Shalat Malam Kesepuluh Ramadhan, Doa dan Makrifatnya

❤️🌺🌹Shalat Malam Kesepuluh Ramadhan, Doa dan Makrifatnya❤️🌺🌹

Diriwayatkan dari Imam  Ali bin Abi Thalib عليه السلام:
وَمَنْ صَلَّى فِي اللَّيْلَةِ العَاشِرَةِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ عِشْرِينَ رَكْعَةً، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ الحَمْدَ مَرَّةً وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ثَلَاثِينَ مَرَّةً، وَسَّعَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَيْهِ رِزْقَهُ، وَكَانَ مِنَ الفَائِزِينَ.
Barang siapa pada malam kesepuluh bulan Ramadhan shalat dua puluh rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah sekali dan Qul Huwallahu Ahad tiga puluh kali, maka Allah akan melapangkan rezekinya dan ia termasuk orang-orang yang beruntung.

Makrifat Al-Fatihah (Menurut Ahlul Bayt & Ahli Hakikat)
Dalam riwayat Ahlul Bayt, Al-Fatihah disebut Ummul Kitab — hakikat seluruh Al-Qur’an terhimpun di dalamnya.
🔹 Bismillah → Awal segala wujud adalah rahmat. Dalam dimensi makrifat, basmalah adalah tajalli Nur Muhammad dan Nur Fatimah sebagai rahmat semesta.
🔹 Alhamdulillah → Kesadaran bahwa semua kesempurnaan berasal dari-Nya. Ini maqam syuhud (penyaksian tauhid af‘ali).
🔹 Maliki Yawmiddin → Kesadaran fana; semua amal kembali pada satu Hakim.
🔹 Iyyaka na‘budu → Tauhid ibadah (memutus ketergantungan selain Allah).
🔹 Ihdinas shirathal mustaqim → Dalam tafsir Ahlul Bayt, shirath adalah wilayah Imam; jalan lurus adalah jalan para wali Allah.

Malam ke-10 adalah gerbang masuk pada fase penyucian batin menuju malam-malam qadar.
✨ Makrifat Surah Al-Ikhlas
Surah ini disebut setara sepertiga Al-Qur’an karena mengandung hakikat Tauhid Zat.
🔹 Ahad → Ke-Esa-an mutlak, tanpa pembagian, tanpa dualitas.
🔹 Ash-Shamad → Semua makhluk faqir kepada-Nya; Dia tidak membutuhkan apa pun.
🔹 Lam yalid wa lam yulad → Penafian segala bentuk keterikatan sebab-akibat pada Zat-Nya.
🔹 Lam yakun lahu kufuwan ahad → Fana total selain-Nya dalam penyaksian tauhid.
Membaca 30 kali setiap rakaat = simbol penyucian 30 juz wujud diri agar seluruh eksistensi tunduk pada Ahadiyah.

Rahasia Batin Malam Kesepuluh
20 rakaat → Isyarat kesempurnaan amal lahir-batin.
30 kali Al-Ikhlas → Penyucian seluruh dimensi diri (isyarat 30 juz).
Rezeki dilapangkan → Dalam makrifat: kelapangan hati, cahaya pemahaman, dan ketenangan jiwa.
Al-fā’izīn (orang yang menang) → Mereka yang selamat dari hijab ego dan sampai pada tauhid yang jernih.

Doa Malam Kesepuluh Romadhon diriwayatkan dari Nabi Muhammad ﷺ — Muhammad صلى الله عليه وآله

اللَّهُمَّ يَا سَلَامُ يَا مُؤْمِنُ يَا مُهَيْمِنُ، يَا جَبَّارُ يَا مُتَكَبِّرُ، يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ، يَا وَاحِدُ يَا فَرْدُ، يَا غَفُورُ يَا رَحِيمُ، يَا وَدُودُ يَا حَلِيمُ،
مَضَى مِنَ الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ الثُّلُثُ، وَلَسْتُ أَدْرِي سَيِّدِي مَا صَنَعْتَ فِي حَاجَتِي، هَلْ غَفَرْتَ لِي؟ إِنْ أَنْتَ غَفَرْتَ لِي فَطُوبَى لِي، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ غَفَرْتَ لِي فَوَا سَوْأَتَاهُ.
فَمِنَ الْآنَ سَيِّدِي فَاغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي، وَتُبْ عَلَيَّ وَلَا تَخْذُلْنِي، وَأَقِلْنِي عَثْرَتِي، وَاسْتُرْنِي بِسِتْرِكَ، وَاعْفُ عَنِّي بِعَفْوِكَ، وَارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ، وَتَجَاوَزْ عَنِّي بِقُدْرَتِكَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Allāhumma yā Salām, yā Mu’min, yā Muhaymin,
yā Jabbār, yā Mutakabbir,
yā Aḥad, yā Ṣamad,
yā Wāḥid, yā Fard,
yā Ghafūr, yā Raḥīm,
yā Wadūd, yā Ḥalīm.

Maḍā mina asy-syahri al-mubāraki ats-tsuluts, wa lastu adrī sayyidī mā ṣana‘ta fī ḥājatī, hal ghafarta lī? In anta ghafarta lī fa ṭūbā lī, wa in lam takun ghafarta lī fa wā saw’atāh.

Fa minal-āna sayyidī faghfir lī warḥamnī, wa tub ‘alayya wa lā takhdzulnī, wa aqilnī ‘athratī, wasturnī bistirik, wa‘fu ‘annī bi‘afwik, warḥamnī biraḥmatik, wa tajāwaz ‘annī biqudratik, innaka taqḍī wa lā yuqḍā ‘alayk, wa anta ‘alā kulli syay’in qadīr.

Ya Allah, wahai Yang Maha Sejahtera, wahai Yang Maha Memberi Keamanan, wahai Yang Maha Mengawasi,
wahai Yang Maha Perkasa, wahai Yang Maha Agung,
wahai Yang Maha Esa, wahai Tempat Bergantung,
wahai Yang Maha Tunggal, wahai Yang Maha Sendiri,
wahai Maha Pengampun, Maha Penyayang,
wahai Maha Mencintai, Maha Penyantun.

Telah berlalu sepertiga bulan yang penuh berkah, dan aku tidak tahu, wahai Tuhanku, apa yang Engkau tetapkan atas kebutuhanku. Apakah Engkau telah mengampuniku? Jika Engkau telah mengampuniku, maka berbahagialah aku. Jika belum, maka alangkah celakanya diriku.

Mulai saat ini, wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, terimalah tobatku, jangan Engkau hinakan aku, angkatlah aku dari ketergelinciranku, tutupilah aku dengan penutup-Mu, maafkanlah aku dengan maaf-Mu, kasihanilah aku dengan rahmat-Mu, dan limpahkanlah kemaafan dengan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Engkau menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

✨ Makrifat & Hakikat Doa

1️⃣ Dimensi Asmaul Husna
Rangkaian nama di awal doa adalah perjalanan tauhid:
As-Salām → Allah adalah sumber keselamatan; makrifat dimulai dari ketenangan hati.
Al-Mu’min & Al-Muhaymin → Dialah pemberi rasa aman dan penjaga batin.
Al-Jabbār & Al-Mutakabbir → Menghancurkan ego; kebesaran hanya milik-Nya.
Al-Aḥad & Aṣ-Ṣamad → Tauhid dzati murni; semua bergantung kepada-Nya.
Al-Wadūd & Al-Ḥalīm → Puncak perjalanan adalah cinta dan kelembutan Ilahi.

Urutan ini dari Jalāl (Keagungan) menuju Jamāl (Keindahan).

2️⃣ “Madhā mina asy-syahri ats-tsuluts”
Telah berlalu sepertiga bulan — isyarat evaluasi batin.
Dalam irfan, Ramadhan adalah perjalanan tiga tahap:
1. Takhalli (pengosongan diri dari dosa)
2. Tahalli (menghias diri dengan sifat Ilahi)
3. Tajalli (penyinaran nur Ilahi)

Doa ini berada di ambang perpindahan menuju tajalli.

3️⃣ “Hal ghafarta lī?”
Pertanyaan ini maqam khauf dan raja’ (takut & harap).
Seorang arif tidak merasa aman dari makar Allah, dan tidak pula putus dari rahmat-Nya.

4️⃣ “Innaka taqḍī wa lā yuqḍā ‘alayk”
Ini puncak tauhid af‘ali:
Allah menetapkan, tidak ada yang menetapkan atas-Nya.
Kesadaran ini melahirkan ridha dan taslim total.

Isyarat Batin
Doa ini adalah dialog jiwa dengan Hakikatnya.
Ketika hamba berkata: “هل غفرت لي؟” — itu adalah cermin kesadaran diri yang mulai hidup.

Ampunan bukan hanya penghapusan dosa, tetapi tersingkapnya hijab antara hamba dan Tuhannya.

Hubungan Doa “اللهم يا سلام يا مؤمن” dengan Laylatul Qadr

📖 Tentang Laylatul Qadr
Laylatul Qadr disebut dalam Al-Qur’an (Surah Al-Qadr) sebagai malam turunnya para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhan untuk menetapkan segala urusan (تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ).

Dalam perspektif Ahlul Bayt, malam ini bukan hanya “malam pahala”, tetapi malam penetapan takdir tahunan — termasuk ampunan, rezeki, ujian, dan maqam ruhani.

🔗 Keterkaitan Doa dengan Laylatul Qadr
1️⃣ Evaluasi Sebelum Penetapan Takdir
Dalam doa disebut:

“Telah berlalu sepertiga bulan… apakah Engkau telah mengampuniku?”

Ini adalah fase muhasabah sebelum masuk ke malam-malam Qadr (19, 21, 23).
Seolah hamba berkata:
Ya Allah, sebelum takdirku ditetapkan, bersihkanlah aku terlebih dahulu.

💡 Makrifatnya:
Takdir yang turun mengikuti kesiapan wadah hati.
Jika hati bersih → takdir bercahaya.
Jika hati gelap → takdir terasa berat.

2️⃣ Asma Jalal & Jamal sebagai Pembuka Qadr
Doa dimulai dengan nama-nama:
As-Salām → agar takdir turun membawa keselamatan
Al-Mu’min, Al-Muhaymin → agar kita berada dalam penjagaan Ilahi
Al-Jabbār, Al-Mutakabbir → menghancurkan ego sebelum takdir ditetapkan
Al-Wadūd, Al-Ḥalīm → agar takdir dipenuhi cinta dan kelembutan

Laylatul Qadr adalah malam tajalli Asma Allah.
Doa ini menyelaraskan jiwa dengan asma-asma itu.

3️⃣ “Innaka taqdī wa lā yuqḍā ‘alayk”

“Engkau menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu.”
Ini inti Laylatul Qadr.
Pada malam itu Allah menetapkan (taqḍī).
Makrifatnya:
Siapa yang sampai pada ridha sebelum takdir turun, ia telah selamat dari kegoncangan takdir.

4️⃣ Dimensi Wilayah (Menurut Ahlul Bayt)
Dalam tafsir Ahlul Bayt, malaikat turun kepada Hujjah Allah di bumi pada setiap zaman.
Pada zaman ini, menurut keyakinan Syiah, itu adalah Muhammad al-Mahdi. Artinya:
Laylatul Qadr adalah malam hubungan bumi–langit melalui Imam Zaman. Doa ampunan ini adalah persiapan agar nama kita ditulis dalam daftar yang dirahmati dan berada dalam wilayahnya.

🌌 Rahasia Batin 
Laylatul Qadr bukan hanya satu malam kalender.
Ia adalah malam ketika cahaya turun ke dalam hati.
Doa ini adalah suara jiwa yang takut jika namanya tidak termasuk dalam daftar ampunan.
Ketika hamba berkata:

هل غفرت لي
Apakah daku sdh diampuni
Itu tanda kesadaran telah hidup.
Dan ketika ia berserah:
إنك تقضي ولا يقضى عليك
Engkaulah yg Meridhoi bukan selain-Mu
Itu tanda fana dalam kehendak Ilahi.

Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit