Doa Akhir dari Sholat Hajat Imam Ali as

 Diriwayatkan dari Imam Shodiq as :”Yang melakukan sholat 4 rakaat sholatnya Amiril Mukminin as. (Imam Ali bin Abi Tholib as) maka akan dihapus dosa-dosanya seakan saat dia dilahirkan oleh ibunya, dan akan dikabulkan hajat-hajatnya,  Sholatnya 4 rakaat setiap rakaat setelah Alfatihah membaca 50 kali surat Al-Ikhlas (Qulhu), selesai sholat membaca doa di bawah ini ; Doanya cukup panjang; ini doa terakhirnya dan makrifatnya;

1. Tawassul kepada Rasulullah ﷺ

اللّهُمَّ بِمُحَمَّدٍ سَيِّدِي

Allāhumma bi-Muḥammadin sayyidī

Ya Allah, demi Muhammad, junjunganku.

Makrifat; Muhammad ﷺ di sini bukan sekadar nama historis, tetapi al-Ḥaqīqah al-Muḥammadiyyah — cahaya pertama ciptaan Allah. Menyebut sayyidī (junjunganku) adalah pengakuan bahwa seluruh jalan makrifat bermula dari Nur Muhammad, bukan dari ego atau amal diri.

2. Tawassul kepada Imam Ali a.s.

وبِعَلِيٍّ وَلِيِّي

Wa bi-‘Aliyyin waliyyī

Dan demi Ali, waliku (pelindung rohaniku).

Makrifat; Ali a.s. adalah pintu wilayah. Jika Muhammad adalah cahaya kenabian, Imam Ali as adalah cahaya kewalian. Mengakui Imam Ali as sebagai waliyyī berarti menyerahkan kepemimpinan batin kepada kebenaran, bukan hawa nafsu.

3. Tawassul kepada Para Imam a.s.

وبِالأَئِمَّةِ الرَّاشِدِينَ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ

Wa bil-a’immati r-rāsyidīna ‘alayhimu s-salām

Dan demi para Imam yang mendapat petunjuk, salam sejahtera atas mereka.

Makrifat; Para Imam adalah penjaga kontinuitas cahaya ilahi. Mereka bukan sekadar pemimpin lahir, tetapi penafsir hidup Al-Qur’an. Salam di sini berarti penyambungan ruhani dengan cahaya mereka.

4. Permohonan Shalawat Ilahi

اجْعَلْ عَلَيْنَا صَلَوَاتِكَ

Ij‘al ‘alaynā ṣalawātika

Jadikanlah atas kami shalawat-Mu.

Makrifat; Shalawat Allah bukan doa, melainkan tajallī rahmat dan cahaya. Ketika shalawat turun, hati disucikan, amal diangkat, dan hijab batin mulai tersingkap.

5. Permohonan Kasih dan Rahmat

وَرَأْفَتَكَ وَرَحْمَتَكَ

Wa ra’fataka wa raḥmataka

Dan kelembutan serta rahmat-Mu.

Makrifat; Ra’fah adalah kelembutan Allah kepada hamba yang rapuh.

Raḥmah adalah limpahan wujud.

Makrifatnya: hamba tidak meminta keadilan, tetapi kasih sayang.

6. Permohonan Kelapangan Rezeki

وَأَوْسِعْ عَلَيْنَا مِنْ رِزْقِكَ

Wa awsi‘ ‘alaynā min rizqika

Dan lapangkanlah atas kami rezeki dari sisi-Mu.

Makrifat; Rezeki bukan hanya materi, tetapi ilmu, iman, ketenangan, dan cahaya hati. Kelapangan berarti hilangnya rasa sempit, takut, dan tamak.

7. Pelunasan Hutang

وَاقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ

Waqḍi ‘annā d-dayna

Dan lunasilah dari kami hutang.

Makrifat; Hutang zahir adalah simbol hutang batin: dosa, janji kepada Allah, dan amanah ruh. Permohonan ini adalah kerinduan untuk bebas dari beban yang mengikat jiwa.

8. Pemenuhan Seluruh Hajat

وَجَمِيعَ حَوَائِجِنَا

Wa jamī‘a ḥawā’ijinā

Dan seluruh kebutuhan kami.

Makrifat; Hajat terbesar manusia adalah kembali kepada Allah dalam keadaan ridha dan diridhai. Semua kebutuhan lahir hanyalah cabangnya.

9. Seruan Nama Allah (Tiga Kali)

يَا اللهُ، يَا اللهُ، يَا اللهُ

Yā Allāh, yā Allāh, yā Allāh

Wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah.

Makrifat; Pengulangan tiga kali melambangkan tubuh – jiwa – ruh. Ini adalah jeritan batin seorang hamba yang telah kehabisan sandaran selain Allah.

10. Penutup Tauhid

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Innaka ‘alā kulli shay’in qadīr

Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makrifat; Ini adalah maqām taslīm (penyerahan total). Setelah tawassul dan doa, hamba melepas kehendaknya dan menyerah kepada kehendak Allah sepenuhnya.

Ringkasan Makrifat Doa

Doa ini adalah peta perjalanan ruhani:

Muhammad ﷺ → Ali a.s. → Para Imam → Rahmat → Rezeki → Pelepasan beban → Tauhid sempurna.


Adab pengamalan doa ini menurut ajaran Ahlul Bayt dengan pendekatan fiqih–akhlak–makrifat (irfani), disusun bertahap agar berbuah lahir dan batin.

1. Adab Sebelum Membaca Doa

a. Thaharah (kesucian)

Dianjurkan berwudhu.
Lebih utama dalam keadaan suci dari hadats besar.
Makrifatnya: wudhu adalah membersihkan cermin hati agar cahaya wilayah memantul.

b. Niat

Niatkan: taqarruban ilallāh bi wilāyati Muḥammadin wa Āli Muḥammad

Makrifat: niat bukan di lisan, tetapi penentuan arah ruh.

c. Menghadap Qiblat

Jika memungkinkan, menghadap kiblat.
Duduk tenang, punggung lurus.

Makrifat: qiblat zahir menghadap Ka‘bah, qiblat batin menghadap Nur Muhammad.

2. Adab Saat Membaca Doa

a. Membaca dengan Tartil dan Hadir Hati

Jangan tergesa-gesa.
Rasakan setiap nama yang disebut.

Makrifat: doa tanpa hudhūr al-qalb seperti surat tanpa alamat.

b. Mengangkat Tangan

Dianjurkan mengangkat kedua tangan setinggi dada.

Makrifat: simbol kefakiran mutlak hamba di hadapan Allah.

c. Tawassul Berurutan

Baca dengan kesadaran:

1. Muhammad ﷺ → cahaya kenabian
2. Ali a.s. → pintu wilayah
3. Para Imam → penafsir cahaya

Makrifat: ini tangga naiknya ruh menuju hadirat Ilahi.

d. Pengulangan “Yā Allāh” Tiga Kali

Dianjurkan ditarik dari dada, bukan sekadar lisan.

Makrifat:

Panggilan pertama: tubuh
Kedua: jiwa
Ketiga: ruh

3. Adab Setelah Membaca Doa

a. Diam Sejenak

Diam 10–30 detik.
Jangan langsung berdiri.

Makrifat: saat diam, sering kali jawaban doa turun sebagai rasa, bukan kata.

b. Usap Wajah

Usap wajah dengan tangan.

Makrifat: menyatukan rahmat langit ke wajah bumi (jasad).

c. Shalawat Penutup

Baca: Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa Āli Muḥammad

Makrifat: shalawat adalah segel doa.

4. Waktu-Waktu Utama (Mustajab)

🔹 Waktu Harian

Setelah shalat Subuh
Setelah shalat Isya
Sepertiga malam terakhir

🔹 Waktu Mingguan

Malam Jumat
Antara Dzuhur dan Ashar hari Jumat

🔹 Waktu Bulanan & Khusus

Malam 13–15 bulan Hijriah
Hari-hari yang dinisbatkan kepada Ahlul Bayt
Saat hati sedang benar-benar hancur dan berharap

Makrifat: doa paling mustajab sering lahir dari patah hati yang ikhlas.

5. Jumlah Pengamalan (Wirid)

a. Harian

1× atau 3× setiap hari

b. Kebutuhan Mendesak

7× atau 11× selama 7 hari

c. Pengamalan Irfani (40 Hari)

Dibaca 1× setiap malam

Disertai:
                 Menjaga shalat awal waktu
                 Mengurangi bicara sia-sia
                 Menjaga pandangan dan hati

Makrifat: angka 40 adalah fase pematangan ruh.

6. Larangan & Penjagaan Adab

❌ Jangan untuk kezaliman
❌ Jangan bercampur dengan maksiat yang disengaja
❌ Jangan menuntut dengan nada memaksa

Makrifat: doa bukan alat memaksa Tuhan, tetapi cara melebur kehendak diri.

7. Tanda Doa Mulai Bekerja (Batin)

Hati terasa lebih tenang
Rezeki terasa cukup meski belum banyak
Hutang terasa ringan jalannya
Muncul ilham untuk memperbaiki diri

Makrifat: tanda terbesar bukan terkabulnya hajat, tapi berkurangnya keluhan.

Penutup Makrifat

Doa ini bukan sekadar permintaan, tetapi ikrar wilayah: siapa yang masuk melalui pintu Muhammad dan Ali, akan sampai kepada Allah dengan selamat.


Hubungan doa tersebut dengan Imam Mahdi عجل الله تعالى فرجه الشريف (a.f.s) secara bertahap: zahir – batin – makrifat – hakikat, sesuai manhaj Ahlul Bait:

1. Imam Mahdi a.f.s sebagai penutup rangkaian tawasul

Dalam doa disebut:

‎محمد → علي → الأئمة الراشدين

Secara makrifat, ujung aktif dan hidup dari “الأئمة الراشدين” adalah Imam Mahdi a.f.s, karena:

Beliau Imam zaman (حجة الله الحي)
Wilayah para Imam beroperasi melalui beliau saat ini

➡️ Setiap tawasul kepada para Imam secara otomatis bermuara pada Imam Mahdi.

‎2. “صَلَوَاتِكَ” = koneksi ghaib dengan Imam Mahdi

Shalawat Allah yang diminta dalam doa turun melalui saluran wilayah.

Dalam riwayat Ahlul Bait:”Shalawat Allah kepada hamba-Nya adalah melalui حجج الله في الأرض.”

Makrifatnya:

Saat shalawat turun, hati yang bersih disambungkan ke Imam zaman   
Inilah sebab orang-orang yang istiqamah membaca doa semacam ini merasakan bimbingan batin, mimpi benar, atau ketenangan yang tiba-tiba

3. “رأفتك ورحمتك” = sifat kepemimpinan Mahdi

Imam Mahdi a.f.s digambarkan:

‎أرحم الناس بالناس

Beliau bukan hanya pemimpin politik akhir zaman, tetapi:

Wajah rahmat Allah di bumi
Manifestasi ra’fah (kelembutan) dan rahmah (kasih menyeluruh)

➡️ Doa ini sejatinya memohon:

“Ya Allah, limpahkan aku ke dalam orbit rahmat Mahdi.”

4. “أوسع علينا من رزقك” dan pemerintahan Mahdi

Riwayat Ahlul Bait menyebut:

Di zaman Mahdi, rezeki dilimpahkan tanpa hitung
Bukan karena emas semata, tapi karena hilangnya kezaliman

Makrifat:

Rezeki sempit = efek jauh dari wilayah
Rezeki lapang = tanda masuk wilayah Mahdawiyah

5. “اقض عنا الدين” = janji Mahdi terhadap umat

Dalam hadis:

Mahdi menyelesaikan hutang dunia
dan hutang sejarah umat kepada Ahlul Bait
serta hutang batin manusia kepada Allah

➡️ Setiap doa ini adalah doa agar termasuk yang diringankan bebannya oleh Mahdi

6. “جميع حوائجنا” = Imam sebagai perantara hajat

Dalam ghaib:

Imam Mahdi mengetahui kebutuhan para pecintanya
Bahkan sebelum diminta

Makrifat: Hajat yang diserahkan lewat wilayah Mahdi lebih cepat sampai, karena beliau adalah pintu yang Allah buka di zaman ini

7. Tiga kali “يا الله” dan 313 penolong

Tiga seruan ini dalam irfan Ahlul Bait sering dikaitkan dengan:

seruan batin orang-orang yang disiapkan
para penolong awal (313) dipanggil dengan seruan tauhid murni

Makrifat: 

Siapa yang sering memanggil Allah dengan inkisar (pecah diri), secara perlahan diselaraskan dengan pasukan Mahdi

‎8. “إنك على كل شيء قدير” dan zuhurnya Mahdi

Penutup ini adalah:  

Jawaban atas keraguan manusia tentang bagaimana Mahdi akan muncul
Bagaimana dunia yang rusak bisa diperbaiki

Makrifat: Zahirnya mustahil, batinnya sudah ditetapkan.

9. Doa ini sebagai baiat batin

Tanpa disadari, susunan doa ini adalah:  

Pengakuan kepemimpinan Muhammad ﷺ
Penyerahan wilayah kepada Ali a.s  
Kesetiaan kepada para Imam 
dan penerimaan Imam Mahdi sebagai Imam hidup 

➡️ Ini baiat tanpa lafaz, tapi sah di sisi batin.

10. Tanda orang yang terhubung dengan doa ini

Orang yang istiqamah dengan doa ini biasanya: 

Dibenci kebatilan tanpa sebab jelas
Ditarik menjauhi kezaliman
Merasa “tidak betah” dengan dunia yang rusak
Punya rindu aneh pada keadilan yang belum datang

Itu bukan imajinasi — itu getaran Mahdawiyah.


Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit