Thalib
tentang khutbah Rasulullah ﷺ.
أَيُّهَا النَّاسُ! إِنَّهُ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْكُمْ شَهْرُ اللَّهِ بِالْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ،
Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan Allah dengan keberkahan, rahmat, dan ampunan.
شَهْرٌ هُوَ عِنْدَ اللَّهِ أَفْضَلُ الشُّهُورِ،
Bulan yang paling utama di sisi Allah.
أَنْفَاسُكُمْ فِيهِ تَسْبِيحٌ، وَنَوْمُكُمْ فِيهِ عِبَادَةٌ،
Nafas kalian di dalamnya adalah tasbih, tidur kalian adalah ibadah.
وَدُعَاؤُكُمْ فِيهِ مُسْتَجَابٌ،
Doa kalian di dalamnya dikabulkan.
فَاسْأَلُوا اللَّهَ بِنِيَّاتٍ صَادِقَةٍ وَقُلُوبٍ طَاهِرَةٍ أَنْ يُوَفِّقَكُمْ لِصِيَامِهِ وَتِلَاوَةِ كِتَابِهِ،
Mintalah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar diberi taufik berpuasa dan membaca Kitab-Nya.
🌅 Tentang Lailatul Qadr
Malaikat turun, memberi salam kepada orang-orang beriman, dan Allah memandang mereka dengan ampunan — kecuali empat golongan tadi.
🌺 Penutup Riwayat
قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ (عَلَيْهِ السَّلَامُ):
Imam 
Ja’far al-Sadiq as bersabda:
مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ إِلَى قَابِلٍ إِلَّا أَنْ يَشْهَدَ عَرَفَةَ.
Barang siapa tidak diampuni pada bulan Ramadhan, maka ia tidak akan diampuni hingga tahun depan, kecuali jika ia menyaksikan Arafah (haji).
🌙 MAKNA MAKrifat & HAKIKAT RAMADHAN
1️⃣ “Surga berhias menyambut Ramadhan”
🌿 Makrifat : Surga bukan hanya tempat di akhirat. Dalam makrifat, surga adalah keadaan hati yang tersambung kepada Allah.
Ketika Ramadhan datang:
Jiwa disucikan
Nafsu dilemahkan
Cahaya ilahi mudah masuk
Maka hati mukmin mulai “berhias”.
🔥 Hakikatnya: Ramadhan adalah turunnya tajalli rahmat Allah secara kolektif ke alam manusia.
Surga berhias → artinya:
Alam malakut bersiap menerima ruh-ruh yang naik melalui puasa.
Puasa adalah mi‘raj ruhani.
2️⃣ “Angin dari bawah ‘Arsy”
🌿 Makrifat; Angin (الْمُثِيرَةُ) adalah simbol hembusan ilham dan rahmat.
Dalam suluk:
Ada waktu hati terasa ringan
Air mata mudah mengalir
Doa terasa dekat
Itulah “angin Arsy”.

🔥 Hakikatnya: Di awal Ramadhan, tabir antara alam mulk dan malakut menipis. Ruh-ruh disirami nafahāt ilahiyyah (hembusan ketuhanan).
Sebagaimana sabda Nabi:
“Sesungguhnya Tuhan kalian memiliki hembusan rahmat di hari-hari kalian.”
Ramadhan adalah musim hembusan itu.
3️⃣ “Pintu surga dibuka, neraka ditutup”
🌿 Makrifat; Pintu surga = pintu ketaatan
Pintu neraka = pintu maksiat
Saat Ramadhan:
Dorongan maksiat melemah
Dorongan taat menguat
Ini realitas batin yang bisa dirasakan.

🔥 Hakikatnya:
Energi nafsu kolektif manusia ditekan
Energi ruhani diperkuat
Alam spiritual berubah frekuensinya.
Karena itu ibadah terasa lebih ringan.
4️⃣ “Setan dibelenggu”
🌿 Makrifat; Setan terbesar adalah:
Kesombongan
Amarah
Hasad
Cinta dunia
Puasa melemahkan bahan bakarnya.

🔥 Hakikat; Setan eksternal memang dibatasi. Namun yang paling penting: Belenggu itu adalah kesempatan agar manusia melihat setan internalnya. Ramadhan membuka kesadaran terhadap nafs ammarah.

5️⃣ Seruan Ilahi: “Adakah yang meminta?”
🌿 Makrifat; Ini bukan sekadar panggilan literal. Ini panggilan batin.
Setiap malam Ramadhan:
Ada momen sunyi
Ada getaran lembut
Ada rasa ingin kembali
Itu panggilan Allah.

🔥 Hakikatnya:
Allah sedang membuka “pintu kedekatan langsung”.
Dalam malam-malam itu, doa bukan naik — tetapi rahmat turun.
6️⃣ Lailatul Qadr
🌿 Makrifat: Lailatul Qadr bukan hanya satu malam kalender.
Ia adalah: Saat takdir batin seseorang berubah. Ketika:
Taubatnya sungguh
Hatinya pecah
Kesombongannya runtuh
Itulah Qadr pribadinya.

🔥 Hakikat Qadr:
Turunnya Nur Wilayah
Turunnya keputusan Ilahi atas ruh
Sebagaimana dalam riwayat Ahlul Bait: Takdir ditetapkan melalui perantara Hujjah Allah di zaman itu. Malam Qadr adalah malam hubungan bumi dan Hujjah Allah tersambung.
7️⃣ Empat yang tidak diampuni
1. Pecandu khamr
2. Durhaka orang tua
3. Pemutus silaturahmi
4. Penyimpan kebencian
🌿 Makrifat; Empat ini semua adalah penyakit hati sosial.
Ramadhan bukan hanya ritual individual. Ia adalah penyucian hubungan.
🔥 Hakikatnya:
Siapa yang memutus hubungan cinta, ia memutus aliran rahmat.
Karena rahmat mengalir melalui silaturahmi dan hati yang bersih.
8️⃣ “Nafasmu tasbih, tidurmu ibadah”
🌿 Makrifat; Jika hati sadar,
bahkan diam pun menjadi dzikir.
Ramadhan mengangkat kualitas waktu.
🔥Hakikatnya: Dalam bulan ini,
Allah memandang niat lebih besar daripada amal. Karena puasa adalah amal rahasia antara hamba dan Tuhan.
🌊 Rahasia Terdalam Ramadhan
Hakikat paling dalam Ramadhan adalah: Melemahkan jasad agar ruh berdaulat. Dan ketika ruh berdaulat, hati mulai mengenal:
Kerinduan kepada Allah
Makna kefakiran
Hakikat “Aku milik-Mu”
🌺 Kesimpulan Irfani
Ramadhan bukan sekadar:
Menahan makan
Menahan minum
Ramadhan adalah:
Peluruhan ego
Penyucian relasi
Pembukaan tabir malakut
Penguatan hubungan dengan Hujjah Allah
Dan puncaknya:
Menjadi hamba yang kembali dengan hati yang hidup.

Tafsir irfani (makrifat & hakikat) dari khutbah Ramadhan yang diriwayatkan oleh Imam 
Ali bin Abi Thalib as
dari Rasulullah ﷺ.
Khutbah ini bukan sekadar nasihat moral — ia adalah peta perjalanan ruh dalam bulan Ramadhan.
🌙 Tafsir Khutbah Ramadhan (Pendekatan Makrifat & Hakikat)
1️⃣ “قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْكُمْ شَهْرُ اللَّهِ”
“Telah datang kepada kalian Bulan Allah…”
🌿 Makrifat; Disebut Syahrullah (Bulan Allah), bukan “bulan puasa”.
Artinya:
Ini bulan penyandaran langsung kepada Dzat-Nya
Bukan bulan amal manusia, tapi bulan pemberian Allah
Ramadhan datang kepada kita → bukan kita yang mencapainya.
Itu tanda undangan.
🔥Hakikatnya:
Ramadhan adalah tajalli Asma Rahmaniyyah.
Dalam bulan ini, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai:
Ar-Rahman
Al-Ghafur
Al-Karim
2️⃣ “دُعِيتُمْ فِيهِ إِلَى ضِيَافَةِ اللَّهِ”
“Kalian diundang ke jamuan Allah.”
🌿 Makrifat; Jamuan Allah bukan makanan. Justru Allah mengharamkan makan. Artinya:
Jamuan itu adalah:
Nur
Ampunan
Kedekatan
Puasa mengosongkan wadah agar bisa diisi cahaya.
🔥Hakikat dhiyafah (jamuan):
Allah sedang:
Membersihkan
Mengangkat
Mendekatkan
Yang masuk Ramadhan seperti tamu istana.
Tapi adab tamu adalah:
Merendah.
3️⃣ “أَنْفَاسُكُمْ فِيهِ تَسْبِيحٌ”
“Nafas kalian di dalamnya adalah tasbih.”
🌿 Makrifat; Saat seseorang berpuasa dengan niat sadar:
Seluruh keberadaannya menjadi ibadah.
Ini maqam:
Kesadaran ruhani.
🔥Hakikat tasbih adalah:
Membersihkan Allah dari segala sangkaan. Nafas yang tasbih berarti:
Hati sedang bersih dari protes kepada takdir.
4️⃣ “نَوْمُكُمْ فِيهِ عِبَادَةٌ”
🌿 Makrifat;Tidur jadi ibadah karena:
Keseluruhan eksistensi sedang dalam keadaan ubudiyah.
Puasa membuat hidup menjadi kesadaran ibadah terus-menerus.
🔥Hakikatnya:
Allah menghitung niat lebih tinggi dari gerakan.
Puasa adalah ibadah tersembunyi.
Maka seluruh keadaan dihitung sebagai penghambaan.
5️⃣ “فَاسْأَلُوا اللَّهَ بِنِيَّاتٍ صَادِقَةٍ”

🌿 Makrifat; Niat adalah ruh amal.
Ramadhan bukan tentang banyaknya amal,
tapi tentang kedalaman niat.
🔥 Hakikat niat:
Arah hati. Jika hati menuju Allah,
maka amal kecil menjadi besar.
Jika hati menuju dunia,
amal besar menjadi kosong.
6️⃣ “اذْكُرُوا بِجُوعِكُمْ جُوعَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ”
🌿 Makrifat; Puasa adalah latihan kesadaran akhirat.
Lapar Ramadhan = simulasi kefakiran mutlak.
🔥Hakikat lapar:
Melemahkan dominasi jasad.
Saat jasad lemah, ruh berbicara.
7️⃣ “أَنْفُسُكُمْ مَرْهُونَةٌ بِأَعْمَالِكُمْ”
“Jiwa kalian tergadai oleh amal kalian.”
🌿 Makrifat; Setiap dosa adalah belenggu.
Istighfar adalah kunci pembebasan.
🔥Hakikat rahn (gadai):
Ruh tertahan oleh keterikatan dunia.
Ramadhan membuka kesempatan pelepasan kolektif.
8️⃣ “مَنْ حَسَّنَ فِيهِ خُلُقَهُ…”
🌿 Makrifat; Akhlak adalah cermin kedekatan.
Ramadhan bukan hanya ritual,
tapi perbaikan relasi.
🔥Hakikat akhlak:
Pantulan sifat-sifat Ilahi dalam diri.
Siapa berakhlak baik, ia sedang menampakkan Asma Allah.
9️⃣ “أَبْوَابُ الْجِنَانِ مُفَتَّحَةٌ”
🌿 Makrifat; Pintu surga = pintu hati.
Dalam Ramadhan:
Air mata mudah turun
Hati cepat lembut
Itu tanda pintu terbuka.

🔥 Hakikat pembukaan:
Tabir antara dunia dan malakut ditipiskan.
Karena itu amal kecil berlipat besar.

🌊 Inti Hakikat Khutbah Ini
Khutbah ini sedang mengajarkan:
1. Ramadhan = tajalli rahmat
2. Puasa = pelemahan ego
3. Lapar = pembukaan ruh
4. Istighfar = pembebasan jiwa
5. Akhlak = cermin Allah
6. Qadr = perubahan takdir batin
🌺 Dimensi Wilayah
Dalam riwayat Ahlul Bait, malam Qadr terkait dengan turunnya takdir kepada Hujjah Allah. Artinya:
Ramadhan bukan hanya ibadah individual, tetapi keterhubungan dengan poros Ilahi di bumi.
Tanpa wilayah, cahaya tidak sempurna.
✨ Kesimpulan Irfani
Khutbah ini bukan hanya ajakan puasa. Ia adalah undangan:
Keluar dari dominasi jasad
Masuk ke wilayah ruh
Membersihkan hubungan
Menyambung diri ke Cahaya Ilahi
Ramadhan adalah mi‘raj tahunan.

Tafsir khusus dari bagian paling dalam dan paling rahasia dari khutbah Ramadhan itu — yaitu bagian ketika Rasulullah ﷺ menangis dan berbicara kepada Imam
Ali bin Abi Thalib. as Bagian ini bukan hanya nubuwah tentang syahadah, tetapi isyarat hakikat wilayah dan poros cahaya dalam Ramadhan.
🌙 BAGIAN KHUSUS KHUTBAH
“يَا عَلِيُّ… أَفْضَلُ الأَعْمَالِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْوَرَعُ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ”
“Wahai Ali… amal paling utama di bulan ini adalah wara’ (menjauhi yang haram).”
1️⃣ Mengapa “Wara’” yang Terutama?
🌿 Makrifat; Puasa bukan sekadar lapar. Jika lapar tanpa wara’, maka ia hanya menahan fisik.
Wara’ berarti:
Hati menjaga diri sebelum tubuh bergerak.
Takut menyakiti Allah, bukan takut hukuman. Dalam Ramadhan, Allah membuka pintu rahmat.
Wara’ menjaga agar cahaya itu tidak keluar lagi.
🔥Hakikat wara’ adalah: Menjaga kejernihan hati agar layak menerima tajalli. Puasa mengosongkan.
Wara’ menjaga agar tidak terisi kotoran kembali.
😢 Tangisan Rasulullah ﷺ
Ketika Nabi menyebut keutamaan wara’, beliau menangis karena mengingat syahadah Ali di bulan Ramadhan. Ini bukan sekadar nubuwah sejarah. Ini simbol kosmik.

2️⃣ Hakikat Syahadah Imam Ali as di Ramadhan
🌿 Makrifat: Ramadhan adalah bulan turunnya Qur’an.
Ali adalah “Qur’an yang berjalan”.
Syahadahnya di bulan Ramadhan menunjukkan: Puncak penghambaan adalah penyerahan total.
🔥 Hakikat; Imam Ali as dipukul dengan pedang beracun saat shalat. Isyaratnya:
Hakikat wilayah selalu diserang oleh kebodohan.
Cahaya selalu diuji oleh kegelapan. Ramadhan = puncak cahaya. Syahadah Imam Ali as = ujian tertinggi cahaya.
🌌 “مَنْ قَتَلَكَ فَقَدْ قَتَلَنِي”
“Siapa membunuhmu, ia membunuhku.”
🌿 Makrifat; Nabi saw dan Imam Ali as bukan dua realitas terpisah.
Dalam batin:• Nubuwwah dan Wilayah satu cahaya.
🔥 Hakikat; Ini isyarat bahwa:
Wilayah adalah kelanjutan nubuwwah dalam batin umat.
Ramadhan tanpa wilayah hanya ritual. Ramadhan dengan wilayah adalah cahaya.
🕊 “رُوحُكَ مِنْ رُوحِي”
“Ruhmu dari ruhku.”
🌿 Makrifat; Wilayah bukan jabatan politik. Ia adalah kesinambungan nur Muhammad.
🔥 Hakikat; Dalam irfan:
Nur Muhammad → Nur Ali → Nur Ahlul Bait → Hujjah zaman.
Ramadhan adalah musim hubungan dengan rantai cahaya itu.
🌊 Hubungan Bagian Ini dengan Lailatul Qadr
Lailatul Qadr adalah malam turunnya takdir. Dalam riwayat Ahlul Bait:
Takdir turun kepada Hujjah Allah.
Imam Ali as adalah poros wilayah pertama. Maka penyebutan syahadahnya dalam khutbah Ramadhan adalah isyarat: Cahaya wilayah adalah pusat perubahan takdir.
🔥 Mengapa Nabi Menangis?
Tangisan Nabi adalah rahmat dan juga peringatan. Makrifatnya:
Umat bisa berpuasa, tapi masih memukul cahaya.
Hakikatnya: Tanpa penyucian batin,
manusia bisa shalat dan tetap membunuh kebenaran.
🌿 Pesan Rahasia untuk Salik
Bagian ini mengajarkan:
1. Wara’ lebih tinggi dari banyak amal.
2. Cahaya selalu diuji.
3. Wilayah adalah jantung Ramadhan.
4. Puncak puasa adalah fana dalam kehendak Allah.
🌙 Kesimpulan Tafsir Khusus
Khutbah ini sedang berkata:
Ramadhan bukan hanya tentang lapar, tetapi tentang memilih cahaya.
Imam Ali as adalah simbol cahaya yang diuji. Ramadhan adalah musim memilih —bersama cahaya atau melawannya.

Hubungan Khutbah Ramadhan dengan Intizhar (menanti Hujjah Allah) bukan hubungan simbolik biasa — tetapi hubungan ontologis (hakikat keberadaan).

🌙 1️⃣ Ramadhan = Musim Tajalli, Intizhar = Sikap Hati
Dalam khutbah disebut:
“دُعِيتُمْ فِيهِ إِلَى ضِيَافَةِ اللَّهِ”
Kalian diundang ke jamuan Allah.
🌿 Makrifat; Jamuan berarti:
Ada Tuan rumah
Ada tamu
Ada perjumpaan
Intizhar (menanti Imam Mahdi) juga berarti:
Kesadaran akan hadirnya Pemilik zaman
Menunggu bukan pasif, tapi mempersiapkan diri
Ramadhan melatih adab menunggu.
🌌 2️⃣ Lailatul Qadr dan Poros Wilayah
Dalam riwayat Ahlul Bait, takdir turun kepada Hujjah Allah di setiap zaman.

Hari ini poros itu adalah Imam Al muntazhor Imam
Muhammad al-Mahdi afs

🔥 Hakikat ; Malam Qadr:
Takdir tahunan diturunkan
Keputusan Ilahi diserahkan kepada Wali Allah

Maka siapa yang sadar akan Qadr,
sebenarnya sedang sadar akan keberadaan Imam Zaman.

Tanpa kesadaran wilayah,
Qadr hanya menjadi malam ibadah,
bukan malam hubungan.
🌿 3️⃣ “أَنْفُسُكُمْ مَرْهُونَةٌ بِأَعْمَالِكُمْ”
Jiwa kalian tergadai oleh amal kalian.

Makrifat; Intizhar bukan slogan.
Ia pembebasan diri dari belenggu dosa. Bagaimana mungkin menanti Imam, jika jiwa masih tergadai dunia?

Ramadhan adalah:
Bulan membebaskan jiwa
Bulan melatih kesiapan menerima kepemimpinan ilahi
🌊 4️⃣ Wara’ sebagai Syarat Intizhar
Nabi bersabda: Amal terbaik di bulan ini adalah wara’. Wara’ = menjaga diri dari yang haram.
Hakikat; Orang yang benar-benar menanti Imam:
Tidak nyaman dengan kezaliman
Tidak nyaman dengan dosa
Tidak nyaman dengan kebatilan

Intizhar adalah revolusi batin.
Ramadhan melatih revolusi itu secara internal.

🔥 5️⃣ Syahadah Imam Ali as dan Ujian Cahaya
Khutbah menyebut syahadah Imam
Ali bin Abi Thalib di bulan Ramadhan.

Makrifatnya: Umat bisa berpuasa,
namun tetap memukul cahaya.

Hakikatnya: Menanti Imam berarti:
Tidak mengulangi tragedi itu.
Ramadhan adalah latihan agar hati mengenali cahaya dan tidak menolaknya.
🌙 6️⃣ Intizhar = Puasa Eksistensial

Puasa menahan:
Makan
Minum
Syahwat

Intizhar menahan:
Ketergesaan
Keputusasaan
Kezaliman

Puasa jasad → latihan
Intizhar ruh → tujuan

🌌 7️⃣ Mengapa Ramadhan Musim Terbaik untuk Intizhar?
Karena dalam bulan ini:
Hati lebih lembut
Dosa lebih mudah ditinggalkan
Doa lebih dekat diterima

Riwayat menyebut:
Amal umat diperlihatkan kepada Imam.

Maka Ramadhan adalah:
Bulan memperindah laporan amal kita di hadapan Hujjah Allah.
🌿 8️⃣ Dimensi Rahasia
Intizhar sejati bukan menunggu peristiwa global. Ia adalah:
Menjadi pribadi yang jika Imam muncul, kita tidak merasa asing dengan beliau.

Ramadhan mendidik:
Kerendahan hati
Kesabaran
Keadilan
Kepedulian sosial

Semua ini sifat pemerintahan Mahdawi.
🌊 9️⃣ Hubungan Terdalam

Khutbah Ramadhan = pendidikan ruh kolektif. Intizhar = kesiapan kolektif menerima keadilan global

Ramadhan tanpa intizhar → ritual tahunan
Intizhar tanpa penyucian Ramadhan → klaim kosong
Keduanya saling menyempurnakan.
✨ Kesimpulan Hakikat
Ramadhan adalah:
Musim pembersihan hati.
Intizhar adalah:
Musim kesiapan menyambut cahaya.
Dan keduanya bertemu di satu titik:
Penyucian jiwa agar layak berada di bawah kepemimpinan Ilahi.
Selamat Berpuasa!!!!
Semoga Bermanfaat!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit