Wirid & Zikir Hari Kamis

Perbedaan antara wirid dan zikir sering kali halus karena keduanya saling berkaitan, namun secara istilah dan praktik spiritual ada beberapa perbedaan penting. 

Berikut 5 perbedaan utama antara wirid dan zikir:

1. Dari segi makna dasar
Zikir (ذِكر) secara harfiah berarti mengingat — yaitu mengingat Allah, baik dengan lisan, hati, maupun perbuatan.
Wirid (ورد) berarti bacaan rutin atau amalan yang diulang-ulang secara teratur — yaitu zikir, doa, atau ayat tertentu yang diamalkan setiap waktu tertentu (pagi, petang, sesudah salat, dll).
🟢 Kesimpulan:
Zikir adalah inti dari mengingat Allah, sedangkan wirid adalah bentuk pengamalan zikir secara teratur.

2. Dari segi bentuk amalan
Zikir bisa spontan — misalnya seseorang mengucap “Subhanallah” ketika melihat keindahan alam.
Wirid lebih bersifat tertata dan memiliki bilangan tertentu, seperti membaca Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 34x (Tasbih Fatimah) setelah salat.
🟢 Kesimpulan:
Zikir bersifat bebas dan luas; wirid bersifat teratur dan terikat aturan.

3. Dari segi waktu dan keterikatan
Zikir dapat dilakukan kapan saja, tanpa waktu khusus.
Wirid biasanya memiliki waktu dan tata cara tertentu, seperti wirid pagi, wirid petang, atau wirid sesudah salat wajib.
🟢 Kesimpulan:
Zikir tidak terikat waktu, wirid terjadwal dan rutin.

4. Dari segi tujuan
Zikir bertujuan untuk menghadirkan kesadaran akan Allah di hati (hudhur qalb).
Wirid bertujuan menjaga kontinuitas zikir, agar hati senantiasa terlatih dan terhubung dengan Allah.
🟢 Kesimpulan:
Zikir adalah isi (ruh), wirid adalah sarana (latihan teratur) untuk menjaga ruh itu tetap hidup.

5. Dari segi kedalaman spiritual
Zikir lebih menekankan rasa dan kehadiran hati, sehingga lebih tinggi derajatnya dalam makrifat.
Wirid adalah jalan menuju zikir sejati, yaitu latihan lahiriah agar zikir hati menjadi mantap.
🟢 Kesimpulan:
Wirid adalah tangga; zikir adalah puncak kesadaran ruhani.

Jika diringkas dalam satu kalimat:
Zikir adalah mengingat Allah dengan hati dan lisan, sedangkan wirid adalah zikir yang diatur dan diamalkan secara rutin untuk menumbuhkan kehadiran hati dalam zikir itu sendiri.

Sekarang kita lihat perbedaan wirid dan zikir dari sisi makrifat — yaitu pandangan para arif (ahli hakikat dan tasawuf sejati).

🌺 1. Zikir adalah kehadiran, Wirid adalah jalan menuju kehadiran
Dalam pandangan makrifat,
Zikir bukan sekadar ucapan, tetapi kesadaran penuh akan Kehadiran Allah.
Bila hati benar-benar hadir bersama Allah, maka diam pun menjadi zikir.
Wirid adalah disiplin lahiriah dan batiniah untuk menghidupkan hati agar bisa sampai pada zikir yang sejati.

🕊️ Para arif berkata:
“Wirid adalah mengetuk pintu-Nya dengan lidah, zikir adalah ketika engkau masuk dan duduk di hadirat-Nya dengan hati.”

🌿 2. Wirid adalah latihan (riyadhah), zikir adalah buah (tsamarah)
Wirid seperti menyirami tanah hati dengan pengulangan bacaan dan doa.
Zikir adalah buah yang tumbuh dari tanah hati yang lembab oleh wirid — yaitu kesadaran konstan akan Allah.

🕊️ Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata:
“Zikir dengan lisan adalah permulaan, dengan hati adalah pertengahan, dan dengan hakikat adalah kesempurnaan.”
Artinya, wirid adalah permulaan, sedangkan zikir makrifat adalah kesempurnaannya.

🌸 3. Wirid masih ada “pelaku”, zikir sejati tiada lagi “aku”
Dalam wirid, seseorang masih merasa “aku sedang berzikir”.
Dalam zikir makrifat, kesadaran “aku” lenyap — yang tinggal hanyalah Allah yang mengingat Diri-Nya melalui dirimu.

🕊️ Dalam bahasa para arif:
“Awal zikir adalah engkau mengingat Allah;
Akhir zikir adalah ketika engkau disingkirkan, dan yang berzikir hanyalah Allah di dalammu.”
Ini disebut fana’ fidz-dzikr — lenyap dalam zikir, hidup bersama yang Diingat.

🌙 4. Wirid bisa berhenti, zikir sejati tidak pernah berhenti
Wirid dilakukan pada waktu tertentu — pagi, petang, sesudah salat.
Tetapi zikir makrifat tidak pernah berhenti, karena ia menjadi keadaan hati (hal), bukan sekadar perbuatan.

Sebagaimana firman Allah:
“Alladzīna yadzkurūnallāha qiyāman wa qu‘ūdan wa ‘alā junūbihim…”
— “…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring.” (QS. Āli ‘Imrān [3]:191)

🕊️ Para arif menafsirkan:
“Itulah tanda orang yang hatinya selalu hadir bersama Allah — zikirnya tidak terputus walau lisannya diam.”

🌼 5. Wirid adalah permohonan, zikir adalah penyaksian
Dalam wirid, hamba masih berada pada maqam ṭalab — memohon, mendekat, berlatih.
Dalam zikir makrifat, hamba masuk ke maqam mushāhadah — menyaksikan, menyatu dalam cinta dan kehadiran Ilahi.

🕊️ Sayyidina Ali (as) berkata:
“Aku tidak menyembah Tuhan yang tidak aku lihat.”
Para arif menafsirkan: itu adalah puncak zikir — ketika yang Diingat menjadi yang Dirasakan.

🌺 Ringkasan Makrifat:

Aspek Wirid Zikir
Hakikat Latihan lahiriah dan batiniah Kehadiran dan kesadaran Ilahi
Pelaku Masih ada “aku” yang beramal “Aku” lenyap, hanya Allah yang mengingat
Waktu Terikat waktu dan jumlah Tidak terbatas oleh waktu
Tujuan Melatih hati Menyatu dalam hadirat Allah
Kedudukan Jalan Tujuan

Jika disimpulkan dengan kalimat arifin:
“Wirid adalah tangga menuju zikir, dan zikir sejati adalah tenggelam dalam Kehadiran yang Diingat — tanpa huruf, tanpa suara, hanya cahaya kesadaran akan Allah.”

Hari Kamis; hari kelima proses penciptaan Alam

Dzikir Hariannya;
Zikir Harian Agar Dikabulkan Hajat

Diriwayatkan dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s. beliau berkata: “Barangsiapa yang mengulang-ulangi dzikir asmaa di bawah ini setiap harinya masing-masing 1000 kali selama tiga minggu maka akan dikabulkan hajatnya (Insya Allah) dengan segera. (Kitab Mujarrobat Imaamiyah fi Syifa’I bil Qur’an wad du’a, hal. 371)

 Hari Kamis :

‎لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، اَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنَ

Laa ilaha illallahu, al-Malikul Haqqul Mubiin

Duhai tidak ada ilah (tuhan) kecuali Allah pemilik kebenaran yang nyata


Ziarah Hari Kamis
Ziarah yang dinisbatkan kepada Imam Hasan Askari as

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ 

السَّلامُ عَلَيْكَ يا وَلِيَّ اللهِ، 

السَّلامُ عَلَيْكَ يا حُجَّةَ اللهِ وَخالِصَتَهُ، 

السَّلامُ عَلَيْكَ يا إِمامَ المُؤْمِنِينَ، 

وَوارِثَ المُرْسَلِينَ، 

وَحُجَّةَ رَبِّ العالَمِينَ. 

صَلَّىٰ اللهُ عَلَيْكَ 

وَعَلَىٰ آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ، 

يا مَوْلايَ، يا أَبا مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بْنَ عَلِيٍّ، 

أَنا مَولىً لَكَ وَلآلِ بَيْتِكَ، 

وَهذا يَوْمُكَ وَهُوَ يَوْمُ الخَمِيسِ، 

وَأَنا ضَيْفُكَ فِيهِ وَمُسْتَجِيرٌ بِكَ فِيهِ، 

فَأَحْسِنْ ضِيافَتِي وَإِجارَتِي، 

بِحَقِّ آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa Āli Muḥammad
As-salāmu ‘alayka yā waliyyallāh,
As-salāmu ‘alayka yā ḥujjatallāh wa khāliṣatah,
As-salāmu ‘alayka yā imānal-mu’minīn,
Wa wāritsal-mursalīn,
Wa ḥujjata rabbil-‘ālamīn.
Ṣallallāhu ‘alayka
Wa ‘alā Āli baytikaṭ-ṭayyibīn aṭ-ṭāhirīn,
Yā mawlāya, yā Abā Muḥammadil-Ḥasani bin ‘Alī,
Anā mawlun laka wa li Āli baytik,
Wa hādhā yawmuka wa huwa yawmul-khamīs,
Wa anā ḍayfuka fīhi wa mustajīrun bika fīhi,
Fa aḥsin ḍiyāfatī wa ijāratī,
Biḥaqqi Āli baytikaṭ-ṭayyibīn aṭ-ṭāhirīn.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Salam sejahtera atasmu, wahai wali Allah.
Salam sejahtera atasmu, wahai hujjah (bukti) Allah dan hamba pilihan-Nya.
Salam sejahtera atasmu, wahai imam orang-orang beriman,
pewaris para rasul,
dan hujjah Tuhan semesta alam.
Semoga Allah mencurahkan salawat kepadamu
dan kepada Ahlul Baitmu yang suci dan disucikan.
Wahai junjunganku, wahai Abu Muhammad Hasan bin Ali,
aku adalah pengikutmu dan pengikut Ahlul Baitmu.
Dan ini adalah harimu, yaitu hari Kamis.
Aku adalah tamumu pada hari ini, dan aku berlindung kepadamu pada hari ini.
Maka jamulah aku dengan baik dan lindungilah aku,
demi hak Ahlul Baitmu yang suci dan disucikan.


Doa Perlindungan Hari Kamis
عوذة يَوْمِ الخَمِيس

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ 

أُعِيذُ نَفْسِي بِرَبِّ الْمَشارِقِ وَ الْمَغارِبِ 

مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ 

وَ قَائِمٍ وَ قَاعِدٍ وَ عَدُوٍّ وَ حَاسِدٍ وَ مُعَانِدٍ 

وَ يُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّماءِ ماءً 

لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ 

وَ يُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطانِ 

وَ لِيَرْبِطَ عَلى قُلُوبِكُمْ 

وَ يُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدامَ 

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هذا مُغْتَسَلٌ بارِدٌ وَ شَرابٌ 

وَ أَنْزَلْنا مِنَ السَّماءِ ماءً طَهُوراً 

لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتاً 

وَ نُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنا أَنْعاماً وَ أَناسِيَّ كَثِيراً 

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ 

ذلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَ رَحْمَةٌ 

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ 

فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ 

لا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ 

وَ اللَّهُ غالِبٌ عَلى أَمْرِهِ 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ 

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ 

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ 

وَ أَعُوذُ بِقُدْرَةِ اللَّهِ 

وَ أَعُوذُ بِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ 

وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيماً.

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa Āli Muḥammad
U‘īdhu nafsī birabbil-mashāriqi wal-maghārib
Min kulli shayṭānin mārid
Wa qā’imin wa qā‘id, wa ‘aduwwin wa ḥāsid, wa mu‘ānid
Wa yunazzilu ‘alaykum minas-samā’i mā’an
Liyuṭahhirakum bih
Wa yudhhiba ‘ankum rijzas-shayṭān
Wa liyarbita ‘alā qulūbikum
Wa yuthabbit bihi al-aqdām
Urkuḍ birijlika, hādhā mughtasalun bāridun wa sharāb
Wa anzalnā minas-samā’i mā’an ṭahūrā
Linuhyiya bihi baldatan maytā
Wa nusqiyahu mimmā khalaqnā an‘āman wa anāsiyya kathīrā
Al-āna khaffafa-llāhu ‘ankum
Dhālika takhfīfun min rabbikum wa raḥmah
Yurīdu-llāhu an yukhaffifa ‘ankum
Fasayakfīkahumu-llāhu wa huwa as-samī‘u al-‘alīm
Lā ilāha illā-llāh
Wa-llāhu ghālibun ‘alā amrih
Lā ilāha illā-llāh
Muḥammadun Rasūlu-llāh
Ṣallā-llāhu ‘alayhi wa ālih
A‘ūdhu bi‘izzati-llāh
Wa a‘ūdhu biqudrati-llāh
Wa a‘ūdhu birasūlih ṣallā-llāhu ‘alayhi
Wa ālih wa sallama taslīmā.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Aku memohon perlindungan bagi diriku kepada Tuhan yang menguasai timur dan barat,
dari setiap setan yang durhaka,
yang berdiri maupun yang duduk, dari musuh, pendengki, dan pembangkang.
Dan Dia menurunkan kepadamu air dari langit,
agar dengannya Dia menyucikanmu,
menghilangkan kotoran setan darimu,
meneguhkan hatimu,
dan mengokohkan langkah-langkahmu.
“Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.”
Dan Kami menurunkan dari langit air yang suci,
agar dengannya Kami menghidupkan negeri yang mati,
dan memberi minum ternak serta banyak manusia yang Kami ciptakan.
Sekarang Allah telah meringankan bebanmu,
itulah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu.
Allah menghendaki untuk meringankan bebanmu,
maka Allah akan mencukupimu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Tiada Tuhan selain Allah,
dan Allah Maha Berkuasa atas segala urusan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah,
Muhammad adalah utusan Allah.
Semoga Allah mencurahkan salawat kepadanya dan keluarganya.
Aku berlindung kepada keperkasaan Allah,
aku berlindung kepada kekuasaan Allah,
dan aku berlindung kepada Rasul-Nya,
semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya serta keluarganya.


Doa Hari Kamis Imam Ali a.s.
Doa Hari Kamis Sayyidah Fathimah a.s.
Doa Hari Kamis Imam Ali Zainal Abidin a.s.

Munajat Pertama Kamis:
Munajat Orang Yang Taat
Munajat Kedua Kamis:
Munajat Orang Yang Mencari Perlindungan 


Ziarah Hari Kamis

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَلِىَّ اللهِ، 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حُجَّةَ اللهِ وَخَالِصَتَهُ، 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَااِمَامَ الْمُؤْمِنِيْنَ، 

وَوَارِثَ الْمُرْسِلْيَن 

وَحُجَّةَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، 

صَلَّىالله عَلَيْكَ 

وَعَلَى آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ،

‏Bismillahir rohmaanir rohiim, Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aali muhammadin

‏Assalaamu ‘alaika yaa waliyyallah, 
‏assalaamu ‘alaika yaa hujjatallah wakhoolishotah
‏Assalaamu ‘alaika yaa imaamal mu’miniin, wawaritsal mursaliin wahujjata robbil’aalamiin
‏Shollollaahu ‘alaika wa’alaa aali baitikath thoyyibiinath thoohiriin, 

 يَا مَوْلاَيَ يَااَبَا مُحَمَّدٍ الْحَسَنَ بْنَ عَلِى، اَنَا مَوْلًى لَكَ وَِلآلِ بَيْتِكَ، وَهَذَا يَوْمُكَ، وَهُوَ يَوْمُ الْخَمِيْسِ، وَاَنَا ضَيْفُكَ فِيْهِ وَمُسْتَجِيْرٌ بِكَ فِيْهِ، فَاَحْسِنْ ضِيَافَتِىْ وَاِجَارَتِىْ بِحَقِّ آلِ بَيْتِكَ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ

yaa maulaayaa yaa abaa muhammadil hasannabna ‘aliy, ana maulan laka wali aali baitika, wahaadzaa yaumuka, wahuwa yaumul khomiis, wa ana dhoifuka fiihi wamustajiirun bika fiih, fa ahsin dhiyaafatii waijaarotii bihaqqi aali baitikath thoyyibiinath thoohiriin

 ***


Doa Hari Kamis
Imam Ali bin Abi Tholib a.s. 

 ‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ فِي كُلِّ نَفَسٍ مِنَاْلأَنْفَاسِ، وَخَطَرَةِ مِنَ الْخَطَرَاتِ مِنَّا مِنَنٌ لاَتُحْصَى، وَفِي كُلِّ لَحْظَةٍ مِنَاللَّحَظَاتِ نِعَمٌ لاَتُنْسَى، وَفِي كُلِّ حَالٍ مِنَ الْحَالاَتِ عَائِدَةٌ لاَتَخْفَى.

Bismillahir rohmaanir rohiim, Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aali Muhammad, Alhamdulillaahil-ladzii lahuu fii kulli nafasin minal anfaas, wa khothoroti minal khothoroti minnaa minanun laa tuh-shoo, wafii kulli lah-dhotim minal-lahadhooti ni’amun laa tunsaa, wafii kulli haalin minal haalaati ‘aa-idatun laa takhfaa

Segala puji bagi Allah yang memiliki segala nikmat yang tiada terhitung pada setiap nafas dari sekian banyak nafasan, dan pada setiap lintas dari berbagai lintasan, dan pada setiap detik dari sekian banyak detik, Dia memiliki kenikmatan yang tiada dapat dilupakan, dan pada setiap keadaan dari berbagai keadaan. Dia memiliki kelembutan yang tidak samar.

وَسُبْحَانَ اللهِ الَّذِي يَقْهَرُ الْقَوِيَّ، وَيَنْصُرُ الضَّعِيْفَ، وَيَجْبُرُالْكَسِيْرَ، وَيُغْنِيَ الْفَقِيْرَ، وَيَقْبَلُ الْيَسِيْرَ، وَيُعْطِيَ الْكَثِيْرَ، وَهُوَعَلَىكُلِّ شَيْءٍقَدِيْرٌ. وَلاَإِلَهَ إِلاَّ الله أَلسَّابِغُ النِّعْمَةِ، أَلْبَالِغُ الْحِكْمَةِ، أَلدَّامِغُ الْحُجَّةِ، أَلْوَاسِعُ الرَّحْمَةِ، أَلْمَانِحُ الْعِصْمَةِ.

 Wasubhaanallaahil-ladzii yaqharul qowiy, wayan-shurudh-dho’iif, wayajburul kasiir, wayugh-niyal faqiir, wayaqbalul yasiir, wayu’thiyal katsiir, wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, walaa ilaaha illallaah as-saabighun-ni’mah, al-baalighul hikmah, ad-daamighul hujjah, al-waasi’ur-rohmah, al-maanihul ‘ishmah

 Maha suci Allah yang kuasa mengatur orang kuat, dan menolong orang lemah, dan menambah yang kurang memberi kecukupan orang fakir, menerima yang sedikit, memberi yang banyak. Dengan kriteria standart Maha kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah yang melimpah nikmat-Nya yang luas kebijakan-Nya yang tegas dengan hujjah-Nya yang luas rahmat-Nya yang memberi penjagaan.

 وَاللهُ أَكْبَرُ ذُوالسُّلْطَانِ الْمَنِيْعِ، وَالْبُنْيَانِ الرَّفِيْعِ، وَاْلإِنْشَاءِ الْبَدِيْعِ، وَالْحِسَابِ السَّرِيْعِ، وَصَلَّىاللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ خَيْرِ النَّبِيِّيْنَ، وَإِمَامِ الطَّاهِرِيْنَوَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا، أَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ سُؤَالِ الْخَائِفِ مِنْ وَقْفَةِ الْمُؤْقِفِ، أَلْوَجِلِ مِنَ الْعَرْضِ، أَلْمُشْفِقِ مِنَ الْخَشْيَةِ، أَلنَّادِمِ عَلَى خَطِئَتِهِ،

‏Wallaahu akbar dzus-sulthoonil manii’, wal bunyaanir-rofii’, wal insyaa-il badii’, wal hisaabis-sarii’, washollallaahu ‘alaa Muhammadin khoyrin-nabiyyiin, wa imaamith-thoohiriin wasallama tasliimaa, Allaahumma innii as-aluka su-aalil khoo-ifi min waqfatil mu’qifi, al-wajili minal ‘ardhi al-musyfi-qi minal khosy-yati, an-naadimi ‘alaa khothii-atihi

Maha besar Allah yang memiliki kerajaan yang kuat, dan bangunan kekuasaan yang tertinggi dan penciptaan yang indah dan hisab yang cepat. Dan semoga sholawat atas Muhammad sebaik baik para Nabi, dan Imam para yang suci dan semoga salam juga atasnya.

Ya Allah aku mohon kepada-Mu permintaan orang yang takut, dari petaka di hari kiamat, yang takut dari ……. Dan takut karena hisab, yang menyesal atas kesalahan, 

أَلَّذِي لَمْ يَكِنَّهُ مَكَانٌ عَنْكَ، وَلاَوَجَدَ مَفَرَّا إِلاَّ إِلَيْكَ، مُقِرٌّا بِعَظِيْمِ ذُنُوْبِهِ، قَدْأَحَاطَتْ بِهِ الْهُمُوْمِ، وَضَاقَتْ عَلَيْهِ اْلأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ، مُوْقِنٌ بِالْمَوْتِ، مُبَادِرٌبِالتَّوْبَةِ قَبْلَ الْفَوْتِ، إِنْ مَنَنْتَ عَلَيْهِ وَعَفَوْتَ، فَأَنْتَ إِلَهِي رَجَائِي إِذَا ضَاقَ عَنِّي الرَّجَاءِ، وَمَلاَذِي إِذَا لَمْ أَجِدَ مَلاَذَا.

‏Al-ladzii lam yakinnahuu makaanun ‘anka, walaa wajada mafarron illaa ilayk, muqirrun bi’adhiimi dzunuubihi, qod ahaathot bihil humuum, wa dhooqot ‘alaihil ardhu bimaa rohubat, muuqinun bil mauti, mubaadirun bit-taubati qoblal fauti, in mananta ‘alaihi wa ‘afauta, fa anta ilaahii rojaa-ii idzaa dhooqo ‘annir-rojaa’, wa malaadzii idzaa lam ajida malaadzaa

Yang tiada mendapatkan tempat berlindung dari siksa-Mu dan tiada mendapatkan tempat lari kecuali hanya kepada-Mu, telah tertimpa oleh kegelisahan, sempit baginya bumi dengan keluasannya yakin dengan kematian, cepat bertaubat sebelum tertinggalkan, bila Engkau memberi padanya dan memaafkannya, maka Engkau Tuhanku dan harapanku, bila sempit bagiku harapan dan Engkau pelindungku bila aku tidak mendapatkan pelindung.

تَوَحَدْتَ يَا رَبِّ بِالْعِزِّ وَاْلعَلاَءِ، وَتَفَرَّدْتَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ وَالْبَقَاءِ، وَأَنْتَ الْمُتَعَزِّزُ الْمُتَفَرِّدُ بِالْمَجْدِ، فَلَكَ رَبِّي الْحَمْدُ. أَلَّفْتَ بِقُدْرَتِكَ الْفِرَقَ، وَفَلَقْتَبِقُدْرَتِكَ الْفَلَقَ، وَأَثْبَتَّ بِكَرَمِكَ دَيَاجِيَ الْغَسَقِ وَأَجْرَيْتَ الْمِيَاهَ مِنَ الصُّمِّالصَّيَاخِيْدِ عَذْبًا وَأُجَاجَا،

‏Tawahad-ta yaa robbi bil ‘izzi wal ‘alaa-i, watafar-rodta bil wahdaaniyyati wla baqoo’, wa antal muta’az-zizul mutafarridu bil majdi, falakal robbil hamdu allafta biqudrotikal firoq, wa falaqta bi biqudrotikal falaq, wa ats-bat-ta bikaromika dayaajiyal ghosaqi wa ajroytal miyaaha minash-shummish-shoyyaakhiidi ‘adz-ban wa ujaajaa

Engkau Maha Esa, wahai Tuhan dengan keagungan dan ketinggian, Engkau Maha Esa dalam keesaan dan kekekalan. Engkau yang Maha agung Maha Esa, dengan keagungan, maka segala puji bagi-Mu wahai Tuhan, Engkau telah menundukkan dengan kekuasaan-Mu kelompok-kelompok (yang bertikai). Dan Engkau ciptakan jagad raya dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau mematikan dengan kemuliaan-Mu kegelapan malam dan Engkau jalankan air dari dasar bumi yang panas membara, tawar dan asin, 

 وَجَعَلْتَ الشَّمْسَ لِلْبَرِيَّةِ سِرَاجًا وَهَّاجًا وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ أَبْرَاجًا مِنْ غَيْرِ أَنْتُمَارِسَ فِيْمَا ابْتَدَأَتَ لُغُوْباً وَلاَ عِلاَجَا، وَأَنْتَ إِلَهُ كُلِّ شَيْءٍ وَخَالِقُهُ، وَجَبَّارُكُلِّ مَخْلُوْقٍ وَرَازِقُهُ، فَالْعَزِيْزُ مَنْ أَعْزَزْتَ، وَالسَّعِيْدُ مَنْ أَسْعَدْتَ، وَالشَّقِيُّ مَنْأَشْقَيْتَ، وَالْغَنِيُّ مَنْ اَغْنَيْتَ،

‏Waja’altasy-syamsa lil bariyyati siroojaw-wah-haajaa, wal qomaro wan-nujuuma abroojam min ghoiri an tumaarisa fiimab-tada-ata lughuuban walaa ‘ilaajaa, wa anta ilaahu kulli syai-in wa khooliquhu, wa jabbaaru kulli makh-luuqin wa rooziquhu, fal ‘aziizu man a’zazta, was-sa’iidu man as-‘adta, wasy-syaqiyyu man asy-qoyta wal ghoniyyu man agh-nayta 

Dan Engkau menjadikan matahari sebagai lampu yang terang, bulan dan bintang sebagai bintang, dengan tanpa ada pertentangan dalam apa yang Engkau ciptakan……… Engkau tiada segala sesuatu dan penciptanya, dan yang menguasai semua makhluk dan pemberi rizkinya, orang yang mulia adalah orang yang Engkau muliakan, dan orang bahagia adalah yang Engkau bahagiakan, dan orang celaka adalah yang Engkau celakakan,  orang kaya adalah yang Engkau cukupi, 

وَالْفَقِيْرُ مَنْ أَفْقَرْتَ، أَنْتَ وَلِيِّي وَمَوْلاَيَ، وَعَلَيْكَ رِزْقِي، وَبِيَدِكَنَاصِيَتِي، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَافْعَلْ بِي مَاأَنْتَ أَهْلُهُ، وَعُدْبِفَضْلِكَ عَلَى عَبْدٍ غَمَرَهُ جَهْلُهُ، وَلسْتَوْلَى عَلَيْهِ التَّسْوِيْفُ حَتَّى سَالَمَاْلأَيَّامَ، فَارْتَكَبَ الْمَحَارِمَ وَالآثَامَ.

‏Wal faqiiru man afqorta, anta waliyyi wa maulaaya, wa ‘alaika rizqii, wabiyadika naa-shiyatii, fasholli ‘alaa Muhammada wa aali Muhammad, waf’al bii maa anta ahluhu, wa’ud bi fadh-lika ‘alaa ‘abdin ‘ghomarohu jahluhu, walis-taulaa ‘alaihit-taswiifu hattaa saalamal ayyaama, fartakabal mahaarima wal aatsaama

Dan orang fakir adalah orang yang Engkau fakirkan. Engkau penolongku dari pengasihku. Tanggungan-Mu rizqiku di tangan-Mu segala kehendakku, berilah selawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, dan perbuatlah padaku apa yang menjadi ahli-Mu, dan berilah keutamaan-Mu untuk hamba yang telah diperoleh oleh kebodohannya, dan dikuasai oleh pengandaian, sehingga tertinggal oleh banyak hari, maka ia melanggar larangan dan dosa.

 فَاجْعَلْنِي سَيِّدِي عَبْدًا يَفْزَعُ إِلَىالتَّوْبَةِ، فَإِنَّهَا مَفْزَعُ الْمُذْنِبِيْنَ، وَأَغْنِنِي بِجُوْدِكَ الْوَاسِعِ عَنِ الْمَخْلُوْقِيْنَ، وَلاَ تُحْوِجْنِي إِلَى شِرَارِالْعَالَمِيْنَ، وَهَبْ لِي عَفْوَكَ فِي مَوْقِفِ يَوْمَ الدِّيْنِ فَإِنَّكَ أَرْحَمُ الرَّحِمِيْنَ، وَأَجْوَدُ اْلأَجْوَدِيْنَ، وَأَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.

‏Faj’alnii yaa sayyidii ‘abdan yaf-za’u ilat-taubati, fa innaha mafza’ul mudz-nibiin, wa agh-ninii bijuudikal waas’i ‘anil makh-luuqiina, walaa tuhwijnii ilaa syirooril ‘aalamiin, wahab lii ‘afwaka fii mauqifi yaumad-diini fa-innaka arhamur-roohimiin, wa ajwadul ajwadiin, wa akromal akromiin.

Wahai Tuhanku jadikanlah aku seorang hamba yang lari untuk bertaubat,  karena merupakan pelarian orang-orang yang berdosa. Dan cukupilah aku dengan kebaikan-Mu yang luas dari para makhluk, dan janganlah Engkau jadikan aku butuh kepada orang-orang jahat di alam semesta, berilah aku maaf-Mu di mahsyar di hari kiamat, maka sesungguhnya Engkau Maha kasih dari para pengasih. Dan Maha pemurah dari para yang pemurah. Dan yang Maha mulia dari para mulia,

يَا مَنْ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَاْلأَمْثَالُ الْعُلْيَا، وَجَبَّارُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، إِلَيْكَ قَصَدْتُ رَاجِيًا فَلاَ تَرُدَّ يَدَيَّ عَنْ سَنِيِّ مَوَاهِبِكَ صِفْرًا، إِنَّكَ جَوَادٌمِفْضَالٌ، يَا رَؤُوْفًا بِالْعِبَادِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَأَنْتُجْزِلَ ثَوَابِي، وَتُحْسِنَ مَا بِي، وَتَسْتُرَ عُيُوْبِي،

‏Yaa man lahul asmaa’ul husnaa wal am-tsaalul ‘ulyaa, wajabbaarus-samaawaati wal ardhi, ilaika qoshod-tu roojiyan falaa tarudda yadayya ‘an saniyyi mawaahibika shifron, innaka jawaadun mif-dhoolun, yaa ro-uufan bil-‘ibaad, as-aluka an tusholli ‘alaa Muhammada wa aali Muhammad, wa an tuj-zila tsawaabii, wa tuhsina maa bii, watas-turo ‘uyuubii,

Wahai yang memiliki asma’ yang mulia dan perumpamaan yang agung, dan penguasa langit dan bumi, kepada-Mu aku menuju, penuh kerapian, maka janganlah Engkau menolak kedua tanganku dari kemuliaan pemberian-Mu dengan keadaan butuh, sesungguhnya Engkau Maha pemurah dan utama. Wahai yang pengasih atas hamba-hambanya aku mohon kepada-Mu sholawat atas Muhammad dan  keluarga Muhammad dan Engkau limpahkan pahalaku, Engkau perbaiki keadaanku, dan Engkau tutupi aib-aibku, 

وَتَغْفِرَ ذُنُوْبِي وَتُنْقِذَنِي، مَوْلاَيَ بِفَضْلِكَ مِنْ أَلِيْمِ الْعِقَابِ، إِنَّكَ جَوَادٌكَرِيْمٌ وَهَّابٌ، فَقَدْ أَلْقَتْنِي السَّيِّئَاتِ وَالْحَسَنَاتُ بَيْنَ ثَوَابٍ وَعِقَابٍ، وَقَدْرَجَوْتُ أَن تَتَغَمَّدَ بِلُطْفِكَ عَبْدَكَ الْمُقِرَّ بِفَوَادِحِ الْعُيُوْبِ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ، يَاغَفِرَ الذُّنُوْبِ، وَتَصْفَحَ عَنْ زَلَلِهِ،

‏Wa tagh-firo dzunuubii wa tunqidzanii, maulaayaa bifadh-lika min aliimil-‘iqoobi, innaka jawaadun kariimun wah-haabun, faqod al-qotnis-sayyi-aati, wal hasanaatu bayna tsawaabin wa ‘iqoobin, waqod rojautu an tata-ghommada biluth-fika ‘abdakal muqirro bifawaadihil ‘uyuubi bijuudika wa karomika, yaa ghoofirodz-dzunuubi wa tash-faha ‘an zalalihi

Dan Engkau ampuni dosa-dosaku, dan Engkau selamatkan aku, wahai Tuhanku dari pedih siksa-Mu dengan keutamaan-Mu. Engkau Maha pemurah dan Maha mulia dan Maha pemberi, kejahatan dan kebaikan telah menimpaku, antara pahala dan siksa, dan aku mengharap Engkau menutupi dengan kelembutan hamba-Mu yang telah mengetahui segala keburukan aib-aibnya, dengan kemurahan-Mu, dan kemuliaan-Mu, wahai pengampun dosa, dan (aku mengharap) Engkau menghapus segala kesulitan-Nya. 

فَلَيْسَ لِي سَيِّدِي رَبٌّ أَرْتَجِيْهِ غَيْرُكَ، وَلاَإِلهٌ أَسْأَلُهُ جَبْرَفَاقَتِي وَمَسْكَنَتِي سِوَاكَ، فَلاَ تَرُدَّنِي مِنْكَ بِالْخَيْبَةِ يَا مُقِيْلَ الْعَثَرَاتِ، وَكَاشِفَالْكُرُبَاتِ، إِلَهِي فَسُرَّنِي، فَإِنِّي لَسْتُ بِأَوَّلِ مَنْ سَرَرْتُهُ يَا وَلِيَّ النِّعَمِ، وَشَدِيْدَ النِّقَمِ، وَدَائِمَ الْمَجْدِ وَالْكَرَمِ.

‏Falaysa lii yaa sayyidii robbun artajiihi, walaa ilaahun as-aluhu jabro faaqoti wa maskanatii siwaaka, falaa taruddanii minka bil khoibati yaa muqiilal ‘atsarooti, wakaa-syifal kurubaati, ilaahii fasurronii, fa-innii lastu bi awwali man saror-tuhu yaa waliyyan-ni’ami, wa syadiidin-niqom, wadaa-imal majdi wal karomi,

Wahai Robby, Tiada yang dapat aku harap selain Engkau, dan tiada Tuhan yang dapat menutupi kepapaanku dan memenuhi kemiskinanku kecuali Engkau, maka janganlah Engkau menolak aku dengan tangan hampa wahai pengampun segala kesalahan, dan pelepas segala kepedihan. Wahai Tuhanku, maka bahagiakan aku, dan sesungguhnya aku bukanlah orang yang pertama Engkau bahagiakan, wahai pemiliik segala nikmat, dan Maha pedih siksa-Nya wahai yang selalu agung dan mulia.

وَاخْصُصْنِي مِنْكَ بِمَغْفِرَةٍ لاَيُقَارِنُهَا شَقَاءٌ، وَسَعَادَةٍ لاَيُدَانِيْهَا أَذًى، وَأَلْهِمْنِي تُقَاكَ وَمَحَبَّتَكَ، وَجَنِّبْنِي مُوْبِقَاتِ مَعْصِيَتِكَ، وَلاَتَجْعَلَ لِلنَّارِعَلَي سُلْطَانًا، إِنَّكَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ، وَقَدْ دَعَوْتُكَ وَتَكَفَّلْتَبِاْلإِجَابَةِ، فَلاَ تُخَيِّبْ سَائِلَكَ، وَلاَتَحْذُلْ طَالِبَكَ، 

‏Wakh-shush-nii minka bimagh-firotin laa yuqoo-rinuhaa syaqoo-un, wasa’aadatin laa yudaaniihaa adzan, wa alhimnii tuqookoa wamahabbataka, wajannibnii muubiqooti ma’shiyatik, walaa taj’ala linnaari ‘alaa sulthoonan, innaka ahlut-taqwaa wa ahlul maghfiroh, waqod da’autuka watakaf-falta bil-ijaabati, falaa tukhoyyib saa-ilaka walaa tahdzul thoolibaka, 

Dan istimewakanlah aku dengan ampunan-Mu yang telah diikuti oleh kesengsaraan, dan dengan kebahagiaan yang tiada disertai oleh penderitaan.Dan berila haku ketaqwaan dan cinta kepada-Mu, dan hindarkan daripadaku akibat buruk dari kema’siatan, dan janganlah Engkau jadikan neraka menguasaiku, sesungguhnya Engkau ahli menerima ketaqwaan dan ahli memberi maghfiroh. Aku telah menyeru-Mu dan Engkau menjamin ijabah, maka janganlah Engkau sia-siakan orang yang memohon kepada-Mu, dan janganlah Engkau abaikan orang yang mencari-Mu, 

وَلاَتَرُدَّ آمِلَكَ، يَاخَيْرَ مَأْمُولٍ. وَأَسْأَلُكَ بِرَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ وَوَحْدَانِيَّتِكَوَرُبُوبِيَّتِكَ، يَامَنْ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَبِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيْطٌ، فَاكْفِنِي مَاأَهَمَّنِي مِنْ أَمْرِ دُنْيَايَ وَآخِرَتِي، فَإِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ، لَطِيْفٌ لِمَا تَشَاءُ، وَأَدْرِجْنِي دَرَجَ مَنْ أَوْجَبْتَ لَهُ حُلُولَ دَارِ كَرَامَاتِكَ،

‏walaa tarudda aamilaka yaa khoiro ma’muulin
‏Wa as-aluka biro’fatika warohmatika wawah-daaniyaatika warubuubiyyatika, yaa man huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, wabikulli syai-im muhiith fak-finii maa ahammanii min amri dunyaaya wa aakhirotii, fa-innaka samii’ud-du’aa-i, lathiifun lima tasyaa’, wa ad-rijnii daroja man aujabta lahu huluula daari karomaatika 

Dan janganlah Engkau tolak pengharap-Mu sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang patut diharap.
dan aku memohon kepada-Mu, dengan segala kelembutan-Mu, rahmat-Mu, keesaan dan ke Tuhanan-Mu, wahai yang Maha kuasa atas segala sesuatu, dan yang Maha mengetahui segala sesuatu, lindungi aku dari segala yang dapat menyedihkan, dari urusan dunia dan akhiratku, maka sesungguhnya Engkau Maha penerima do’a Maha lembut atas hamba-hamba-Mu, dan tempatkan aku pada derajat kemuliaan-Mu

مَعَ أَصْفِيَائِكَ وَأَهْلِ اخْتِصَاصِكَ بِجَزِيْلِ مَوَاهِبِكَ فِي دَرَجَاتِ جَنَّاتِكَ، مَعَالَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أولَئِكَ رَفِيْقًا، وَمَاافْتَرَضْتَ عَلَيَّ فَاحْتَمِلْهُ عَنِّي، إِلَى مَنْ أَوْجَبْتَحُقُوْقَََهَا مِنَ اْلآبَاءِ وَاْلأُمَّهَاتِ، وَاْلأُخْوَاتِ وَاْلأَخَوَاتِ، 

ma’a ash-fiyaa-ika wa ahlikh-tishoo-shika bijaziili mawaahibika fii darojaati jannaatika, ma’al-ladziina an’amta ‘alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadaa-i wash-shoolihiina, wahasuna ulaa-ika rofiiqoo, wamaf-tarodh-ta ‘alayya fah-tamilhu ‘annii, ilaa man aujabta huquuqoha minal aabaa-i wal ummahaati, wal-ukhwaati wal akhowaat,

 Bersama para kekasih-Mu, dan para utama-Mu dengan limpahan kasih-Mu, pada derajat tinggi di surga-Mu, bersama orang-orang yang Engkau beri kenikmatan dari para  Nabi, shiddiqin, para syuhada’ dan sholihin, maka mereka itu adalah teman-temanku yang baik.

Dan segala apa yang telah Engkau fardukan kepadaku maka tolonglah aku dalam menanggung beban kewajiban tersebut, kewajiban kepada para ayah, para ibu, saudara dan para saudari, 

 وَاغْفِرْلِي وَلَهُمْ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ وَاسِعُ اْلبَرَكَاتِ، وَذَالِكَ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍالنَّبِيِّ وَآلِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا.  

waghfir lii walahum ma’al mu’miniina wal mu’minaat, innaka qoriibum-mujiibun waasi’ul barokaat, wadzaalika ‘alaika yasiirun yaa arhamar-roohimiin, washollallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa-aali wasallama tasliimaa.

Dan ampuni aku, dan mereka dan seruan kaum mu’min dan mu’minat. Sesungguhnya Engkau Maha dekat, Maha memberi ijabah, Maha luas berkahnya dan semua itu adalah ringan di sisi-Mu, wahai yang Maha pengasih dari para pemberi kasih. Dan semoga sholawat atas Nabi Muhammad dan keluarganya serta sama sejahtera selalu atas mereka.

 ***

Doa Hari Kamis 
Sayyidah Fatimah Az-Zahra a.s.

 بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، وَالْعَمَلَ بِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ قُوَّتِكَ لِضَعْفِنَا، وَمِنْ غِنَاكَ لِفَقْرِنَا وَفَاقَتِنَا وَمِنْ حِلْمِكَ وَعِلْمِكَ لِجَهْلِنَا، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأَعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ وَذِكْرِكَ، وَطَاعَتِكَ، وَعِبَادَتِكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa aali Muhammad, Allâhumma innî as’alukal hudâ wat tuqoo wal ‘afaafa walghinâ wal amala bimâ tuhîbu wa tardhâ, Allâhumma innî as-aluka min quwwatika lidho’finâ, wamin ghinâka lifaqrinâ wa fâqotinâ, wamin hilmika wa ‘ilmika lijahlinâ, Allâhumma sholli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, wa-a’innâ ‘alâ syukrika wa dzikrika wa tho’atika wa ‘ibâdatika, Wabirohmatika Ya Arhamar Rahimin.

Dengan asma Allah Yang Maha kasih Maha sayang,
Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu petunjuk dan ketaqwaan, kemampuan menjaga diri dan kekayaan serta mengamalkan apa yang Engkau senangi dan ridoi

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu kekuatan-Mu karena kelemahan kami, kekayaan-Mu karena kefakiran dan kemiskinan kami, kelembutan-Mu dan ilmu-Mu karena kejahilan kami. Ya Allah, limpahkanlah shalawat pada Muhammad dan keluarga Muhammad, tolonglah kami dalam bersyukur dan mengingatmu, serta taat dalam beribadah pada-Mu, dengan kasih sayang-Mu, wahai yang paling pengasih dari segala yang mengasihi.

 ***

Doa Hari Kamis
Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s.

 ‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ اَذْهَبَ اللَّيْلَ مُظْلِمًا بِقُدْرَتِهِ، وَجَاءَ بِالنَّهَارِمُبْصِرًا بِرَحْمِتِهِ، وَكَسَانِيْ ضِيَاءَ هُ وَأَنَافِيْ نِعْمَتِهِ، اَللَّهُمَّ فَكَمَا اَبْقَيْتَنِيْ لَهُ فَاَبْقِنِيْ ِلأَمْثَالِهِ،

 Bismillahir rohmaanir rohiim, Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aali muhammadinAlhamdulillahil ladzii adzhabal laila muzhlimam biqudrotih, wajaa-a binnahaari mubshiron birohmatih, wakasaanii dhiyaa ahu wa ana fii ni’matih, Allahumma fakamaa abqoitanii lahuu fa abqinii liamtsaalihi,

‏Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

‏Puji bagi Allah, yang mengusir malam yang gelap dengan kodrat-Nya yang menghadirkan siang yang terang menutupku dengan cahayanya dengan rahmat-Nya, membawa padaku nikmat-Nya, Ya Allah, sebagaimana telah Kaulestarikan aku di siang ini, lestarikan aku pada siang lain seperti ini

‎وَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَلاَ تَفْجَعْنِيْ فِيْهِ وَفِيْ غَيْرِهِ مِنَ اللَّيَالِيْ وَاْلأَيَّامِ بِارْتِكَابِ الْمَحَارِمِ، وَاكْتِسَابِ الْمَآثِمِ، وَارْزُقْنِيْ خَيْرَهُ وَخَيْرَمَافِيْهِ وَخَيْرَمَابَعْدَهُ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ وَشَرَّ مَا بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ اِنِّيْ بِذِ مَّةِ اْلإِسْلاَمِ اَتَوَسَّلُ اِلَيْكَ،

washolli ‘alan nabiyyi muhammadin wa aalihi walaa tafja’nii fiihi wafii ghoirihii minal layaali wal ayyami birtikabil mahaarimi waktisaabil ma aatsimi, warzuqnii khoirohuu wakhoiro maa fiihi wakhoiro maa ba’dahu, washrif  ‘annii syarrohuu wasyarro maa fiihi wasyarro maaba’dahu, Allahumma innii bidzimmatil islaami atawassalu ilaika, 

 Sholawat sejahtera buat Muhammad dan keluarganya, Jangan Kaucelakakan aku hari ini dan hari yang lain malam atau siang dengan perbuatan yang terlarang, dan kelakuan yang tercela, berikan padaku kebaikannya, dan kebaikan apa pun di dalamnya palingkan dariku kejelekannya dan kejelekan apa pun di dalamnya dan kejelekan apa pun sesudahnya, Ya Allah, dengan perlindungan Islam aku tawasul pada-Mu dengan kemuliaan Al-Quran aku bersandar pada-Mu

 ‎وَبِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ اَعْتَمِدُ عَلَيْكَ، وَبِمُحَمَّدٍ الْمُصْطُفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ اَسْتَشْفِعُ لَدَيْكَ، فَاَعْرِفِ اللَّهُمَّ ذِمَّتِيَ الَّتِيْ رَجَوْتُ بِهَا قَضَاءَ حَاجَتَيْ، يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اقْضِ لِىْ فِىْ الْخَمِيْسِ خَمْسًا: لاَيَتَّسِعُ لَهَا إِلاَّ كَرَمُكَ، وَلاَيُطِيْقُهَا إِلاَّ نِعَمُكَ،

wabihurmatil qur’aani a’tamidu ‘alaika wabi muhammadil musthofaa shollallaaho ‘alaihi wa aalihi astasyfi’u ladaika, fa’rifillaahumma dzimmatiyal-latii qodhoo-a haajatii, yaa arhamar roohimiin allahummaq-dhi lii fil khomiisi khomsan, laa yattasi’u lahaa illa karomuka walaa yuthiiquha illa ni’amuka, 

 Dengan Muhammad Al-Musthafa aku mohon pertolongan-Mu, Ya Allah, berikan perlindungan yang kuharapkan untuk mencapai hajatku Wahai Yang Terkasih dari segala yang mengasihi, Ya Allah, tetapkan bagiku pada hari Kamis lima hal yang takkan tercapai kecuali dengan kemurahan-Mu yang takkan tergapai kecuali dengan kenikmatan-Mu, 

 سَلاَمَةً اَقْوَى بِهَا عَلَى طَاعَتِكَ وَعِبَادَةً اَسْتَحِقُّ بِهَا جَزِيْلَ مَثُوْبَتِكَ، وَسَعَةً فِىْ الْحَالِ مِنَ الرِّزْقِ الْحَلاَلِ وَاَنْ تُؤْمِنَنِيْ فِىْ مَوَاقِفِ الْخَوْفِ بِاَمْنِكَ، وَتَجْعَلَنِيْ مِنْ طَوَارِقِ الْهُمُوْمِ وَالْغُمُوْمِ فِىْ حِصْنِكَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، وَاجْعَلْ تَوَسُّلِيْ بِهِ شَافِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَافِعًا، إِنَّكَ أَنْتَ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ،.

salaamatan aqwaa bihaa ‘alaa thooatika wa’ibaadatan astahiqqu bihaa jaziila matsuubatika, wasaa’atan filhaali minar rizqil halaal wa an tu’minanii fii mawaaqifil khoufi biamnika, wataj’alanii min thowaariqil humuumi walghumuumi fii hishnika sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi waj’al tawassulii bihi syafi’an yaumal qiyaamati naafi’an innaka anta arhamur roohimiin

‏Keselamatan yang memperkuat ketaatan pada-Mu
Ibadah yang memastikan kelimpahan pahala-Mu, keleluasan lantaran rezeki yang halal,  Kautenteramkan aku di tempat ketakutan dengan perlindungan-Mu, Kaulindungi aku dari gundah-gulana dengan benteng-Mu, sholawat sejahtera buat Muhammad dan keluarganya Jadikan tawasulku dengannya syafaat yang berguna di hari kiamat Sungguh, Engkau Yang Terkasih dari segala yang mengasihi

 ***

مناجاة المطيعين لله
Munajat Pertama Hari Kamis;
Munajat Orang Yang Taat

‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ أَلْهِمْنَا طَاعَتَكَ وَجَنِّبْنَا مَعْصِيَتَكَ، ويَسِّرْلَنَا بُلُوغَ مَا نَتَمَنَّى مِنِ ابْتِغَاءِ رِضْوَانِكَ، وَأَحْلِلْنَا بُحْبُوحَةَ جِنَانِكَ، وَاقْشَعْ عَنْ بَصَائِرِنَا سَحَابَ اْلاِرْتِيَابِ، 

Bismillahir rohmaanir rohiim, Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aali muhammadinAllaahumma alhimnaa thoo’ataka wajannibnaa ma’shiyataka wayassir lanaa buluugho maa natamannaa minibtighooi ridhwaanika wa ahlilnaa buhbuuhata jinaanika, waqsya’ ‘ambashoo-irinaa sahaabal irtiyaabi

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

Ya Allah, Ilhamkan pada kami ketaatan pada-Mu Jauhkan dari kami maksiat pada-Mu, Mudahkan kami meraih apa yang kami cari dari ridho-Mu, Tempatkan bagi kami pada puncak surga-Mu, Singkirkan dari pandangan kami kabut keraguan

وَاكْشِفْ عَنْ قُلُوبِناَ اَغْشِيَةَ الْمِرْيَةِ وَالْحِجَابِ، وَأَزْهِقِ الْبَاطِلَ عَنْ ضَمَائِرِنَا، وَأَثْبِتِ الْحَقَّ فِي سَرَائِرِنَا، فَإِنَّ الشُّكُوكَ وَالظُّنُونَ لَوَاقِحُ الْفِتَنِ، وَمُكَدِّرَةٌ لِصَفْوِ الْمَنَائِحِ وَالْمِنَنِ، اَللَّهُمَّ احْمِلْنَا فِي سُفُنِ نَجَاتِكَ، وَمَتِّعْنَا بِلَذِيْذِ مُنَاجَاتِكَ، وَأَوْرِدْنَا حِيَاضَ حُبِّكَ،

waksyif ‘an quluubinaa aghsyiyatal miryati walhijaabi wa azhiqil baatila ‘andhomaairinaa, wa atsbitil haqqo fii sarooirina fainnasy sykuuka wazh zhunuuna lawaaqihul fitani, wamukad-dirotun lishofwil manaa-ihi walminan Allaahummah milnaa fii sufuni najaatika, wamatti’naa biladziidzi munaajaatika wa auridnaa hiyaadho hubbika, 

Singkapkan dari hati kami tirai kebimbangan, Hancurkan kebatilan dari kalbu kami. Teguhkan kebenaran pada hati nurani kami, Karena ragu dan syakwasangka mengundang bencana dan mencemari kesucian pemberian, Ya Allah, bawalah kami pada bahtera keselamatan-Mu, hiburlah kami dengan kelezatan munajat-Mu, basahi kami dengan cucuran cinta-Mu, 

وَأَذِقْنَا حَلاَوَةَ وَدِّكَ وَقُرْبِكَ، وَاجْعَلْ جِهَادَنَا فِيكَ وَهَمِّنَا فِي طَاعَتِكَ، وَأَخْلِصْ نِيَّاتِنَا فِي مُعَامَلَتِكَ، فَإِنَّ بِكَ وَلَكَ وَلاَوَسِيْلَةَ لَنَا إِلَيْكَ إِلاَّ أَنْتَ إِلَهِيْ اِجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُصْطَفَيْنَ اْلأَخْيَارِ، وَأَلْحِقْنِي باِلصَّالِحِيْنَ اْلأَبْرَارِ السَّابِقِيْنَ إِلَى الْمَكْرُمَاتِ اَلْمُسَارِعِيْنَ إِلَى الْخَيْرَاتِ اَلْعَامِلِيْنَ لِلْبَاقِيَاتِ الصَّالِحَاتِ، السَّاعِيْنَ إِلَى رَفِيْعِ الدَّرَجَاتِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وِبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

wa adziqnaa halaawata wuddika waqurbika waj’al jihaadanaa fiika wahamminaa fii thoo’atika, wa akhlish niyyatinaa fii mu’aa malatika fa-inna bika walaka walaa wasiilata lanaa ilaika illaa anta ilaahii ij’alnii minal mushthofainal ahyaari, wa alhiqnii bish shoolihiinal abroor, assaabiqiina ilaal makruumaatil musaari’iina ilal khoirooti al’aamiliina lilbaaqiyatish shoolihaat, assaa’iina ilaa rofii’id darojaati innaka ‘alaa kulli syai in qodiir wabil ijaabati jadiir birohmatika yaa arhamar roohimiin

Senangkan kami dengan manisnya kasih dan qurbah-Mu. Jadikanlah jihad kami di jalan-Mu dan urusan kami dalam mentaati-Mu. Bersihkan niat kami dengan mengabdi-Mu, Tidak ada jalan bagi kami kepada-Mu kecuali melalui-Mu, Karena kami hanya karena-Mu dan hanya untuk-Mu, Gabungkan aku dengan orang-orang yang beramal saleh yang bersegera melakukan kemuliaan yang berlari mengerjakan kebajikan, yang mengamalkan al-baqiyat al-shalihat, yang berdamba mencapai ketinggian derajat. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segalanya Engkau yang Mahalayak memberikan ijabah Dengan rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi, Ya Arhamar Rahimin

 ***

مناجاة المعتصمين
Munajat Kedua Hari Kamis;
Munajat Orang Yang Mencari Perlindungan

‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىمُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ يَامَلاَذَ الَّلاَئِذِيْنَ، وَيَامَعَاذَ الْعَائِذِيْنَ وَيَا مُنْجِيَ الْهَالِكِيْنَ، وَيَا عَاصِمَ الْبَآئِسِيْنَ وَيَارَاحِمَ الْمَسَاكِيْنِ، 

Bismillahir rohmaanir rohiim, Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aali muhammadinallahumma yaa malaadzal laa-dziin, wayaa ma’aadzal ‘aaidziina wayaa munjiyal haalikiinwayaa ‘aashimal baa-isiina wayaa roohimal masaakini, 

‏Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

Ya Allah, Wahai Tempat Berlindung  bagi orang yang mencari perlindungan. Wahai Tempat Bernaung bagi orang yang  memerlukan naungan, Wahai Yang  Melindungi kaum sengsara, Wahai Yang Menyelamatkan kaum yang celaka. Wahai Yang Menyayangi kaum papa, 

‎وَيَامُجِيْبَ الْمُضْطَرِّيْنَ وَيَا كَنْزَ الْمُفْتَقِرِيْنَ، وَيَا جَابِرَ الْمُنْكَسِرِيْنَ، وَيَامَأْوَىالْمُنْقَطِعِيْنَ، وَيَانَاصِرَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ، وَيَا مُجِيْرَ الْخَائِفِيْنَ، وَيَا مُغِيْثَ الْمَكْرُوْبِيْنَ وَيَاحِصْنَ اللاَّجِئِيْنَ إِنْ لَمْ أَعُذْ بِعِزَّتِكَ فَبِمَنْ أَعُوذُ، وَإِنْ لَمْ أَلُذْ بِقُدْرَتِكَ فَبِمَنْ أَلُوذُ،

wayaa mujiibal mudhthorriin, wayaa kanzal muftaqiriin, wayaa jaabirol munkasiriin, wayaa ma’wal munqothi’iin, wayaa naashirol mustazh’afiin, wayaa mujiirol khoo-ifiin, wayaa mughiitsal makruubiin, wayaa hishnal laajiin, inlam a’udz bi’izzatika fabiman a’uudz, wain-lam aludz biqudrotika fabiman aluudz

Wahai Yang membela orang yang menderita, Wahai Yang Mencukupi orang yang berkekurangan. Wahai Yang Menyembuhkan orang yang terluka, Wahai Yang Menerima orang yang terhempas, Wahai Yang Menolong orang yang tertindas. Wahai Yang Menenteramkan orang yang ketakutan, Wahai Yang Melepaskan orang yang kesulitan. Wahai Yang Menjadi Benteng bagi orang yang mencari sandaran, Kalau aku tidak berlindung pada kemuliaan-Mu kepada siapa lagi aku  harus berlindung, Kalau aku tidak bernaung pada kekuasaan-Mu kepada siapa lagi aku harus bernaung

 ‎وَقَدْ أَلْجَأتْنِي الذُّنُوبُ إِلَى التَّشَبُّثِ بِأَذْيَالِ عَفْوِكَ، وَأَحْوَجَتْنِي الْخَطَايَا إِلَى اسْتِفْتَاحِ أَبْوَابِ صَفْحِكَ وَدَعَتْنِي اْلإِسَاءَةُ إِلَى اْلإِنَاخَةِ بِفِنَاءِ عِزِّكَ، وَحَمَلَتْنِي الْمَخَافَةُ مِنْ نِقْمَتِكَ عَلَى التَّمَسُّكِ بِعُرْوَةِ عَطْفِكَ، وَمَا حَقُّ مَنِ اعْتَصَمَ بِحَبْلِكَ، أَنْ يُخْذَلَ وَلاَ يَلِيْقُ بِمَنِ اسْتَجَارَ بِعِزِّكَ أَنْ يُسْلَمَ أَوْ يُهْمَلَ 

waqod alja atniidz dzunuubu ilat tasyabbutsi bi-adzyaali ‘afwika wa ahwajatnil khothooyaa ilas tif-taahi abwaabi shofhika wada’atnil isaa atu ilal inaakhoti bifinaa-i ‘izzika, wahamalatnil makhoofatu minniqmatika ‘alat tamassuki bi’urwati ‘athfika wamaa haqqu mani’tashoma bihablika ayyukhdzala walaa yaliiqu bimanis tajaaro bi’izzika ayyuslama au yuhmala

 Kejelekan telah membawaku untuk membuka pintu-pintu maaf-Mu, Dosa-dosa telah mendorongku untuk beristirahat pada halaman keagungan-Mu, Apakah mungkin orang yang berpegang pada tali-Mu disia-siakan? Apakah layak orang yang bersumpah pada keagungan-Mu dihentakkan dan disentakkan

 إِلَهِي فَلاَ تُخْلِنَا مِنْ حِمَايَتِكَ، وَلاَ تُعْرِنَا مِنْ رِعَايَتِكَ وَذُدْنَا عَنْ مَوَارِدِ الْهَلَكَةِ، فَإِنَّا بِعَيْنِكَ وَفِي كَنَفِكَ وَلَكَ أَسْأَلُكَ بِأَهْلِ خَاصَّتِكَ مِنْ مَلاَئِكَتِكَ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ بَرِيَّتِكَ أَنْ تَجْعَلَ عَلَيْنَا وَاقِيَةً تُنْجِيْنَا مِنَ الْهَلَكَاتِ وَتُجَنِّبْنَا مِنَ الآفَاتِ وَتُكِنُّنَا مِنْ دَوَاهِي الْمُصِيْبَاتِ، وَأَنْ تُنْزِلَ عَلَيْنَا مِنْ سَكِيْنَتِكَ وَأَنْ تُغَشِّيَ وُجُوهَنَا بِأَنْوَارِ مَحَبَّتِكَ، وَأَنْ تُؤْوِيَنَا إِلَى شَدِيْدِ رُكْنِكَوَأَنْ تَحْوِيَنَا فِي أَكْنَافِ عِصْمَتِكَ، بِرَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

ilaahii falaa tukhlinaa min himaayatika, walaa tu’rinaa mirri’aayatika wa-dzud-naa ‘an mawaaridil halakati, fainna bi’ainika wafii kanafika walaka as aluka biahli khoosh-shotika mimmalaa-ikatika wash-shoolihiina mimbariy-yatika antaj’ala ‘alainaa waaqiyatan tunjiinaa minal halakati watujannibnaa minal aafaati watukinnunaa mindawaahil mushiibaat, wa an tunzila ‘alainaa min sakiinatika wa an tughosy syiya wujuuhanaa bianwaari mahabbatika, wa an tu’wiyanaa ilaa syadiidi ruknika wa an tahwiyana fii aknaafi ‘ishmatika, biro’fatika warohmatika, yaa arhamar roohimiin

Ilahi, jangan Kaucampakkan aku dari perlindungan-Mu jangan Kausingkirkan aku dari penjagaan-Mu Lindungi kami dari sumber berbagai bencana Karena aku senantiasa bernaung dalam pengawasan-Mu Kepada-Mu aku bermohon dengan para malaikat-Mu yang mulia dengan segenap makhluk-Mu yang saleh Jadilah Engkau Penjaga bagi kami yang  Menyelamatkan kami dari kebinasaan, Yang Menjauhkan kami dari kejelekan. Yang Melindungi kami dari kecelakaan. Turunkan kepada kami ketenteraman dari sisi-Mu. Tutuplah wajah kami dengan cahaya cinta-Mu. Bimbinglah kami untuk tunduk berserah diri pada-Mu, Dan peliharalah kami dalam naungan perlindungan-Mu, dengan kasih sayang-Mu, Wahai yang paling pengasih dari segala yang mengasihi, Ya Arhamar Rahimin

 ***

Semoga Bermanfaat!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit