Doa Setelah Sholat Wajib bulan Puasa

🌹🌺❤️Doa Setelah Sholat Wajib bulan Puasa❤️🌺🌹

َنِ النَّبِيِّ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ) أَنَّهُ قَالَ:
مَنْ دَعَا بِهٰذَا الدُّعَاءِ فِي رَمَضَانَ بَعْدَ كُلِّ فَرِيضَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوبَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Dari Nabi (ṣallallāhu ‘alaihi wa ālih) bahwa beliau bersabda:
“Barang siapa berdoa dengan doa ini pada bulan Ramadan setelah setiap salat fardu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya sampai hari Kiamat.”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa āli Muḥammad.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

َللّٰهُمَّ أَدْخِلْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ السُّرُورَ
Allāhumma adkhil ‘alā ahlil-qubūris-surūr.
Ya Allah, masukkanlah kebahagiaan kepada para penghuni kubur.

Makrifat: Selain menggembirakannya dengan memberi hadiah dan sedekah untuk Ahli kubur.
Kubur adalah simbol hati yang tertutup. Kita memohon agar Allah memasukkan cahaya kesadaran ke dalam hati yang mati oleh ghaflah.
Hakikat:
Yang memberi kebahagiaan dan yang menerima adalah tajalli Rahmat-Nya. Surūr sejati adalah perjumpaan dengan Cahaya-Nya.

اَللّٰهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيرٍ
Allāhumma aghni kulla faqīr.
Ya Allah, cukupkanlah setiap orang fakir.

Makrifat: Peduli agar berbagi pada yg fakir
Fakir hakiki adalah yang tidak merasa cukup dengan Allah.
Hakikat:
Tiada kaya selain Dia. Ghina adalah fana dalam Kekayaan Ilahi.

اَللّٰهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِعٍ
Allāhumma asybi‘ kulla jā’i‘.
Ya Allah, kenyangkanlah setiap yang lapar.

Makrifat: Mencontoh Nabi saw dan para wali untuk selalu meberi makan 
Lapar adalah jiwa yang belum merasakan manisnya dzikir.
Hakikat:
Allah sendiri adalah “ghidha’” ruhani. Dialah Kepuasan hakiki.

اَللّٰهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيَانٍ
Allāhumma ksu kulla ‘uryān.
Ya Allah, pakaikanlah setiap yang telanjang.

Makrifat: Bukan hanya kegembiraan selamat dari kubur, kefakiran, kelaparan juga perlu berbagi pakaian agar tidak telanjang di alam akhirat
Telanjang adalah hati tanpa takwa.
Hakikat:
Libās taqwa adalah Nur-Nya yang menyelimuti ruh.

اَللّٰهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِينٍ
Allāhumma iqḍi daina kulli madīn.
Ya Allah, lunaskan hutang setiap yang berhutang.

Makrifat:
Hutang terbesar adalah dosa dan janji yang belum ditepati kepada Allah.
Hakikat:
Pelunasan sejati terjadi saat hijab antara hamba dan Tuhan tersingkap.

اَللّٰهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوبٍ
Allāhumma farrij ‘an kulli makrūb.
Ya Allah, lapangkan setiap yang dalam kesusahan.

Makrifat: Peduli melapangkan pada sesama agar lapang dari kesempitan di akhirat
Kesempitan adalah akibat keterikatan pada selain-Nya.
Hakikat:
Faraj sejati adalah penyaksian Wajah-Nya.

اَللّٰهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيبٍ
Allāhumma rudd kulla gharīb.
Ya Allah, kembalikan setiap yang terasing.

Makrifat:
Kita semua gharīb (asing) di dunia; ruh rindu kepada asalnya.
Hakikat:
Kembali berarti rujuk kepada “إِنَّا لِلَّهِ”.

اَللّٰهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيرٍ
Allāhumma fukk kulla asīr.
Ya Allah, bebaskan setiap yang tertawan.

Makrifat: Semoga dengan membebaskan yang lain kita bebas di akhirat
Asīr adalah jiwa yang diperbudak hawa nafsu.
Hakikat:
Kemerdekaan mutlak hanya dalam ubudiyyah kepada-Nya.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ
Allāhumma aṣliḥ kulla fāsid min umūril-muslimīn.
Ya Allah, perbaikilah segala kerusakan urusan kaum Muslimin.

Makrifat:
Perbaikan umat dimulai dari perbaikan diri dan hati.
Hakikat:
Islah hakiki adalah tajalli Nama “Al-Muṣliḥ”.

اَللّٰهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيضٍ
Allāhumma isyfi kulla marīḍ.
Ya Allah, sembuhkan setiap yang sakit.

Makrifat: Selain mendoakan yang sakit berbuat semampunya untuk menolong yang sakit
Sakit terdalam adalah penyakit hati.
Hakikat:
“Asy-Syāfī” hanya Dia; sebab hanyalah perantara.

اَللّٰهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ
Allāhumma sudda faqrana bighināk.
Ya Allah, tutuplah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu.

Makrifat:
Kesadaran akan kefakiran adalah pintu makrifat.
Hakikat:
Fakr adalah identitas hamba; ghina adalah sifat-Nya.

اَللّٰهُمَّ غَيِّرْ سُوءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ
Allāhumma ghayyir sū’a ḥālinā biḥusni ḥālik.
Ya Allah, ubahlah buruknya keadaan kami dengan sebaik-baik keadaan dari-Mu.

Makrifat:
Perubahan sejati bukan pada luar, tetapi maqam diri, jiwa dan batin.
Hakikat:
Transformasi adalah perjalanan dari nafs menuju tajalli sifat-Nya.

اَللّٰهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Allāhumma iqḍi ‘annad-dain wa aghninā minal-faqr.
Ya Allah, lunaskan hutang kami dan cukupkan kami dari kefakiran.

Makrifat:
Ini doa total: zahir dan batin.
Hakikat:
Hutang tertinggi adalah keberadaan kita sendiri — dan hanya Dia yang melunasinya dengan Rahmat.

إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makrifat:
Penyerahan total setelah permohonan.
Hakikat:
Tauhid murni. Tiada daya, tiada kekuatan, selain Dia.

🌿 Makrifat (Dimensi Batin)
Doa ini bukan sekadar permintaan sosial — ia adalah peta kesadaran ruhani.
1. “Ahlil qubūr” bukan hanya penghuni kubur lahiriah, tetapi hati-hati yang mati oleh kelalaian. Kita memohon agar Allah menghidupkan hati dengan cahaya ma‘rifah.
2. Fakir adalah jiwa yang kosong dari rasa cukup kepada Allah.
3. Lapar adalah ruh yang belum merasakan manisnya zikrullah.
4. Telanjang adalah hati tanpa pakaian takwa.
5. Berhutang adalah jiwa yang terbebani dosa dan janji yang belum ditunaikan.
6. Tertawan adalah diri yang diperbudak hawa nafsu.
7. Terasing (gharīb) adalah ruh yang jauh dari asalnya — Allah.
8. Memperbaiki urusan kaum Muslimin berarti memohon perbaikan kesadaran kolektif umat.
9. Tutup kefakiran dengan kekayaan-Mu → fanā’ dalam ghina Allah.
10. Ubah keadaan kami → perjalanan dari nafs ammārah menuju nafs muṭma’innah.

Doa ini bergerak dari alam kubur (barzakh) → masyarakat → diri pribadi → transformasi hakiki.

Hakikat (Dimensi Tertinggi)
Hakikat doa ini adalah:
🔹 Kesadaran tauhid sosial dan kosmik.
🔹 Penyatuan antara rahmat untuk yang hidup dan yang telah wafat.
🔹 Perjalanan dari kekurangan makhluk menuju kesempurnaan Ilahi.

Pada tingkat hakikat:
Yang fakir dan yang memberi adalah satu dalam tajalli-Nya.
Yang sakit dan yang menyembuhkan adalah manifestasi sifat-Nya.
Yang berhutang dan yang melunasi berada dalam kehendak-Nya.

Dan puncaknya ada pada kalimat:
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Di sini seorang hamba melepaskan semua sebab, kembali kepada Qudrah Mutlak.


Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit