Posts

Showing posts from May, 2026

Makna ; Doa Rezeki

🌹❤️🌺Makna ; Doa Rezeki❤️🌹🌺 بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ،  يامُسَبِّبَ الْأَسْبَابِ وَيَا مُفَتِّحَ الْأَبْوَابِ، اِفْتَحْ لَنَا الْأَبْوَابَ، وَيَسِّرْ عَلَيْنَا الْحِسَابَ، وَسَهِّلْ عَلَيْنَا الصِّعَابَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي وَرِزْقُ عِيَالِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ،  وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ،  وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ،  وَإِنْ كَانَ قَرِيبًا فَيَسِّرْهُ،  وَإِنْ كَانَ يَسِيرًا فَكَثِّرْهُ،  وَإِنْ كَانَ كَثِيرًا فَخُذْهُ،  وَإِنْ كَانَ مُخَلَّدًا فَطَيِّبْهُ،  وَإِنْ كَانَ طَيِّبًا فَبَارِكْ لِي فِيهِ.  وَإِنْ لَمْ يَكُنْ يَا رَبِّ فَكَوِّنْهُ بِكَيْنُونِيَّتِكَ، وَأَوْجِدْهُ بِأَحَدِيَّتِكَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. وَإِنْ كَانَ عَلَى أَيْدِي شِرَارِ خَلْقِكَ فَانْزِعْهُ، وَانْقُلْهُ إِلَيَّ حَيْثُ أَكُونُ،  وَلَا تُفْقِرْنِي إِلَيْهِ حَيْثُ يَكُونُ. Yā Musabbibal-Asbāb wa  Yā Muftiḥal-Abwāb,  iftaḥ lanā al-abwāb,...

Makna; Takbir Idul Adha

Hari Raya Idul Adha (Qurban) Hari kesepuluh bulan Zulhijjah adalah hari ‘Id al-Adha (Hari Raya Qurban). Sejumlah amalan diriwayatkan untuk dilakukan pada hari mulia ini, yaitu sebagai berikut: Pertama: Sangat dianjurkan mandi pada hari ini. Bahkan sebagian ulama memandangnya sebagai kewajiban. Kedua: Melaksanakan Salat ‘Id sebagaimana dijelaskan pada amalan Hari Raya Idul Fitri. Namun pada tanggal sepuluh Zulhijjah, dianjurkan berbuka setelah melaksanakan Salat ‘Id, dan dianjurkan makan dari daging hewan qurban. Ketiga: Dianjurkan membaca doa-doa yang diriwayatkan sebelum dan sesudah Salat ‘Id. Doa-doa tersebut disebutkan dalam kitab Iqbal al-A’mal. Di antara doa yang paling penting adalah doa ke-48 dari Al-Sahifah al-Kamilah al-Sajjadiyyah yang dimulai dengan:”Allahumma hadza yaumun mubarak…” “Ya Allah, ini adalah hari yang penuh keberkahan…” Juga dianjurkan membaca doa ke-46 dari kitab yang sama yang dimulai dengan: “Ya man yarhamu man la yarhamuhul ‘ibad…”Wahai Dia yang menyayangi o...

Makna An-Nahar

Makna An-Nahr (النَّحْر) dalam Al-Qur’an, hadis, dan dimensi makrifat memiliki lapisan makna lahir dan batin. Kata an-nahr secara bahasa berarti leher bagian atas/dada, dan juga menyembelih di pangkal leher, namun dalam tafsir berkembang makna simboliknya. 1. Nahr sebagai Qurban dan Pengorbanan.  Dalam Surah Al-Qur’an:     فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan berqurbanlah.” Maknanya: ibadah sejati menuntut pengorbanan—harta, ego, dan diri. 2. Nahr sebagai Menyembelih Nafsu.  Dalam pandangan ahli makrifat, wanhar bukan hanya menyembelih hewan, tapi “menyembelih” hawa nafsu ammarah. Nahr = memotong akar kesombongan, riya, dan cinta dunia. 3. Nahr sebagai Menghadap Total kepada Allah.  Sebagian mufasir memaknai wanhar sebagai mengangkat dada atau tangan saat takbir dalam shalat. Maknanya: serahkan hati saat berdiri di hadapan Allah; jadikan dada (nahr) tempat tauhid. 4. Nahr sebagai Pengorbanan Seperti Nabi Ibrahim.  Ibrah...