Makna : Perjalanan ke Sorga
“Perjalanan ke surga” bisa dipahami dengan banyak lapisan makna—mulai dari makna lahiriah (ibadah dan amal saleh) sampai makna batiniah (penyucian jiwa dan kedekatan dengan Allah);
Surga bukan hanya tempat di akhirat, tapi juga kondisi hati yang damai bersama Allah. Perjalanan ke surga berarti menempuh jalan spiritual (sulūk) menuju kedekatan dengan-Nya.
2. Mengikuti Jalan Nabi dan Ahlul Bayt
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa beliau dan keluarganya adalah “kapal penyelamat.” Mengikuti sunnah Nabi dan akhlak Ahlul Bayt adalah jalan yang menghantarkan ke surga.
3. Menyucikan Jiwa (Tazkiyatun Nafs)
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (QS. Asy-Syams: 9). Surga adalah buah dari jiwa yang bersih dari penyakit hati.
4. Kesabaran dalam Ujian
Surga disiapkan bagi orang sabar (QS. Ar-Ra’d: 23–24). Jalan ke surga penuh dengan kesulitan, dan kesabaran menjadi kunci melewatinya.
5. Amal Saleh dan Ibadah
Shalat, zakat, puasa, haji, dan amal kebaikan lainnya adalah “bekal perjalanan” yang menjadi tiket menuju surga.
6. Mengenali Hakikat Dunia
Dunia hanyalah jalan, bukan tujuan. Menyadari kefanaan dunia membuat manusia berjalan lurus ke arah akhirat (QS. Al-Ankabut: 64).
7. Cinta kepada Allah
Di dalam tasawuf, surga sejati bukan sekadar kenikmatan fisik, melainkan pertemuan dengan Allah (liqa’ullah). Cinta kepada Allah adalah dorongan utama perjalanan ini.
8. Mencintai Sesama
Rasulullah ﷺ bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai.” Jadi, perjalanan ke surga juga berarti menumbuhkan kasih sayang.
9. Mengikuti Jalan Siratal Mustaqim
Siratal Mustaqim adalah jalan lurus yang dimohonkan setiap shalat. Ia adalah peta perjalanan menuju surga, yang mencakup iman, amal, dan keteguhan.
10. Naik Tingkat (Ma’rifah dan Hakikat)
Setiap orang akan masuk surga sesuai tingkatannya. Perjalanan ini bukan hanya “masuk” surga, tapi naik dari surga amal → surga ilmu → surga ma’rifah → hingga surga ridha Allah.
Dalam Al-Qur’an, “perjalanan ke surga” digambarkan lewat sifat, amal, dan sikap orang beriman yang Allah janjikan balasan berupa surga.
1. Iman dan Amal Saleh
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (QS. Al-Baqarah: 25) Perjalanan ke surga dimulai dengan fondasi iman dan amal nyata.
2. Takwa sebagai Jalan
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133) Takwa adalah “kompas” menuju surga.
3. Kesabaran dalam Ujian
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga-surga ‘Adn… mereka kekal di dalamnya, karena kesabaran mereka.” (QS. Al-Insan: 12) Sabar adalah bekal perjalanan melewati kesulitan dunia.
4. Mengendalikan Hawa Nafsu
“Dan adapun orang-orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi‘at: 40–41) Mengalahkan hawa nafsu adalah salah satu pintu surga.
5. Menjaga Shalat
(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya… mereka itulah yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun: 2–11) Shalat yang khusyuk adalah jalan lurus menuju surga.
6. Menafkahkan Harta
“Orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit…” (QS. Ali Imran: 134) Sedekah dan infak membersihkan perjalanan menuju akhirat.
7. Memaafkan dan Menahan Amarah
“….dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134) Akhlak mulia adalah jembatan menuju surga.
8. Bertaubat dengan Sungguh-Sungguh
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” (QS. Maryam: 60) Taubat sejati mengubah arah perjalanan dari dosa menuju surga.
9. Berbuat Ihsan (Kebaikan Tertinggi)”Sesungguhnya bagi orang-orang yang berbuat baik (muhsinin) ada surga Firdaus…” (QS. Al-Kahfi: 107) Ihsan—beribadah seolah melihat Allah—adalah puncak perjalanan ruhani.
“Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Ma’idah: 119) Surga bukan sekadar kenikmatan, tapi keridhaan Allah—itulah akhir perjalanan.
Makna perjalanan ke surga menurut hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan: ‘La ilaha illallah’ dengan ikhlas, maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, Muslim) → Awal perjalanan ke surga dimulai dengan iman yang tulus.
2. Menjalankan Rukun Islam
Hadis tentang rukun Islam (HR. Bukhari, Muslim) menunjukkan bahwa shalat, zakat, puasa, dan haji adalah pilar utama perjalanan menuju surga.
3. Menjaga Shalat Lima Waktu
“Barangsiapa menjaga shalat lima waktu, maka baginya cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari kiamat; dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka dia tidak memiliki cahaya, bukti, dan keselamatan…” (HR. Ahmad, Thabrani)
4. Berbakti kepada Orang Tua
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi) → Jalan menuju surga melewati keridhaan orang tua.
5. Akhlak Mulia”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik akhlaknya akan paling dekat denganku di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
6. Mencintai Sesama Muslim
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai…” (HR. Muslim)
7. Menahan Amarah dan Memberi Maaf
→ Kesabaran adalah pintu surga.
8. Membaca Al-Qur’an
“Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an: Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu di surga adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
9. Memberi Makan dan Menyebar Salam.”Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
→ Kedermawanan dan kasih sayang mempercepat perjalanan ke sorga
10. Jalan Ilmu
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
→ Ilmu adalah peta dan cahaya di jalan menuju surga.
Jadi, dalam hadis, perjalanan ke surga digambarkan sebagai jalan yang bercahaya dengan iman, ibadah, akhlak, ilmu, dan kasih sayang.
Hadis-hadis Ahlul Bayt (‘alaihimus salam) banyak sekali bicara tentang jalan ke surga. Biasanya mereka menghubungkan surga dengan wilayah (kepemimpinan spiritual mereka), iman yang tulus, akhlak, ibadah, dan cinta sesama.
1. Wilayah Ahlul Bayt sebagai Jalan Surga Imam Ali (as) bersabda: “Kecintaan kepada kami Ahlul Bayt adalah kebaikan yang dengan itu Allah menerima amal, dan kebencian kepada kami adalah dosa yang dengannya Allah tidak akan mengampuni.”
2. Mencintai Imam Ali (as)
Rasulullah ﷺ bersabda:”Wahai Ali, engkau dan syiahmu (pengikutmu) adalah orang-orang yang beruntung pada hari kiamat. Tempat kalian adalah di surga.” (HR. Syi’ah & Sunni, banyak riwayat di Tafsir Ad-Durr al-Mantsur)
3. Meneladani Akhlak Rasulullah (saw) dan Fatimah az-Zahra (as)
Imam Hasan (as) berkata:”Aku mendengar Rasulullah bersabda: Surga wajib bagi orang yang mencintai Hasan dan Husain.”
→ Cinta yang diiringi keteladanan akhlak membuka pintu surga.
4. Menangisi Karbala sebagai Cahaya Surga; Imam Ja‘far ash-Shadiq (as) bersabda:”Setiap mata yang menangis karena musibah Husain (as), Allah akan menjadikannya mata yang bercahaya di surga.
5. Shalat sebagai Tiang Perjalanan
Imam Muhammad al-Baqir (as) bersabda:”Shalat adalah tiang agama. Jika diterima, maka amal lain diterima; jika ditolak, maka amal lain ditolak.”
6. Ilmu dan Ma‘rifah
Imam Ali (as) berkata: “Ilmu adalah kehidupan hati, cahaya mata, dan kekuatan badan. Dengan ilmu, seseorang mencapai surga.”
→ Menempuh jalan ilmu adalah menempuh jalan surga.
7. Kesabaran sebagai Kunci
Imam ash-Shadiq (as) berkata: “Surga dikelilingi oleh kesulitan, dan neraka dikelilingi oleh syahwat.” (Hadis ini juga ada dalam riwayat Sunni)
8. Silaturahmi dan Akhlak Sosial
Imam Ali Zain al-Abidin (as) berkata: “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dimasukkan ke surga, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
9. Taqwa dan Zuhud
Imam Ali (as) berkata:”Dunia adalah penjara orang beriman dan surga bagi orang kafir. Maka jadilah zuhud terhadap dunia, niscaya engkau akan beruntung di akhirat.”
10. Ridha Allah sebagai Puncak Surga:”Imam Husain (as) berkata dalam doa Arafah:”Apa yang didapat orang yang kehilangan Engkau, dan apa yang hilang dari orang yang mendapatkan Engkau?”
🕊 Jadi menurut hadis-hadis Ahlul Bayt, perjalanan ke surga bukan hanya soal amal lahiriah, tapi terutama wilayah, cinta, ma‘rifah, dan kesetiaan hati kepada Allah melalui jalan Rasulullah dan keluarganya.
Pandangan para mufasir (ahli tafsir) tentang “perjalanan ke surga”. Para mufasir biasanya membahasnya lewat ayat-ayat Al-Qur’an, lalu menjelaskan makna lahiriah, batiniah, serta hikmah. Perjalanan ke surga menurut tafsir para mufasir:
• Tafsir al-Tabari: Iman tanpa amal tidak cukup, dan amal tanpa iman tidak bernilai. Surga adalah hasil kombinasi keduanya.
• Perjalanan ke surga dimulai dari iman yang benar dan amal nyata.
2. Takwa sebagai Jalan Lurus
📖 QS. Ali Imran: 133;
• Al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib: Takwa adalah menjaga diri dari hal-hal yang menjauhkan dari Allah.
• Jadi, perjalanan ke surga adalah perjalanan orang-orang bertakwa yang hati-hati dalam setiap langkah.
3. Kesabaran Menghadapi Ujian
📖 QS. Al-Insan: 12;
4. Mengendalikan Hawa Nafsu
📖 QS. An-Nazi‘at: 40–41;
• Tafsir al-Qurthubi: Menahan hawa nafsu lebih berat daripada menahan pedang musuh. Orang yang mampu menguasai dirinya akan mendapatkan surga.
• Nafsu adalah rintangan utama di jalan menuju surga.
5. Shalat dan Amal Ibadah
📖 QS. Al-Mu’minun: 2–11
• Al-Baghawi: Orang yang menjaga shalat dengan khusyuk, bersih, dan teratur adalah pewaris surga Firdaus.
• Shalat adalah jalan spiritual paling jelas menuju surga.
6. Infak, Derma, dan Amal Sosial
📖 QS. Ali Imran: 134;
• Al-Tabarsi (Syiah) dalam Majma‘ al-Bayan: Surga bukan hanya untuk ibadah pribadi, tapi juga bagi yang menafkahkan harta dan menahan amarah.
• Amal sosial adalah bagian penting perjalanan.
7. Taubat sebagai Jalan Balik ke Surga;
• Tafsir al-Tustari (Sufi): Taubat bukan sekadar ucapan, tetapi kembali sepenuh hati kepada Allah. Surga adalah balasan bagi mereka yang kembali dengan tulus.
• Taubat adalah “jalan pulang” setelah tersesat.
8. Siratal Mustaqim;
• Al-Tha’labi: Siratal Mustaqim adalah Islam, Al-Qur’an, dan jalan Nabi.
• Dalam tafsir Syiah: Siratal Mustaqim juga ditafsirkan sebagai wilayah Imam Ali (as) dan para Imam.
• Jalan lurus adalah peta menuju surga.
9. Surga Tingkatan-Tingkatan
📖 QS. An-Nisa: 124;
• Ibn ‘Ashur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir: Surga memiliki derajat sesuai kadar iman, amal, dan kedekatan seseorang dengan Allah.
• Perjalanan ke surga bukan sekadar masuk, tapi naik level demi level.
10. Ridha Allah sebagai Puncak Surga
• Al-Raghib al-Asfahani: Surga memiliki dua dimensi: kenikmatan lahiriah (sungai, buah, istana) dan kenikmatan batiniah (ridha Allah). Yang kedua lebih tinggi.
• Maka perjalanan sejati ke surga adalah perjalanan menuju ridha Allah.
1. Syariat (ibadah, amal, takwa)
2. Akhlaq (sabar, derma, memaafkan)
3. Haqiqat (taubat, siratal mustaqim, ridha Allah)
Para mufasir Syiah (seperti al-Ṭabarsi, al-Qummi, al-Mizan karya Allamah Thabathaba’i, dan tafsir sufi seperti Tafsir al-Tustari yang juga dipegang Syiah) banyak menekankan bahwa perjalanan ke surga tidak hanya amal lahiriah, tapi juga terkait wilayah Ahlul Bayt, ma‘rifah, dan ridha Allah.
1. Iman dan Amal Saleh
📖 QS. Al-Baqarah: 25
• Al-Mizan (Allamah Thabathaba’i): Amal saleh tidak bernilai tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa amal. Surga adalah buah keduanya.
2. Takwa sebagai Jalan Surga
📖 QS. Ali Imran: 133
• Tafsir al-Qummi: Takwa berarti mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya melalui jalan yang diajarkan Nabi dan Ahlul Bayt.
• Takwa bukan sekadar takut, tapi kepatuhan yang penuh cinta.
3. Wilayah Ahlul Bayt
📖 QS. An-Nisa: 59 (“taatilah Allah, Rasul, dan ulil amr di antara kalian”)
• Dalam tafsir Syiah, Ulil Amr ditafsirkan sebagai para Imam Ahlul Bayt (as).
• Surga dijanjikan bagi yang berpegang pada wilayah mereka.
4. Siratal Mustaqim
📖 QS. Al-Fatihah: 6–7
• Dalam tafsir Syiah, Siratal Mustaqim ditafsirkan sebagai jalan Nabi Muhammad (saw) dan Imam Ali (as) serta para Imam yang mengikuti beliau.
• Jadi perjalanan ke surga adalah perjalanan mengikuti “jalan mereka”.
5. Kesabaran dan Musibah Ahlul Bayt
• Tafsir Syiah menekankan bahwa ayat ini juga menunjuk pada Ahlul Bayt yang sabar dalam musibah (seperti Karbala).
• Mengikuti kesabaran mereka adalah bagian dari perjalanan ke surga.
6. Mengendalikan Nafsu
📖 QS. An-Nazi‘at: 40–41
• Allamah Thabathaba’i: Hawa nafsu adalah hijab terbesar antara manusia dan Allah. Orang yang menaklukkannya akan diberi surga.
• Surga di sini bukan sekadar taman, tapi kedekatan dengan Allah.
7. Taubat dan Kembali kepada Allah
• Tafsir Syiah: Taubat sejati adalah kembali kepada Allah dan kembali kepada wilayah para Imam. Tanpa ini, amal tidak berbuah surga.
8. Infak dan Akhlak Sosial
📖 QS. Ali Imran: 134
• Tafsir al-Ṭabarsi (Majma‘ al-Bayan): Orang yang menafkahkan hartanya dan menahan amarahnya akan disambut surga.
• Dalam riwayat Syiah, ini dikaitkan dengan akhlak para Imam yang penuh kasih.
9. Tingkatan Surga
📖 QS. An-Nisa: 124
• Tafsir Syiah: Surga memiliki darajat (tingkatan). Yang paling tinggi adalah ridwanullah (ridha Allah). Tingkatan tertinggi diperoleh oleh yang mengenal Allah dan Ahlul Bayt.
10. Ridha Allah sebagai Surga Tertinggi
• Tafsir Syiah menekankan bahwa kenikmatan material surga hanyalah kulit. Hakikat surga adalah ridha Allah dan perjumpaan dengan-Nya (liqa’ullah).• Ahlul Bayt adalah wasilah untuk sampai pada ridha ini.
🕊 Jadi menurut mufasir Syiah, perjalanan ke surga bisa dipetakan:
1. Iman & amal saleh →
2. Takwa & akhlak →
3. Wilayah & cinta Ahlul Bayt →
4. Kesabaran & jihad nafsu →
5. Taubat & ma‘rifah →
6. Ridha Allah sebagai tujuan akhir.
Para ahli makrifat dan hakikat (sufi, arif, dan ulama batin) sering menjelaskan bahwa “perjalanan ke surga” bukan sekadar menuju jannah fisik dengan sungai dan istana, tetapi perjalanan jiwa menuju Allah, sampai pada liqa’ullah (perjumpaan dengan Allah).
1. Surga Bukan Tujuan, Allah Tujuan
Arifin berkata: “Orang awam beribadah untuk surga, orang khawash beribadah untuk Allah.”
➡️ Surga hakiki adalah perjumpaan dengan Allah, bukan sekadar taman dan bidadari.
2. Perjalanan Ruhani (Sulūk)
Surga adalah keadaan hati yang damai bersama Allah.
➡️ Orang yang berjalan dengan dzikir, muraqabah, dan mujahadah, sudah mencicipi surga di dunia.
3. Mati Sebelum Mati
Hadis: “Matilah sebelum kalian mati.”
4. Membersihkan Hati (Tazkiyatun Nafs)
Hati yang suci adalah cermin tajalli Allah.
5. Siratal Mustaqim sebagai Jalan Batin
Siratal Mustaqim bukan hanya jalan syariat, tapi jalan batin menuju Allah.
➡️ Bagi ahli makrifat, itu adalah jalan cinta dan penyerahan total (taslim).
6. Cinta (Mahabbah) sebagai Kendaraan
Ibn ‘Arabi: “Surga orang arif adalah cinta Allah, karena cinta itu sendiri surga yang tak berakhir.”
7. Fana dan Baqa
Dalam tasawuf: fana (lenyapnya ego dalam Allah) dan baqa (kekal bersama Allah).
8. Taubat Sejati adalah Kembali ke Allah
Taubat menurut ahli hakikat bukan hanya meninggalkan dosa, tapi meninggalkan selain Allah.
➡️ Surga adalah kembali total (ruju‘) kepada-Nya.
9. Menyaksikan Wajah Allah (Liqa’ullah)
QS. Al-Qiyamah: 22–23 “Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat.” ➡️ Ahli makrifat menafsirkan ini sebagai puncak surga: penyaksian (musyahadah).
10. Ridha Allah adalah Surga Tertinggi; QS. At-Taubah: 72 “…dan keridhaan Allah adalah yang paling besar.”
• Awalnya: iman, amal, taubat.
• Lalu: dzikir, cinta, fana.
• Akhirnya: baqa, ridha Allah, liqa’ullah.
Makna perjalanan ke surga menurut ahli hakikat Syiah:
1. Surga Lahir dan Surga Batin
• Surga lahir: sungai, pohon, istana (jannah an-na‘im).
• Surga batin: kedekatan, cahaya, ridha Allah.
2. Wilayah Ahlul Bayt sebagai Gerbang Surga; Dalam irfan Syiah, wilayah (kepemimpinan spiritual Ahlul Bayt) adalah jalan ke Allah.
➡️ Imam Ali (as) disebut “Qasimu al-jannah wa an-nar” (pembagi surga dan neraka). Artinya, tanpa wilayah, perjalanan ke surga tidak sempurna.
3. Siratal Mustaqim = Jalan Para Imam ; QS. Al-Fatihah: 6 “Ihdina siratal mustaqim” • Dalam tafsir irfani Syiah: siratal mustaqim adalah jalan batin Nabi dan para Imam.
➡️ Perjalanan ke surga berarti menapaki jalannya para wali Allah.
4. Menyucikan Jiwa (Tazkiyah)
Imam Khomeini dalam Arba‘in Hadith: •“Tanpa tazkiyah, manusia tidak akan sampai pada surga hakiki.”
5. Fana fi’llah (Lenyap dalam Allah)
Mulla Shadra menjelaskan: perjalanan hakikat adalah as-safar ila Allah (perjalanan menuju Allah).
➡️ Surga sejati bukan kepemilikan nikmat, tapi lenyap dalam lautan Wujud Allah (fana), lalu kekal bersama-Nya (baqa).
6. Cinta sebagai Kendaraan
Para arif Syiah berkata: “Wilayah tanpa mahabbah adalah kering.”
➡️ Cinta kepada Allah dan Ahlul Bayt adalah energi yang mendorong perjalanan ke surga.
7. Ma‘rifah sebagai Peta
Imam al-Sadiq (as): “Barangsiapa mati tanpa mengenal Imam zamannya, ia mati dalam keadaan jahiliyah.”
8. Taubat sebagai Jalan Pulang
Para arif menafsirkan taubat bukan sekadar meninggalkan dosa, tapi ruju‘ ila Allah (kembali total kepada-Nya).
9. Derajat Surga Sesuai Tingkat Ma‘rifah
Dalam irfan Syiah, surga memiliki maqamat:
• Surga amal (nikmat jasmani).
• Surga ilmu (cahaya pengetahuan).
• Surga ma‘rifah (tajalli Allah).
• Surga ridha Allah (puncak hakikat).
10. Ridha Allah sebagai Puncak Surga: QS. At-Taubah: 72 “…dan keridhaan Allah itulah kemenangan yang agung.”
🕊 Jadi, menurut ahli hakikat Syiah:
• Awal perjalanan: Wilayah, iman, dan amal.
• Tengah perjalanan: Tazkiyah, cinta, ilmu, ma‘rifah.
• Akhir perjalanan: Fana, baqa, dan ridha Allah.
Kisah perjalanan ke surga — bisa kita ambil dari Al-Qur’an, hadis, riwayat Ahlul Bayt, dan kisah para arif. Saya susun dalam bentuk kisah singkat dengan pesan moral agar terasa hidup:
1. Kisah Sahabat Uwais al-Qarani
➡️ Pesan: Berbakti kepada ibu adalah jalan ke surga.
2. Kisah Ashab al-Kahfi (Pemuda Gua) – QS. Al-Kahfi
Para pemuda beriman melarikan diri dari penguasa zalim demi menjaga tauhid. Allah tidurkan mereka berabad-abad dan bangkitkan dalam keadaan selamat.
➡️ Pesan: Keteguhan iman membuka pintu surga.
3. Kisah Bilal bin Rabah
Bilal disiksa karena syahadat “Ahad, Ahad”. Rasulullah ﷺ mendengar derap sandalnya di surga.
➡️ Pesan: Tauhid yang teguh adalah kunci surga.
4. Kisah Salman al-Farisi
Mencari kebenaran dari Persia, Nasrani, hingga akhirnya menemukan Rasulullah ﷺ. Nabi bersabda: “Salman adalah bagian dari Ahlul Bayt.”
➡️ Pesan: Kejujuran dalam mencari Allah mengantarkan ke surga.
5. Kisah Imam Ali (as) dan Roti
Ali, Fatimah, Hasan, Husain (as) berpuasa. Saat berbuka, mereka berikan roti kepada miskin, yatim, tawanan. Allah turunkan QS. Al-Insan: 5–12 tentang surga untuk mereka.
➡️ Pesan: Ikhlas dalam memberi adalah jalan surga.
6. Kisah Abu Dhamdham (riwayat Nabi)
Ia berkata setiap pagi: “Hari ini aku sudah memaafkan siapa pun yang menzalimiku.”
➡️ Pesan: Memaafkan membuka pintu surga.
7. Kisah Karbala – Imam Husain (as)
Imam Husain (as) rela berkorban di Karbala demi kebenaran.
➡️ Pesan: Jalan syahid dalam kebenaran adalah jalan surga.
8. Kisah Seorang Wanita Pelacur Memberi Minum Anjing
Dalam hadis: seorang wanita yang memberi minum anjing kehausan diampuni Allah dan dimasukkan ke surga.
➡️ Pesan: Rahmat Allah luas, bahkan amal kecil bisa mengantar ke surga.
9. Kisah Seorang Arif – Bayazid al-Bistami
Ia berkata: “Aku mencari surga, lalu aku temukan dalam shalat malam. Aku mencari Allah, dan aku temukan dalam fana dari diriku.”
➡️ Pesan: Surga batin ditemukan dalam makrifat dan dzikir.
10. Kisah Nabi Muhammad ﷺ Mi’raj
Dalam Isra’ Mi‘raj, Nabi diperlihatkan surga dan neraka. Namun, beliau melewati semua itu hingga sampai ke Sidratul Muntaha, “liqa’ullah”.
➡️ Pesan: Surga tertinggi adalah perjumpaan dengan Allah.
🕊 Jadi, 10 kisah ini menunjukkan bahwa perjalanan ke surga bisa lewat ibadah, cinta, pengorbanan, makrifat, dan ridha Allah.
Manfaat perjalanan menuju surga (dari sisi Qur’an, hadis, dan hikmah) lalu saya sertakan doa singkat untuk tiap poin, supaya terasa sebagai amalan.
1. Hati Menjadi Tenang
➡️ Surga hakiki adalah ketenangan hati.
(Ya Allah, berilah aku hati yang tenang dan zikir yang terus hidup.)
2. Dosa Diampuni
➡️ Perjalanan ke surga dimulai dengan taubat, dan Allah Maha Pengampun.
(Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan terimalah taubat kami, Engkau Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.)
3. Dilapangkan Rezeki
➡️ Hadis: “Silaturahmi melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.” (HR. Bukhari)
(Ya Allah, lapangkan rezeki halal bagiku dan berkahilah ia.)
4. Hidup Penuh Cinta dan Kasih Sayang
🕊 Doa: Allahumma j‘alni min al-muhibbin wa-j‘alna ikhwanan fi dinika.
5. Diberi Kesabaran dalam Ujian
➡️ Surga dijanjikan bagi orang sabar (QS. Al-Insan: 12). 🕊
(Ya Allah, karuniakan aku kesabaran yang indah dan hati yang bersyukur.)
6. Dimudahkan Jalan Ilmu dan Hikmah
➡️ “Barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)
7. Hidup Bersih dari Hawa Nafsu
➡️ “Barangsiapa menahan hawa nafsu, maka surgalah tempatnya.” (QS. An-Nazi‘at: 40–41)
Allahumma qawwini ‘ala nafsiy wa la taj‘alni min al-ghafilin. (Ya Allah, kuatkan aku melawan nafsku dan jangan jadikan aku dari golongan yang lalai).
8. Didekatkan dengan Ahlul Bayt dan Nabi
➡️ Rasulullah ﷺ bersabda tentang Ali (as): “Engkau dan syiahmu berada di surga.”
Allahumma j‘alni ma‘a Muhammadin wa Aliyyin wa Ahlil Bayt fi jannatik.
(Ya Allah, dekatkan aku bersama Muhammad, Ali, dan Ahlul Bayt di surga-Mu).
9. Naik Derajat Ruhani
➡️ Surga memiliki tingkatan sesuai iman & ma‘rifah.
Allahumma rfa‘ darajati fi al-jannah kama rafa‘ta qalbi bi dhikrika.
(Ya Allah, angkat derajatku di surga sebagaimana Engkau angkat hatiku dengan zikir-Mu).
10. Mendapat Ridha Allah (Surga Tertinggi)
➡️ “…dan ridha Allah itu lebih besar (dari segalanya).” (QS. At-Taubah: 72)
(Ya Allah, aku memohon ridha-Mu dan surga-Mu, serta berlindung dari murka-Mu dan neraka.)
🌸 Jadi, manfaat perjalanan ke surga bukan hanya nanti di akhirat, tapi juga sudah bisa dirasakan di dunia: ketenangan, cinta, ilmu, rezeki, dan kesabaran.
🌺🤲🌹🙏Yang dilihat Nabi saw di Pintu Sorga dan Neraka saat nabi di Isra Mi’rajkan
Tulisan di Pintu Sorga & Neraka
بالاسناد يرفعه إلى عبدالله بن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله : لما اسري بي إلى المساء قال لي جبرئيل عليه السلام : قد أمرت الجنة والنار أن تعرض عليك ، قال : فرأيت الجنة وما فيها من النعيم ، ورأيت النار وما فيها من العذاب ، والجنة فيها ثمانية أبواب ، على كل باب منها أربع كلمات ، كل كلمة خير من الدنيا وما فيها لمن يعلم ويعمل بها ، وللنار سبعة أبواب ، على كل باب منها ثلاث كلمات ، كل كلمة خيرمن الدنيا وما فيها لمن يعلم ويعمل بها ، فقال لي جبرئيل عليه السلام : اقرء يا محمد ماعلى الابواب فقرأت ذلك ،
Dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a. beliau berkata dan Rasulullah saw bersabda: “Ketika aku di Israkan ke langit Jibril a.s. berkata kepadaku ;’Aku disuruh untuk mengajakmu memasuki sorga dan neraka. Aku memasuki sorga dan melihat segala sesuatu yang ada di dalamnya berupa kenikmatan-kenikmatan dan aku masuk ke neraka dan aku melihat di dalamnya segala macam siksaan. Sorga ada 8 (delapan pintu) di setiap pintu ada 4 untaian kalimat. Setiap kalimatnya nilainya lebih baik dari dunia dan seisinya. Bagi yang mempunyai ilmu dan mengamalkan ilmunya. Neraka ada 7 (tujuh pintu) di setiap pintu ada 3 untaian kalimat yang setiap kalimatnya lebih baik dari dunia dan seisinya bagi yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. Kemudian aku disuruh membaca tulisan tersebut satu persatu :
أما أبواب الجنة فعلى أول باب منها مكتوب : لا إله إلاالله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، لكل شئ حلية وحيلة العيش أربع خصال : القناعة ، و بذل الحق ، وترك الحقد ، ومجالسة أهل الخير .
Pintu pertama sorga bertuliskan :
1. Qona’ah (rasa cukup dari apa yang sudah di anugerahkan Allah)
2. Merendah di hadapan kebenaran (di hadapan Allah)
3. Meninggalkan iri hati
4. Duduk bersama ahli kebaikan
وعلى الباب الثاني مكتوب : لا إله إلاالله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، لكل شئ حيلة السرور في الآخرة أربع خصال : مسح رؤوس اليتامي ، والتعطف على الارامل ، والسعي في حوائج المؤمنين ، و التفقد للفقراء والمساكين .
Pintu kedua sorga bertuliskan :
1. Mengusap kepala anak yatim
2. Membantu para janda
3. Memenuhi kebutuhan orang-orang yang beriman
4. Memberi nafkah fakir miskin
وعلى الباب الثالث مكتوب : لا إله إلاالله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، لكل شئ حيلة وحيلة الصحة في الدنيا أربع خصال : قلة الكلام ، وقلة المنام ، وقلة المشي ، وقلة الطعام .
1. Sedikit berbicara
2. Sedikit tidur
3. Sedikit jalan-jalan (tamasya)
4. Sedikit makan
وعلى الباب الرابع مكتوب : لاإله إلا الله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم جاره ، من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم والديه ، من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أويسكت .
1. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaknya dia memuliakan tamunya.
2. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaknya dia memuliakan tetangganya
3. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaknya dia memuliakan orangtuanya.
4. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaknya dia berbicara yang baik atau diam.
وعلى الباب الخامس مكتوب : لا إله إلاالله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، من أراد أن لا يظلم فلا يظلم ، ومن أراد أن لا يشتم فلا يشتم ، ومن أراد أن لا يذل فلا يذل ، ومن أراد أن يستمسك بالعروة الوثقى في الدنيا والآخرة فليقل : لا إله إلاالله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله .
1. Yang tidak ingin dianiaya (dizalimi) jangan menganiaya
2. Yang tidak suka dicaci maki jangan mencaci-maki
3. Yang tidak mau dihina jangan menghina
4. Yang ingin berpegang pada tali Allah yang kokoh hendaklah ia sering mengucapkan kalimat Tauhid (Laa ilaha illallah Muhammadarrasulullah)
وعلى الباب السادس مكتوب : لا إله إلاالله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، من أرادأن يكون قبره وسيعا فسيحا فليبن المساجد ، ومن أراد أن لاتأكله الديدان تحت الارض فليسكن المساجد ، ( 1 ) ومن أحب أن يكون طريا مطرا لايبلى فليكنس المساجد ، ( 2 ) ومن أحب أن يرى موضعه في الجنة فليكس المساجد بالبسط . ( 3 )
1. Yang menghendaki kuburannya luas dan bersinar hendaklah ia membangun mesjid (karena dalam hadis yang lain Nabi bersabda aku jadikan bumi ini adalah mesjid maka hendaklah ia juga melestarikan bumi (alam))
2. Yang tidak mau dimakan tubuhnya oleh ad-daidan(ulat) hendaknya dia mendiami mesjid (memanfaatkan potensi yang ada di bumi (alam))
3. Yang tidak ingin tubuhnya hancur maka hendaknya dia selalu membersihkan mesjid
4. Yang ingin melihatkedudukannya di sorga hendaklah ia menghias mesjid (melestarikan alam)
وعلى الباب السابع مكتوب : لا إله إلا الله ، محمد رسول الله ، علي ولي الله ، بياض القلب في أربع خصال : عيادة المريض ، واتباع الجنائز ، وشراء الاكفان ، ورد القرض
1. Mengunjungi orang sakit
2. Mengantar jenazah
3. Membantu mengkafani jenazah
4. Melunasi hutang atau mengembalikan pinjaman
وعلى الباب الثامن مكتوب : لا إله إلاالله ، محمدرسول الله ، علي ولي الله ، من أراد الدخول من هذه الابواب فليتمسك بأربع خصال : ( ع ) السخاء ، وحسن الخلق ، والصدقة ، والكف عن أذي عبادالله تعالى .
1. Dermawan
2. Berakhlaq mulia
3. Bersedekah
4. Menahan diri untuk tidak menyakiti hati hamba Allah
Tulisan di Pintu Neraka
ورأيت على أبواب النار مكتوبا على الباب الاول ثلاث كلمات : من رجال الله سعد ، ومن خاف الله أمن ، والهالك المغرور من رجا غيرالله وخاف سواه
1. Yang berharap pada Allah dia akan bahagia
2. Yang takut pada Allah dia akan aman
3. Yang tertipu (dengan dunia) tidak takut tidak berharap pada Allah akan binasa
وعلى الباب الثاني : من أراد أن لايكون عريانا يوم القيامة فليكس الجلود العارية في الدينا ، من أراد أن لايكون عطشانا يوم القيامة فليسق العطاش في الدنيا ، من أراد أن لايكون يوم القيامة جائعا فليطعم البطون الجائعة في الدنيا .
Pintu kedua neraka bertuliskan :
2. Yang tidak ingin kehausan di hari kiamat hendaknya dia memberi minum orang yang kehausan
3. Yang tidak ingin kelaparan di Hari Kiamat hendaklah ia memberi makan orang yang lapar
وعلى الباب الثالث مكتوب : لعن الله الكاذبين ، لعن الله الباخلين ، لعن الله الظالمين .
Pintu ketiga neraka bertuliskan :
2. Akan dilaknat orang yang kikir
3. Akan dilaknat orang yang zalim
Tulisan di Pintu Sorga & Neraka (5)
وعلى الباب الرابع مكتوب : ثلاث كلمات :
أذل الله من أهان الاسلام ، أذل الله من أهل البيت ، أذل الله من أعان الظالمين على ظلمهم للمخلوقين .
Pintu keempat neraka bertuliskan :
2. Allah akan menghinakan orang yang meremehkan Ahlul Bayt
3. Allah akan menghinakan orang yang menolong orang yang zalim
وعلى الباب الخامس مكتوب ثلاث كلمات : لا تتبعوا الهوى فالهوى ( 5 ) يحالف الايمان ، ولا تكثر منطقك فيما لا يعنيك فتسقط من رحمة الله ، ولا تكن عوانا للظاليمن .
Pintu kelima neraka bertuliskan :
2. Jangan biarkan pembicaraanmu dapat menjerumuskan dari jauhnya rahmat Allah bagimu
3. Jangan menjadi pembela kaum zalim
وعلى الباب السادس مكتوب : أنا حرام على المجتهدين ، أنا حرام على المتصدقين ، أنا حرام على الصائمين .
Pintu keenam neraka bertuliskan :
2. Aku (Allah) akan memuliakan orang yang banyak bersedekah
3. Aku (Allah) akan memuliakan orang yang banyak berpuasa
وعلى الباب السابع مكتوب ثلاث كلمات : حاسبوا نفوسكم قبل أن تحاسبوا ، ووبخوا نفوسكم قبل أن توبخوا ، ( 6 ) وادعوا الله عزوجل قبل أن تردوا عليه ولا تقدروا على ذلك .
Pintu ketujuh neraka bertuliskan :
2. Tangisilah (menyesallah dari dosa-dosa yang dilakukan) kesalahanmu sebelum engkau menagisinya di Akhirat
3. Berdoalah kepada Allah sebelum engkau dipanggil-Nya yang engkau tidak dapat menghindar dari-Nya
-بحار الانوار جلد: 8 من صفحه 145
Kitab Biharul Anwar Jilid ke-8 hal. 145
Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!
Comments
Post a Comment