Makna Zulqaidah

🌺🌹❤️Makna Zulqaidah❤️🌹🌺

1. Bulan Duduk dari Peperangan
    Nama Dzulqa’dah berasal dari kata qa‘ada (قعد) yang berarti “duduk” atau “menahan diri”. Pada masa Arab dahulu, mereka menghentikan peperangan pada bulan ini sebagai penghormatan terhadap kesuciannya.

2. Salah Satu Bulan Haram
    Dzulqa’dah termasuk empat bulan haram dalam Al-Qur’an bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Allah berfirman:
    “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan…” (QS. At-Taubah: 36).
    Maknanya: dosa dan kezaliman lebih berat, sedangkan amal saleh lebih dimuliakan.

3. Bulan Persiapan Haji
    Dzulqa’dah menjadi awal persiapan ruhani menuju ibadah haji di Masjidil Haram. Banyak jamaah dahulu mulai safar menuju Makkah pada bulan ini.

4. Makna Menahan Nafsu
    Secara makrifat, “duduk” berarti menenangkan hawa nafsu, amarah, dan syahwat agar hati siap menerima cahaya Ilahi.

5. Bulan Sulh dan Perdamaian
    Dalam sejarah Islam, Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada Dzulqa’dah. Ini menunjukkan keutamaan damai dibanding konflik.

6. Waktu Umrah Nabi
    Banyak umrah Nabi Muhammad dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Karena itu sebagian ulama memandang bulan ini istimewa untuk umrah dan taubat.

7. Pintu Ketenteraman Hati
    Menurut ahli hakikat, Dzulqa’dah melambangkan maqam sukun — keadaan hati yang tenang setelah perjuangan melawan ego dan sebelum naik ke maqam قرب (kedekatan dengan Allah).

8. Bulan Muhasabah
    Karena berada sebelum Dzulhijjah, bulan ini dipandang sebagai masa evaluasi diri: memperbaiki niat, membersihkan hati, dan mempersiapkan amal terbaik.

9. Simbol Pengosongan Diri
    Dalam isyarat ruhani, “qa‘ada” juga berarti meninggalkan kesibukan dunia sejenak agar hati duduk bersama Allah dalam dzikir, tafakkur, dan doa.

10. Bulan Rahmat dan Pengabulan Hajat
    Dalam sebagian riwayat dan amalan kaum salihin, Dzulqa’dah dikenal sebagai waktu baik untuk istighfar, shalat taubat, dan memohon hajat karena pintu rahmat Allah dibuka luas bagi orang yang kembali kepada-Nya.

Dzulqa’dah; Bulan Dzulqa’dah adalah bulan pertama dari bulan-bulan haram (suci) yang disebut oleh Allah Yang Mahatinggi dalam Al-Qur’an. Sayyid Ibn Tawus menjelaskan bahwa bulan ini adalah bulan dikabulkannya doa-doa dalam kesulitan.

Nabi Muhammad diriwayatkan menyebutkan pahala besar bagi orang yang mengerjakan shalat khusus pada hari Ahad di bulan Dzulqa’dah. Beliau menjelaskan bahwa taubat mereka akan diterima, dosa-dosa mereka diampuni, orang-orang yang pernah berselisih dengan mereka akan ridha kepada mereka pada Hari Kiamat, mereka diwafatkan dalam iman yang benar, diberi keteguhan dalam agama yang lurus, kuburnya dilapangkan dan diterangi, kedua orang tuanya diridhai, dosa kedua orang tua dan keturunannya diampuni, diberi keluasan rezeki, serta dimudahkan oleh Malaikat Maut ketika ruh keluar dari jasadnya.

Tata Cara Shalatnya
Seseorang mandi pada hari Ahad, lalu berwudu, kemudian melaksanakan shalat empat rakaat.
Pada setiap rakaat dibaca:
* Surah Al-Fatihah sekali
* Surah Al-Ikhlas tiga kali
* Surah Al-Falaq sekali
* Surah An-Nas sekali

Setelah selesai shalat, membaca istighfar sebanyak 100 kali:
اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Astaghfirullāh; Aku memohon ampun kepada Allah.”
Kemudian membaca:
لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘Aliyyil-‘Aẓīm:”Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Setelah itu membaca doa berikut:
يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ
اِغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ وَ ذُنُوْبَ جَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ فَاِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ
Yā ‘Azīzu yā Ghaffār,
ighfir lī dzunūbī wa dzunūba jamī‘il-mu’minīna wal-mu’mināt,
fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
“Wahai Yang Mahaperkasa, Wahai Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosaku dan dosa seluruh mukmin laki-laki dan perempuan, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Disebutkan pula dalam sebuah hadis bahwa berpuasa tiga hari berturut-turut pada bulan haram — yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu — akan memperoleh pahala ibadah sembilan ratus tahun. Ulama besar Ali ibn Ibrahim al-Qummi berkata:”Pahala amal-amal kebaikan, demikian pula hukuman atas amal-amal keburukan, dilipatgandakan pada bulan-bulan haram.”

Makna Dzulqa’dah Menurut Al-Qur’an; 

1, Bulan yang Dimuliakan Allah. Allah menetapkan ada empat bulan haram yang dimuliakan. Dzulqa’dah termasuk di dalamnya.
    “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan…” (QS. At-Taubah: 36)

2, Larangan Berbuat Zalim
    Pada bulan haram, manusia diperintahkan lebih menjaga diri dari dosa dan permusuhan.
    “Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”
    (QS. At-Taubah: 36)

3,Bulan Kedamaian dan Menahan Perang
    Makna Dzulqa’dah berkaitan dengan berhentinya peperangan. Ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an tentang kecenderungan kepada perdamaian.
    “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya.”
    (QS. Al-Anfal: 61)

4, Masa Persiapan Haji
    Dzulqa’dah termasuk bulan-bulan haji (asyhurul hajj).”Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi…”(QS. Al-Baqarah: 197)

5, Ajakan Menjaga Kesucian Hati
    Dalam ayat haji, Allah melarang rafats, kefasikan, dan pertengkaran. Ini menjadi ruh Dzulqa’dah.
    “Tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji.” (QS. Al-Baqarah: 197)

6, Bulan Takwa dan Bekal Ruhani
    Al-Qur’an menekankan bahwa bekal terbaik menuju perjalanan suci adalah takwa.”Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”(QS. Al-Baqarah: 197)

7, Isyarat untuk Duduk Bersama Allah. Secara isyari, makna “qa‘ada” (duduk) mengandung pelajaran untuk berhenti dari kesibukan dunia dan banyak berdzikir.
    “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring…”(QS. Ali ‘Imran: 191)

8, Waktu Memperbanyak Taubat
    Karena bulan haram adalah waktu kemuliaan, Al-Qur’an mengaitkannya dengan peluang kembali kepada Allah.”Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah…”(QS. An-Nur: 31)

9, Bulan Keamanan dan Perlindungan
    Allah menjadikan tanah haram dan bulan-bulan haram sebagai ruang aman bagi manusia.
“Dan barangsiapa memasukinya, niscaya dia aman.”QS. Ali ‘Imran: 97)

10, Ajakan Menuju Kedekatan Ilahi
    Dzulqa’dah menjadi gerbang menuju Dzulhijjah dan hari-hari besar ibadah. Secara Qurani, ini mengajarkan perjalanan mendekat kepada Allah melalui dzikir dan ibadah.”Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kepadamu.”
“QS. Al-Baqarah: 152)

Makna Dzulqa’dah Menurut Hadis

1, Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan. Nabi Muhammad bersabda:”Setahun itu dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram…” lalu beliau menyebut Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.(HR. Bukhari dan Muslim)

2, Amal Saleh Lebih Agung Pahalanya. Dalam riwayat para ulama hadis dijelaskan bahwa amal saleh pada bulan haram lebih besar nilainya, dan dosa pun lebih berat akibatnya.

3, Larangan Memulai Kezaliman dan Permusuhan
    Rasulullah menegaskan kehormatan darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin sebagaimana sucinya hari dan bulan haram. Ini menunjukkan Dzulqa’dah adalah bulan menjaga kedamaian.

4, Bulan Umrah Rasulullah
    Sebagian besar umrah Nabi Muhammad dilakukan pada Dzulqa’dah, seperti Umrah Hudaibiyah, Umrah Qadha, dan Umrah Ji‘ranah. Ini menunjukkan keutamaan ibadah pada bulan tersebut.

5, Bulan Perdamaian dan Sulh
    Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada Dzulqa’dah. Rasulullah menerima perjanjian damai demi maslahat umat, mengajarkan hikmah mengutamakan perdamaian.

6, Waktu Menahan Nafsu dan Amarah. Dalam hadis disebutkan:
    “Orang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi yang mampu menahan marah. Dzulqa’dah secara ruhani dipahami sebagai bulan latihan menahan diri.

7, Bulan Persiapan Menuju Haji
    Para sahabat mulai bersiap menuju haji pada bulan ini. Karena itu Dzulqa’dah dipandang sebagai masa penyucian niat sebelum memasuki puncak ibadah di Dzulhijjah.

8, Keutamaan Taubat dan Istighfar
    Dalam banyak hadis Rasulullah memperbanyak istighfar setiap hari. Para ulama menganjurkan memperbanyak taubat pada bulan-bulan haram termasuk Dzulqa’dah.

9, Bulan Keamanan bagi Musafir dan Jamaah
    Tradisi yang diakui syariat menjadikan bulan haram sebagai masa aman bagi perjalanan menuju Ka’bah dan ibadah.

10, Isyarat Ruhani: Duduk Bersama Allah
    Ahli hadis dan tasawuf mengambil isyarat dari nama Dzulqa’dah sebagai ajakan memperbanyak dzikir, khalwat, tafakkur, dan duduk dalam majelis ilmu agar hati menjadi tenang dan dekat kepada Allah.

Makna Dzulqa’dah Menurut Hadis Ahlul Bayt

1, Bulan Haram yang Dijaga Allah
    Dalam riwayat dari Imam Ja’far ash-Shadiq as  disebutkan bahwa bulan-bulan haram memiliki kehormatan khusus; amal dilipatgandakan dan kezaliman lebih berat akibatnya.

2, Waktu Memperbanyak Taubat
    Riwayat Ahlul Bayt menganjurkan memperbanyak istighfar dan kembali kepada Allah pada bulan-bulan haram. Dzulqa’dah dipandang sebagai pintu penyucian diri sebelum Dzulhijjah.

3, Bulan Keamanan Ruhani
    Menurut riwayat dari Imam Ali, seorang mukmin sejati adalah yang memberi rasa aman kepada manusia. Dzulqa’dah sebagai bulan haram mengajarkan maqam aman lahir dan batin.

4, Persiapan Menuju Haji Makrifat
    Dalam pandangan irfan Ahlul Bayt, haji bukan hanya perjalanan jasad menuju Ka’bah, tetapi perjalanan hati menuju Allah. Dzulqa’dah adalah awal safar ruhani itu.

5, Makna “Duduk” dari Dunia
    Nama Dzulqa’dah diisyaratkan sebagai “duduk” atau berhenti dari kesibukan dunia demi memperhatikan hati dan hubungan dengan Allah.

6, Bulan Dzikir dan Munajat
    Dalam riwayat Ahlul Bayt dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, dan munajat pada waktu-waktu mulia. Dzulqa’dah dipandang sebagai bulan melembutkan hati dengan dzikir.

7, Pintu Ketenangan Hati
    Imam Zainal Abidin dalam munajatnya banyak mengajarkan sakinah dan ketundukan hati. Dzulqa’dah dipahami sebagai bulan memperoleh ketenangan sebelum memasuki musim ibadah besar.

8, Bulan Menahan Nafsu
    Riwayat dari Imam Musa al-Kazhim sangat menekankan sifat menahan amarah dan hawa nafsu. Ini selaras dengan ruh Dzulqa’dah sebagai bulan pengendalian diri.

9, Waktu Memperbaiki Niat
    Dalam hadis Ahlul Bayt, nilai amal sangat tergantung niat. Karena Dzulqa’dah mendahului ibadah haji dan qurban, bulan ini dipandang sebagai masa meluruskan niat dan membersihkan riya.

10,Gerbang Menuju Kedekatan Ilahi
    Menurut ahli irfan dari jalur Ahlul Bayt, Dzulqa’dah adalah maqam “sukun” — ketenangan sebelum fana dalam ibadah dan penghambaan pada hari-hari agung Dzulhijjah. Hati diajak duduk tenang di hadapan Allah sebelum naik menuju maqam قرب (kedekatan).

Makna Dzulqa’dah Menurut Para Mufasir

1, Bulan Haram yang Dimuliakan
    Para mufasir seperti Ibnu Katsir dan Ath-Thabari menafsirkan QS. At-Taubah: 36 bahwa Dzulqa’dah termasuk bulan yang Allah muliakan sejak penciptaan langit dan bumi.

2, Larangan Kezaliman Lebih Ditekankan
    Dalam tafsir QS. At-Taubah: 36, para mufasir menjelaskan bahwa maksiat pada bulan haram lebih berat dosanya karena kehormatan waktunya.

3, Amal Saleh Dilipatgandakan
    Banyak ahli tafsir menerangkan bahwa sebagaimana dosa diperberat, amal saleh pada Dzulqa’dah juga lebih besar nilainya di sisi Allah.

4, Masa Aman dan Perdamaian
    Para mufasir menjelaskan hikmah bulan haram adalah menjaga keamanan manusia, khususnya musafir dan jamaah menuju Ka’bah.

5, Termasuk Bulan Haji
    Dalam tafsir QS. Al-Baqarah: 197, para mufasir menerangkan bahwa “bulan-bulan yang dimaklumi” mencakup Syawwal, Dzulqa’dah, dan awal Dzulhijjah.

6, Bulan Pendidikan Akhlak
    Tafsir ayat haji menekankan larangan rafats, fusuq, dan jidal. Para mufasir melihat Dzulqa’dah sebagai latihan membersihkan akhlak sebelum puncak ibadah.

7, Makna Menahan Diri
    Sebagian ahli bahasa dan tafsir menghubungkan nama Dzulqa’dah dengan meninggalkan peperangan dan menahan hawa nafsu.

8, Isyarat Persiapan Ruhani
    Mufasir irfani memandang Dzulqa’dah sebagai fase persiapan hati sebelum memasuki musim pengorbanan dan kedekatan kepada Allah di Dzulhijjah.

9, Bulan Muhasabah dan Taubat
    Dalam penjelasan ayat-ayat taubat, sebagian mufasir menyebut bulan-bulan haram sebagai waktu terbaik untuk introspeksi dan kembali kepada Allah.

10, Simbol Kesucian Waktu
    Para mufasir menjelaskan bahwa Allah memilih sebagian tempat, manusia, dan waktu untuk dimuliakan. Dzulqa’dah menjadi simbol bahwa waktu pun memiliki kesucian yang harus dihormati dengan ibadah dan adab.

Makna Dzulqa’dah Menurut Mufasir Ahlul Bayt

1, Bulan Haram dengan Cahaya Kesucian
    Mufasir Ahlul Bayt seperti Allamah Thabathaba’i dalam tafsir Al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an menjelaskan bahwa bulan-bulan haram adalah ketetapan Ilahi untuk menjaga kesucian hidup manusia lahir dan batin.

2, Larangan Menzalimi Jiwa
    Tafsir QS. At-Taubah: 36 menurut ulama Ahlul Bayt tidak hanya bermakna larangan menzalimi orang lain, tetapi juga larangan merusak ruh sendiri dengan dosa dan kelalaian.

3, Waktu Penyucian Hati
    Dzulqa’dah dipandang sebagai masa tazkiyatun nafs — membersihkan hati sebelum memasuki musim haji dan قرب kepada Allah.

4, Bulan Persiapan Safar Ilahi
    Dalam tafsir irfani Ahlul Bayt, perjalanan haji memiliki dimensi batin. Dzulqa’dah adalah awal perjalanan hati meninggalkan dunia menuju Allah.

5, Makna “Duduk” di Hadapan Allah
    Nama Dzulqa’dah diisyaratkan sebagai maqam “duduk tenang” bersama dzikir dan tafakkur; berhenti dari kegaduhan nafsu agar hati mendengar cahaya hidayah.

6, Masa Menahan Peperangan Lahir dan Batin
    Para mufasir Ahlul Bayt memandang larangan perang pada bulan haram juga sebagai simbol meninggalkan perang batin: amarah, hasad, kesombongan, dan ego.

7, Pintu Rahmat dan Ampunan
    Dalam penafsiran ayat-ayat taubat, bulan-bulan haram dipahami sebagai waktu terbukanya rahmat Allah bagi orang yang kembali dengan hati yang ikhlas.

8, Isyarat kepada Keamanan Wilayah Wilayah Ruhani
    Sebagaimana Ka’bah adalah tempat aman, hati mukmin juga harus menjadi “haram Allah” yang dijaga dari dosa dan kegelapan.

9, Bulan Dzikir dan Wilayah
    Mufasir Ahlul Bayt menekankan bahwa kemuliaan waktu harus diisi dengan dzikir, ma’rifat, doa, dan keterhubungan dengan wilayah ruhani Ahlul Bayt.

10, Gerbang Menuju Maqam Qurban dan Fana
    Dalam tafsir hakikat, Dzulqa’dah adalah maqam persiapan sebelum Dzulhijjah: hati belajar diam, tunduk, dan berserah sebelum mencapai maqam pengorbanan total kepada Allah.

Makna Dzulqa’dah Menurut Ahli Makrifat

1, Bulan “Duduk” Bersama Allah
    Ahli makrifat memandang Dzulqa’dah sebagai bulan qu‘ud ma‘Allah — duduk hati bersama Allah dalam dzikir, tafakkur, dan keheningan batin.

2, Maqam Diamnya Nafsu
    Kata qa‘ada dipahami sebagai berhentinya gejolak hawa nafsu. Pada maqam ini, hati mulai tenang dan tidak lagi dikuasai syahwat dunia.

3, Awal Safar Ruhani
    Dzulqa’dah dianggap pintu perjalanan menuju Allah sebelum memasuki rahasia Dzulhijjah. Seorang salik mulai membersihkan niat dan hati.

4, Bulan Khalwat Batin
    Para arif melihat bulan ini sebagai waktu memperbanyak uzlah, munajat, dan mengurangi keterikatan pada hiruk-pikuk dunia.

5, Masa Penyucian Cermin Hati
    Hati diibaratkan cermin. Dalam Dzulqa’dah, seorang hamba menghilangkan karat dosa melalui istighfar agar cahaya Ilahi dapat memantul di dalamnya.

6, Maqam Sukun dan Sakinah
    Ahli makrifat menyebut Dzulqa’dah sebagai bulan sakinah — ketenangan yang turun ketika hati berhenti dari pertentangan dengan takdir Allah.

7 “Perang Batin”
    Jika lahiriah bulan ini dahulu menghentikan perang, maka batiniahnya adalah menghentikan perang ego: iri, sombong, marah, cinta pujian, dan ambisi dunia.

8, Bulan Mendengar Suara Ruh
    Dalam keheningan Dzulqa’dah, hati lebih mudah mendengar ilham kebaikan dan panggilan fitrah yang selama ini tertutup kesibukan dunia.

9, Persiapan Menuju Qurban Hakiki
    Sebelum pengorbanan Nabi Ibrahim pada musim haji diperingati, ahli makrifat mengajarkan agar seseorang terlebih dahulu mengorbankan ego dan keterikatan dirinya.

10, Gerbang Fana dan Kedekatan
    Dzulqa’dah dipandang sebagai gerbang menuju maqam fana: saat hati mulai “duduk” dalam kehadiran Allah, hingga perlahan lenyap dari keakuan dan hidup dengan cahaya-Nya.

Makna Dzulqa’dah Menurut Ahli Hakikat Ahlul Bayt

1, Maqam “Duduk” di Hadapan Allah
    Ahli hakikat Ahlul Bayt memandang Dzulqa’dah sebagai maqam qu‘ud baina yadaillah — keadaan hati yang duduk penuh adab di hadapan Allah, tanpa kesombongan dan tanpa keakuan.

2, Berhentinya Perjalanan Nafsu
    Kata qa‘ada diisyaratkan sebagai berhentinya dominasi nafs al-ammarah. Hati mulai keluar dari kegelisahan dunia menuju ketenangan ruhani.

3, Awal Safar Wilayah
    Dalam irfan Ahlul Bayt, Dzulqa’dah adalah awal perjalanan menuju wilayah Ilahi melalui cinta dan ma’rifat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.

4, Bulan Penyucian Sirr (Rahasia Hati)
    Ahli hakikat menjelaskan bahwa sebelum memasuki rahasia Dzulhijjah, seorang salik harus membersihkan sirr (inti batin) dari riya, ujub, dan cinta dunia.

5, Meninggalkan Perang Batin
    Larangan perang pada bulan haram dipahami secara batin sebagai meninggalkan permusuhan terhadap sesama dan menghentikan perang ego di dalam diri.

6, Maqam Sukun sebelum Tajalli
    Dalam hakikat Ahlul Bayt, ketenangan Dzulqa’dah dipandang sebagai keadaan sebelum turunnya tajalli (penyingkapan cahaya Ilahi). Hati harus tenang agar mampu menerima nur.

7, Bulan Khalwat dan Munajat
    Para arif dari jalur Ahlul Bayt memperbanyak munajat, dzikir, dan khalwat pada bulan ini agar hati lebih dekat kepada rahasia Ilahi.

8, Gerbang Menuju Pengorbanan Hakiki
    Dzulqa’dah dipandang sebagai persiapan menuju maqam qurban Nabi Ibrahim — bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego dan keterikatan selain Allah.

9, Isyarat kepada Hati sebagai Haram Allah
    Sebagaimana Ka’bah adalah tanah haram, hati mukmin menurut ahli hakikat adalah “haram Allah” yang tidak boleh dimasuki selain cinta kepada-Nya.

10, Maqam Fana dalam Ketaatan
    Puncak hakikat Dzulqa’dah adalah melemahnya rasa “aku” dan lahirnya ketundukan total kepada kehendak Allah melalui jalan wilayah dan cahaya Ahlul Bayt.

Kisah dan Cerita tentang Dzulqa’dah

1, Perjanjian Damai Hudaibiyah
    Pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 Hijriah, Nabi Muhammad bersama para sahabat berangkat untuk umrah menuju Ka’bah. Namun kaum Quraisy menghalangi mereka di Hudaibiyah. Meski tampak berat, Rasulullah menerima perdamaian melalui Perjanjian Hudaibiyah. Dari perjanjian itu, Islam justru berkembang luas.

2, Umrah Qadha yang Mengharukan
    Setahun setelah Hudaibiyah, Rasulullah dan kaum muslimin akhirnya memasuki Makkah untuk melaksanakan umrah pada Dzulqa’dah. Banyak sahabat menangis haru ketika kembali melihat Ka’bah setelah lama terusir.

3, Umrah Nabi yang Berulang di Dzulqa’dah
    Sebagian besar umrah Nabi Muhammad dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Para ulama melihat ini sebagai isyarat bahwa bulan tersebut penuh rahmat dan persiapan ruhani.

4, Perjalanan Sunyi Para Jamaah Haji
    Pada zaman dahulu, para jamaah mulai meninggalkan kampung halaman sejak Dzulqa’dah. Mereka berjalan berbulan-bulan melintasi padang pasir sambil berdzikir dan membaca talbiyah menuju tanah suci.

5, Kisah Taubat Seorang Pendosa
    Dalam kisah para salihin, ada seorang lelaki yang selalu bermaksiat lalu mendengar kemuliaan bulan haram. Pada Dzulqa’dah ia memperbanyak istighfar dan menangis setiap malam hingga hidupnya berubah menjadi ahli ibadah.

6, Imam Ali dan Kedamaian Hati
    Diriwayatkan bahwa Imam Ali as sangat mencintai perdamaian dan keadilan. Para ahli hikmah mengaitkan akhlak beliau dengan ruh Dzulqa’dah: menghentikan permusuhan dan memadamkan api ego.

7, Munajat Imam Zainal Abidin
    Imam Zainal Abidin as dikenal memperpanjang munajat dan tangisan kepada Allah pada malam-malam mulia. Para arif mencontoh beliau dengan memperbanyak doa pada Dzulqa’dah.

8, Kisah Pedagang yang Mengurungkan Kezaliman
    Dikisahkan seorang pedagang Arab hendak menipu dalam perdagangan, namun ketika diingatkan bahwa itu bulan haram, ia membatalkan niat buruknya dan memilih kejujuran demi keberkahan.

9, Uzlah Seorang Arif
    Seorang ahli makrifat menghabiskan Dzulqa’dah di tempat sunyi, mengurangi bicara dan memperbanyak dzikir. Muridnya bertanya mengapa. Ia menjawab, “Ini bulan duduk bersama Allah sebelum datang musim قرب (kedekatan).”

10, Tangisan di Depan Ka’bah
    Banyak kisah jamaah yang pertama kali melihat Ka’bah pada musim Dzulqa’dah lalu menangis tanpa sadar. Mereka merasa seolah Allah memanggil pulang hati yang lama tersesat.

Manfaat Dzulqa’dah dan Doanya

1, Melembutkan Hati
    Dzulqa’dah adalah waktu baik untuk memperbanyak dzikir dan istighfar agar hati menjadi lembut dan mudah menerima hidayah.
    Doa:       اَللّٰهُمَّ لَيِّنْ قَلْبِيْ بِذِكْرِكَ
    Allāhumma layyin qalbī bi dzikrik
    “Ya Allah, lembutkan hatiku dengan dzikir kepada-Mu.”

2, Menghapus Dosa dan Kesalahan
    Bulan haram menjadi waktu utama untuk taubat dan memohon ampunan.
    Doa:     اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْهِ
    Astaghfirullāha wa atūbu ilaih
    “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

3, Menenangkan Jiwa
    Ruh Dzulqa’dah adalah ketenangan dan penghentian pertikaian lahir maupun batin.
    Doa:     اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ فِيْ قَلْبِيْ
    Allāhumma anzilis-sakīnata fī qalbī
    “Ya Allah, turunkan ketenangan ke dalam hatiku.”

4, Memudahkan Hajat
    Banyak ulama dan salihin memperbanyak doa pada bulan haram untuk kebutuhan hidup dan akhirat.
Doa:       يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ اِقْضِ حَاجَتِيْ
    Yā Qādiyal-ḥājāt iqḍi ḥājatī
    “Wahai Pengabul segala hajat, kabulkan kebutuhanku.”

5, Menguatkan Kedekatan kepada Allah
    Bulan ini menjadi latihan ruhani sebelum memasuki musim haji dan ibadah besar.
    Doa:       اَللّٰهُمَّ قَرِّبْنِيْ اِلَيْكَ
    Allāhumma qarribnī ilaik
    “Ya Allah, dekatkan aku kepada-Mu.”

6, Membersihkan Hati dari Hasad dan Amarah
    Dzulqa’dah mengajarkan menghentikan perang batin.   
    Doa:
    اَللّٰهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ الْحَسَدِ وَ الْغَضَبِ
    Allāhumma ṭahhir qalbī minal-ḥasadi wal-ghaḍab
    “Ya Allah, sucikan hatiku dari iri dan amarah.”

7, Mendapat Keberkahan Rezeki
    Amal dan kebaikan pada bulan haram diyakini membawa keberkahan hidup.
    Doa:     اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ
    Allāhumma bārik lī fī rizqī
    “Ya Allah, berkahilah rezekiku.”

8, Menguatkan Istiqamah Ibadah
    Dzulqa’dah menjadi masa latihan sebelum hari-hari utama Dzulhijjah. 
    Doa:  يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
    Yā Muqallibal-qulūb tsabbit qalbī ‘alā dīnik
    “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.”

9, Membuka Cahaya Makrifat
    Ahli irfan memperbanyak tafakkur pada bulan ini agar hati menerima cahaya Ilahi.
    Doa:    اَللّٰهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ
    Allāhumma nawwir qalbī binūri ma‘rifatik
    “Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya makrifat-Mu.”

10, Mendapat Perlindungan Allah
    Dzulqa’dah termasuk bulan perlindungan dan keamanan.
    Doa:     حَسْبِيَ اللّٰهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ
    Ḥasbiyallāhu wa ni‘mal-wakīl
    “Cukuplah Allah menjadi penolong dan pelindungku.”

Hari-Hari Penting di Dzulqa’dah

1, Tanggal 11 Dzulqa’dah
Pada tanggal 11 Dzulqa’dah tahun 148 H, lahirlah Imam Ali ar-Ridha as.
Beliau dikenal sebagai imam ilmu, kelembutan, dan kemuliaan akhlak. Banyak pecinta Ahlul Bayt menjadikan hari ini sebagai waktu bersyukur, bershalawat, dan mengenang cahaya ilmu beliau.

2, Malam 15 Dzulqa’dah
Malam kelima belas Dzulqa’dah adalah malam yang penuh berkah. Pada malam ini Allah Yang Mahatinggi memandang hamba-hamba-Nya yang beriman dengan pandangan rahmat. Menurut sebuah riwayat dari Nabi Muhammad saw, orang yang beribadah pada malam ini akan memperoleh pahala seperti seratus orang yang berpuasa, beri‘tikaf di masjid, dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah.
Karena itu, sangat dianjurkan untuk memanfaatkan malam ini dengan:
* shalat,
* dzikir,
* membaca Al-Qur’an,
* istighfar,
* munajat,
* dan memohon hajat kepada Allah.
Disebutkan pula bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya pada malam tersebut.

3, Tanggal 23 Dzulqa’dah
Pada tanggal 23 Dzulqa’dah tahun 200 H, menurut sebagian riwayat, Imam Ali ar-Ridha as wafat syahid.
Karena itu, hari ini dikenal sebagai waktu yang dianjurkan untuk berziarah kepada beliau, baik secara langsung maupun dari kejauhan.
Sayyid Ibn Tawus dalam Iqbal al-A’mal menyebutkan bahwa beliau menemukan keterangan dari sebagian ulama non-Arab bahwa dianjurkan menziarahi makam suci Imam ar-Ridha pada tanggal 23 Dzulqa’dah, baik dari dekat maupun jauh, dengan membaca salah satu ziarah yang masyhur atau doa ziarah lainnya.

4, Hari Terakhir Dzulqa’dah
Pada hari terakhir bulan Dzulqa’dah tahun 220 H, Imam Muhammad al-Jawad as syahid. Beliau diracun oleh penguasa Abbasiyah, Al-Mu’tasim Billah. Peristiwa itu terjadi sekitar dua setengah tahun setelah wafatnya Al-Ma’mun. Sebelumnya, Imam al-Jawad as telah mengisyaratkan hal tersebut dengan sabdanya: “Kelapangan akan datang tiga puluh bulan setelah kematian al-Ma’mun.”
Ucapan ini menunjukkan besarnya tekanan, penderitaan, dan ujian yang dialami beliau selama hidup di bawah kekuasaan Abbasiyah. Bahkan, beliau memandang wafatnya sebagai bentuk kelegaan dari penderitaan dunia. Demikian pula ayah beliau, Imam Ali ar-Ridha as, mengalami kesedihan dan tekanan berat ketika dijadikan putra mahkota oleh al-Ma’mun. Disebutkan bahwa setiap selesai kembali dari masjid pada hari Jumat, Imam ar-Ridha mengangkat kedua tangannya ke langit dalam keadaan penuh keringat dan debu, lalu berdoa:”Ya Tuhanku, jika kematian adalah kelapanganku, maka segerakanlah saat kematianku.”
Beliau terus hidup dalam kesedihan dan tekanan hingga akhirnya wafat syahid. Imam Muhammad al-Jawad as hidup sekitar dua puluh lima tahun lebih beberapa bulan saja. Makam sucinya berada tepat di belakang makam kakeknya, Imam Musa al-Kazhim, di Masjid Al-Kazimiyyah.

10 Peristiwa yang Terjadi di Dzulqa’dah Menurut Riwayat dan Tradisi Ahlul Bayt

1, Kelahiran Imam Ali ar-Ridha as
    Pada 11 Dzulqa’dah tahun 148 H lahir Imam ar-Ridha, sosok yang dikenal sebagai lautan ilmu, kelembutan, dan hujjah Allah di zamannya.

2, Syahadah Imam Muhammad al-Jawad as
    Pada akhir Dzulqa’dah tahun 220 H, Imam al-Jawad syahid karena diracun oleh Al-Mu’tasim Billah.

3, Syahadah Imam Ali ar-Ridha menurut sebagian riwayat
    Sebagian riwayat menyebutkan bahwa beliau wafat syahid pada 23 Dzulqa’dah tahun 200 H.

4, Perjanjian Hudaibiyah
    Terjadi pada Dzulqa’dah tahun 6 H. Dalam pandangan Ahlul Bayt, perjanjian ini adalah kemenangan ruhani dan politik besar bagi Islam meski tampak seperti pengorbanan lahiriah.

5, Umrah Rasulullah
    Sebagian besar umrah Nabi Muhammad dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Para imam Ahlul Bayt memandangnya sebagai bulan persiapan ruhani menuju haji.

6, Awal Perjalanan Haji
    Pada bulan ini para jamaah mulai bergerak menuju Ka’bah. Dalam irfan Ahlul Bayt, ini melambangkan perjalanan hati menuju Allah.

7, Malam 15 Dzulqa’dah sebagai Malam Rahmat
    Dalam sejumlah riwayat disebutkan malam pertengahan Dzulqa’dah adalah malam penuh rahmat dan pengabulan doa bagi orang yang beribadah.

8, Amalan Ahad Dzulqa’dah
    Dalam tradisi doa dan ibadah Ahlul Bayt terdapat shalat khusus hari Ahad Dzulqa’dah untuk taubat, pengampunan dosa, dan keluasan rezeki.

9, Hari Dahwul Ardhi (25 Dzulqa’dah)
    Menurut riwayat Ahlul Bayt, bumi dihamparkan dari bawah Ka’bah pada tanggal 25 Dzulqa’dah. Hari ini dianggap sangat mulia untuk puasa, doa, dan ibadah.

10, Hari-Hari Munajat dan Khalwat Ruhani
    Para imam Ahlul Bayt dan kaum arifin memperbanyak dzikir, doa, dan munajat pada Dzulqa’dah karena bulan ini dipandang sebagai bulan sakinah, taubat, dan persiapan menuju musim قرب (kedekatan kepada Allah). 

Dalam tradisi dan riwayat Ahlul Bayt memang disebutkan beberapa peristiwa agung di bulan Dzulqa’dah, khususnya pada tanggal 21–25 Dzulqa’dah. 
Berikut ringkasannya:

21 Dzulqa’dah — Kelahiran Nabi Isa menurut sebagian riwayat
    Sebagian riwayat dan tradisi menyebut kelahiran Nabi Isa terjadi pada bulan Dzulqa’dah, meskipun ada perbedaan pendapat tentang tanggal pastinya. Dalam sebagian literatur irfani dan doa Syiah disebut sekitar 21 atau 25 Dzulqa’dah.

25 Dzulqa’dah — Kelahiran Nabi Ibrahim
    Dalam riwayat dari Imam Ali ar-Ridha disebutkan bahwa Nabi Ibrahim dilahirkan pada 25 Dzulqa’dah.  
25 Dzulqa’dah — Kelahiran Nabi Isa menurut riwayat Imam Ridha
    Dalam riwayat yang dinukil dari Imam Ridha disebutkan:
    “Pada malam 25 Dzulqa’dah, Nabi Ibrahim dilahirkan, Nabi Isa putra Maryam dilahirkan…”  
25 Dzulqa’dah — Hari Dahwul Ardhi (Dihamparkannya Bumi)
    Menurut riwayat Ahlul Bayt, bumi mulai dihamparkan dari bawah Ka’bah pada hari ini. Karena itu hari tersebut disebut Dahwul Ardhi.  

Turunnya Rahmat Allah ke Bumi
    Dalam riwayat disebutkan rahmat Ilahi tersebar luas pada hari Dahwul Ardhi dan doa-doa lebih mudah dikabulkan.  

Hari Mustajab untuk Puasa dan Ibadah
    Riwayat Ahlul Bayt menyebut puasa 25 Dzulqa’dah memiliki pahala sangat besar, bahkan disamakan dengan puluhan tahun ibadah.  

Keluarnya Imam Ali ar-Ridha dari Madinah menuju Khurasan (Iran)
    Dalam sebagian catatan sejarah Syiah disebut Imam Ridha dipanggil secara paksa oleh Al-Ma’mun dari Madinah menuju Khurasan pada bulan Dzulqa’dah tahun 200 H. Perjalanan ini menjadi awal keterasingan dan akhirnya syahadah beliau.  

Isyarat Kemunculan Imam Mahdi af
    Dalam sebagian riwayat dari Imam Ridha disebutkan bahwa pada hari Dahwul Ardhi terdapat isyarat dan hubungan ruhani dengan kemunculan al-Qa’im (Imam Mahdi).  

Hari Penyebaran Kehidupan di Bumi
    Ahli hakikat Ahlul Bayt memandang Dahwul Ardhi bukan sekadar penciptaan fisik bumi, tetapi awal terbukanya kehidupan, rahmat, dan cahaya hidayah bagi manusia.

Hari Safar Ruhani Para Nabi dan Wali
    Karena terkait Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Ka’bah, dan Imam Ridha, bulan Dzulqa’dah dipandang dalam irfan Ahlul Bayt sebagai bulan perjalanan ruhani: keluar dari keterikatan dunia menuju Allah.

Doa Ziarah Imam Ali Ridho as

َلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَلِيَّ الله

As-salāmu ‘alayka yā Waliyyallāh

Salam sejahtera atasmu wahai wali (kekasih) Allah
Makrifat:
“Wali Allah” adalah insan yang tenggelam dalam kehendak Ilahi; dirinya menjadi cermin sifat-sifat Allah di bumi.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا حُجَّةَ الله

As-salāmu ‘alayka yā Ḥujjatallāh

Salam atasmu wahai hujjah (bukti) Allah
Makrifat:
Hujjah adalah bukti hidup—kehadirannya menjadi dalil nyata bagi manusia menuju kebenaran.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا نُورَ اللهِ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ

As-salāmu ‘alayka yā Nūrallāhi fī ẓulumāti al-arḍ

Salam atasmu wahai cahaya Allah di tengah kegelapan bumi
Makrifat:
Nur adalah cahaya petunjuk batin yang menerangi hati dari kegelapan nafsu dan kebodohan.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا عَمُودَ الدِّينِ

As-salāmu ‘alayka yā ‘Amūda ad-dīn

Salam atasmu wahai tiang agama
Makrifat:
Imam adalah penyangga agama; dengannya agama tetap tegak dalam zahir dan batin.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ آدَمَ صَفْوَةِ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Ādama ṣafwatillāh

Salam atasmu wahai pewaris Adam, pilihan Allah
Makrifat:
Warisan Adam adalah ilmu asma—pengetahuan rahasia nama-nama Ilahi.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ نُوحٍ نَبِيِّ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Nūḥin Nabiyyillāh

Salam atasmu wahai pewaris Nuh, nabi Allah
Makrifat:
Warisan Nuh adalah kesabaran panjang dalam dakwah di tengah penolakan.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلِ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Ibrāhīma Khalīlillāh

Salam atasmu wahai pewaris Ibrahim, kekasih Allah
Makrifat:
Warisan Ibrahim adalah tauhid murni dan pengorbanan total kepada Allah.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ إِسْمَاعِيلَ ذَبِيحِ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Ismā‘īla Dhabīḥillāh

Salam atasmu wahai pewaris Ismail, yang dikorbankan karena Allah
Makrifat:
Melambangkan kepasrahan mutlak terhadap kehendak Ilahi.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ مُوسَى كَلِيمِ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Mūsā Kalīmullāh

Salam atasmu wahai pewaris Musa, yang berbicara dengan Allah
Makrifat:
Warisan Musa adalah kedekatan dialog spiritual dengan Tuhan.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ عِيسَى رُوحِ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha ‘Īsā Rūḥullāh

Salam atasmu wahai pewaris Isa, ruh dari Allah
Makrifat:
Simbol kehidupan ruhani dan penyucian jiwa.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ مُحَمَّدٍ رَسُولِ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Muḥammadin Rasūlillāh

Salam atasmu wahai pewaris Muhammad, Rasul Allah
Makrifat:
Warisan Nabi adalah kesempurnaan akhlak dan syariat.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيٍّ وَلِيِّ الله

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Amīril-Mu’minīn ‘Aliyyin Waliyyillāh

Salam atasmu wahai pewaris Ali, pemimpin orang beriman
Makrifat:
Warisan Ali adalah ilmu batin dan keadilan Ilahi.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha Fāṭimata az-Zahrā’

Salam atasmu wahai pewaris Fatimah Az-Zahra
Makrifat:
Warisan Fatimah adalah kesucian dan cahaya Ilahi (nur).

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يا وَارِثَ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ

As-salāmu ‘alayka yā Wāritha al-Ḥasan wal-Ḥusayn

Salam atasmu wahai pewaris Hasan dan Husain
Makrifat:
Hasan melambangkan perdamaian, Husain melambangkan pengorbanan; keduanya menyatu dalam kesempurnaan.

أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ أَقَمْتَ الصَّلاَةَ وَآتَيْتَ الزَّكَاةَ…

Ashhadu annaka qad aqamta aṣ-ṣalāh wa ātayta az-zakāh…

Aku bersaksi bahwa engkau telah menegakkan shalat dan menunaikan zakat…
Makrifat:
Kesaksian ini adalah pengakuan bahwa Imam adalah perwujudan hidup dari syariat dan hakikat.

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَبَا الْحَسَنِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

As-salāmu ‘alayka yā Abā al-Ḥasan wa raḥmatullāhi wa barakātuh

Salam atasmu wahai Aba al-Hasan, serta rahmat dan berkah Allah
Makrifat:
Penutup ini menyempurnakan adab: salam (keselamatan), rahmat (kasih Ilahi), dan barakah (kelimpahan cahaya).

Munajat Imam Muhammad Jawad as Agar Segera Ditumpas 𝗞𝗲𝘇𝗮𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻 dan Kebenaran Ditegakkan🤲😭😭😭🤲

بِسْمِ اللهِ الرَّحمن الرَّحِيْمِ
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Dengan Asma Allah 
yang Maha kasih dan Maha Sayang
Ya Allah: Sampaikan Sholawat kepada Nabi Muhammad dan Keluarga Nabi Muhammad

اللَّهُمَّ إِنَّ ظُلْمَ عِبَادِكَ قَدْ تَمَكَّنَ فِي بِلَادِكَ 
حَتَّى‏ أَمَاتَ الْعَدْلَ وَ قَطَعَ السُّبُلَ 
وَ مَحَقَ الْحَقَّ وَ أَبْطَلَ الصِّدْقَ 
وَ أَخْفَى الْبِرَّ وَ أَظْهَرَ الشَّرَّ وَ أَحْمَدَ التَّقْوَى 
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩! 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘪𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘮𝘣𝘢-𝘔𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘮𝘶𝘮 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘮𝘪-𝘔𝘶, Sehingga; 
𝘮𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘮𝘶𝘵𝘶𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘢𝘣𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘮𝘶𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘮𝘢𝘥𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘦𝘩𝘢𝘯, 

وَ أَزَالَ الْهُدَى وَ أَزَاحَ الْخَيْرَ وَ أَثْبَتَ الضَّيْرَ 
وَ أَنْمَى الْفَسَادَ وَ قَوَّى الْعِنَادَ 
وَ بَسَطَ الْجَوْرَ  وَ عَدَى الطَّوْرَ 
𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘳𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘵𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬, 
𝘮𝘦𝘯𝘨hapus kebaikan 
𝘮𝘦𝘯𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯, 
𝘮𝘦𝘯𝘦𝘣𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘳𝘣𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢, 
𝘮𝘦𝘭𝘢𝘮𝘱𝘶𝘪 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴.

اللَّهُمَّ يَا رَبِّ لَا يَكْشِفُ ذَلِكَ إِلَّا سُلْطَانُكَ 
وَ لَا يُجِيرُ مِنْهُ إِلَّا امْتِنَانُكَ 
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘺𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯𝘬𝘶! 
𝘛𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯-𝘔𝘶, 𝘵𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘤𝘶𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘶𝘯𝘪𝘢-𝘔𝘶. 

اللَّهُمَّ رَبِّ فَابْتُرِ [فَابْتَزَّ] الظُّلْمَ 
وَ بُثَّ حِبَالَ الْغَشْمِ وَ أَخْمِدْ سُوقَ الْمُنْكَرِ 
وَ أَعِزَّ مَنْ عَنْهُ يَنْزَجِرُ وَ احْصُدْ شَافَةَ أَهْلِ الْجَوْرِ  وَ أَلْبِسْهُمُ الْحَوْرَ بَعْدَ الْكَوْرِ وَ عَجِّلِ 
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩! Tumpaslah 𝘬𝘦𝘻𝘢𝘭𝘪𝘮𝘢𝘯, 
𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘶𝘯𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘪𝘯𝘥𝘢𝘴𝘢𝘯, 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯, berikanlah 𝘬𝘦𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘨𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢, 
𝘤𝘢𝘣𝘶𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘢𝘳 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘭𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘵𝘶𝘵𝘶𝘱𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪𝘢𝘯 kebebasan setelah terbelenggu dengan segera

اللَّهُمَّ إِلَيْهِمُ الْبَيَاتَ وَ أَنْزِلْ عَلَيْهِمُ الْمَثُلَاتِ 
وَ أَمِتْ حَيَاةَ الْمُنْكَرِ لِيُؤْمَنَ الْمَخُوفُ 
وَ يَسْكُنَ الْمَلْهُوفُ وَ يَشْبَعَ الْجَائِعُ- 
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩! 𝘛𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢, 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘢𝘯, 𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳, 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘢𝘮𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘬𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘱𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨, 

وَ يَحْفَظَ الضَّائِعُ وَ يَأْوَى الطَّرِيدُ وَ يَعُودَ الشَّرِيدُ وَ يُغْنَى الْفَقِيرُ وَ يُجَارَ الْمُسْتَجِيرُ وَ يُوَقَّرَ الْكَبِيرُ  وَ يُرْحَمَ الصَّغِيرُ وَ يُعَزَّ الْمَظْلُومُ وَ يُذَلَّ الظَّالِمُ  وَ يُفَرَّجَ الْمَغْمُومُ وَ تَنْفَرِجَ الْغَنَاءُ 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘨𝘢, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘶𝘴𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘳𝘰𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘧𝘢𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱𝘪, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 
𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘪, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘥𝘢𝘴 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 
𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘳, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘻𝘢𝘭𝘪𝘮 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯,  𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 

وَ تَسْكُنَ الدَّهْمَاءُ وَ يَمُوتَ الِاخْتِلَافُ 
وَ يَعْلُوَ الْعِلْمُ وَ يَشْمَلَ السِّلْمُ وَ يُجْمَعَ الشَّتَاتُ وَ يَقْوَى الْإِيمَانُ وَ يُتْلَى الْقُرْآنُ 
إِنَّكَ أَنْتَ الدَّيَّانُ الْمُنْعِمُ الْمَنَّانُ‏
𝘴𝘦𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘭𝘪𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘳𝘯𝘢, 
𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘵𝘢, 
𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘦𝘳𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘵𝘶, 
𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘬𝘰𝘩, 𝘢𝘭-𝘘𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘤𝘢.
𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘔𝘢𝘩𝘢𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘔𝘢𝘩𝘢 𝘗𝘦𝘯𝘤𝘶𝘳𝘢𝘩 𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘶𝘯𝘪𝘢.

Ilahi Amin! Yaa Kariim!!!
Mohon doa agar segera dimunculkan wali-Nya sesegera mungkin!!

"Antara Bagdad dan Karbala, Burung dan Anak Panah"
 Imam Jawad as tinggal selama sehari semalam mengobati rasa sakit akibat racun, dan dia tidak menemukan siapa pun untuk memberinya minum air ...
Detik-detik Kesyahidan Imam Muhammad al-Jawad as
Ikut berduka dengan Syahadahnya di akhir bula Zulqaidah Imam Muhammad bin Ali ArRidho ( Imam jawad as)

Ziarah Imam Jawad as

لسَّلامُ عَلَيْكَ يا وَلِيَّ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Wali Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا حُجَّةَ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Hujjah (bukti) Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا نُورَ اللهِ في ظُلُماتِ الاَْرْضِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Cahaya Allah di tengah kegelapan bumi.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا بْنَ رَسُولِ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai putra Rasulullah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ وَعَلى آبائِكَ
Salam sejahtera atasmu dan atas para leluhurmu.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ وَعَلى اَبْنائِكَ
Salam sejahtera atasmu dan atas anak-anak keturunanmu.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ وَعَلى اَوْلِيائِكَ
Salam sejahtera atasmu dan atas para wali serta kekasihmu.

اَشْهَدُ اَنَّكَ قَدْ اَقَمْتَ الصَّلاةَ
Aku bersaksi bahwa engkau telah menegakkan salat.

وَآتَيْتَ الزَّكاةَ
Dan menunaikan zakat.

وَاَمَرْتَ بِالْمَعْرُوفِ
Dan memerintahkan kepada kebaikan.

وَنَهَيْتَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Dan mencegah dari kemungkaran.

وَتَلَوْتَ الْكِتابَ حَقَّ تِلاوَتِهِ
Dan membaca Kitab Allah dengan bacaan yang sebenar-benarnya.

وَجاهَدْتَ في اللهِ حَقَّ جِهادِهِ
Dan berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

وَصَبَرْتَ عَلَى الاَْذى في جَنْبِهِ حَتّى أتاكَ الْيَقينُ
Dan engkau bersabar atas segala gangguan di jalan-Nya hingga datang kepadamu keyakinan (ajal).

اَتَيْتُكَ زائِراً عارِفاً بِحَقِّكَ
Aku datang menziarahimu dengan mengenal hak dan kedudukanmu.

مُوالِياً لاَِوْلِيائِكَ
Dengan mencintai para kekasihmu.

مُعادِياً لاَِعْدائِكَ
Dan memusuhi musuh-musuhmu.

فَاشْفَعْ لي عِنْدَ رَبِّكَ
Maka berilah syafaat bagiku di sisi Tuhanmu.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا اَبا جَعْفَر مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍّ الْبَرَّ التَّقِيَّ الاِْمامَ الْوَفِيَّ
Salam sejahtera atasmu, wahai Abu Ja‘far Muhammad bin ‘Ali, pribadi yang baik, bertakwa, dan imam yang setia.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الرَّضِيُّ الزَّكِيُّ
Salam sejahtera atasmu, wahai pribadi yang diridhai dan suci.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا وَلِيَّ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Wali Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا نَجِيَّ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai insan pilihan dan dekat dengan Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا سَفيرَ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai utusan Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا سِرَّ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai rahasia Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا ضِياءَ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai cahaya Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا سَناءَ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai sinar kemuliaan Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا كَلِمَةَ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai kalimat Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا رَحْمَةَ اللهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai rahmat Allah.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النُّورُ السّاطِعُ
Salam sejahtera atasmu, wahai cahaya yang bersinar terang.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الْبَدْرُ الطّالِعُ
Salam sejahtera atasmu, wahai bulan purnama yang terbit bercahaya.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الطَّيِّبُ مِنَ الطَّيِّبينَ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang suci dari kalangan orang-orang suci.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الطّاهِرُ مِنَ الْمُطَهَّرينَ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang disucikan dari kalangan mereka yang dimurnikan.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الاْيَةُ الْعُظْمى
Salam sejahtera atasmu, wahai tanda kebesaran Allah yang agung.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الْحُجَّةُ الْكُبْرى
Salam sejahtera atasmu, wahai hujjah Allah yang agung.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الْمُطَهَّرُ مِنَ الزَّلاَّتِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang disucikan dari segala kesalahan.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الْمُنَزَّهُ عَنِ الْمُعْضِلاتِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang dijauhkan dari segala kekurangan dan kesulitan.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الْعَلِيُّ عَنْ نَقْصِ الاَْوْصافِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang luhur dari segala kekurangan sifat.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الرَّضِيُّ عِنْدَ الاَْشْرافِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang diridhai di sisi para manusia mulia.

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا عَمُودَ الدّينِ
Salam sejahtera atasmu, wahai tiang agama.

اَشْهَدُ اَنَّكَ وَلِيُّ اللهِ وَحُجَّتُهُ في اَرْضِهِ
Aku bersaksi bahwa engkau adalah wali Allah dan hujjah-Nya di bumi.

وَاَنَّكَ جَنْبُ اللهِ وَخِيَرَةُ اللهِ
Dan bahwa engkau adalah sisi Allah dan pilihan Allah.

وَمُسْتَوْدَعُ عِلْمِ اللهِ وَعِلْمِ الاَْنْبِياءِ
Dan tempat tersimpannya ilmu Allah serta ilmu para nabi.

وَرُكْنُ الاْيمانِ وَتَرْجُمانُ الْقُرْآنِ
Dan pilar keimanan serta penafsir Al-Qur’an.

وَاَشْهَدُ اَنَّ مَنِ اتَّبَعَكَ عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدى
Aku bersaksi bahwa siapa yang mengikutimu berada di atas kebenaran dan petunjuk.

وَاَنَّ مَنْ اَنْكَرَكَ وَنَصَبَ لَكَ الْعَداوَةَ عَلَى الضَّلالَةِ وَالرَّدى
Dan siapa yang mengingkarimu serta memusuhimu berada dalam kesesatan dan kebinasaan.

اَبْرَءُ اِلَى اللهِ وَاِلَيْكَ مِنْهُمْ في الدُّنْيا وَالاْخِرَةِ
Aku berlepas diri kepada Allah dan kepadamu dari mereka di dunia dan akhirat.

وَاَلسَّلامُ عَلَيْكَ ما بَقيتُ وَبَقِيَ اللَّيْلُ وَالنَّهارُ
Dan salam sejahtera atasmu selama aku masih hidup, dan selama malam serta siang masih berganti.

اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَاَهْلِ بَيْتِهِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.

وَصَلِّ عَلى مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ الزَّكِيِّ التَّقِيِّ
Dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad bin ‘Ali yang suci dan bertakwa.

وَالْبَرِّ الْوَفِيِّ وَالْمُهَذَّبِ التَّقِيِّ
Yang baik, setia, mulia, dan bertakwa.

هادِي الاُْمَّةِ وَوارِثِ الاَْئِمَّةِ
Sang pemberi petunjuk umat dan pewaris para imam.

وَخازِنِ الرَّحْمَةِ وَيَنْبُوعِ الْحِكْمَةِ
Penjaga rahmat dan mata air hikmah.

وَقائِدِ الْبَرَكَةِ
Pemimpin keberkahan.

وَعَديلِ الْقُرْآنِ في الطّاعَةِ
Pendamping Al-Qur’an dalam ketaatan.

وَواحِدِ الاَْوْصِياءِ في الاِْخْلاصِ وَالْعِبادَةِ
Yang paling unggul di antara para washi dalam keikhlasan dan ibadah.

وَحُجَّتِكَ الْعُلْيا وَمَثَلِكَ الاَْعْلى
Hujjah-Mu yang tertinggi dan perumpamaan-Mu yang luhur.

وَكَلِمَتِكَ الْحُسْنى الدّاعي اِلَيْكَ
Kalimat-Mu yang indah yang menyeru kepada-Mu.

وَالدّالِّ عَلَيْكَ
Dan yang menunjukkan jalan menuju-Mu.

الَّذي نَصَبْتَهُ عَلَماً لِعِبادِكَ
Yang Engkau jadikan panji bagi hamba-hamba-Mu.

وَمُتَرْجِماً لِكِتابِكَ
Dan penafsir kitab-Mu.

وَصادِعاً بِاَمْرِكَ
Dan penyampai perintah-Mu.

وَناصِراً لِدينِكَ
Dan penolong agama-Mu.

وَحُجَّةً عَلى خَلْقِكَ
Dan hujjah atas seluruh makhluk-Mu.

وَنُوراً تَخْرُقُ بِهِ الظُّلَمَ
Dan cahaya yang menembus segala kegelapan.

وَقُدْوَةً تُدْرَكُ بِهَا الْهِدايَةُ
Dan teladan yang dengannya petunjuk dapat diraih.

وَشَفيعاً تُنالُ بِهِ الْجَنَّةُ
Dan pemberi syafaat yang dengannya surga diperoleh.

اَللّـهُمَّ وَكَما اَخَذَ في خُشُوعِهِ لَكَ حَظَّهُ
Ya Allah, sebagaimana ia telah mengambil bagian sempurna dalam kekhusyukan kepada-Mu.

وَاسْتَوْفى مِنْ خَشْيَتِكَ نَصيبَهُ
Dan telah menyempurnakan bagiannya dalam rasa takut kepada-Mu.

فَصَلِّ عَلَيْهِ اَضْعافَ ما صَلَّيْتَ عَلى وَلِيٍّ ارْتَضَيْتَ طاعَتَهُ
Maka limpahkanlah shalawat kepadanya berlipat ganda melebihi shalawat kepada wali yang Engkau ridai ketaatannya.

وَقَبِلْتَ خِدْمَتَهُ
Dan Engkau terima pengabdiannya.

وَبَلِّغْهُ مِنّا تَحِيَّةً وَسَلاماً
Sampaikanlah dariku salam dan penghormatan kepadanya.

وَآتِنا في مُوالاتِهِ مِنْ لَدُنْكَ فَضْلاً وَاِحْساناً وَمَغْفِرَةً وَرِضْواناً
Dan karuniakan kepada kami melalui kecintaan kepadanya anugerah, kebaikan, ampunan, dan keridhaan dari sisi-Mu.

اِنَّكَ ذُو الْمَنِّ الْقَديمِ وَالصَّفْحِ الْجَميلِ
Sesungguhnya Engkau adalah Pemilik karunia yang abadi dan ampunan yang


Semoga bermafaat!!!
Mohon Doa!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit