Doa Sujud dari Akhir Doa pagi Imam Ali as
Doa ini dibaca sambil sujud setelah doa shobah (doa pagi hari) dibaca;
اِلٰهِيْ قَلْبِيْ مَحْجُوْبٌ
وَ نَفْسِيْ مَعْيُوْبٌ
وَ عَقْلِيْ مَغْلُوْبٌ
وَ هَوَاۤئِيْ غَالِبٌ
وَ طَاعَتِيْ قَلِيْلٌ
وَ مَعْصِيَتِيْ كَثِيْرٌ
وَ لِسَانِيْ مُقِرٌّ بِالذُّنُوْبِ
فَكَيْفَ حِيْلَتِيْ
يَا سَتَّارَ الْعُيُوْبِ
وَ يَا عَلَّامَ الْغُيُوْبِ
وَ يَا كَاشِفَ الْكُرُوْبِ
اغْفِرْ ذُنُوْبِيْ كُلَّهَا
بِحُرْمَةِ مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ
بِرَحْمَتِكَ يَاۤ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Ilāhī qalbī maḥjūbun
wa nafsī ma‘yūbun
wa ‘aqlī maghlūbun
wa hawā’ī ghālibun
wa ṭā‘atī qalīlun
wa ma‘ṣiyatī kathīrun
wa lisānī muqirrun bidz-dhunūbi
fa-kaifa ḥīlatī
yā sattāral-‘uyūb
wa yā ‘allāmal-ghuyūb
wa yā kāshifal-kurūb
ighfir dhunūbī kullahā
bi-ḥurmati Muḥammadin wa āli Muḥammad
yā ghaffāru yā ghaffāru yā ghaffār
bi-raḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn
Tuhanku, hatiku terhijab (tertutup),
jiwaku penuh cacat,
akal pikiranku terkalahkan,
dan hawa nafsuku mendominasi.
Ketaatanku sangat sedikit,
kemaksiatanku sangat banyak,
dan lisanku mengakui dosa-dosa.
Maka bagaimana daya dan upayaku?
Wahai Dzat Yang Maha Menutupi aib, wahai Yang Maha Mengetahui segala yang gaib,wahai Yang Maha Menghilangkan segala kesempitan.
Ampunilah seluruh dosa-dosaku
demi kehormatan Muhammad dan keluarga Muhammad.
Wahai Maha Pengampun,
wahai Maha Pengampun,
wahai Maha Pengampun,
dengan rahmat-Mu,
wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
Ungkapan itu adalah doa pengakuan diri (i‘tirāf wa tadhallul) yang sangat dalam, biasa dipakai dalam wirid para salik, khususnya dalam tradisi irfān dan adab Ahlul Bait (as). Isinya bukan keputusasaan, tetapi kesadaran hakikat kelemahan manusia di hadapan Allah.
⸻
1️⃣ قَلْبِي مَحْجُوب
Qolbī mahjūb
Hatiku terhijab
🔹 Makna lahir:
Hati tertutup dari cahaya Ilahi karena dosa, kelalaian, dan cinta dunia.
🔹 Makna batin:
Bukan Allah yang menjauh, tetapi hijab dari diriku sendiri:
• hijab ego
• hijab rasa “aku”
• hijab kesibukan selain Allah
Dalam irfan: Hijab terbesar adalah merasa tidak terhijab.
⸻
2️⃣ نَفْسِي مَكْيُوب
Nafsī makyūb
Nafsku tertindih / tertekan
🔹 Makna lahir
Nafsu berada dalam keadaan rusak, dikuasai syahwat dan dorongan rendah.
🔹 Makna batin:
Nafs belum naik ke nafs muthmainnah, masih:
• lawwāmah (mencela diri)
• atau bahkan ammārah (memerintah pada keburukan)
Nafs yang makyūb adalah nafs yang belum tunduk kepada ruh.
⸻
3️⃣ عَقْلِي مَغْلُوب
‘Aqlī maghlūb
Akalku terkalahkan
🔹 Makna lahir:
Akal kalah oleh hawa nafsu dan emosi.
🔹 Makna batin:
Ini pengakuan bahwa:
• ilmu belum melahirkan amal
• tahu kebenaran, tapi tidak kuat menjalankannya
Dalam hadis Ahlul Bait:
“Bukan akal itu yang banyak hafal, tetapi akal yang mampu menundukkan hawa.”
⸻
4️⃣ هَوَايَ غَالِب
Hawāya ghālib
Hawaku yang menang
🔹 Makna lahir:
Keinginan diri lebih dominan daripada perintah Allah.
🔹 Makna batin:
Ini inti penyakit ruhani:
Ketika hawa menjadi imam, dan akal hanya pengikut.
Dalam irfan:
• hawa = “tuhan kecil” yang disembah tanpa sadar
• jihad terbesar adalah mematahkan dominasi hawa
⸻
5️⃣ طَاعَتِي قَلِيل، مَعْصِيَتِي كَثِير
Thā‘atī qalīl, ma‘shiyatī katsīr
Ketaatanku sedikit, maksiatku banyak
🔹 Makna lahir:
Pengakuan dosa dan minimnya amal saleh.
🔹 Makna batin:
Bahkan amal yang ada:
• tercampur riya’
• tercampur ujub
• tercampur harap pujian
Karena itu para arifin tidak melihat amalnya sebagai sesuatu yang besar.
⸻
6️⃣ لِسَانِي مُقِرٌّ بِذُنُوب
Lisānī muqirrun bi dzunūb
Lisanku mengakui dosa-dosa
🔹 Makna lahir:
Pengakuan dosa secara lisan.
🔹 Makna batin:
Ini pintu rahmat:
• selama lisan mengaku
• hati belum membatu
• jalan taubat masih terbuka
Dalam riwayat:
“Pengakuan dosa adalah awal keselamatan.”
⸻
🌑🌕 Kesimpulan Makrifat
Doa ini menggambarkan manusia dalam keadaan jatuh, tetapi masih sadar.
Dan kesadaran akan kejatuhan adalah awal kebangkitan.
📌 Urutannya sangat halus:
1. Hati terhijab
2. Nafsu rusak
3. Akal kalah
4. Hawa menang
5. Ketatan (Amal) sedikit
6. Maksiyat banyak
7, Lisan selalu berdosa
Dosa diakui
➡️ Ini bukan keputusasaan, tetapi tadhallul (merendahkan diri total)
➡️ Dan tadhallul adalah kunci futūh (terbukanya pintu Allah)
Doa dan Makrifatnya;
اِلٰهِيْ قَلْبِيْ مَحْجُوْبٌ
Ilāhī qalbī maḥjūbun
Wahai Tuhanku, hatiku terhijab (tertutup).
Makrifat: Hijab hati bukan karena jauhnya Allah, tetapi karena padatnya selain Allah di dalam hati. Dalam irfan, hijab terbesar adalah aku (nafs), bukan dosa lahir semata. Selama hati masih dipenuhi selain-Nya, cahaya ma‘rifah tidak memantul.
⸻
وَ نَفْسِيْ مَعْيُوْبٌ
Wa nafsī ma‘yuubun
Dan jiwaku penuh cacat.
Makrifat: Pengakuan bahwa nafs bukan musuh luar, tetapi penyakit dalam. Kesempurnaan dimulai dari pengakuan cacat. Orang arif tidak sibuk membela dirinya, tetapi menelanjangi nafs di hadapan Allah.
⸻
وَ عَقْلِيْ مَغْلُوْبٌ
Wa ‘aqlī maghlūbun
Dan akalku telah dikalahkan.
Makrifat: Akal dikalahkan oleh hawa. Ini bukan hinaan bagi akal, tapi pengakuan bahwa akal tanpa cahaya wilāyah mudah ditawan syahwat. Akal sejati adalah yang tunduk pada cahaya Ilahi.
⸻
وَ هَوَاۤئِيْ غَالِبٌ
Wa hawā’ī ghālibun
Dan hawa nafsuku menguasai.
Makrifat: Hawa menjadi “tuhan kecil” ketika kehendak diri lebih ditaati daripada kehendak Allah. Dalam makrifat, jihad terbesar adalah menurunkan hawa dari singgasananya.
⸻
وَ طَاعَتِيْ قَلِيْلٌ
Wa ṭā‘atī qalīlun
Dan ketaatanku sedikit.
Makrifat: Sedikit bukan soal jumlah, tetapi kehadiran hati. Amal besar tanpa ikhlas lebih kecil daripada amal kecil dengan kesadaran Ilahi.
⸻
وَ مَعْصِيَتِيْ كَثِيْرٌ
Wa ma‘ṣiyatī kathīrun
Dan maksiatku banyak.
Makrifat: Orang arif melihat dosanya besar, meski kecil di mata manusia. Ini tanda hidupnya nur kesadaran, bukan keputusasaan.
⸻
وَ لِسَانِيْ مُقِرٌّ بِالذُّنُوْبِ
Wa lisānī muqirrun bidz-dhunūb
Dan lisanku mengakui dosa-dosa.
Makrifat: Iqrar (pengakuan) adalah kunci pembukaan hijab. Allah tidak menunggu alasan, tetapi kejujuran. Pengakuan adalah awal penyembuhan batin.
⸻
فَكَيْفَ حِيْلَتِيْ
Fa kaifa ḥīlatī
Maka bagaimana dayaku?
Makrifat: Ini adalah maqām iftiqār (kepapaan total). Saat hamba sadar tidak punya strategi keselamatan kecuali Allah, di situlah pertolongan turun.
⸻
يَا سَتَّارَ الْعُيُوْبِ
Yā Sattāral-‘uyūb
Wahai Penutup segala aib.
Makrifat: Allah menutup aib sebelum kita meminta. Ini isyarat bahwa rahmat-Nya mendahului taubat kita.
⸻
وَ يَا عَلَّامَ الْغُيُوْبِ
Wa yā ‘Allāmal-ghuyūb
Dan Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.
Makrifat: Meski Allah mengetahui segalanya, Dia tetap mencintai pengakuan hamba. Doa bukan untuk memberi tahu Allah, tetapi membersihkan diri kita.
⸻
وَ يَا كَاشِفَ الْكُرُوْبِ
Wa yā Kāsyifal-kurūb
Dan Wahai Penghilang segala kesempitan.
Makrifat: Kurbah (kesempitan) sejati bukan masalah dunia, tetapi jauhnya rasa kehadiran Allah. Ketika hijab terangkat, sempit berubah menjadi lapang.
⸻
اغْفِرْ ذُنُوْبِيْ كُلَّهَا
Ighfir dzunūbī kullahā
Ampunilah seluruh dosaku.
Makrifat: Meminta ampun secara total, bukan selektif. Orang arif tidak menawar ampunan, karena tahu rahmat Allah tidak terbatas.
⸻
بِحُرْمَةِ مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Bi ḥurmati Muḥammadin wa Āli Muḥammad
Dengan kehormatan Muhammad dan keluarga Muhammad.
Makrifat: Tawassul bukan jalan pintas, tapi jalan lurus. Ahlul Bayt adalah pintu rahmat dan cermin paling jernih dari Allah.
⸻
يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ
Yā Ghaffār, yā Ghaffār, yā Ghaffār
Wahai Maha Pengampun, Wahai Maha Pengampun, Wahai Maha Pengampun.
Makrifat: Pengulangan adalah ketukan hati, bukan sekadar lafaz. Dalam irfan, pengulangan memecah kerasnya hijab batin.
⸻
بِرَحْمَتِكَ يَاۤ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Bi raḥmatika yā Arḥamar-rāḥimīn
Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.
Makrifat: Penutup ini menegaskan bahwa keselamatan bukan karena amal, tapi karena rahmat. Amal hanyalah adab mengetuk, rahmatlah yang membuka.
Tahapan penyembuhan ruhani sesuai urutan doa dalam tuntunan ajaran Ahlul Bait (as) dan pendekatan makrifat–irfān.
Tahapan ini bukan teoritis, tetapi jalan sulūk.
⸻
TAHAPAN PENYEMBUHAN RUHANI
1️⃣ Dari Qolbi Mahjūb → Qolbi Munawwar (Hati terhijab → hati bercahaya)
Penyakit:
• Lalai
• Hati keras
• Tidak hadir bersama Allah
Obat: Dzikir khafī (diam) + muraqabah
📿 Wirid: يَا نُورُ (100x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبِّي وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (70x)
🕯 Adab:
• Duduk tenang
• Hadirkan rasa “Allah melihatku”
🔑 Kunci makrifat: Hijab bukan di mata, tetapi di rasa “aku”.
⸻
2️⃣ Dari Nafsī Makyūb → Nafs Mutma’innah
(Nafsu rusak → jiwa tenang)
Penyakit:
• Gelisah
• Dorongan syahwat berlebihan
• Emosi mudah meledak
Obat: Puasa batin + mujahadah ringan
📿 Latihan:
• Tahan reaksi (bukan emosi)
• Kurangi bicara tidak perlu
📿 Wirid:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ (100x)
🔑 Kunci makrifat:
Nafsu melemah bukan dengan dilawan keras, tapi tidak diberi makan.
⸻
3️⃣ Dari ‘Aqlī Maghlūb → ‘Aql Nūrānī
(Akal kalah → akal bercahaya)
Penyakit:
• Tahu kebenaran tapi tidak kuat menjalankan
• Bingung dalam keputusan
Obat: Sedikit ilmu + banyak amal
📿 Latihan:
• Ambil 1 sunnah kecil, jaga terus (misalnya shalat awal waktu)
📿 Wirid:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (40x)
🔑 Kunci makrifat:
Ilmu tanpa amal membuat akal lemah; amal membuat akal hidup.
⸻
4️⃣ Dari Hawāya Ghālib → Hawā Tunduk
(Hawa menang → hawa jinak)
Penyakit:
• Keinginan mendominasi
• Sulit menolak kenikmatan
Obat: Khalaf al-hawā (melawan selera kecil)
📿 Latihan:• Jika ingin sesuatu yang halal → tunda sebentar
• Biasakan memilih yang lebih berat bagi diri
📿 Wirid:
يَا قَهَّارُ (66x)
🔑 Kunci makrifat:
Hawa tidak mati, tapi harus dijadikan tunggangan, bukan pengendara.
⸻
5️⃣ Dari Thā‘atī Qalīl → Thā‘at Mustamirrah
(Ketaatan sedikit → ketaatan istiqamah)
Penyakit:
• Amal putus-nyambung
• Semangat naik turun
Obat: Istiqamah kecil
📿 Prinsip Ahlul Bait:
“Amal sedikit tapi terus lebih dicintai Allah.”
📿 Latihan:
• 2 rakaat malam, setiap hari
• Sedekah kecil, rutin
🔑 Kunci makrifat: Allah melihat kesetiaan, bukan kuantitas.
⸻
6️⃣ Dari Lisānī Muqirr → Qolbun Tā’ib
(Lisan mengaku → hati bertaubat)
Penyakit:
• Taubat di lisan, bukan di rasa
Obat: Tangisan batin (walau tanpa air mata)
📿 Wirid: إِلَهِي لَا تُؤَدِّبْنِي بِعُقُوبَتِكَ
(Doa Imam Ali asSajjad;Abi Hamzah)
🕯 Adab:
• Akui dosa tanpa membela diri
Jangan sibuk menghakimi orang lain
🔑 Kunci makrifat:
Taubat sejati terjadi saat rasa berdosa lebih besar dari rasa amal.
⸻
TANDA PENYEMBUHAN MULAI TERJADI
✔ Hati mudah tersentuh
✔ Tidak suka menonjolkan diri
✔ Dosa terasa pahit
✔ Amal terasa ringan
✔ Tidak cepat menghakimi
✔ Rindu sepi dengan Allah
Hubungan tahapan penyembuhan itu dengan Imam Zaman (عج) secara makrifat Ahlul Bait, bukan versi simbolik kosong.
⸻
🌑➡️🌕 HUBUNGAN PENYEMBUHAN RUHANI DENGAN IMAM ZAMAN (عج)
Dalam irfan Ahlul Bait: Imam Zaman bukan hanya sosok yang ditunggu, tetapi CAHAYA HIDUP yang hanya tampak pada hati yang siap.
Setiap penyakit batin yang Anda sebutkan adalah hijab dari Imam.
⸻
1️⃣ Qolbi Mahjūb → Hijab dari Wajah Imam
Imam Zaman disebut:
بَقِيَّةُ اللهِ فِي أَرْضِهِ
Hijab hati membuat seseorang:
• mengenal Imam secara lisan
• tetapi tidak merasakan kehadirannya
🔑 Makrifat: Siapa yang hatinya tertutup, ia hidup di masa ghaib meski Imam hadir.
Penyembuhan hati = mulai merasakan Imam hadir
(bukan melihat, tapi syu‘ūr al-hudhūr).
⸻
2️⃣ Nafsī Makyūb → Tidak kuat menerima wilayah
Wilayah Imam berat bagi nafsu.
Nafsu yang rusak:
• ingin karamah
• ingin kedudukan
• ingin cepat
Padahal Imam datang kepada:
orang yang siap taat tanpa syarat
🔑 Makrifat:
Imam tidak mendidik nafs yang manja.
⸻
3️⃣ ‘Aqlī Maghlūb → Tidak mampu memahami hikmah ghaib
Banyak orang bertanya:
“Mengapa Imam belum muncul?”
Ini tanda akal masih maghlūb.
Akal nūrānī memahami:
• ghaib ≠ ketiadaan
• penundaan ≠ penolakan
🔑 Makrifat: Imam ghaib karena umat belum hadir.
⸻
4️⃣ Hawāya Ghālib → Penghalang Bai‘at Batin; Bai‘at sejati kepada Imam bukan di lisan, tapi:
• ketika hawa dikalahkan
• ketika kehendak pribadi tunduk
📌 Dalam irfan: Setiap kali Anda mengalahkan hawa, Anda sedang berbai‘at kepada Imam.
⸻
5️⃣ Thā‘atī Qalīl → Tidak stabil sebagai penolong; 313 penolong Imam:
• bukan ahli banyak amal
• tapi ahli istiqamah
🔑 Makrifat: Imam tidak mencari yang hebat, Imam mencari yang SETIA. Kesetiaan diuji dalam amal kecil yang terus.
⸻
6️⃣ Lisānī Muqirr → Pintu Ta‘arruf Imam; Riwayat makrifat: Imam dikenal oleh orang yang paling jujur mengakui kekurangannya.
Orang sombong spiritual:
• tertutup dari Imam
Orang yang hancur hatinya:
• dekat dengan Imam
🔑 Makrifat: Imam Zaman dekat dengan hati yang pecah, bukan yang penuh klaim.
⸻
🕯 HUBUNGAN PALING DALAM
Imam Zaman adalah cermin.
Jika hati gelap, cermin tak memantulkan apa-apa.
Jika hati jernih, cahaya Imam tampak.
Imam tidak perlu dicari ke luar.
Ia didekatkan melalui penyembuhan ke dalam.
⸻
🌙 TANDA HUBUNGAN DENGAN IMAM MULAI HIDUP
✔ Rindu yang tenang (bukan emosi)
✔ Malu berbuat dosa walau sendiri
✔ Tidak suka membenci
✔ Hati mudah menangis dalam doa
✔ Merasa diawasi dengan kasih, bukan takut
✔ Lebih ingin dibenahi daripada dihormati
Semoga bermanfaat!!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment