Makna : Yakin

Makna “yakin” dalam konteks spiritual, psikologis, dan filosofis, khususnya yang sering dibahas dalam tasawuf atau pemahaman keagamaan:
1. Keyakinan tanpa keraguan – Yakin berarti memiliki kepercayaan yang teguh pada sesuatu tanpa ada sedikit pun rasa ragu. 
2. Ketaatan yang mantap – Yakin mendorong seseorang untuk menjalankan perintah yang diyakini benar dengan penuh konsistensi.
3. Ketenteraman hati – Yakin membawa rasa damai dan tenteram di hati, karena tidak ada kegelisahan atau kebimbangan. 
4. Kepercayaan pada takdir Tuhan – Yakin sering berarti percaya sepenuhnya pada rencana dan kehendak Allah.
5. Pemahaman yang mendalam – Yakin muncul dari pengetahuan atau pengalaman yang membenarkan keyakinan seseorang.
6. Keberanian menghadapi ujian – Yakin membuat seseorang mampu menghadapi cobaan dengan teguh, karena percaya hasil akhir adalah kebaikan.
7. Keteguhan moral – Yakin menumbuhkan konsistensi dalam prinsip, tidak mudah goyah oleh godaan atau tekanan.
8. Kesadaran spiritual – Yakin adalah kesadaran batin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa.
9. Pembebasan dari keraguan duniawi – Yakin membantu seseorang lepas dari kebimbangan material atau duniawi yang tidak kekal. 
10. Landasan untuk ikhtiar – Yakin bukan pasif; ia menjadi dasar bagi tindakan yang sungguh-sungguh, karena percaya usaha akan mendatangkan hasil.

Konsep yakin (yaqin) muncul berulang kali, sering berkaitan dengan iman yang teguh, keyakinan tanpa keraguan, dan pengetahuan batin tentang kebenaran Tuhan. 

Berikut ini 10 makna yakin menurut Al-Qur’an, beserta dalil ayatnya:

1. Keyakinan terhadap Allah – Percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan.
QS. Al-Baqarah [2]: 2 → “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” 

2. Keyakinan terhadap hari akhir – Percaya bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan ada hari pembalasan. 
QS. Al-Baqarah [2]: 4 → “…dan mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.

3. Keyakinan terhadap janji Allah – Percaya bahwa janji Allah pasti benar dan terlaksana.
QS. Al-Imran [3]: 9 → “…sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.”

4. Keyakinan tanpa keraguan – Yakin pada kebenaran agama dan petunjuk Allah tanpa ragu. 
QS. Al-Hujurat [49]: 15 → “…mereka benar-benar beriman, dan hati mereka tenteram dengan iman itu.”

5. Yakin dalam menghadapi cobaan – Percaya bahwa ujian hidup adalah untuk penguat iman. 
QS. Al-Baqarah [2]: 155 → “…Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta…” 

6. Yakin sebagai landasan amal – Iman yang yakin mendorong perbuatan baik dan taat. 
QS. Al-Mulk [67]: 15 → “…Barangsiapa yang yakin kepada Allah, niscaya dia diberi taufik dan petunjuk.” 

7. Yakin akan pertolongan Allah – Percaya bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang bertawakal. • QS. At-Taubah [9]: 40 → “…Allah cukup bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.”

8. Yakin menenangkan hati – Iman yang kuat menimbulkan ketenangan batin. 
QS. Ar-Ra’d [13]: 28 → “Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” 

9. Yakin sebagai pengetahuan batin – Yakin muncul dari ilmu dan pengalaman, bukan hanya dari ucapan. 
QS. Al-Hujurat [49]: 6 → “…Pastikanlah kebenarannya sebelum kamu meyakininya.”

10. Yakin sebagai puncak iman – Yakin adalah tingkatan iman tertinggi, yang menuntun pada ketakwaan. 
QS. Al-Anfal [8]: 2 → “…orang-orang yang beriman dengan yakin dan menegakkan shalat…”

Dalam hadis, konsep yakin (keyakinan) juga sering muncul, terutama terkait iman, amal, dan kepercayaan pada Allah. 

Berikut ini 10 makna yakin menurut hadis, beserta penjelasannya:

1. Yakin itu bagian dari iman – Yakin meneguhkan iman seorang Muslim.
Hadis: “Iman itu lebih dari enam puluh atau tujuh puluh cabang; yang paling tinggi adalah kalimat ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu adalah cabang dari iman.” (HR. Muslim)
Penjelasan: Yakin pada tauhid dan kebenaran Islam adalah inti iman.

2. Yakin membawa ketenangan hati – Yakin menenangkan jiwa dari rasa gelisah.
Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda: “Hati orang mukmin berada dalam kebaikan; ia tidak gelisah karena dunia.” (HR. Ahmad) 

3. Yakin menghapus keraguan – Yakin menghindarkan manusia dari keragu-raguan yang merusak amal.
Hadis: “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka Allah mencukupinya.” (HR. Tirmidzi)
Penjelasan: Tawakkal harus didasari yakin. 

4. Yakin sebagai bekal amal – Amal tanpa yakin tidak diterima sepenuhnya. 
Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda: “Amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim) 
Penjelasan: Yakin memperkuat niat sehingga amal menjadi sah. 

5. Yakin terhadap takdir Allah – Percaya bahwa semua terjadi atas izin Allah
Hadis: “Orang mukmin tidak akan celaka karena takdir Allah.” (HR. Ahmad) 

6. Yakin dalam menghadapi musibah – Yakin membuat sabar dalam ujian hidup.
Hadis: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa kesusahan, kecuali Allah akan menghapus dosanya karena kesabaran itu.” (HR. Bukhari & Muslim) 

7. Yakin mendatangkan keberkahan – Yakin pada Allah memudahkan rezeki dan pertolongan.
Hadis: “Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar dan orang yang yakin.” (HR. Tirmidzi)

8. Yakin menegakkan kebenaran – Yakin membuat seseorang berani membela hak dan kebenaran.
Hadis: “Berpeganglah pada yang benar meski pahit.” (HR. Ahmad) 

9. Yakin adalah cahaya di hati – Yakin menyingkirkan keraguan dan kesesatan. 
Hadis: “Iman itu cahaya, dan cahaya itu menuntun ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)

10. Yakin menguatkan ibadah – Yakin membuat ibadah dilakukan dengan penuh kesungguhan. • Hadis: “Barangsiapa yang shalat seperti shalat orang yang yakin, maka shalatnya diterima.” (HR. Ahmad)

Dalam hadis Ahlul Bayt (as), konsep yakin juga sangat ditekankan, khususnya terkait iman, tawakkal, ketenangan hati, dan penguatan amal. 

Berikut ini 10 makna yakin menurut hadis Ahlul Bayt (as) beserta penjelasannya:

1. Yakin sebagai inti iman
Imam Ali (as) berkata:”Iman adalah mengetahui dengan hati, membenarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota.”
Penjelasan: Yakin berarti pengetahuan dan keyakinan batin yang membentuk iman sejati.

2. Yakin menenangkan hati
Imam Ali (as) berkata:Hati yang yakin kepada Allah tidak akan terguncang oleh dunia.” • Penjelasan: Yakin membuat hati tetap tenang meski menghadapi ujian. 

3. Yakin menghapus keraguan 
Imam Ali (as) berkata: “Barangsiapa yang yakin, ia tidak akan goyah oleh keraguan duniawi.” • Penjelasan: Yakin menjaga manusia dari ragu yang menyesatkan. 

4. Yakin sebagai bekal amal 
Imam Ja’far ash-Shadiq (as) berkata:”Amal seseorang tidak diterima kecuali disertai keyakinan yang murni.” 
Penjelasan: Yakin memperkuat niat dan amal agar diterima Allah. 

5. Yakin terhadap takdir Allah 
Imam Ali (as) berkata:”Barangsiapa yang yakin kepada takdir Allah, ia tidak akan takut akan apa yang terjadi padanya.”
Penjelasan: Yakin membuat seseorang menerima takdir dengan lapang dada. 

6. Yakin membawa keberanian 
Imam Ali (as) berkata: “Orang yang yakin kepada Allah tidak gentar menghadapi musuh atau cobaan.”
Penjelasan: Yakin memberi kekuatan mental dan spiritual.

7. Yakin menuntun kepada amal shalih 
Imam Ja’far ash-Shadiq (as) berkata: “Keyakinan adalah cahaya yang menuntun amal perbuatan ke jalan kebaikan.” 
Penjelasan: Yakin menjadi pendorong amal yang benar dan konsisten.  

8. Yakin meningkatkan tawakkal 
Imam Ali (as) berkata: “Tawakkal yang sempurna hanya muncul dari hati yang yakin.” • Penjelasan: Yakin adalah dasar ketergantungan yang benar kepada Allah. 

9. Yakin sebagai sumber kesabaran 
Imam Ali (as) berkata: “Kesabaran tidak teguh kecuali pada hati yang yakin.”
Penjelasan: Yakin membantu menghadapi musibah dan ujian hidup. 

10. Yakin meneguhkan akhlak dan moral 
Imam Ali (as) berkata:”Orang yang yakin tidak mudah tergoda oleh dunia dan mempertahankan kebenaran.”
Penjelasan: Yakin membentuk karakter yang teguh dan berakhlak mulia.

Dilihat dari perspektif makrifat dan hakikat (tasawuf dan ilmu batin), yakin memiliki dimensi yang lebih dalam dibanding sekadar keyakinan lahiriah. 

Berikut adalah 10 makna yakin menurut ahli makrifat dan hakikat: 

1. Yakin sebagai pengetahuan batin 
Yakin bukan sekadar percaya secara lahir, tapi mengetahui kebenaran secara inner knowledge atau makrifat. 
Contoh: Mengetahui Allah itu Maha Esa dan Maha Kuasa melalui pengalaman batin, bukan hanya teks. 

2. Yakin tanpa keraguan 
Hati tidak lagi bimbang; semua keraguan duniawi dan syubhat hilang karena kesadaran hakiki akan Allah. 

3. Yakin sebagai cahaya hati
Yakin berperan sebagai nur dalam hati yang menuntun jiwa, sebagaimana yang dijelaskan para sufi bahwa “cahaya iman menyingkap rahasia dunia dan akhirat.”

4. Yakin menembus batas akal 
Yakin membawa hamba melewati logika lahiriah, menyentuh hakikat yang tak terjangkau pikiran.

5. Yakin sebagai kekuatan spiritual 
Dengan yakin, seseorang mampu menghadapi ujian, godaan, dan ketakutan karena percaya mutlak pada pertolongan Ilahi.

6. Yakin menuntun pada tawakkal hakiki 
Hanya hati yang yakin yang benar-benar bisa bertawakkal, menyerahkan seluruh urusan kepada Allah tanpa resah. 

7. Yakin sebagai sumber kesabaran dan ketenangan
Yakin dalam makrifat membuat seorang sufi sabar menghadapi cobaan, karena ia melihat segala sesuatu sebagai manifestasi kehendak Allah. 

8. Yakin sebagai kesadaran hakikat diri
Hamba menyadari bahwa segala yang ada adalah milik Allah dan diri sendiri hanyalah pantulan dari-Nya, sehingga lahir kesederhanaan dan kerendahan hati. 

9. Yakin sebagai jalan menuju fana dan baqa
Dalam tasawuf: yakin membantu hamba melebur ego (fana) dan tetap dalam kesadaran Allah (baqa).

10. Yakin sebagai penggerak amal sejati 
Amal yang lahir dari hati yang yakin bukan sekadar ritual, tapi perwujudan hakikat iman; setiap tindakan menjadi dzikir dan ibadah batin.

Jika dilihat dari perspektif mufasir Al-Qur’an, konsep yakin (yaqin) dibahas sebagai keyakinan yang kokoh, bebas keraguan, dan menjadi dasar iman serta amal shalih. 
Para mufasir menjelaskan berbagai dimensi yakin yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an. 

Berikut 10 makna yakin menurut para mufasir: 

1. Yakin sebagai kepercayaan teguh kepada Allah 
Tafsir: Yakin berarti percaya sepenuhnya pada Allah, tidak ragu terhadap wujud dan sifat-Nya. • Dalil: QS. Al-Baqarah [2]:2 → “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya…” 

2. Yakin terhadap hari akhir dan kehidupan setelah mati
Tafsir: Keyakinan bahwa setiap amal akan diperhitungkan, surga dan neraka pasti ada. 
Dalil: QS. Al-Baqarah [2]:4 → “…dan mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.” 

3. Yakin sebagai landasan amal dan ibadah 
Tafsir: Amal yang dilakukan tanpa yakin tidak diterima sepenuhnya oleh Allah. 
Dalil: QS. Al-Mulk [67]:15 → “…Barangsiapa yang yakin kepada Allah, niscaya Dia memberi petunjuk.” 

4. Yakin menenangkan hati 
Tafsir: Hati yang yakin kepada Allah tidak mudah gelisah, karena percaya sepenuhnya pada rencana-Nya. 
Dalil: QS. Ar-Ra’d [13]:28 → “Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

5. Yakin menuntun pada ketakwaan 
Tafsir: Yakin adalah syarat agar seseorang bertakwa, karena orang yang ragu sulit menaati perintah Allah. 
Dalil: QS. Al-Hujurat [49]:15 → “…mereka benar-benar beriman, dan hati mereka tenteram dengan iman itu.”

6. Yakin sebagai pengetahuan yang benar 
Tafsir: Yakin muncul dari ilmu, pengalaman, dan pengamatan, bukan sekadar dugaan. 
Dalil: QS. Al-Hujurat [49]:6 → “Pastikanlah kebenarannya sebelum kamu meyakininya.”

7. Yakin terhadap janji dan pertolongan Allah 
Tafsir: Allah selalu menepati janji dan menolong hamba yang bertawakkal dengan yakin. • Dalil: QS. At-Taubah [9]:40 → “…Allah cukup bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.”

8. Yakin sebagai kekuatan menghadapi ujian 
Tafsir: Yakin membantu seseorang bersabar dan tetap teguh ketika diuji. 
Dalil: QS. Al-Baqarah [2]:155 → “…Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan…”

9. Yakin sebagai dasar tawakkal
Tafsir: Hanya hati yang yakin yang bisa menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah.
Dalil: QS. Al-Imran [3]:159 → “…Dan bertawakkallah kepada Allah. Allah menyukai orang yang bertawakkal.” 

10. Yakin menuntun pada puncak iman 
Tafsir: Yakin adalah tingkatan tertinggi dari iman, yang menuntun pada kesempurnaan ibadah dan ketakwaan. 
Dalil: QS. Al-Anfal [8]:2 → “…orang-orang yang beriman dengan yakin dan menegakkan shalat…”

Perspektif mufasir Syiah menekankan konsep yakin (yaqin) sebagai keyakinan batin yang teguh kepada Allah, para Rasul, Ahlul Bayt, dan prinsip-prinsip agama, serta sebagai dasar amal shalih dan ketakwaan. 

Berikut 10 makna yakin menurut mufasir Syiah beserta penjelasannya:

1. Yakin terhadap Tauhid 
Tafsir: Yakin berarti percaya mutlak kepada keesaan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. • Contoh: Tafsir Al-Mizan (Imam Ja’far al-Sadiq & Allamah Tabataba’i) menjelaskan bahwa iman tidak sah tanpa keyakinan batin. 

2. Yakin terhadap hari akhir 
Tafsir: Keyakinan bahwa setiap amal akan diperhitungkan, surga dan neraka nyata, dan keadilan Allah sempurna. 

3. Yakin terhadap janji Allah dan Rasul-Nya 
Tafsir: Yakin bahwa Allah dan Rasul (termasuk Ahlul Bayt) tidak pernah menyalahi janji dan petunjuk mereka pasti benar.

4. Yakin sebagai landasan amal shalih 
Tafsir: Amal tanpa yakin tidak sempurna; keyakinan batin mendorong konsistensi dalam ibadah dan akhlak. 

5. Yakin menenangkan hati 
Tafsir: Orang yang yakin tidak mudah gelisah karena percaya pada ketentuan dan hikmah Allah.

6. Yakin sebagai ilmu batin 
Tafsir: Yakin berasal dari ilmu yang benar, pengalaman spiritual, dan pemahaman mendalam, bukan sekadar dugaan. 

7. Yakin terhadap Imam dan Ahlul Bayt 
Tafsir: Keyakinan bahwa Imam adalah wakil Allah di bumi, membimbing umat pada jalan benar.

8. Yakin sebagai sumber keteguhan menghadapi ujian
Tafsir: Dengan yakin, seorang hamba sabar dalam menghadapi cobaan dan tetap berada di jalan yang benar. 

9. Yakin sebagai dasar tawakkal 
Tafsir: Hanya orang yang yakin dapat menyerahkan seluruh urusan kepada Allah dengan penuh kepasrahan.

10. Yakin menuntun pada kesempurnaan iman 
Tafsir: Yakin adalah puncak iman, membedakan orang mukmin sejati dari yang sekadar tampak lahiriah. 
Contoh: Allamah Tabataba’i menekankan bahwa yakin membentuk hubungan batin yang hidup dengan Allah, bukan sekadar formalitas ritual.

Dalam ilmu makrifat, yakin dibagi menjadi tiga tingkatan utama: ‘Ilmul Yaqin, ‘Ainul Yaqin, dan Haqqul Yaqin. Berikut penjelasan lengkap beserta contoh:

1. ‘Ilmul Yaqin (Ilmu Yakin)
Makna: • Yakin karena pengetahuan dan informasi. 
Kita meyakini sesuatu karena mendengar, belajar, atau membaca, tapi belum merasakannya langsung. 
Contoh: • Kita yakin bahwa api itu panas karena mendengar atau membaca, tapi belum menyentuh api secara langsung. 
Dalam konteks agama: yakin bahwa surga dan neraka ada karena Al-Qur’an dan hadis menyatakan, tapi belum mengalami sendiri.

2. ‘Ainul Yaqin (Penglihatan/Observasi Yakin) 
Makna: • Yakin karena melihat atau mengalami langsung. • Ini tingkat keyakinan yang lebih tinggi daripada ilmu yakin karena ada pengalaman pribadi.
Contoh: • Kita menyentuh api dan merasakan panasnya → yakin dengan pengalaman inderawi.
Dalam konteks agama: Nabi Ibrahim (as) melihat kekuasaan Allah dalam menciptakan alam, sehingga keyakinannya menjadi lebih kuat.

3. Haqqul Yaqin (Kebenaran Yakin / Hakikat Yakin) 
Makna: • Yakin karena hakikat dan realitas sebenarnya, tidak bisa digoyahkan, bahkan tanpa bukti lahiriah. • Ini adalah tingkat tertinggi, di mana seseorang merasakan kebenaran secara batin dan hakiki. 
Contoh: • Seorang yang telah mencapai maqam tinggi merasakan kehadiran Allah dalam setiap napas dan tindakannya → yakin bahwa semua terjadi atas kehendak Allah.
Analogi duniawi: mengetahui rasa panas api tanpa menyentuhnya karena kita menjadi “satu” dengan pengalaman panas itu secara hakiki (misalnya melalui pengalaman intuitif atau batin).

Perbedaan Tingkatan Yakin

‘Ilmul Yaqin; Ilmu/pengetahuan Mendengar api panas Percaya surga-neraka dari Al-Qur’an
‘Ainul Yaqin; Pengalaman/observasi Menyentuh api. Nabi Ibrahim melihat tanda-tanda kekuasaan Allah
Haqqul Yaqin; Hakikat/realitas batin Merasakan api secara hakiki; merasakan kehadiran Allah dalam setiap gerak dan nafas

1. ‘Ilmul Yaqin (Ilmu Yakin) – Keyakinan dari Pengetahuan 
Contoh: 
1. Yakin bahwa matahari terbit dari timur karena membaca sains atau Al-Qur’an. 
2. Yakin bahwa hujan menyejukkan bumi karena melihat orang lain atau belajar ilmu meteorologi. 3. Yakin bahwa doa dikabulkan Allah jika sesuai ketentuan-Nya, berdasarkan hadis dan Al-Qur’an. 4. Yakin bahwa malaikat itu ada karena dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadis. 
5. Yakin bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, walau belum meninggal.

2. ‘Ainul Yaqin (Keyakinan dari Pengalaman / Observasi)
Contoh tambahan: 
1. Merasakan hujan langsung dan yakin airnya menyejukkan. 
2. Melihat pohon tumbuh dari biji → yakin dengan kekuasaan Allah dalam penciptaan. 3. Mengalami doa yang dikabulkan → yakin akan kebenaran janji Allah.
4. Menyaksikan alam semesta yang luas → yakin Allah Maha Kuasa.
5. Menyaksikan seseorang bertindak adil → yakin bahwa kebaikan itu nyata.

3. Haqqul Yaqin (Keyakinan Hakiki / Realitas Batin) 
Contoh: 
1. Seorang merasa segala perbuatan terjadi karena kehendak Allah → yakin hakiki tanpa ragu. 2. Mengalami ketenangan batin di tengah ujian → yakin bahwa Allah selalu menjaga.
3. Menyadari bahwa diri sendiri hanyalah sarana, dan Allah adalah penggerak → yakin hakikat tauhid.
4. Merasakan cinta Allah dalam setiap perbuatan → yakin bahwa Allah hadir dalam semua hal. 5. Menyadari fana diri (ego hilang) dan baqa di Allah → yakin hakikat kesatuan dengan-Nya.

Dalam perspektif ahli hakikat Syiah, terutama para sufi dan mufasir Ahlul Bayt (as), yakin dipahami secara batiniah, hakiki, dan berlapis-lapis, yang menghubungkan manusia dengan Allah secara langsung. Berikut ini uraian lengkapnya: 

Makna Yakin Menurut Ahli Hakikat Syiah. 

1. Yakin sebagai dasar iman hakiki 
Hati percaya sepenuhnya kepada Allah, Rasul, dan Ahlul Bayt (as) tanpa keraguan. 
Menurut Imam Ja’far ash-Shadiq (as), iman sempurna bila disertai keyakinan batin. 

2. Yakin sebagai kesadaran akan kehadiran Allah 
Orang yang yakin menyadari bahwa Allah selalu mengawasi, membimbing, dan mengatur seluruh urusan makhluk.

3. Yakin sebagai cahaya hati
Yakin memberi nur yang menuntun hati agar tetap di jalan haq, meski dunia penuh godaan.

4. Yakin menembus batas akal dan indra 
Keyakinan hakiki tidak hanya dari ilmu atau pengalaman lahiriah, tetapi dari pengalaman batin.

5. Yakin sebagai sumber ketenangan dan kesabaran 
Orang yang yakin tetap sabar dalam ujian dan tidak terguncang oleh cobaan, karena percaya pada hikmah Allah.

6. Yakin menuntun tawakkal sejati
Hanya hati yang yakin dapat menyerahkan seluruh urusan kepada Allah tanpa rasa takut atau ragu.

7. Yakin sebagai pengetahuan hakiki (‘Ilmul Haqiqi) 
Memahami realitas diri dan alam semesta sebagai manifestasi kehendak Allah. 

8. Yakin terhadap Imam dan peran Ahlul Bayt (as) 
Keyakinan bahwa Imam adalah wakil Allah di bumi, menuntun umat pada kebenaran dan menguatkan iman.

9. Yakin sebagai pendorong amal spiritual 
Amal shalih lahir dari hati yang yakin, bukan hanya ritual formal. 
Setiap perbuatan menjadi dzikir dan ibadah batin. 

10. Yakin menuju maqam fana dan baqa
Yakin membantu melebur ego (fana) dan tetap berada dalam kesadaran Allah (baqa), yaitu puncak makrifat dalam hakikat Syiah.

Kisah dan cerita inspiratif tentang “yakin” dari perspektif Al-Qur’an, Hadis Nabi, Hadis Ahlul Bayt, dan sufisme Syiah, agar makna yakin lebih hidup dan mudah dipahami.

1. Kisah Nabi Ibrahim (as) – Yakin pada Kekuasaan Allah 
Sumber: Al-Qur’an 
Cerita: Nabi Ibrahim diuji dengan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Meskipun sangat berat, ia yakin sepenuhnya pada kehendak Allah, sehingga rela melaksanakan perintah tersebut. • Makna: Yakin adalah ketaatan total pada Allah, bahkan ketika logika manusia tidak memahaminya.

2. Kisah Nabi Musa (as) dan Laut Merah – Yakin dalam Ujian
Sumber: Al-Qur’an 
Cerita: Saat dikejar pasukan Firaun, Nabi Musa (as) dan Bani Israil terhalang laut di depan mereka. Musa meyakini pertolongan Allah, dan laut terbelah untuk mereka. 
Makna: Yakin menimbulkan keberanian dan kesabaran dalam menghadapi situasi yang tampaknya mustahil.

3. Kisah Nabi Muhammad ﷺ di Perang Uhud – Yakin dalam Pertempuran 
Sumber: Hadis dan Sirah 
Cerita: Rasulullah ﷺ Imam Ali as dan para sahabat tetap bertempur meski jumlah musuh lebih banyak. Mereka yakin pada pertolongan Allah dan tetap berjuang. 
Makna: Yakin memotivasi keberanian dan keteguhan moral.

4. Kisah Imam Ali (as) dan Mengangkat Pintu Khaybar – Yakin pada Diri dan Allah 
Sumber: Hadis Ahlul Bayt 
Cerita: Saat pertempuran Khaybar, Imam Ali (as) diperintahkan menutup pintu benteng. Semua orang ragu, tapi beliau yakin pada kekuatan Allah dan kemampuan dirinya, lalu berhasil. 
Makna: Yakin memadukan tawakkal dan usaha nyata. 

5. Kisah Para Sufi dan Haqqul Yaqin – Merasakan Kehadiran Allah 
Sumber: Literatur tasawuf Syiah 
Cerita: Seorang sufi mencapai maqam Haqqul Yaqin setelah bertahun-tahun dzikir dan mujahadah batin, sehingga dalam keseharian, setiap perbuatan terasa manifestasi kehendak Allah. 
Makna: Yakin hakiki bukan sekadar percaya, tapi merasakan realitas Allah dalam setiap napas dan gerak.

6. Kisah Nabi Yusuf (as) – Yakin di Tengah Kesulitan 
Sumber: Al-Qur’an 
Cerita: Nabi Yusuf (as) difitnah dan dipenjara, namun tetap yakin pada rencana Allah. Akhirnya, ia diangkat menjadi pemimpin di Mesir. 
Makna: Yakin membuat seseorang tidak putus asa meski menghadapi ujian berat.

7. Kisah Nabi Nuh (as) – Yakin terhadap perintah Allah 
Sumber: Al-Qur’an 
Cerita: Nabi Nuh membangun kapal atas perintah Allah meski kaumnya mengejeknya. Ia yakin pada janji Allah bahwa kapal itu akan menyelamatkan dirinya dan pengikut yang beriman.
Makna: Yakin memunculkan keteguhan menghadapi ejekan dan kesulitan.

8. Kisah Nabi Muhammad ﷺ dan Hijrah – Yakin pada Perlindungan Allah 
Sumber: Hadis & Sirah
Cerita: Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar (ra) berlindung di gua. Mereka tetap yakin bahwa Allah akan menjaga mereka, meski dikejar musuh.
Makna: Yakin menguatkan keberanian dan tawakkal di situasi berbahaya. 

9. Kisah Imam Husain (as) di Karbala – Yakin pada Kebenaran 
Sumber: Hadis Ahlul Bayt & sejarah Syiah 
Cerita: Imam Husain (as) menolak baiat Yazid meski menghadapi kematian. Ia yakin pada kebenaran ajaran Allah dan Rasul-Nya. 
Makna: Yakin mendorong keberanian menegakkan kebenaran walau menghadapi risiko besar. 

10. Kisah Nabi Ayub (as) – Yakin dalam Kesabaran 
Sumber: Al-Qur’an 
Cerita: Nabi Ayub diuji dengan penyakit dan kehilangan harta, keluarga. Ia tetap yakin pada hikmah dan pertolongan Allah.
Makna: Yakin memunculkan kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian panjang.

11. Kisah Para Sahabat di Perang Badar – Yakin pada Pertolongan Allah 
Sumber: Hadis 
Cerita: Para sahabat yang kalah jumlah tetap berjuang karena yakin Allah akan menolong mereka. Kemenangan pun tercapai. 
Makna: Yakin menguatkan iman dan keberanian dalam menghadapi tantangan besar. 

12. Kisah  yang Meraih Maqam Haqqul Yaqin – Yakin Hakiki 
Sumber: Literatur tasawuf Syiah 
Cerita: Seorang murid sufi setelah bertahun-tahun dzikir dan mujahadah batin, menyadari bahwa segala yang terjadi adalah manifestasi kehendak Allah, bahkan perbuatan sehari-hari. 
Makna: Yakin hakiki membuat setiap gerak dan napas menjadi ibadah, menyadarkan bahwa Allah selalu hadir.

Manfaat memiliki yakin dalam kehidupan spiritual, sosial, dan psikologis, serta beberapa doa yang bisa diamalkan untuk menumbuhkan yakin menurut Al-Qur’an, Hadis, dan ajaran Ahlul Bayt (as). 

Manfaat Yakin; 

1. Manfaat Spiritual 
Mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman.
Menjadikan ibadah lebih khusyuk karena hati benar-benar percaya.
Menumbuhkan ketenangan batin dan mengurangi kegelisahan.
Membantu memahami hakikat hidup dan realitas Allah (makrifat).
Memperkuat tawakkal (berserah diri sepenuhnya kepada Allah).

2. Manfaat Psikologis
Mengurangi rasa takut dan cemas dalam menghadapi ujian.
Menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan.
Memberikan keyakinan diri yang sehat karena berpijak pada iman.
Membuat seseorang lebih sabar dan tabah.

3. Manfaat Sosial dan Moral
Membuat tindakan seseorang konsisten dengan kebenaran.
Menumbuhkan akhlak yang mulia, seperti kejujuran, keadilan, dan kesabaran. 
Menjadi teladan bagi orang lain dalam menghadapi ujian hidup.

Doa untuk Menumbuhkan Yakin

1. Doa dari Al-Qur’an 
QS. Al-Mu’minun [23]: 29:”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan keyakinan yang benar.” 
Manfaat: Memohon agar hati dimurnikan dan yakin bertambah dengan ilmu dan pemahaman.

2. Doa dari Hadis Ahlul Bayt (as)
Imam Ali (as) menganjurkan:
“Ya Allah, tanamkanlah di hatiku iman yang teguh, yakin yang hakiki, dan kesabaran yang sempurna.”
Manfaat: Menguatkan hati agar teguh di jalan Allah dan menolak keraguan.

3. Dzikir dan Doa Harian
Membaca “Laa ilaaha illallah” dengan penuh penghayatan.
Dzikir “Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa” (Cukuplah Allah bagiku; tiada Tuhan selain Dia). • Manfaat: Mengokohkan keyakinan pada kekuasaan Allah dan memunculkan ketenangan batin.

Manfaat Spiritual; 
1. Menguatkan iman di tengah fitnah dan godaan 
Yakin membantu tetap teguh ketika banyak orang salah arah atau menentang kebenaran.

2. Meningkatkan kualitas ibadah 
Ibadah dilakukan dengan penuh khusyuk karena hati benar-benar yakin Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

3. Mempermudah pemahaman hakikat hidup 
Dengan yakin, seseorang dapat menyadari hikmah di balik setiap ujian dan kejadian.

Manfaat Psikologis
1 Mencegah putus asa dan keputusasaan
Keyakinan membuat hati percaya bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya.

2. Meningkatkan keteguhan dalam pengambilan keputusan
Orang yang yakin lebih mantap memilih jalan yang benar tanpa bimbang berlebihan.

Manfaat Sosial dan Moral
1. Menjadi teladan bagi orang lain
Keyakinan yang teguh terlihat dalam tindakan nyata dan memberi inspirasi bagi sekitar.

2. Mendorong amal shalih dan kebaikan sosial
Orang yang yakin akan lebih konsisten dalam menolong sesama dan berbuat kebaikan karena percaya itu dicatat oleh Allah.

Tambahan Doa dan Dzikir untuk Meningkatkan Yakin

1. Doa mohon kekokohan iman
“Ya Allah, teguhkan imanku, kuatkan hatiku, dan jadikanlah aku termasuk orang yang yakin pada-Mu.” 

2. Doa dari Imam Ali (as) 
“Ya Allah, tanamkan di hatiku cahaya keyakinan yang hakiki sehingga aku tidak ragu terhadap-Mu.” 

3. Dzikir harian 
“La hawla wa la quwwata illa billah” → Menguatkan tawakkal dan yakin pada kekuasaan Allah. 
“Hasbiyallahu wa ni’mal wakeel” → Menguatkan keyakinan bahwa Allah cukup sebagai Penolong.

4. Doa pendek sebelum tidur
“Ya Allah, jangan biarkan hatiku goyah, jadikan aku yakin pada-Mu hingga akhir hidupku.”

Munajat dan doa untuk menumbuhkan yakin yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad ﷺ dan Ahlul Bayt (as), beserta maknanya. Ini bisa dijadikan panduan dzikir harian.

1. Munajat Nabi Muhammad

1. “Allahumma aghnini bima razaqtani wa thabbit qalbi ‘ala dinik” 
Arti: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang Engkau berikan, dan teguhkan hatiku di atas agama-Mu.” 
Makna: Memohon agar hati tetap yakin dan teguh di jalan Allah, tidak mudah terguncang.

2. Dzikir harian: 
“Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa ‘alayhi tawakkaltu wa Huwa rabbul-‘arshil-‘azim” 
Arti: “Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.” •Makna: Menguatkan keyakinan pada kekuasaan dan pertolongan Allah.

2. Munajat dari Ahlul Bayt (as)

1. Doa Imam Ali (as) – Munajat Yakin dan Keteguhan Hati;”Ya Allah, tanamkan di hatiku iman yang teguh, keyakinan yang hakiki, dan kesabaran yang sempurna.”
Makna: Hati yang yakin akan selalu teguh menghadapi ujian, dan amal menjadi diterima.

2. Doa Imam Ja’far ash-Shadiq (as) – Memohon Yakin Hakiki;”Ya Allah, jadikan aku di antara hamba-Mu yang yakin kepada-Mu dengan ilmu, pengalaman, dan hakikat.”
Makna: Memohon keyakinan yang lahir dari pengetahuan, pengalaman hidup, dan makrifat batin.

3. Dzikir Ahlul Bayt (as):
“La hawla wa la quwwata illa billah” 
Makna: Meneguhkan tawakkal dan yakin sepenuhnya bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. 

4. Doa Harian untuk Yakin dan Tawakkal:”Ya Allah, teguhkan imanku, percayakan hatiku pada-Mu, dan jauhkan dari keraguan duniawi.”
Makna: Menumbuhkan keteguhan batin dan memurnikan hati dari rasa ragu.

Yakin dengan 10 janji Allah swt dalam Ayat Quran ; Semua Amal Perbuatan akan kembali ke diri sendiri; 

1, Yang Melihat ( Meyakini Kebenaran) hasilnya dan manfaatnya akan kembali pada dirinya: 
Al-Quran 6:104:

قَدْ جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

2, Yang Beramal Sholeh akan kembali padanya; 
Al-Quran 41:46

مَّنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.

3, Yang Bersyukur akan dikembalikan pada dirinya; 
Al-Quran 27:40

قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

4, Yang Mensucikan dirinya (Yg berzakat) hasilnya akan dikembalikan padanya; 
Al-Quran 35:18

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۗ إِنَّمَا تُنذِرُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ ۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).

5, Yang Berjihad (Bersungguh-Sungguh) juga manfaatnya akan dikembalikan padanya;
Al-Quran 29:6

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

6, Yang memberi petunjuk, maka petunjuk itu akan dia dapatkan kembali; 
Al-Quran 17:15

مَّنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

7, Yang kikir atau pelit juga akan dia dapatkan kepelitan dalam hidupnya
Al-Quran 47:38

هَا أَنتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُم

Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

8, Yang Nakasa (Melanggar janji) maka akan balik padanya: 
Al-Quran 48:10

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

9, Yang Yaksib isman ( Yang mengerjakan dosa) maka akan balik padanya; 
Al-Quran 4:111

وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

10, Yang memiliki Absoro (Bukti kebenaran) juga akan kembali padanya; Al-Quran 6:104

قَدْ جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

Yakin dengan janji Rasulullah saw dari Doa Munjia;

Diriwayatkan oleh Ibrahim Alkafami, dari kitab Albaladul Amin;  

Doa dari Nabi Muhammad saw yang membacanya 10 kali setiap hari maka Allah Swt ; 
1, Mengampuni 4000 Dosa Besarnya
2, Dimudahkan Sakaratul mautnya 
3, Kuburnya tidak menghimpitnya 
4, Diselamatkan dari 100 ribu kesusahan hari kiamat  
5, Dijaga dari kejahatan syeithon dan tentaranya  
6, Akan dilunasi hutangnya 
7, Dihilangkan kesedihan dan kesusahannya 
8, Dikabulkan doa-doanya

Doanya :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، 

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ ،

١، أَعْدَدْتُ لِكُلِّ هَوْلٍ لاَإِلَهَ إِلاَّاللَّهُ، 

٢، وَلِكُلِّ هَمٍّ وَغَمٍّ مَاشَاءَ اللَّهُ، 

٣، وَلِكُلِّ نِعْمَةٍ اَلْحَمْدُلِلَّهِ، 

٤، وَلِكُلِّ رَخَاءٍ الشُّكْرُ لِلَّهِ، 

٥، وَلِكُلِّ أُعْجُوبَةِ سُبْحَانَ اللَّهِ، 

٦، وَلِكُلِّ ذَنْبٍ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، 

٧، وَلِكُلِّ مُصِيبَةٍ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، 

٨، وَلِكُلِّ ضِيقٍ حَسْبِيَ اللَّهُ، 

٩، وَلِكُلِّ قَضَاءٍ وَقَدَرٍ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، 

١٠، وَلِكُلِّ عَدُوٍّ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ، 

١١، وَلِكُلِّ طَاعَةٍ وَ مَعْصِيَةٍ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Bismillâhirrohmânirrohîm, 
Allâhumma sholli ‘alâ Muhammadin wa âli muhammadin, 
1, A'dadtu likulli haulin lâ ilâha illallâh 
2, wa likulli hammin wa ghommin mâ syâ-allâh, 
3, wa likulli ni’matin alhamdulillâh, 
4, walikulli roghô-in Asy-syukru lillâh, 
5, walikulli u’jûbati subhânallâh, 
6, wa likuuli dzambin astaghfirullâh 
7, wa likulli mushîbatin innâ lillâhi wa innâ ilaihi rôji’ûn, 
8, wa likulli dîqin hasbiyallâh 
9, walikulli qodhô-in wa qodarin tawakkaltu ‘alallâh, 
10, walikulli ‘aduwwin I’tashomtu billâh, 
11, wa likuli thô-atin wa ma’shiyatin lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.

Dengan asma Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang, 
1, Daku persiapkan untuk setiap kegelisahan ;  lâ ilâha illallâh, (tidak ada tuhan kecuali Allah) 
2, untuk setiap kesumpekan dan kesusahan; mâ syâ- allâh, (apapun kehendak-Mu Ya Allah) 
3, untuk setiap nikmat ; alhamdulillâh, (segala puji bagi Allah) 
4, untuk setiap kelapangan : syukru lillâh, (syukur pada-Mu Ya Allah) 
5, untuk setiap yang mengagumkan ; subhânallâh, (Maha Suci Engkau Ya Allah), 
6, untuk setiap dosa ; astaghfirullâh, (daku mohon ampun pada-Mu Ya Allah)  
7, untuk setiap musibah ; innâ lillâhi wa innâ ilaihi rôji’ûn, (segala sesuatu dari- Mu Ya Allah dan akan kembali kepada-Mu) 
8, untuk setiap kesempitan ; hasbiyallâh, (cukuplah bagi-Mu Ya Allah)  
9, untuk semua taqdir dan ketetapan ; tawakkaltu ‘alallâh, (daku percayakan pada-Mu Ya Allah) 
10, untuk setiap musuh ; i’tashomtu billâh, (daku berlindung pada- Mu Ya Allah) 
11, untuk setiap ketaatan dan kemaksiatan ; lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm. (daku tidak memiliki kekuatan kecuali dari- Mu Ya Allah).


Yakin dengan Munajat Para Pengharap akan didapat; Munajat Imam Ali AsSajjad as

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. 
Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. 

Wahai Dzat, yang bila hamba-Nya meminta Ia memberi, yang bila ia memohonkan apa yang disisi-Nya. Dia menyampaikan keinginan-Nya, 
yang bila ia datang kepada-Nya 
Dia menghampirinya dan mendekatinya, yang bila ia menampakkan durhaka-Nya 
Dia menutup dan membungkus dosanya, Yang bila ia bersandar pada-Nya. Dia mencukupi keperluannya

Illahi, siapa gerangan yang datang mencari sambutan-Mu tidak Kausambut. Siapa gerangan yang beristirahat pada pintu-Mu mengharapkan panggilan-Mu tidak Kau terima. Apakah sebaiknya daku kembali dari pintu-Mu dengan tangan hampa. Padahal tidak kuketahui selain-Mu ada mawla yang berhati mulia.

Apakah mungkin daku mencari selain-Mu. Kebaikan seluruhnya ditangan-Mu. Apakah mungkin daku mengharapkan selain-Mu 
ciptaan dan perintah milik-Mu.  Apakah mungkin daku berputus asa dari-Mu. Apakah Engkau akan memberiku karunia-Muyang tidak kuminta, yang sepertiku. Daku berpegang teguh pada tali-Mu. Wahai yang karena rahmat-Nya beruntung qosidun(orang yang berharap) yang karena nikmat-Nya tidak sia-sia mustaghfirun (orang yang memohon ampun), mana mungkin daku melupakan-Mu padahal tidak henti-hentinya Engkau kenanganku, mana mungkin daku melalaikan-Mu padahal Engkau selalu menyertaiku

Ilahi, di bawah kemurahan-Mu daku tadahkan tanganku. Untuk menggapai anugerah-Mu daku ulurkan keinginanku. Murnikan daku dengan kemurnian tauhid-Mu. 
Jadikan daku yang terpilih dari hamba-Mu. Wahai Zat yang kepada-Nya berlari, setiap pencari perlindungan, dan kepada-Nya pencari karunia berharap. 
Wahai sebaik -baiknya yang diharap.
Wahai semulia -mulianya Yang Diseru. Wahai Zat Yang tidak menolak pemohon, tidak mengusir pendamba. Wahai Yang pintu-Nya terbuka bagi penyeru-Nya. 
Yang hijab-Nya terangkat dari pengharap-Nya. Daku bermohon dengan kemurahan-Mu karuniakan padaku anugerah-Mu, yang membahagiakan hatikukaruniakan padaku; anugerah-Mu yang menenteramkan jiwaku, berikan padaku keyakinan 
yang meringankan segala musibat dunia dan tersingkap dari bashirahku tirai kebutaan dengan rahmat-Mu 
Wahai Yang  Paling Pengasih dari segala yang mengasihi


Semoga bermanfaat!!!
Mohon Doa!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit