Makna ; Zulhijjah & Amalannya

❤️🌹🌺Makna ; Zulhijjah & Amalannya🌺🌹❤️

1. Bulan Pengorbanan dan Ketundukan; Nabi Ibrahim as mengajarkan makna penyerahan total kepada Allah melalui peristiwa kurban. Zulhijjah menjadi simbol bahwa cinta kepada Allah harus mengalahkan cinta kepada dunia.

2. Bulan Penyempurnaan Ibadah
Pada bulan ini rukun Islam berupa haji disempurnakan. Kaum Muslim berkumpul di Masjid al-Haram untuk menyempurnakan perjalanan ruhani menuju Allah.

3. Hari-Hari yang Paling Dicintai Allah
Sepuluh hari pertama Zulhijjah disebut Al-Qur’an sebagai:
الْأَيَّامُ الْمَعْلُومَاتُ
“Hari-hari yang telah diketahui.”
Hari-hari ini dipenuhi keutamaan amal, zikir, puasa, doa, dan taubat.

4. Simbol Perjalanan Jiwa
Ihram, thawaf, sa‘i, wuquf, dan kurban menggambarkan perjalanan manusia:
* meninggalkan ego,
* mencari Tuhan,
* berjuang melawan hawa nafsu,
* hingga mencapai kedekatan Ilahi.

5. Bulan Tauhid dan Keikhlasan
Talbiyah haji:  لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.”; mengandung makna penghambaan murni tanpa syirik dan tanpa pamrih.

6. Bulan Pengampunan dan Taubat
Hari Arafah dikenal sebagai hari pengampunan besar. Dalam riwayat, rahmat Allah turun luas kepada para hamba yang berdoa dan menangis memohon ampun.

7. Makna Persatuan Umat
Jutaan manusia dari berbagai bangsa berkumpul dengan pakaian ihram yang sama. Zulhijjah menghapus perbedaan status, warna kulit, dan kekayaan di hadapan Allah.

8. Bulan Cinta Ahlul Bayt
Dalam tradisi Ahlul Bayt:
* Hari pertama Zulhijjah dikaitkan dengan pernikahan Imam Ali ibn Abi Talib as dan Sayyidah Fatimah al-Zahra as.
* Hari ketujuh adalah syahadah Imam Muhammad al-Baqir as.
* Hari kesembilan adalah Hari Arafah dengan doa-doa agung para Imam.

9. Bulan Penyucian Hati
Puasa, zikir, doa, dan qurban bukan hanya ibadah lahiriah, tetapi latihan membersihkan:kesombongan, cinta dunia, iri, dan kelalaian hati.

10. Simbol Kedekatan dengan Allah
Wuquf di Arafah melambangkan manusia berdiri di hadapan Tuhannya: tanpa kekuasaan, tanpa harta, tanpa kebanggaan, hanya membawa harapan akan rahmat Allah. Zulhijjah mengajarkan bahwa kemuliaan sejati adalah kembali kepada Allah dengan hati yang bersih.

Makna Zulhijjah Menurut Al-Qur’an

1. Bulan yang Dimuliakan Allah
Allah menjadikan Zulhijjah termasuk bulan-bulan suci yang memiliki kehormatan khusus:”Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan…”(QS. At-Taubah: 36)
Empat di antaranya adalah bulan haram, termasuk Zulhijjah.

2. Sepuluh Hari yang Diagungkan
Allah bersumpah dengan sepuluh malam:    وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar dan malam yang sepuluh.”(QS. Al-Fajr: 1–2); Banyak mufasir menafsirkan “sepuluh malam” sebagai sepuluh pertama Zulhijjah.

3. Hari-Hari untuk Mengingat Allah
Allah menyebut:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”(QS. Al-Hajj: 28)
Mayoritas mufasir mengatakan hari-hari itu adalah sepuluh awal Zulhijjah.

4. Bulan Haji dan Perjalanan Menuju Allah. Allah berfirman:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ
Haji itu pada bulan-bulan yang telah diketahui.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Zulhijjah menjadi puncak ibadah haji dan simbol perjalanan ruhani manusia menuju Tuhan.

5. Makna Pengorbanan dan Ketaatan; Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as menjadi ruh Idul Adha:
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
“Tatkala keduanya telah berserah diri…”(QS. Ash-Shaffat: 103)
Maknanya adalah ketundukan total kepada Allah.

6. Kurban adalah Simbol Ketakwaan; Allah menegaskan:
لَنْ يَنَالَ اللّٰهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا 
وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ
“Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya.”(QS. Al-Hajj: 37)
Zulhijjah mengajarkan bahwa inti ibadah adalah hati yang bertakwa.

7. Hari Arafah dan Kesempurnaan Agama; Ayat terkenal turun pada Haji Wada’:   الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian.”(QS. Al-Ma’idah: 3)
Ayat ini dikaitkan dengan hari-hari Zulhijjah dan kesempurnaan risalah Islam.

8. Simbol Persatuan dan Kesetaraan. Dalam ibadah haji, manusia memakai ihram yang sama. Ini sesuai dengan firman Allah:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ أَتْقَاكُمْ
“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13) Zulhijjah menghapus kebanggaan duniawi.

9. Bulan Taubat dan Pengampunan
Allah membuka pintu rahmat bagi hamba-hamba-Nya:
وَتُوبُوا إِلَى اللّٰهِ جَمِيعًا
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah.” (QS. An-Nur: 31)
Hari-hari Zulhijjah, khususnya Arafah, menjadi waktu agung untuk kembali kepada Allah.

10. Lambang Pertemuan Hamba dengan Tuhan. Wuquf di Arafah menggambarkan hari manusia berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat:   وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا
“Mereka akan dihadapkan kepada Tuhanmu berbaris-baris.”(QS. Al-Kahfi: 48) Karena itu Zulhijjah adalah bulan muhasabah, penghambaan, dan persiapan menuju akhirat.

Zulhijjah Menurut Hadis Ahlul Bayt

1. Hari-Hari Paling Agung di Sisi Allah. 
Diriwayatkan dari Ja’far al-Sadiq bahwa amal pada sepuluh hari pertama Zulhijjah memiliki keutamaan sangat besar dan dicintai Allah. Hari-hari ini disebut sebagai musim rahmat dan ketaatan. Maknanya: Zulhijjah adalah waktu percepatan ruhani bagi orang beriman.

2. Bulan Tauhid Nabi Ibrahim as
Dalam riwayat Ahlul Bayt, Zulhijjah dikaitkan dengan maqam tauhid. Nabi Ibrahim yg rela mengorbankan segala sesuatu demi Allah. Maknanya: mematahkan ego,
menghancurkan “berhala batin, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.

3. Hari Arafah adalah Hari Doa dan Makrifat; 
Imam Husayn ibn Ali as memiliki doa agung Arafah yang terkenal dalam tradisi Ahlul Bayt. Dalam riwayat disebut: Hari Arafah adalah hari pengenalan kepada Allah, hari turunnya rahmat, dan hari pengampunan dosa. Makna “Arafah” berasal dari ma‘rifah — mengenal Allah dan mengenal diri.

4. Zulhijjah adalah Musim Pengampunan. 
Dari Imam Muhammad al-Baqir as diriwayatkan bahwa tidak ada hari yang lebih banyak pembebasan manusia dari neraka selain Hari Arafah.
Maknanya: Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya pada bulan ini.

5. Hari-Hari untuk Memperbanyak Zikir. Ahlul Bayt sangat menekankan:
tahlil, takbir, tahmid, tasbih, dan shalawat, pada sepuluh pertama Zulhijjah. Riwayat menyebutkan bahwa zikir-zikir ini menghidupkan hati dan mendekatkan ruh kepada cahaya Ilahi.

6. Bulan Wilayah dan Kesempurnaan Agama. Dalam tradisi Ahlul Bayt, Zulhijjah juga memuat Eid al-Ghadir pada 18 Zulhijjah. Menurut hadis-hadis Ahlul Bayt: agama disempurnakan, nikmat disempurnakan, dan wilayah Imam Ali ibn Abi Talib as diumumkan kepada umat.

7. Pernikahan Cahaya; Hari pertama Zulhijjah dalam sebagian riwayat dikaitkan dengan pernikahan:
Imam  Ali ibn Abi Talib as dan Sayyidah Fatimah al-Zahra as
Maknanya: penyatuan: ilmu dan kesucian, keberanian dan cahaya,
nubuwah dan imamah.

8. Bulan Kesabaran dan Pengorbanan. 
Riwayat-riwayat Ahlul Bayt memandang kurban bukan hanya penyembelihan hewan, tetapi penyembelihan hawa nafsu.
Makna hakikatnya: memotong kesombongan, cinta dunia, dan sifat kebinatangan dalam diri.

9. Hari-Hari yang Membuka Pintu Langit. 
Dalam beberapa hadis, sepuluh awal Zulhijjah disebut sebagai waktu: doa cepat dikabulkan, amal dilipatgandakan, dan rahmat turun berlimpah.
Karena itu Imam-Imam Ahlul Bayt memperbanyak: munajat, istighfar, sedekah, dan ibadah malam.

10. Zulhijjah adalah Simbol Perjalanan Menuju Allah. 
Menurut hadis-hadis Ahlul Bayt: ihram melambangkan kafan, wuquf seperti padang mahsyar, thawaf seperti perjalanan malaikat mengelilingi Arsy, dan haji adalah latihan kembali kepada Allah sebelum kematian.
Makna terdalam Zulhijjah: manusia meninggalkan dunia lahir untuk menuju hadirat Ilahi dengan hati yang suci.

10 Makna Zulhijjah Menurut Mufasir Ahlul Bayt; 

1. “Walayālin ‘Asyr” adalah Sepuluh Awal Zulhijjah. Para mufasir Ahlul Bayt menafsirkan ayat:وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2) sebagai sepuluh malam pertama Zulhijjah. Menurut tafsir riwayat dari Imam Ja’far al-Sadiq as Allah bersumpah dengan hari-hari ini karena besarnya rahmat, ibadah, dan cahaya spiritual yang turun padanya.

2. “Ayyām Ma‘lūmāt” adalah Hari-Hari Zikir. Ayat:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
Agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah diketahui.”
(QS. Al-Hajj: 28) ditafsirkan para mufasir Ahlul Bayt sebagai: sepuluh hari pertama Zulhijjah, khususnya hari-hari takbir, tahlil, dan kurban.
Maknanya: Zulhijjah adalah musim menghidupkan hati dengan zikir Ilahi.

3. Haji adalah Perjalanan Makrifat
Dalam tafsir Ahlul Bayt, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan ruh menuju Allah.Imam Ali ibn Abi Talib as menjelaskan bahwa:
ihram adalah meninggalkan dosa,
thawaf adalah mengitari cahaya tauhid, sa‘i adalah perjuangan ruh,
dan wuquf adalah berdiri di hadapan Allah.

4. Kurban adalah Penyembelihan Nafsu. 
Para mufasir Ahlul Bayt menafsirkan ayat:    لَنْ يَنَالَ اللّٰهَ لُحُومُهَا 
وَلَا دِمَاؤُهَا وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ
“Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kalian.”(QS. Al-Hajj: 37) sebagai isyarat bahwa hakikat kurban adalah: memotong hawa nafsu, ego, keserakahan, dan cinta dunia.

5. Hari Arafah adalah Hari Pengenalan Allah. 
Menurut tafsir irfani Ahlul Bayt, “Arafah” berasal dari ma‘rifah. Imam Husayn ibn Ali as melalui Doa Arafah menunjukkan bahwa hari itu adalah: hari mengenal kelemahan diri, dan menyaksikan kebesaran Allah.

6. Kesempurnaan Agama di Zulhijjah. Ayat:   الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
“Pada hari ini Aku sempurnakan agama kalian.”(QS. Al-Ma’idah: 3)
menurut banyak mufasir Ahlul Bayt turun pada Eid al-Ghadir. Maknanya:
kesempurnaan agama terjadi dengan wilayah dan kepemimpinan ilahi Ahlul Bayt.

7. Zulhijjah adalah Musim Wilayah
Dalam tafsir Ahlul Bayt: haji tanpa wilayah dianggap belum sempurna secara batin, karena Ka‘bah lahiriah harus disertai “Ka‘bah ruhani,” yaitu imam petunjuk. Mereka menafsirkan bahwa: jalan menuju Allah harus melalui hidayah para wali-Nya.

8. Ka‘bah adalah Simbol Hati Mukmin. 
Sebagian mufasir irfani Ahlul Bayt memandang: Ka‘bah lahir adalah rumah batu, sedangkan hati mukmin adalah rumah makrifat Allah. Karena itu Zulhijjah mengajarkan penyucian hati sebagaimana Ka‘bah disucikan dari berhala.

9. Wuquf di Arafah adalah Gambaran Mahsyar.  
Menurut tafsir Ahlul Bayt:pakaian ihram menyerupai kafan, padang Arafah menyerupai padang kebangkitan, dan tangisan haji menyerupai permohonan manusia pada Hari Kiamat. Maknanya: Zulhijjah mengingatkan manusia kepada akhirat.

10. Zulhijjah adalah Cahaya Rahmat dan Pengampunan. 
Para mufasir Ahlul Bayt menjelaskan bahwa pada hari-hari Zulhijjah: pintu langit dibuka, rahmat turun, doa diangkat, dan dosa dihapus bagi yang bertaubat dengan tulus.
Karena itu para Imam memperbanyak: doa, munajat, istighfar, dan shalawat pada bulan ini sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah.

10 Makna Zulhijjah Menurut Ahli Makrifat Ahlul Bayt; 

1. Zulhijjah adalah Perjalanan Pulang kepada Allah. 
Menurut ahli makrifat Ahlul Bayt, Zulhijjah bukan sekadar bulan ibadah lahiriah, tetapi perjalanan ruh kembali kepada asal cahaya Ilahi.
Haji dipandang sebagai simbol: keluar dari dunia, meninggalkan diri,
lalu menuju hadirat Allah.

2. Ihram adalah Kafan Ego
Dalam pandangan irfani Ahlul Bayt:
pakaian ihram melambangkan kafan,
melepas pakaian biasa berarti melepaskan identitas duniawi.
Maknanya: seorang salik harus menanggalkan: kesombongan, riya,
kedudukan, dan keakuan.

3. Talbiyah adalah Jawaban Ruh kepada Panggilan Azali. Ucapan:
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ
dipahami ahli makrifat sebagai jawaban ruh terhadap panggilan Allah sejak alam azali: Bukankah Aku Tuhanmu?” Talbiyah berarti:
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu dengan seluruh keberadaanku.”

4. Ka‘bah adalah Simbol Hati Arif
Menurut ahli hakikat Ahlul Bayt:
Ka‘bah lahir dibangun oleh Nabi Ibrahim as tetapi Ka‘bah batin adalah hati orang mukmin. Thawaf hakiki ialah: mengelilingi pusat cahaya tauhid di dalam hati.

5. Sa‘i antara Shafa dan Marwah adalah Perjuangan Ruh; Shafa melambangkan kesucian,
Marwah melambangkan cinta dan pengorbanan. Berjalan antara keduanya berarti: perjuangan antara harapan dan takut, antara cinta dan ujian, hingga mencapai mata air rahmat Ilahi seperti Zamzam.

6. Arafah adalah Maqam Ma‘rifah
Menurut jalan makrifat Ahlul Bayt:
“Arafah” berasal dari: عرف mengenal.
Hari Arafah adalah: hari mengenal Allah, mengenal kefakiran diri, dan hancurnya hijab antara hamba dan Tuhan. Karena itu Doa Arafah Imam Husayn ibn Ali as dipenuhi cahaya makrifat dan penyaksian ruhani.

7. Kurban adalah Penyembelihan Nafsu.?Menurut ahli irfan:
yang sebenarnya disembelih bukan hewan, tetapi: ego, hawa nafsu,
cinta dunia, dan “Ismail batin” yang menghalangi Allah. Sebagaimana Nabi Ibrahim as rela mengorbankan yang paling dicintainya.

8. Mina adalah Tempat Mematikan Keinginan Dunia.”Mina” dipahami sebagai: tempat “tamanni” (angan-angan duniawi) dihancurkan. Seorang arif memasuki Mina untuk:
membunuh kerakusan, ambisi dunia, dan syahwat batin.

9. Lempar Jumrah adalah Perang Melawan Setan Batin. 
Ahli makrifat Ahlul Bayt memandang jumrah bukan hanya batu lahiriah. Yang dilempar adalah: kesombongan, iri, cinta pujian, amarah, dan bisikan syaitan dalam jiwa.

10. Zulhijjah adalah Fanā’ dan Baqā’. 
Puncak perjalanan Zulhijjah menurut ahli hakikat Ahlul Bayt adalah: fanā’ — lenyapnya ego dalam kehendak Allah, lalu baqā’ — hidup dengan cahaya Allah. Seorang haji sejati pulang bukan hanya membawa gelar, tetapi membawa: hati baru, ruh yang hidup, dan kedekatan dengan Allah.

Kisah dan Cerita Zulhijjah dalam Riwayat Ahlul Bayt; 

1. Pernikahan Cahaya: Imam Ali ibn Abi Talib as  dan Sayyidah Fatimah al-Zahra as
Dalam riwayat Ahlul Bayt, hari pertama Zulhijjah dikaitkan dengan pernikahan suci Imam Ali dan Sayyidah Fatimah. Disebutkan bahwa: langit bergembira, malaikat bershalawat, dan rumah sederhana mereka menjadi pusat cahaya umat.
Pernikahan itu menjadi simbol: kesucian, kezuhudan, dan cinta karena Allah.

2. Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim as  dan Nabi Ismail as Riwayat Ahlul Bayt menjelaskan bahwa ujian penyembelihan Nabi Ismail adalah puncak maqam kepasrahan. Ketika Nabi Ibrahim siap mengorbankan putranya demi Allah:langit menangis, malaikat takjub, dan Allah mengganti Ismail dengan sembelihan agung (Imam Husein as) Maknanya: cinta kepada Allah harus mengalahkan semua keterikatan dunia.

3. Doa Arafah Imam Husayn ibn Ali 
Pada Hari Arafah di padang Arafah, Imam Husain as membaca doa yang sangat agung. Beliau: menangis, merendahkan diri, dan berbicara kepada Allah dengan penuh cinta dan makrifat. Doa itu kemudian dikenal sebagai “Doa Arafah Imam Husain,” salah satu warisan spiritual terbesar Ahlul Bayt.

4. Syahadah Imam Muhammad al-Baqir as; Tanggal 7 Zulhijjah dalam riwayat Syiah adalah hari syahadah Imam Muhammad al-Baqir as Beliau dikenal sebagai: pembuka ilmu-ilmu Ahlul Bayt, ahli tafsir, dan pewaris ilmu Nabi. Umat mengenangnya sebagai lautan ilmu dan cahaya makrifat.

5. Peristiwa Eid al-Ghadir. Pada 18 Zulhijjah, setelah Haji Wada’, Rasulullah sawvmengangkat tangan Imam Ali ibn Abi Talib as dan bersabda:”Barangsiapa menjadikan aku pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.” Dalam tradisi Ahlul Bayt, ini adalah hari penyempurnaan agama dan penetapan wilayah Ilahi.

6. Kisah Talbiyah Para Imam
Riwayat menyebutkan bahwa ketika para Imam Ahlul Bayt membaca talbiyah:   لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ
mereka gemetar dan menangis karena takut apakah Allah menerima panggilan mereka. Ini menunjukkan: maqam kerendahan hati para wali Allah meski mereka maksum.

7. Imam Sajjad dan Tangisan di Arafah. Imam Ali Zayn al-Abidin as pernah terlihat menangis hebat di Hari Arafah. Seseorang berkata: “Betapa banyaknya jamaah haji tahun ini.” Beliau menjawab:
“Betapa sedikitnya haji yang diterima.” Beliau mengajarkan bahwa hakikat haji adalah hati yang hadir kepada Allah.

8. Kisah Sedekah Imam Ali as saat Hari Raya. 
Dalam beberapa riwayat, Imam Ali asvlebih mengutamakan: memberi makan orang miskin, membantu yatim, dan berbagi kurban, daripada kemewahan perayaan. Beliau memandang Idul Adha sebagai hari pengorbanan diri untuk manusia.

9. Imam Husain dan Makna Kurban
Para ulama irfani Ahlul Bayt memandang tragedi Karbala sebagai “kurban terbesar.” Sebagaimana Nabi Ibrahim as mengorbankan Ismail, Imam Husayn ibn Ali as mengorbankan: keluarga, sahabat,
bahkan dirinya, demi menjaga agama Allah. Karena itu Zulhijjah sering dikaitkan dengan ruh Karbala.

10. Kisah Para Peziarah di Hari Arafah. Dalam riwayat disebutkan bahwa para pecinta Ahlul Bayt berkumpul: membaca doa, menangis, dan memohon syafaat pada malam dan hari Arafah. Para Imam mengajarkan bahwa: satu tetes air mata karena Allah, lebih berharga daripada dunia dan isinya,
jika lahir dari hati yang tulus dan mengenal Tuhannya.

Manfaat Zulhijjah dan Doanya dalam Ajaran Ahlul Bayt

1. Pengampunan Dosa; 
Dalam riwayat Ahlul Bayt, sepuluh awal Zulhijjah adalah musim ampunan Ilahi, khususnya Hari Arafah. Doa
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ كُلَّهَا
Allāhumma-ghfir lī dhunūbī kullahā
“Ya Allah, ampunilah seluruh dosa-dosaku.”

2. Mendekatkan Diri kepada Allah
Zikir, puasa, dan doa pada Zulhijjah membersihkan hijab hati dan mendekatkan ruh kepada Allah. Doa
اَللّٰهُمَّ قَرِّبْنِيْ اِلَيْكَ
Allāhumma qarribnī ilayk
“Ya Allah, dekatkan aku kepada-Mu.”

3. Diterimanya Doa. 
Hari Arafah disebut dalam riwayat Ahlul Bayt sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Doa
يَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ اسْتَجِبْ لِيْ
Yā Mujība-d-da‘awāt istajib lī
“Wahai Pengabul doa, kabulkanlah doaku.”

4. Membersihkan Hati dari Dunia
Hakikat kurban menurut Ahlul Bayt adalah menyembelih hawa nafsu dan cinta dunia. Doa: 
اَللّٰهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ الدُّنْيَا
Allāhumma ṭahhir qalbī mina-d-dunyā: Ya Allah, sucikan hatiku dari kecintaan dunia.”

5. Mendapat Cahaya Makrifat
Doa-doa Arafah para Imam membuka jalan ma‘rifah dan kesadaran ruhani. Doa;
اَللّٰهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ
Allāhumma nawwir qalbī binūri ma‘rifatik; Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya makrifat-Mu.”

6. Perlindungan dari Bala dan Musibah. 
Riwayat Ahlul Bayt menyebutkan banyak doa Zulhijjah menjadi perlindungan dari keburukan dan kesulitan. Doa
حَسْبِيَ اللّٰهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ
Ḥasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl
“Cukuplah Allah sebagai pelindungku.”

7. Melapangkan Rezeki dan Keberkahan. Sedekah dan ibadah pada Zulhijjah diyakini membuka pintu keberkahan hidup. Doa
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا وَاسِعًا حَلَالًا
Allāhumma-rzuqnī rizqan wāsi‘an ḥalālan; Ya Allah, karuniakan kepadaku rezeki yang luas dan halal.”

8. Mendapat Syafaat Ahlul Bayt
Membaca ziarah dan shalawat pada Zulhijjah diyakini mendekatkan diri kepada syafaat Ahlul Bayt. Doa
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ شِيْعَةِ مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Allāhummaj‘alnī min syī‘ati Muḥammadin wa āli Muḥammad
“Ya Allah, jadikan aku termasuk pengikut Muhammad dan keluarga Muhammad.”

9. Ketenangan dan Kekuatan Jiwa
Zikir dan munajat pada malam Arafah memberi ketenangan hati dan kekuatan menghadapi ujian hidup.
Doa:     يَا سَكِيْنَةَ الْقُلُوْبِ سَكِّنْ قَلْبِيْ
Yā Sakīnata-l-qulūb sakkin qalbī
“Wahai Pemberi ketenangan hati, tenangkanlah hatiku.”

10. Keselamatan Dunia dan Akhirat
Para Imam mengajarkan agar Zulhijjah dijadikan waktu memohon husnul khatimah dan keselamatan akhirat. Doa;         رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً 
وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fi-d-dunyā ḥasanah wa fi-l-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adhāba-n-nār;”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Nabi Muhammad saw bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada amal ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari yang telah ditentukan ini.”

Doa dan Amalan 10 Hari 

Pertama Zulhijjah ; Pertama; Disunnahkan berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, karena nilainya seperti puasa sepanjang umur.  

Kedua; Pada setiap malam dari sepuluh malam tersebut, disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat antara shalat Maghrib dan Isya. 
Pada setiap rakaat dibaca: Surah Al-Fatihah sekali, Surah At-Tauhid sekali. Dan ayat berikut (QS. Al-A‘raf: 142):  وَ وَاعَدْنَا مُوْسٰى ثَلَاثِيْنَ لَيْلَةً
Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa tiga puluh malam. وَ اَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ Lalu Kami sempurnakan dengan sepuluh malam lagi.
فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهِ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً
Maka sempurnalah waktu yang ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam.
وَ قَالَ مُوْسٰى لِاَخِيْهِ هَارُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ
Dan Musa berkata kepada saudaranya Harun: “Gantikanlah aku memimpin kaumku.”
وَ اَصْلِحْ وَ لَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ
Dan perbaikilah keadaan, serta jangan mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.
Pahala shalat ini adalah memperoleh bagian pahala orang-orang yang menunaikan haji. 

Ketiga; Disunnahkan membaca doa berikut sesudah shalat Subuh dan Maghrib sejak awal Dzulhijjah sampai malam Arafah. 
Doa:             اَللّٰهُمَّ هٰذِهِ الْاَيَّامُ الَّتِيْ 
فَضَّلْتَهَا عَلَى الْاَيَّامِ وَ شَرَّفْتَهَا
Ya Allah, inilah hari-hari yang Engkau utamakan atas hari-hari lainnya dan Engkau muliakan.

قَدْ بَلَّغْتَنِيْهَا بِمَنِّكَ وَ رَحْمَتِكَ
Engkau telah menyampaikanku kepadanya dengan karunia dan rahmat-Mu.     فَاَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ
Maka turunkanlah kepada kami keberkahan-Mu.

وَ اَوْسِعْ عَلَيْنَا فِيْهَا مِنْ نَعْمَاۤئِكَ
Dan luaskanlah untuk kami nikmat-nikmat-Mu di dalamnya.

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْۤ اَسْاَلُكَ 
اَنْ تُصَلِّيَ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar Engkau melimpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

وَ اَنْ تَهْدِيَنَا فِيْهَا لِسَبِيْلِ الْهُدٰى
Dan agar Engkau memberi petunjuk kepada kami menuju jalan hidayah.

وَ الْعَفَافِ وَ الْغِنٰى
Kepada kesucian diri dan kecukupan.

وَ الْعَمَلِ فِيْهَا بِمَا تُحِبُّ وَ تَرْضٰىۤ
Dan kepada amal yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْۤ اَسْاَلُكَ يَا مَوْضِعَ كُلِّ شَكْوٰى
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, wahai tempat segala pengaduan.

وَ يَا سَامِعَ كُلِّ نَجْوٰى
Wahai Yang Mendengar setiap bisikan rahasia.              وَ يَا شَاهِدَ كُلِّ مَلَاٍ
Wahai Yang Menyaksikan setiap perkumpulan.               وَ يَا عَالِمَ كُلِّ خَفِيَّةٍ
Wahai Yang Mengetahui segala yang tersembunyi.

اَنْ تُصَلِّيَ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Agar Engkau melimpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.    

 وَ اَنْ تَكْشِفَ عَنَّا فِيْهَا الْبَلَاۤءَ
Dan mengangkat dari kami bala bencana pada hari-hari ini.

وَ تَسْتَجِيْبَ لَنَا فِيْهَا الدُّعَاۤءَ
Dan mengabulkan doa-doa kami.

وَ تُقَوِّيَنَا فِيْهَا وَ تُعِيْنَنَا
Dan menguatkan serta menolong kami.  

 وَ تُوَفِّقَنَا فِيْهَا لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَ تَرْضٰى
Dan memberi taufik kepada kami untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridhai, wahai Tuhan kami.

وَ عَلٰى مَا افْتَرَضْتَ عَلَيْنَا مِنْ طَاعَتِكَ
Dan untuk menjalankan kewajiban taat kepada-Mu.

وَ طَاعَةِ رَسُوْلِكَ وَ اَهْلِ وِلَايَتِكَ
Serta taat kepada Rasul-Mu dan para pemilik wilayah-Mu.

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْۤ اَسْاَلُكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua pengasih.

اَنْ تُصَلِّيَ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Agar Engkau melimpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.       

 وَ اَنْ تَهَبَ لَنَا فِيْهَا الرِّضَا
Dan menganugerahkan keridhaan kepada kami pada hari-hari ini.

اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.

وَ لَا تَحْرِمْنَا خَيْرَ مَا تُنْزِلُ فِيْهَا مِنَ السَّمَاۤءِ
Dan janganlah Engkau menghalangi kami dari kebaikan yang Engkau turunkan dari langit.  

وَ طَهِّرْنَا مِنَ الذُّنُوْبِ
Dan sucikanlah kami dari dosa-dosa.

يَا عَلَّامَ الْغُيُوْبِ
Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

وَ اَوْجِبْ لَنَا فِيْهَا دَارَ الْخُلُوْدِ
Dan tetapkanlah bagi kami negeri keabadian.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

وَ لَا تَتْرُكْ لَنَا فِيْهَا ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ
Dan jangan sisakan dosa bagi kami kecuali Engkau ampuni.

وَ لَا هَمًّا اِلَّا فَرَّجْتَهُ
Dan tidak pula kesedihan kecuali Engkau lapangkan.      وَ لَا دَيْنًا اِلَّا قَضَيْتَهُ
Dan tidak pula hutang kecuali Engkau lunasi.                وَ لَا غَاۤئِبًا اِلَّاۤ اَدَّيْتَهُ
Dan tidak pula yang hilang kecuali Engkau kembalikan.

وَ لَا حَاجَةً مِنْ حَوَاۤئِجِ الدُّنْيَا وَ الْاٰخِرَةِ
Dan tidak pula suatu kebutuhan dunia maupun akhirat.

اِلَّا سَهَّلْتَهَا وَ يَسَّرْتَهَا
Kecuali Engkau mudahkan dan lancarkan.

اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيْرٌ
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

اَللّٰهُمَّ يَا عَالِمَ الْخَفِيَّاتِ
Ya Allah, wahai Yang Mengetahui segala rahasia.

يَا رَاحِمَ الْعَبَرَاتِ
Wahai Yang Mengasihi air mata.

يَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ
Wahai Yang Mengabulkan doa-doa.

يَا رَبَّ الْاَرَضِيْنَ وَ السَّمَاوَاتِ
Wahai Tuhan bumi dan langit.

يَا مَنْ لَا تَتَشَابَهُ عَلَيْهِ الْاَصْوَاتُ
Wahai Yang tidak samar bagi-Nya berbagai suara.

صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ
Limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

وَ اجْعَلْنَا فِيْهَا مِنْ عُتَقَاۤئِكَ وَ طُلَقَاۤئِكَ مِنَ النَّارِ
Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka.

وَ الْفَاۤئِزِيْنَ بِجَنَّتِكَ
Dan orang-orang yang memperoleh surga-Mu.

وَ النَّاجِيْنَ بِرَحْمَتِكَ
Dan orang-orang yang selamat dengan rahmat-Mu.

يَاۤ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Wahai Yang Maha Pengasih dari semua pengasih.

وَ صَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اٰلِهِ اَجْمَعِيْنَ
Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad dan seluruh keluarganya.

Keempat ; 
Baca Lima Syahadat
1, اَشْهَدُ اَنْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.            
 وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.                    
 لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ
Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian.             
 بِيَدِهِ الْخَيْرُ
Di tangan-Nya segala kebaikan.
وَ هُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيْرٌ
Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.     
  
2, اَشْهَدُ اَنْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.  
 وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
Yang Maha Esa tanpa sekutu.
اَحَدًا صَمَدًا
Yang Maha Tunggal dan tempat bergantung.    
 لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَ لَا وَلَدًا
Dia tidak mengambil istri dan tidak mempunyai anak.

3, اَشْهَدُ اَنْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.               
 وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
Yang Maha Esa tanpa sekutu.
اَحَدًا صَمَدًا
Yang Maha Tunggal dan tempat bergantung.           
 لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.     
 وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ
Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

4, اَشْهَدُ اَنْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.              
 وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
Yang Maha Esa tanpa sekutu.
لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ
Milik-Nya kerajaan dan segala pujian.                               
يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ
Dia menghidupkan dan mematikan.
وَ هُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ
Dan Dia Maha Hidup yang tidak mati.                                             
بِيَدِهِ الْخَيْرُ
Di tangan-Nya segala kebaikan.
وَ هُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيْرٌ
Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

5, حَسْبِيَ اللّٰهُ وَ كَفٰى
Cukuplah Allah bagiku, dan Dia sebaik-baik pelindung.
سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ دَعَا
Allah mendengar orang yang berdoa kepada-Nya.        
لَيْسَ وَرَاۤءَ اللّٰهِ مُنْتَهٰى
Tidak ada tujuan akhir selain Allah.
اَشْهَدُ لِلّٰهِ بِمَا دَعَا
Aku bersaksi bagi Allah atas apa yang Dia serukan.  
 وَ اَنَّهُ بَرِيْۤ‏ءٌ مِمَّنْ تَبَرَّاَ
Dan sesungguhnya Dia berlepas diri dari orang yang berlepas diri dari-Nya.                       
وَ اَنَّ لِلّٰهِ الْاٰخِرَةَ وَ الْاُوْلٰى
Dan sesungguhnya milik Allah akhirat dan dunia.

Malaikat Jibril menyampaikan lima syahadat ini sebagai hadiah dari Allah kepada Nabi Isa as, dan memerintahkannya untuk membacanya pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.Disebutkan pahala besar bagi orang yang membacanya seratus kali setiap hari.

Kelima ; Zikir Imam Ali as
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ اللَّيَالِيْ وَ الدُّهُوْرِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak bilangan malam dan masa.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ اَمْوَاجِ الْبُحُوْرِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak gelombang lautan.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَ رَحْمَتُهُ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ
Tiada Tuhan selain Allah, dan rahmat-Nya lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ الشَّوْكِ وَ الشَّجَرِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak duri dan pepohonan.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ الشَّعْرِ وَ الْوَبَرِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak rambut dan bulu.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ الْحَجَرِ وَ الْمَدَرِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak batu dan tanah.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ لَمْحِ الْعُيُوْنِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan mata.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ فِي اللَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَ وَ الصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَ
Tiada Tuhan selain Allah pada malam ketika gelap dan pada subuh ketika bernapas (terbit).
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ عَدَدَ الرِّيَاحِ فِي الْبَرَارِيْ وَ الصُّخُوْرِ
Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hembusan angin di padang dan bebatuan.
لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ مِنَ الْيَوْمِ اِلٰى يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ
Tiada Tuhan selain Allah dari hari ini sampai hari ditiup sangkakala

Hari Pertama Zulhijjah; 
Beberapa amalan ibadah dianjurkan pada hari yang penuh berkah ini: 

Pertama; 
Disunnahkan berpuasa pada hari ini, karena pahalanya setara dengan ibadah selama delapan puluh bulan.

Kedua;  Disunnahkan melaksanakan Shalat Sayyida Fatimah as Menurut Shaykh al-Tusi, shalat ini terdiri dari empat rakaat, setiap dua rakaat dilakukan dengan satu salam.
Pada setiap rakaat: Surah Al-Fatihah dibaca sekali.Surah At-Tauhid dibaca lima puluh kali. Setelah salam, dibaca Tasbih Az-Zahra yang terkenal. 
Kemudian membaca zikir berikut:  سُبْحَانَ ذِيْ الْعِزِّ الشَّامِخِ الْمُنِيْفِ
Mahasuci Pemilik kemuliaan yang tinggi dan agung.
سُبْحَانَ ذِي الْجَلَالِ الْبَاذِخِ الْعَظِيْمِ
Mahasuci Pemilik keagungan yang luhur dan besar.
سُبْحَانَ ذِي الْمُلْكِ الْفَاخِرِ الْقَدِيْمِ
Mahasuci Pemilik kerajaan yang mulia dan abadi.
سُبْحَانَ مَنْ يَرٰى اَثَرَ النَّمْلَةِ فِيْ الصَّفَا
Mahasuci Dia yang melihat jejak semut di atas batu licin.
سُبْحَانَ مَنْ يَرٰى وَقْعَ الطَّيْرِ فِي الْهَوَاۤءِ
Mahasuci Dia yang melihat gerakan burung di udara.
سُبْحَانَ مَنْ هُوَ هٰكَذَا وَ لَا هٰكَذَا غَيْرُهُ
Mahasuci Dia yang seperti ini sifat-Nya, dan tidak ada selain-Nya yang demikian. 

Ketiga; Disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat setengah jam sebelum Zuhur.
Pada setiap rakaat:
* Surah Al-Fatihah sekali
* Surah At-Tauhid sepuluh kali
* Ayat Kursi sepuluh kali
* Surah Al-Qadr sepuluh kali

Keempat; Barangsiapa takut kepada orang zalim lalu membaca kalimat berikut pada hari ini, maka Allah akan menyelamatkannya:
حَسْبِيْ حَسْبِيْ حَسْبِيْ
Cukuplah bagiku, cukuplah bagiku, cukuplah bagiku.مِنْ سُؤَالِيْ عِلْمُكَ بِحَالِيْ
Pengetahuan-Mu tentang keadaanku sudah cukup tanpa aku meminta. Pada hari ini, Nabi Ibrahim as dilahirkan. Pada hari ini pula, menurut riwayat dua Syaikh, Imam Ali as menikah dengan Sayyidah Fatimah al-Zahra as 

Tanggal Tujuh Dzulhijjah; Merupakan hari duka bagi pengikut Ahlul bayt, karena pada hari ini Imam Muhammad al-Baqir as wafat di kota suci Medina pada tahun 114 Hijriah.

Tanggal Delapan Dzulhijjah
Tanggal delapan Dzulhijjah disebut sebagai Hari Tarwiyah. Berpuasa pada hari ini memiliki pahala yang besar. Menurut sebuah riwayat, puasa pada hari ini menghapus dosa selama enam puluh tahun. Shaykh al-Shahid menyebutkan bahwa disunnahkan mandi (ghusl) pada hari ini.

Amalan Malam Arafah; 

Malam yang penuh berkah ini adalah malam untuk memohon terkabulnya segala hajat. Taubat pada malam ini diterima, doa-doa dikabulkan, dan ibadah serta ketaatan pada malam ini memperoleh pahala seperti ibadah seratus tujuh puluh tahun.

Berikut beberapa amalan pada malam Arafah:

Pertama; 
Disunnahkan membaca doa berikut. 
Diriwayatkan bahwa Allah akan mengampuni orang yang membaca doa ini pada malam Arafah atau malam Jumat.
Doa “Yā Shāhida Kulli Najwā”
اَللّٰهُمَّ يَا شَاهِدَ كُلِّ نَجْوٰى
Ya Allah, wahai Penyaksi setiap bisikan rahasia.     
وَ مَوْضِعَ كُلِّ شَكْوٰى
Dan tempat segala pengaduan.
وَ عَالِمَ كُلِّ خَفِيَّةٍ
Dan Yang Mengetahui segala yang tersembunyi.    
 وَ مُنْتَهٰى كُلِّ حَاجَةٍ
Dan tujuan akhir setiap kebutuhan.
يَا مُبْتَدِئًا بِالنِّعَمِ عَلَى الْعِبَادِ
Wahai Yang memulai pemberian nikmat kepada para hamba.
يَا كَرِيْمَ الْعَفْوِ
Wahai Yang Mahamulia dalam memberi ampunan.     
يَا حَسَنَ التَّجَاوُزِ
Wahai Yang indah dalam memaafkan.                             
 يَا جَوَادُ
Wahai Yang Maha Dermawan.
يَا مَنْ لَا يُوَارِيْ مِنْهُ لَيْلٌ دَاجٍ
Wahai Dia yang tidak tersembunyi dari-Nya malam yang gelap.
وَ لَا بَحْرٌ عَجَّاجٌ
Tidak pula lautan yang bergelora.
وَ لَا سَمَاۤءٌ ذَاتُ اَبْرَاجٍ
Tidak pula langit yang memiliki gugusan-gugusan. 
وَ لَا ظُلَمٌ ذَاتُ ارْتِتَاجٍ
Dan tidak pula berbagai kegelapan yang bertumpuk.
يَا مَنِ الظُّلْمَةُ عِنْدَهُ ضِيَاۤءٌ
Wahai Dia yang di sisi-Nya kegelapan adalah cahaya.
اَسْاَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ
Aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang mulia.
الَّذِيْ تَجَلَّيْتَ بِهِ لِلْجَبَلِ فَجَعَلْتَهُ دَكًّا
Yang dengannya Engkau menampakkan diri kepada gunung hingga gunung itu hancur luluh.
وَ خَرَّ مُوْسٰى صَعِقًا
Dan Musa pun jatuh pingsan.
وَ بِاسْمِكَ الَّذِيْ رَفَعْتَ بِهِ السَّمَاوَاتِ بِلَا عَمَدٍ
Dan dengan nama-Mu yang dengannya Engkau meninggikan langit tanpa tiang.
وَ سَطَحْتَ بِهِ الْاَرْضَ عَلٰى وَجْهِ مَاۤءٍ جَمَدٍ
Dan membentangkan bumi di atas air yang membeku.
وَ بِاسْمِكَ الْمَخْزُوْنِ الْمَكْنُوْنِ
Dan dengan nama-Mu yang tersimpan dan tersembunyi.
الْمَكْتُوْبِ الطَّاهِرِ
Yang tertulis dan suci.
الَّذِيْۤ اِذَا دُعِيْتَ بِهِ اَجَبْتَ
Yang apabila Engkau dipanggil dengannya, Engkau menjawab.
وَ اِذَا سُئِلْتَ بِهِ اَعْطَيْتَ
Dan apabila diminta dengannya, Engkau memberi.

Doa ini sangat panjang dan berisi:
* tawassul kepada nama-nama Allah,
* kisah para nabi seperti Prophet Moses, Prophet Jesus, Prophet Jonah, Prophet Abraham, dan lainnya,
* permohonan ampunan,
* perlindungan dari bala,
* keluasan rezeki,
* keselamatan dunia dan akhirat,
* serta harapan menjadi hamba yang dibebaskan dari neraka.

Penutup doa:
بِرَحْمَتِكَ يَاۤ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua pengasih. 

Kedua; 
Disunnahkan membaca seribu kali Tasbihat Sepuluh Kalimat, yang disebutkan dalam amalan Hari Arafah. 

Ketiga;  
Disunnahkan membaca doa khusus Hari Arafah dan malam serta hari Jumat.
Awal doa:               
 اَللّٰهُمَّ مَنْ تَعَبَّاَ وَ تَهَيَّاَ
Ya Allah, barangsiapa mempersiapkan diri.       
وَ اَعَدَّ وَ اسْتَعَدَّ
Dan bersiap-siap.      
لِوِفَادَةٍ اِلٰى مَخْلُوْقٍ
Untuk menghadap seorang makhluk.
رَجَاۤءَ رِفْدِهِ
Dengan harapan memperoleh pemberiannya.      
 وَ طَلَبَ نَاۤئِلِهِ وَ جَاۤئِزَتِهِ
Dan mengharap hadiah serta karunianya.
فَاِلَيْكَ يَا رَبِّ تَعْبِيَتِيْ وَ اسْتِعْدَادِيْ
Maka kepada-Mu wahai Tuhanku segala persiapan dan kesiagaanku.
رَجَاۤءَ عَفْوِكَ
Karena mengharap ampunan-Mu.
وَ طَلَبَ نَاۤئِلِكَ وَ جَاۤئِزَتِكَ
Dan mengharap karunia serta pemberian-Mu.    
فَلَا تُخَيِّبْ دُعَاۤئِي
Maka jangan Engkau kecewakan doaku. 
يَا مَنْ لَا يَخِيْبُ عَلَيْهِ السَّاۤئِلُ
Wahai Dia yang tidak mengecewakan orang yang meminta kepada-Nya. 

Doa ini berisi:
* pengakuan dosa,
* harapan kepada rahmat Allah,
* permohonan keselamatan,
* perlindungan dari musuh,
* permintaan rezeki,
* keteguhan iman,
* husnul khatimah,
* dan syukur atas nikmat Islam dan hidayah.

Penutup doa:
اٰمِيْنَ اٰمِيْنَ اٰمِيْنَ
Kabulkanlah, kabulkanlah, kabulkanlah.

Keempat; 
Sangat dianjurkan berziarah ke makam suci Imam Husayn as di Karbala dan tinggal di sana hingga Hari Idul Adha (10 Dzulhijjah), agar Allah menjaga dari segala keburukan sepanjang tahun itu.

Ziarah Jāmi‘ah Ketiga (Bentuk Ziarah Menyeluruh)
Allamah al-Majlisi dalam kitab Tuhfat al-Za’ir menyebut ziarah ini sebagai bentuk ziarah kedelapan.
Beliau menjelaskan bahwa ziarah ini diriwayatkan oleh Sayyid Ibn Tawus dalam doa-doa Hari Arafah dari Imam Ja’far al-Sadiq as. Ziarah ini dapat dibaca ketika menziarahi makam suci mana pun dan kapan pun, khususnya pada Hari Arafah.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ
Salam atasmu wahai Rasul Allah.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللّٰهِ
Salam atasmu wahai Nabi Allah.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خِيَرَةَ اللّٰهِ مِنْ خَلْقِهِ وَ اَمِيْنَهُ عَلٰى وَحْيِهِ
Salam atasmu wahai pilihan Allah dari seluruh makhluk-Nya dan penjaga wahyu-Nya.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مَوْلَايَ يَاۤ اَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Salam atasmu wahai tuanku, أمير المؤمنين (Pemimpin kaum mukminin).
اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مَوْلَايَ اَنْتَ حُجَّةُ اللّٰهِ عَلٰى خَلْقِهِ
Salam atasmu wahai tuanku, engkau adalah hujjah Allah atas makhluk-Nya.
وَ بَابُ عِلْمِهِ وَ وَصِيُّ نَبِيِّهِ
Dan pintu ilmu-Nya serta wasi Nabi-Nya.
وَ الْخَلِيْفَةُ مِنْ بَعْدِهِ فِيۤ اُمَّتِهِ
Dan khalifah sesudah beliau di tengah umatnya.
لَعَنَ اللّٰهُ اُمَّةً غَصَبَتْكَ حَقَّكَ وَ قَعَدَتْ مَقْعَدَكَ
Allah melaknat kaum yang merampas hakmu dan menduduki kedudukanmu.
اَنَا بَرِيْۤءٌ مِنْهُمْ وَ مِنْ شِيْعَتِهِمْ
Aku berlepas diri dari mereka dan para pengikut mereka.
اِلَيْكَ اَلسَّلَامُ عَلَيْكِ يَا فَاطِمَةُ الْبَتُوْلُ
Salam atasmu wahai Fatimah al-Zahra Al-Batul.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكِ يَا زَيْنَ نِسَاۤءِ الْعَالَمِيْنَ
Salam atasmu wahai penghulu wanita seluruh alam.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكِ يَا بِنْتَ رَسُوْلِ اللّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Salam atasmu wahai putri Rasul Allah, Tuhan seluruh alam.
صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكِ وَ عَلَيْهِ
Semoga Allah melimpahkan shalawat atasmu dan atas beliau.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكِ يَاۤ اُمَّ الْحَسَنِ وَ الْحُسَيْنِ
Salam atasmu wahai ibu Hasan dan Husain.
لَعَنَ اللّٰهُ اُمَّةً غَصَبَتْكِ حَقَّكِ
Allah melaknat kaum yang merampas hakmu.
وَ مَنَعَتْكِ مَا جَعَلَهُ اللّٰهُ لَكِ حَلَالًا
Dan menghalangimu dari apa yang Allah halalkan bagimu.
اَنَا بَرِيْءٌ اِلَيْكِ مِنْهُمْ وَ مِنْ شِيْعَتِهِمْ
Aku berlepas diri di hadapanmu dari mereka dan para pengikut mereka.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مَوْلَايَ يَاۤ اَبَا مُحَمَّدٍ ۟اِلْحَسَنَ الزَّكِيَّ
Salam atasmu wahai tuanku Hasan ibn Ali yang suci.
لَعَنَ اللّٰهُ اُمَّةً قَتَلَتْكَ
Allah melaknat kaum yang membunuhmu.
وَ بَايَعَتْ فِيۤ اَمْرِكَ وَ شَايَعَتْ
Dan yang mendukung serta membantu urusan terhadapmu.
اَنَا بَرِيۤ‏ءٌ اِلَيْكَ مِنْهُمْ وَ مِنْ شِيْعَتِهِمْ
Aku berlepas diri darinya di hadapanmu.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مَوْلَايَ يَاۤ اَبَا عَبْدِ اللّٰهِ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ
Salam atasmu wahai tuanku Husayn ibn Ali putra Ali.
صَلَوَاتُ اللّٰهِ عَلَيْكَ وَ عَلٰىۤ اَبِيْكَ وَ جَدِّكَ مُحَمَّدٍ
Semoga shalawat Allah tercurah atasmu, ayahmu, dan kakekmu Muhammad.   لَعَنَ اللّٰهُ اُمَّةً ۟اِسْتَحَلَّتْ دَمَكَ
Allah melaknat kaum yang menghalalkan darahmu.
وَ لَعَنَ اللّٰهُ اُمَّةً قَتَلَتْكَ وَ اسْتَبَاحَتْ حَرِيْمَكَ
Dan Allah melaknat kaum yang membunuhmu serta menghalalkan kehormatanmu.
وَ لَعَنَ اللّٰهُ اَشْيَاعَهُمْ وَ اَتْبَاعَهُمْ
Dan Allah melaknat para pengikut dan pendukung mereka.
وَ لَعَنَ اللّٰهُ الْمُمَهِّدِيْنَ لَهُمْ بِالتَّمْكِيْنِ مِنْ قِتَالِكُمْ
Dan Allah melaknat orang-orang yang mempersiapkan kekuatan untuk memerangi kalian.
اَنَا بَرِيۤ‏ءٌ اِلَى اللّٰهِ وَ اِلَيْكَ مِنْهُمْ
Aku berlepas diri kepada Allah dan kepadamu dari mereka.

Kemudian ziarah ini melanjutkan salam kepada seluruh Imam Ahlul Bayt:
* Ali Zayn al-Abidin
* Muhammad al-Baqir
* Ja’far al-Sadiq
* Musa al-Kazim
* Ali al-Rida
* Muhammad al-Jawad
* Ali al-Hadi
* Hasan al-Askari
* Muhammad al-Mahdi

Penutup Ziarah
يَا مَوَالِيَّ كُوْنُوْا شُفَعَاۤئِيْ فِيْ حَطِّ وِزْرِيْ وَ خَطَايَايَ
Wahai para tuanku, jadilah pemberi syafaat bagiku dalam penghapusan dosa dan kesalahanku.
اٰمَنْتُ بِاللّٰهِ وَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ
Aku beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian.
وَ اَتَوَالٰى اٰخِرَكُمْ بِمَا اَتَوَالٰى اَوَّلَكُمْ
Aku mencintai imam terakhir kalian sebagaimana aku mencintai imam pertama kalian.
وَ بَرِئْتُ مِنَ الْجِبْتِ وَ الطَّاغُوْتِ وَ اللَّاتِ وَ الْعُزّٰى
Dan aku berlepas diri dari kebatilan, thaghut, Latta, dan Uzza.
يَا مَوَالِيَّ اَنَا سِلْمٌ لِمَنْ سَالَمَكُمْ
Wahai para tuanku, aku damai dengan orang yang berdamai dengan kalian.     
 وَ حَرْبٌ لِمَنْ حَارَبَكُمْ
Dan memusuhi orang yang memusuhi kalian.   
 وَ عَدُوٌّ لِمَنْ عَادَاكُمْ
Dan menjadi musuh bagi orang yang menjadi musuh kalian.
وَ وَلِيٌّ لِمَنْ وَالَاكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Dan menjadi pecinta bagi orang yang mencintai kalian hingga Hari Kiamat.    
 وَ لَعَنَ اللّٰهُ ظَالِمِيْكُمْ وَ غَاصِبِيْكُمْ
Dan Allah melaknat para penzalim dan perampas hak kalian.
وَ لَعَنَ اللّٰهُ اَشْيَاعَهُمْ وَ اَتْبَاعَهُمْ وَ اَهْلَ مَذْهَبِهِمْ
Dan Allah melaknat pengikut, pendukung, dan penganut jalan mereka.
وَ اَبْرَاُ اِلَى اللّٰهِ وَ اِلَيْكُمْ مِنْهُمْ
Dan aku berlepas diri kepada Allah dan kepada kalian dari mereka.


Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit