Shalat Malam Kedelapan Ramadhan, Doa dan Makrifatnya
Riwayat dari Imam Ali bin Abi Thalib عليه السلام
صلاةُ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِ: وَمَنْ صَلَّى اللَّيْلَةَ الثَّامِنَةَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ رَكْعَتَيْنِ، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ الْحَمْدَ مَرَّةً وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً، وَسَبَّحَ أَلْفَ تَسْبِيحَةٍ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجِنَانِ الثَّمَانِيَةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.
Dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib عليه السلام:
Barangsiapa pada malam kedelapan bulan Ramadhan shalat dua rakaat; pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah sekali dan Qul Huwallahu Ahad sebelas kali, serta membaca seribu tasbih, maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga; ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
🌿 Makrifat Al-Fatihah
Al-Fatihah adalah peta perjalanan ruh:
1. Bismillah → Awal tajalli Nur Allah dalam hati.
2. Alhamdu lillah → Kesadaran bahwa seluruh pujian kembali kepada Dzat.
3. Ar-Rahman Ar-Rahim → Tajalli kasih universal dan kasih khusus bagi ahlul wilayah.
4. Maliki Yaumid Din → Kesadaran fana; semua amal kembali pada-Nya.
5. Iyyaka na’budu → Tauhid ibadah (melebur ego).
6. Iyyaka nasta’in → Tauhid isti’anah (bergantung hanya pada-Nya).
7. Ihdinas shirathal mustaqim → Jalan wilayah Ahlul Bayt sebagai jalan lurus batin.
🌿 Makrifat Al-Ikhlas
Surah ini adalah inti tauhid hakikat:
• Ahad → Kesatuan mutlak tanpa pembagian.
• Ash-Shamad → Tempat bergantung seluruh makhluk; Dzat yang tidak bergantung.
• Lam yalid wa lam yulad → Allah bukan hasil sebab dan tidak melahirkan secara materi; tauhid bersih dari jasmanisasi.
• Lam yakun lahu kufuwan ahad → Tiada realitas setara dengan-Nya; semua selain-Nya adalah bayangan wujud.
Membacanya 11 kali → isyarat penegasan tauhid pada 10 indera lahir-batin + 1 qalb sebagai pusat kesadaran.
🔢 Rahasia Angka 8
Delapan pintu surga melambangkan:
• 8 maqam kesucian jiwa
• 8 lapisan pengangkatan ruh
• 8 sifat rahmat Ilahi yang terbuka bagi ahli tasbih
Dalam riwayat, surga memiliki delapan pintu, dan hati mukmin yang disucikan menjadi cermin bagi kedelapan pintu itu.
🌌 Hakikat Tasbih 1000 Kali
Tasbih (سُبْحَانَ اللهِ):
• Menyucikan Allah dari segala gambaran.
• Menghancurkan berhala batin (ego, riya, takabbur).
• Seribu → simbol كثرة (kesempurnaan jumlah), bukan sekadar angka, tapi totalitas penyucian.
Di maqam makrifat, tasbih adalah gerak ruh menuju Pure Self — diri yang telah kosong dari selain Allah.
Hubungan dengan Laylatul Qadar & Imam Zaman
Riwayat shalat malam ke-8 dinisbatkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib عليه السلام: dua rakaat, membaca Al-Fatihah sekali dan Al-Ikhlas 11 kali tiap rakaat, serta 1000 tasbih — dijanjikan dibukakan 8 pintu surga.
🌌 1️⃣ Hubungan dengan Laylatul Qadar 📖 Isyarat Qur’ani
Qur’an menyebut: “Tanazzalul malā’ikatu war-rūḥu fīhā…” (Malam itu para malaikat dan Ruh turun…)
Laylatul Qadar adalah malam turunnya takdir dan tajalli rahmat.
🔢 Mengapa Malam ke-8 terkait Qadar?
Walau Qadar berada di sepuluh akhir, malam ke-8 adalah tahap penyucian awal sebelum menerima tajalli besar. Makrifatnya:
• Al-Fatihah → membuka pintu hidayah (peta ruh).
• Al-Ikhlas (11x) → pemurnian tauhid.
• 1000 tasbih → penyucian total dari syirik khafi (ego halus).
Artinya:
Malam ke-8 adalah takhliyah (pengosongan diri) sebelum tajalliyah (penampakan cahaya Qadar).
Jika hati belum bersih, cahaya Qadar terasa biasa.
Jika hati telah disucikan, Qadar menjadi pertemuan.
🕊️ 2️⃣ Hubungan dengan Imam Zaman. Dalam teologi Ahlul Bayt, pada Laylatul Qadar: Takdir tahunan diturunkan kepada Hujjah Allah di bumi. Imam Zaman yang dimaksud adalah Imam Muhammad al-Mahdi عجل الله فرجه.
Makrifatnya:
• Malaikat turun membawa ketentuan.
• Ketentuan itu sampai kepada Imam sebagai pusat wilayah.
• Imam adalah “qalb al-‘ālam” (jantung kosmos).
Lalu apa kaitan malam ke-8?
Shalat ini melatih tiga hal:
1. Tauhid murni (Al-Ikhlas) → menyelaraskan hati dengan wilayah Imam.
2. Tasbih 1000 kali → membersihkan hijab antara ruh dan hujjah.
3. Delapan pintu surga → simbol 8 maqam penerimaan cahaya wilayah.
Jika hati bersih, maka saat Qadar tiba, ruh siap menerima pancaran takdir melalui jalur Imam.
🌟 3️⃣ Rahasia Angka 8
Dalam irfan:
• 8 → keseimbangan kosmik
• 8 malaikat pemikul ‘Arsy (isyarat Qur’ani)
• 8 pintu surga → 8 maqam kedekatan
Malam ke-8 melambangkan pembukaan struktur batin agar mampu memikul cahaya takdir.
🌿 4️⃣ Dimensi Hakikat
Secara lahir:
Shalat malam ke-8 adalah ibadah sunnah dengan pahala surga.
Secara batin:
Ia adalah latihan menyucikan qalb sebelum Laylatul Qadar.
Secara hakikat:
Ia adalah persiapan ruh untuk menyelaraskan diri dengan Imam Zaman sebagai penerima tajalli takdir.
✨ Inti Makrifatnya
Malam ke-8 = Pembersihan
Laylatul Qadar = Penurunan Cahaya
Imam Zaman = Pusat Penyaluran Takdir
Doa Malam kedepalan
دعاء اللهم هذا شهرك
Diriwayatkan dari Nabi Muhammad ﷺ — Muhammad
اللَّهُمَّ هٰذَا شَهْرُكَ الَّذِي أَمَرْتَ فِيهِ عِبَادَكَ بِالدُّعَاءِ، وَضَمِنْتَ لَهُمُ الْإِجَابَةَ، وَقُلْتَ:
﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ﴾
فَأَدْعُوكَ يَا مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّ، وَيَا كَاشِفَ السُّوءَ عَنِ الْمَكْرُوبِ، وَيَا جَاعِلَ اللَّيْلِ سَكَنًا، وَيَا مَنْ لَا يَمُوتُ، اغْفِرْ لِمَنْ يَمُوتُ، قَدَرْتَ وَخَلَقْتَ وَسَوَّيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ، أَطْعَمْتَ وَسَقَيْتَ وَآوَيْتَ وَرَزَقْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ.
أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ فِي اللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ، وَفِي النَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ، وَفِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ، وَأَنْ تَكْفِيَنِي مَا أَهَمَّنِي، وَتَغْفِرَ لِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Allāhumma hādzā syahruka alladzī amarta fīhi ‘ibādaka bid-du‘ā’, wa dhaminta lahumul ijābah, wa qulta:
Wa idzā sa’alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da‘wata ad-dā‘i idzā da‘ān. Fa ad‘ūka yā mujība da‘watil mudhtharr, wa yā kāsyifas sū’i ‘anil makrūb, wa yā jā‘ilal layli sakanan, wa yā man lā yamūt, ighfir liman yamūt. Qadarta wa khalaqta wa sawwaita falakal hamd. Ath‘amta wa saqaita wa āwaita wa razaqta falakal hamd.
As’aluka an tuṣalliya ‘alā Muḥammadin wa āli Muḥammad, fil layli idzā yaghsyā, wa fin nahāri idzā tajallā, wa fil ākhirati wal ūlā, wa an takfiyanī mā ahammanī, wa taghfira lī, innaka antal Ghafūrur Raḥīm.
Ya Allah, inilah bulan-Mu yang Engkau perintahkan hamba-hamba-Mu untuk berdoa di dalamnya, dan Engkau jamin bagi mereka pengabulan. Engkau berfirman:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat; Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
Maka aku memohon kepada-Mu, wahai Pengabul doa orang yang terdesak, wahai Penghilang kesusahan dari yang berduka, wahai Yang menjadikan malam untuk ketenangan, wahai Yang tidak mati; ampunilah yang akan mati. Engkau telah menentukan, menciptakan, dan menyempurnakan — bagi-Mu segala puji. Engkau memberi makan, memberi minum, memberi tempat tinggal dan rezeki — bagi-Mu segala puji.
Aku memohon agar Engkau bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad di malam ketika ia menutupi, di siang ketika ia bersinar, di dunia dan di akhirat; dan agar Engkau mencukupkan apa yang meresahkanku, serta mengampuni aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
🌌 Makrifat & Hakikat Doa
1️⃣ “هذا شهرك” — Ini Bulan-Mu
Ramadhan bukan milik manusia — ia adalah tajalli rahmat Allah.
Makrifatnya: ketika masuk Ramadhan, seorang arif masuk ke wilayah Ilahi (wilayah cahaya), bukan sekadar kalender waktu.
2️⃣ “فإني قريب” — Aku dekat
Kedekatan Allah bukan jarak fisik, tetapi kedekatan wujud.
Dalam maqam hakikat:
Allah lebih dekat dari kesadaran kita sendiri.
Doa bukan memanggil Allah — tetapi menyadari kehadiran-Nya.
3️⃣ “يا مجيب دعوة المضطر”
Orang mudhtharr (terdesak) adalah jiwa yang putus dari selain Allah.
Makrifatnya: doa paling mustajab lahir saat ego runtuh.
4️⃣ “يا من لا يموت اغفر لمن يموت”
Kontras antara Yang Abadi dan yang fana. Hakikatnya: kita memohon agar kefanaan diri dilebur dalam Baqa’ Allah.
5️⃣ Shalawat atas Muhammad dan Ahlul Bayt
Shalawat adalah jalan naiknya doa.
Dalam irfan, Nur Muhammad adalah wasilah tajalli rahmat.
Tanpa cahaya mereka, doa belum sempurna naik ke hadirat Ilahi.
6️⃣ “تكفيني ما أهمني
Permintaan tertinggi bukan harta, tapi ketenangan hati. Makrifatnya: cukupkan aku dari selain-Mu.
Ketika doa ini dibaca dengan kesadaran:
• Bulan menjadi mi’raj ruh
• Doa menjadi dialog tanpa jarak
• Tasbih menjadi penyucian ego
• Shalawat menjadi jembatan cahaya
Pada maqam tertinggi, yang berdoa, doa, dan Yang Diddoakan tidak lagi terpisah dalam kesadaran tauhid.
Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment