Sholat Malam Ke-17 Romadhon, Doa, Makrifat dan Kisahnya

🌹🌺❤️Sholat Malam Ke-17 Romadhon, Doa, Makrifat dan Kisahnya❤️🌺🤲

Riwayat dari Imam  Ali ibn Abi Talib 
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ رَكْعَتَيْنِ، يَقْرَأُ فِي الْأُولَى مَا تَيَسَّرَ (مَثَلًا سُورَةُ الْكَافِرُونَ) بَعْدَ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَفِي الثَّانِيَةِ مِائَةَ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ،
وَيَقُولُ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ مِائَةَ مَرَّةٍ،
أَعْطَاهُ اللَّهُ ثَوَابَ أَلْفِ أَلْفِ حَجَّةٍ، وَأَلْفِ عُمْرَةٍ، وَأَلْفِ غَزْوَةٍ.

Shalat malam ketujuh belas Ramadan. Dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib عليه السلام:
“Barang siapa shalat pada malam ketujuh belas bulan Ramadan dua rakaat, pada rakaat pertama membaca setelah Al-Fatihah surah apa saja yang mudah (misalnya Al-Kafirun), dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas seratus kali, lalu ia mengucapkan ‘Lā ilāha illā Allāh’ seratus kali, maka Allah akan memberinya pahala seribu ribu (satu juta) haji, seribu umrah, dan seribu jihad (perjuangan di jalan Allah).”

4. Makrifat dan Rahasia Spiritual
1. Malam 17 Ramadhan adalah malam kemenangan tauhid
Dalam sejarah Islam, malam ini berkaitan dengan kemenangan iman pada Battle of Badr. (Perang Badar)
Secara makrifat, ini melambangkan kemenangan cahaya tauhid atas kegelapan syirik dalam hati manusia.

2. Dua rakaat melambangkan dua alam
Dalam hakikat spiritual:
Rakaat pertama → alam syahadah (dunia)
Rakaat kedua → alam malakut (alam ruh)
Shalat ini menghubungkan dunia dan langit melalui tauhid.

3. Surah Al-Kafirun adalah pemurnian hati
Makrifat surah ini adalah:
memutus ketergantungan batin kepada selain Allah
menolak “tuhan-tuhan tersembunyi” dalam diri seperti:
ego
kekuasaan
dunia
Dalam hakikat tasawuf Ahlul Bayt:
Al-Kafirun = pembebasan ruh dari penyembahan selain Allah.

4. 100 kali Surah Al-Ikhlas
Surah Al-Ikhlas adalah rahasia tauhid murni.
Menurut riwayat Ahlul Bayt:
Al-Ikhlas = sepertiga Al-Qur’an
pengulangannya membuka pintu ma’rifat tauhid

Makrifat angka 100:
1 → tauhid mutlak
0 → fana dalam keesaan Allah
Artinya: ruh melebur dalam keesaan Ilahi.

5. Zikir “La ilaha illa Allah”
Ini adalah kunci seluruh perjalanan spiritual. Menurut riwayat para Imam Ahlul Bayt: “Tidak ada benteng yang lebih kuat dari kalimat ini.”
Makrifatnya:
Lā ilāha → menghancurkan semua ilah palsu
illā Allāh → menegakkan satu cahaya Ilahi dalam hati.

6. Rahasia pahala 1 juta haji
Ini bukan sekadar jumlah pahala.
Dalam tafsir makrifat:
Haji = perjalanan menuju Allah
Maka pahala itu berarti: “Allah membuka jutaan jalan kedekatan spiritual bagi hamba tersebut.

5. Hubungan dengan Imam Mahdi
Dalam perspektif Ahlul Bayt, tauhid yang murni akan sempurna pada zaman Imam Muhammad al-Mahdi.
Makrifat shalat ini:
membersihkan hati dari syirik tersembunyi
mempersiapkan ruh menjadi penolong kebenaran

Karena ketika Imam Mahdi muncul:
dunia dipenuhi tauhid murni
syirik sosial dan spiritual dihancurkan.

Maka shalat ini adalah latihan batin menuju zaman tauhid global.

✅ Kesimpulan Makrifat
Shalat malam 17 Ramadan adalah:
penyucian hati dari selain Allah
peneguhan tauhid batin
latihan ruh menuju kemenangan cahaya
persiapan spiritual menuju zaman Imam Mahdi.

Kisah Rahasia Shalat Malam 17 Ramadhan
1. Kisah Seorang Abid yang Melihat Cahaya Tauhid
Dikisahkan dalam sebagian hikayat para ahli ibadah dari pengikut Ahlul Bayt, seorang abid saleh setiap malam 17 Ramadhan selalu melakukan shalat dua rakaat seperti yang diriwayatkan dari Imam Ali ibn Abi Talib.
Ia membaca:
rakaat pertama Surah Al-Kafirun
rakaat kedua 100 kali Surah Al-Ikhlas
kemudian 100 kali “La ilaha illa Allah”
Pada suatu malam setelah selesai zikir, ia tertidur sejenak. Dalam mimpinya ia melihat seakan-akan langit terbuka dan cahaya turun memenuhi bumi.
Lalu ia mendengar suara:
“Ini adalah cahaya tauhid yang diturunkan kepada hati orang yang memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah.”
Ketika ia bangun, hatinya merasakan ketenangan yang sangat dalam dan sejak malam itu ia berkata:
“Tidak ada nikmat yang lebih besar daripada mengenal keesaan Allah dengan hati.”
Para ahli makrifat mengatakan bahwa pengulangan Surah Al-Ikhlas dan kalimat tauhid pada malam ini membuka pintu cahaya tauhid dalam ruh.

2. Kisah Seorang Pecinta Ahlul Bayt
Diceritakan pula tentang seorang pencinta Ahlul Bayt yang sangat miskin namun selalu menjaga amal malam Ramadhan.
Pada malam ke-17 ia melakukan shalat ini dengan penuh tangisan. Setelah selesai, ia berdoa:
“Ya Allah, aku tidak mampu berhaji, tetapi Engkau Maha Kaya.”
Pada malam itu ia bermimpi berada di padang yang luas seperti hari kiamat. Orang-orang sangat ketakutan.
Kemudian datang seseorang bercahaya yang berkata:

“Jangan takut, karena Allah telah menuliskan untukmu pahala haji yang banyak.”
Ketika ia bertanya siapa orang itu, ia menjawab:
“Aku adalah pelayan dari keluarga Nabi.”
Para ulama mengatakan kemungkinan itu adalah malaikat yang diutus oleh Ahlul Bayt.

3. Kisah Rahasia Para Arifin (Ahli Makrifat)
Sebagian ahli makrifat mengatakan:
Malam 17 Ramadhan adalah malam ketika kemenangan tauhid mulai tampak di bumi sejak peristiwa Perang Badar (Battle of Badr.)

Menurut mereka, shalat ini memiliki rahasia:
Al-Kafirun → memutus hubungan dengan segala berhala batin
Al-Ikhlas → menanamkan tauhid murni dalam hati
La ilaha illa Allah → membuka pintu makrifat
Jika seseorang melakukannya dengan hati yang hadir, maka:
hatinya akan menjadi tempat turunnya cahaya tauhid.

4. Kisah Hubungan dengan Imam Mahdi
Sebagian riwayat hikmah menyebutkan bahwa orang yang memperbanyak zikir tauhid pada malam-malam Ramadhan akan dipersiapkan hatinya untuk mengenal kebenaran ketika muncul Imam Muhammad al-Mahdi. Afs
Para arif mengatakan:

“Imam Mahdi akan memenuhi bumi dengan tauhid dan keadilan, dan hati yang dipenuhi zikir tauhid akan lebih mudah mengenalnya.”

Karena itu mereka menyebut shalat ini sebagai:
“shalat penyucian hati sebelum datangnya kemenangan tauhid.”
✨ Makna rahasia dari kisah-kisah ini
1. Tauhid bukan hanya ucapan tetapi cahaya dalam hati.
2. Zikir yang diulang dengan ikhlas membuka pintu makrifat.
3. Amal kecil di malam Ramadhan bisa bernilai seperti perjalanan haji spiritual.
4. Hati yang penuh tauhid akan dipersiapkan untuk menyambut zaman keadilan Imam Mahdi.

Doa Malam ke-17 Romadhon
Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw;
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 
وَ آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ 
اللَّهُمَّ هٰذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ، وَأَمَرْتَ بِعِمَارَةِ الْمَسَاجِدِ وَالدُّعَاءِ وَالصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَضَمِنْتَ لَنَا فِيهِ الِاسْتِجَابَةَ، فَقَدِ اجْتَهَدْنَا وَأَنْتَ أَعَنْتَنَا، فَاغْفِرْ لَنَا فِيهِ، وَلَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنَّا، وَاعْفُ عَنَّا، فَإِنَّكَ رَبُّنَا، وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ سَيِّدُنَا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَنْقَلِبُ إِلَىٰ مَغْفِرَتِكَ وَرِضْوَانِكَ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَجَلُّ الْأَعْظَمُ.

Allāhumma hādhā shahru Ramaḍān alladhī anzalta fīhi al-Qur’ān,
wa amarta bi ‘imārati al-masājid wa ad-du‘ā’ wa aṣ-ṣiyām wa al-qiyām,
wa ḍaminta lanā fīhi al-istijābah.
Faqad ijtahadnā wa anta a‘antanā,
faghfir lanā fīhi,
wa lā taj‘alhu ākhira al-‘ahdi minnā.
Wa‘fu ‘annā fa-innaka rabbunā,
warḥamnā fa-innaka sayyidunā,
waj‘alnā mimman yanqalibu ilā maghfiratika wa riḍwānik.
Innaka anta al-ajal al-a‘ẓam.

اللَّهُمَّ هٰذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ
‏Ya Allah, inilah bulan Ramadhan yang di dalamnya Engkau menurunkan Al-Qur’an.

وَأَمَرْتَ بِعِمَارَةِ الْمَسَاجِدِ وَالدُّعَاءِ وَالصِّيَامِ وَالْقِيَامِ
‏Dan Engkau memerintahkan untuk memakmurkan masjid, berdoa, berpuasa, dan mendirikan shalat malam.

وَضَمِنْتَ لَنَا فِيهِ الِاسْتِجَابَةَ
‏Dan Engkau menjamin bagi kami di dalamnya pengabulan doa.

فَقَدِ اجْتَهَدْنَا وَأَنْتَ أَعَنْتَنَا
‏Maka kami telah berusaha, dan Engkaulah yang menolong kami.

فَاغْفِرْ لَنَا فِيهِ
‏Maka ampunilah kami di dalam bulan ini.

وَلَا تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنَّا
‏Dan jangan Engkau jadikan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir bagi kami.

وَاعْفُ عَنَّا فَإِنَّكَ رَبُّنَا
‏Maafkanlah kami, karena Engkaulah Tuhan kami.

وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ سَيِّدُنَا
‏Dan rahmatilah kami, karena Engkaulah pemimpin dan pelindung kami.

وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَنْقَلِبُ إِلَىٰ مَغْفِرَتِكَ وَرِضْوَانِكَ
‏Dan jadikan kami termasuk orang yang kembali dengan membawa ampunan dan keridaan-Mu.

إِنَّكَ أَنْتَ الْأَجَلُّ الْأَعْظَمُ
‏Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi.

Makrifat dan Rahasia Spiritual Doa Ini

1. Ramadhan adalah bulan turunnya cahaya wahyu
Kalimat pertama mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan turunnya Al-Qur’an.
Secara makrifat:
Al-Qur’an turun ke bumi
tetapi juga turun ke hati manusia

Allah berfirman tentang turunnya Al-Qur’an pada malam mulia Laylat al-Qadr. Ahli makrifat mengatakan: “Sebagaimana Al-Qur’an turun dari langit ke dunia, demikian pula cahaya hidayah turun dari ruh ke hati.”

2. Memakmurkan masjid adalah memakmurkan hati
Secara lahir:
membangun masjid
shalat
ibadah.

Namun secara hakikat:
Masjid terbesar adalah hati manusia.
Dalam tafsir makrifat:
hati yang dipenuhi zikir = masjid ruhani
hati yang kosong dari Allah = rumah yang runtuh

3. “Kami berusaha dan Engkau menolong”
Ini adalah rahasia besar perjalanan spiritual.
Dalam tasawuf Ahlul Bayt:
usaha manusia disebut mujahadah
pertolongan Allah disebut taufiq

Tanpa taufiq Ilahi, seseorang tidak mampu:
berpuasa
berdoa
bangun malam.

4. Jangan jadikan Ramadhan terakhir
Kalimat ini memiliki dua makna:

Makna zahir
memohon umur panjang agar bertemu Ramadhan lagi.

Makna batin
memohon agar keadaan ruhani Ramadhan tidak hilang setelah Ramadhan selesai.

Para arif berkata:
“Ramadhan yang sejati adalah ketika hati selalu berpuasa dari dosa.”

5. Kembali dengan ampunan dan keridaan
Ini adalah tujuan akhir perjalanan spiritual.
Ada tiga tingkatan:
1. Maghfirah (ampunan) → dosa dihapus
2. Rahmah (rahmat) → hati diberi cahaya
3. Ridwan (keridaan Allah) → kedekatan dengan Allah.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa keridaan Allah adalah nikmat terbesar.

6. Rahasia kalimat “Al-Ajal Al-A‘ẓam”

Makrifat kalimat ini:
Allah adalah:
Yang paling tinggi
Yang paling agung
sumber semua keagungan.
Artinya semua kekuasaan dunia hanyalah bayangan kecil dari keagungan Allah.

✨ Kesimpulan Makrifat
Doa ini mengajarkan empat rahasia Ramadhan:
1. Ramadhan adalah bulan turunnya cahaya wahyu.
2. Hati manusia adalah masjid spiritual.
3. Ibadah terjadi karena pertolongan Allah.
4. Tujuan Ramadhan adalah kembali kepada Allah dengan ampunan dan keridaan-Nya.

Rahasia Laylatul Qadr (لَيْلَةُ الْقَدْر)
Laylatul Qadr adalah malam paling agung dalam Islam yang disebut dalam Al-Qur’an:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Para ulama tafsir, ahli hadis, dan ahli makrifat menjelaskan bahwa malam ini memiliki rahasia besar yang berkaitan dengan turunnya wahyu, malaikat, dan takdir manusia.

1. Rahasia Turunnya Al-Qur’an
Laylatul Qadr adalah malam ketika Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi
Muhammad. Saw

Namun para ulama menjelaskan ada dua bentuk turunnya Al-Qur’an:
1. نزول دفعي (Nuzul Daf‘i)
Al-Qur’an turun sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia.
2. نزول تدريجي (Nuzul Tadrīji)
Turun secara bertahap kepada Nabi selama 23 tahun.
Makrifatnya:
Laylatul Qadr adalah malam ketika cahaya ilmu Ilahi mulai menyinari bumi.

2. Rahasia “Seribu Bulan”
Seribu bulan ≈ 83 tahun lebih.
Artinya satu malam ini lebih bernilai daripada seluruh umur manusia.
Menurut sebagian ahli makrifat:
1000 bulan bukan sekadar angka
tetapi simbol masa yang sangat panjang

Makrifatnya:

satu malam kedekatan dengan Allah dapat mengalahkan puluhan tahun ibadah tanpa kehadiran hati.

3. Rahasia Turunnya Malaikat
Al-Qur’an menyebutkan:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh.”

Para mufasir mengatakan bahwa Ruh adalah malaikat agung yang lebih besar dari malaikat biasa.

Sebagian ulama menafsirkannya sebagai Jibril
Jibril.

Makrifatnya:
malaikat turun membawa takdir dan rahmat
mereka turun kepada hati orang beriman.

4. Rahasia Penentuan Takdir
Kata Qadr berarti:
ketentuan
ukuran
takdir.
Pada malam ini ditentukan:
rezeki
umur
kejadian besar setahun.
Namun menurut sebagian riwayat Ahlul Bayt, takdir ini disampaikan kepada hujjah Allah di bumi, yaitu Imam pada zamannya. Dalam keyakinan Syiah, pada masa sekarang hujjah itu adalah
Imam Muhammad al-Mahdi. Afs
Makrifatnya: Laylatul Qadr adalah malam hubungan antara langit dan pemimpin Ilahi di bumi.

5. Rahasia Cahaya Kedamaian
Al-Qur’an menyebut:
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Malam itu penuh keselamatan hingga terbit fajar.”
Ahli makrifat menjelaskan:
Pada malam ini:
pintu rahmat dibuka
setan dilemahkan
hati menjadi lebih mudah menerima cahaya Allah.
Karena itu banyak orang merasakan ketenangan luar biasa ketika beribadah pada malam tersebut.
Ketenga berlanjut hingga kemenangan yang dipimpin Imam Mahdi afs
6. Rahasia Laylatul Qadr dalam Hati Manusia
Para arif mengatakan Laylatul Qadr bukan hanya malam di kalender.
Tetapi juga keadaan spiritual.
Jika hati:
bersih
penuh zikir
ikhlas
maka hati itu bisa mengalami “Laylatul Qadr batin” yaitu saat cahaya makrifat turun dalam jiwa.

7. Rahasia Hubungannya dengan Imam Mahdi; Sebagian ulama Ahlul Bayt mengatakan:

Malaikat yang turun pada Laylatul Qadr membawa takdir kepada Imam zaman. Dalam masa sekarang Imam itu adalah Imam 
Muhammad al-Mahdi. Afs
Makrifatnya:
Laylatul Qadr menghubungkan langit, malaikat, dan wali Allah di bumi.
ketika Imam Mahdi muncul kelak, dunia akan merasakan kedamaian Laylatul Qadr secara luas.

Kesimpulan Rahasia Laylatul Qadr
Laylatul Qadr adalah malam:
1. turunnya Al-Qur’an
2. turunnya malaikat dan ruh
3. penentuan takdir manusia
4. terbukanya pintu rahmat
5. malam ibadah terbaik dalam hidup
6. malam hubungan langit dengan wali Allah di bumi.

Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit