Makna; Kasih Sayang Ortu dan Kasih Sayang Anak
Makna kasih sayang orang tua kepada anak, dan anak kepada orang tua, berdasarkan nilai umum, Qur’an, hadis, dan hikmah kehidupan:
2. Perlindungan – menjaga anak dari bahaya fisik maupun moral.
3. Pengorbanan – rela lelah, lapar, bahkan kehilangan demi anak.
4. Doa dan harapan – senantiasa mendoakan kebaikan dunia-akhirat anak.
5. Pendidikan dan bimbingan – menanamkan iman, akhlak, ilmu, dan adab.
6. Kesabaran – tabah menghadapi tangisan, kesalahan, atau sifat keras anak.
7. Kelembutan hati – penuh empati dan pelukan yang menenangkan.
8. Kepemimpinan – menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah.
9. Keseimbangan – mencintai tanpa memanjakan, menegur tanpa membenci.
10. Warisan nilai – meninggalkan jejak iman, akhlak, dan kebaikan yang terus hidup setelah mereka tiada.
🌸 Kasih Sayang Anak kepada Orang Tua
1. Bakht (birrul walidain) – berbuat baik dan hormat sebagaimana diperintahkan Allah (QS. Al-Isra: 23).
2. Syukur – berterima kasih atas pengorbanan mereka.
3. Doa – memohonkan rahmat Allah bagi orang tua (QS. Al-Isra: 24).
4. Patuh dalam kebaikan – menaati mereka selama tidak melanggar syariat.
5. Lembut dalam ucapan – tidak membentak, tetapi berkata penuh hormat.
6. Membantu dan melayani – meringankan beban mereka di usia senja.
7. Menghormati kehormatan mereka – menjaga nama baik dan martabat keluarga.
8. Menghibur hati mereka – membuat mereka senang, bukan bersedih.
9. Menjaga warisan doa dan nasihat – meneruskan amal saleh yang mereka tanam.
10. Setia hingga akhir – berbakti bukan hanya semasa hidup, tapi juga setelah wafat dengan doa, sedekah, dan amal jariyah.
Makna kasih sayang orang tua–anak menurut Al-Qur’an, dengan ayat-ayat yang relevan:
🌱 Kasih Sayang Orang Tua kepada Anak dalam Al-Qur’an
1. Fitrah cinta & doa kebaikan
• “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100 – doa Nabi Ibrahim untuk anak).
→ Orang tua mencintai anak dengan doa, berharap mereka menjadi saleh.
2. Pendidikan iman & tauhid
• QS. Luqman: 13 – Luqman menasihati anaknya agar tidak menyekutukan Allah.
3. Mengasuh & menyusui dengan penuh pengorbanan
• “Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan menyapihnya dalam dua tahun…” (QS. Luqman: 14). → Ibu khususnya menanggung kesusahan demi anak.
• QS. Al-Baqarah: 233 – tentang kewajiban memberi makan dan pakaian bagi ibu yang menyusui anak.
5. Kasih sayang kelembutan
• QS. Maryam: 2–6 – doa Nabi Zakaria meminta keturunan, takut jika tanpa anak risalahnya terputus.
🌸 Kasih Sayang Anak kepada Orang Tua dalam Al-Qur’an
1. Berbakti & taat
2. Ucapan lembut & penuh hormat “dan janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23).
3. Merendahkan diri dengan kasih
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil’.” (QS. Al-Isra: 24).
4. Bersyukur kepada orang tua
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14).
5. Mendoakan kebaikan untuk orang tua ; QS. Al-Ahqaf: 15 – doa anak saleh: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku…”
✨ Jadi menurut Al-Qur’an, kasih sayang orang tua ditunjukkan dengan pengorbanan, pendidikan, doa, dan perlindungan, sementara kasih sayang anak diwujudkan dengan bakti, ucapan lembut, doa, syukur, dan kerendahan hati.
Makna kasih sayang orang tua–anak menurut hadis Nabi Muhammad ﷺ.
🌱 Kasih Sayang Orang Tua kepada Anak (Menurut Hadis)
1. Mencintai & menyayangi anak tanda iman;
2. Mendoakan kebaikan untuk anak;
3. Keadilan dalam memberi kasih
4. Kelembutan dalam mendidik “Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang dewasa.”(HR. Tirmidzi)
5. Mendidik agama sejak kecil
Nabi ﷺ bersabda: “Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah (dengan lembut, mendidik) ketika berusia sepuluh tahun jika meninggalkannya…”HR. Abu Dawud)
🌸 Kasih Sayang Anak kepada Orang Tua (Menurut Hadis)
1. Berbakti = amal paling utama
2. Ridha orang tua = ridha Allah “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua. (HR. Tirmidzi)
3. Berbuat baik meski orang tua tidak muslim
Asma’ binti Abu Bakar bertanya tentang ibunya yang musyrik datang meminta bantuan.
4. Tidak membalas jasa orang tua kecuali dalam hal besar
“Seorang anak tidak dapat membalas jasa orang tuanya kecuali bila ia mendapati orang tuanya menjadi budak, lalu ia membeli dan memerdekakannya.”(HR. Muslim)
5. Berbakti setelah orang tua wafat
✨ Jadi menurut hadis, kasih sayang orang tua kepada anak ditunjukkan dengan cinta, doa, keadilan, kelembutan, dan pendidikan agama. Sedangkan kasih sayang anak kepada orang tua diwujudkan dengan bakti, doa, ridha, syukur, dan melanjutkan kebaikan mereka bahkan setelah wafat.
Menurut hadis Ahlul Bayt (riwayat-riwayat dari Nabi ﷺ dan para Imam Ahlul Bayt as), banyak sekali mutiara hikmah dalam literatur seperti Al-Kafi, Tuhaf al-‘Uqul, Bihar al-Anwar, dan Nahjul Balaghah.
🌱 Kasih Sayang Orang Tua kepada Anak (Hadis Ahlul Bayt)
1. Doa orang tua mustajab
Imam Ja‘far ash-Shadiq (as):”Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang teraniaya, dan doa seorang mukmin untuk saudaranya di belakangnya.”(Al-Kafi, jilid 2, hlm. 348)
2. Kelembutan & rahmat sebagai tanda iman; Imam Ali (as) berkata: “Sayangilah anak-anakmu dan dekatkanlah mereka, serta perbaikilah akhlak mereka.”(Nahjul Balaghah, hikmah 399)
3. Pendidikan sejak dini
Imam Ali (as):”Hati seorang anak kecil bagaikan tanah kosong, apa yang ditanam padanya akan tumbuh.”(Nahjul Balaghah, surat 31 kepada Imam Hasan as)
4. Keadilan di antara anak-anak Imam Ali (as):”Adililah anak-anakmu dalam pemberian, sebagaimana engkau senang bila mereka adil dalam bakti kepadamu.””Ghurar al-Hikam)
5. Kasih sayang sebagai amanah Allah; Imam Ja‘far ash-Shadiq (as): “Sesungguhnya anak adalah amanah Allah kepada orang tuanya, maka hendaklah ia mendidiknya dalam adab yang baik.”(Al-Kafi, jilid 6, hlm. 47)
🌸 Kasih Sayang Anak kepada Orang Tua (Hadis Ahlul Bayt)
1. Birrul Walidain = ibadah paling utama Imam Ali (as):”Berbakti kepada orang tua termasuk ibadah yang paling agung.”(Ghurar al-Hikam)
“Janganlah seorang anak menatap kedua orang tuanya dengan pandangan tajam, karena itu menyakiti hati mereka.”(Al-Kafi, jilid 2, hlm. 349)
3. Mendoakan orang tua
Imam Ali Zain al-Abidin (as) dalam Sahifah Sajjadiyyah, Doa ke-24 (doa untuk kedua orang tua):
“Ya Allah, jadikanlah aku takut kepada keduanya sebagaimana aku takut kepada penguasa yang zalim, dan sayangilah keduanya sebagaimana seorang ibu menyayangi anaknya yang kecil…”
4. Mengutamakan orang tua di atas jihad (kecuali wajib
Imam Ja‘far ash-Shadiq (as):”Jika seseorang ingin berjihad tetapi orang tuanya melarangnya, maka janganlah ia melanggarnya, kecuali jihad yang wajib.”(Al-Kafi, jilid 5, hlm. 3)
(Al-Kafi, jilid 2, hlm. 163)
✨ Jadi, menurut hadis Ahlul Bayt:
• Orang tua → anak: kasih sayang diwujudkan dalam doa, kelembutan, keadilan, pendidikan iman, dan menjaga anak sebagai amanah Allah.
• Anak → orang tua: kasih sayang diwujudkan dalam bakti, ucapan lembut, doa, kepatuhan (selama dalam kebaikan), dan melanjutkan kebaikan mereka bahkan setelah wafat.
Mufasir Sunni dan Syiah menafsirkan ayat-ayat tentang kasih sayang orang tua ↔ anak.
🌱 QS. Luqman: 14; “Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu; hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Tafsir Sunni;
Tafsir Syiah ;
• Tafsir Nur al-Tsaqalayn (riwayat Ahlul Bayt): disebutkan bahwa hak ibu lebih besar karena mengandung dengan susah payah, sehingga anak wajib menjaga dan menghormatinya.
🌸 QS. Al-Isra: 23–24; Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.’”
Tafsir Sunni ;
Tafsir Syiah ;
🌿 QS. Al-Ahqaf: 15; Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku…’”
Tafsir Sunni ;
• Al-Tabari: doa dalam ayat ini adalah doa orang yang berbakti dan menyadari hakikat hidup.
Tafsir Syiah ;
• Nur al-Tsaqalayn (riwayat Imam Ja‘far as-Sadiq as): doa ini adalah doa orang mukmin yang mencapai kesempurnaan iman dan berbakti kepada orang tuanya sebagai bagian dari kesyukuran kepada Allah.
✨ Ringkasan Perbandingan
• Syiah: menekankan dimensi batiniah dan maknawi (syukur kepada ortu sebagai jalan menuju syukur kepada Allah, doa sebagai ikatan ruhani, pendidikan spiritual sejak kecil, dan kesempurnaan iman di usia matang).
Kalau bicara ungkapan sayang anak ke orangtua dan sayang orangtua ke anak, ukurannya memang beda.
• Kasih sayang orangtua ke anak biasanya lebih besar, dalam, dan tak bersyarat. Sejak anak lahir bahkan sebelum lahir, orangtua sudah berkorban tenaga, waktu, harta, bahkan nyawa demi anak. Itu fitrah yang Allah tanamkan dalam hati orangtua. Dalam hadis, kasih sayang ibu khususnya digambarkan tiga kali lebih besar daripada ayah.
• Kasih sayang anak ke orangtua biasanya muncul sebagai balasan atau penghormatan, tapi tidak akan pernah sebanding dengan pengorbanan orangtua. Karena itu, dalam Al-Qur’an (QS. Luqman:14) Allah perintahkan anak berbuat baik kepada orangtua, mengingatkan betapa ibunya mengandung dalam susah payah dan menyusui dalam waktu lama.
📌 Jadi, secara fitrah dan realita:
• Sayang orangtua ke anak jauh lebih besar → penuh pengorbanan.
• Sayang anak ke orangtua tetap sangat penting, tapi seringkali lebih kecil dibanding sayang orangtua, karena anak “berutang budi” kepada orangtua. Bahkan ada ungkapan ulama:”Kasih sayang orangtua ke anak seperti lautan luas, sedangkan kasih sayang anak ke orangtua hanyalah setetes darinya.”
📖 Al-Qur’an tentang kasih sayang orangtua kepada anak
2. QS. Al-Kahfi 46 ; Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…”
📖 Al-Qur’an tentang kasih sayang anak kepada orangtua
1. QS. Luqman 14; Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
2. QS. Al-Isra’ 23-24; Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.’”
📜 Hadis Nabi SAW ;
1. Kasih sayang orangtua ke anak
2. Kasih sayang ibu lebih besar
(HR. Bukhari & Muslim)
3. Kasih anak ke orangtua
(HR. Tirmidzi, Ibn Hibban)
📌 Kesimpulan Qur’an & Hadis:
• Orangtua → Anak: kasih sayang fitrah, penuh pengorbanan, tanpa syarat.
📖 Al-Qur’an (pandangan tafsir Syiah & Sunni sama)
• Kasih sayang ayah bersumber dari perlindungan dan nafkah.
• Karena itu, anak diwajibkan berbakti penuh, sebab kasih anak tak mungkin menandingi kasih orangtua.
📜 Riwayat Ahlulbait (Syiah)
1. Kasih sayang orangtua ke anak Imam Ja’far al-Shadiq (as) berkata: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Pengasih menjadikan kasih sayang dalam hati para ibu lebih besar daripada kasih sayang seorang ayah kepada anaknya.”(Al-Kafi, jilid 6, hlm. 50)
2. Kasih anak ke orangtua
Imam Ali (as) berkata:”Berbakti kepada kedua orang tua adalah sebesar-besar kewajiban.”(Nahjul Balaghah, Hikmah 399) Dan beliau juga berkata:”Hak seorang ayah atas anaknya adalah anak itu taat kepadanya dalam segala hal kecuali dalam maksiat kepada Allah.”(Al-Khisal, Syaikh Shaduq, hlm. 565)
👉 Jadi, ketaatan dan bakti anak adalah bentuk kasih yang nyata.
3. Tidak sebanding dengan pengorbanan orangtua
Ada riwayat menarik: Seseorang bertanya kepada Imam Zainul Abidin (as):”Aku telah menggendong ibuku di pundakku mengelilingi Ka’bah, apakah aku telah membalas jasanya?” Imam menjawab:
“Tidak, bahkan engkau belum membalas satu hembusan napasnya ketika melahirkanmu.”
(Al-Kafi, jilid 2, hlm. 130)
👉 Artinya, kasih anak walau sekuat apapun tetap kecil dibanding kasih sayang orangtua.
✨ Kesimpulan Gabungan Sunni & Syiah
• Kasih anak ke orangtua → diwujudkan dalam bakti, doa, hormat, dan menjaga mereka. Namun tetap tidak mampu menyamai kasih orangtua.
• Makna hakikat → kasih sayang ini cerminan Rahmat Allah. Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada seorang ibu kepada anaknya.” (HR. Muslim, juga diriwayatkan dalam Syiah dengan makna yang sama).
🌿 Menurut Ahli Makrifat
1. Kasih sayang orangtua kepada anak ;
• Ibu adalah simbol rahim (rahmat), sebab rahim (kandungan) berasal dari kata yang sama dengan Rahman. Dalam hadis qudsi:
“Aku menciptakan rahim dan menamainya dari nama-Ku (Ar-Rahman).”
👉 Maknanya: kasih ibu kepada anak adalah pantulan langsung dari rahmat Allah.
2. Kasih sayang anak kepada orangtua
🌌 Menurut Ahli Hakikat
1. Orangtua → Anak
2. Anak → Orangtua
• Karena itu, berbakti kepada orangtua dianggap bagian dari ibadah. Dalam irfan dikatakan: birrul walidain (berbakti pada orangtua) adalah “jalan tercepat menuju ridha Allah”.
3. Perbandingan besarnya kasih sayang
• Kasih orangtua → anak lebih besar di dunia (lahiriah).
• Kasih anak → orangtua lebih besar di akhirat (batiniah), karena doa anak saleh bisa menyelamatkan orangtua dari siksa kubur & akhirat.
• Jadi ada dua arah rahmat: duniawi (dari orangtua) dan ukhrawi (dari anak).
✨ Inti Makrifat & Hakikat
• Kasih orangtua ↔ anak adalah cermin kasih Allah.
• Orangtua adalah tajalli Rahman → memberi tanpa pamrih.
• Anak adalah tajalli Syukur → berbakti sebagai pengakuan bahwa semua berasal dari Allah.
• Pada akhirnya, kasih sayang ini saling mengantarkan keduanya kepada ma’rifatullah.
🌹 Syair Cinta Orangtua & Anak
Wahai ayah bundaku tercinta,
sebelum nafasku lahir ke dunia,
doamu telah menjadi selimut
dan rahimmu menjadi
singgasana cinta.
Tangisan pertamaku
disambut senyum,
letihmu kau sembunyikan
di balik pelukan,
malammu terjaga demi tenangku,
siangmu habis demi kenyangku.
Kasihmu bagaikan lautan luas,
aku hanyalah perahu kecil
yang berlayar di atas rahmatmu,
tak mampu mengukur
dalamnya cintamu.
Wahai putra-putri
kepada ayah bunda,
ingatlah, kasihmu
takkan pernah setara,
meski engkau gendong mereka sepanjang usia,
itu belum sebanding
dengan satu helaan nafas
saat ibumu melahirkanmu.
Maka tundukkanlah suaramu
di hadapan mereka,
jadikan baktimu doa yang tak putus,
karena ridha Allah
sejalan dengan ridha mereka,
dan murka-Nya
sejalan dengan murka mereka.
Namun ketahuilah, wahai jiwa,
bahwa kasih sayang ini
bukan milik kita semata,
ia hanyalah cermin dari Rahman,
pantulan cahaya
dari Sang Maha Penyayang.
Orangtua adalah tajalli cinta-Nya,
anak adalah tajalli syukur
kepada-Nya,
dan keduanya bertemu
di samudera ridha,
mengalir kembali menuju Allah,
sumber segala kasih,
laut tanpa pantai,
cahaya tanpa redup.
Wahai Tuhan, sayangilah
ayah bundaku sebagaimana
mereka menyayangiku
di masa kecilku,
dan sayangilah anak-anakku
sebagaimana Engkau limpahkan rahmat-Mu padaku.
Karena sesungguhnya, tiada kasih
kecuali kasih-Mu semata.
Ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, apakah aku sudah membalas jasa ibuku?””Rasulullah tersenyum dan bersabda: “Tidak. Semua yang kau lakukan itu belum sebanding dengan satu helaan nafas ibumu ketika melahirkanmu.”(HR. Bukhari; juga diriwayatkan dalam Al-Kafi)
👉 Hikmahnya: kasih anak sebesar apapun tetap kecil dibanding kasih orangtua.
🌿 Tiga Orang yang Terperangkap dalam Gua;
Salah satunya berkata: “Ya Allah, aku selalu mendahulukan kedua orangtuaku daripada istri dan anak-anakku. Suatu malam aku pulang membawa susu, dan kudapati orangtuaku tertidur. Aku tidak ingin memberi minum anak-anakku sebelum mereka. Maka aku menunggu sampai mereka terbangun. Ya Allah, jika amal ini ikhlas, bukakanlah jalan bagi kami.”Batu itu bergeser sedikit.
👉 Hikmahnya: birrul walidain (berbakti kepada orangtua) adalah amal yang bisa menyelamatkan hidup.
🌿 Imam Zainul Abidin dan Bakti kepada Ibunya;
👉 Hikmahnya: bakti bukan hanya dalam hal besar, tapi juga dalam kesantunan kecil.
🌿 Nabi Musa dan Pemuda yang Masuk Surga;
Allah berfirman:”Ia bukan nabi, bukan syahid, dan bukan orang alim. Tapi ia selalu berbakti kepada ibunya, sehingga Aku muliakan kedudukannya.”
✨ Makna dari Kisah-kisah ini
• Kasih orangtua sangat besar dan tak mungkin dibalas dengan tuntas.
• Kasih anak diwujudkan dalam bentuk bakti, doa, dan penghormatan.
Waktu berlalu. Pemuda itu tumbuh menjadi kuat, sedangkan ibunya semakin lemah dimakan usia. Rambutnya memutih, punggungnya membungkuk, langkahnya gemetar. Namun, cintanya kepada anaknya tidak pernah berkurang sedikit pun.
Suatu hari, pemuda itu teringat sabda Nabi ﷺ:“Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” Ia pun bertekad: “Aku akan berbakti kepada ibuku sekuat tenaga, agar Allah meridhaiku.” Setiap pagi, ia menyiapkan makanan sebelum ibunya terbangun. Ia memapah ibunya berjalan ke masjid, meski jalannya lambat. Ketika ibunya sakit, ia tidak tidur semalaman, menjaga ibunya persis seperti ibunya dulu menjaga dirinya waktu kecil. Suatu malam, ibunya berkata lirih, “Anakku… aku tak pernah meminta balasan darimu. Cukup doakan aku agar Allah mengampuniku, itu sudah membuatku bahagia.” Air mata pemuda itu menetes. Ia sadar, sebesar apa pun kasihnya, tidak akan pernah menyamai kasih sayang ibunya. Maka ia berdoa dalam sujudnya:”Ya Allah, ampunilah ibuku, sayangilah ia sebagaimana ia menyayangiku di waktu kecil. Jadikan setiap letihnya sebagai cahaya di alam kuburnya, dan jadikan aku anak yang tetap berbakti meski ia telah tiada.” Ketika ibunya wafat, pemuda itu tak berhenti mendoakan. Ia sering bersedekah atas nama ibunya, membaca Al-Qur’an untuk menghadiahkan pahalanya, dan membantu orang lain sebagaimana ibunya dulu menolong orang miskin. Orang-orang berkata: “Betapa beruntung ibunya, punya anak yang berbakti.” Tapi pemuda itu selalu menjawab: “Tidak, akulah yang beruntung. Karena Allah memberiku kesempatan untuk berbakti kepadanya. Tanpa ibuku, mungkin aku tak akan merasakan manisnya ridha Allah.”
• Kasih sayang orangtua → tak terbalas oleh anak.
• Kasih sayang anak → terwujud dalam bakti, doa, dan kebaikan yang terus mengalir meski orangtua sudah tiada.
• Hakikatnya → semua kasih sayang kembali kepada Allah, Sang Maha Penyayang.
🌿 Manfaat Kasih Sayang Anak kepada Orangtua
1. Ridha Allah & Surga
• Rasulullah ﷺ bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua, dan murka Allah tergantung pada murka orangtua.”(HR. Tirmidzi)
2. Panjang umur & berkah rezeki
• Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orangtuanya dan menyambung silaturahmi.”(HR. Ahmad)
3. Doa mudah dikabulkan
• Birrul walidain (berbakti kepada orangtua) membuat doa anak semakin mustajab.
4. Pahala mengalir meski orangtua sudah wafat
5. Penghapus dosa
• Rasulullah ﷺ bersabda: “Berbakti kepada orangtua dapat menghapus dosa-dosa besar.”(HR. Hakim)
6. Menjadi sebab husnul khatimah
• Banyak ulama berkata: siapa yang ikhlas berbakti pada orangtuanya, Allah akan memudahkan kematian yang indah.
7. Anak-anaknya kelak akan berbakti kepadanya
• Ada pepatah Arab: “Sebagaimana engkau berbuat kepada orangtuamu, demikian pula anak-anakmu akan berbuat kepadamu.”
Sholat dan doa anak buat kedua orangtua
Sholatnya dua rakaat :
1. Niat shalat hadiah untuk orang tua
2. Pada rakaat pertama baca surah Al-Fatihah kemudian (QS. 14:41) berikut 10 kali; Robbanagh-firlî wa liwâ lidayya walil muk-minîna yauma yaqûmul hisâb ; Ya Rob kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (QS. 14:41)
3. Pada`rakaat kedua sesudah membaca surah Al-Fatihah baca ayat berikut 10 kali : Robbigh-firlî wa liwâ lidayya waliman da-khola baitiya mukminan walil mukminîna walmukminât; Ya Robku! Ampunilah daku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan." (QS 71:28)
4. Setelah salam baca doa berikut 10 kali: robbir hamhumâ kamâ robbayânî shoghîr; Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS. 17:24)
Doa Untuk Orangtua
Ya Allah sampaikan sholawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu dan ahlul baytnya yang suci. Istimewakan mereka dengan yang paling utama dari rahmat-Mu, kasih-Mu, kemuliaan-Mu dan kedamaian-Mu.
Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi.
Ya Allah sampaikan sholawat kepada Muhammad dan keluarganya. Ilhamkan kepadaku ilmu tentang kewajibanku terhadap keduanya dan sempurnakanlah pengetahuanku atas kewajiban tersebut. Gerakkan daku untuk mengamalkan apa yang Kau ilhamkan kepadaku. Bimbinglah daku untuk melaksanakan pengetahuan yang telah Kau tunjukkan daku sehingga aku tidak kehilangan waktu untuk mengamalkan apa yang telah Kau ajarkan kepadaku. Sehingga aku tidak kehilangan waktu untuk mengamalkan apa yang telah Kau ajarkan kepadaku dan anggota badanku tidak berat untuk melakukan apa yang telah Kauilhamkan kepadaku.
Ya Allah sampaikan sholawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Kau muliakan kami dengannya.
Ya Allah jadikanlah daku tunduk kepada keduanya (orangtua kami) laksana tunduk di hadapan penguasa zalim, dan berbakti kepada mereka laksana ibu yang penyayang.
Jadikanlah ketaatanku dan bakti ku kepada mereka lebih indah di mataku daripada tidur di kala mengantuk dan lebih sejuk di dadaku daripada meneguk air dikala dahaga. Sehingga keinginan mereka lebih kuutamakan dari keinginanku, kudahulukan keridhoan mereka dari keridhoanku dan menganggap banyak kebajikan mereka walaupun sedikit dan menganggap sedikit kebaikanku kepada mereka walaupun banyak.
Ya Allah, terhadap mereka rendahkanlah suaraku, indahkanlah tutur kataku, lembutkan lah perangaiku, lunakkanlah hatiku, jadikan lah aku selalu menemani dan mengasihi mereka.
Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya atas didikan mereka kepadaku. Berilah mereka pahala yang besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan atasku. Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku di masa kecilku.
Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan, atau kesusahan yang mereka derita karenaku, dan hak-hak mereka yang kusia-siakan, jadikanlah itu semua pelebur dosa-dosa mereka, peningkat derajat mereka dan penambah kebaikan mereka, wahai Yang mengganti keburukan dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Wahai Tuhanku, hak mereka terlampau besar, kebaikan mereka lebih utama dan pemberian mereka lebih agung untuk dapat kubalas dengan adil atau kuganti sebagaimana layaknya
Di manakah kelelahan mereka tatkala menjagaku?
Di manakah kepedihan mereka dalam memberi kan yang terbaik kepadaku? Oh sungguh jauh aku untuk menunaikan hak-hak mereka. Tidaklah mungkin aku melaksanakan apa yang menjadi kewajibanku terhadap mereka. Dan aku takkan sanggup melakukan tugas berkhidmat kepada mereka.
Maka bersha-lawatlah kepada Muhammad dan keluarganya dan bantulah aku dalam kesemuanya itu. Wahai sebaik-baik yang diminta pertolongan. Berilah taufik padaku, wahai Yang paling benar tatkala diharap. Janganlah Kau golongkan aku dengan mereka yang durhaka kepada ayah dan ibu, pada hari dibalasnya semua perbuatan manusia sedang mereka tidak dianiaya.
Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad, keluarga dan keturunan nya dan khususkanlah bagi kedua orang tuaku dengan apa yang Kau khususkan orang tua para hamba-Mu yang mu'min, wahai Yang Pengasih dari para pengasih.
Ya Allah jangan Kau jadikan aku lupa menyebut mereka setiap usai sholat-sholatku, di saat-saat kegelapan menyelimuti malam dan setiap waktu bersinarnya mentari di siang hari.
Ya Allah limpahkanlah rahmatmu kepada Muhammad dan keluarganya dan ampunilah daku dengan sebab do'aku untuk mereka. Ampunilah keduanya dengan sebab belas kasih mereka padaku. Berikanlah keridhaan-Mu untuk mereka dengan syafaatku pada mereka. Tuntunlah mereka dengan segala kemuliaan menuju tempat keselamatan.
Ya Allah apabila ampunan-Mu telah lebih dahulu Kau berikan kepada mereka maka jadikanlah keduanya pemberi syafa'at padaku. Dan jika ampunan-Mu telah tercurahkan kepadaku terlebih dahulu maka jadikanlah aku pemberi syafa'at bagi keduanya.
Sholat dan Doa Untuk Anak
Sholat ini terdiri dari 4 (empat) rakaat dengan dua salam, masing-masing dua rakaat, serupa dengan shalat shubuh, dengan niat untuk anak:
Sholat pertama:
1. Pada rakaat pertama, setelah al-Fatihah baca ayat berikut sebanyak 10 kali:robbanâ waj’alnâ muslimaini laka, wamin dzurriyya-tinâ ummatan muslimatan laka, wa arinâ manâsikanâ watub ’ alainâ innaka antat tawwâ-burrohim
Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 2:128)
robbij’alnî muqîmash-sholati, wa min dzur riyatî robbanâ wataqobbal du‘â-i, robba nagh-firlî wa liwâ-lidayya walil mukminî-na yauma yaqûmul hisâb; Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, ya Rabb kami, perkenankan do'aku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (QS. 14: 40- 41)
Sholat Kedua:
1. Rakaat pertama, setelah membaca surah Al-Fatihah baca doa: robbanâ hablanâ min azwâjinâ wa dzurriy yâtinâ qurrota a’yunin waj’alnâ lil muttaqî na imâmâ
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 25:74)
2. Rakaat kedua, sesudah membaca surah Al-Fatihah baca doa: robî awzi’nî an-asykuro ni’matakal-latî an ’amta ‘alayya, wa-‘alâ wâlidayya wa-an a’mala shôlihan tardhôhu, wa-aslih-lî fî dzurriyyatî, innî tubtu ilaika, wa-innî minal muslimîna
Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyu-kuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepada-ku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. 46:15)
3. Setelah salam berdoa kembali dengan membaca 10 kali: robbanâ hablanâ min azwâjinâ wa dzurriy yâtinâ qurrota a’yunin waj’alnâ lil muttaqî na imâmâ
Doa Untuk Anak
Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang,
Ya Allah karuniakanlah daku dengan kelanggengan anak-anakku, kebaikan mereka dan kesenangan pada mereka. Tuhanku, panjangkan umur mereka. Undurkan ajal mereka. Peliharalah yang kecil dari mereka. Kuatkanlah yang lemah. Baik kanlah badan, agama dan akhlak mereka. Sehatkanlah tubuh dan segenap anggota badan mereka dan apa saja yang menjadi perhatianku.
Melalui tanganku, limpahkanlah rezeki mereka. Jadikanlah mereka orang-orang yang berbakti, bertaqwa, luas pandangan dan pendengaran, taat kepada-Mu, Pen-cinta dan tulus kepada para wali-Mu, pem-benci dan penentang musuh-musuh-Mu.
Ya Allah dengan mereka: kuatkanlah lengan-ku, luruskanlah kebengkokkanku, banyakkan-lah bilanganku, indahkanlah catatanku, hidupkan-lah namaku, cukupkanlah aku dalam ketiadaa-nku, bantulah aku dalam hajatku Jadikanlah mereka orang-orang yang mencintaiku, sayang kepadaku, menyambutku, selalu istiqa-mah kepadaku, berbakti tidak menentang, tidak durhaka, tidak melawan dan tidak menyalahi.
Bantulah aku dalam mendidik, membimbing dan berbuat baik terhadap mereka. Melalui mereka karuniailah aku keturunan. Jadikanlah itu sebagai kebaikan bagiku. Jadikanlah mereka para pembantu dalam apa saja yang kumohon dari-Mu. Lindungilah aku dan keturunanku dari syaitan yang terkutuk. Sungguh Engkau telah menciptakan kami, menetapkan perintah dan larangan atas kami. Kau gembirakan kami dengan pahala atas apa yang Engkau perintahkan. Kau mengancam kami dengan hukuman atas apa yang Kau larang.
Kau jadikan untuk kami musuh yang selalu berbuat makar. Kau kuasakan dia atas kami sedang kami tak Kau kuasakan atasnya. Kau tempatkan dia di dada-dada kami. Kau alirkan dia bersama aliran darah kami, dia tidak lalai tatkala kami lalai, dia tak lupa tatkala kami lupa, dia tenangkan kami dari adzab-Mu. Tapi dia takutkan hati kami kepada selain-Mu. Apabila kami hendak bermaksiat, dia beri kami semangat. Tapi jika kami hendak berbuat kebajikan, dia lumpuhkan dan patah-kan semangat dan kemauan kami, dia selalu menawari kami dengan syahwat, dia tumbuh-kan dalam diri kami keraguan.
Jika berjanji pada kami, dia selalu berdusta. Jika ia tawarkan sesuatu dia ingkari. Jika tak Kau jauhkan tipudayanya dari kami, tentulah dia akan menyesatkan kami. Jika tak Kau lindu-ngi kami dari racunnya, niscaya kami akan terperosok. Ya Allah tundukkanlah kekuasaan nya atasku dengan kekuasaaan-Mu hingga terhalangilah dia untuk sampai kepada kami dengan banyak berdo'a kepada-Mu. Sehingga kami lolos dari tipudayanya dan tergolong diantara orang-orang yang terjaga oleh-Mu.
Ya Allah, anugerahkanlah padaku segala pintaku. Sampaikanlah semua hajatku. Janganlah Kau cegah terkabulnya doaku padahal Kau telah jamin. Janganlah Kau hijab doaku dari-Mu padahal Kau perintahkan aku untuk berdo'a. Karuniakanlah padaku apa yang menjadi kebaikanku di dunia dan akhirat, yang kuingat maupun yang kulupa, yang kutampakkan maupun yang kusembunyikan, yang kunyatakan maupun yang kurahasiakan. Jadikanlah aku dalam semua hal tersebut termasuk mereka yang baik dan benar dalam memohon kepada-Mu, yang terkabulkan doanya, yang tak tertolak permin-taannya karena bertawakkal kepada-Mu,
yang terbiasa berlindung kepada-Mu, yang beruntung dalam berjual beli dengan-Mu, yang berlindungkan kemuliaan-Mu, yang luas rezeki halalnya dari karunia-Mu dengan kemurahan dan kemuliaan-Mu, yang dimu-liakan dari kehinaan dengan-Mu, yang berlin-dung dari kezaliman dengan keadilan-Mu, yang selamat dari petaka dengan rahmat-Mu, yang tercukupkan dari kemiskinaan dengan Kekayaan-Mu, yang terjaga dari dosa, kela-laian dan kesalahan dengan takut kepada-Mu, yang mendapat taufik kebenaran dan kebaji kan dengan ketaatan kepada-Mu, yang berse-berangan dengan dosa-dosa pada-Mu dengan kekuasaan-Mu, yang meninggalkan segala macam maksiat terhadap-Mu dan yang berada dalam pengawasan-Mu.
Dan berikanlah kepada seluruh kaum muslimin dan mu'minin apa yang kumohon dari-Mu untuk diriku dan anak-anakku di dunia kini dan akhirat nanti. Sungguh Engkau Mahadekat, Mahamenjawab, Maha Mendengar, Maha tahu, Mahapema'af, Maha Pengampun, Maha kasih dan Maha Penyayang. Dan berikan pada kami apa yang terbaik di dunia ini dan akhirat dan lindungi kami dari siksa api neraka.
“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a". (QS. 3:38)
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment