Amalan Rezeki Terbukti di Bulan Zulhijjah

Suatu Amalan yang Terbukti untuk Meningkatkan Rezeki: 
Jika bulan Islam dimulai pada hari Senin 
✨ Membaca_Surah_Al-Waqi'ah 
🔸 Ini adalah bacaan Surah Al-Waqi'ah dari buku "Al-La'ali Al-Makhzuna" karya Mulla Muhsin Al-Fayd Al-Kashani. Ini adalah amalan yang terbukti untuk meningkatkan rezeki, meringankan kesulitan, dan melunasi hutang. Amalan ini hanya dapat dilakukan jika hari pertama bulan lunar jatuh pada hari Senin. Amalan ini berlangsung selama 14 hari, dan membutuhkan kesucian ritual serta menghadap kiblat.

⏪ Caranya sebagai berikut:
Pada hari pertama, bacalah Surah Al-Waqi'ah sekali.
Pada hari kedua, bacalah dua kali.
Pada hari ketiga, bacalah tiga kali.
Dan seterusnya, membacanya sekali lagi setiap hari selama empat belas hari.
👈🏻 Yaitu, pada hari keempat belas, bacalah Surah tersebut 14 kali.

📌 Dan setiap hari, setelah menyelesaikan bacaan terakhir Surah yang diberkahi ini, bacalah doa ini:
"Wahai Pencipta segala sebab dan Pembuka pintu, bukalah pintu bagi kami, mudahkanlah perhitungan kami, dan mudahkanlah azab [kesulitan] bagi kami. Ya Allah, jika rezekiku dan rezeki keluargaku ada di langit, maka turunkanlah. Dan jika mereka ada di langit..." Ya Tuhan, hadirkanlah bumi, dan jika jauh, dekatkanlah; jika dekat, mudahkanlah; jika sedikit, tambahkanlah; jika banyak, kekalkanlah; jika kekal, jadikanlah baik; jika baik, berkahilah untukku; Dan jika itu belum ada, ya Tuhan, ciptakanlah dengan keberadaan-Mu dan keesaan-Mu, karena Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan jika itu berada di tangan makhluk-Mu yang paling buruk, singkirkanlah. Dan pindahkanlah dia kepadaku di mana pun aku berada, dan jangan pindahkan aku kepadanya di mana pun dia berada.

🖇 Sebagai kelanjutan dari doa ini, diriwayatkan dari Allamah Majlisi (semoga Allah merahmatinya) dari Imam al-Sajjad (semoga Allah merahmatinya) bahwa beliau membaca doa berikut pada hari Kamis yang jatuh dalam 14 hari ini:
“Wahai Yang Maha Esa, Yang Maha Agung, Yang Maha Dermawan, Yang Maha Sabar, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Pemberi, Yang Maha Mulia, aku memohon kepada-Mu karunia dari karunia-Mu yang dengannya Engkau dapat mengumpulkan urusanku yang berantakan, melunasi hutang-hutangku, dan memperbaiki keadaanku, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhanku. Ya Allah, jika rezekiku ada di langit, maka turunkanlah; dan jika ada di bumi, maka keluarkanlah; dan jika…” Jika jauh, dekatkanlah; jika dekat, mudahkanlah; jika sedikit, tambahkanlah; jika banyak, berkahilah untukku dan kirimkanlah melalui tangan makhluk-Mu yang terbaik. Janganlah Engkau jadikan aku bergantung pada makhluk-Mu yang terburuk. Jika ia belum ada, maka ciptakanlah ia dengan hakikat-Mu dan keesaan-Mu. Ya Allah, pindahkanlah ia kepadaku di mana pun aku berada, dan jangan pindahkanlah aku kepadanya di mana pun ia berada. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha Mandiri, Yang Maha Esa, Yang Maha Agung, Yang Maha Adil, Yang Maha Dermawan] Wahai Yang Maha Penyayang, Wahai Yang Maha Kaya, salurkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya. Wahai Muhammad, sempurnakanlah nikmat-Mu kepada kami, berkahilah kami dengan kemurahan-Mu, dan pakaikanlah kami dengan kesejahteraan-Mu.

Terjemahan dari teks Hadisnya
—Amal Mujarrab untuk Rezeki
Jika Awal Bulan Hijriah Jatuh pada Hari Senin

عَمَلٌ مُجَرَّبٌ لِلرِّزْقِ
❗️ إِذَا بَدَأَ الشَّهْرُ الْهِجْرِيُّ بِيَوْمِ الْإِثْنَيْنِ ❗️
✨ خَتْمُ سُورَةِ الْوَاقِعَةِ ✨
خَتْمُ سُورَةِ الْوَاقِعَةِ مِنْ كِتَابِ اللَّآلِئِ الْمَخْزُونَةِ لِلْمُلَّا مُحْسِنِ الْفَيْضِ الْكَاشَانِيِّ، وَهُوَ خَتْمٌ مُجَرَّبٌ لِتَوْسِعَةِ الرِّزْقِ وَتَسْهِيلِ الْأُمُورِ الصَّعْبَةِ وَأَدَاءِ الدُّيُونِ.
لَا يُمْكِنُ الْقِيَامُ بِهِ إِلَّا إِذَا صَادَفَ أَوَّلُ الشَّهْرِ الْقَمَرِيِّ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَمُدَّتُهُ أَرْبَعَةَ عَشَرَ يَوْمًا، وَشَرْطُهُ الطَّهَارَةُ وَاسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ.

Amalan yang telah teruji untuk rezeki.
Jika awal bulan Hijriah dimulai pada hari Senin. Khatam Surah Al-Waqi‘ah. Khatam Surah Al-Waqi‘ah ini disebutkan dalam kitab Al-La’āli’ Al-Makhzūnah karya Mulla Muhsin Al-Faydh Al-Kasyani. Ia merupakan amalan yang telah dicoba untuk melapangkan rezeki, memudahkan urusan-urusan sulit, dan melunasi hutang. Amalan ini dilakukan apabila awal bulan qamariah bertepatan dengan hari Senin. Dilaksanakan selama empat belas hari, dengan syarat suci dan menghadap kiblat.
Tata Cara Amal
تَقْرَأُ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي الْيَوْمِ الْأَوَّلِ مَرَّةً وَاحِدَةً،
وَفِي الْيَوْمِ الثَّانِي مَرَّتَيْنِ،
وَفِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ…
وَهَكَذَا فِي كُلِّ يَوْمٍ تَقْرَؤُهَا مَرَّةً إِضَافِيَّةً لِمُدَّةِ أَرْبَعَةَ عَشَرَ يَوْمًا.
يَعْنِي فِي الْيَوْمِ الرَّابِعَ عَشَرَ تُقْرَأُ السُّورَةُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ مَرَّةً.

Pada hari pertama membaca Surah Al-Waqi‘ah satu kali. Hari kedua dua kali. Hari ketiga tiga kali.
Demikian seterusnya, setiap hari ditambah satu kali bacaan hingga empat belas hari. Artinya, pada hari keempat belas surah tersebut dibaca empat belas kali.
Doa Setelah Bacaan Terakhir
يَا مُسَبِّبَ الْأَسْبَابِ وَيَا مُفَتِّحَ الْأَبْوَابِ،
افْتَحْ لَنَا الْأَبْوَابَ، وَيَسِّرْ عَلَيْنَا الْحِسَابَ، وَسَهِّلْ عَلَيْنَا الصِّعَابَ.
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي وَرِزْقُ عِيَالِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ،
وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ،
وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ،
وَإِنْ كَانَ قَرِيبًا فَيَسِّرْهُ،
وَإِنْ كَانَ يَسِيرًا فَكَثِّرْهُ،
وَإِنْ كَانَ كَثِيرًا فَخَلِّدْهُ،
وَإِنْ كَانَ مُخَلَّدًا فَطَيِّبْهُ،
وَإِنْ كَانَ طَيِّبًا فَبَارِكْ لِي فِيهِ.
وَإِنْ لَمْ يَكُنْ يَا رَبِّ فَكَوِّنْهُ بِكَيْنُونِيَّتِكَ وَوَحْدَانِيَّتِكَ،
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
وَإِنْ كَانَ عَلَى أَيْدِي شِرَارِ خَلْقِكَ فَانْزِعْهُ وَانْقُلْهُ إِلَيَّ حَيْثُ أَكُونُ،
وَلَا تَنْقُلْنِي إِلَيْهِ حَيْثُ يَكُونُ.
Wahai Yang Menjadi Sebab segala sebab, wahai Pembuka segala pintu,
bukakanlah bagi kami pintu-pintu-Mu, mudahkanlah hisab kami, dan mudahkanlah kesulitan-kesulitan kami.
Ya Allah, jika rezekiku dan rezeki keluargaku berada di langit maka turunkanlah ia.
Jika berada di bumi maka keluarkanlah ia.
Jika jauh maka dekatkanlah.
Jika dekat maka mudahkanlah.
Jika sedikit maka perbanyaklah.
Jika banyak maka abadikanlah.
Jika telah tetap maka baikkanlah.
Jika baik maka berkahilah aku di dalamnya.
Dan jika belum ada, wahai Tuhanku, maka adakanlah ia dengan Keberadaan-Mu dan Keesaan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dan jika ia berada di tangan orang-orang buruk dari makhluk-Mu, maka cabutlah dan pindahkanlah kepadaku di mana pun aku berada, dan jangan pindahkan aku kepada mereka di mana pun mereka berada.
Makrifat dan Isyarat Ruhani

1. Surah Al-Waqi‘ah adalah surah tajalli rezeki
    Dalam pandangan makrifat Ahlul Bayt, rezeki bukan hanya harta, tetapi juga cahaya hati, ketenangan, ilmu, kemudahan ibadah, dan penjagaan Allah.
1. Hari Senin melambangkan permulaan rahmat
    Senin adalah hari dibukanya amal dan hari kelahiran Nabi Muhammad ﷺ menurut banyak riwayat. Memulai amal pada hari Senin adalah simbol membuka pintu keberkahan Muhammadiyah.

1, Kenaikan jumlah bacaan adalah isyarat suluk bertahap
    Dari satu hingga empat belas menunjukkan perjalanan jiwa dari sedikit menuju kelapangan dan kesempurnaan tawakal.

2, “Yā Musabbiba al-Asbāb” adalah maqam tauhid af‘āl
    Seorang salik diajarkan melihat bahwa seluruh sebab hakikatnya berasal dari Allah semata.

3, Meminta rezeki dari langit dan bumi
    Langit melambangkan rezeki ruhani; bumi melambangkan rezeki jasmani. Seorang mukmin memohon keduanya secara seimbang.

4, Jangan pindahkan aku kepada rezeki itu”
    Makrifat kalimat ini adalah: seorang hamba tidak ingin hina mengejar dunia dengan kehinaan, tetapi memohon agar rezeki datang dengan kemuliaan dari Allah.

5, Keberkahan lebih tinggi daripada banyaknya harta
    Dalam doa ini, keberkahan diminta setelah kelapangan. Sebab harta tanpa berkah dapat menjadi hijab hati.

6, Empat belas hari mengandung isyarat Ahlul Kisa’
    Sebagian ahli isyarat menghubungkannya dengan cahaya Empat Belas Maksum sebagai perantara turunnya rahmat dan penjagaan Ilahi.

7, Syarat suci dan menghadap kiblat
    Ini menunjukkan bahwa rezeki hakiki turun kepada hati yang menghadap Allah, bukan hanya kepada tubuh yang membaca.

8, Hakikat rezeki adalah kedekatan dengan Allah
    Ahli hakikat mengatakan:
    “Orang yang menemukan Allah telah menemukan seluruh rezeki, walau dunia sedikit di tangannya.”

Doanya Per Kalimat

1, يَا مُسَبِّبَ الْأَسْبَابِ وَيَا مُفَتِّحَ الْأَبْوَابِ
Yā Musabbiba al-Asbāb wa Yā Mufattiḥa al-Abwāb
Wahai Penyebab segala sebab, dan Wahai Pembuka segala pintu.

Makrifat; Kalimat ini mengajarkan tauhid af‘āl: seluruh sebab di alam hanyalah bayangan dari kehendak Allah. Pintu-pintu dunia dan akhirat terbuka hanya dengan izin-Nya.

2, افْتَحْ لَنَا الْأَبْوَابَ
Iftaḥ lanā al-Abwāb
Bukakanlah bagi kami pintu-pintu.

Makrifat; Yang diminta bukan sekadar pintu rezeki materi, tetapi pintu rahmat, ilmu, ma‘rifah, kemudahan, dan kedekatan kepada Allah.

3, وَيَسِّرْ عَلَيْنَا الْحِسَابَ
Wa yassir ‘alaynā al-Ḥisāb
Dan mudahkanlah hisab kami.

Makrifat; Hisab bukan hanya di akhirat, tetapi juga kesempitan hidup, urusan dunia, dan beban jiwa yang memberatkan hati manusia.

4, وَسَهِّلْ عَلَيْنَا الصِّعَابَ
Wa sahhil ‘alaynā aṣ-Ṣi‘āb
Dan mudahkanlah kesulitan-kesulitan kami.

Makrifat;  Kesulitan menjadi ringan ketika hati bersandar kepada Allah. Dalam makrifat, beban terbesar bukan musibah, tetapi jauhnya hati dari-Nya.

5, اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي 
وَرِزْقُ عِيَالِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ
Allāhumma in kāna rizqī wa rizqu ‘iyālī fī as-samā’i fa anzilhu
Ya Allah, jika rezekiku dan rezeki keluargaku berada di langit maka turunkanlah.

Makrifat; Langit melambangkan rezeki ruhani: ilham, ketenangan, cahaya iman, dan keberkahan yang turun dari sisi Allah.

6, وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ
Wa in kāna fī al-arḍi fa akhrijhu
Dan jika berada di bumi maka keluarkanlah.

Makrifat;Bumi adalah simbol sebab-sebab duniawi. Hamba memohon agar Allah mengeluarkan rezeki yang masih tersembunyi di balik takdir.

7, وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ
Wa in kāna ba‘īdan faqarribhu
Dan jika jauh maka dekatkanlah.

Makrifat; Bukan hanya rezeki yang jauh, tetapi juga harapan, pertolongan, dan jalan keselamatan yang terasa jauh dari manusia.

8, وَإِنْ كَانَ قَرِيبًا فَيَسِّرْهُ
Wa in kāna qarīban fayassirhu
Dan jika dekat maka mudahkanlah.

Makrifat; Terkadang rezeki sudah dekat, tetapi tertutup oleh dosa, kelalaian, atau lemahnya tawakal.

9, وَإِنْ كَانَ يَسِيرًا فَكَثِّرْهُ
Wa in kāna yasīran fakatstsirhu
Dan jika sedikit maka perbanyaklah.

Makrifat; Allah mampu melipatgandakan yang sedikit menjadi luas, sebagaimana setetes berkah lebih bernilai daripada banyak tanpa keberkahan.

10, وَإِنْ كَانَ كَثِيرًا فَخَلِّدْهُ
Wa in kāna katsīran fakhallidhu
Dan jika banyak maka abadikanlah.

Makrifat: Harta yang banyak sering cepat hilang. Hamba memohon ketetapan nikmat dan kesinambungan karunia.

11, وَإِنْ كَانَ مُخَلَّدًا فَطَيِّبْهُ
Wa in kāna mukhalladan faṭayyibhu
Dan jika telah tetap maka baikkanlah.

Makrifat; Tidak semua rezeki yang menetap itu suci. Hamba meminta agar hartanya menjadi halal, bersih, dan membawa cahaya.

12, وَإِنْ كَانَ طَيِّبًا فَبَارِكْ لِي فِيهِ
Wa in kāna ṭayyiban fabārik lī fīh
Dan jika baik maka berkahilah aku di dalamnya.

Makrifat;  Barakah adalah rahasia Ilahi: sedikit terasa cukup, hati tenang, keluarga damai, dan hidup dipenuhi manfaat.

13, وَإِنْ لَمْ يَكُنْ يَا رَبِّ فَكَوِّنْهُ 
بِكَيْنُونِيَّتِكَ وَوَحْدَانِيَّتِكَ
Wa in lam yakun yā Rabb fa kawwinhu bikaynūniyyatika wa waḥdāniyyatik
Dan jika belum ada, wahai Tuhanku, maka adakanlah ia dengan Keberadaan-Mu dan Keesaan-Mu.

Makrifat; Ini adalah maqam keyakinan tertinggi: Allah mampu menciptakan jalan keluar dari ketiadaan mutlak.

14, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Innaka ‘alā kulli syai’in qadīr
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makrifat; Kalimat ini menanamkan yaqīn bahwa tidak ada kesulitan, hutang, atau kesempitan yang berada di luar kekuasaan Allah.

15, وَإِنْ كَانَ عَلَى أَيْدِي شِرَارِ خَلْقِكَ 
فَانْزِعْهُ وَانْقُلْهُ إِلَيَّ حَيْثُ أَكُونُ
Wa in kāna ‘alā aydī syirāri khalqika fanzi‘hu wanqulhu ilayya ḥaitsu akūn
Dan jika berada di tangan orang-orang buruk dari makhluk-Mu, maka cabutlah dan pindahkanlah kepadaku di mana pun aku berada.

Makrifat; Hamba memohon rezeki yang datang tanpa kehinaan, tanpa ketergantungan kepada orang zalim atau buruk akhlaknya.

16, وَلَا تَنْقُلْنِي إِلَيْهِ حَيْثُ يَكُونُ
Wa lā tanqulnī ilayhi ḥaitsu yakūn
Dan jangan pindahkan aku kepadanya di mana pun ia berada.

Makrifat; Ahli makrifat tidak ingin hina demi dunia. Mereka meminta agar rezeki datang dengan kemuliaan, bukan dirinya yang harus merendah demi mengejarnya.


Semoga Bermanfaat!!!!!
Mohon Doa!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit