Sholat Malam ke-18 Romadhon, Doa dan Makrifatnya
🌹❤️🌺Sholat Malam ke-18 Romadhon, Doa dan Makrifatnya🌺❤️🌹
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ:
مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ الْحَمْدَ وَإِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً، لَمْ يَخْرُجْ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يُبَشِّرَهُ مَلَكُ الْمَوْتِ بِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى عَنْهُ رَاضٍ غَيْرُ غَضْبَانَ.
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib عليه السلام:
“Barang siapa melaksanakan shalat pada malam kedelapan belas bulan Ramadhan sebanyak empat rakaat, pada setiap rakaat membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Kautsar sebanyak dua puluh lima kali, maka ia tidak akan keluar dari dunia (meninggal) sampai Malaikat Maut memberi kabar gembira kepadanya bahwa Allah Ta‘ala ridha kepadanya dan tidak murka kepadanya.”
Makrifat dan Rahasia Spiritual
1. Rahasia Malam ke-18 Ramadhan
Dalam jalan makrifat, malam ke-18 adalah fase mendekati tajalli Laylatul Qadr.Para arif mengatakan:
• Malam 17 → kemenangan spiritual (isyarat Perang Badar).
• Malam 18 → penyucian hati agar siap menerima cahaya Qadr.
• Malam 19 → awal pembukaan rahasia Qadr.
Jadi shalat ini adalah persiapan ruhani sebelum gerbang Qadr terbuka.
2. Rahasia Surah Al-Kautsar
Surah Al-Kautsar dalam makrifat sering ditafsirkan sebagai:
1. Cahaya Nabi Muhammad
2. Sayyidah Fatimah Az-Zahra
3. Kelanjutan Wilayah Ahlul Bayt
Sebagian ulama makrifat Syiah mengatakan: الكوثر هو نور فاطمة
الذي به استمر نورالإمامة
“Al-Kautsar adalah cahaya Fatimah yang dengannya cahaya Imamah terus berlanjut.”
Karena itu membaca Al-Kautsar 25 kali berarti: “Menghubungkan diri dengan mata air wilayah Ahlul Bayt.
3. Rahasia Angka 25
Dalam simbolisme huruf dan makrifat: • 25 = 5 × 5
Lima pertama → Ahlul Kisa
1. Nabi Muhammad saw
2. Imam Ali as
3. Sayyidah Fatimah as
4. Imam Hasan as
5. Imam Husain as
Lima kedua → penyempurnaan cahaya mereka dalam diri mukmin.
Jadi membaca 25 kali adalah memanggil kesempurnaan cahaya Ahlul Kisa dalam hati.
4. Rahasia Kabar dari Malaikat Maut. Hadis ini menyebut:
“Malaikat maut memberi kabar bahwa Allah ridha.”
Dalam makrifat, ini memiliki dua makna: Makna lahir
Ketika menjelang wafat:
• malaikat datang dengan wajah ramah
• memberi kabar ridha Allah.
Makna batin
“Malakul maut” juga simbol:
kematian ego (nafs).
Jika seseorang sudah:
• mematikan nafsu
• hidup dengan cahaya wilayah
maka ruh sudah merasakan ridha Allah sebelum mati.
5. Hubungan dengan Imam Ali
Riwayat ini dari Imam Ali.
Para arif mengatakan:
الكوثر يظهر نوره في ليلة القدر
بواسطة علي
“Cahaya Kautsar menampakkan dirinya pada malam Qadr melalui Ali.” Karena itu:
• Surah Kautsar
• malam 18
• riwayat dari Imam Ali
semuanya menunjuk pada rahasia wilayah Imam Ali menjelang malam Qadr.
6. Rahasia Ridha Allah
Dalam tasawuf dan irfan:
Ada tiga tingkat:
1. Ridha kita kepada Allah
2. Ridha Allah kepada kita
3. Kesatuan ridha (maqam wilayah) Hadis ini berbicara tentang tingkat kedua: راضٍ غير غضبان
Allah ridha dan tidak murka.
Ini adalah tanda hati sudah selaras dengan kehendak Allah.
✅ Kesimpulan Makrifat
Shalat malam ke-18 ini adalah:
• penyucian hati menjelang Laylatul Qadr
• penghubung dengan cahaya Kautsar (Fatimah dan Ahlul Bayt)
• jalan menuju ridha Allah sebelum kematian
Sehingga ketika ruh keluar dari dunia: ia sudah berada dalam kabar gembira Ilahi.
Hubungan Shalat Malam ke-18 Ramadhan dengan Laylatul Qadr dan Imam Mahdi
Shalat malam ke-18 Ramadhan yang diriwayatkan dari Imam Ali ibn Abi Talib as memiliki isyarat batin (makrifat) yang berkaitan dengan Laylat al-Qadr dan juga dengan Imam Muhammad al‑Mahdi. Afs Para ahli irfan Ahlul Bayt melihat bahwa amalan pada malam-malam sebelum Qadr adalah persiapan ruhani untuk menerima tajalli malam tersebut.
1. Malam ke-18: Gerbang Menuju Laylatul Qadr
Dalam tradisi riwayat Ahlul Bayt, malam-malam terakhir Ramadhan memiliki tahapan spiritual:
17 Ramadhan
→ kemenangan cahaya iman (isyarat kemenangan Badar).
18 Ramadhan
→ penyucian hati dan persiapan menerima rahasia takdir.
19 Ramadhan
→ awal pembukaan takdir (malam pertama kemungkinan Qadr).
21 dan 23 Ramadhan
→ penyempurnaan dan penetapan takdir. Karena itu shalat malam ke-18 adalah tahap pembersihan batin sebelum malaikat turun pada malam Qadr. Dalam Al-Qur’an disebutkan: Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh.” Dalam tafsir Ahlul Bayt dijelaskan bahwa malaikat turun kepada hujjah Allah di bumi.
2. Rahasia Turunnya Malaikat dan Hubungannya dengan Imam Mahdi
Menurut riwayat tafsir Ahlul Bayt:
Pada setiap Laylatul Qadr, malaikat membawa:
• takdir
• rezeki
• umur
• kejadian dunia
dan mereka menyerahkannya kepada Imam zaman.
Pada zaman sekarang, Imamnya adalah Imam Muhammad al‑Mahdi. Afs
Dalam tafsir para ulama disebutkan:
“Malaikat turun pada malam Qadr kepada wali Allah di bumi.”
Artinya: Imam Mahdi adalah pusat penerimaan takdir kosmik setiap Laylatul Qadr.
3. Mengapa Surah Al-Kautsar Dibaca 25 Kali
Dalam shalat ini dibaca Surah Al-Kautsar 25 kali.
Para arif menjelaskan bahwa Al-Kautsar melambangkan:
• cahaya Nabi
• kelanjutan Ahlul Bayt
• sumber Imamah.
Rantai spiritualnya adalah:
Nabi Muhammad saw
↓
Sayyidah Fatimah (Al-Kautsar)
↓
Imam-imam Ahlul Bayt
↓
Imam Mahdi.
Jadi membaca Al-Kautsar adalah menghubungkan ruh dengan mata air wilayah yang berakhir pada Imam Mahdi.
4. Hubungan Rahasia Malam ke-18 dengan Imam Mahdi afs
Ahli makrifat menjelaskan tiga tahap hubungan ini.
1. Penyucian hati
Shalat malam ke-18 membersihkan hati dari:
• kegelapan nafs
• kesombongan
• cinta dunia.
Tanpa ini seseorang sulit menerima cahaya Qadr.
2. Penyambungan wilayah
Dengan membaca Al-Kautsar berulang-ulang, hati tersambung dengan:
• wilayah Nabi
• wilayah Ahlul Bayt
• wilayah Imam Mahdi.
3. Kesiapan menerima takdir
Pada malam Qadr, takdir turun melalui Imam zaman.
Orang yang hatinya terhubung dengan wilayah Imam:
• lebih dekat dengan rahmat
• lebih mudah mendapat bagian terbaik dari takdir.
5. Rahasia Kabar Gembira dari Malaikat Maut
Hadis ini mengatakan: Malaikat maut memberi kabar bahwa Allah ridha kepadanya. Para arif mengatakan ini berkaitan dengan barakah Laylatul Qadr. Orang yang hatinya tersambung dengan wilayah Imam zaman akan:
• mati dalam keadaan iman
• mendapat kabar gembira sebelum wafat. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa orang yang memiliki wilayah Ahlul Bayt akan melihat Nabi dan para Imam saat kematian.
6. Isyarat Makrifat yang Sangat Dalam. Beberapa ulama irfan mengatakan:
Laylatul Qadr memiliki dua bentuk:
1. Laylatul Qadr kosmik
malam turunnya takdir dunia.
2. Laylatul Qadr dalam hati
saat cahaya Imam zaman masuk ke dalam hati mukmin.
Shalat malam ke-18 bertujuan membuka Laylatul Qadr dalam hati, sehingga ketika malam Qadr datang, hati sudah siap menerima tajalli.
✅ Kesimpulan Makrifat
Shalat malam ke-18 Ramadhan adalah:
• persiapan spiritual menuju Laylatul Qadr
• penyambung hati dengan cahaya Al-Kautsar
• jalan batin menuju wilayah Imam Mahdi
Sehingga ketika malam Qadr tiba:
hati seorang mukmin menjadi tempat turunnya rahmat dan takdir terbaik dari Allah.
Doa: Malam ke-18 Romadhon
دُعَاءُ الْحَمْدِ لِلَّهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِشَهْرِنَا
رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِشَهْرِنَا هٰذَا، وَأَنْزَلَ عَلَيْنَا فِيهِ الْقُرْآنَ، وَعَرَّفَنَا حَقَّهُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى الْبَصِيرَةِ، فَبِنُورِ وَجْهِكَ يَا إِلٰهَنَا وَإِلٰهَ آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ، ارْزُقْنَا فِيهِ التَّوْبَةَ، وَلَا تَخْذُلْنَا، وَلَا تُخَلِّفْ ظَنَّنَا، إِنَّكَ أَنْتَ الْجَلِيلُ الْجَبَّارُ.
Al-ḥamdu lillāhi alladzī akramanā bisyahri-nā hādzā,
wa anzala ʿalainā fīhi al-Qur’ān,
wa ʿarrafanā ḥaqqah,
wal-ḥamdu lillāhi ʿalā al-baṣīrah.
Fabinūri wajhika yā ilāhanā wa ilāha ābā’inā al-awwalīn,
urzuqnā fīhi at-tawbah,
wa lā takhdzulnā,
wa lā tukhallif ẓannana,
innaka anta al-jalīl al-jabbār.
“Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kami dengan bulan ini, dan menurunkan kepada kami di dalamnya Al-Qur’an, serta memperkenalkan kepada kami haknya.
Segala puji bagi Allah atas cahaya penglihatan batin (basirah).
Maka dengan cahaya wajah-Mu, wahai Tuhan kami dan Tuhan para leluhur kami yang terdahulu, karuniakanlah kepada kami di dalam bulan ini taubat, jangan Engkau hinakan kami, jangan Engkau kecewakan harapan kami.
Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa.”
Makrifat dan Rahasia Spiritual Doa
1. “Allah memuliakan kita dengan bulan ini”
Kalimat: أكرمنا بشهرنا هذا
menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar waktu, tetapi karamah (kemuliaan ilahi).
Menurut ahli makrifat:
Ramadhan adalah tajalli rahmat Allah dalam bentuk waktu.
Artinya:
• waktu menjadi suci
• amal menjadi berlipat
• hati lebih mudah menerima cahaya.
2. Rahasia “diturunkannya Al-Qur’an”
Kalimat: وأنزل علينا فيه القرآن
memiliki dua makna.
Makna zahir
Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan.
Makna batin
Dalam irfan disebutkan:
Al-Qur’an memiliki dua turunnya:
1. Nuzul ke dunia (wahyu kepada Nabi).
2. Nuzul ke hati mukmin.
Pada Ramadhan, hati manusia lebih mudah menerima cahaya Al-Qur’an.
3. Rahasia “عرفنا حقه”
Kalimat ini sangat dalam.
“Allah memperkenalkan kepada kami hak Al-Qur’an.”
Hak Al-Qur’an menurut Ahlul makrifat ada beberapa tingkatan:
1. membaca
2. memahami
3. mengamalkan
4. menyaksikan hakikatnya.
Hakikat tertinggi Al-Qur’an adalah: Nur Muhammad dan Ahlul Bayt.
4. Makna Basirah (البصيرة)
Doa ini tidak hanya bersyukur atas iman, tetapi juga atas basirah.
Basirah adalah:
• mata hati
• kemampuan melihat kebenaran.
Para arif mengatakan: Mata melihat dunia, basirah melihat Allah. Ramadhan membuka mata batin manusia.
5. Rahasia “نور وجهك”
Kalimat: فبنور وجهك
adalah ungkapan yang sangat tinggi dalam makrifat.
“Cahaya wajah Allah” bukan wajah fisik. Maknanya adalah:
tajalli cahaya kehadiran Allah.
Dalam riwayat irfan Ahlul Bayt disebutkan bahwa:
cahaya ini tampak melalui:
• wahyu
• Al-Qur’an
• Ahlul Bayt / para wali Allah.
6. Hubungan dengan Taubat
Doa ini meminta: ارزقنا فيه التوبة
Para arif menjelaskan bahwa taubat memiliki tiga tingkat:
1. Taubat dari dosa
2. Taubat dari kelalaian
3. Taubat dari selain Allah
Ramadhan adalah waktu paling mudah mencapai taubat tingkat tinggi.
7. Rahasia “jangan Engkau kecewakan harapan kami”
Kalimat: ولا تخلف ظننا
Ini berkaitan dengan hadis qudsi:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” Artinya: Jika seseorang berharap rahmat Allah dengan hati yang tulus, maka Allah tidak akan mengecewakannya.
Kesimpulan Makrifat
Doa ini mengajarkan tiga rahasia besar Ramadhan:
1. Ramadhan adalah kemuliaan ilahi dalam bentuk waktu.
2. Al-Qur’an adalah cahaya yang turun ke hati manusia.
3. Basirah adalah tujuan ibadah, yaitu melihat kebenaran dengan mata hati.
Sehingga seorang mukmin berharap:
• mendapat taubat
• mendapat cahaya basirah
• dan tidak keluar dari Ramadhan kecuali dalam rahmat dan ridha Allah.
Semoga Bermanfaat!!!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment