Doa Setelah Shalat Wajib di Bulan Rajab
Doa ini masyhur sebagai Doa Rajab yang diriwayatkan oleh Sayyid Ibnu Thawus dari Imam Ja‘far ash-Shadiq (as).
⸻
Kalimat 1
يا مَنْ أَرْجُوهُ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَآمَنَ سَخَطَهُ عِنْدَ كُلِّ شَرٍّ
Yā man arjūhu likulli khayr, wa āmana sakhatahu ‘inda kulli sharr.
Wahai Dzat yang aku harapkan untuk setiap kebaikan, dan aku merasa aman dari murka-Nya pada setiap keburukan.
Makrifat:
Hamba tidak putus berharap meski sadar akan kekurangan dirinya.
Secara batin: Allah dikenal bukan dari azab-Nya, tetapi dari rahmat-Nya.
⸻
Kalimat 2
يا مَنْ يُعْطِي الْكَثِيرَ بِالْقَلِيلِ
Yā man yu‘ṭī al-kathīra bil-qalīl.
Wahai Dzat yang memberi banyak dengan amal yang sedikit.
Makrifat:
Dalam makrifat: amal kecil disambut dengan limpahan karena niat dan tawajjuh hati.
⸻
Kalimat 3
يا مَنْ يُعْطِي مَنْ سَأَلَهُ
Yā man yu‘ṭī man sa’alahu.
Wahai Dzat yang memberi kepada siapa yang meminta kepada-Nya.
Makrifat:
Ini maqām du‘ā’ lisān (doa lisan). Meminta adalah pengakuan kefakiran (faqr).
⸻
Kalimat 4
يا مَنْ يُعْطِي مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَمَنْ لَمْ يَعْرِفْهُ تَحَنُّنًا مِنْهُ وَرَحْمَةً
Yā man yu‘ṭī man lam yas’alhu wa man lam ya‘rifhu taḥannunan minhu wa raḥmah.
Wahai Dzat yang memberi kepada orang yang tidak meminta, bahkan kepada yang tidak mengenal-Nya, semata karena kasih sayang dan rahmat-Nya.
Makrifat:
Allah memberi sebelum diminta, bahkan sebelum dikenal.
Isyarat batin: wujud kita sendiri adalah pemberian sebelum doa.
⸻
Kalimat 5
أَعْطِنِي بِمَسْأَلَتِي إِيَّاكَ جَمِيعَ خَيْرِ الدُّنْيَا وَجَمِيعَ خَيْرِ الْآخِرَةِ
A‘ṭinī bimas’alatī iyyāka jamī‘a khayrid-dunyā wa jamī‘a khayril-ākhirah.
Berikanlah kepadaku, dengan permohonanku kepada-Mu, seluruh kebaikan dunia dan seluruh kebaikan akhirat.
Makrifat:
Tidak menyebut detail → tafwīdh total. Arif tidak membatasi Allah dengan daftar keinginan.
⸻
Kalimat 6
وَاصْرِفْ عَنِّي بِمَسْأَلَتِي إِيَّاكَ جَمِيعَ شَرِّ الدُّنْيَا وَشَرِّ الْآخِرَةِ
Waṣrif ‘annī bimas’alatī iyyāka jamī‘a sharrid-dunyā wa sharril-ākhirah.
Dan jauhkanlah dariku seluruh keburukan dunia dan keburukan akhirat.
Makrifat:
Ini maqām takhliyah (pengosongan) setelah taḥliyah (penghiasan). Makrifat selalu: tarik keburukan sebelum meminta kenikmatan.
⸻
Kalimat 7
فَإِنَّهُ غَيْرُ مَنْقُوصٍ مَا أَعْطَيْتَ
Fa innahu ghayru manqūṣin mā a‘ṭayta.
Sesungguhnya apa yang Engkau berikan tidak akan mengurangi-Mu sedikit pun.
Makrifat:
Berbeda dengan makhluk.
⸻
Kalimat 8
وَزِدْنِي مِنْ فَضْلِكَ يَا كَرِيمُ
Wa zidnī min faḍlika yā Karīm.
Dan tambahkanlah kepadaku dari karunia-Mu, wahai Yang Maha Mulia.
Makrifat:
Permintaan ini tanpa batas, karena karunia Allah tidak terbatas. Inilah adab para arif: selalu meminta “tambahan” (ziyādah).
⸻
Gerakan Isyarat Ruhani
Mengulurkan tangan kiri, memegang janggut, dan menggerakkan telunjuk kanan ke kanan dan kiri
Makrifat Isyarat:
• Janggut/uban: umur, kehinaan di hadapan Allah
• Telunjuk kanan: tauhid (penegasan keesaan)
Gerakan ini bukan simbol kosong, tapi bahasa tubuh kefakiran eksistensial.
⸻
Kalimat Penutup
يا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يا ذَا النَّعْمَاءِ وَالْجُودِ، يا ذَا الْمَنِّ وَالطَّوْلِ، حَرِّمْ شَيْبَتِي عَلَى النَّارِ
Yā dhā al-jalāli wal-ikrām, yā dhā an-na‘mā’i wal-jūd, yā dhā al-manni waṭ-ṭawl, ḥarrim shaybatī ‘alan-nār.
Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Pemilik segala nikmat dan kedermawanan, wahai Pemilik karunia dan pemberian tanpa batas, haramkanlah ubanku atas api neraka.
Makrifat:
Ini doa rahmah terakhir usia. Uban = saksi umur dalam ketaatan. Makrifatnya: bukan uban yang menyelamatkan, tapi perjalanan jiwa menuju-Nya.
⸻
Riwayat
Doa ini diajarkan langsung oleh Imam Ja‘far ash-Shadiq (as) kepada Muhammad bin Dzikwān (as-Sajjād), seorang ahli sujud dan tangis hingga kehilangan penglihatan—simbol fana dalam ibadah.
⸻
Kesimpulan Makrifat Utama
• Rajab = bulan pembukaan rahmat
• Doa ini menyatukan:
• tauhid
• raja’ (harap)
• faqr (kefakiran)
• tafwidh (penyerahan total)
• Cocok dibaca setelah shalat, saat hati paling jujur
Hubungan doa ta‘qīb Rajab ini dengan Imam Mahdi (عجّل الله فرجه / afs), secara makrifat–irfani, bukan hanya fiqih atau sejarah.
⸻
Rajab: Bulan Wilayah & Imam Zaman; Dalam riwayat Ahlul Bayt:
رجب شهر الله، وشعبان شهر رسول الله، ورمضان شهر أمير المؤمنين
Rajab adalah bulan Allah (wilāyah ilāhiyyah) — bulan pembukaan hubungan langsung dengan Hujjah Allah.
Dalam makrifat Syiah
• Di zaman ghaib, wilayah Allah berporos pada Imam Mahdi (afs)
➡️ Maka setiap doa Rajab hakikatnya bergerak ke poros Imam Zaman, meski namanya tidak disebut eksplisit.
⸻
“Ya man arjūhu likulli khayr” & Imam Mahdi
Kalimat: Wahai Dzat yang aku harapkan untuk setiap kebaikan
Dalam makrifat:
• Seluruh khayr hakiki di akhir zaman terhimpun pada Imam Mahdi
• Sebagaimana para Imam sebelumnya adalah “abwāb al-khayr”, Imam Mahdi adalah khatmul-abwāb (pintu penutup kebaikan zaman)
📌 Artinya: Mengharap “seluruh kebaikan” = berharap tajallī Imam Mahdi dalam hidup dan masyarakat
⸻
“Yu‘ṭī man lam yas’alhu” & Ghaibah
Kalimat: Allah memberi bahkan kepada yang tidak meminta dan tidak mengenal-Nya
Ini adalah cermin dari keadaan Imam Mahdi di masa ghaib:
• Banyak manusia tidak mengenal Imam • Bahkan tidak meminta pertolongan darinya • Namun keberkahan, penjagaan, dan keberlangsungan dunia tetap berjalan melalui beliau
Dalam hadis:
لولا الحجة لساخت الأرض بأهلها
Jika bukan karena Hujjah, bumi akan hancur bersama penghuninya.
➡️ Doa ini menyelaraskan hati dengan nikmat Imam yang bekerja dalam diam.
⸻
Meminta “Seluruh Kebaikan Dunia & Akhirat”
Secara makrifat Mahdawi:
• Kebaikan dunia → keadilan global
• Kebaikan akhirat → penyempurnaan iman dan makrifat
• Keduanya hanya sempurna dengan zuhūr Imam Mahdi
Maka batin doa ini:
“Ya Allah, masukkan aku dalam orbit proyek Ilahi Imam Mahdi”
⸻
Gerakan Telunjuk & Isyarat Mahdawi
Telunjuk digerakkan kanan–kiri:
Dalam irfan Ahlul Bayt:
• Kanan–kiri = Timur & Barat
Isyarat batinnya: “Ya Allah, sebarkan tauhid-Mu ke Timur dan Barat melalui Hujjah-Mu”
Ini sejajar dengan misi Imam Mahdi:
يملأ الأرض قسطًا وعدلًا
Memenuhi bumi dengan keadilan dari Timur sampai Barat.
⸻
“Harrim shaybatī ‘alan-nār” & Penantian
Uban bukan sekadar umur, tapi penantian panjang dalam ketaatan.
Dalam riwayat Mahdawi:
أفضل أعمال شيعتنا انتظار الفرج
Menunggu Imam Mahdi:
• Memutihkan rambut dalam sabar
• Menjadikan usia sebagai ibadah
➡️ Doa ini memohon:
“Jadikan masa tungguku bernilai keselamatan, bukan sekadar tua.”
⸻
Kesimpulan Makrifat Mahdawi
Doa Taqib Rajab ini adalah:
• Doa penyesuaian jiwa dengan frekuensi Imam Zaman
• Doa agar tidak menjadi asing saat Imam muncul
Berikut tanda-tanda batin (ʿalāmāt bāṭiniyyah) orang yang mulai terhubung dengan Imam Mahdi (عجّل الله فرجه / afs),
Catatan adab: Tanda-tanda ini tidak untuk dibanggakan, tidak menjamin maqām, dan bisa naik-turun. Ukurannya selalu akhlak dan istiqāmah.
⸻
Rasa Diawasi Tanpa Takut
Bukan takut seperti dihukum, tapi:
• muncul rasa: “ada yang menyaksikan”
Makrifat: Ini hadirat hujjah (syuʿūr al-ḥuḍūr), bukan khayalan.
Riwayat:
نحن نحيط بكم علماً
Kami (para Imam) meliputi kalian dengan pengetahuan.
⸻
Cinta Diam kepada Keadilan
• Benci kerusakan tanpa kebencian pribadi
Makrifat: Jiwa mulai diselaraskan dengan misi Mahdawi: qist wa ‘adl
Tandanya:
• lebih memilih diam daripada ikut arus batil
⸻
Doa Tanpa Kata
Kadang:
• air mata jatuh tanpa sebab jelas
Makrifat: Ini du‘ā’ rūḥ — doa yang lebih dahulu sampai sebelum diminta.
⸻
Berat Berpisah dari Shalat & Dzikir
• rindu saat tertinggal
Riwayat Mahdawi:
أصحاب القائم رهبان بالليل، ليوث بالنهار
Makrifat: Jiwa mulai “hidup” di waktu yang disukai Imam.
⸻
Peka terhadap Halal–Haram Batin
Bukan hanya fiqih lahir:
• tidak nyaman dari pujian berlebihan
Makrifat: Hati disucikan agar layak memikul wilayah
⸻
Tidak Tertarik Klaim & Karomah
Ciri penting:
• takut merasa “lebih”
Makrifat: Semakin dekat, semakin merasa tidak layak
⸻
Rindu Tanpa Wajah
Rasa aneh:
• sedih tanpa sebab duniawi
Riwayat:
إنّ لصاحب هذا الأمر غيبة يطول أمدها
Ghaibahnya panjang, dan rindu para pecinta ikut memanjang.
⸻
Hancur Ego Saat Berbuat Baik
• dosa terasa besar
Makrifat:
Ini tanda ego mulai luruh, diganti amanah.
⸻
Ujian Justru di Dalam
Bukan banyak musibah lahir, tapi:
• diuji dengan kesabaran
• diuji dengan tidak dipahami orang
Makrifat:
Penolong Imam diuji sebelum zuhūr, bukan sesudahnya.
⸻
Rasa Siap Dipanggil, Tapi Tidak Menuntut
Hati berkata:”Jika Engkau kehendaki, aku siap… jika tidak, aku tetap ridha.”Ini puncaknya.
Makrifat: Inti penantian bukan menunggu Imam, tapi menyiapkan diri agar tidak menolak saat Imam datang.
⸻
Penutup (Ukuran Sejati)
Imam Mahdi tidak mencari orang yang merasa siap, tetapi orang yang terus membersihkan diri.
Doa pendek untuk penutup:
اللهم اجعلني من المنتظرين الصادقين
Ya Allah, jadikan aku termasuk penanti yang jujur.
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment