Sholat Malam ke-23 Romadhon, Doa dan Makrifatnya
❤️🌹🌺Sholat Malam ke-23 Romadhon, Doa dan Marifatnya❤️🌹🌺
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ الْحَمْدَ وَسُورَةً مِنِ اخْتِيَارِهِ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَاسْتُجِيبَ دُعَاؤُهُ.
Dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib عليه السلام:”Barang siapa pada malam kedua puluh tiga bulan Ramadhan mengerjakan shalat delapan rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surat yang ia pilih, maka dibukakan baginya pintu-pintu tujuh langit dan doanya dikabulkan.”
Makrifat dan Hikmah Batin
1. Rahasia Malam ke-23
Dalam banyak riwayat Ahlul Bait, malam 23 Ramadhan adalah malam yang sangat kuat kemungkinan sebagai Laylatul Qadr. Pada malam ini:
• Takdir tahunan manusia ditetapkan.
• Para malaikat turun membawa ketetapan Ilahi.
• Cahaya rahmat Allah terbuka luas.
Shalat ini menjadi kunci untuk masuk ke arus takdir yang penuh rahmat.
⸻
2. Makna Delapan Rakaat
Angka 8 dalam makrifat sering dipahami sebagai:
1. 8 pintu surga
2. 8 malaikat pemikul ‘Arsy
3. 8 tingkatan perjalanan ruh menuju Allah
Shalat 8 rakaat melambangkan perjalanan ruh melewati delapan pintu kedekatan dengan Allah.
⸻
3. Rahasia “Dibukakan Tujuh Langit”
Al-Qur’an menyebut السماوات السبع (tujuh langit) sebagai lapisan kosmik ruhani.
Ketika riwayat mengatakan pintunya dibuka, maknanya:
1. Langit pertama: terbukanya pintu amal
2. Langit kedua: terbukanya pintu doa
3. Langit ketiga: terbukanya pintu rahmat
4. Langit keempat: terbukanya pintu hikmah
5. Langit kelima: terbukanya pintu cahaya
6. Langit keenam: terbukanya pintu makrifat
7. Langit ketujuh: terbukanya pintu kedekatan Ilahi
Sehingga doa orang yang shalat naik tanpa penghalang.
⸻
4. Mengapa Boleh Membaca Surat Apa Saja
Riwayat mengatakan:
سورة من اختياره (surat yang ia pilih)
Makrifatnya:
Allah membuka kebebasan hati pada malam ini.
Setiap orang memilih surat yang paling menyentuh ruhnya, sehingga bacaan menjadi munajat pribadi antara hamba dan Allah.
⸻
5. Hubungan Dengan Cahaya Imam Ali as
Karena riwayat berasal dari Imam Ali, para arif mengatakan:
Malam Qadr adalah malam turunnya cahaya Wilayah.
Dalam hadis hikmah disebut:
“Wilayah Ali adalah pintu bagi turunnya rahmat pada malam Qadr.”
Karena itu orang yang menghidupkan malam ini dengan shalat akan merasakan ketenangan dan cahaya batin.
⸻
6. Rahasia Dikabulkannya Doa
Doa dikabulkan karena tiga sebab berkumpul:
1. Waktu suci (malam Qadr)
2. Amal shalat (mi‘raj orang mukmin)
3. Turunnya malaikat yang membawa takdir
Sehingga doa pada malam ini selaras dengan keputusan langit.
Kisah Turunnya Malaikat Saat Shalat (Terutama di Malam-Malam Ramadhan)
Dalam riwayat para ulama dan hadis Ahlul Bait, disebutkan bahwa ketika seorang mukmin berdiri shalat dengan ikhlas, langit menjadi terbuka dan para malaikat turun mengelilinginya. Kisah ini sering dikaitkan dengan malam-malam agung seperti malam-malam terakhir Ramadhan dan terutama Laylatul Qadr.
⸻
1. Kisah Seorang Hamba yang Dikelilingi Malaikat
Diriwayatkan dalam hikayat para ahli ibadah:
Pada suatu malam Ramadhan, seorang hamba bangun dalam keheningan malam. Semua manusia tidur, tetapi ia berdiri untuk shalat.
Ketika ia mengangkat tangan dan berkata: اللَّهُ أَكْبَر
tiba-tiba malaikat penjaga langit berkata kepada malaikat lain:
“Lihatlah seorang hamba dari bumi yang meninggalkan tidurnya untuk berdiri di hadapan Tuhannya.”
Maka para malaikat turun satu demi satu dari langit.
Mereka berdiri di sekelilingnya seperti lingkaran cahaya.
Sebagian malaikat mencatat amalnya.
Sebagian lagi mengucapkan amin pada doanya.
⸻
2. Ketika Hamba Membaca Al-Fatihah
Ketika ia membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
para malaikat berkata:
“Benar hamba-Ku memuji Tuhan seluruh alam.”
Ketika ia membaca:
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيم
malaikat berkata:
“Rahmat Allah turun kepada hamba ini.”
Dan ketika ia membaca:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين
malaikat berkata:
“Inilah perjanjian antara hamba dan Tuhannya.”
⸻
3. Saat Hamba Sujud
Ketika ia turun sujud, para malaikat berkata:
“Wahai Tuhan kami, lihatlah hamba-Mu ini.
Engkau menciptakannya dari tanah, tetapi ia meletakkan wajahnya di tanah karena cinta kepada-Mu.”
Maka Allah berfirman kepada malaikat:
“Aku bersaksi kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni sebagian besar dosanya.”
⸻
4. Kisah Pada Malam Laylatul Qadr
Dalam riwayat hikmah disebutkan:
Pada malam Qadr, malaikat turun dengan jumlah yang tak terhitung.
Sebagian membawa rahmat.
Sebagian membawa takdir.
Sebagian membawa cahaya.
Ketika mereka melihat orang yang sedang shalat malam, mereka berkata:
“Inilah hamba yang sedang mengetuk pintu langit saat pintu langit dibuka.”
Maka mereka menaungi orang itu dengan sayap mereka sampai shalatnya selesai.
⸻
5. Dialog Malaikat Setelah Shalat Selesai
Ketika hamba selesai shalat dan berdoa, malaikat berkata:
“Wahai Tuhan kami, ia telah memohon kepada-Mu.”
Allah berfirman:
“Aku telah mendengar doanya sebelum ia memohon.”
Malaikat berkata:
“Ia meminta ampun.”
Allah berfirman:
“Aku telah mengampuninya sebelum ia meminta.”
⸻
6. Rahasia Makrifat Turunnya Malaikat
Menurut para ahli makrifat:
Turunnya malaikat memiliki tiga makna batin:
1. Turunnya ketenangan dalam hati
2. Terbukanya pintu doa
3. Masuknya cahaya Ilahi ke dalam ruh
Karena itu orang yang shalat malam sering merasakan:
• hati sangat tenang
• air mata mudah mengalir
• doa terasa sangat dekat
Itulah tanda kehadiran malaikat rahmat.
Doanya;
اللَّهُمَّ يَا رَبَّ لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَجَاعِلَهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، وَرَبَّ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَالْجِبَالِ وَالْبِحَارِ، وَالظُّلُمَاتِ وَالْأَنْوَارِ، وَالْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ،
يَا بَارِئُ يَا مُصَوِّرُ، يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ، يَا اللَّهُ يَا رَحْمٰنُ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، يَا بَدِئُ يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ.
يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ، يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ، يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ، يَا اللَّهُ.
لَكَ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى، وَالْأَمْثَالُ الْعُلْيَا، وَالْكِبْرِيَاءُ وَالْآلَاءُ وَالنَّعْمَاءُ.
أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، إِنْ كُنْتَ قَضَيْتَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ تَنَزُّلَ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ حَكِيمٍ.
فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، وَاجْعَلِ اسْمِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِي السُّعَدَاءِ، وَرُوحِي مَعَ الشُّهَدَاءِ، وَإِحْسَانِي فِي عِلِّيِّينَ، وَإِسَاءَتِي مَغْفُورَةً.
وَأَنْ تَهَبَ لِي يَقِينًا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِي، وَإِيمَانًا يُذْهِبُ الشَّكَّ عَنِّي، وَتُرْضِيَنِي بِمَا قَسَمْتَ لِي.
وَآتِنِي فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنِي عَذَابَ النَّارِ.
وَارْزُقْنِي يَا رَبِّ فِيهَا ذِكْرَكَ وَشُكْرَكَ، وَالرَّغْبَةَ وَالْإِنَابَةَ إِلَيْكَ، وَالتَّوْبَةَ وَالتَّوْفِيقَ لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ شِيعَةَ آلِ مُحَمَّدٍ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
وَلَا تَفْتِنِّي بِطَلَبِ مَا زَوَيْتَ عَنِّي بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ، وَأَغْنِنِي يَا رَبِّ بِرِزْقٍ مِنْكَ وَاسِعٍ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ.
وَارْزُقْنِي الْعِفَّةَ فِي بَطْنِي وَفَرْجِي، وَفَرِّجْ عَنِّي كُلَّ هَمٍّ وَغَمٍّ، وَلَا تُشْمِتْ بِي عَدُوِّي.
وَوَفِّقْ لِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى أَفْضَلِ مَا رَآهَا أَحَدٌ، وَوَفِّقْنِي لِمَا وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّدًا وَآلَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمُ السَّلَامُ.
اللَّيْلَةَ اللَّيْلَةَ، السَّاعَةَ السَّاعَةَ حَتَّى يَنْقَطِعَ النَّفَسُ.
⸻
Allāhumma yā rabba laylatil-qadr, wa jā‘ilahā khayran min alfi syahr, wa rabba al-layli wan-nahār, wal-jibāli wal-biḥār, waẓ-ẓulumi wal-anwār, wal-arḍi was-samā’.
Yā bāri’u yā muṣawwir, yā ḥannān yā mannān, yā Allāh yā Raḥmān, yā ḥayyu yā qayyūm, yā badi’u yā badī‘as-samāwāti wal-arḍ.
Yā Allāh yā Allāh, yā Allāh yā Allāh, yā Allāh yā Allāh, yā Allāh.
Lakal-asmā’ul ḥusnā wal-amtsālul ‘ulyā wal-kibriyā’ wal-ālā’ wan-na‘mā’.
As’aluka bismika Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm, in kunta qaḍaita fī hādhihil-laylah tanazzulal-malā’ikati war-rūḥ min kulli amrin ḥakīm.
Faṣalli ‘alā Muḥammadin wa ālih, waj‘al ismī fī hādhihil-laylah fis-su‘adā’, wa rūḥī ma‘asy-syuhadā’, wa iḥsānī fī ‘illiyyīn, wa isā’atī maghfūrah.
Wa an tahaba lī yaqīnan tubāsyiru bihī qalbī, wa īmānan yudhhhibusy-syakka ‘annī, wa turḍiyanī bimā qasamta lī.
Wa ātinī fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinī ‘adhāban-nār.
Warzuqnī yā rabb fīhā dhikrak wa syukrak war-raghbah wal-inābah ilayk wat-taubah wat-tawfīq limā waffaqta lahu syī‘ata āli Muḥammad yā arḥamar-rāḥimīn.
Wa lā taftinī biṭalabi mā zawaita ‘annī biḥawlik wa quwwatik, wa aghninī yā rabb birizqin minka wāsi‘ biḥalālika ‘an ḥarāmik.
Warzuqnī al-‘iffah fī baṭnī wa farjī, wa farrij ‘annī kulla hamm wa ghamm, wa lā tusymit bī ‘aduwwī.
Wa waffiq lī laylatal-qadr ‘alā afḍali mā ra’āhā aḥad, wa waffiqnī limā waffaqta lahu Muḥammadan wa āla Muḥammad.
Al-laylah al-laylah, as-sā‘ah as-sā‘ah ḥattā yanqaṭi‘an-nafas.
⸻
Wahai Tuhan malam Qadr, yang menjadikannya lebih baik dari seribu bulan, Tuhan malam dan siang, gunung dan lautan, kegelapan dan cahaya, bumi dan langit.
Wahai Pencipta, Wahai Pembentuk, Wahai Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi, Wahai Allah, Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri, Wahai Yang Memulai penciptaan dan Yang Menciptakan langit dan bumi tanpa contoh.
Wahai Allah… Wahai Allah… Wahai Allah…
Milik-Mu nama-nama yang paling indah, sifat-sifat yang paling tinggi, kebesaran, karunia dan segala nikmat.
Aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu Bismillahir Rahmanir Rahim, jika Engkau pada malam ini menetapkan turunnya malaikat dan Ruh dengan setiap urusan yang penuh hikmah.
Maka limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan jadikan namaku pada malam ini termasuk orang-orang yang bahagia, ruhku bersama para syuhada, kebaikanku di tempat yang tinggi (‘Illiyyin), dan kesalahanku diampuni.
Karuniakan kepadaku keyakinan yang memenuhi hatiku, iman yang menghilangkan keraguan dariku, dan jadikan aku ridha terhadap apa yang Engkau tetapkan bagiku.
Berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah aku dari azab neraka.
Karuniakan kepadaku pada malam ini zikir kepada-Mu, syukur kepada-Mu, kerinduan dan kembali kepada-Mu, taubat dan taufik seperti yang Engkau berikan kepada para pengikut keluarga Muhammad.
Jangan Engkau uji aku dengan mengejar sesuatu yang Engkau jauhkan dariku dengan kekuasaan-Mu, dan cukupkan aku dengan rezeki yang luas dan halal dari-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram.
Berikan kepadaku kesucian pada perutku dan kemaluanku, lapangkan dari setiap kesedihan dan kegelisahan, dan jangan Engkau jadikan musuhku bergembira atas diriku.
Berikan aku keberuntungan memperoleh Laylatul Qadr sebagaimana yang paling sempurna diperoleh oleh hamba-hamba pilihan-Mu, dan berikan aku taufik seperti yang Engkau berikan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Malam ini… malam ini… saat ini… saat ini… sampai nafas terputus dalam doa.
⸻
Makrifat dan Rahasia Doa Ini
1. Mengapa Dimulai Dengan “Ya Rabb Laylatul Qadr”
Doa tidak mengatakan hanya Ya Allah, tetapi: يا رب ليلة القدر
Makrifatnya:
Allah dipanggil sebagai Pengatur malam takdir. Artinya seorang hamba sedang mengetuk pintu keputusan langit.
⸻
2. Rahasia Menyebut Alam Semesta
Doa menyebut:
• malam dan siang
• gunung dan laut
• gelap dan cahaya
• bumi dan langit
Makrifatnya:
Semua unsur kosmos menjadi saksi doa manusia.
Dalam hikmah sufi disebut:
ketika seorang mukmin berdoa pada malam Qadr, seluruh alam ikut mengaminkan.
⸻
3. Rahasia Pengulangan “Ya Allah”
Pengulangan يا الله berkali-kali memiliki makna:
• membuka pintu rahmat
• melembutkan hati
• menarik perhatian malaikat
Para arif mengatakan:
Setiap Ya Allah adalah ketukan pada pintu langit.
⸻
4. Makna Meminta Nama Masuk Dalam “As-Su‘ada”
Kalimat:
واجعل اسمي في هذه الليلة في السعداء
Makrifatnya sangat dalam.
Pada malam Qadr ada daftar takdir tahunan manusia.
Hamba memohon agar namanya ditulis di antara:
• orang yang bahagia
• orang yang selamat
• orang yang mendapat rahmat.
⸻
5. Rahasia Permintaan “Yaqin”
Doa tidak meminta harta terlebih dahulu tetapi: يقينا تباشر به قلبي
Makrifatnya:
Jika hati sudah memiliki yaqin, maka:
• doa cepat dikabulkan
• ibadah terasa manis
• takut kepada dunia hilang.
⸻
6. Rahasia Kalimat “Malam Ini… Saat Ini”
Kalimat terakhir:
الليلة الليلة، الساعة الساعة
Makrifatnya: Ini adalah doa keadaan darurat ruhani.
Seolah seorang hamba berkata:
“Ya Allah, jangan tunda rahmat-Mu. Turunkanlah sekarang, pada malam ini.”
Para arif menyebutnya doa yang mengguncang langit.
Semoga bermafaat!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment