Makna Setan
❤️🌹🌺Makna Setan🌺🌹❤️
Makna “setan (الشَّيْطَان)” menurut Al-Qur’an, hadis, tafsir, dan pemahaman para ulama. Kata setan tidak selalu hanya berarti satu makhluk, tetapi memiliki beberapa makna dan tingkat.
1. Makhluk dari golongan jin yang durhaka؛ Makna paling umum: makhluk dari bangsa jin yang menolak perintah Allah dan menyesatkan manusia. Contohnya Qur’an 18:50
كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
Ia (Iblis) termasuk golongan jin lalu ia durhaka terhadap perintah Tuhannya
2. Iblis sebagai pemimpin setan
Dalam banyak tafsir, Iblis adalah kepala para setan yang memimpin penyesatan manusia. Contoh ayat:
Qur’an 7:11-12
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
3. Jin yang menjadi pengikut Iblis
Banyak jin yang mengikuti Iblis sehingga mereka disebut syayāṭīn (para setan). Contoh:
Qur’an 6:112
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
4. Manusia yang menyesatkan orang lain
Al-Qur’an juga menyebut manusia jahat yang menyesatkan sebagai setan. Contoh: Qur’an 6:112
Maknanya:
orang yang mengajak kepada dosa, kesesatan, atau permusuhan.
5. Bisikan jahat dalam hati (waswas) Setan juga bermakna bisikan negatif dalam hati manusia.
Contoh: Qur’an 114:4
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia.(Dari kejahatan pembisik yang bersembunyi)
6. Dorongan hawa nafsu yang buruk; Sebagian ulama tasawuf mengatakan bahwa hawa nafsu yang menjerumuskan adalah salah satu bentuk “setan dalam diri”.
Karena setan sering masuk melalui nafsu manusia.
7. Segala yang menjauhkan manusia dari Allah. Secara bahasa, kata syaitan berasal dari kata شطن (syathana) yang berarti:
“sesuatu yang jauh”. Artinya:
segala sesuatu yang menjauhkan manusia dari rahmat Allah bisa disebut setan.
8. Pikiran jahat yang menghiasi dosa. Setan juga bermakna pikiran yang membuat dosa terlihat indah.
Contoh ayat: Qur’an 16:63
تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
“Setan menghiasi perbuatan mereka.”
9. Kekuatan yang menimbulkan permusuhan. Setan juga bermakna energi atau dorongan yang memecah manusia dengan kebencian. Contoh: Qur’an 5:91
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
“Setan ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian.”
10. Simbol kegelapan spiritual
Menurut sebagian ahli makrifat dan hikmah: Setan adalah simbol kegelapan batin yang menutup hati dari cahaya Allah. Ketika hati dipenuhi:
• kesombongan
• iri
• kebencian
• cinta dunia
maka cahaya ruh tertutup dan setan berkuasa.
Kesimpulan; Kata setan dalam Al-Qur’an dapat bermakna:
1. Jin durhaka.
2. Iblis pemimpin setan.
3. Jin pengikut Iblis.
4. Manusia penyesat.
5. Bisikan jahat.
6. Hawa nafsu buruk.
7. Segala yg menjauhkan dari Allah.
8. Pikiran yang menghiasi dosa.
9. Sumber permusuhan.
10. Kegelapan spiritual dalam hati.
Makna “setan dibelenggu” menurut prinsip ayat-ayat Al-Qur’an.
1. Setan tidak berkuasa atas orang yang beriman; Qur’an 16:99
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا
“Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman.”
Makna: Ketika iman meningkat (seperti di Ramadhan), kekuasaan setan melemah.
2. Setan hanya berkuasa atas orang yang mengikutinya
Qur’an 16:100
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
“Kekuasaan setan hanya atas orang yang menjadikannya pemimpin.”
Makna: Jika manusia tidak mengikuti setan, maka ia seakan terbelenggu.
3. Zikir mengusir setanQur’an 7:201
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
“Orang-orang bertakwa ketika diganggu setan mereka segera mengingat Allah.”
Makna: Dzikir yang banyak di Ramadhan membuat setan tidak dapat mempengaruhi hati.
4. Setan lemah di hadapan hamba Allah yang ikhlas Qur’an 15:40
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Kecuali hamba-hamba-Mu yangikhlas.” Makna: Ikhlas membuat setan tidak berdaya.
5. Setan tidak memiliki kekuatan memaksa Qur’an 14:22
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
“Aku (setan) tidak memiliki kekuasaan atas kalian selain hanya mengajak.”
Makna: Setan hanya membisikkan, bukan memaksa.
6. Puasa melahirkan takwa
Qur’an 2:183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
“Puasa diwajibkan agar kalian bertakwa.”
Makna: Takwa adalah perisai yang menutup jalan setan.
7. Orang yang mengikuti petunjuk Allah tidak akan disesatkan
Qur’an 20:123
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ
Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
“Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku maka ia tidak akan sesat.”
Makna: Petunjuk Al-Qur’an yang banyak dibaca di Ramadhan menghalangi godaan setan.
8. Setan tidak dapat menguasai hamba Allah Qur’an 17:65
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga".
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka.”
9. Orang yang bertawakkal tidak dapat dikuasai setan Qur’an 16:99
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Makna: Tawakkal kepada Allah membuat setan tidak punya jalan.
10. Setan hanya berhasil pada orang lalai Qur’an 43:36
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
“Barang siapa berpaling dari zikir kepada Allah, Kami jadikan baginya setan sebagai teman.”
Makna: Jika manusia tidak lalai, setan tidak memiliki akses.
Kesimpulan Makna Qurani
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, “setan dibelenggu” dapat dimaknai sebagai:
1. Kekuasaan setan melemah pada orang beriman.
2. Setan tidak dapat memaksa manusia.
3. Dzikir mengusir setan.
4. Keikhlasan menutup jalan setan.
5. Takwa menjadi pelindung dari godaan.
6. Al-Qur’an menuntun manusia dari tipu daya setan.
Makna “setan (الشَّيْطَان)” menurut hadis Nabi dan Ahlul Bait, yang menunjukkan bahwa setan tidak hanya satu makhluk, tetapi memiliki beragam dimensi (lahir dan batin).
1. Setan sebagai makhluk penggoda dari jin. Hadis dari Nabi Muhammad saw:”Setan berjalan dalam diri manusia seperti aliran darah.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Makna:Setan adalah makhluk nyata dari jin yang aktif menggoda manusia dari dalam.
2. Setan sebagai pembisik (waswas) Hadis: Setan membisikkan dalam hati manusia saat ia lalai dari dzikir.
Makna:Setan bekerja melalui pikiran dan bisikan halus, bukan paksaan.
3. Setan sebagai pengiring (qarin) manusia. Hadis Nabi:
“Tidak seorang pun dari kalian kecuali memiliki qarin dari setan.”
(HR. Sahih Muslim)
Makna: Setiap manusia memiliki “pendamping setan” yang terus menggoda.
4. Setan sebagai penggerak hawa nafsu. Dalam hadis dijelaskan bahwa setan menguatkan:
• syahwat
• amarah
• keinginan dunia
Makna: Setan sering masuk melalui nafsu manusia.
5. Setan sebagai penghias dosa
Hadis menyebutkan bahwa setan membuat keburukan terlihat indah.
Makna: Ini adalah tipu daya psikologis: manusia merasa dosa itu wajar.
6. Setan sebagai penebar permusuhan. Hadis Nabi: “Sesungguhnya setan telah berputus asa disembah di Jazirah Arab, tetapi ia berusaha menimbulkan permusuhan di antara kalian.”
(HR. Sahih Muslim)
Makna: Setan tidak selalu mengajak syirik, tapi memecah manusia.
7. Setan sebagai penyebab kemarahan. Hadis:”Marah itu dari setan.”(HR. Sunan Abu Dawud)
Makna: Emosi negatif adalah pintu masuk setan.
8. Setan sebagai penghalang ibadah. Hadis: Setan datang dalam shalat dan mengganggu kekhusyukan. Makna: Setan berusaha merusak hubungan manusia dengan Allah.
9. Setan sebagai sumber lupa
Hadis menyebutkan bahwa lupa dalam ibadah bisa dari setan.
Makna: Setan membuat manusia:
• lalai
• lupa dzikir
• lupa tujuan hidup
10. Setan sebagai simbol keburukan batin
Dalam riwayat Ahlul Bait, seperti dari Imam Ali ibn Abi Talib as ; Makna setan bisa menjadi sifat dalam diri manusia, seperti:
• kesombongan
• iri
• cinta dunia
Kesimpulan;?Menurut hadis, “setan” memiliki makna:
1. Makhluk jin penggoda
2. Bisikan hati
3. Qarin (pendamping manusia)
4. Penggerak nafsu
5. Penghias dosa
6. Pemecah hubungan manusia
7. Sumber emosi negatif
8. Pengganggu ibadah
9. Penyebab kelalaian
10. Sifat buruk dalam diri manusia
Makna “setan (الشَّيْطَان)” menurut hadis Ahlul Bait, khususnya riwayat dari para Imam seperti Imam Ali ibn Abi Talib dan Imam Ja’far al-Sadiq dalam kitab-kitab seperti Al-Kafi dan lainnya.
1. Setan sebagai musuh batin manusia. Dalam riwayat Ahlul Bait, setan bukan hanya musuh luar, tetapi musuh dalam (batin) yang selalu mengintai hati.
Makna: Perang melawan setan adalah jihad batin (jihad an-nafs).
2. Setan masuk melalui hawa nafsu
Dari Imam Ali ibn Abi Talib as:”Setan menguasai manusia melalui hawa nafsunya.” Makna: Nafsu adalah pintu utama masuknya setan.
3. Setan sebagai pembisik (waswas). Dari Imam Ja’far al-Sadiq as ; “Tidak ada hati kecuali memiliki dua telinga: satu untuk malaikat dan satu untuk setan.”
Makna: Hati selalu berada di antara ilham malaikat dan bisikan setan.
4. Setan menghiasi dosa. Riwayat menyebutkan: Setan menghias keburukan hingga tampak indah.
Makna: Ini adalah bentuk tipu daya paling halus: dosa terasa “baik” atau “biasa”.
5. Setan sebagai penguat sifat buruk. Menurut riwayat dalam Al-Kafi: Setan menguatkan:
• marah
• iri
• sombong
• cinta dunia
Makna: Setan bekerja melalui sifat-sifat negatif dalam jiwa.
6. Setan menjauhkan dari dzikir
Dari Imam: “Jika hati kosong dari dzikir, setan menetap di dalamnya.”
Makna: Dzikir adalah pengusir setan, kelalaian adalah rumahnya.
7. Setan sebagai penghalang wilayah (kedekatan dengan Allah)
Dalam riwayat Ahlul Bait:
Setan menghalangi manusia dari:
• ma’rifat
• wilayah (kedekatan dengan Allah dan wali-Nya)
Makna: Setan bukan hanya menggoda dosa, tapi juga menghalangi jalan spiritual tinggi.
8. Setan sebagai pemimpin pasukan kejahilan. Dalam hadis “Jund al-‘Aql wa al-Jahl”:
Setan memimpin pasukan kejahilan (jahl) seperti:
• sombong
• dengki
• zalim
Makna: Setiap sifat buruk adalah tentara setan dalam diri manusia.
9. Setan lemah di hadapan orang beriman sejati
Dari Imam Ja’far al-Sadiq as ; Setan tidak memiliki jalan atas orang yang hatinya hidup dengan iman.”
Makna: Iman yang hidup membuat setan tidak berdaya.
10. Setan sebagai realitas kegelapan batin. Dalam pemahaman makrifat Ahlul Bait:
Setan adalah manifestasi kegelapan jiwa, lawan dari:
• cahaya akal
• cahaya iman
Makna: Perang melawan setan adalah perang antara cahaya dan kegelapan dalam diri.
Kesimpulan (Pandangan Ahlul Bait)
Menurut hadis Ahlul Bait:
Setan adalah:
1. Musuh batin manusia
2. Masuk melalui nafsu
3. Pembisik hati
4. Penghias dosa
5. Penguat sifat buruk
6. Penghalang dzikir
7. Penghalang makrifat
8. Pemimpin kejahilan
9. Lemah di hadapan iman
10. Simbol kegelapan jiwa
Makna “setan (الشَّيْطَان)” menurut para mufasir (ahli tafsir Al-Qur’an) seperti Ibn Kathir, Al-Tabari, Al-Qurtubi, dan Fakhr al-Din al-Razi.
Mereka menjelaskan bahwa “setan” dalam Al-Qur’an memiliki makna yang luas, tidak hanya satu jenis makhluk.
Makna Setan Menurut Mufasir;
1. Makhluk dari jin yang durhaka
Mayoritas mufasir sepakat bahwa setan adalah jin yang membangkang kepada Allah, seperti Iblis. Dalil: Qur’an 18:50
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
2. Setiap yang melampaui batas kebenaran. Menurut Al-Tabari:
“Setiap yang durhaka dan melampaui batas disebut setan.”
Makna: Setan adalah sifat pemberontakan terhadap Allah.
3. Manusia yang menyesatkan orang lain. Menurut Al-Qurtubi:
Setan bisa berasal dari manusia maupun jin. Dalil: Qur’an 6:112
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
4. Bisikan (waswas) dalam hati
Menurut Fakhr al-Din al-Razi:
Setan sering berarti bisikan halus dalam jiwa manusia.
Dalil: Qur’an 114:4
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Kekuatan yang menghiasi keburukan. Menurut Ibn Kathir:
Setan adalah yang menghias dosa agar tampak baik.
Dalil: Qur’an 16:63
تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُالشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
6. Sumber kesesatan dan penyimpangan. Dalam tafsir klasik:
Setan adalah penyebab manusia keluar dari jalan lurus.
Dalil: Qur’an 7:16
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
7. Simbol kejahatan yang menjauhkan dari Allah
Secara bahasa (dijelaskan oleh banyak mufasir):”Syaitan” berasal dari kata yang berarti jauh.
Makna: Setan adalah segala yang menjauhkan dari rahmat Allah.
8. Penggerak hawa nafsu
Sebagian mufasir menjelaskan:
Setan bekerja melalui nafsu manusia, bukan hanya dari luar.
9. Penyebab permusuhan dan kerusakan sosial. Menurut tafsir ayat: Qur’an 5:91
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Setan adalah kekuatan yang memecah hubungan manusia.
10. Kelemahan yang hanya bisa membisikkan. Menurut banyak mufasir: Setan tidak punya kekuatan memaksa, hanya mengajak. Dalil: Qur’an 14:22
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Kesimpulan Pandangan Mufasir
Menurut para mufasir, “setan” mencakup:
1. Jin durhaka (Iblis dan pengikutnya)
2. Manusia penyesat
3. Bisikan hati
4. Penghias dosa
5. Sumber kesesatan
6. Penggerak nafsu
7. Kekuatan yang menjauhkan dari Allah
8. Penyebab permusuhan
9. Simbol kejahatan
10. Makhluk lemah yang hanya menggoda
Makna Setan Menurut Mufassir Ahlul Bait
1. Makhluk jin yang durhaka
Setan adalah jin yang keluar dari ketaatan, dipimpin oleh Iblis.
📖 Qur’an 18:50
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
➡️ Ini makna zahir (lahiriah).
2. Setiap yang menentang wilayah Ahlul Bait. Dalam tafsir riwayat:
➡️ Siapa saja yang menolak kebenaran dan wilayah para Imam, disebut “syaitan” secara makna batin.
3. Manusia yang menyesatkan
📖 Qur’an 6:112
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
➡️ Setan tidak hanya jin, tapi juga manusia yang:
• menipu
• menyesatkan
• merusak agama
4. Bisikan dalam hati (waswas)
Menurut riwayat dari Imam Ja’far al-Sadiq as
➡️ Setan membisikkan melalui hati manusia.📖 Qur’an 114:4
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Nafsu yang memerintah kepada kejahatan. Dalam tafsir batin:
➡️ nafs ammarah adalah bentuk setan dalam diri manusia.
6. Kekuatan yang menghiasi keburukan 📖 Qur’an 16:63
تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
➡️ Setan membuat:
• dosa terlihat indah
• maksiat terasa wajar
7. Penghalang dari dzikir dan ma’rifat. Dalam riwayat: ➡️ Setan adalah segala yang membuat manusia:
• lupa Allah
• jauh dari cahaya hati
8. Simbol kejahilan (jahl)
Dalam hadis “Jund al-‘Aql wa al-Jahl” di Al-Kafi: ➡️ Setan = pemimpin pasukan kejahilan
9. Penyebab permusuhan dan perpecahan 📖 Qur’an 5:91
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). ➡️ Setan menanam:
• kebencian
• konflik
• perpecahan
10. Kegelapan yang menutup cahaya wilayah.
Dalam tafsir irfani Ahlul Bait: ➡️ Setan adalah kegelapan batin yang menghalangi:
• cahaya iman
• cahaya Imam
• cahaya tauhid
🌟 Kesimpulan (Tafsir Ahlul Bait)
Menurut mufassir Ahlul Bait, setan memiliki 3 tingkat makna:
1. Zahir (lahir) • Jin durhaka (Iblis dan pengikutnya)
2. Batin (jiwa manusia)
• Nafsu
• bisikan
• sifat buruk
3. Hakikat (spiritual tinggi)
• Kegelapan yang melawan cahaya wilayah
• segala yang menjauhkan dari Allah
🔑 Inti Rahasia
Para Imam Ahlul Bait mengajarkan:
“Setan luar tidak berbahaya jika setan dalam telah dikalahkan.”
Makna Setan Menurut Ahli Makrifat
1. Setan sebagai kegelapan hati
Dalam makrifat, setan adalah kegelapan (ظلمة) yang menutupi cahaya hati.
➡️ Ketika hati jauh dari Allah, kegelapan itu disebut “setan”.
2. Setan sebagai ego (nafs ammarah) Para arif seperti Ibn Arabi menjelaskan: Setan paling dekat adalah nafs yang memerintah kepada kejahatan. ➡️ Ini sesuai dengan konsep nafs al-ammarah.
3. Setan sebagai bisikan pikiran negatif. Setan dalam makrifat adalah:
• pikiran buruk
• prasangka negatif
• dorongan destruktif
➡️ Semua itu disebut waswas syaitaniyah.
4. Setan sebagai hijab (penghalang) dari Allah
Menurut ahli irfan: Setan adalah segala sesuatu yang menjadi hijab (tabir) antara hati dan Allah.
➡️ Bahkan hal yang halal bisa menjadi “setan” jika melalaikan.
5. Setan sebagai kesombongan (akar iblis). Hakikat setan adalah kesombongan, sebagaimana Iblis menolak sujud karena merasa lebih tinggi. ➡️ Maka setiap kesombongan adalah “jejak iblis”.
6. Setan sebagai cinta dunia berlebihan. Dalam pandangan makrifat: حب الدنيا (cinta dunia) adalah bentuk setan yang halus.
➡️ Bukan dunia yang salah, tapi keterikatan hati padanya.
7. Setan sebagai ilusi (ghurur)
Setan menipu manusia dengan:
• angan-angan
• harapan palsu
• merasa aman tanpa amal
➡️ Ini disebut ghurur (tipuan spiritual).
8. Setan sebagai suara yang menjauhkan dari dzikir
Setan adalah setiap dorongan yang membuat:
• malas dzikir
• lalai shalat
• lupa Allah
➡️ Dalam makrifat, ini disebut “mati hati”.
9. Setan sebagai energi negatif dalam diri. Sebagian ahli hikmah menjelaskan: Setan adalah energi destruktif dalam diri manusia
• marah
• iri
• dengki
• dendam
➡️ Ini adalah “tentara batin setan”.
10. Setan sebagai lawan cahaya ruh. Dalam makrifat:
• Ruh = cahaya (نور)
• Setan = kegelapan (ظلمة)
➡️ Hidup manusia adalah pertempuran antara cahaya dan kegelapan.
Kesimpulan Makrifat
Menurut ahli makrifat, setan bukan hanya makhluk luar, tetapi juga:
1. Kegelapan hati
2. Ego/nafs ammarah
3. Pikiran negatif
4. Penghalang dari Allah
5. Kesombongan
6. Cinta dunia berlebihan
7. Ilusi dan tipuan
8. Kelalaian dari dzikir
9. Energi negatif jiwa
10. Lawan cahaya ruh
Inti Rahasia Makrifat
Para arif mengatakan: “Musuh terbesarmu bukan setan di luar, tetapi setan dalam dirimu.”
Makna Setan Menurut Ahli Hakikat
1. Setan sebagai lawan wilayah Ahlul Bayt. Dalam irfan Syiah, hakikat setan adalah segala yang menentang wilayah (wilāyah) para Imam seperti Imam Ali ibn Abi Talib
➡️ Wilayah = cahaya Ilahi
➡️ Setan = penolaknya
2. Setan sebagai kegelapan yang menutup cahaya Imam
Menurut para arif:
Hati manusia diciptakan untuk menerima cahaya Imam (nur al-imam). Setan adalah kegelapan yang menutup cahaya itu.
3. Setan sebagai “hijab” antara hamba dan Allah. Dalam hakikat:
Setan adalah segala bentuk tabir (hijab) yang menghalangi:
• ma’rifatullah • penyaksian batin
➡️ Bahkan amal tanpa keikhlasan bisa menjadi “setan”.
4. Setan sebagai nafs yang memberontak. Ajaran Ahlul Bait menekankan: nafs ammarah = manifestasi setan dalam diri
➡️ Setan luar hanya menguatkan setan dalam.
5. Setan sebagai penolak sujud (hakikat iblis)
Hakikat setan berakar pada sikap istakbara (sombong) seperti Iblis.
➡️ Menolak tunduk pada kebenaran = hakikat setan.
6. Setan sebagai kebalikan dari akal (‘aql) Dalam hadis “Jund al-‘Aql wa al-Jahl” di Al-Kafi:
• Akal = tentara Allah
• Jahl (kejahilan) = tentara setan
➡️ Setan adalah realitas kejahilan dalam jiwa.
7. Setan sebagai pembelok niat (riyā’ dan ujub)
Menurut ahli hakikat: Setan tidak hanya mengajak dosa, tetapi juga:
merusak niat • memasukkan riya
• menumbuhkan ujub
➡️ Amal tetap ada, tapi ruhnya hilang.
8. Setan sebagai ilusi keberadaan selain Allah. Dalam maqam lebih tinggi: Setan adalah persepsi adanya selain Allah (ghairullah) yang memenuhi hati. ➡️ Ini disebut hijab tertinggi dalam makrifat.
9. Setan sebagai energi perpecahan dari cahaya tauhid
Tauhid menyatukan, setan memecah.
➡️ Dalam masyarakat: konflik, kebencian
➡️ Dalam diri: konflik batin
10. Setan sebagai ujian untuk mencapai kesempurnaan
Dalam pandangan hakikat: Setan bukan hanya musuh, tetapi juga alat ujian Ilahi. ➡️ Tanpa godaan setan:
• tidak ada jihad nafs
• tidak ada kenaikan derajat ruhani
Kesimpulan Hakikat ;
Setan adalah:
1. Penentang wilayah Ahlul Bayt
2. Kegelapan penutup cahaya Imam
3. Hijab dari Allah
4. Nafsu memberontak
5. Kesombongan iblis
6. Lawan akal
7. Perusak niat
8. Ilusi selain Allah
9. Sumber perpecahan
10. Sarana ujian spiritual
Inti Rahasia (Pandangan Irfan)
Para arif mengatakan:
Setan luar tidak akan mengalahkanmu, kecuali setan dalam dirimu telah bangkit.” Dan juga: “Wilayah adalah cahaya yang membakar setan—baik di langit maupun di hati.”
Kisah dan cerita tentang setan menurut riwayat Ahlul Bait dan ahli hakikat, yang bukan sekadar cerita luar, tetapi penuh makna batin (makrifat).
1. Kisah Iblis Menolak Sujud (Awal Hakikat Setan)
Diriwayatkan dalam banyak tafsir Ahlul Bait: Ketika Allah menciptakan Nabi Adam, diperintahkan semua malaikat dan makhluk untuk sujud. Iblis menolak karena berkata:”Aku lebih baik darinya, Engkau ciptakan aku dari api dan dia dari tanah.”
📖 (lihat: Qur’an 7:12)
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
Makna Hakikat:
• Setan bukan sekadar makhluk, tetapi kesombongan
• Saat seseorang merasa “lebih baik”, saat itu ruh setan hidup dalam dirinya
2. Kisah Iblis Meminta Penangguhan. Setelah diusir, Iblis tidak langsung binasa, tapi meminta waktu: “Berilah aku penangguhan sampai hari kiamat.” Allah mengizinkan.📖 (: Qur’an 15:36-37)
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ
Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan, Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
Makna Hakikat:
• Setan tetap hidup karena manusia masih diuji
• Tanpa ujian, tidak ada kesempurnaan ruh
3. Kisah Setan Bersumpah Menyesatkan dari Semua Arah
Iblis berkata: “Aku akan datang dari depan, belakang, kanan, dan kiri mereka.” 📖 (Qur’an 7:17)
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Makna;
• Setan tidak hanya menggoda dosa
• Ia masuk melalui:
• agama (riya)
• dunia (syahwat)
• pikiran (keraguan)
4. Kisah Setan Menggoda Nabi Adam. Iblis membisikkan kepada Adam:”Maukah aku tunjukkan pohon keabadian?” 📖 (Qur’an 20:120)
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ
Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
Makna Hakikat: • Setan menggoda dengan sesuatu yang tampak baik • Bukan dosa terang-terangan, tapi tipuan halus
5. Kisah Setan di Hari Kiamat Berlepas Diri. Di akhirat, setan berkata:”Aku hanya mengajak kalian, kalian sendiri yang mengikuti.”
📖 (Qur’an 14:22)
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Makna: • Setan tidak memaksa
• Manusia sendirilah yang memilih jalan
6. Kisah Setan Lari dari Orang yang Berdzikir. Dalam riwayat Ahlul Bait:
“Ketika seorang mukmin berdzikir, setan menyusut dan menjauh.”
Makna:
• Dzikir adalah api yang membakar setan
• Kelalaian adalah tempat tinggalnya
7. Kisah Setan dan Orang Berilmu
Dalam riwayat hikmah: Setan lebih takut pada orang berilmu yang mengamalkan ilmunya daripada banyak ahli ibadah tanpa ilmu.
Makna:
• Ilmu + ikhlas = senjata melawan setan •
Ibadah tanpa kesadaran bisa disusupi setan
8. Kisah Setan Masuk Melalui Marah. Dari riwayat Imam: “Marah adalah pintu setan.”
Makna:
• Saat marah:
• akal tertutup
• setan menguasai tindakan
9. Kisah Setan dan Hati yang Kosong. Dalam riwayat dari Imam Ja’far al-Sadiq as ; Hati yang kosong dari dzikir menjadi tempat duduk setan.”
Makna:
• Hati itu seperti rumah
• Jika tidak diisi Allah → diisi setan
10. Kisah Setan yang Menangis karena Taubat.
Dalam riwayat hikmah:
Setan menangis ketika manusia:
• bertaubat
• sujud
• kembali kepada Allah
Makna Hakikat:
• Taubat menghancurkan seluruh usaha setan
• Satu taubat tulus bisa mengalahkan ribuan godaan
Kesimpulan Kisah Hakikat
Dari semua kisah ini:
• Setan bukan sekadar makhluk luar
• Ia adalah:
• kesombongan • nafsu • kelalaian • bisikan halus
👉 Dan medan perangnya adalah hati manusia
Inti Rahasia (Ahlul Bait)
Para arif dari Ahlul Bait mengatakan: “Jika engkau mengenal dirimu, engkau akan mengenal setanmu. Dan jika engkau mengenal setanmu, engkau akan menemukan jalan menuju Tuhanmu.”
Manfaat memahami hakikat setan (menurut Al-Qur’an, hadis, dan Ahlul Bait) beserta doa-doa perlindungan dari godaan setan yang bisa diamalkan;
1. Lebih waspada terhadap dosa
Kita tidak mudah tertipu, karena tahu bahwa:➡️ dosa sering dihias agar tampak indah.
2. Mampu mengenali bisikan batin
Bisa membedakan:
• ilham kebaikan (malaikat)
• waswas (setan)
3. Menguatkan kontrol diri (nafs)
Karena sadar: ➡️ pintu utama setan adalah hawa nafsu.
4. Menjaga hati dari penyakit batin
Seperti: • sombong • iri • riya ➡️ Ini adalah “markas setan dalam diri”.
5. Lebih rajin dzikir dan ibadah
Karena tahu: ➡️ dzikir adalah senjata melawan setan.
6. Terhindar dari permusuhan
Setan ingin memecah manusia → kita jadi lebih: • sabar • pemaaf
• tenang
7. Mendekat kepada Allah (maqam takwa) Karena melawan setan adalah inti dari: ➡️ perjalanan menuju Allah
8. Hidup lebih tenang dan jernih
Karena tidak mudah: • marah
• cemas • gelisah
➡️ itu semua pintu setan.
9. Memahami jihad terbesar (jihad nafs). Menurut riwayat Ahlul Bait:
➡️ melawan diri sendiri lebih besar dari perang fisik.
10. Membuka jalan makrifat
Semakin bersih dari setan:
➡️ semakin terang cahaya hati.
🌙 Doa-Doa Perlindungan dari Setan
1. Ta’awudz (perlindungan utama) أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdzu billāhi minasy-syayṭānir-rajīm
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
2. Doa dari Al-Qur’an
📖 Qur’an 23:97-98
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kehadiran mereka.”
3. Doa perlindungan pagi & malam
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ
“Dengan nama Allah yang bersama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan.”
4. Ayat Kursi (perlindungan kuat)
📖 Qur’an 2:255 ➡️ Dalam hadis: menjaga dari setan sepanjang malam.
5. Surah perlindungan (Mu’awwidzatain)
• Qur’an 113
• Qur’an 114
➡️ Dibaca pagi, malam, dan sebelum tidur.
6. Dzikir dari Ahlul Bait
Dari riwayat Imam Ja’far al-Sadiq
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (100x)
➡️ Menghancurkan waswas setan dalam hati.
7. Dzikir pengusir setan ; أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
➡️ Istighfar memutus jalan setan.
8. Doa ketika marah
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي
➡️ Karena marah adalah pintu setan.
9. Doa sebelum tidur
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
➡️ Melindungi dari gangguan setan saat tidur.
10. Dzikir cahaya hati
يَا نُورُ (Yā Nūr)
يَا هَادِي (Yā Hādī)
➡️ Memperkuat cahaya hati melawan kegelapan setan.
🌟 Rahasia Utama (Makrifat)
Para arif mengatakan: “Setan tidak bisa masuk ke hati yang dipenuhi Allah.”
➡️ Maka kunci utama:
• dzikir
• ikhlas
• menjaga hati
Dalam Al-Qur’an, setan sering disebut sebagai musuh nyata manusia serta penggoda yang menyesatkan. Berikut beberapa ayat utama yang menjelaskan bahwa setan adalah musuh dan bagaimana ia menggoda manusia.
1. Setan adalah musuh yang nyata
Qur’an 35:6
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.”
Makna: Allah menegaskan bahwa permusuhan setan bukan sekadar kiasan, tetapi permusuhan hakiki terhadap iman manusia.
2. Setan menggoda agar manusia menyembahnya; Qur’an 36:60
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu, wahai anak Adam, agar kamu tidak menyembah setan?”
Makna: Mengikuti godaan setan disebut sebagai bentuk penghambaan kepada setan.
3. Setan menanamkan rasa takut dan keraguan; Qur’an 3:175
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ
Sesungguhnya itu hanyalah setan yang menakut-nakuti pengikutnya.”
Makna: Salah satu cara setan menggoda adalah menanamkan rasa takut, pesimis, dan ragu terhadap kebenaran.
4. Setan menggoda dengan langkah-langkah halus: Qur’an 2:168: وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
“Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.”
Makna: Godaan setan tidak langsung besar, tetapi bertahap (langkah demi langkah).
5. Setan menjanjikan kemiskinan
Qur’an 2:268 الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ
“Setan menjanjikan kemiskinan kepadamu.” Makna: Setan sering menggoda manusia agar takut bersedekah dan berbuat baik.
6. Setan menghiasi dosa agar terlihat indah Qur’an 16:63
فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ
“Setan menjadikan perbuatan mereka terlihat indah.” Makna:
Ini adalah tipu daya psikologis: dosa tampak menarik dan wajar.
7. Setan ingin menimbulkan permusuhan Qur’an 5:91
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ
“Setan ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu.”
Bentuk Godaan Setan Menurut Al-Qur’an.
Dari ayat-ayat di atas, para mufasir merangkum beberapa cara setan menggoda manusia:
1. Membisikkan waswas (bisikan hati).
2. Menghias dosa agar terlihat baik.
3. Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan atau bahaya.
4. Mengajak secara bertahap (khuthuwat asy-syaithan).
5. Menimbulkan permusuhan dan kebencian.
6. Membuat manusia lupa kepada Allah.
1. Setan membisikkan ke dalam hati manusia. Qur’an 114:4-5
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
“Dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia.” Makna: Godaan setan sering berupa waswas halus dalam hati dan pikiran.
2. Setan memperdaya manusia dengan janji palsu Qur’an 4:120
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
“Setan memberi janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan, tetapi janji setan hanyalah tipu daya.”
3. Setan menyesatkan dari jalan Allah Qur’an 7:16
لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
“Aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.”
Makna: Setan menggoda terutama orang yang berada di jalan kebenaran.
4. Setan menggoda dari segala arah Qur’an 7:17
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ
“Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan, belakang, kanan, dan kiri mereka.” Makna: Godaan setan menyeluruh dalam kehidupan manusia. Setan tidak meyebut dai atas (saat berdoa) dan bawah (saat sujud)
5. Setan menyebabkan manusia lupa kepada Allah Qur’an 58:19
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ
“Setan telah menguasai mereka lalu membuat mereka lupa mengingat Allah.”
6. Setan menanamkan keraguan dan bisikan Qur’an 7:20
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ
“Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya (Adam dan Hawa).” Makna: Godaan pertama manusia di surga terjadi melalui bisikan setan
7. Setan ingin menyesatkan manusia sebanyak mungkin
Qur’an 17:62 لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
“Aku benar-benar akan menyesatkan keturunannya kecuali sedikit.”
8. Setan menipu dengan janji palsu di akhir Qur’an 14:22
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ
“Setan berkata ketika perkara telah diputuskan: Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, sedangkan aku menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.”
Makna: Di hari kiamat, setan berlepas diri dari pengikutnya.
9. Setan menimbulkan permusuhan melalui minuman keras dan judi
Qur’an 5:90إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ…
رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ
“Sesungguhnya khamar dan judi adalah najis dari perbuatan setan.”
10. Setan menggoda manusia saat marah Qur’an 7:200
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ
فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
“Jika engkau diganggu oleh bisikan setan, maka berlindunglah kepada Allah.”
Kesimpulan dari Ayat-Ayat Ini
Al-Qur’an menggambarkan strategi godaan setan antara lain:
1. Membisikkan waswas dalam hati.
2. Memberi harapan palsu dan angan-angan.
3. Menghias dosa agar terlihat baik.
4. Menakut-nakuti manusia.
5. Membuat manusia lupa kepada Allah.
6. Menimbulkan permusuhan dan kebencian.
7. Menggoda dari berbagai arah kehidupan.
Dalam hadis terkenal dalam Al-Kafi, khususnya Kitāb al-‘Aql wa al-Jahl, terdapat riwayat dari Imam Ja’far al-Sadiq yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan akal (‘aql) dan kejahilan (jahl). Akal memiliki 75 pasukan kebaikan, sedangkan kejahilan memiliki 75 pasukan keburukan yang menjadi alat setan untuk menyesatkan manusia.
75 Paasukan Akal (malaikat) VS Pasukan Kejahilan (setan) dalam diri manusia
1 Kebajikan (menteri akal) VS kejahatan (menteri kejahilan)
2 Keimanan -VS kekufuran
3 Harapan (raja') VS - Putus asa (qunuth)
4 Keadilan ('adl) - Kezaliman (zhulm )
5 Ridha terhadap takdir (ridha) - Marah terhadap takdir (sukhth)
6 Rasa terima kasih (syukr) - Kufur nikmat (kufr)
7 Pasrah (tawakkal) - Ambisius (keras)
8 Keperdulian (ra'fah) - Tak perduli (ghirrah)
9 Pengetahuan ('ilm) - Kebodohan (jahl)
10 Kesucian, jaga diri ('iffah) - Kecerobohan (tahattuk)
11 Zuhud (zuhd) - Cinta dunia (raghbah)
12 Sopan (rifq) - Kasar (kharq)
13 Waspada (rahbah ) Gegabah (jur'ah)
14 Rendah hati (tawadhu') - Sombong (takabbur)
15 Kalem (ta'uddah) - Tergesa-gesa (tasarru')
16 Menahan emosi (hilm) - Tak sopan, gemar memaki (safah)
17 Pendiam (shamt) - Banyak bicara, cerewet (hadzar)
18 Patuh pada Allah (istislam) - Bangga diri, sombong (istikbar)
19 Patuh pada pemimpin yang benar (taslim) - Arogan (tajabbur)
20 Pemaaf ('afwu) - Kedengkian (hiqd)
21 Lembut hati (riqqah) - Keras hati (qaswah)
22 Keyakinan (yaqin) - Keraguan (syak)
23 Kesabaran ( shabr) - Meronta (jaza')
24 Lapang dada (shafh) - Pendendam (intiqam)
25 Kaya hati (ghina) - Fakir hati (faqr)
26 Merenung (tafakkur) - Lalai (sahw)
27 Hafal (hifzh) - Lupa (nisyan )
28 Penyambung (ta'aththuf) - Pemutus (qathi'ah)
29 Rasa nerima (qana'ah) - Rakus (hirsh)
30 Persamaan (musawat) - nutup diri (man'u)
31 Cinta-kasih (mawaddah) - Permusuhan ('adawah)
32 Memenuhi janji (wafa') - Tidak memenuhi janji (ghadar)
33 Ketaatan (tha'ah) - Kemaksiatan (ma'shiyah)
34 Rendah hati (khudu') - Arogansi (tathawwur)
35 Kedamaian (salamah) - Bencana (bala')
36 Cinta (hubb) - Marah (ghadhab)
37 Kejujuran ( shidq) - Kebohongan (kidzb)
38 Kebenaran (haqq) - Kebatilan (bathil)
39 Amanat (amanah) - Khianat (khiyanah)
40 Ketulusan (ikhlash) - Kemusyrikan dalam hati (syaub)
41 Cekatan (syahamah) - Lamban (baladah)
42 Kepandaian (fahm) - Ketololan (ghabawah)
43 Pengenalan (ma'rifah) - Penyangkalan (inkar)
44 Pengendalian, keteraturan (madarah) - Perdebatan kasar (mukhasyanah)
45 keselamatan orang lain - Melakukan makar (mumakarah)
46 menyimpan rahasia (kitman ) - Menyebarkan rahasia (ifsya')
47 Menegakkan salat (shalah) - Penyia-nyiaan (idha'ah)
48 Berpuasa (shiyam) - Tidak puasa (ifthar)
49 Perjuangan (jihad) - Lari dari perjuangan (nukul)
50 Melaksanakan haji (haji) - Melanggar (nabdzul mitsaq )
51 Lisan Menjaga - Mengadu-domba (namimah)
52 Berbakti pada orang tua (birrul walidayn) - Durhaka ('uquq)
53 Makruf (ma'ruf) - Mungkar (munkar)
54 Menutu aurat (satr) - Bersolek (tabarruj)
55 Menjaga diri (taqiyyah) - Mengubral pembicaraan (idza'ah)
56 Keseimbangan (inshaf) - Fanatik (hamiyyah)
57 Perkhidmatan (mihnah) - Kedurjanaan (baghyu)
58 Bersih (nazhafah) - Kotor (qadzir)
59 Malu (haya') - Bugil (khal'u)
60 Terarah (qashd) - Musuhan ('udwan)
61 Rileks (rahah) - Kelelahan (ta'ab)
62 Kemudahan (suhulah) - membantu (shu'ubah)
63 Keberkahan (barakah) - Kebinasaan (mahq)
64 Menjaga keseimbangan (qiwam) - Berlebihan (mukasarah)
65 Kebijaksanaan (hikmah) - Hawa nafsu (hawa)
66 Tangguh, kokoh terhadap beban (waqar) - Rapuh, lemah terhadap beban (khiffah)
67 bahagia (sa'adah) - Nestapa (syaqawah)
68 Taubat (tawbah) Keras kepala (ishrar)
69 Memohon ampun ( istighfar) - Terpedaya (ightirar)
70 Menjaga waktu-waktu ibadah (muhafazhah) - Mengakhirkannya (tahawun)
71 Berdoa (du'a) - Angkuh, sombong (istinkaf)
72 Rajin (nasysyath) - Malas (kasal)
73 Kebahagiaan (farh) - Kesedihan (huzn)
74 Persahabatan (ulfah) - Perpecahan (firqah)
75 Dermawan (sakha') - Kikir (bukhl)
Tugas kita setiap hari memenangkan pasukan Akal (malaikat) dan mengaalahkan dan membersihkan pasukan kejahiliyaaan atau nafsu amarah (setan) sehingga kita akan menjadi orang yangg beruntung. bahaagia..selamat di dunia akherat
Makna Hadis Ini
Menurut Imam Ja’far al-Sadiq dalam riwayat Al-Kafi:
• Akal adalah tentara Allah dalam diri manusia.
• Kejahilan adalah tentara setan. Setiap sifat buruk di atas adalah pintu masuk setan ke dalam hati manusia.
Cara “menutup pintu-pintu setan” menurut Al-Qur’an, hadis, dan ajaran Ahlul Bait—bukan sekadar teori, tapi amalan praktis lahir dan batin.
Cara Menutup Pintu Setan
1. Menjaga dzikir (ingat Allah terus-menerus) 📖 Qur’an 7:201 “Ketika mereka diganggu setan, mereka ingat Allah.” ➡️ Dzikir = benteng utama Tanpa dzikir → hati kosong → setan masuk.
Amalan: • “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ”
• “أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ”
2. Mengendalikan hawa nafsu
Setan masuk lewat: • syahwat
• keinginan berlebihan 📖 Qur’an 79:40 ➡️ Nafsu terkendali = pintu setan tertutup
3. Menjaga shalat (khusyuk)
Shalat adalah penghalang langsung dari setan ➡️ Shalat tanpa hati → masih bisa ditembus
➡️ Shalat dengan khusyuk → setan lemah
4. Menahan marah; Hadis: marah adalah pintu setan ➡️ Saat marah:
• diam • wudhu• duduk/berbaring
5. Menjaga lisan;Setan masuk lewat:
• ghibah • fitnah • dusta
➡️ Lisan bersih = hati bersih
6. Menghindari kesombongan
Kisah Iblis berasal dari sombong
➡️ Setiap merasa “lebih baik dari orang lain” = pintu setan terbuka
7. Menghindari lingkungan maksiat
📖 Qur’an 6:68 ➡️ Lingkungan buruk = markas setan ➡️ Lingkungan baik = perlindungan
8. Membaca Al-Qur’an 📖 Qur’an 17:82 ➡️ Al-Qur’an adalah: cahaya
• penyembuh• pengusir setan
9. Istighfar dan taubat
➡️ Dosa membuka pintu setan
➡️ Taubat menutupnya kembali
Amalan: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
10. Ikhlas (pintu yang paling kuat)
📖 Qur’an 15:40 Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.” ➡️ Ikhlas = pintu yang tidak bisa ditembus setan
🌙 Doa Menutup Pintu Setan
1. Doa utama dari Al-Qur’an
📖 Qur’an 23:97-98
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan dan dari kehadiran mereka.”
2. Dzikir perlindungan
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
3. Dzikir cahaya hati يَا نُورُ
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
🌟 Rahasia Makrifat
Para arif mengatakan: “Setan masuk bukan karena kuatnya dia, tapi karena kosongnya hati.”
➡️ Maka kuncinya: • isi hati dengan Allah
• jaga kesadaran• hidupkan dzikir
🔑 Inti Penutup
Semua pintu setan sebenarnya kembali ke 3 hal:
1. Lalai (ghaflah)
2. Nafsu (hawa)
3. Sombong (kibr)
Jika tiga ini dijaga → ➡️ seluruh pintu setan tertutup. Melawan setan bukan sekadar menolak godaan sesaat, tetapi perjuangan terus-menerus (jihad batin) yang diajarkan dalam Al-Qur’an, hadis, dan Ahlul Bait. Berikut panduan praktis + makrifat untuk benar-benar mengalahkan setan.
Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!!
Comments
Post a Comment