Shalat Malam Ketiga Ramadhan dan Doanya
Diriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Thalib عليه السلام: “Barangsiapa shalat pada malam ketiga bulan Ramadhan sepuluh rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah sekali dan Qul Huwallahu Ahad lima puluh kali, maka akan berseru seorang penyeru dari sisi Allah Ta‘ala: “Ketahuilah, si Fulan bin Fulan adalah orang yang dibebaskan Allah dari neraka.’Dan dibukakan baginya pintu-pintu langit. Barangsiapa menghidupkan malam itu (dengan ibadah), Allah mengampuni dosa-dosanya.”
🌿 Makrifat (Makna Batin & Ruhani)
✨ 1. Sepuluh Rakaat
Angka sepuluh melambangkan kesempurnaan amal (seperti 10 jari, 10 arah kesempurnaan). Ini isyarat totalitas penghambaan.
✨ 2. Al-Fatihah
Al-Fatihah adalah peta perjalanan ruh: • Dari pujian → pengakuan rahmat → kesadaran hari akhir → tauhid ibadah → permohonan hidayah.
Makrifatnya: Seorang hamba menyadari dirinya fakir mutlak dan Allah adalah Rabb mutlak.
✨ 3. 50 Kali Al-Ikhlas
Pengulangan 50 kali adalah simbol pemurnian tauhid yang terus-menerus. Makrifatnya:
Hati dibersihkan dari:
• syirik halus (riya’, ujub)
• ketergantungan selain Allah
• ego spiritual
Semakin sering “Qul Huwa Allahu Ahad” dibaca, semakin runtuh berhala batin.
✨ 4. “Dibebaskan dari Neraka”
Makrifatnya bukan hanya neraka akhirat, tetapi:
• Neraka nafsu
• Neraka amarah
• Neraka kesombongan
• Neraka keterikatan dunia
Artinya: Hatinya selamat dari api selain Allah.
✨ 5. “Dibukakan Pintu Langit”
Langit dalam makrifat adalah maqam ruhani.
Pintu langit terbuka berarti:
• Doa mudah naik
• Hati mudah menerima cahaya
• Ilham lebih jernih
⸻
🔥 Hakikat Terdalam (PureSelf)
Hakikat shalat malam ketiga ini adalah: Dari tauhid lisan → menuju tauhid hati → menuju tauhid wujud. Al-Fatihah mengajarkan hubungan hamba dan Tuhan.
Al-Ikhlas mengajarkan bahwa tiada wujud hakiki selain Dia. Ketika seseorang menghidupkan malam itu:
• Ia mematikan ego
• Ia memurnikan tauhid
• Ia meneguhkan perjanjian ruhnya dengan Allah
Dalam hakikatnya, pembebasan dari neraka adalah pembebasan dari “aku”.
⸻
🌿 Doa Malam Ketiga Romadhon
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ،
وَافْتَحْ قَلْبِي لِذِكْرِكَ،
وَاجْعَلْنِي أَتَّبِعُ كِتَابَكَ،
وَأُؤْمِنُ بِرَسُولِكَ،
وَأُوفِي بِعَهْدِكَ،
وَأَلْبِسْنِي رَحْمَتَكَ،
وَتَقَبَّلْ صَوْمِي.
اللّهُمَّ إِنِّي أَتَقَرَّبُ إِلَيْكَ فِي هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيفِ الْعَظِيمِ بِجُودِكَ وَكَرَمِكَ،
وَأَتَقَرَّبُ إِلَيْكَ بِمَلَائِكَتِكَ وَأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ،
وَأَتَقَرَّبُ إِلَيْكَ بِالْمُسْتَحْفِظِينَ، أَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ،
وَأَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ،
وَتَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا،
السَّاعَةَ السَّاعَةَ، اللَّيْلَةَ اللَّيْلَةَ.
وَتَرْفَعُ يَدَيْكَ وَتَسْتَدْعِي الدُّمُوعَ.
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa āli Muḥammad,
waftaḥ qalbī lidhikrik,
waj‘alnī attabi‘u kitābak,
wa u’minu birasūlik,
wa ūfī bi‘ahdik,
wa albisnī raḥmatak,
wa taqabbal ṣawmī.
Allāhumma innī ataqarrabu ilaika fī hādhā ash-shahri ash-sharīf al-‘aẓīm bijūdika wa karamika,
wa ataqarrabu ilaika bimalā’ikatika wa anbiyā’ika wa rusulika,
wa ataqarrabu ilaika bil-mustaḥfaẓīn, awwalihim wa ākhirihim,
wa as’aluka an tuṣalliya ‘alā Muḥammad wa āli Muḥammad,
wa taghfira lī dhunūbī jamī‘an,
as-sā‘ah as-sā‘ah, al-laylah al-laylah.
⸻
Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad.
Bukalah hatiku untuk mengingat-Mu.
Jadikan aku mengikuti Kitab-Mu.
Beriman kepada Rasul-Mu.
Menepati janji-Mu.
Selimuti aku dengan rahmat-Mu.
Dan terimalah puasaku.
Ya Allah, sesungguhnya aku mendekat kepada-Mu di bulan yang mulia dan agung ini dengan kemurahan dan kedermawanan-Mu.
Aku mendekat kepada-Mu melalui malaikat-malaikat-Mu, nabi-nabi-Mu, dan rasul-rasul-Mu.
Aku mendekat kepada-Mu melalui para penjaga (wali yang terpelihara), yang awal dan yang akhir.
Aku memohon agar Engkau bershalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad,
dan mengampuni seluruh dosaku,
sekarang juga, saat ini juga, malam ini juga.
Lalu engkau angkat kedua tanganmu dan hadirkan air mata.
⸻
🌿 Makrifat (Dimensi Batin & PureSelf)
✨ 1. “اللهم صل على محمد وآل محمد”
Shalawat adalah pintu cahaya. Dalam irfan, Muhammad adalah hakikat insan kamil — cermin sempurna Nama-Nama Allah.
Menyebut beliau berarti menyambungkan diri ke poros rahmat ilahi.
✨ 2. “وافْتَحْ قَلْبِي لِذِكْرِكَ”
Hati tertutup oleh lalai dan ego.
Makrifatnya: yang dibuka bukan telinga, tapi qalb — pusat kesadaran ruhani.
✨ 3. “وألبسني رحمتك”
Rahmat di sini seperti pakaian batin.
Hakikatnya: hamba tidak lagi bergerak dengan ego, tapi dengan kasih Ilahi.
✨ 4. “أتقرب إليك”
Taqarrub bukan jarak fisik, tapi pembersihan hijab.
Semakin ego melemah, semakin dekat rasa kehadiran-Nya.
✨ 5. “الساعة الساعة، الليلة الليلة”
Ini jeritan ruh.
Bukan menunda taubat
Bukan nanti.
Sekarang juga
✨ 6. Mengangkat tangan & memanggil air mata
Air mata adalah tanda:
• hati hidup
• jiwa lunak
• hijab mulai pecah
Dalam hakikatnya, air mata adalah wudhu batin.
⸻
🔥 Hakikat Terdalam
Doa ini mengandung perjalanan:
1. Shalawat → sambungan cahaya
2. Pembukaan hati → kesadaran
3. Mengikuti kitab → disiplin ruhani
4. Rahmat → penyucian diri
5. Taubat segera → kelahiran baru
Semoga bermafaat!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment