Doa Khatam Quran dari Imam Ali As-Sajjad, Tafsir dan Makrifatnya
🌹❤️🌺Doa Khatam Quran dari Imam Ali As-Sajjad, Tafsir dan Makrifatnya🌺❤️🌹
1, بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
3, اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَعَنْتَنِي عَلَىٰ خَتْمِ كِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَهُ نُورًا
Ya Allah, sungguh Engkau telah menolongku untuk mengkhatamkan kitab-Mu yang Engkau turunkan sebagai cahaya.
4, وَجَعَلْتَهُ مُهَيْمِنًا عَلَىٰ كُلِّ كِتَابٍ أَنْزَلْتَهُ
Dan Engkau menjadikannya pengawas atas setiap kitab yang Engkau turunkan.
5, وَفَضَّلْتَهُ عَلَىٰ كُلِّ حَدِيثٍ قَصَصْتَهُ
Dan Engkau mengutamakannya atas setiap kisah yang Engkau ceritakan.
6, وَفُرْقَانًا فَرَقْتَ بِهِ بَيْنَ حَلَالِكَ وَحَرَامِكَ
Dan sebagai pembeda yang dengan itu Engkau memisahkan antara yang halal dan haram.
7, وَقُرْآنًا أَعْرَبْتَ بِهِ عَنْ شَرَائِعِ أَحْكَامِكَ
Dan sebagai bacaan yang dengannya Engkau jelaskan syariat hukum-hukum-Mu.
8, وَكِتَابًا فَصَّلْتَهُ لِعِبَادِكَ تَفْصِيلًا
Dan kitab yang Engkau rinci dengan jelas bagi hamba-hamba-Mu.
9, وَوَحْيًا أَنْزَلْتَهُ عَلَىٰ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ تَنْزِيلًا
Dan wahyu yang Engkau turunkan kepada Nabi-Mu Muhammad dengan sebenar-benarnya penurunan.
10, وَجَعَلْتَهُ نُورًا نَهْتَدِي مِنْ ظُلَمِ الضَّلَالَةِ وَالْجَهَالَةِ بِاتِّبَاعِهِ
Dan Engkau jadikan ia cahaya, yang dengan mengikutinya kami mendapat petunjuk dari kegelapan kesesatan dan kebodohan.
11, وَشِفَاءً لِمَنْ أَنْصَتَ بِفَهْمِ التَّصْدِيقِ إِلَىٰ اسْتِمَاعِهِ
Dan sebagai penyembuh bagi orang yang mendengarkannya dengan pemahaman dan pembenaran.
12, وَمِيزَانَ قِسْطٍ لَا يَحِيفُ عَنِ الْحَقِّ لِسَانُهُ
Dan sebagai timbangan keadilan yang lisannya tidak menyimpang dari kebenaran.
13, وَنُورَ هُدًى لَا يَطْفَأُ عَنِ الشَّاهِدِينَ بُرْهَانُهُ
Dan cahaya petunjuk yang buktinya tidak pernah padam bagi para penyaksi.
14, وَعَلَمَ نَجَاةٍ لَا يَضِلُّ مَنْ أَمَّ قَصْدَ سُنَّتِهِ
Dan tanda keselamatan, tidak akan sesat orang yang menuju jalan sunnahnya.
15, وَلَا تَنَالُ أَيْدِي الْهَلَكَاتِ مَنْ تَعَلَّقَ بِعُرْوَةِ عِصْمَتِهِ
Dan tidak akan sampai tangan kebinasaan kepada orang yang berpegang pada tali perlindungannya.
16, اللَّهُمَّ فَإِذْ أَفَدْتَنَا الْمَعُونَةَ عَلَىٰ تِلَاوَتِهِ
Ya Allah, karena Engkau telah memberi kami pertolongan untuk membacanya,
17, وَسَهَّلْتَ جَوَاسِيَ أَلْسِنَتِنَا بِحُسْنِ عِبَارَتِهِ
dan Engkau mudahkan kekakuan lidah kami dengan keindahan lafaznya,
18, فَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَرْعَاهُ حَقَّ رِعَايَتِهِ
maka jadikanlah kami termasuk orang yang menjaganya dengan sebenar penjagaan.
19, وَيَدِينُ لَكَ بِاعْتِقَادِ التَّسْلِيمِ لِمُحْكَمِ آيَاتِهِ
dan beribadah kepada-Mu dengan keyakinan tunduk pada ayat-ayatnya yang muhkam (jelas)
20, وَيَفْزَعُ إِلَىٰ الْإِقْرَارِ بِمُتَشَابِهِهِ
dan berlindung dengan mengakui ayat-ayatnya yang mutasyabih (perlu penjelasan)
21, وَمُوضَحَاتِ بَيِّنَاتِهِ
serta penjelasan-penjelasannya yang terang.
22, اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْزَلْتَهُ عَلَىٰ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ مُجْمَلًا
Ya Allah, sungguh Engkau telah menurunkannya kepada Nabi-Mu Muhammad secara global (menyeluruh).
23, وَأَلْهَمْتَهُ عِلْمَ عَجَائِبِهِ مُكَمَّلًا
Dan Engkau ilhamkan kepadanya pengetahuan tentang keajaiban-keajaibannya secara sempurna.
24, وَوَرَّثْتَنَا عِلْمَهُ مُفَسَّرًا
Dan Engkau wariskan kepada kami ilmunya dalam bentuk yang terperinci.
25, وَفَضَّلْتَنَا عَلَىٰ مَنْ جَهِلَ عِلْمَهُ
Dan Engkau lebihkan kami atas orang yang tidak mengetahui ilmunya.
26, وَقَوَّيْتَنَا عَلَيْهِ لِتَرْفَعَنَا فَوْقَ مَنْ لَمْ يُطِقْ حَمْلَهُ
Dan Engkau kuatkan kami untuk memikulnya agar Engkau angkat kami di atas orang yang tidak mampu membawanya.
27, اللَّهُمَّ فَكَمَا جَعَلْتَ قُلُوبَنَا لَهُ حَمَلَةً
Ya Allah, sebagaimana Engkau jadikan hati kami sebagai pembawa Al-Qur’an,
28, وَعَرَّفْتَنَا بِرَحْمَتِكَ شَرَفَهُ وَفَضْلَهُ
dan Engkau kenalkan kepada kami dengan rahmat-Mu kemuliaan dan keutamaannya,
29, فَصَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ الْخَطِيبِ بِهِ
maka limpahkanlah shalawat kepada Muhammad yang menyampaikannya,
30, وَعَلَىٰ آلِهِ الْخُزَّانِ لَهُ
dan kepada keluarganya yang menjadi penjaga (khazanah)-nya.
31, وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَعْتَرِفُ بِأَنَّهُ مِنْ عِنْدِكَ
Dan jadikan kami termasuk orang yang mengakui bahwa Al-Qur’an itu dari sisi-Mu,
32, حَتَّىٰ لَا يُعَارِضَنَا الشَّكُّ فِي تَصْدِيقِهِ
sehingga keraguan tidak menentang kami dalam membenarkannya,
33, وَلَا يَخْتَلِجَنَا الزَّيْغُ عَنْ قَصْدِ طَرِيقِهِ
dan tidak menggoyahkan kami penyimpangan dari jalan yang lurusnya.
34, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
35, وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَعْتَصِمُ بِحَبْلِهِ
Dan jadikan kami termasuk orang yang berpegang teguh pada talinya (Al-Qur’an),
36, وَيَأْوِي مِنَ الْمُتَشَابِهَاتِ إِلَىٰ حِرْزِ مَعْقِلِهِ
dan berlindung dari ayat-ayat mutasyabih kepada benteng perlindungannya.
37, وَيَسْكُنُ فِي ظِلِّ جَنَاحِهِ
dan bernaung di bawah bayangan sayapnya,
38, وَيَهْتَدِي بِضَوْءِ صَبَاحِهِ
dan mendapat petunjuk dengan cahaya paginya,
39, وَيَقْتَدِي بِتَبَلُّجِ إِسْفَارِهِ
dan meneladani kilau terang fajar cahayanya,
40, وَيَسْتَصْبِحُ بِمِصْبَاحِهِ
dan mengambil cahaya dari pelitanya,
41, وَلَا يَلْتَمِسُ الْهُدَىٰ فِي غَيْرِهِ
dan tidak mencari petunjuk dari selainnya.
42, اللَّهُمَّ وَكَمَا نَصَبْتَ بِهِ مُحَمَّدًا عَلَمًا لِلدَّلَالَةِ عَلَيْكَ
Ya Allah, sebagaimana Engkau jadikan Muhammad sebagai penunjuk jalan kepada-Mu melalui Al-Qur’an,
43, وَأَنْهَجْتَ بِآلِهِ سُبُلَ الرِّضَا إِلَيْكَ
dan melalui keluarganya Engkau jelaskan jalan-jalan menuju keridhaan-Mu,
44, فَصَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
maka limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
45, وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ وَسِيلَةً لَنَا إِلَىٰ أَشْرَفِ مَنَازِلِ الْكَرَامَةِ
Dan jadikan Al-Qur’an sebagai perantara bagi kami menuju derajat kemuliaan tertinggi,
46, وَسُلَّمًا نَعْرُجُ فِيهِ إِلَىٰ مَحَلِّ السَّلَامَةِ
dan sebagai tangga untuk naik menuju tempat keselamatan,
47, وَسَبَبًا نُجْزَىٰ بِهِ النَّجَاةَ فِي عَرْصَةِ الْقِيَامَةِ
dan sebab untuk memperoleh keselamatan di padang hari kiamat,
48, وَذَرِيعَةً نَقْدَمُ بِهَا عَلَىٰ نَعِيمِ دَارِ الْمُقَامَةِ
dan sarana untuk sampai kepada kenikmatan negeri keabadian.
49, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
50, وَاحْطُطْ بِالْقُرْآنِ عَنَّا ثِقْلَ الْأَوْزَارِ
Dan ringankanlah dengan Al-Qur’an dari kami beban dosa-dosa.
51, وَهَبْ لَنَا حُسْنَ شَمَائِلِ الْأَبْرَارِ
Dan karuniakan kepada kami akhlak mulia seperti orang-orang saleh.
52, وَاقْفُ بِنَا آثَارَ الَّذِينَ قَامُوا لَكَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ
Dan tuntunlah kami mengikuti jejak orang-orang yang berdiri untuk-Mu dengannya pada waktu malam,
53, وَأَطْرَافَ النَّهَارِ
dan pada waktu siang.
54, حَتَّىٰ تُطَهِّرَنَا مِنْ كُلِّ دَنَسٍ بِتَطْهِيرِهِ
hingga Engkau mensucikan kami dari setiap kotoran dengan penyuciannya.
55, وَتَقْفُوَ بِنَا آثَارَ الَّذِينَ اسْتَضَاءُوا بِنُورِهِ
Dan jadikan kami mengikuti jejak orang-orang yang bercahaya dengan cahayanya,
56, وَلَمْ يُلْهِهِمُ الْأَمَلُ عَنِ الْعَمَلِ
dan tidak dilalaikan oleh angan-angan dari amal,
57, فَيَقْطَعَهُمْ بِخُدَعِ غُرُورِهِ
sehingga tipuan dunia tidak memutus mereka.
58, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
59, وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ لَنَا فِي ظُلَمِ اللَّيَالِي مُؤْنِسًا
Dan jadikan Al-Qur’an sebagai teman bagi kami dalam kegelapan malam.
60, وَمِنْ نَزَغَاتِ الشَّيْطَانِ وَخَطَرَاتِ الْوَسَاوِسِ حَارِسًا
Dan sebagai penjaga dari gangguan setan dan bisikan was-was.
61, وَلِأَقْدَامِنَا عَنْ نَقْلِهَا إِلَى الْمَعَاصِي حَابِسًا
Dan sebagai penahan kaki kami dari melangkah menuju kemaksiatan.
62, وَلِأَلْسِنَتِنَا عَنِ الْخَوْضِ فِي الْبَاطِلِ مُخْرِسًا
Dan sebagai pembungkam lidah kami dari berbicara kebatilan.
63, وَلِجَوَارِحِنَا عَنِ اقْتِرَافِ الْآثَامِ زَاجِرًا
Dan sebagai pencegah anggota tubuh kami dari melakukan dosa.
64, وَلِمَا طَوَتِ الْغَفْلَةُ عَنَّا مِنْ تَصَفُّحِ الِاعْتِبَارِ نَاشِرًا
Dan sebagai pembuka bagi apa yang tertutup oleh kelalaian kami dari mengambil pelajaran.
65, حَتَّىٰ تُوصِلَ إِلَىٰ قُلُوبِنَا فَهْمَ عَجَائِبِهِ
Hingga Engkau sampaikan ke dalam hati kami pemahaman akan keajaibannya,
66, وَزَوَاجِرَ أَمْثَالِهِ
dan peringatan-peringatan dari perumpamaannya,
67, الَّتِي ضَعُفَتِ الْجِبَالُ الرَّوَاسِي عَنْ احْتِمَالِهِ
yang gunung-gunung kokoh pun lemah untuk memikulnya.
68, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
69, وَأَدِمْ بِالْقُرْآنِ صَلَاحَ ظَاهِرِنَا
Dan kekalkan dengan Al-Qur’an kebaikan lahir kami.
70, وَاحْجُبْ بِهِ خَطَرَاتِ الْوَسَاوِسِ عَنْ صِحَّةِ ضَمَائِرِنَا
Dan lindungilah batin kami dari bisikan was-was.
71, وَاغْسِلْ بِهِ دَرَنَ قُلُوبِنَا وَعَلَائِقَ أَوْزَارِنَا
Dan bersihkan dengannya kotoran hati kami dan ikatan dosa kami.
72, وَاجْمَعْ بِهِ مُنْتَشَرَ أُمُورِنَا
Dan satukan dengan Al-Qur’an urusan kami yang tercerai-berai.
73, وَأَرْوِ بِهِ فِي مَوْقِفِ الْعَرْضِ عَلَيْكَ ظَمَأَ هَوَاجِرِنَا
Dan hilangkan dahaga kami pada saat kami menghadap-Mu.
74, وَاكْسُنَا بِهِ حُلَلَ الْأَمَانِ يَوْمَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ
Dan pakaikan kepada kami pakaian keamanan pada hari ketakutan besar.
75, فِي نُشُورِنَا
Pada hari kebangkitan kami.
76, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
77, وَاجْبُرْ بِالْقُرْآنِ خَلَّتَنَا مِنْ عَدَمِ الْإِمْلَاقِ
Dan dengan Al-Qur’an, tutuplah kekurangan kami dari kefakiran.
78, وَسُقْ إِلَيْنَا بِهِ رَغَدَ الْعَيْشِ
Dan hantarkan kepada kami dengannya kehidupan yang lapang.
79, وَخِصْبَ سَعَةِ الْأَرْزَاقِ
Dan kelimpahan rezeki yang luas.
80, وَجَنِّبْنَا بِهِ الضَّرَائِبَ الْمَذْمُومَةَ
Dan jauhkan kami dengannya dari sifat-sifat tercela.
81, وَمَدَانِيَ الْأَخْلَاقِ
Dan dari akhlak yang hina.
82, وَاعْصِمْنَا بِهِ مِنْ هُوَّةِ الْكُفْرِ
Dan lindungilah kami dengannya dari jurang kekufuran.
83, وَدَوَاعِي النِّفَاقِ
Dan dari dorongan kemunafikan.
84, حَتَّىٰ يَكُونَ لَنَا فِي الْقِيَامَةِ إِلَىٰ رِضْوَانِكَ وَجِنَانِكَ قَائِدًا
Agar ia (Al-Qur’an) menjadi penuntun kami pada hari kiamat menuju keridhaan dan surga-Mu.
85, وَلَنَا فِي الدُّنْيَا عَنْ سُخْطِكَ وَتَعَدِّي حُدُودِكَ ذَائِدًا
Dan di dunia menjadi pelindung kami dari murka-Mu dan pelanggaran terhadap batas-batas-Mu.
86, وَلِمَا عِنْدَكَ بِتَحْلِيلِ حَلَالِهِ وَتَحْرِيمِ حَرَامِهِ شَاهِدًا
Dan menjadi saksi bagi kami di sisi-Mu dalam menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram.
87, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
88, وَهَوِّنْ بِالْقُرْآنِ عِنْدَ الْمَوْتِ عَلَىٰ أَنْفُسِنَا كَرْبَ السِّيَاقِ
Dan ringankanlah bagi jiwa kami dengan Al-Qur’an saat kematian, kesulitan sakaratul maut.
89, وَجَهْدَ الْأَنِينِ
Dan beratnya rintihan.
90, وَتَرَادُفَ الْحَشَارِجِ
Dan bertumpuknya sesak di tenggorokan.
91, إِذَا بَلَغَتِ النُّفُوسُ التَّرَاقِيَ
Ketika ruh telah sampai di kerongkongan,
92, وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ
dan dikatakan: “Siapa yang dapat menyembuhkan?”
93, وَتَجَلَّىٰ مَلَكُ الْمَوْتِ لِقَبْضِهَا مِنْ حُجُبِ الْغُيُوبِ
Dan malaikat maut tampak untuk mencabutnya dari balik tabir gaib,
94, وَرَمَاهَا عَنْ قَوْسِ الْمَنَايَا بِأَسْهُمِ وَحْشَةِ الْفِرَاقِ
Dan melemparkannya dengan panah perpisahan dari busur kematian,
95, وَدَافَ لَهَا مِنْ ذُعَافِ الْمَوْتِ كَأْسًا مَسْمُومَةَ الْمَذَاقِ
Dan menyuguhkan kepadanya cawan kematian yang pahit dan beracun rasanya,
96, وَدَنَا مِنَّا إِلَىٰ الْآخِرَةِ رَحِيلٌ وَانْطِلَاقٌ
Dan semakin dekat perjalanan kami menuju akhirat,
97, وَصَارَتِ الْأَعْمَالُ قَلَائِدَ فِي الْأَعْنَاقِ
Dan amal-amal menjadi kalung di leher,
98, وَكَانَتِ الْقُبُورُ هِيَ الْمَأْوَىٰ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمِ التَّلَاقِ
Dan kubur menjadi tempat tinggal hingga waktu hari pertemuan (kiamat).
99, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
100, وَبَارِكْ لَنَا فِي حُلُولِ دَارِ الْبِلَىٰ
Dan berkahilah kami ketika memasuki negeri kehancuran (kubur).
101, وَطُولِ الْمُقَامَةِ بَيْنَ أَطْبَاقِ الثَّرَىٰ
Dan dalam lamanya tinggal di antara lapisan tanah.
102, وَاجْعَلِ الْقُبُورَ بَعْدَ فِرَاقِ الدُّنْيَا خَيْرَ مَنَازِلِنَا
Dan jadikan kubur, setelah berpisah dari dunia, sebagai sebaik-baik tempat tinggal kami.
103, وَافْسَحْ لَنَا بِرَحْمَتِكَ فِي ضِيقِ مَلَاحِدِنَا
Dan lapangkanlah bagi kami dengan rahmat-Mu kesempitan liang kubur kami.
104, وَلَا تَفْضَحْنَا فِي حَاضِرِي الْقِيَامَةِ بِمُوبِقَاتِ آثَامِنَا
Dan jangan Engkau hinakan kami di hadapan makhluk pada hari kiamat karena dosa-dosa kami.
105, وَارْحَمْ بِالْقُرْآنِ فِي مَوْقِفِ الْعَرْضِ عَلَيْكَ ذُلَّ مَقَامِنَا
Dan rahmatilah dengan Al-Qur’an kehinaan posisi kami saat menghadap-Mu.
106, وَثَبِّتْ بِهِ عِنْدَ اضْطِرَابِ جِسْرِ جَهَنَّمَ زَلَلَ أَقْدَامِنَا
Dan teguhkanlah dengan Al-Qur’an kaki kami saat terguncang di atas jembatan Jahannam.
107, وَنَوِّرْ بِهِ قَبْلَ الْبَعْثِ سُدَفَ قُبُورِنَا
Dan terangilah dengan Al-Qur’an kegelapan kubur kami sebelum kebangkitan.
108, وَنَجِّنَا بِهِ مِنْ كُلِّ كَرْبٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dan selamatkan kami dengannya dari segala kesulitan pada hari kiamat.
109, وَشَدَائِدِ أَهْوَالِ يَوْمِ الطَّامَّةِ
Dan dari dahsyatnya kengerian hari besar itu.
110, وَبَيِّضْ وُجُوهَنَا يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوهُ الظَّلَمَةِ
Dan putihkan wajah kami pada hari wajah orang-orang zalim menjadi hitam.
111, فِي يَوْمِ الْحَسْرَةِ وَالنَّدَامَةِ
Pada hari penyesalan dan kerugian.
112, وَاجْعَلْ لَنَا فِي صُدُورِ الْمُؤْمِنِينَ وُدًّا
Dan jadikan bagi kami kecintaan dalam hati orang-orang beriman.
113, وَلَا تَجْعَلِ الْحَيَاةَ عَلَيْنَا نَكَدًا
Dan jangan Engkau jadikan kehidupan ini sebagai kesempitan bagi kami.
114, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu.
115, كَمَا بَلَّغَ رِسَالَتَكَ
Sebagaimana ia telah menyampaikan risalah-Mu,
116, وَصَدَعَ بِأَمْرِكَ
dan menegakkan perintah-Mu,
117, وَنَصَحَ لِعِبَادِكَ
dan memberi nasihat kepada hamba-hamba-Mu.
118, اللَّهُمَّ اجْعَلْ نَبِيَّنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَقْرَبَ النَّبِيِّينَ مِنْكَ مَجْلِسًا
Ya Allah, jadikan Nabi kami pada hari kiamat sebagai nabi yang paling dekat kedudukannya di sisi-Mu,
119, وَأَمْكَنَهُمْ مِنْكَ شَفَاعَةً
yang paling besar syafaatnya,
120, وَأَجَلَّهُمْ عِنْدَكَ قَدْرًا
yang paling mulia kedudukannya,
121, وَأَوْجَهَهُمْ عِنْدَكَ جَاهًا
dan paling tinggi kehormatannya di sisi-Mu.
122, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
123, وَشَرِّفْ بُنْيَانَهُ
Dan muliakanlah bangunannya,
124, وَعَظِّمْ بُرْهَانَهُ
dan agungkanlah hujjahnya,
125, وَثَقِّلْ مِيزَانَهُ
dan beratkanlah timbangan amalnya,
126, وَتَقَبَّلْ شَفَاعَتَهُ
dan terimalah syafaatnya,
127, وَقَرِّبْ وَسِيلَتَهُ
dan dekatkanlah wasilahnya,
128, وَبَيِّضْ وَجْهَهُ
dan putihkanlah wajahnya,
129, وَأَتِمَّ نُورَهُ
dan sempurnakanlah cahayanya,
130, وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ
dan tinggikanlah derajatnya.
131, وَأَحْيِنَا عَلَىٰ سُنَّتِهِ
Dan hidupkanlah kami di atas sunnahnya,
132, وَتَوَفَّنَا عَلَىٰ مِلَّتِهِ
dan wafatkanlah kami di atas agamanya,
133, وَخُذْ بِنَا مِنْهَاجَهُ
dan tuntunlah kami pada jalannya,
134, وَاسْلُكْ بِنَا سَبِيلَهُ
dan masukkan kami ke dalam jalannya,
135, وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ طَاعَتِهِ
dan jadikan kami termasuk orang yang taat kepadanya,
136, وَاحْشُرْنَا فِي زُمْرَتِهِ
dan kumpulkan kami dalam golongannya,
137, وَأَوْرِدْنَا حَوْضَهُ
dan masukkan kami ke telaganya,
138, وَاسْقِنَا بِكَأْسِهِ
dan berilah kami minum dari cawannya.
139, وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ صَلَاةً تُبَلِّغُهُ
Dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, shalawat yang menyampaikannya
140, أَفْضَلَ مَا يَأْمُلُ مِنْ خَيْرِكَ وَفَضْلِكَ وَكَرَامَتِكَ
kepada sebaik-baik harapan dari kebaikan, karunia, dan kemuliaan-Mu.
141, إِنَّكَ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ وَفَضْلٍ كَرِيمٍ
Sesungguhnya Engkau memiliki rahmat yang luas dan karunia yang mulia.
142, اللَّهُمَّ اجْزِهِ بِمَا بَلَّغَ مِنْ رِسَالَاتِكَ
Ya Allah, berilah balasan kepadanya atas penyampaian risalah-Mu,
143, وَأَدَّىٰ مِنْ آيَاتِكَ
dan penunaian ayat-ayat-Mu,
144, وَنَصَحَ لِعِبَادِكَ
dan nasihatnya kepada hamba-hamba-Mu,
145, وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِكَ
dan perjuangannya di jalan-Mu,
146, أَفْضَلَ مَا جَزَيْتَ أَحَدًا مِنْ مَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِينَ
dengan sebaik-baik balasan yang Engkau berikan kepada malaikat-malaikat yang dekat,
147, وَأَنْبِيَائِكَ الْمُرْسَلِينَ الْمُصْطَفَيْنَ
dan para nabi-Mu yang diutus dan dipilih.
148 , وَالسَّلَامُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dan salam sejahtera atasnya dan atas keluarganya yang suci lagi bersih, serta rahmat Allah dan keberkahan-Nya.
Tafsir batin (isyārī / makrifat) dari doa Khatam Al-Qur’an riwayat Imam Ali Zainal Abidin. as AsSajjad)
Ini bukan tafsir bahasa, tapi tafsir keadaan jiwa (ahwāl) — bagaimana kalimat doa ini bekerja di dalam hati.
Bagian-bagian kunci dan rahasia batinnya:
🌿 1. “أَعَنْتَنِي عَلَى خَتْمِ كِتَابِكَ”
(Engkau menolongku mengkhatamkan kitab-Mu)
✨ Tafsir batin:
➡️ “Pertolongan” di sini bukan sekadar bisa membaca
Maknanya:• Allah yang:
• menggerakkan hati
• memberi rasa ingin membaca
• menjaga dari bosan
🔍 Dalam makrifat: Jika bukan karena Allah, bahkan membuka mushaf pun tidak akan terjadi.
➡️ Jadi: khatam Qur’an = tanda dipanggil, bukan sekadar usaha
🌿 2. “أَنْزَلْتَهُ نُورًا”
(Engkau turunkan sebagai cahaya)
✨ Tafsir batin:
➡️ Cahaya ini bukan cahaya fisik
Ia adalah:
• نور البصيرة (cahaya pandangan batin)
Efeknya:
• melihat dosa sebagai gelap
• melihat kebenaran sebagai terang
➡️ Orang yang terkena cahaya ini:
• tidak nyaman dalam maksiat
• bahkan sebelum berbuat, sudah terasa berat
🌿 3. “مُهَيْمِنًا عَلَى كُلِّ كِتَابٍ”
(Menguasai seluruh kitab)
✨ Tafsir batin:
➡️ Qur’an menjadi hakim batin
Artinya: • semua pikiran, ilmu, logika ➡️ harus tunduk pada نور Qur’an Jika tidak:➡️ itu masih ego, belum hidayah
🌿 4. “فُرْقَانًا”
(Pembeda)
✨ Tafsir batin:
➡️ Bukan hanya halal-haram lahir
Tapi: • membedakan:
• niat ikhlas vs riya
• cinta Allah vs cinta diri
• ibadah vs kebiasaan
➡️ Inilah “furqan batin”
🌿 5. “شِفَاءً”
(Penyembuh)
✨ Tafsir batin:
➡️ Penyakit yang dimaksud:
• sombong
• iri
• cinta dunia
• gelisah tanpa sebab
💡 Makrifatnya:
• Qur’an menyembuhkan bukan dengan dibaca saja
• tapi saat ayat masuk ke hati dan diterima
🌿 6. “مِيزَانَ قِسْطٍ”
(Timbangan adil)
✨ Tafsir batin:
➡️ Hati berubah jadi “alat ukur”
Tanda: • sebelum bicara → hati menimbang • sebelum marah → hati mengingat ➡️ Ini maqam:
hidup di bawah pengawasan batin Qur’an
🌿 7. “عُرْوَةِ عِصْمَتِهِ”
(Tali perlindungan-Nya)
✨ Tafsir batin:
➡️ Ini adalah:
ikatan ruh dengan wahyu
Jika kuat:
• jatuh → cepat bangkit
• tergoda → cepat sadar
Jika lemah:
• jatuh → terus tenggelam
🌿 8. “يَرْعَاهُ حَقَّ رِعَايَتِهِ”
(Menjaganya dengan sebenar penjagaan)
✨ Tafsir batin:
Menjaga Qur’an = 4 hal:
1. Membaca
2. Memahami
3. Mengamalkan
4. Tidak mengkhianatinya
➡️ Yang terakhir ini paling dalam:
• tahu ayat tapi melanggar
→ ini luka batin
🌿 9. “مُحْكَمِهِ وَمُتَشَابِهِهِ”
(Muhkam dan mutasyabih)
✨ Tafsir batin:
• Muhkam → yang jelas
• Mutasyabih → perlu penjelasan
Makrifat: ➡️ Seorang hamba:
• mengamalkan yang jelas
• menyerahkan yang samar kepada Allah
➡️ Ini melahirkan:
tawadhu’ intelektual
🌿 10. “مُؤْنِسًا فِي ظُلَمِ اللَّيَالِي”
(Teman di kegelapan malam)
✨ Tafsir batin:
➡️ “Malam” = kesepian jiwa
Jika Qur’an hidup:
• hati merasa ditemani
• muncul rasa “dipandang Allah”
➡️ Ini awal dari:
ihsan (merasa diawasi Allah)
🌿 11. “حَارِسًا مِنَ الشَّيْطَانِ”
(Penjaga dari setan)
✨ Tafsir batin:
➡️ Setan masuk lewat:
• pikiran
• khayalan
• was-was
Qur’an:
• memotong jalur masuk itu
➡️ Maka:
orang yang jauh dari Qur’an → mudah gelisah
🌿 12. “تُوصِلَ إِلَى قُلُوبِنَا فَهْمَ عَجَائِبِهِ”
(Sampai ke hati pemahaman keajaibannya)
✨ Tafsir batin:
➡️ Ada dua jenis paham:
1. Paham akal
2. Paham hati
Yang diminta di sini:
➡️ paham hati
Tandanya:
• ayat terasa “hidup”
• seperti berbicara langsung
🌿 13. “عِنْدَ الْمَوْتِ”
(Saat kematian)
✨ Tafsir batin:
➡️ Ini bukan sekadar fisik mati
Ini: • saat semua yang kita cintai lepas ➡️ Qur’an di sini:
• jadi “pegangan terakhir”
🌿 14. “الْقُبُورُ هِيَ الْمَأْوَى”
(Kubur sebagai tempat tinggal)
✨ Tafsir batin:
➡️ Kubur = awal kehidupan batin murni. Di sana:
• tidak ada topeng
• tidak ada dunia
➡️ Yang ada:
• cahaya amal
• atau gelap dosa
🌿 15. “نَوِّرْ بِهِ قُبُورَنَا”
(Terangi kubur kami)
✨ Tafsir batin:
➡️ Cahaya itu adalah:
• ayat yang diamalkan
• bukan sekadar dibaca
🌿 16. “وَأَحْيِنَا عَلَى سُنَّتِهِ”
(Hidupkan kami di atas sunnahnya)
✨ Tafsir batin:
➡️ Hidup bukan sekadar bernafas
Maknanya: • hati hidup dengan akhlak Nabi
🌿 Inti Tafsir Batin Doa Ini
Doa ini sebenarnya adalah:
➡️ permohonan perubahan eksistensi Dari: • manusia biasa
Menjadi: • manusia Qur’ani
🌙 Penutup Rahasia
Menurut jalan Ahlul Bait as;
➡️ Qur’an punya 3 lapisan:
1. Lafaz (dibaca)
2. Makna (dipahami)
3. Nur (dihidupi)
Dan doa ini: ➡️ membawa kita ke lapisan ke-3
Lapisan terdalam doa ini: makna makrifat (hakikat batin) dan kisah ruhani dari doa Khatam Al-Qur’an yang dinukil dari Imam Ali Zainal Abidin (As-Sajjad a.s).
Disusun dalam dua bagian:
1. Makna makrifat (rahasia batin)
2. Kisah & pengalaman ruhani para ahli ibadah
🌿 1. Makna Makrifat (Rahasia Batin Doa Ini)
✨ A. “Khatam Al-Qur’an” bukan sekadar selesai membaca
Secara lahir: selesai 30 juz
Secara batin: ➡️ Yang “khatam” bukan Qur’an — tapi diri kita
Makrifatnya: • Awalnya kita membaca Al-Qur’an • Akhirnya Al-Qur’an “membaca kita”
Imam As-Sajjad mengajarkan: Hakikat khatam = hati menjadi tempat turunnya makna
✨ B. Al-Qur’an sebagai “Cahaya Eksistensial”
Dalam doa disebut: نُورًا نَهْتَدِي بِهِ”
Makrifatnya:
• Qur’an bukan sekadar teks
• Ia adalah cahaya wujud (nur wujudi)
Dalam pandangan Ahlul Bait:
• Cahaya ini mengubah:
• cara melihat
• cara merasa
• bahkan cara “ada”
➡️ Orang yang benar-benar bersama Qur’an:
• tidak hanya tahu kebenaran
• tapi menjadi bagian dari kebenaran
✨ C. “Timbangan yang tidak menyimpang” مِيزَانَ قِسْطٍ” Makrifatnya: • Qur’an menjadi mi’yar batin (standar jiwa)
Tanda orang yang sudah tersentuh:
• tidak lagi menilai dengan ego
• tapi dengan نور (cahaya Qur’an)
➡️ Bahkan:
• marahnya → adil
• cintanya → lurus
• diamnya → bermakna
✨ D. “Tali perlindungan (عروة العصمة)”
Makna lahir: pegangan kuat
Makna makrifat:
➡️ Itu adalah ikatan ruh dengan Allah
Dalam irfan Ahlul Bait:
• Qur’an = tali
• Nabi & Ahlul Bait = penunjuk cara berpegang ➡️ Yang berpegang:
• tidak tenggelam dalam dunia
• tidak tersesat dalam pikiran
✨ E. Doa tentang sakaratul maut (bagian paling dalam)
Ini bukan sekadar doa takut mati…
Makrifatnya: • Imam sedang menggambarkan transisi dimensi
Ketika disebut: ruh sampai di tenggorokan, malaikat maut datang amal menjadi kalung ➡️ Itu adalah:
saat semua ilusi runtuh
Yang tersisa hanya:
• نور (cahaya)
• atau ظلمة (kegelapan)
Dan Qur’an di sini:
➡️ menjadi teman eksistensial terakhir
✨ F. Qur’an sebagai “teman malam” مؤنساً في ظلم الليالي”Makrifatnya: • malam = simbol kesendirian jiwa • Qur’an = kehadiran Ilahi. Orang yang sampai tahap ini:
• tidak lagi merasa sepi
• karena “didengar” oleh Allah
✨ G. “Gunung tidak sanggup memikulnya”
Ini merujuk ke hakikat ayat Qur’an
Makrifatnya: ➡️ Hati manusia yang bersih, lebih kuat dari gunung
Tapi… ➡️ hati yang lalai bahkan tidak mampu memikul satu ayat pun
✨ H. Qur’an di alam kubur & kiamat Dalam doa:
• menerangi kubur
• menolong di shirath
• memberi syafaat
Makrifatnya: ➡️ Qur’an berubah bentuk menjadi:
• cahaya
• pelindung
• bahkan “makhluk penolong”
Dalam riwayat Ahlul Bait:
• Al-Qur’an akan datang dalam bentuk indah
• membela pembacanya
🌙 Kisah & Pengalaman Ruhani
📖 Kisah 1: Imam As-Sajjad dan tangisan Qur’an. Diriwayatkan tentang Imam Ali Zainal Abidin as
• Ketika membaca Qur’an, beliau sering menangis
• Orang bertanya: “Mengapa?”Beliau menjawab (maknanya): “Bagaimana tidak menangis, sementara ini adalah surat dari Allah…”➡️ Makrifatnya:
• Qur’an bukan bacaan
• tapi surat cinta dari Tuhan
📖 Kisah 2: Orang yang ditemani Qur’an di kubur
Dalam riwayat Ahlul Bait:
• Seorang mukmin wafat
• Di kuburnya datang sosok indah
Ia bertanya: “Siapa engkau?”
Sosok itu menjawab:”Aku adalah Al-Qur’an yang engkau baca” ➡️ Ia:
• menghiburnya
• menerangi kuburnya
• membelanya di hari kiamat
📖 Kisah 3: Dialog ruh dengan ayat
Para arif (ahli makrifat) mengatakan:
Jika seseorang terus bersama Qur’an: • suatu saat ia tidak lagi membaca • tapi diajak bicara oleh ayat Contohnya: • ayat rahmat → terasa dipanggil • ayat azab → terasa ditegur langsung
📖 Kisah 4: Malam tanpa kesepian
Dikisahkan seorang ahli ibadah:
• Ia ditanya: “Apakah engkau tidak kesepian di malam?” • Ia menjawab: “Bagaimana aku kesepian, sedangkan aku bersama كلام الله (firman Allah)?”
🌟 Inti Makrifat Doa Ini
Doa ini sebenarnya adalah:
➡️ perjalanan lengkap manusia:
1. Bersama Qur’an di dunia
2. Bersama Qur’an saat mati
3. Bersama Qur’an di kubur
4. Bersama Qur’an di kiamat
5. Bersama Qur’an menuju Allah
🌿 Penutup Rahasia
Menurut jalan Ahlul Bait:
➡️ Ada 3 tingkatan hubungan dengan Qur’an:
1. Membaca → pahala
2. Memahami → hidayah
3. Menjadi Qur’an → makrifat
Dan doa ini…➡️ mengantar dari level 1 ke level 3
🌙 1. Hakikat Laylatul Qadr dalam Makrifat Secara lahir: • malam turunnya Al-Qur’an Namun dalam makrifat: ➡️ Laylatul Qadr adalah “momen turunnya takdir ke dalam jiwa” Bukan hanya: • Al-Qur’an turun ke dunia Tapi: • cahaya Qur’an turun ke hati
🌿 2. Mengapa doa Khatam dibaca di Laylatul Qadr?
Karena: ➡️ Khatam Qur’an = selesai membaca ➡️ Laylatul Qadr = mulai “ditulis ulang” Makrifatnya:• siang hari → kita membaca Qur’an • malam Qadr → Qur’an “menulis kita”
✨ 3. “Turunnya Qur’an” vs “Turunnya Takdir” Dalam doa disebut: Qur’an sebagai نور (cahaya), فرقان (pembeda), شفاء (penyembuh)
Di Laylatul Qadr: ➡️ semua sifat itu diturunkan ke dalam diri Artinya:
• jika hati siap → turun cahay
• jika hati kotor → hanya lewat tanpa bekas
🌿 4. Rahasia: Mengapa disebut “lebih baik dari 1000 bulan”
Makrifatnya: ➡️ 1000 bulan = عمر tanpa kesadaran
➡️ 1 malam Qadr = لحظة kesadaran penuh Dalam istilah ruhani: • satu لحظة حضور (kehadiran hati) lebih berharga dari puluhan tahun lalai
🌿 5. Doa ini sebagai “kunci pembukaan Qadr” Perhatikan isi doa: • minta cahaya
• minta perlindungan
• minta perubahan hati
• minta keselamatan akhirat
➡️ Ini bukan kebetulan
➡️ Ini adalah permintaan yang hanya bisa dijawab di Laylatul Qadr
🌙 6. Rahasia bagian sakaratul maut dalam doa. Mengapa doa ini menyebut kematian? Karena:
➡️ Laylatul Qadr adalah “miniatur kematian” Makrifatnya:
• dunia → sunyi
• ego → melemah
• hati → terbuka
➡️ Orang yang benar-benar hidupkan Qadr: • merasakan “mati sebelum mati”
(sebagaimana ajaran Ahlul Bait)
🌿 7. Hubungan Qur’an – Qadr – Insan. Dalam makrifat:
1. Qur’an = kalam Allah
2. Laylatul Qadr = waktu turunnya
3. Hati mukmin = tempat turunnya
➡️ Jika tiga ini bertemu:
➡️ terjadi transformasi ruhani
✨ 8. Rahasia: Mengapa doa minta cahaya kubur & kiamat? Karena:
➡️ Laylatul Qadr = malam penentuan masa depan ruh. Yang ditulis:
• keadaan kubur
• keadaan akhirat
• keadaan hati
➡️ Maka doa ini:
• seperti “mengedit takdir”
🌿 9. Peran Imam Ali Zainal Abidin as dalam rahasia ini
Dalam ajaran Ahlul Bait:
• doa bukan sekadar kata
• tapi peta perjalanan ruh
Doa ini:
➡️ disusun agar:
• hati dibersihkan
• lalu siap menerima Qadr
🌙 10. Tanda doa ini “diterima” di Laylatul Qadr
Dalam makrifat, tandanya bukan mimpi… Tapi:
1. Hati terasa ringan
2. Dosa terasa berat
3. Qur’an terasa hidup
4. Dunia terasa kecil
5. Air mata mudah jatuh
➡️ Itu tanda: cahaya Qadr menyentuh hati
🌿 11. Cara menghidupkan doa ini di Laylatul Qadr. Bukan sekadar dibaca… Tapi:
1. Baca perlahan
Seolah Allah sedang berbicara
2. Berhenti di kalimat tertentu
Rasakan maknanya masuk
3. Ulang bagian yang menyentuh
Itu pintu hati
4. Gabungkan dengan tangisan
Air mata = bahasa ruh
⸻
🌟 Inti Rahasia
Doa ini adalah:
➡️ permohonan agar kita tidak hanya membaca Qur’an
➡️ tapi menjadi “wadah turunnya Qur’an”
Dan Laylatul Qadr adalah: ➡️ malam di mana itu benar-benar terjadi
⸻
🌙 Penutup Makrifat Dalam jalan Ahlul Bait as ; Tidak semua orang mendapatkan Laylatul Qadr. Tapi semua orang bisa mencarinya
Dan kuncinya: ➡️ Qur’an + doa + hati yang hadir
Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment