Makna Zulqaidah

๐ŸŒบ๐ŸŒน❤️Makna Zulqaidah❤️๐ŸŒน๐ŸŒบ

1. Bulan Duduk dari Peperangan
    Nama Dzulqa’dah berasal dari kata qa‘ada (ู‚ุนุฏ) yang berarti “duduk” atau “menahan diri”. Pada masa Arab dahulu, mereka menghentikan peperangan pada bulan ini sebagai penghormatan terhadap kesuciannya.

2. Salah Satu Bulan Haram
    Dzulqa’dah termasuk empat bulan haram dalam Al-Qur’an bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Allah berfirman:
    “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan…” (QS. At-Taubah: 36).
    Maknanya: dosa dan kezaliman lebih berat, sedangkan amal saleh lebih dimuliakan.

3. Bulan Persiapan Haji
    Dzulqa’dah menjadi awal persiapan ruhani menuju ibadah haji di Masjidil Haram. Banyak jamaah dahulu mulai safar menuju Makkah pada bulan ini.

4. Makna Menahan Nafsu
    Secara makrifat, “duduk” berarti menenangkan hawa nafsu, amarah, dan syahwat agar hati siap menerima cahaya Ilahi.

5. Bulan Sulh dan Perdamaian
    Dalam sejarah Islam, Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada Dzulqa’dah. Ini menunjukkan keutamaan damai dibanding konflik.

6. Waktu Umrah Nabi
    Banyak umrah Nabi Muhammad dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Karena itu sebagian ulama memandang bulan ini istimewa untuk umrah dan taubat.

7. Pintu Ketenteraman Hati
    Menurut ahli hakikat, Dzulqa’dah melambangkan maqam sukun — keadaan hati yang tenang setelah perjuangan melawan ego dan sebelum naik ke maqam ู‚ุฑุจ (kedekatan dengan Allah).

8. Bulan Muhasabah
    Karena berada sebelum Dzulhijjah, bulan ini dipandang sebagai masa evaluasi diri: memperbaiki niat, membersihkan hati, dan mempersiapkan amal terbaik.

9. Simbol Pengosongan Diri
    Dalam isyarat ruhani, “qa‘ada” juga berarti meninggalkan kesibukan dunia sejenak agar hati duduk bersama Allah dalam dzikir, tafakkur, dan doa.

10. Bulan Rahmat dan Pengabulan Hajat
    Dalam sebagian riwayat dan amalan kaum salihin, Dzulqa’dah dikenal sebagai waktu baik untuk istighfar, shalat taubat, dan memohon hajat karena pintu rahmat Allah dibuka luas bagi orang yang kembali kepada-Nya.

Dzulqa’dah; Bulan Dzulqa’dah adalah bulan pertama dari bulan-bulan haram (suci) yang disebut oleh Allah Yang Mahatinggi dalam Al-Qur’an. Sayyid Ibn Tawus menjelaskan bahwa bulan ini adalah bulan dikabulkannya doa-doa dalam kesulitan.

Nabi Muhammad diriwayatkan menyebutkan pahala besar bagi orang yang mengerjakan shalat khusus pada hari Ahad di bulan Dzulqa’dah. Beliau menjelaskan bahwa taubat mereka akan diterima, dosa-dosa mereka diampuni, orang-orang yang pernah berselisih dengan mereka akan ridha kepada mereka pada Hari Kiamat, mereka diwafatkan dalam iman yang benar, diberi keteguhan dalam agama yang lurus, kuburnya dilapangkan dan diterangi, kedua orang tuanya diridhai, dosa kedua orang tua dan keturunannya diampuni, diberi keluasan rezeki, serta dimudahkan oleh Malaikat Maut ketika ruh keluar dari jasadnya.

Tata Cara Shalatnya
Seseorang mandi pada hari Ahad, lalu berwudu, kemudian melaksanakan shalat empat rakaat.
Pada setiap rakaat dibaca:
* Surah Al-Fatihah sekali
* Surah Al-Ikhlas tiga kali
* Surah Al-Falaq sekali
* Surah An-Nas sekali

Setelah selesai shalat, membaca istighfar sebanyak 100 kali:
ุงَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„ّٰู‡َ
Astaghfirullฤh; Aku memohon ampun kepada Allah.”
Kemudian membaca:
ู„َุง ุญَูˆْู„َ ูˆَ ู„َุง ู‚ُูˆَّุฉَ ุงِู„َّุง ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ْุนَู„ِูŠِّ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…ِ
Lฤ แธฅaula wa lฤ quwwata illฤ billฤhil-‘Aliyyil-‘Aแบ“ฤซm:”Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Setelah itu membaca doa berikut:
ูŠَุง ุนَุฒِูŠْุฒُ ูŠَุง ุบَูَّุงุฑُ
ุงِุบْูِุฑْ ู„ِูŠْ ุฐُู†ُูˆْุจِูŠْ ูˆَ ุฐُู†ُูˆْุจَ ุฌَู…ِูŠْุนِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูˆَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ูَุงِู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠَุบْูِุฑُ ุงู„ุฐُّู†ُูˆْุจَ ุงِู„َّุง ุงَู†ْุชَ
Yฤ ‘Azฤซzu yฤ Ghaffฤr,
ighfir lฤซ dzunลซbฤซ wa dzunลซba jamฤซ‘il-mu’minฤซna wal-mu’minฤt,
fa innahu lฤ yaghfirudz-dzunลซba illฤ anta.
“Wahai Yang Mahaperkasa, Wahai Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosaku dan dosa seluruh mukmin laki-laki dan perempuan, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Disebutkan pula dalam sebuah hadis bahwa berpuasa tiga hari berturut-turut pada bulan haram — yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu — akan memperoleh pahala ibadah sembilan ratus tahun. Ulama besar Ali ibn Ibrahim al-Qummi berkata:”Pahala amal-amal kebaikan, demikian pula hukuman atas amal-amal keburukan, dilipatgandakan pada bulan-bulan haram.”

Makna Dzulqa’dah Menurut Al-Qur’an; 

1, Bulan yang Dimuliakan Allah. Allah menetapkan ada empat bulan haram yang dimuliakan. Dzulqa’dah termasuk di dalamnya.
    “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan…” (QS. At-Taubah: 36)

2, Larangan Berbuat Zalim
    Pada bulan haram, manusia diperintahkan lebih menjaga diri dari dosa dan permusuhan.
    “Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”
    (QS. At-Taubah: 36)

3,Bulan Kedamaian dan Menahan Perang
    Makna Dzulqa’dah berkaitan dengan berhentinya peperangan. Ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an tentang kecenderungan kepada perdamaian.
    “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya.”
    (QS. Al-Anfal: 61)

4, Masa Persiapan Haji
    Dzulqa’dah termasuk bulan-bulan haji (asyhurul hajj).”Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi…”(QS. Al-Baqarah: 197)

5, Ajakan Menjaga Kesucian Hati
    Dalam ayat haji, Allah melarang rafats, kefasikan, dan pertengkaran. Ini menjadi ruh Dzulqa’dah.
    “Tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji.” (QS. Al-Baqarah: 197)

6, Bulan Takwa dan Bekal Ruhani
    Al-Qur’an menekankan bahwa bekal terbaik menuju perjalanan suci adalah takwa.”Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”(QS. Al-Baqarah: 197)

7, Isyarat untuk Duduk Bersama Allah. Secara isyari, makna “qa‘ada” (duduk) mengandung pelajaran untuk berhenti dari kesibukan dunia dan banyak berdzikir.
    “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring…”(QS. Ali ‘Imran: 191)

8, Waktu Memperbanyak Taubat
    Karena bulan haram adalah waktu kemuliaan, Al-Qur’an mengaitkannya dengan peluang kembali kepada Allah.”Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah…”(QS. An-Nur: 31)

9, Bulan Keamanan dan Perlindungan
    Allah menjadikan tanah haram dan bulan-bulan haram sebagai ruang aman bagi manusia.
“Dan barangsiapa memasukinya, niscaya dia aman.”QS. Ali ‘Imran: 97)

10, Ajakan Menuju Kedekatan Ilahi
    Dzulqa’dah menjadi gerbang menuju Dzulhijjah dan hari-hari besar ibadah. Secara Qurani, ini mengajarkan perjalanan mendekat kepada Allah melalui dzikir dan ibadah.”Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kepadamu.”
“QS. Al-Baqarah: 152)

Makna Dzulqa’dah Menurut Hadis

1, Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan. Nabi Muhammad bersabda:”Setahun itu dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram…” lalu beliau menyebut Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.(HR. Bukhari dan Muslim)

2, Amal Saleh Lebih Agung Pahalanya. Dalam riwayat para ulama hadis dijelaskan bahwa amal saleh pada bulan haram lebih besar nilainya, dan dosa pun lebih berat akibatnya.

3, Larangan Memulai Kezaliman dan Permusuhan
    Rasulullah menegaskan kehormatan darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin sebagaimana sucinya hari dan bulan haram. Ini menunjukkan Dzulqa’dah adalah bulan menjaga kedamaian.

4, Bulan Umrah Rasulullah
    Sebagian besar umrah Nabi Muhammad dilakukan pada Dzulqa’dah, seperti Umrah Hudaibiyah, Umrah Qadha, dan Umrah Ji‘ranah. Ini menunjukkan keutamaan ibadah pada bulan tersebut.

5, Bulan Perdamaian dan Sulh
    Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada Dzulqa’dah. Rasulullah menerima perjanjian damai demi maslahat umat, mengajarkan hikmah mengutamakan perdamaian.

6, Waktu Menahan Nafsu dan Amarah. Dalam hadis disebutkan:
    “Orang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi yang mampu menahan marah. Dzulqa’dah secara ruhani dipahami sebagai bulan latihan menahan diri.

7, Bulan Persiapan Menuju Haji
    Para sahabat mulai bersiap menuju haji pada bulan ini. Karena itu Dzulqa’dah dipandang sebagai masa penyucian niat sebelum memasuki puncak ibadah di Dzulhijjah.

8, Keutamaan Taubat dan Istighfar
    Dalam banyak hadis Rasulullah memperbanyak istighfar setiap hari. Para ulama menganjurkan memperbanyak taubat pada bulan-bulan haram termasuk Dzulqa’dah.

9, Bulan Keamanan bagi Musafir dan Jamaah
    Tradisi yang diakui syariat menjadikan bulan haram sebagai masa aman bagi perjalanan menuju Ka’bah dan ibadah.

10, Isyarat Ruhani: Duduk Bersama Allah
    Ahli hadis dan tasawuf mengambil isyarat dari nama Dzulqa’dah sebagai ajakan memperbanyak dzikir, khalwat, tafakkur, dan duduk dalam majelis ilmu agar hati menjadi tenang dan dekat kepada Allah.

Makna Dzulqa’dah Menurut Hadis Ahlul Bayt

1, Bulan Haram yang Dijaga Allah
    Dalam riwayat dari Imam Ja’far ash-Shadiq as  disebutkan bahwa bulan-bulan haram memiliki kehormatan khusus; amal dilipatgandakan dan kezaliman lebih berat akibatnya.

2, Waktu Memperbanyak Taubat
    Riwayat Ahlul Bayt menganjurkan memperbanyak istighfar dan kembali kepada Allah pada bulan-bulan haram. Dzulqa’dah dipandang sebagai pintu penyucian diri sebelum Dzulhijjah.

3, Bulan Keamanan Ruhani
    Menurut riwayat dari Imam Ali, seorang mukmin sejati adalah yang memberi rasa aman kepada manusia. Dzulqa’dah sebagai bulan haram mengajarkan maqam aman lahir dan batin.

4, Persiapan Menuju Haji Makrifat
    Dalam pandangan irfan Ahlul Bayt, haji bukan hanya perjalanan jasad menuju Ka’bah, tetapi perjalanan hati menuju Allah. Dzulqa’dah adalah awal safar ruhani itu.

5, Makna “Duduk” dari Dunia
    Nama Dzulqa’dah diisyaratkan sebagai “duduk” atau berhenti dari kesibukan dunia demi memperhatikan hati dan hubungan dengan Allah.

6, Bulan Dzikir dan Munajat
    Dalam riwayat Ahlul Bayt dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, dan munajat pada waktu-waktu mulia. Dzulqa’dah dipandang sebagai bulan melembutkan hati dengan dzikir.

7, Pintu Ketenangan Hati
    Imam Zainal Abidin dalam munajatnya banyak mengajarkan sakinah dan ketundukan hati. Dzulqa’dah dipahami sebagai bulan memperoleh ketenangan sebelum memasuki musim ibadah besar.

8, Bulan Menahan Nafsu
    Riwayat dari Imam Musa al-Kazhim sangat menekankan sifat menahan amarah dan hawa nafsu. Ini selaras dengan ruh Dzulqa’dah sebagai bulan pengendalian diri.

9, Waktu Memperbaiki Niat
    Dalam hadis Ahlul Bayt, nilai amal sangat tergantung niat. Karena Dzulqa’dah mendahului ibadah haji dan qurban, bulan ini dipandang sebagai masa meluruskan niat dan membersihkan riya.

10,Gerbang Menuju Kedekatan Ilahi
    Menurut ahli irfan dari jalur Ahlul Bayt, Dzulqa’dah adalah maqam “sukun” — ketenangan sebelum fana dalam ibadah dan penghambaan pada hari-hari agung Dzulhijjah. Hati diajak duduk tenang di hadapan Allah sebelum naik menuju maqam ู‚ุฑุจ (kedekatan).

Makna Dzulqa’dah Menurut Para Mufasir

1, Bulan Haram yang Dimuliakan
    Para mufasir seperti Ibnu Katsir dan Ath-Thabari menafsirkan QS. At-Taubah: 36 bahwa Dzulqa’dah termasuk bulan yang Allah muliakan sejak penciptaan langit dan bumi.

2, Larangan Kezaliman Lebih Ditekankan
    Dalam tafsir QS. At-Taubah: 36, para mufasir menjelaskan bahwa maksiat pada bulan haram lebih berat dosanya karena kehormatan waktunya.

3, Amal Saleh Dilipatgandakan
    Banyak ahli tafsir menerangkan bahwa sebagaimana dosa diperberat, amal saleh pada Dzulqa’dah juga lebih besar nilainya di sisi Allah.

4, Masa Aman dan Perdamaian
    Para mufasir menjelaskan hikmah bulan haram adalah menjaga keamanan manusia, khususnya musafir dan jamaah menuju Ka’bah.

5, Termasuk Bulan Haji
    Dalam tafsir QS. Al-Baqarah: 197, para mufasir menerangkan bahwa “bulan-bulan yang dimaklumi” mencakup Syawwal, Dzulqa’dah, dan awal Dzulhijjah.

6, Bulan Pendidikan Akhlak
    Tafsir ayat haji menekankan larangan rafats, fusuq, dan jidal. Para mufasir melihat Dzulqa’dah sebagai latihan membersihkan akhlak sebelum puncak ibadah.

7, Makna Menahan Diri
    Sebagian ahli bahasa dan tafsir menghubungkan nama Dzulqa’dah dengan meninggalkan peperangan dan menahan hawa nafsu.

8, Isyarat Persiapan Ruhani
    Mufasir irfani memandang Dzulqa’dah sebagai fase persiapan hati sebelum memasuki musim pengorbanan dan kedekatan kepada Allah di Dzulhijjah.

9, Bulan Muhasabah dan Taubat
    Dalam penjelasan ayat-ayat taubat, sebagian mufasir menyebut bulan-bulan haram sebagai waktu terbaik untuk introspeksi dan kembali kepada Allah.

10, Simbol Kesucian Waktu
    Para mufasir menjelaskan bahwa Allah memilih sebagian tempat, manusia, dan waktu untuk dimuliakan. Dzulqa’dah menjadi simbol bahwa waktu pun memiliki kesucian yang harus dihormati dengan ibadah dan adab.

Makna Dzulqa’dah Menurut Mufasir Ahlul Bayt

1, Bulan Haram dengan Cahaya Kesucian
    Mufasir Ahlul Bayt seperti Allamah Thabathaba’i dalam tafsir Al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an menjelaskan bahwa bulan-bulan haram adalah ketetapan Ilahi untuk menjaga kesucian hidup manusia lahir dan batin.

2, Larangan Menzalimi Jiwa
    Tafsir QS. At-Taubah: 36 menurut ulama Ahlul Bayt tidak hanya bermakna larangan menzalimi orang lain, tetapi juga larangan merusak ruh sendiri dengan dosa dan kelalaian.

3, Waktu Penyucian Hati
    Dzulqa’dah dipandang sebagai masa tazkiyatun nafs — membersihkan hati sebelum memasuki musim haji dan ู‚ุฑุจ kepada Allah.

4, Bulan Persiapan Safar Ilahi
    Dalam tafsir irfani Ahlul Bayt, perjalanan haji memiliki dimensi batin. Dzulqa’dah adalah awal perjalanan hati meninggalkan dunia menuju Allah.

5, Makna “Duduk” di Hadapan Allah
    Nama Dzulqa’dah diisyaratkan sebagai maqam “duduk tenang” bersama dzikir dan tafakkur; berhenti dari kegaduhan nafsu agar hati mendengar cahaya hidayah.

6, Masa Menahan Peperangan Lahir dan Batin
    Para mufasir Ahlul Bayt memandang larangan perang pada bulan haram juga sebagai simbol meninggalkan perang batin: amarah, hasad, kesombongan, dan ego.

7, Pintu Rahmat dan Ampunan
    Dalam penafsiran ayat-ayat taubat, bulan-bulan haram dipahami sebagai waktu terbukanya rahmat Allah bagi orang yang kembali dengan hati yang ikhlas.

8, Isyarat kepada Keamanan Wilayah Wilayah Ruhani
    Sebagaimana Ka’bah adalah tempat aman, hati mukmin juga harus menjadi “haram Allah” yang dijaga dari dosa dan kegelapan.

9, Bulan Dzikir dan Wilayah
    Mufasir Ahlul Bayt menekankan bahwa kemuliaan waktu harus diisi dengan dzikir, ma’rifat, doa, dan keterhubungan dengan wilayah ruhani Ahlul Bayt.

10, Gerbang Menuju Maqam Qurban dan Fana
    Dalam tafsir hakikat, Dzulqa’dah adalah maqam persiapan sebelum Dzulhijjah: hati belajar diam, tunduk, dan berserah sebelum mencapai maqam pengorbanan total kepada Allah.

Makna Dzulqa’dah Menurut Ahli Makrifat

1, Bulan “Duduk” Bersama Allah
    Ahli makrifat memandang Dzulqa’dah sebagai bulan qu‘ud ma‘Allah — duduk hati bersama Allah dalam dzikir, tafakkur, dan keheningan batin.

2, Maqam Diamnya Nafsu
    Kata qa‘ada dipahami sebagai berhentinya gejolak hawa nafsu. Pada maqam ini, hati mulai tenang dan tidak lagi dikuasai syahwat dunia.

3, Awal Safar Ruhani
    Dzulqa’dah dianggap pintu perjalanan menuju Allah sebelum memasuki rahasia Dzulhijjah. Seorang salik mulai membersihkan niat dan hati.

4, Bulan Khalwat Batin
    Para arif melihat bulan ini sebagai waktu memperbanyak uzlah, munajat, dan mengurangi keterikatan pada hiruk-pikuk dunia.

5, Masa Penyucian Cermin Hati
    Hati diibaratkan cermin. Dalam Dzulqa’dah, seorang hamba menghilangkan karat dosa melalui istighfar agar cahaya Ilahi dapat memantul di dalamnya.

6, Maqam Sukun dan Sakinah
    Ahli makrifat menyebut Dzulqa’dah sebagai bulan sakinah — ketenangan yang turun ketika hati berhenti dari pertentangan dengan takdir Allah.

7 “Perang Batin”
    Jika lahiriah bulan ini dahulu menghentikan perang, maka batiniahnya adalah menghentikan perang ego: iri, sombong, marah, cinta pujian, dan ambisi dunia.

8, Bulan Mendengar Suara Ruh
    Dalam keheningan Dzulqa’dah, hati lebih mudah mendengar ilham kebaikan dan panggilan fitrah yang selama ini tertutup kesibukan dunia.

9, Persiapan Menuju Qurban Hakiki
    Sebelum pengorbanan Nabi Ibrahim pada musim haji diperingati, ahli makrifat mengajarkan agar seseorang terlebih dahulu mengorbankan ego dan keterikatan dirinya.

10, Gerbang Fana dan Kedekatan
    Dzulqa’dah dipandang sebagai gerbang menuju maqam fana: saat hati mulai “duduk” dalam kehadiran Allah, hingga perlahan lenyap dari keakuan dan hidup dengan cahaya-Nya.

Makna Dzulqa’dah Menurut Ahli Hakikat Ahlul Bayt

1, Maqam “Duduk” di Hadapan Allah
    Ahli hakikat Ahlul Bayt memandang Dzulqa’dah sebagai maqam qu‘ud baina yadaillah — keadaan hati yang duduk penuh adab di hadapan Allah, tanpa kesombongan dan tanpa keakuan.

2, Berhentinya Perjalanan Nafsu
    Kata qa‘ada diisyaratkan sebagai berhentinya dominasi nafs al-ammarah. Hati mulai keluar dari kegelisahan dunia menuju ketenangan ruhani.

3, Awal Safar Wilayah
    Dalam irfan Ahlul Bayt, Dzulqa’dah adalah awal perjalanan menuju wilayah Ilahi melalui cinta dan ma’rifat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.

4, Bulan Penyucian Sirr (Rahasia Hati)
    Ahli hakikat menjelaskan bahwa sebelum memasuki rahasia Dzulhijjah, seorang salik harus membersihkan sirr (inti batin) dari riya, ujub, dan cinta dunia.

5, Meninggalkan Perang Batin
    Larangan perang pada bulan haram dipahami secara batin sebagai meninggalkan permusuhan terhadap sesama dan menghentikan perang ego di dalam diri.

6, Maqam Sukun sebelum Tajalli
    Dalam hakikat Ahlul Bayt, ketenangan Dzulqa’dah dipandang sebagai keadaan sebelum turunnya tajalli (penyingkapan cahaya Ilahi). Hati harus tenang agar mampu menerima nur.

7, Bulan Khalwat dan Munajat
    Para arif dari jalur Ahlul Bayt memperbanyak munajat, dzikir, dan khalwat pada bulan ini agar hati lebih dekat kepada rahasia Ilahi.

8, Gerbang Menuju Pengorbanan Hakiki
    Dzulqa’dah dipandang sebagai persiapan menuju maqam qurban Nabi Ibrahim — bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego dan keterikatan selain Allah.

9, Isyarat kepada Hati sebagai Haram Allah
    Sebagaimana Ka’bah adalah tanah haram, hati mukmin menurut ahli hakikat adalah “haram Allah” yang tidak boleh dimasuki selain cinta kepada-Nya.

10, Maqam Fana dalam Ketaatan
    Puncak hakikat Dzulqa’dah adalah melemahnya rasa “aku” dan lahirnya ketundukan total kepada kehendak Allah melalui jalan wilayah dan cahaya Ahlul Bayt.

Kisah dan Cerita tentang Dzulqa’dah

1, Perjanjian Damai Hudaibiyah
    Pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 Hijriah, Nabi Muhammad bersama para sahabat berangkat untuk umrah menuju Ka’bah. Namun kaum Quraisy menghalangi mereka di Hudaibiyah. Meski tampak berat, Rasulullah menerima perdamaian melalui Perjanjian Hudaibiyah. Dari perjanjian itu, Islam justru berkembang luas.

2, Umrah Qadha yang Mengharukan
    Setahun setelah Hudaibiyah, Rasulullah dan kaum muslimin akhirnya memasuki Makkah untuk melaksanakan umrah pada Dzulqa’dah. Banyak sahabat menangis haru ketika kembali melihat Ka’bah setelah lama terusir.

3, Umrah Nabi yang Berulang di Dzulqa’dah
    Sebagian besar umrah Nabi Muhammad dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Para ulama melihat ini sebagai isyarat bahwa bulan tersebut penuh rahmat dan persiapan ruhani.

4, Perjalanan Sunyi Para Jamaah Haji
    Pada zaman dahulu, para jamaah mulai meninggalkan kampung halaman sejak Dzulqa’dah. Mereka berjalan berbulan-bulan melintasi padang pasir sambil berdzikir dan membaca talbiyah menuju tanah suci.

5, Kisah Taubat Seorang Pendosa
    Dalam kisah para salihin, ada seorang lelaki yang selalu bermaksiat lalu mendengar kemuliaan bulan haram. Pada Dzulqa’dah ia memperbanyak istighfar dan menangis setiap malam hingga hidupnya berubah menjadi ahli ibadah.

6, Imam Ali dan Kedamaian Hati
    Diriwayatkan bahwa Imam Ali as sangat mencintai perdamaian dan keadilan. Para ahli hikmah mengaitkan akhlak beliau dengan ruh Dzulqa’dah: menghentikan permusuhan dan memadamkan api ego.

7, Munajat Imam Zainal Abidin
    Imam Zainal Abidin as dikenal memperpanjang munajat dan tangisan kepada Allah pada malam-malam mulia. Para arif mencontoh beliau dengan memperbanyak doa pada Dzulqa’dah.

8, Kisah Pedagang yang Mengurungkan Kezaliman
    Dikisahkan seorang pedagang Arab hendak menipu dalam perdagangan, namun ketika diingatkan bahwa itu bulan haram, ia membatalkan niat buruknya dan memilih kejujuran demi keberkahan.

9, Uzlah Seorang Arif
    Seorang ahli makrifat menghabiskan Dzulqa’dah di tempat sunyi, mengurangi bicara dan memperbanyak dzikir. Muridnya bertanya mengapa. Ia menjawab, “Ini bulan duduk bersama Allah sebelum datang musim ู‚ุฑุจ (kedekatan).”

10, Tangisan di Depan Ka’bah
    Banyak kisah jamaah yang pertama kali melihat Ka’bah pada musim Dzulqa’dah lalu menangis tanpa sadar. Mereka merasa seolah Allah memanggil pulang hati yang lama tersesat.

Manfaat Dzulqa’dah dan Doanya

1, Melembutkan Hati
    Dzulqa’dah adalah waktu baik untuk memperbanyak dzikir dan istighfar agar hati menjadi lembut dan mudah menerima hidayah.
    Doa:       ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ู„َูŠِّู†ْ ู‚َู„ْุจِูŠْ ุจِุฐِูƒْุฑِูƒَ
    Allฤhumma layyin qalbฤซ bi dzikrik
    “Ya Allah, lembutkan hatiku dengan dzikir kepada-Mu.”

2, Menghapus Dosa dan Kesalahan
    Bulan haram menjadi waktu utama untuk taubat dan memohon ampunan.
    Doa:     ุงَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَ ุงَุชُูˆْุจُ ุงِู„َูŠْู‡ِ
    Astaghfirullฤha wa atลซbu ilaih
    “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

3, Menenangkan Jiwa
    Ruh Dzulqa’dah adalah ketenangan dan penghentian pertikaian lahir maupun batin.
    Doa:     ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุงَู†ْุฒِู„ِ ุงู„ุณَّูƒِูŠْู†َุฉَ ูِูŠْ ู‚َู„ْุจِูŠْ
    Allฤhumma anzilis-sakฤซnata fฤซ qalbฤซ
    “Ya Allah, turunkan ketenangan ke dalam hatiku.”

4, Memudahkan Hajat
    Banyak ulama dan salihin memperbanyak doa pada bulan haram untuk kebutuhan hidup dan akhirat.
Doa:       ูŠَุง ู‚َุงุถِูŠَ ุงู„ْุญَุงุฌَุงุชِ ุงِู‚ْุถِ ุญَุงุฌَุชِูŠْ
    Yฤ Qฤdiyal-แธฅฤjฤt iqแธi แธฅฤjatฤซ
    “Wahai Pengabul segala hajat, kabulkan kebutuhanku.”

5, Menguatkan Kedekatan kepada Allah
    Bulan ini menjadi latihan ruhani sebelum memasuki musim haji dan ibadah besar.
    Doa:       ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ู‚َุฑِّุจْู†ِูŠْ ุงِู„َูŠْูƒَ
    Allฤhumma qarribnฤซ ilaik
    “Ya Allah, dekatkan aku kepada-Mu.”

6, Membersihkan Hati dari Hasad dan Amarah
    Dzulqa’dah mengajarkan menghentikan perang batin.   
    Doa:
    ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุทَู‡ِّุฑْ ู‚َู„ْุจِูŠْ ู…ِู†َ ุงู„ْุญَุณَุฏِ ูˆَ ุงู„ْุบَุถَุจِ
    Allฤhumma แนญahhir qalbฤซ minal-แธฅasadi wal-ghaแธab
    “Ya Allah, sucikan hatiku dari iri dan amarah.”

7, Mendapat Keberkahan Rezeki
    Amal dan kebaikan pada bulan haram diyakini membawa keberkahan hidup.
    Doa:     ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุจَุงุฑِูƒْ ู„ِูŠْ ูِูŠْ ุฑِุฒْู‚ِูŠْ
    Allฤhumma bฤrik lฤซ fฤซ rizqฤซ
    “Ya Allah, berkahilah rezekiku.”

8, Menguatkan Istiqamah Ibadah
    Dzulqa’dah menjadi masa latihan sebelum hari-hari utama Dzulhijjah. 
    Doa:  ูŠَุง ู…ُู‚َู„ِّุจَ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆْุจِ ุซَุจِّุชْ ู‚َู„ْุจِูŠْ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠْู†ِูƒَ
    Yฤ Muqallibal-qulลซb tsabbit qalbฤซ ‘alฤ dฤซnik
    “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.”

9, Membuka Cahaya Makrifat
    Ahli irfan memperbanyak tafakkur pada bulan ini agar hati menerima cahaya Ilahi.
    Doa:    ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ู†َูˆِّุฑْ ู‚َู„ْุจِูŠْ ุจِู†ُูˆْุฑِ ู…َุนْุฑِูَุชِูƒَ
    Allฤhumma nawwir qalbฤซ binลซri ma‘rifatik
    “Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya makrifat-Mu.”

10, Mendapat Perlindungan Allah
    Dzulqa’dah termasuk bulan perlindungan dan keamanan.
    Doa:     ุญَุณْุจِูŠَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَ ู†ِุนْู…َ ุงู„ْูˆَูƒِูŠْู„ُ
    แธคasbiyallฤhu wa ni‘mal-wakฤซl
    “Cukuplah Allah menjadi penolong dan pelindungku.”

Hari-Hari Penting di Dzulqa’dah

1, Tanggal 11 Dzulqa’dah
Pada tanggal 11 Dzulqa’dah tahun 148 H, lahirlah Imam Ali ar-Ridha as.
Beliau dikenal sebagai imam ilmu, kelembutan, dan kemuliaan akhlak. Banyak pecinta Ahlul Bayt menjadikan hari ini sebagai waktu bersyukur, bershalawat, dan mengenang cahaya ilmu beliau.

2, Malam 15 Dzulqa’dah
Malam kelima belas Dzulqa’dah adalah malam yang penuh berkah. Pada malam ini Allah Yang Mahatinggi memandang hamba-hamba-Nya yang beriman dengan pandangan rahmat. Menurut sebuah riwayat dari Nabi Muhammad saw, orang yang beribadah pada malam ini akan memperoleh pahala seperti seratus orang yang berpuasa, beri‘tikaf di masjid, dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah.
Karena itu, sangat dianjurkan untuk memanfaatkan malam ini dengan:
* shalat,
* dzikir,
* membaca Al-Qur’an,
* istighfar,
* munajat,
* dan memohon hajat kepada Allah.
Disebutkan pula bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya pada malam tersebut.

3, Tanggal 23 Dzulqa’dah
Pada tanggal 23 Dzulqa’dah tahun 200 H, menurut sebagian riwayat, Imam Ali ar-Ridha as wafat syahid.
Karena itu, hari ini dikenal sebagai waktu yang dianjurkan untuk berziarah kepada beliau, baik secara langsung maupun dari kejauhan.
Sayyid Ibn Tawus dalam Iqbal al-A’mal menyebutkan bahwa beliau menemukan keterangan dari sebagian ulama non-Arab bahwa dianjurkan menziarahi makam suci Imam ar-Ridha pada tanggal 23 Dzulqa’dah, baik dari dekat maupun jauh, dengan membaca salah satu ziarah yang masyhur atau doa ziarah lainnya.

4, Hari Terakhir Dzulqa’dah
Pada hari terakhir bulan Dzulqa’dah tahun 220 H, Imam Muhammad al-Jawad as syahid. Beliau diracun oleh penguasa Abbasiyah, Al-Mu’tasim Billah. Peristiwa itu terjadi sekitar dua setengah tahun setelah wafatnya Al-Ma’mun. Sebelumnya, Imam al-Jawad as telah mengisyaratkan hal tersebut dengan sabdanya: “Kelapangan akan datang tiga puluh bulan setelah kematian al-Ma’mun.”
Ucapan ini menunjukkan besarnya tekanan, penderitaan, dan ujian yang dialami beliau selama hidup di bawah kekuasaan Abbasiyah. Bahkan, beliau memandang wafatnya sebagai bentuk kelegaan dari penderitaan dunia. Demikian pula ayah beliau, Imam Ali ar-Ridha as, mengalami kesedihan dan tekanan berat ketika dijadikan putra mahkota oleh al-Ma’mun. Disebutkan bahwa setiap selesai kembali dari masjid pada hari Jumat, Imam ar-Ridha mengangkat kedua tangannya ke langit dalam keadaan penuh keringat dan debu, lalu berdoa:”Ya Tuhanku, jika kematian adalah kelapanganku, maka segerakanlah saat kematianku.”
Beliau terus hidup dalam kesedihan dan tekanan hingga akhirnya wafat syahid. Imam Muhammad al-Jawad as hidup sekitar dua puluh lima tahun lebih beberapa bulan saja. Makam sucinya berada tepat di belakang makam kakeknya, Imam Musa al-Kazhim, di Masjid Al-Kazimiyyah.

10 Peristiwa yang Terjadi di Dzulqa’dah Menurut Riwayat dan Tradisi Ahlul Bayt

1, Kelahiran Imam Ali ar-Ridha as
    Pada 11 Dzulqa’dah tahun 148 H lahir Imam ar-Ridha, sosok yang dikenal sebagai lautan ilmu, kelembutan, dan hujjah Allah di zamannya.

2, Syahadah Imam Muhammad al-Jawad as
    Pada akhir Dzulqa’dah tahun 220 H, Imam al-Jawad syahid karena diracun oleh Al-Mu’tasim Billah.

3, Syahadah Imam Ali ar-Ridha menurut sebagian riwayat
    Sebagian riwayat menyebutkan bahwa beliau wafat syahid pada 23 Dzulqa’dah tahun 200 H.

4, Perjanjian Hudaibiyah
    Terjadi pada Dzulqa’dah tahun 6 H. Dalam pandangan Ahlul Bayt, perjanjian ini adalah kemenangan ruhani dan politik besar bagi Islam meski tampak seperti pengorbanan lahiriah.

5, Umrah Rasulullah
    Sebagian besar umrah Nabi Muhammad dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Para imam Ahlul Bayt memandangnya sebagai bulan persiapan ruhani menuju haji.

6, Awal Perjalanan Haji
    Pada bulan ini para jamaah mulai bergerak menuju Ka’bah. Dalam irfan Ahlul Bayt, ini melambangkan perjalanan hati menuju Allah.

7, Malam 15 Dzulqa’dah sebagai Malam Rahmat
    Dalam sejumlah riwayat disebutkan malam pertengahan Dzulqa’dah adalah malam penuh rahmat dan pengabulan doa bagi orang yang beribadah.

8, Amalan Ahad Dzulqa’dah
    Dalam tradisi doa dan ibadah Ahlul Bayt terdapat shalat khusus hari Ahad Dzulqa’dah untuk taubat, pengampunan dosa, dan keluasan rezeki.

9, Hari Dahwul Ardhi (25 Dzulqa’dah)
    Menurut riwayat Ahlul Bayt, bumi dihamparkan dari bawah Ka’bah pada tanggal 25 Dzulqa’dah. Hari ini dianggap sangat mulia untuk puasa, doa, dan ibadah.

10, Hari-Hari Munajat dan Khalwat Ruhani
    Para imam Ahlul Bayt dan kaum arifin memperbanyak dzikir, doa, dan munajat pada Dzulqa’dah karena bulan ini dipandang sebagai bulan sakinah, taubat, dan persiapan menuju musim ู‚ุฑุจ (kedekatan kepada Allah). 

Dalam tradisi dan riwayat Ahlul Bayt memang disebutkan beberapa peristiwa agung di bulan Dzulqa’dah, khususnya pada tanggal 21–25 Dzulqa’dah. 
Berikut ringkasannya:

21 Dzulqa’dah — Kelahiran Nabi Isa menurut sebagian riwayat
    Sebagian riwayat dan tradisi menyebut kelahiran Nabi Isa terjadi pada bulan Dzulqa’dah, meskipun ada perbedaan pendapat tentang tanggal pastinya. Dalam sebagian literatur irfani dan doa Syiah disebut sekitar 21 atau 25 Dzulqa’dah.

25 Dzulqa’dah — Kelahiran Nabi Ibrahim
    Dalam riwayat dari Imam Ali ar-Ridha disebutkan bahwa Nabi Ibrahim dilahirkan pada 25 Dzulqa’dah.  
25 Dzulqa’dah — Kelahiran Nabi Isa menurut riwayat Imam Ridha
    Dalam riwayat yang dinukil dari Imam Ridha disebutkan:
    “Pada malam 25 Dzulqa’dah, Nabi Ibrahim dilahirkan, Nabi Isa putra Maryam dilahirkan…”  
25 Dzulqa’dah — Hari Dahwul Ardhi (Dihamparkannya Bumi)
    Menurut riwayat Ahlul Bayt, bumi mulai dihamparkan dari bawah Ka’bah pada hari ini. Karena itu hari tersebut disebut Dahwul Ardhi.  

Turunnya Rahmat Allah ke Bumi
    Dalam riwayat disebutkan rahmat Ilahi tersebar luas pada hari Dahwul Ardhi dan doa-doa lebih mudah dikabulkan.  

Hari Mustajab untuk Puasa dan Ibadah
    Riwayat Ahlul Bayt menyebut puasa 25 Dzulqa’dah memiliki pahala sangat besar, bahkan disamakan dengan puluhan tahun ibadah.  

Keluarnya Imam Ali ar-Ridha dari Madinah menuju Khurasan (Iran)
    Dalam sebagian catatan sejarah Syiah disebut Imam Ridha dipanggil secara paksa oleh Al-Ma’mun dari Madinah menuju Khurasan pada bulan Dzulqa’dah tahun 200 H. Perjalanan ini menjadi awal keterasingan dan akhirnya syahadah beliau.  

Isyarat Kemunculan Imam Mahdi af
    Dalam sebagian riwayat dari Imam Ridha disebutkan bahwa pada hari Dahwul Ardhi terdapat isyarat dan hubungan ruhani dengan kemunculan al-Qa’im (Imam Mahdi).  

Hari Penyebaran Kehidupan di Bumi
    Ahli hakikat Ahlul Bayt memandang Dahwul Ardhi bukan sekadar penciptaan fisik bumi, tetapi awal terbukanya kehidupan, rahmat, dan cahaya hidayah bagi manusia.

Hari Safar Ruhani Para Nabi dan Wali
    Karena terkait Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Ka’bah, dan Imam Ridha, bulan Dzulqa’dah dipandang dalam irfan Ahlul Bayt sebagai bulan perjalanan ruhani: keluar dari keterikatan dunia menuju Allah.

Doa Ziarah Imam Ali Ridho as

َู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَู„ِูŠَّ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Waliyyallฤh

Salam sejahtera atasmu wahai wali (kekasih) Allah
Makrifat:
“Wali Allah” adalah insan yang tenggelam dalam kehendak Ilahi; dirinya menjadi cermin sifat-sifat Allah di bumi.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุญُุฌَّุฉَ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ แธคujjatallฤh

Salam atasmu wahai hujjah (bukti) Allah
Makrifat:
Hujjah adalah bukti hidup—kehadirannya menjadi dalil nyata bagi manusia menuju kebenaran.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ู†ُูˆุฑَ ุงู„ู„ู‡ِ ูِูŠ ุธُู„ُู…َุงุชِ ุงู„ุฃَุฑْุถِ

As-salฤmu ‘alayka yฤ Nลซrallฤhi fฤซ แบ“ulumฤti al-arแธ

Salam atasmu wahai cahaya Allah di tengah kegelapan bumi
Makrifat:
Nur adalah cahaya petunjuk batin yang menerangi hati dari kegelapan nafsu dan kebodohan.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุนَู…ُูˆุฏَ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ

As-salฤmu ‘alayka yฤ ‘Amลซda ad-dฤซn

Salam atasmu wahai tiang agama
Makrifat:
Imam adalah penyangga agama; dengannya agama tetap tegak dalam zahir dan batin.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ุขุฏَู…َ ุตَูْูˆَุฉِ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha ฤ€dama แนฃafwatillฤh

Salam atasmu wahai pewaris Adam, pilihan Allah
Makrifat:
Warisan Adam adalah ilmu asma—pengetahuan rahasia nama-nama Ilahi.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ู†ُูˆุญٍ ู†َุจِูŠِّ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Nลซแธฅin Nabiyyillฤh

Salam atasmu wahai pewaris Nuh, nabi Allah
Makrifat:
Warisan Nuh adalah kesabaran panjang dalam dakwah di tengah penolakan.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุฎَู„ِูŠู„ِ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Ibrฤhฤซma Khalฤซlillฤh

Salam atasmu wahai pewaris Ibrahim, kekasih Allah
Makrifat:
Warisan Ibrahim adalah tauhid murni dan pengorbanan total kepada Allah.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ุฅِุณْู…َุงุนِูŠู„َ ุฐَุจِูŠุญِ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Ismฤ‘ฤซla Dhabฤซแธฅillฤh

Salam atasmu wahai pewaris Ismail, yang dikorbankan karena Allah
Makrifat:
Melambangkan kepasrahan mutlak terhadap kehendak Ilahi.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ู…ُูˆุณَู‰ ูƒَู„ِูŠู…ِ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Mลซsฤ Kalฤซmullฤh

Salam atasmu wahai pewaris Musa, yang berbicara dengan Allah
Makrifat:
Warisan Musa adalah kedekatan dialog spiritual dengan Tuhan.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ุนِูŠุณَู‰ ุฑُูˆุญِ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha ‘ฤชsฤ Rลซแธฅullฤh

Salam atasmu wahai pewaris Isa, ruh dari Allah
Makrifat:
Simbol kehidupan ruhani dan penyucian jiwa.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Muแธฅammadin Rasลซlillฤh

Salam atasmu wahai pewaris Muhammad, Rasul Allah
Makrifat:
Warisan Nabi adalah kesempurnaan akhlak dan syariat.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ุฃَู…ِูŠุฑِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุนَู„ِูŠٍّ ูˆَู„ِูŠِّ ุงู„ู„ู‡

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Amฤซril-Mu’minฤซn ‘Aliyyin Waliyyillฤh

Salam atasmu wahai pewaris Ali, pemimpin orang beriman
Makrifat:
Warisan Ali adalah ilmu batin dan keadilan Ilahi.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ูَุงุทِู…َุฉَ ุงู„ุฒَّู‡ْุฑَุงุกِ

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha Fฤแนญimata az-Zahrฤ’

Salam atasmu wahai pewaris Fatimah Az-Zahra
Makrifat:
Warisan Fatimah adalah kesucian dan cahaya Ilahi (nur).

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَุงุฑِุซَ ุงู„ْุญَุณَู†ِ ูˆَุงู„ْุญُุณَูŠْู†ِ

As-salฤmu ‘alayka yฤ Wฤritha al-แธคasan wal-แธคusayn

Salam atasmu wahai pewaris Hasan dan Husain
Makrifat:
Hasan melambangkan perdamaian, Husain melambangkan pengorbanan; keduanya menyatu dalam kesempurnaan.

ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّูƒَ ู‚َุฏْ ุฃَู‚َู…ْุชَ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉَ ูˆَุขุชَูŠْุชَ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ…

Ashhadu annaka qad aqamta aแนฃ-แนฃalฤh wa ฤtayta az-zakฤh…

Aku bersaksi bahwa engkau telah menegakkan shalat dan menunaikan zakat…
Makrifat:
Kesaksian ini adalah pengakuan bahwa Imam adalah perwujudan hidup dari syariat dan hakikat.

ุฃَู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠَุง ุฃَุจَุง ุงู„ْุญَุณَู†ِ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

As-salฤmu ‘alayka yฤ Abฤ al-แธคasan wa raแธฅmatullฤhi wa barakฤtuh

Salam atasmu wahai Aba al-Hasan, serta rahmat dan berkah Allah
Makrifat:
Penutup ini menyempurnakan adab: salam (keselamatan), rahmat (kasih Ilahi), dan barakah (kelimpahan cahaya).

Munajat Imam Muhammad Jawad as Agar Segera Ditumpas ๐—ž๐—ฒ๐˜‡๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป dan Kebenaran Ditegakkan๐Ÿคฒ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿคฒ

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญู…ู† ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ
ุงَู„ู„ّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ
Dengan Asma Allah 
yang Maha kasih dan Maha Sayang
Ya Allah: Sampaikan Sholawat kepada Nabi Muhammad dan Keluarga Nabi Muhammad

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّ ุธُู„ْู…َ ุนِุจَุงุฏِูƒَ ู‚َุฏْ ุชَู…َูƒَّู†َ ูِูŠ ุจِู„َุงุฏِูƒَ 
ุญَุชَّู‰‏ ุฃَู…َุงุชَ ุงู„ْุนَุฏْู„َ ูˆَ ู‚َุทَุนَ ุงู„ุณُّุจُู„َ 
ูˆَ ู…َุญَู‚َ ุงู„ْุญَู‚َّ ูˆَ ุฃَุจْุทَู„َ ุงู„ุตِّุฏْู‚َ 
ูˆَ ุฃَุฎْูَู‰ ุงู„ْุจِุฑَّ ูˆَ ุฃَุธْู‡َุฑَ ุงู„ุดَّุฑَّ ูˆَ ุฃَุญْู…َุฏَ ุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ 
๐˜ ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ! ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข-๐˜”๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช-๐˜”๐˜ถ, Sehingga; 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, 

ูˆَ ุฃَุฒَุงู„َ ุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ูˆَ ุฃَุฒَุงุญَ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَ ูˆَ ุฃَุซْุจَุชَ ุงู„ุถَّูŠْุฑَ 
ูˆَ ุฃَู†ْู…َู‰ ุงู„ْูَุณَุงุฏَ ูˆَ ู‚َูˆَّู‰ ุงู„ْุนِู†َุงุฏَ 
ูˆَ ุจَุณَุทَ ุงู„ْุฌَูˆْุฑَ  ูˆَ ุนَุฏَู‰ ุงู„ุทَّูˆْุฑَ 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จhapus kebaikan 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข, 
๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ูŠَุง ุฑَุจِّ ู„َุง ูŠَูƒْุดِูُ ุฐَู„ِูƒَ ุฅِู„َّุง ุณُู„ْุทَุงู†ُูƒَ 
ูˆَ ู„َุง ูŠُุฌِูŠุฑُ ู…ِู†ْู‡ُ ุฅِู„َّุง ุงู…ْุชِู†َุงู†ُูƒَ 
๐˜ ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜บ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ! 
๐˜›๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ-๐˜”๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข-๐˜”๐˜ถ. 

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฑَุจِّ ูَุงุจْุชُุฑِ [ูَุงุจْุชَุฒَّ] ุงู„ุธُّู„ْู…َ 
ูˆَ ุจُุซَّ ุญِุจَุงู„َ ุงู„ْุบَุดْู…ِ ูˆَ ุฃَุฎْู…ِุฏْ ุณُูˆู‚َ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ 
ูˆَ ุฃَุนِุฒَّ ู…َู†ْ ุนَู†ْู‡ُ ูŠَู†ْุฒَุฌِุฑُ ูˆَ ุงุญْุตُุฏْ ุดَุงูَุฉَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَูˆْุฑِ  ูˆَ ุฃَู„ْุจِุณْู‡ُู…ُ ุงู„ْุญَูˆْุฑَ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْูƒَูˆْุฑِ ูˆَ ุนَุฌِّู„ِ 
๐˜ ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ! Tumpaslah ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ป๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ, 
๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, berikanlah ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, 
๐˜ค๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ kebebasan setelah terbelenggu dengan segera

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْุจَูŠَุงุชَ ูˆَ ุฃَู†ْุฒِู„ْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْู…َุซُู„َุงุชِ 
ูˆَ ุฃَู…ِุชْ ุญَูŠَุงุฉَ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ู„ِูŠُุคْู…َู†َ ุงู„ْู…َุฎُูˆูُ 
ูˆَ ูŠَุณْูƒُู†َ ุงู„ْู…َู„ْู‡ُูˆูُ ูˆَ ูŠَุดْุจَุนَ ุงู„ْุฌَุงุฆِุนُ- 
๐˜ ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ! ๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, 

ูˆَ ูŠَุญْูَุธَ ุงู„ุถَّุงุฆِุนُ ูˆَ ูŠَุฃْูˆَู‰ ุงู„ุทَّุฑِูŠุฏُ ูˆَ ูŠَุนُูˆุฏَ ุงู„ุดَّุฑِูŠุฏُ ูˆَ ูŠُุบْู†َู‰ ุงู„ْูَู‚ِูŠุฑُ ูˆَ ูŠُุฌَุงุฑَ ุงู„ْู…ُุณْุชَุฌِูŠุฑُ ูˆَ ูŠُูˆَู‚َّุฑَ ุงู„ْูƒَุจِูŠุฑُ  ูˆَ ูŠُุฑْุญَู…َ ุงู„ุตَّุบِูŠุฑُ ูˆَ ูŠُุนَุฒَّ ุงู„ْู…َุธْู„ُูˆู…ُ ูˆَ ูŠُุฐَู„َّ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ُ  ูˆَ ูŠُูَุฑَّุฌَ ุงู„ْู…َุบْู…ُูˆู…ُ ูˆَ ุชَู†ْูَุฑِุฌَ ุงู„ْุบَู†َุงุกُ 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ง๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ช, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ 
๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ 
๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ป๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ,  ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, 

ูˆَ ุชَุณْูƒُู†َ ุงู„ุฏَّู‡ْู…َุงุกُ ูˆَ ูŠَู…ُูˆุชَ ุงู„ِุงุฎْุชِู„َุงูُ 
ูˆَ ูŠَุนْู„ُูˆَ ุงู„ْุนِู„ْู…ُ ูˆَ ูŠَุดْู…َู„َ ุงู„ุณِّู„ْู…ُ ูˆَ ูŠُุฌْู…َุนَ ุงู„ุดَّุชَุงุชُ ูˆَ ูŠَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ُ ูˆَ ูŠُุชْู„َู‰ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ُ 
ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ุฏَّูŠَّุงู†ُ ุงู„ْู…ُู†ْุนِู…ُ ุงู„ْู…َู†َّุงู†ُ‏
๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข, 
๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข, 
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ, 
๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ญ-๐˜˜๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข.
๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜”๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜”๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข.

Ilahi Amin! Yaa Kariim!!!
Mohon doa agar segera dimunculkan wali-Nya sesegera mungkin!!

"Antara Bagdad dan Karbala, Burung dan Anak Panah"
 Imam Jawad as tinggal selama sehari semalam mengobati rasa sakit akibat racun, dan dia tidak menemukan siapa pun untuk memberinya minum air ...
Detik-detik Kesyahidan Imam Muhammad al-Jawad as
Ikut berduka dengan Syahadahnya di akhir bula Zulqaidah Imam Muhammad bin Ali ArRidho ( Imam jawad as)

Ziarah Imam Jawad as

ู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَู„ِูŠَّ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Wali Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุญُุฌَّุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Hujjah (bukti) Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ู†ُูˆุฑَ ุงู„ู„ู‡ِ ููŠ ุธُู„ُู…ุงุชِ ุงู„ุงَْุฑْุถِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Cahaya Allah di tengah kegelapan bumi.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุจْู†َ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai putra Rasulullah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูˆَุนَู„ู‰ ุขุจุงุฆِูƒَ
Salam sejahtera atasmu dan atas para leluhurmu.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูˆَุนَู„ู‰ ุงَุจْู†ุงุฆِูƒَ
Salam sejahtera atasmu dan atas anak-anak keturunanmu.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูˆَุนَู„ู‰ ุงَูˆْู„ِูŠุงุฆِูƒَ
Salam sejahtera atasmu dan atas para wali serta kekasihmu.

ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّูƒَ ู‚َุฏْ ุงَู‚َู…ْุชَ ุงู„ุตَّู„ุงุฉَ
Aku bersaksi bahwa engkau telah menegakkan salat.

ูˆَุขุชَูŠْุชَ ุงู„ุฒَّูƒุงุฉَ
Dan menunaikan zakat.

ูˆَุงَู…َุฑْุชَ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ
Dan memerintahkan kepada kebaikan.

ูˆَู†َู‡َูŠْุชَ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ
Dan mencegah dari kemungkaran.

ูˆَุชَู„َูˆْุชَ ุงู„ْูƒِุชุงุจَ ุญَู‚َّ ุชِู„ุงูˆَุชِู‡ِ
Dan membaca Kitab Allah dengan bacaan yang sebenar-benarnya.

ูˆَุฌุงู‡َุฏْุชَ ููŠ ุงู„ู„ู‡ِ ุญَู‚َّ ุฌِู‡ุงุฏِู‡ِ
Dan berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

ูˆَุตَุจَุฑْุชَ ุนَู„َู‰ ุงู„ุงَْุฐู‰ ููŠ ุฌَู†ْุจِู‡ِ ุญَุชّู‰ ุฃุชุงูƒَ ุงู„ْูŠَู‚ูŠู†ُ
Dan engkau bersabar atas segala gangguan di jalan-Nya hingga datang kepadamu keyakinan (ajal).

ุงَุชَูŠْุชُูƒَ ุฒุงุฆِุฑุงً ุนุงุฑِูุงً ุจِุญَู‚ِّูƒَ
Aku datang menziarahimu dengan mengenal hak dan kedudukanmu.

ู…ُูˆุงู„ِูŠุงً ู„ุงَِูˆْู„ِูŠุงุฆِูƒَ
Dengan mencintai para kekasihmu.

ู…ُุนุงุฏِูŠุงً ู„ุงَِุนْุฏุงุฆِูƒَ
Dan memusuhi musuh-musuhmu.

ูَุงุดْูَุนْ ู„ูŠ ุนِู†ْุฏَ ุฑَุจِّูƒَ
Maka berilah syafaat bagiku di sisi Tuhanmu.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุงَุจุง ุฌَุนْูَุฑ ู…ُุญَู…َّุฏَ ุจْู†َ ุนَู„ِูŠٍّ ุงู„ْุจَุฑَّ ุงู„ุชَّู‚ِูŠَّ ุงู„ุงِْู…ุงู…َ ุงู„ْูˆَูِูŠَّ
Salam sejahtera atasmu, wahai Abu Ja‘far Muhammad bin ‘Ali, pribadi yang baik, bertakwa, dan imam yang setia.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ุฑَّุถِูŠُّ ุงู„ุฒَّูƒِูŠُّ
Salam sejahtera atasmu, wahai pribadi yang diridhai dan suci.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูˆَู„ِูŠَّ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai Wali Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ู†َุฌِูŠَّ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai insan pilihan dan dekat dengan Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุณَููŠุฑَ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai utusan Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุณِุฑَّ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai rahasia Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุถِูŠุงุกَ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai cahaya Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุณَู†ุงุกَ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai sinar kemuliaan Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ูƒَู„ِู…َุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai kalimat Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุฑَุญْู…َุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai rahmat Allah.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†ُّูˆุฑُ ุงู„ุณّุงุทِุนُ
Salam sejahtera atasmu, wahai cahaya yang bersinar terang.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ْุจَุฏْุฑُ ุงู„ุทّุงู„ِุนُ
Salam sejahtera atasmu, wahai bulan purnama yang terbit bercahaya.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ุทَّูŠِّุจُ ู…ِู†َ ุงู„ุทَّูŠِّุจูŠู†َ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang suci dari kalangan orang-orang suci.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ุทّุงู‡ِุฑُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุทَู‡َّุฑูŠู†َ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang disucikan dari kalangan mereka yang dimurnikan.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ุงْูŠَุฉُ ุงู„ْุนُุธْู…ู‰
Salam sejahtera atasmu, wahai tanda kebesaran Allah yang agung.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ْุญُุฌَّุฉُ ุงู„ْูƒُุจْุฑู‰
Salam sejahtera atasmu, wahai hujjah Allah yang agung.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ْู…ُุทَู‡َّุฑُ ู…ِู†َ ุงู„ุฒَّู„ุงَّุชِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang disucikan dari segala kesalahan.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ْู…ُู†َุฒَّู‡ُ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُุนْุถِู„ุงุชِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang dijauhkan dari segala kekurangan dan kesulitan.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ْุนَู„ِูŠُّ ุนَู†ْ ู†َู‚ْุตِ ุงู„ุงَْูˆْุตุงูِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang luhur dari segala kekurangan sifat.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ุฑَّุถِูŠُّ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ุงَْุดْุฑุงูِ
Salam sejahtera atasmu, wahai yang diridhai di sisi para manusia mulia.

ุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ูŠุง ุนَู…ُูˆุฏَ ุงู„ุฏّูŠู†ِ
Salam sejahtera atasmu, wahai tiang agama.

ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّูƒَ ูˆَู„ِูŠُّ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุญُุฌَّุชُู‡ُ ููŠ ุงَุฑْุถِู‡ِ
Aku bersaksi bahwa engkau adalah wali Allah dan hujjah-Nya di bumi.

ูˆَุงَู†َّูƒَ ุฌَู†ْุจُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุฎِูŠَุฑَุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ
Dan bahwa engkau adalah sisi Allah dan pilihan Allah.

ูˆَู…ُุณْุชَูˆْุฏَุนُ ุนِู„ْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุนِู„ْู…ِ ุงู„ุงَْู†ْุจِูŠุงุกِ
Dan tempat tersimpannya ilmu Allah serta ilmu para nabi.

ูˆَุฑُูƒْู†ُ ุงู„ุงْูŠู…ุงู†ِ ูˆَุชَุฑْุฌُู…ุงู†ُ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ
Dan pilar keimanan serta penafsir Al-Qur’an.

ูˆَุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّ ู…َู†ِ ุงุชَّุจَุนَูƒَ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุงู„ْู‡ُุฏู‰
Aku bersaksi bahwa siapa yang mengikutimu berada di atas kebenaran dan petunjuk.

ูˆَุงَู†َّ ู…َู†ْ ุงَู†ْูƒَุฑَูƒَ ูˆَู†َุตَุจَ ู„َูƒَ ุงู„ْุนَุฏุงูˆَุฉَ ุนَู„َู‰ ุงู„ุถَّู„ุงู„َุฉِ ูˆَุงู„ุฑَّุฏู‰
Dan siapa yang mengingkarimu serta memusuhimu berada dalam kesesatan dan kebinasaan.

ุงَุจْุฑَุกُ ุงِู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุงِู„َูŠْูƒَ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ููŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠุง ูˆَุงู„ุงْุฎِุฑَุฉِ
Aku berlepas diri kepada Allah dan kepadamu dari mereka di dunia dan akhirat.

ูˆَุงَู„ุณَّู„ุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ู…ุง ุจَู‚ูŠุชُ ูˆَุจَู‚ِูŠَ ุงู„ู„َّูŠْู„ُ ูˆَุงู„ู†َّู‡ุงุฑُ
Dan salam sejahtera atasmu selama aku masih hidup, dan selama malam serta siang masih berganti.

ุงَู„ู„ّู€ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„ู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุงَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชِู‡ِ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.

ูˆَุตَู„ِّ ุนَู„ู‰ ู…ُุญَู…َّุฏِ ุจْู†ِ ุนَู„ِูŠِّ ุงู„ุฒَّูƒِูŠِّ ุงู„ุชَّู‚ِูŠِّ
Dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad bin ‘Ali yang suci dan bertakwa.

ูˆَุงู„ْุจَุฑِّ ุงู„ْูˆَูِูŠِّ ูˆَุงู„ْู…ُู‡َุฐَّุจِ ุงู„ุชَّู‚ِูŠِّ
Yang baik, setia, mulia, dan bertakwa.

ู‡ุงุฏِูŠ ุงู„ุงُْู…َّุฉِ ูˆَูˆุงุฑِุซِ ุงู„ุงَْุฆِู…َّุฉِ
Sang pemberi petunjuk umat dan pewaris para imam.

ูˆَุฎุงุฒِู†ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉِ ูˆَูŠَู†ْุจُูˆุนِ ุงู„ْุญِูƒْู…َุฉِ
Penjaga rahmat dan mata air hikmah.

ูˆَู‚ุงุฆِุฏِ ุงู„ْุจَุฑَูƒَุฉِ
Pemimpin keberkahan.

ูˆَุนَุฏูŠู„ِ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ููŠ ุงู„ุทّุงุนَุฉِ
Pendamping Al-Qur’an dalam ketaatan.

ูˆَูˆุงุญِุฏِ ุงู„ุงَْูˆْุตِูŠุงุกِ ููŠ ุงู„ุงِْุฎْู„ุงุตِ ูˆَุงู„ْุนِุจุงุฏَุฉِ
Yang paling unggul di antara para washi dalam keikhlasan dan ibadah.

ูˆَุญُุฌَّุชِูƒَ ุงู„ْุนُู„ْูŠุง ูˆَู…َุซَู„ِูƒَ ุงู„ุงَْุนْู„ู‰
Hujjah-Mu yang tertinggi dan perumpamaan-Mu yang luhur.

ูˆَูƒَู„ِู…َุชِูƒَ ุงู„ْุญُุณْู†ู‰ ุงู„ุฏّุงุนูŠ ุงِู„َูŠْูƒَ
Kalimat-Mu yang indah yang menyeru kepada-Mu.

ูˆَุงู„ุฏّุงู„ِّ ุนَู„َูŠْูƒَ
Dan yang menunjukkan jalan menuju-Mu.

ุงู„َّุฐูŠ ู†َุตَุจْุชَู‡ُ ุนَู„َู…ุงً ู„ِุนِุจุงุฏِูƒَ
Yang Engkau jadikan panji bagi hamba-hamba-Mu.

ูˆَู…ُุชَุฑْุฌِู…ุงً ู„ِูƒِุชุงุจِูƒَ
Dan penafsir kitab-Mu.

ูˆَุตุงุฏِุนุงً ุจِุงَู…ْุฑِูƒَ
Dan penyampai perintah-Mu.

ูˆَู†ุงุตِุฑุงً ู„ِุฏูŠู†ِูƒَ
Dan penolong agama-Mu.

ูˆَุญُุฌَّุฉً ุนَู„ู‰ ุฎَู„ْู‚ِูƒَ
Dan hujjah atas seluruh makhluk-Mu.

ูˆَู†ُูˆุฑุงً ุชَุฎْุฑُู‚ُ ุจِู‡ِ ุงู„ุธُّู„َู…َ
Dan cahaya yang menembus segala kegelapan.

ูˆَู‚ُุฏْูˆَุฉً ุชُุฏْุฑَูƒُ ุจِู‡َุง ุงู„ْู‡ِุฏุงูŠَุฉُ
Dan teladan yang dengannya petunjuk dapat diraih.

ูˆَุดَููŠุนุงً ุชُู†ุงู„ُ ุจِู‡ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉُ
Dan pemberi syafaat yang dengannya surga diperoleh.

ุงَู„ู„ّู€ู‡ُู…َّ ูˆَูƒَู…ุง ุงَุฎَุฐَ ููŠ ุฎُุดُูˆุนِู‡ِ ู„َูƒَ ุญَุธَّู‡ُ
Ya Allah, sebagaimana ia telah mengambil bagian sempurna dalam kekhusyukan kepada-Mu.

ูˆَุงุณْุชَูˆْูู‰ ู…ِู†ْ ุฎَุดْูŠَุชِูƒَ ู†َุตูŠุจَู‡ُ
Dan telah menyempurnakan bagiannya dalam rasa takut kepada-Mu.

ูَุตَู„ِّ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงَุถْุนุงูَ ู…ุง ุตَู„َّูŠْุชَ ุนَู„ู‰ ูˆَู„ِูŠٍّ ุงุฑْุชَุถَูŠْุชَ ุทุงุนَุชَู‡ُ
Maka limpahkanlah shalawat kepadanya berlipat ganda melebihi shalawat kepada wali yang Engkau ridai ketaatannya.

ูˆَู‚َุจِู„ْุชَ ุฎِุฏْู…َุชَู‡ُ
Dan Engkau terima pengabdiannya.

ูˆَุจَู„ِّุบْู‡ُ ู…ِู†ّุง ุชَุญِูŠَّุฉً ูˆَุณَู„ุงู…ุงً
Sampaikanlah dariku salam dan penghormatan kepadanya.

ูˆَุขุชِู†ุง ููŠ ู…ُูˆุงู„ุงุชِู‡ِ ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ูَุถْู„ุงً ูˆَุงِุญْุณุงู†ุงً ูˆَู…َุบْูِุฑَุฉً ูˆَุฑِุถْูˆุงู†ุงً
Dan karuniakan kepada kami melalui kecintaan kepadanya anugerah, kebaikan, ampunan, dan keridhaan dari sisi-Mu.

ุงِู†َّูƒَ ุฐُูˆ ุงู„ْู…َู†ِّ ุงู„ْู‚َุฏูŠู…ِ ูˆَุงู„ุตَّูْุญِ ุงู„ْุฌَู…ูŠู„ِ
Sesungguhnya Engkau adalah Pemilik karunia yang abadi dan ampunan yang


Semoga bermafaat!!!
Mohon Doa!!!

Comments

Popular posts from this blog

Makna Ghodir Khum, AMALAN MALAM & HARI IDUL GHADIR

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Makna ; Doa Mustajab Imam Husein as di Karbala;ุจِุญَู‚ِّ ูŠุณ ูˆَุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุญَูƒِูŠู…ِ، ูˆَุจِุญَู‚ِّ ุทู‡ ูˆَุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ…