Makna Bi’tsah, Mi’raj dan Sholat
Makna (rahasia) Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut pandangan Ahlul Bait عليهم السلام, dirangkai sebagai satu jalur ruhani yang utuh, bukan tiga peristiwa terpisah.
1️⃣ Bi‘tsah = Allah berbicara kepada bumi; Allah memilih manusia (Nabi Muhammad ﷺ) agar wahyu turun ke dunia.
➡️ Maknanya: langit tidak lagi jauh, Allah dekat dengan manusia.
2️⃣ Mi‘rāj = bumi menjawab panggilan langit
Jika Bi‘tsah adalah turunnya cahaya, maka Mi‘rāj adalah naiknya cahaya.
➡️ Manusia diberi jalan kembali menuju Allah.
3️⃣ Sholat = Mi‘rāj harian orang beriman; Imam Ali (as):
الصلاة معراج المؤمن
Sholat adalah Mi‘rāj yang diulang setiap hari, bukan peristiwa sekali seumur hidup.
4️⃣ Bi‘tsah mengajarkan “membaca”, Mi‘rāj mengajarkan “melihat”
• Iqra’ → membaca hakikat
• Mi‘rāj → menyaksikan hakikat
➡️ Sholat menggabungkan membaca dan menyaksikan.
5️⃣ Bi‘tsah membentuk umat, Mi‘rāj membentuk insan kamil
• Bi‘tsah → masyarakat bertauhid
• Mi‘rāj → pribadi sempurna
➡️ Sholat adalah pabrik insan kamil.
6️⃣ Bi‘tsah menurunkan hukum, Mi‘rāj menurunkan rahasia
• Hukum-hukum syariat → Bi‘tsah
• Hakikat sholat → Mi‘rāj
➡️ Tanpa Mi‘rāj, sholat hanya gerak lahir.
7️⃣ Bi‘tsah = amanah, Mi‘rāj = kelayakan; Allah mengutus Nabi (amanah), lalu mengangkatnya (kelayakan).
➡️ Sholat melatih manusia agar layak dekat dengan Allah.
8️⃣ Bi‘tsah & Mi‘rāj disatukan oleh Wilayah
• Wilayah adalah jalan turun (wahyu)
• Wilayah adalah jalan naik (Mi‘rāj)
➡️ Sholat adalah praktik Wilayah dalam hidup sehari-hari.
9️⃣ Sholat menjaga ruh Bi‘tsah hingga zaman Imam Mahdi (ajf)
Di masa fitnah:
• sholat menjaga cahaya Bi‘tsah
• sholat mempersiapkan penolong Mahdi
➡️ Orang yang menjaga sholat, menjaga proyek kenabian.
🔟 Bi‘tsah → Mi‘rāj → Sholat = satu kalimat tauhid.
Diringkas oleh Ahlul Bait: Bi‘tsah: Allah mendekat
Mi‘rāj: Nabi mendekat
Sholat: hamba mendekat
✨ Kalimat makrifat penutup;
Bi‘tsah membuka jalan,
Mi‘rāj menunjukkan puncak,
Sholat mengajak setiap jiwa menapakinya.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut Al-Qur’an (langsung berbasis ayat, tanpa riwayat tambahan), disusun sebagai satu rangkaian ilahiah.
1️⃣ Bi‘tsah = Allah membangkitkan Rasul sebagai rahmat
📖 QS. Al-Anbiyā’: 107; “Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
➡️ Makna: Bi‘tsah adalah rahmat yang dibangkitkan ke bumi.
2️⃣ Bi‘tsah = pengeluaran manusia dari kegelapan;
📖 QS. Ibrāhīm: 1 agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya.”
➡️ Makna: Bi‘tsah adalah peralihan eksistensial, bukan sekadar dakwah.
3️⃣ Bi‘tsah = dimulainya bacaan Ilahi (Iqra’):
📖 QS. Al-‘Alaq: 1 Bacalah dengan nama Tuhanmu.
➡️ Makna: Hidup manusia harus dibaca dengan asma Allah, bukan ego.
4️⃣ Mi‘rāj = Allah memperjalankan hamba-Nya;
📖 QS. Al-Isrā’: 1 “Mahasuci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…”
➡️ Makna: Mi‘rāj adalah inisiatif Allah, bukan usaha manusia.
5️⃣ Mi‘rāj = penyaksian tanda-tanda terbesar Allah;
📖 QS. An-Najm: 18;”Sungguh dia telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Tuhannya.”
➡️ Makna: Mi‘rāj adalah puncak kesaksian tauhid.
6️⃣ Mi‘rāj = kedekatan maksimal makhluk dengan Tuhan
📖 QS. An-Najm: 9 “Maka jaraknya dua busur panah atau lebih dekat lagi.”
➡️ Makna: Islam mengenal kedekatan nyata, bukan Tuhan yang jauh.
7️⃣ Sholat = perintah langsung pasca Mi‘rāj;
📖 QS. Al-Baqarah: 43;”Dirikanlah sholat…”
➡️ Makna: Setelah Nabi naik, umat diberi jalan naik melalui sholat.
8️⃣ Sholat = pencegah kerusakan moral;
📖 QS. Al-‘Ankabūt: 45 “Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
➡️ Makna: Sholat adalah penjaga hasil Bi‘tsah.
9️⃣ Sholat = sarana pertolongan Ilahi;
📖 QS. Al-Baqarah: 45 “Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.”
➡️ Makna: Sholat adalah akses langsung pertolongan Allah.
🔟 Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat = jalan kembali kepada Allah;
📖 QS. Al-Baqarah: 156; Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”
➡️ Makna akhir:
• Bi‘tsah → Allah mendatangi manusia
• Mi‘rāj → manusia sempurna mendatangi Allah
• Sholat → seluruh manusia diajak kembali kepada-Nya
✨ Kesimpulan Qur’ani (1 kalimat) Bi‘tsah adalah turunnya cahaya, Mi‘rāj adalah naiknya cahaya, dan sholat adalah jalan cahaya itu kembali kepada Allah.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut hadis, dengan penekanan riwayat Ahlul Bait عليهم السلام (serta hadis yang juga diakui lintas mazhab), disusun ringkas tapi bernas.
1️⃣ Bi‘tsah = awal rahmat terbesar bagi umat;
📜 Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً
“Aku diutus hanyalah sebagai rahmat.”
➡️ Makna: Bi‘tsah bukan sekadar pengutusan Nabi, tetapi dibukanya pintu rahmat global.
2️⃣ Bi‘tsah = kebangkitan manusia dari kematian ruh
📜 Imam Ali (as): “Allah membangkitkan Nabi Muhammad ﷺ ketika manusia berada dalam kesesatan dan kebutaan.”
➡️ Makna: Bi‘tsah adalah kebangkitan ruhani umat, bukan peristiwa sejarah semata.
3️⃣ Mi‘rāj = kedudukan tertinggi Nabi di sisi Allah
📜 Imam Ja‘far ash-Shādiq (as):”Rasulullah ﷺ di-mi‘rāj-kan beberapa kali, dan Allah memperlihatkan kepadanya kerajaan langit.”
➡️ Makna: Mi‘rāj menegaskan maqām unik Nabi yang tak dicapai makhluk lain.
4️⃣ Mi‘rāj = perjalanan jasad dan ruh
📜 Imam ash-Shādiq (as):”Mi‘rāj Rasulullah terjadi dengan jasad dan ruhnya.”
➡️ Makna: Islam menolak Mi‘rāj sekadar mimpi; ini kenyataan Ilahi.
5️⃣ Sholat diwajibkan di Mi‘rāj
📜 Nabi ﷺ: Sholat diwajibkan atasku pada malam Mi‘rāj.”
➡️ Makna: Sholat adalah amanah langsung dari Allah, bukan hukum biasa.
6️⃣ Sholat = Mi‘rāj orang beriman
📜 Imam Ali (as):
الصلاة معراج المؤمن
➡️ Makna: Apa yang Nabi alami sekali di Mi‘rāj, umat alami setiap hari melalui sholat.
7️⃣ Rukuk & sujud = puncak kedekatan
📜 Imam Ja‘far ash-Shādiq (as): “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud.”
➡️ Makna: Hakikat Mi‘rāj dalam sholat terkumpul di sujud.
8️⃣ Sholat menjaga Bi‘tsah tetap hidup
📜 Nabi ﷺ:”Sholat adalah tiang agama.”
➡️ Makna: Tanpa sholat, cahaya Bi‘tsah runtuh dalam kehidupan umat.
9️⃣ Mi‘rāj meneguhkan Wilayah
📜 Riwayat Ahlul Bait:”Nabi ﷺ melihat kedudukan Ali dan para Imam di Mi‘rāj.
➡️ Makna: Mi‘rāj bukan hanya sholat, tetapi peneguhan rantai Wilayah hingga akhir zaman.
🔟 Sholat mempersiapkan umat untuk Imam Mahdi (ajf)
📜 Nabi ﷺ:”Amal terbaik umatku adalah menunggu Faraj.”
➡️ Makna hadis: Menunggu Faraj tanpa sholat bukan penantian sejati.”Sholat menjaga ruh Bi‘tsah sampai zhuhur Mahdi.
🔑 Ringkasan hadis (1 baris); Bi‘tsah membangunkan umat, Mi‘rāj meninggikan Nabi, Sholat meninggikan setiap mukmin.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut hadis Ahlul Bait عليهم السلام, disusun langsung dari riwayat para Imam, ringkas tapi berisi makna hakiki.
1️⃣ Bi‘tsah = kebangkitan akal dan fitrah
📜 Imam Ali (as): “Allah membangkitkan Nabi Muhammad ﷺ ketika manusia tersesat, akalnya mati, dan fitrahnya terkubur.”
🔹 Makna: Bi‘tsah adalah kebangkitan akal & fitrah, bukan sekadar pengutusan Nabi.
2️⃣ Bi‘tsah = turunnya amanah Wilayah
📜 Imam Ja‘far ash-Shādiq (as):”Tidak ada Nabi yang diutus kecuali dengan Wilayah kami.”
🔹 Makna: Inti Bi‘tsah adalah penyampaian tauhid melalui Wilayah Ahlul Bait.
3️⃣ Mi‘rāj = maqām khusus Rasulullah ﷺ
📜 Imam ash-Shādiq (as):”Allah mem-mi‘rāj-kan Rasul-Nya untuk memperlihatkan kepadanya kerajaan langit dan bumi.”
🔹 Makna: Mi‘rāj menegaskan kedudukan eksklusif Nabi sebagai Insan Kamil.
4️⃣ Mi‘rāj terjadi dengan jasad dan ruh
📜 Imam ash-Shādiq (as): “Rasulullah ﷺ di-mi‘rāj-kan dengan jasad dan ruhnya, bukan mimpi.”
🔹 Makna: Islam Ahlul Bait menolak Mi‘rāj simbolik semata.
5️⃣ Sholat diwajibkan di Mi‘rāj sebagai hadiah
📜 Imam al-Bāqir (as):”Allah mewajibkan sholat pada malam Mi‘rāj sebagai hadiah bagi umat.”
🔹 Makna: Sholat adalah hadiah kedekatan, bukan beban.
6️⃣ Sholat = Mi‘rāj orang beriman
📜 Imam Ali (as):
الصلاة معراج المؤمن
🔹 Makna: Setiap mukmin diberi jalan naik sebagaimana Nabi naik di Mi‘rāj.
7️⃣ Rukuk = tunduknya akal dan kehendak
📜 Imam ash-Shādiq (as):”Rukuk adalah adab hamba di hadapan keagungan Allah.”
🔹 Makna: Dalam rukuk, ego intelektual runtuh.
8️⃣ Sujud = puncak kedekatan
📜 Imam ash-Shādiq (as):Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud.”
🔹 Makna: Hakikat Mi‘rāj terkumpul di sujud.
9️⃣ Sholat menjaga cahaya Bi‘tsah
📜 Imam al-Bāqir (as):”Jika sholat diterima, amal lain diterima.”
🔹 Makna: Sholat adalah penjaga hidupnya misi Bi‘tsah dalam diri mukmin.
🔟 Sholat mempersiapkan penolong Imam Mahdi (ajf)
📜 Imam ash-Shādiq (as):”Para sahabat al-Qā’im adalah ahli ibadah di malam hari.”
🔹 Makna: Sholat adalah pendidikan ruhani penolong Imam Mahdi, pewaris Bi‘tsah.
⸻
🧭 Ringkasan hadis Ahlul Bait (1 kalimat); Bi‘tsah membangkitkan fitrah,Mi‘rāj meninggikan Insan Kamil, Sholat meninggikan setiap mukmin melalui Wilayah.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut para mufasir, dengan penekanan mufasir Ahlul Bait (seperti ‘Allāmah Thabāthabā’ī, Syaikh ath-Thabrisī, Faydh al-Kāsyānī) dan disandingkan dengan tafsir Qur’ani mereka — bukan sekadar hadis atau irfan bebas.
1️⃣ Bi‘tsah = kebangkitan epistemologis manusia
📘 Tafsir al-Mīzān (QS. Al-‘Alaq: 1)
‘Allāmah Thabāthabā’ī menegaskan: Iqra’ bukan membaca huruf, tetapi membuka kesadaran manusia terhadap sumber ilmu (Allah).
➡️ Makna: Bi‘tsah adalah revolusi cara mengetahui, dari hawa nafsu menuju wahyu.
2️⃣ Bi‘tsah = pengaktifan fitrah tauhid;
📘 Majma‘ al-Bayān (QS. Ar-Rūm: 30); Ath-Thabrisī:”Rasul diutus untuk membangunkan fitrah, bukan menciptakan agama baru.
➡️ Makna: Bi‘tsah membangunkan sesuatu yang sudah ada dalam diri manusia.
3️⃣ Bi‘tsah = awal tanazzul tasyri‘i (wahyu hukum);
📘 al-Mīzān (QS. Ibrāhīm: 1) Wahyu Bi‘tsah:
• menurunkan cahaya hukum
• membimbing manusia secara bertahap
➡️ Makna: Bi‘tsah adalah awal sistem kehidupan ilahi, bukan hanya dakwah moral.
4️⃣ Mi‘rāj = realisasi potensi insan kāmil
📘 al-Mīzān (QS. An-Najm: 5–18)Thabāthabā’ī:”Ayat-ayat Mi‘rāj menunjukkan kesempurnaan kapasitas manusia untuk mendekat kepada Allah.
➡️ Makna: Mi‘rāj adalah bukti Qur’ani bahwa manusia bisa mencapai qurb sejati.
5️⃣ Mi‘rāj = perjalanan nyata, bukan simbolik
📘 Majma‘ al-Bayān & al-Mīzān (QS. Al-Isrā’: 1) Mayoritas mufasir Ahlul Bait: Mi‘rāj terjadi dengan jasad dan ruh, karena ayat menggunakan kata ‘abdihi (hamba-Nya).
➡️ Makna: Islam tidak memisahkan spiritualitas dari realitas jasmani.
6️⃣ Mi‘rāj = penyaksian ayat-ayat kubra
📘 al-Mīzān (QS. An-Najm: 18) Ayat-ayat terbesar” bukan sekadar pemandangan, tetapi hakikat tatanan wujud.
➡️ Makna: Mi‘rāj adalah pendidikan kosmik Rasulullah ﷺ.
7️⃣ Sholat = kesinambungan Mi‘rāj dalam syariat
📘 Tafsir ash-Shāfī – Faydh al-Kāsyānī (QS. Al-Baqarah: 43)
Sholat: • diwajibkan setelah Mi‘rāj • menjadi jalan formal menuju qurb
➡️ Makna: Sholat adalah Mi‘rāj yang dilembagakan bagi umat.
8️⃣ Sholat = penjaga hasil Bi‘tsah
📘 al-Mīzān (QS. Al-‘Ankabūt: 45)
Thabāthabā’ī: “Sholat mencegah fahsya’ karena ia menghubungkan jiwa secara terus-menerus dengan Allah.
➡️ Makna: Tanpa sholat, hasil Bi‘tsah akan larut oleh dunia.
9️⃣ Rukuk dan sujud = simbol ontologis kehambaan
📘 Majma‘ al-Bayān (QS. Al-Hajj: 77) Ath-Thabrisī:
• rukuk → tunduknya eksistensi
• sujud → penyerahan total wujud
➡️ Makna: Gerakan sholat adalah bahasa wujud, bukan simbol kosong.
🔟 Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat = satu sistem tarbiyah ilahi
📘 al-Mīzān (kesimpulan tematik)
Menurut mufasir Ahlul Bait:
• Bi‘tsah → membangunkan manusia
• Mi‘rāj → menunjukkan puncak tujuan
• Sholat → menyediakan jalan harian menuju puncak itu
➡️ Makna akhir: Islam tidak hanya menunjukkan tujuan, tetapi juga metode praktis mencapainya.
🧭 Kesimpulan mufasir (1 kalimat) “Menurut para mufasir Ahlul Bait, Bi‘tsah adalah awal kesadaran, Mi‘rāj adalah bukti kesempurnaan manusia, dan sholat adalah mekanisme Qur’ani untuk menapaki kesempurnaan itu setiap hari.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut mufasir Ahlul Bait عليهم السلام, dirujuk dari karya-karya tafsir utama Syiah seperti al-Mīzān (ʿAllāmah Thabāthabā’ī), Majmaʿ al-Bayān (Syaikh ath-Thabrisī), Tafsīr ash-Shāfī (Faydh al-Kāsyānī), dan Nūr ath-Thaqalayn.
1️⃣ Bi‘tsah = kebangkitan kesadaran tauhid
📘 al-Mīzān, tafsir QS. al-‘Alaq: 1 Thabāthabā’ī menjelaskan: Iqra’ adalah perintah untuk mengaitkan pengetahuan manusia langsung kepada Allah.
🔹 Makna: Bi‘tsah adalah revolusi cara berpikir, dari pengetahuan ego-sentris menuju tauhid.
2️⃣ Bi‘tsah = mengaktifkan fitrah, bukan menciptakan agama baru
📘 Majmaʿ al-Bayān, QS. ar-Rūm: 30 Ath-Thabrisī: Tugas Rasul adalah membangunkan fitrah yang tertidur.
🔹 Makna: Bi‘tsah adalah tajdid al-fitrah, bukan sekadar penyampaian hukum.
3️⃣ Bi‘tsah = awal tanazzul tasyriʿi (turunnya hukum)
📘 al-Mīzān, QS. Ibrāhīm: 1 Wahyu sejak Bi‘tsah menurunkan sistem hidup ilahi secara bertahap.
🔹 Makna: Bi‘tsah adalah fondasi syariat dan peradaban tauhid.
4️⃣ Mi‘rāj = bukti kesempurnaan potensi manusia
📘 al-Mīzān, QS. an-Najm: 8–18 Thabāthabā’ī: Ayat Mi‘rāj menunjukkan bahwa manusia mampu mencapai qurb hakiki.
🔹 Makna: Mi‘rāj adalah dalil Qur’ani tentang insan kāmil.
5️⃣ Mi‘rāj = perjalanan nyata jasad dan ruh
📘 Majmaʿ al-Bayān, QS. al-Isrā’: 1 Ath-Thabrisī menegaskan: Kata ‘abdihi menunjukkan jasad dan ruh sekaligus, bukan mimpi.
🔹 Makna: Spiritualitas Islam tidak memusuhi jasad.
6️⃣ Mi‘rāj = penyaksian ayat-ayat kubrā
📘 al-Mīzān, QS. an-Najm: 18
“آيات ربه الكبرى” dipahami sebagai: struktur hakikat wujud, bukan sekadar pemandangan.
🔹 Makna: Mi‘rāj adalah pendidikan kosmik Rasulullah ﷺ.
7️⃣ Sholat = kesinambungan Mi‘rāj dalam syariat
📘 Tafsīr ash-Shāfī, QS. al-Baqarah: 43 Faydh al-Kāsyānī: Sholat adalah jalan formal qurb yang diwariskan dari Mi‘rāj.
🔹 Makna: Mi‘rāj bukan pengalaman eksklusif Nabi saja.
8️⃣ Sholat = penjaga hasil Bi‘tsah
📘 al-Mīzān, QS. al-‘Ankabūt: 45
Thabāthabā’ī: Sholat mencegah fahsya’ karena mengikat hati secara terus-menerus kepada Allah.
🔹 Makna: Tanpa sholat, cahaya Bi‘tsah akan padam.
9️⃣ Rukuk & sujud = bahasa ontologis kehambaan
📘 Majmaʿ al-Bayān, QS. al-Hajj: 77
Ath-Thabrisī:• Rukuk → tunduknya eksistensi• Sujud → fana’ kehambaan
🔹 Makna: Gerakan sholat adalah bahasa wujud, bukan simbol kosong.
🔟 Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat = satu sistem tarbiyah ilahi
📘 Kesimpulan tematik mufasir Ahlul Bait
• Bi‘tsah → membangunkan fitrah & akal
• Mi‘rāj → menunjukkan puncak tujuan manusia
• Sholat → jalan harian menuju puncak itu
🔹 Makna akhir: Islam bukan hanya menjelaskan ke mana manusia harus menuju, tetapi juga bagaimana berjalan ke sana.
🧭 Kesimpulan ringkas mufasir Ahlul Bait; Menurut mufasir Ahlul Bait, Bi‘tsah adalah awal kesadaran tauhid, Mi‘rāj adalah bukti kesempurnaan insan, dan sholat adalah metode Qur’ani untuk menapaki kesempurnaan itu setiap hari.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut para ahli makrifat dan hakikat (ʿurafā’ Ahlul Bait), dirangkum dari pemikiran Imam Ali (as), Imam Ja‘far ash-Shādiq (as), serta elaborasi para arif seperti Sayyid Ḥaydar Āmulī, Mullā Ṣadrā, Faydh al-Kāsyānī, dan Imam Khomeini (ra) — bukan filsafat kosong, tapi pengalaman ruhani berbasis Wilāyah.
1️⃣ Bi‘tsah = kebangkitan nur dalam qalb. Dalam makrifat: Bi‘tsah bukan hanya pengutusan Nabi, tetapi terbitnya Nur Muhammad dalam hati manusia.
📌 Setiap mukmin mengalami bi‘tsah kecil saat hatinya hidup oleh hidayah.
2️⃣ Bi‘tsah = aktifnya Wilāyah Kāmilah. Para arif Ahlul Bait: Nubuwwah adalah wajah zahir, Wilāyah adalah wajah batin.
📌 Bi‘tsah adalah saat Wilāyah berbicara melalui lisan syariat.
3️⃣ Mi‘rāj = perjalanan kesadaran menuju asal.
Mi‘rāj dalam hakikat:
• bukan sekadar perpindahan tempat
• tetapi kenaikan tingkat wujud (marātib al-wujūd)
📌 Nabi ﷺ menempuh Mi‘rāj sebagai insan kāmil, mewakili seluruh makhluk.
4️⃣ Mi‘rāj = fana’ lalu baqā’
Menurut para arif:
• Mi‘rāj = fana’ fi’Llāh
• kembalinya Nabi ﷺ = baqā’ bi’Llāh
📌 Karena itu Nabi kembali ke umat, bukan menetap di langit.
5️⃣ Sholat = Mi‘rāj yang diturunkan ke bumi.
Imam Ali (as):
الصلاة معراج المؤمن
📌 Sholat adalah Mi‘rāj yang bisa diakses semua orang, bukan pengalaman elit.
6️⃣ Takbir = kematian ego
Ahli makrifat menjelaskan:
• Allāhu Akbar = mematikan semua selain Allah
• masuk ke hadirat-Nya tanpa sekutu
📌 Tanpa “kematian ego”, Mi‘rāj sholat tidak dimulai.
7️⃣ Rukuk = runtuhnya keakuan
Dalam rukuk: akal tunduk •kehendak luluh •aku” mulai hilang
📌 Ini maqām takhallī (pengosongan diri).
8️⃣ Sujud = fana’ mutlak
Para arif berkata: Sujud adalah titik lenyapnya ‘aku’.
📌 Di sujud:
• tidak ada jarak
• tidak ada kata
• hanya hudūr (kehadiran)
9️⃣ Salam = kembali membawa cahaya
Dalam hakikat:
• Salam adalah turun kembali ke alam
• membawa hasil Mi‘rāj untuk sesama
📌 Tanpa kembali ke makhluk, Mi‘rāj belum sempurna.
🔟 Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat = satu siklus hakikat
✨ Kesimpulan makrifat (1 kalimat) Bi‘tsah membangunkan cahaya, Mi‘rāj mengantarkan cahaya ke asalnya, dan sholat menjaga cahaya itu tetap hidup dalam diri manusia.
Makna Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut ahli hakikat Syiah (ʿurafāʾ Imāmiyyah), dirumuskan dari jalur Wilāyah Ahlul Bait dan karya-karya Sayyid Ḥaydar Āmulī, Mullā Ṣadrā, Faydh al-Kāsyānī, Imam Khomeini, serta isyarat makrifat dari Imam Ali dan para Imam Ahlul Bait عليهم السلام.
1️⃣ Bi‘tsah = kebangkitan Nur Muhammad dalam alam syahadah
Ahli hakikat Syiah memandang: Bi‘tsah adalah tajallī Nur Muhammad ke alam lahir.
📌 Bukan penciptaan cahaya baru, tetapi penyingkapan (kashf) cahaya azali.
2️⃣ Bi‘tsah = manifestasi Wilāyah Kulliyyah.
Dalam hakikat:
• Wilāyah adalah batin segala kenabian. Bi‘tsah adalah saat Wilāyah berbicara dalam bentuk risalah
📌 Karena itu nubuwwah Muhammad ﷺ tak terpisah dari Wilāyah Ali (as).
3️⃣ Mi‘rāj = kembalinya Nur ke asalnya.
Para ahli hakikat: Mi‘rāj adalah rujūʿ an-nūr ilā aṣlihī (kembalinya cahaya ke sumbernya)
📌 Nabi ﷺ naik bukan sebagai individu, tetapi sebagai insan kāmil yang mewakili seluruh makhluk.
4️⃣ Mi‘rāj = penyingkapan marātib al-wujūd.
Menurut Mullā Ṣadrā:
• Mi‘rāj adalah perjalanan eksistensial
• dari alam mulk → malakūt → jabarūt → lāhūt
📌 Ini bukan perjalanan ruang, tetapi kenaikan tingkat wujud.
5️⃣ Mi‘rāj = fana’ fi’l-Wilāyah
Dalam hakikat Syiah:
• fana’ Nabi ﷺ bukan lenyap dari eksistensi
• tetapi lenyap dalam Wilāyah Ilahi
📌 Maka setelah Mi‘rāj, Nabi kembali membawa syariat.
6️⃣ Sholat = Mi‘rāj yang diturunkan demi umat.
Ahli hakikat sepakat: Sholat adalah Mi‘rāj al-mu’min karena ia replika Mi‘rāj Nabi ﷺ
📌 Sholat menyimpan peta perjalanan Mi‘rāj dalam gerak dan dzikir.
7️⃣ Takbiratul ihram = keluar dari alam ego.
Dalam hakikat:
• Allāhu Akbar = memutus seluruh selain Allah , masuk wilayah lā ilāha illā Allāh secara eksistensial
📌 Tanpa ini, sholat belum dimulai secara batin.
8️⃣ Rukuk & sujud = runtuh totalnya keakuan
• Rukuk → tunduknya akal & kehendak
• Sujud → fana’ mutlak (al-fanāʾ al-tām)
📌 Sujud adalah titik nol ego.
9️⃣ Tasyahud = kesaksian Wilāyah
Menurut ahli hakikat Syiah:
• Syahadat Nabi → nubuwwah
• Syahadat Muhammad →Wilāyah
📌 Tasyahud adalah ikrar batin terhadap rantai Wilāyah.
🔟 Salam = kembali ke alam membawa amanah. Dalam hakikat:
• Salam bukan penutup
• tetapi izin kembali ke makhluk
📌 Mi‘rāj tanpa kembali = tidak sempurna.
🧭 Ringkasan hakikat Syiah
Bi‘tsah adalah tajallī Nur, Mi‘rāj adalah rujūʿ Nur, Sholat adalah penjagaan Nur melalui Wilāyah.
✨Kalimat penutup; Siapa yang sholatnya tidak mengangkatnya,ia belum berjalan di jalan Mi‘rāj.
Cerita dan kisah Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut ahli hakikat Syiah, disampaikan dalam bentuk kisah ruhani (bukan analisis), sebagaimana cara para ʿurafāʾ Ahlul Bait menuturkannya—agar hati ikut berjalan, bukan hanya akal.
🌑 1. Malam sebelum Bi‘tsah: dunia tanpa arah. Para ahli hakikat Syiah menggambarkan: Dunia berada dalam gelap, bukan karena matahari tiada, tetapi karena nur Wilāyah tersembunyi. Manusia hidup, tapi fitrahnya tertidur. Akal bekerja, tapi tak mengenal asalnya. Di Makkah, seorang hamba bernama Nabi Muhammad ﷺ menjauh dari hiruk-pikuk dunia.Ia naik ke Gua Hira, bukan untuk lari, tetapi untuk kembali ke asal cahaya.
🌟 2. Bi‘tsah: saat Nur bangkit
Dalam sunyi itu, Jibril turun,
tetapi menurut ahli hakikat: Yang turun bukan sekadar malaikat, melainkan kesadaran langit ke dalam qalb Muhammad.”Iqra’…”Bukan sekadar bacalah huruf, tetapi: Bangkitlah wahai Nur, dan bangunkan makhluk dari tidurnya. Maka terjadilah Bi‘tsah:
• bukan Nabi menjadi Nabi
• tetapi Nur Muhammad menampakkan tugasnya
📌 Inilah kebangkitan cahaya yang batinnya adalah Wilāyah Ali (as).
🌌 3. Mi‘rāj: kembalinya Nur ke asal
Beberapa tahun setelah Bi‘tsah,
pada malam yang sunyi,
Rasulullah ﷺ dipanggil:”Wahai Muhammad, naiklah sebagaimana engkau telah turun.” Para arif Syiah berkata: Mi‘rāj bukan perjalanan tubuh semata, tetapi kembalinya Nur ke sumber Nur. Langit demi langit dilalui, bukan untuk dilihat, tetapi untuk ditinggalkan. Sampai pada Sidratul Muntaha, Jibril berhenti.”Aku tak bisa melangkah lebih jauh.” Nabi Muhammad ﷺ melanjutkan, karena ia bukan sekadar Nabi, tetapi Insan Kamil.
✨ 4. Titik rahasia: fana’ Di sana,
tidak ada kata, tidak ada bentuk,
tidak ada “aku”. Ahli hakikat berkata: Inilah fana’ fi’Llāh, bukan hilang, tetapi lenyapnya jarak. Dan di titik inilah, Allah memberikan sholat.
📌 Bukan sebagai hukum, tetapi sebagai jejak Mi‘rāj yang diturunkan ke bumi.
🕌 5. Turunnya sholat: Mi‘rāj yang bisa diulang.
Rasulullah ﷺ kembali, bukan membawa emas, bukan membawa kekuasaan, tetapi membawa sholat.
Para arif Syiah berkata: Jika Mi‘rāj Nabi terjadi sekali, maka sholat adalah izin Mi‘rāj setiap hari bagi mukmin.
🔁 6. Sholat: kisah Mi‘rāj yang berulang. Setiap sholat adalah kisah yang sama:
• Takbir → keluar dari dunia
• Qiyam → berdiri di hadirat-Nya
• Rukuk → runtuhnya keakuan
• Sujud → lenyapnya diri
• Salam → kembali membawa cahaya
📌 Maka sholat bukan gerakan, tetapi perjalanan.
🌱 7. Mengapa Nabi kembali, tidak menetap? Ahli hakikat Syiah menjawab: Karena puncak makrifat bukan tinggal bersama Allah, tetapi kembali kepada makhluk dengan cahaya Allah. Itulah sebabnya:
• Nabi kembali
• Ali memikul Wilāyah
• Para Imam menjaga cahaya
• Imam Mahdi (ajf) akan menampakkannya sepenuhnya
🌍 8. Kisah ini belum selesai
Menurut ahli hakikat Syiah: Bi‘tsah belum berakhir. Mi‘rāj belum tertutup Sholat belum selesai, selama masih ada hati yang ingin kembali ke Allah.
Dan puncaknya kelak, di zaman Imam Mahdi (ajf), saat:
• syariat sempurna,
• makrifat terbuka,
• dan bumi kembali bercahaya.
🧭 Penutup (kalimat hakikat) Bi‘tsah adalah bangunnya cahaya, Mi‘rāj adalah pulangnya cahaya, dan sholat adalah penjagaan cahaya sampai Sang Pemilik Zaman menampakkannya.
Manfaat (fadhilah & dampak batin) Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut ahli disertai doa ringkasnya, sebagaimana diamalkan dan diajarkan dalam jalur Wilāyah Ahlul Bait عليهم السلام.
1️⃣ Menghidupkan fitrah yang mati
Manfaat: Bi‘tsah membangunkan hati dari kelalaian; sholat menjaga fitrah tetap hidup.
Doa: اللَّهُمَّ أَحْيِ قَلْبِي بِنُورِ بَعْثِ نَبِيِّكَ
Allahumma aḥyi qalbī binūri ba‘thi nabiyyik
Ya Allah, hidupkan hatiku dengan cahaya Bi‘tsah Nabi-Mu.
2️⃣ Membersihkan hati dari kegelapan ego
Manfaat: Mi‘rāj dan sholat melemahkan “aku”, kesombongan, dan cinta dunia.
Doa: اللَّهُمَّ نَقِّ قَلْبِي مِنَ الأَنَا وَالْهَوَى
Ya Allah, sucikan hatiku dari ego dan hawa nafsu.
3️⃣ Membuka rasa hadir (ḥuḍūr) dalam ibadah
Manfaat: Sholat menjadi hidup, bukan rutinitas kosong.
Doa: اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُضُورَ الْقَلْبِ فِي الصَّلَاةِ
Ya Allah, karuniakan aku kehadiran hati dalam sholat.
4️⃣ Mendekatkan diri secara hakiki kepada Allah.
Manfaat: Sujud menghadirkan kedekatan batin, bukan sekadar harapan.
Doa: اللَّهُمَّ قَرِّبْنِي إِلَيْكَ قُرْبًا حَقِيقِيًّا
Ya Allah, dekatkan aku kepada-Mu dengan kedekatan sejati.
5️⃣ Menjaga cahaya iman dari padam.
Manfaat: Sholat menjaga nur Bi‘tsah agar tidak redup oleh dosa dan lalai.
Doa: اللَّهُمَّ احْفَظْ نُورَ الإِيمَانِ فِي قَلْبِي
Ya Allah, peliharalah cahaya iman di dalam hatiku.
6️⃣ Menjadi penawar kegelisahan dan ketakutan.
Manfaat: Sholat adalah Mi‘rāj keluar dari sempitnya dunia.
Doa: اللَّهُمَّ اجْعَلِ الصَّلَاةَ رَاحَةً لِقَلْبِي
Ya Allah, jadikan sholat sebagai ketenangan hatiku.
7️⃣ Menguatkan hubungan dengan Wilāyah Ahlul Bait.
Manfaat: Hakikat sholat tersambung dengan Wilāyah, bukan terpisah darinya
Doa: اللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي عَلَى وِلَايَةِ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Ya Allah, teguhkan aku di atas Wilāyah Muhammad dan keluarganya.
8️⃣ Menyucikan amal dan niat
Manfaat: Jika sholat lurus, amal lain ikut lurus.
Doa: اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صَلَاتِي وَصَحِّحْ نِيَّتِي
Ya Allah, terimalah sholatku dan luruskan niatku.
9️⃣ Mempersiapkan diri menjadi penolong Imam Mahdi (ajf)
Manfaat: Sholat malam dan sholat khusyuk membentuk jiwa para penolong.
Doa: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَعْوَانِ وَلِيِّكَ الْقَائِمِ
Ya Allah, jadikan aku termasuk penolong Wali-Mu al-Qā’im.
🔟 Menutup hidup dengan husnul khatimah.
Manfaat: Orang yang hidup dengan sholat Mi‘rāj, wafat dalam cahaya.
Doa: اللَّهُمَّ اخْتِمْ لِي بِخَيْرٍ وَتَوَفَّنِي عَلَى الصَّلَاةِ وَالْوِلَايَةِ
Ya Allah, akhirilah hidupku dengan kebaikan, dalam sholat dan Wilāyah.
🧭 Ringkasan hakikat;
Bi‘tsah menghidupkan cahaya, Mi‘rāj mengangkat cahaya, dan sholat menjaga cahaya hingga bertemu Allah dan Wali-Nya.
Hubungan Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat dengan Imam Mahdi (عجّل الله تعالى فرجه الشريف) menurut hakikat (wilāyah & makrifat), disusun bertahap dan utuh, bukan slogan.
1️⃣ Imam Mahdi = kelanjutan hakiki Bi‘tsah.
Dalam hakikat : Bi‘tsah bukan peristiwa sejarah, tetapi arus cahaya.
• Nabi ﷺ → pembawa wahyu
• Para Imam → penjaga wilāyah
• Imam Mahdi (ajf) → penyempurna manifestasi Bi‘tsah
📌 Maka Imam Mahdi bukan Nabi baru, tetapi penampak sempurna tujuan Bi‘tsah.
2️⃣ Bi‘tsah menurunkan cahaya, Imam Mahdi menegakkannya
Para arif Syiah berkata: Bi‘tsah = turunnya cahaya ke bumi. Ẓuhūr = berdirinya cahaya di bumi
📌 Jika Bi‘tsah adalah penyampaian kebenaran, maka Imam Mahdi adalah penegakan kebenaran tanpa hijab.
3️⃣ Mi‘rāj Nabi = pola kepemimpinan Imam Mahdi
Mi‘rāj memiliki dua fase:
1. Naik (fana’)
2. Turun (baqā’ bersama makhluk)
Imam Mahdi (ajf):
• memiliki maqām batin tinggi (wilāyah mutlak)
• tetapi hidup di tengah manusia
📌 Ini adalah Mi‘rāj yang menetap, bukan sekali lalu selesai.
4️⃣ Imam Mahdi adalah pemilik hakikat sholat.
Dalam riwayat Ahlul Bait: Imam adalah qiblat batin amal.
Ahli hakikat menjelaskan:
• Sholat tanpa wilāyah → bentuk tanpa ruh
• Wilāyah Imam Mahdi →penyempurna ruh sholat di akhir zaman
📌 Karena itu sholat adalah janji perjumpaan dengan Imam Zaman.
5️⃣ Sholat = latihan bertemu Imam Mahdi.
Para arif Syiah berkata: Siapa yang tidak hadir dalam sholat, ia belum siap hadir di hadapan al-Qā’im. 📌 Khusyuk, taat waktu, dan sholat malam adalah pendidikan ruhani penolong Imam Mahdi.
6️⃣ Imam Mahdi menjaga hasil Mi‘rāj Nabi.
Mi‘rāj Nabi ﷺ menghasilkan:
• sholat
• tauhid murni
• sistem langit–bumi
Imam Mahdi (ajf):
• menjaga sholat dari distorsi
• menegakkan tauhid tanpa kompromi
• memurnikan agama dari kepalsuan
📌 Maka ia adalah penjaga Mi‘rāj dalam sejarah.
7️⃣ Ẓuhūr = Mi‘rāj kolektif umat
Ahli hakikat menyebut: Ẓuhūr Imam Mahdi adalah Mi‘rāj sosial umat manusia.
• dari zulmat ke nur
• dari kezaliman ke keadilan
• dari agama simbolik ke agama hidup
📌 Inilah buah sholat berjamaah umat yang sadar wilāyah.
8️⃣ Penolong Imam Mahdi = ahli sholat Mi‘rāj
Riwayat menyebut: “Mereka ahli ibadah di malam hari.”
Makna hakikat:
• sholat mereka mengangkat, bukan sekadar sah
• sujud mereka mematikan ego
• doa mereka selaras dengan kehendak Imam
📌 Mereka telah menempuh Mi‘rāj batin sebelum ẓuhūr.
9️⃣ Imam Mahdi = saksi sholat umat
Dalam hakikat: Imam Zaman menyaksikan amal, khususnya sholat.
📌 Karena itu sholat:
• bukan hanya antara kita dan Allah
• tetapi juga hadapan wilāyah hidup
🔟 Tujuan akhir Bi‘tsah = kepemimpinan Imam Mahdi
Kesimpulan ahli hakikat Syiah:
Bi‘tsah dimulai dengan Nabi, Wilāyah dijaga oleh para Imam, dan kesempurnaan sejarah ditampakkan oleh Imam Mahdi (ajf).
🧭 Ringkasan satu kalimat (hakikat); Jika Bi‘tsah adalah awal cahaya, Mi‘rāj adalah puncak cahaya, dan sholat adalah penjaga cahaya, maka Imam Mahdi adalah penampak sempurna cahaya itu di bumi.
1) Bi‘tsah Nabi Muhammad ﷺ tahun berapa?
➡️ Tahun 610 M
➡️ Terjadi pada 27 Rajab, saat Nabi berusia 40 tahun.
➡️ Peristiwa ini dikenal sebagai Yaum al-Bi‘tsah (hari pengangkatan kenabian).
2) Ayat pertama “Iqra’” disampaikan Jibril tahun berapa?
➡️ Tahun 610 M juga, tepat pada peristiwa Bi‘tsah itu sendiri.
➡️ Jadi Bi‘tsah = turunnya wahyu pertama.
Ayat pertama yang diturunkan:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
(QS. Al-‘Alaq: 1–5)
Penjelasan singkat kronologis:
• Nabi bertahannuts (menyendiri) di Gua Hira
• Malaikat Jibril (as) datang
• Turun wahyu pertama: “Iqra’…”
• Sejak saat itu Nabi resmi diutus sebagai Rasul (Bi‘tsah)
Catatan penting:
• Bi‘tsah terjadi 13 tahun sebelum Hijrah
• Jadi secara hitungan Islam:
• Bi‘tsah: 610 M
• Hijrah: 622 M
1) Bi‘tsah Nabi ﷺ menurut Ahlul Bait
📌 Terjadi pada:
• 27 Rajab
• Tahun 40 ‘Am al-Fīl + 40 tahun usia Nabi
• Bertepatan dengan tahun 610 M
📚 Dalil riwayat Ahlul Bait:
• Imam Ja‘far ash-Shādiq عليه السلام bersabda: بُعِثَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوْمَ السَّابِعِ وَالعِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ
“Rasulullah ﷺ diutus pada hari ke-27 bulan Rajab.”
(al-Kāfī, Tahdzīb al-Ahkām, Bihar al-Anwār)
➡️ Dalam mazhab Ahlul Bait, 27 Rajab adalah pendapat yang masyhur dan mu‘tabar.
2) Turunnya ayat pertama “Iqra’” menurut Ahlul Bait
📌 Waktu:
➡️ Persis pada hari Bi‘tsah itu sendiri, 27 Rajab, tahun 610 M
📖 Wahyu pertama:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
(QS. Al-‘Alaq: 1)
📚 Riwayat dari Imam al-Bāqir & Imam ash-Shādiq عليهما السلام:
• Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah ﷺ adalah lima ayat awal Surah al-‘Alaq
• Disampaikan oleh Jibril عليه السلام
• Di Gua Hira
➡️ Maka menurut Ahlul Bait:
Bi‘tsah = turunnya “Iqra’” pertama kali
3) Catatan penting menurut Ahlul Bait (klarifikasi perbedaan pendapat)
• Ada riwayat non-Ahlul Bait yang menyebut Ramadhan sebagai waktu wahyu pertama
• Ahlul Bait membedakan:
• Bi‘tsah (awal kenabian) → 27 Rajab
• نزول القرآن جملةً إلى السماء الدنيا / tanazzul ijmālī → Lailatul Qadr di Ramadhan
📌 Jadi:
• Rajab → awal kenabian & risalah
• Ramadhan → awal tanazzul Qur’an secara kolektif Ini sesuai dengan tafsir Ahlul Bait tentang:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
4) Ringkasan super singkat (versi Ahlul Bait)
• Bi‘tsah Nabi ﷺ: 27 Rajab 610 M
• Ayat pertama “Iqra’”: turun hari yang sama
• Jibril menyampaikan langsung di Gua Hira
• Ramadhan tidak sama awal Bi‘tsah, tapi awal tanazzul Qur’an
hubungan Bi‘tsah dengan Wilāyah menurut pandangan Ahlul Bait عليهم السلام, disusun dari riwayat, tafsir batin, dan makrifat — bukan sekadar sejarah.
1️⃣ Bi‘tsah bukan hanya pengutusan Nabi, tetapi pengaktifan Wilayah
Dalam mazhab Ahlul Bait, Bi‘tsah (27 Rajab) bukan sekadar:”Nabi mulai menerima wahyu”melainkan: penampakan zahir dari Wilāyah Ilahiyyah di bumi.
📌 Nubuwwah = penyampaian risalah
📌 Wilayah = otoritas Ilahi atas ruh dan hakikat manusia
➡️ Bi‘tsah adalah saat Wilayah turun ke alam syariat.
2️⃣ Dalil Qur’an menurut tafsir Ahlul Bait
📖 QS. Al-Mā’idah: 55
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا…
Menurut Imam al-Bāqir & Imam ash-Shādiq (as):
• Ayat ini menunjukkan rantai Wilayah: Allah → Rasul → Ali → para Imam
📌 Bi‘tsah adalah awal kemunculan mata rantai ini secara zahir.
3️⃣ Makrifat “Iqra’” = perintah Wilayah. Menurut Ahlul Bait:
اقْرَأْ bukan sekadar “bacalah teks”
tetapi:
“terimalah dan sampaikan hakikat Ilahi melalui Wilayah”
📌 Nabi ﷺ tidak belajar huruf, tapi:
• membaca Nur
• membaca hakikat
• membaca dengan izin Wilayah
➡️ Tanpa Wilayah, “Iqra’” hanya huruf.
➡️ Dengan Wilayah, “Iqra’” menjadi kehidupan ruhani umat.
4️⃣ Bi‘tsah dan Wilayah Ali عليه السلام Imam Ali (as) bersabda (makna riwayah):”Aku bersama Rasulullah sebelum Adam antara air dan tanah.”
📌 Artinya:
• Wilayah Ali sudah ada sebelum Bi‘tsah
• Bi‘tsah adalah waktu penyingkapan (kashf), bukan penciptaan Wilayah
➡️ Maka: Nubuwwah Muhammad adalah zahir Wilayah Ali. Wilayah Ali adalah batin Nubuwwah Muhammad
5️⃣ Kenapa Bi‘tsah di bulan Rajab?
Menurut riwayat Ahlul Bait:
• Rajab = شهر الولاية (bulan Wilayah)
• Bulan haram → tirai antara langit dan bumi tipis
• Amal di Rajab langsung terhubung ke Wilayah
📌 Karena itu:
• Bi‘tsah tidak terjadi di Ramadhan
• tetapi di Rajab, bulan Wilayah dan awal tanazzul Nur Muhammad
6️⃣ Hubungan Bi‘tsah → Ghadir → Mahdi.
Satu garis lurus Wilayah:
1. Bi‘tsah → Wilayah turun sebagai Nubuwwah
2. Ghadir → Wilayah dinyatakan secara terang
3. Imam Mahdi (ajf) → Wilayah tampak sempurna dan global
📌 Tanpa memahami Wilayah: • Bi‘tsah hanya jadi peristiwa sejarah
📌 Dengan Wilayah: • Bi‘tsah menjadi awal hidup ruhani umat
7️⃣ Ringkasan makrifat (sangat singkat) Bi‘tsah adalah hari di mana Wilayah berbicara lewat lisan Nubuwwah. Iqra’ adalah perintah membaca Wilayah, bukan sekadar ayat.
Amalan Bi‘tsah (27 Rajab) menurut riwayat Ahlul Bait عليهم السلام, disusun bertahap (lahir → batin → wilayah) agar mudah diamalkan.
🌙 1) Mandi (Ghusl) Bi‘tsah
📌 Waktu: sejak malam 27 Rajab atau siangnya
📌 Niat: Ghusl li yaumil-bi‘tsah qurbatan ilallāh
🔹 Makna batin: membersihkan diri untuk menerima tajalli Nubuwwah & Wilayah.
🍃 2) Puasa 27 Rajab
📚 Imam Ja‘far ash-Shādiq (as): “Puasa hari Bi‘tsah setara dengan puasa 70 tahun.”
🔹 Makna batin: menahan nafsu agar ruh siap menerima amanah Wilayah.
🕌 3) Shalat Bi‘tsah (12 rakaat)
📌 Waktu: siang hari 27 Rajab
📌 Cara: 6 × 2 rakaat
Setiap rakaat:
• Al-Fātiḥah → 1×
• Al-Ikhlāṣ → 4×
• Al-Falaq → 1×
• An-Nās → 1×
📌 Setelah selesai 12 rakaat:
• Shalawat 100×
• Istighfar 100×
• Doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمَا بَعَثْتَ بِهِ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ مِنَ النُّورِ وَالْحِكْمَةِ…
Allāhumma innī as’aluka bimā ba‘atsta bihi Muḥammadan ṣallallāhu ‘alayhi wa ālihī mina n-nūri wal-ḥikmati…
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) apa yang Engkau utus bersama Muhammad ﷺ dan keluarganya berupa cahaya dan hikmah…”
Catatan Makna (Singkat)
• بِمَا بَعَثْتَ بِهِ مُحَمَّدًا→ Menunjukkan tawassul dengan misi kenabian Muhammad ﷺ, bukan sekadar pribadi beliau, tetapi apa yang Allah titipkan padanya.
• مِنَ النُّورِ وَالْحِكْمَةِ→
• Nur: cahaya petunjuk ilahi, hakikat risalah, dan cahaya wilayah
• Hikmah: pengetahuan yang tepat, kebijaksanaan ilahiah, dan pemahaman batin
Dalam irfan Ahlul Bayt, nur dan hikmah ini terus mengalir melalui para Imam, hingga mencapai Imam Mahdi ‘ajf, sebagai penjaga cahaya risalah di akhir zaman.
🔹 Makna batin: shalat ini disebut shalat tajdid al-wilayah (pembaruan kesetiaan wilayah).
🤲 4) Doa Bi‘tsah (Doa Khusus)
Doa masyhur dari kitab Iqbal al-A‘mal:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ فِي هٰذَا الْيَوْمِ…
Allāhumma innī as’aluka bit-tajallī al-a‘ẓami fī hādhā al-yaumi…
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) tajallī (penampakan/manifestasi) Yang Maha Agung pada hari ini…”
Isyarat Makna Makrifat (Ringkas)
• التجلّي الأعظم (at-tajallī al-a‘ẓam) Dalam irfan dan makrifat Ahlul Bayt, ini menunjuk pada penyingkapan cahaya Ilahi paling sempurna yang dapat diterima makhluk, bukan Zat Allah (yang mutlak tak terjangkau), tetapi tajallī-Nya melalui Nur Muhammad dan Ahlul Bayt.
• فِي هٰذَا الْيَوْمِ
Menandakan waktu khusus di mana hijab lebih tipis:
• hari besar ruhani (Bi‘tsah, Mi‘raj, Jum‘at, ‘Id, atau momen doa khusus),
• atau keadaan batin tertentu saat hati siap menerima cahaya.
Dalam sebagian riwayat irfani, tajallī a‘ẓam pada zaman ini dipahami sebagai tajallī wilayah terakhir, yang puncaknya adalah zuhūr Imam Mahdi ‘ajf, ketika cahaya hikmah dan keadilan tampak tanpa hijab sosial dan batin.
📌 Inti doa:
• memohon nur Bi‘tsah
• diteguhkan di atas wilayah Muhammad wa Ali
🔹 Makna batin: menyambungkan diri pada rantai Allah → Rasul → Imam.
🌺 5) Memperbanyak Shalawat
Minimal:
اللهم صلِّ على محمد وآل محمد
📚 Riwayat Ahlul Bait:
“Shalawat adalah kunci diterimanya seluruh amal.”
🔹 Makna batin: shalawat = bahasa Wilayah.
🕋 6) Ziarah Rasulullah ﷺ & Amirul Mukminin (as) Jika tidak di Madinah/Najaf, cukup dari jauh:
السلام عليك يا رسول الله
السلام عليك يا أمير المؤمنين
🔹 Makna batin: Bi‘tsah adalah hari hidupnya Wilayah, dan ziarah adalah pengakuan sanad ruhani.
🕊️ 7) Tajdid Bai‘at Wilayah (Amalan Batin)
Ucapkan dengan hati:
اللهم إني أُجدد في هذا اليوم
عهدي وبيعتي
لوليك الحجة بن الحسن…
🔹 Makna batin: mengikat Bi‘tsah dengan Imam Mahdi (ajf) sebagai pewaris risalah.
🧭 Ringkasan singkat (praktis)
✔ Ghusl
✔ Puasa
✔ Shalat 12 rakaat
✔ Doa Bi‘tsah
✔ Shalawat
✔ Ziarah
✔ Tajdid wilayah
✨ Kalimat makrifat penutup Bi‘tsah bukan hanya turunnya wahyu, tetapi hari di mana Wilayah dihidupkan kembali dalam diri orang beriman.
Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment