Sholat Malam Ketujuh Romadhon, Doa dan Makrifatnya
🌺❤️🌹Sholat Malam ketujuh Romadhon, Doa dan makrifatnya❤️🌹🌺
صلاةُ اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَان
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ:
مَنْ صَلَّى فِي اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ الْحَمْدَ مَرَّةً، وَإِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ مَرَّةً، بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ قَصْرَيْ ذَهَبٍ، وَكَانَ فِي أَمَانِ اللَّهِ تَعَالَى إِلَى رَمَضَانَ مِثْلِهِ.
Dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as): Barangsiapa pada malam ketujuh bulan Ramadan shalat empat rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah satu kali dan Surah Al-Qadr tiga belas kali, maka Allah akan membangunkan baginya dua istana dari emas di Surga ‘Adn, dan ia berada dalam perlindungan Allah hingga Ramadan berikutnya.
✨ Makrifat & Rahasia Batin Malam Ketujuh;
1️⃣ Empat Rakaat
Empat adalah simbol:
• Syariat
• Thariqat
• Hakikat
• Makrifat
Shalat ini seperti menaiki empat maqam menuju penyaksian cahaya.
2️⃣ Angka 13 (Surah Al-Qadr 13 kali) Dalam dimensi wilayah Ahlul Bayt, angka 13 melambangkan:
• Nabi Muhammad ﷺ
• 12 Imam dari Ahlul Bayt
Membaca Al-Qadr 13 kali seakan: Mengikat diri dengan Nur Muhammad dan Nur Dua Belas Imam dalam malam takdir.
3️⃣ Dua Istana Emas
Secara zahir: balasan surga.
Secara batin:
• Istana pertama: hati yang disucikan.
• Istana kedua: ruh yang diterangi.
Emas = cahaya yang tidak berkarat (nur wilayah).
4️⃣ Aman Hingga Ramadan Berikutnya
Makrifatnya: Orang yang menyatu dengan Nur Al-Qadr akan berada dalam:
• penjagaan malaikat
• penjagaan ruh
• penjagaan wilayah Imam Zamannya
Karena dalam tafsir Ahlul Bayt, “Laylatul Qadr” bukan hanya malam, tetapi hakikat wilayah yang terus hidup.
🌙 Hubungan dengan Nur Fatimah az-Zahra (as) Dalam riwayat irfani:
• Laylatul Qadr diisyaratkan sebagai hakikat Sayyidah Fatimah (as).
• Al-Qadr = kemuliaan tersembunyi.
• Seperti beliau, malam itu tersembunyi namun menentukan takdir. Membaca Al-Qadr berulang adalah: Memohon agar takdir kita ditulis di bawah naungan Nur Fatimah dan wilayah Ahlul Bayt.
🌅 Hakikatnya bagi “PureSelf”
Shalat malam ketujuh adalah:
• Penyelarasan hati dengan takdir ilahi.
• Memasuki penjagaan cahaya sebelum malam-malam inti (19, 21, 23).
• Menyiapkan qalb agar siap menerima tajalli.
Doa Malam ketujuh Romadhon
رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ:
يَا مَنْ كَانَ وَيَكُونُ وَلَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ،
يَا مَنْ لَا يَمُوتُ وَلَا يَبْقَى إِلَّا وَجْهُهُ الْجَبَّارُ،
يَا مَنْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ،
يَا مَنْ إِذَا دُعِيَ أَجَابَ، يَا مَنْ إِذَا اسْتُرْحِمَ رَحِمَ،
يَا مَنْ لَا يُدْرِكُ الْوَاصِفُونَ صِفَتَهُ مِنْ عَظَمَتِهِ،
يَا مَنْ لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ، وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ،
يَا مَنْ يَرَى وَلَا يُرَى، وَهُوَ بِالْمَنْظَرِ الْأَعْلَى،
يَا مَنْ لَا يُعِزُّهُ شَيْءٌ وَلَا يَفُوقُهُ أَحَدٌ،
يَا مَنْ بِيَدِهِ نَوَاصِي الْعِبَادِ،
أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ عَلَيْكَ، وَبِحَقِّكَ عَلَى مُحَمَّدٍ، أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ،
وَأَنْ تَرْحَمَ مُحَمَّدًا وَآلَ مُحَمَّدٍ،
كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ وَتَرَحَّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ،
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Yā man kāna wa yakūn wa laysa kamithlihi shay’un,
Yā man lā yamūtu wa lā yabqā illā wajhuhu al-jabbār,
Yā man yusabbiḥu ar-ra‘du biḥamdihī wal-malā’ikatu min khīfatih,
Yā man idhā du‘iya ajāb, yā man idhā isturḥima raḥim,
Yā man lā yudriku al-wāṣifūna ṣifatahū min ‘aẓamatih,
Yā man lā tudrikuhu al-abṣār wa huwa yudriku al-abṣār, wa huwa al-Laṭīfu al-Khabīr,
Yā man yarā wa lā yurā, wa huwa bil-manẓari al-a‘lā,
Yā man lā yu‘izzuhu shay’un wa lā yafūquhu aḥad,
Yā man biyadihi nawāṣī al-‘ibād.
As’aluka biḥaqqi Muḥammadin ‘alayk, wa biḥaqqika ‘alā Muḥammad,
an tuṣalliya ‘alā Muḥammadin wa āli Muḥammad,
wa an tarḥama Muḥammadan wa āla Muḥammad,
kamā ṣallayta wa bārakta wa taraḥḥamta ‘alā Ibrāhīm wa āli Ibrāhīm fil-‘ālamīn,
innaka ḥamīdun majīd.
Wahai Dzat yang telah ada dan akan terus ada, tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.
Wahai Dzat yang tidak mati dan tidak kekal sesuatu pun selain Wajah-Nya Yang Maha Perkasa.
Wahai Dzat yang guruh bertasbih memuji-Nya dan para malaikat takut kepada-Nya.
Wahai Dzat yang bila dipanggil menjawab, bila dimohon rahmat mengasihi.
Wahai Dzat yang para penyifatan tak mampu menjangkau hakikat sifat-Nya karena keagungan-Nya.
Wahai Dzat yang tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi Dia melihat segala penglihatan; Dialah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.
Wahai Dzat yang melihat dan tidak terlihat, yang berada pada ketinggian pandangan tertinggi.
Wahai Dzat yang tidak dapat dikalahkan oleh apa pun dan tidak ada yang mengungguli-Nya.
Wahai Dzat yang di tangan-Nya ubun-ubun para hamba.
Aku memohon kepada-Mu dengan hak Muhammad atas-Mu dan hak-Mu atas Muhammad, agar Engkau bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, serta merahmati Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat, memberkahi, dan merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
✨ Makrifat & Hakikat Doa (Untuk “PureSelf”)
Karena engkau sering menempuh jalur Nur dan Ahlul Bayt, mari kita lihat kedalaman batinnya.
1️⃣ “يَا مَنْ كَانَ وَيَكُونُ”
Makrifatnya:
Allah bukan berada dalam waktu.
Dia bukan “dulu” dan “nanti”.
Dia adalah Keberadaan Mutlak (Wujūd Muṭlaq).
Saat engkau membaca ini, hati dilepaskan dari keterikatan masa lalu dan masa depan.
2️⃣ “وَلَا يَبْقَى إِلَّا وَجْهُهُ”
Wajah Allah dalam tafsir irfani adalah:
• Nur Ilahi
• Tajalli-Nya
• Manifestasi kesempurnaan-Nya
Semua fana, kecuali Nur-Nya.
3️⃣ “لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ”
Ini maqam tanzih (penyucian mutlak). Allah tak dapat dicapai akal, tak bisa ditangkap indera.
Namun:
“وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ”
Dia menyaksikan setiap gerak batinmu.
Makrifatnya:
Bukan engkau yang mencari-Nya —
Dia yang lebih dahulu memandangmu.
4️⃣ “بِيَدِهِ نَوَاصِي الْعِبَادِ”
Ubun-ubun = pusat kendali diri. Makrifatnya:
• Ego tidak independen.
• Kehendak sejati hanya milik-Nya.
Saat ini dihayati, lahir tawakkal sejati.
5️⃣ Tawassul dengan Muhammad & Ahlul Bayt
Permohonan ditutup dengan hak Muhammad dan keluarganya.
Makrifatnya: Nur Muhammad adalah:
• Cermin sempurna sifat Allah
• Jalan tercepat menuju rahmat
Dalam perspektif irfani: Rahmat Ilahi turun melalui saluran Nur wilayah.
🌊 Hakikat Praktisnya
Jika doa ini dibaca dengan kesadaran:
1. Ego melebur (fana sifat).
2. Hati tenang (karena tak ada selain Dia).
3. Timbul rasa dijaga (nawāṣī di tangan-Nya).
4. Cahaya shalawat membuka pintu rahmat batin.
🌙 Hubungan Doa “يَا مَنْ كَانَ وَيَكُونُ” dengan Laylatul Qadr
📖 Tentang Surah Al-Qadr
Doa ini dan Surah Al-Qadr bertemu pada satu titik hakikat:
malam turunnya ketentuan Ilahi dari alam azali ke alam takdir.
✨ 1️⃣ “يَا مَنْ كَانَ وَيَكُونُ”
dan Rahasia Waktu Laylatul Qadr
Laylatul Qadr adalah malam yang melampaui waktu biasa;
“خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ”
Doa ini dimulai dengan: Wahai Yang Telah Ada dan Akan Ada
Makrifatnya:
• Laylatul Qadr bukan sekadar malam kalender.
• Ia adalah titik pertemuan azal (keabadian) dengan zaman (waktu makhluk).
• Allah yang “Kāna wa Yakūn” menurunkan takdir dari Lauh Mahfuz ke alam kejadian.
Maka membaca doa ini pada malam Qadr berarti: Menghadap kepada Dzat di luar waktu, saat takdir sedang ditulis.
✨ 2️⃣ “لَا يَبْقَى إِلَّا وَجْهُهُ”
dan Fana di Malam Qadr Laylatul Qadr adalah malam fana:
• Ego direndahkan
• Amal ditimbang
• Takdir ditentukan
Ayat doa: “Tidak kekal kecuali Wajah-Nya”
Makrifatnya: Pada malam Qadr, yang bertahan hanya:
• Niat yang ikhlas
• Amal yang bersumber dari wajah Allah
Semua yang berbasis ego akan gugur.
✨ 3️⃣ Turunnya Malaikat & “بِيَدِهِ نَوَاصِي الْعِبَادِ”
Dalam Surah Al-Qadr:
“تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ”
Doa menyebut:”Di tangan-Nya ubun-ubun para hamba.”
Makrifatnya:
• Malaikat membawa ketetapan.
• Allah memegang kendali arah hidup.
• Malam Qadr adalah malam penyerahan total.
Jika hati pasrah, takdir yang turun adalah rahmat.
✨ 4️⃣ Shalawat sebagai Kunci Qadr. Doa ditutup dengan:
Memohon dengan hak Muhammad dan keluarganya. Dalam riwayat Ahlul Bayt:
• Laylatul Qadr terus berulang setiap tahun.
• Takdir turun kepada Imam Zaman di setiap era.
Maka shalawat pada malam Qadr:
• Menyelaraskan diri dengan jalur turunnya rahmat.
• Menghubungkan takdir pribadi dengan wilayah Ilahi.
🌌 Rahasia Terdalam (Makrifat Tinggi)
Laylatul Qadr adalah:
1. Turunnya Qur’an ke alam hati.
2. Turunnya cahaya ke ruh.
3. Pengukuhan wilayah dalam batin.
Doa “Ya Man Kana wa Yakun”:
• Membersihkan tauhid (tanzih).
• Menghancurkan keserupaan.
• Mengosongkan hati.
• Lalu mengisinya dengan Nur Shalawat. Urutannya sangat selaras dengan perjalanan malam Qadr: Takhalli (pengosongan) → Tajalli (pencahayaan) → Taqdir (penetapan).
Laylatul Qadr & Imam Mahdi (af)
🕊️ Hakikat Turunnya Takdir
Dalam Surah Al-Qadr disebutkan: “Tanazzalul malā’ikatu war-rūḥu fīhā…” Turun para malaikat dan Ruh pada malam itu. Menurut riwayat Ahlul Bayt, turunnya malaikat tidak berhenti setelah wafat Nabi — karena Laylatul Qadr terjadi setiap tahun. Maka pasti ada Hujjah Allah di bumi tempat takdir itu disampaikan.Dalam keyakinan Imamiyah, Hujjah zaman ini adalah
Imam Mahdi (af).
✨ 1️⃣ Mengapa Laylatul Qadr Terkait dengan Imam Mahdi?
Laylatul Qadr adalah malam penetapan:
• Rezeki
• Umur
• Peristiwa dunia
• Arah umat
Riwayat menyebutkan bahwa:
Takdir tahunan diperlihatkan kepada Imam zaman. Makrifatnya:
Imam adalah poros kosmik wilayah, seperti jantung bagi tubuh. Jika tidak ada Imam hidup, kepada siapa malaikat turun?
✨ 2️⃣ Hubungan dengan Doa “Ya Man Kana wa Yakun”
Doa itu berisi: “Bi yadihi nawāṣī al-‘ibād”(Di tangan-Nya ubun-ubun para hamba) Secara hakikat: Allah pemilik mutlak takdir. Namun dalam sistem wilayah, takdir mengalir melalui wali-Nya. Seperti cahaya matahari:
• Matahari = Allah (Sumber)
• Cahaya = Nur Muhammad
• Cermin penerima zaman ini = Imam Mahdi
✨ 3️⃣ Imam Mahdi sebagai “Sahibul Qadr”
Dalam pemahaman irfani:
Laylatul Qadr bukan hanya malam,
tetapi realitas hidup.
Selama Imam Mahdi hidup,
realitas Qadr juga hidup.
Maka menghidupkan Laylatul Qadr berarti:
• Menguatkan bai’at batin
• Menyelaraskan diri dengan kehendak Ilahi
• Meminta agar takdir kita selaras dengan misi Imam
✨ 4️⃣ Makrifat Mendalam
Laylatul Qadr memiliki tiga lapisan:
1️⃣ Qadr kosmik → takdir alam
2️⃣ Qadr sosial → arah umat
3️⃣ Qadr batin → kebangkitan hati
Imam Mahdi adalah pusat dari ketiganya.
Bila hati tersambung,
takdir yang turun membawa cahaya,
bukan kegelapan.
🌌 Rahasia Tertinggi
Sebagaimana Qur’an turun pada malam Qadr, di akhir zaman Qur’an akan ditegakkan sempurna
oleh Imam Mahdi.
Maka setiap Laylatul Qadr adalah:
Latihan penyambutan zaman kemunculan.
Jika ingin menghubungkan doa dengan Imam Mahdi di malam Qadr:
1. Baca “Ya Man Kana wa Yakun” dengan kesadaran tauhid murni.
2. Saat membaca shalawat, niatkan termasuk Imam Mahdi.
3. Serahkan takdir dengan kalimat: “Ya Allah, jadikan aku penolong wali-Mu.” Karena takdir tertinggi bukan panjang umur, tetapi berada di barisan cahaya.
🌿 Tafsir Zahir (Makna Umum)
1️⃣ Tanazzalul malaikah
Para malaikat turun membawa:
• Takdir tahunan
• Catatan rezeki
• Ajal
• Peristiwa penting dunia
2️⃣ War-Rūḥ
Sebagian mufassir mengatakan:
• Jibril (as)
• Atau makhluk agung yang lebih tinggi dari malaikat
3️⃣ Min kulli amr
Untuk setiap urusan yang telah ditetapkan.
Makna zahirnya:
Malam Qadr adalah malam distribusi keputusan Ilahi.
Tafsir Riwayat Ahlul Bayt
Dalam riwayat Syiah Imamiyah:
• Laylatul Qadr terjadi setiap tahun.
• Malaikat harus turun kepada seorang Hujjah Allah di bumi.
• Di zaman ini, ia adalah
Imam Mahdi (af). Maknanya:
Takdir tahunan diperlihatkan kepada Imam sebagai pemegang wilayah Ilahi.
Tanpa Imam hidup,
ayat ini kehilangan penerima.
✨ Tafsir Makrifat (Rahasia Batin)
Sekarang kita masuk ke dimensi irfani.
1️⃣ “Tanazzal” (Turun Berulang)
Kata kerja bentuk mudhāri’ → menunjukkan kontinuitas.
Artinya: Turunnya bukan hanya sekali (di zaman Nabi), tetapi terus berlangsung. Makrifatnya:
Cahaya Ilahi selalu mengalir.
2️⃣ Malaikat = Kekuatan Ilahi
Dalam batin:
Malaikat adalah:
• Energi rahmat
• Cahaya petunjuk
• Ilham kebenaran
Jika hati bersih,
malaikat turun ke dalam qalb.
3️⃣ “Ar-Rūḥ” = Ruh Agung
Dalam riwayat:
Ruh lebih besar dari malaikat.
Makrifatnya:
• Ia adalah tajalli tertinggi.
• Nafas kehidupan Ilahi.
• Pancaran Nur Muhammad.
Ruh turun hanya pada hati yang siap menerima.
4️⃣ “Min Kulli Amr”
Segala urusan bukan hanya urusan dunia:
• Takdir spiritual
• Kenaikan maqam
• Ujian hati
• Pembukaan hijab
Malam Qadr adalah malam:
Penentuan arah ruh.
🌌 Tafsir Tingkat Tinggi
Laylatul Qadr punya tiga lapis turunnya:
1️⃣ Turun ke alam kosmik (takdir dunia).
2️⃣ Turun ke wali zaman (poros wilayah).
3️⃣ Turun ke hati mukmin yang tersambung.
Jika hati selaras dengan wilayah,
malaikat turun membawa cahaya.
Jika hati tertutup,
yang terasa hanya malam biasa.
✨ Rahasia Hubungannya dengan Imam Mahdi
Imam Mahdi adalah:
• Titik pusat penerimaan Qadr.
• Cermin sempurna turunnya “Rūḥ”.
Makrifatnya: Ketika engkau membaca ayat ini,
niatkan:
“Ya Allah, jadikan hatiku tempat turunnya cahaya yang Engkau turunkan kepada wali-Mu.”
Karena Qadr tertinggi adalah:
Menjadi bagian dari arus cahaya zaman.
⸻
Semoga bermafaat!!!
Mohon Doa!!!
Comments
Post a Comment