Sholat Malam ke-24 Romadhon, Doa dan Makrifatnya

❤️🌺🌹Sholat  Malam ke-24 Romadhon, Doa dan Makrifatnya🌹🌺❤️

Riwayat tentang shalat malam ke-24 Ramadhan yang dinisbatkan kepada Imam  Ali ibn Abi Talib. as

عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ
(الْحَمْدُ وَسُورَةٌ مِنِ اخْتِيَارِكَ)
كَانَ لَهُ مِنَ الثَّوَابِ كَمَنْ حَجَّ وَاعْتَمَرَ.

Shalat malam ke-24
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib عليه السلام:

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam kedua puluh empat bulan Ramadhan sebanyak delapan rakaat, pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surah yang ia pilih, maka baginya pahala seperti orang yang menunaikan haji dan umrah.”

Makrifat dan Rahasia Spiritual
1. Makna Malam ke-24 Ramadhan
Dalam tradisi Ahlul Bait, malam-malam terakhir Ramadhan adalah fase penyempurnaan cahaya jiwa setelah penyucian sebelumnya.
Malam ke-24 adalah pintu menuju malam-malam ganjil berikutnya yang sangat dekat dengan Laylatul Qadr.

Secara makrifat:
20 malam pertama → penyucian dosa
malam 21–23 → turunnya takdir
malam 24 → peneguhan amal dan cahaya hati
2. Rahasia Angka 8 (Delapan Rakaat)
Dalam simbolisme ruhani:
1. Delapan adalah jumlah pintu surga
2. Delapan malaikat memikul Arsy Allah
3. Delapan rakaat melambangkan naiknya ruh melewati delapan pintu rahmat
Ahli makrifat mengatakan:
Orang yang shalat delapan rakaat dengan hati hadir seakan mengetuk delapan pintu surga.

3. Rahasia Pahala Haji dan Umrah
Pahala haji dan umrah dalam hadis ini memiliki makna batin.Makrifatnya:
1. Haji = perjalanan menuju Allah
2. Umrah = penyucian diri sebelum perjalanan
3. Shalat malam Ramadhan menyatukan keduanya dalam mi’raj ruhani
Sebagian arif berkata:
Ka’bah jasmani diziarahi dengan kaki, tetapi Ka’bah hati diziarahi dengan sujud.

4. Makna Membaca Surah Pilihan
Kalimat “surah yang engkau pilih” menunjukkan rahasia:
setiap jiwa memiliki getaran ayat yang berbeda
ayat yang dipilih sering menjadi jawaban langit untuk keadaan hati

Contoh makrifatnya:
membaca Al-Ikhlas → penyatuan tauhid
membaca Al-Qadr → membuka rahasia takdir
membaca Asy-Syams → penyucian jiwa

5. Rahasia Batin Shalat Malam
Menurut para arif Ahlul Bait:
Shalat malam Ramadhan memiliki tiga cahaya:
1. Cahaya taubat – menghapus dosa lama
2. Cahaya qurb (kedekatan) – membuka dialog batin dengan Allah
3. Cahaya wilayah – menghubungkan hati dengan cahaya Imam

Karena itu banyak riwayat menisbatkannya kepada Imam  Ali ibn Abi Talib as sebagai pintu makrifat shalat.

6. Doa Pendek Setelah Shalat (Amalan Makrifat)
Ahli ibadah sering membaca:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قَلْبِي بَيْتًا لِنُورِكَ
وَرُوحِي مِحْرَابًا لِذِكْرِكَ
Allāhumma ij‘al qalbī baytan linūrik
wa rūḥī miḥrāban lidhikrik. Artinya:
“Ya Allah, jadikan hatiku rumah bagi cahaya-Mu, dan ruhku mihrab untuk mengingat-Mu.”

Doanya
رُوِيَ عَنِ Muhammad (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ):
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَضَمِنْتَ الْإِجَابَةَ،
فَدَعَوْنَاكَ وَنَحْنُ عِبَادُكَ وَبَنُو إِمَائِكَ،
نَوَاصِينَا بِيَدِكَ، وَأَنْتَ رَبُّنَا وَنَحْنُ عِبَادُكَ،
وَلَمْ يَسْأَلِ الْعِبَادُ مِثْلَكَ،
وَنَرْغَبُ إِلَيْكَ وَلَمْ يَرْغَبِ الْخَلَائِقُ إِلَى مِثْلِكَ،

يَا مَوْضِعَ شَكْوَى السَّائِلِينَ،
وَمُنْتَهَى حَاجَةِ الرَّاغِبِينَ،

وَيَا ذَا الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ،
وَيَا ذَا السُّلْطَانِ وَالْعِزِّ.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ،
يَا بَارُّ يَا رَحِيمُ،
يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ،

يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ،
يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ،
يَا ذَا النِّعَمِ الْجِسَامِ،
وَالطَّوْلِ الَّذِي لَا يُرَامُ،

صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ،
وَاغْفِرْ لِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Allāhumma anta amarta bid-du‘ā’i wa ḍaminta al-ijābah,
fada‘awnāka wa naḥnu ‘ibāduka wa banū imā’ika,
nawāṣīnā biyadika, wa anta rabbunā wa naḥnu ‘ibāduk,
wa lam yas’ali al-‘ibādu mithlaka,
wa narghabu ilayka wa lam yarghabi al-khalā’iqu ilā mithlika.

Yā mawḍi‘a شكوى as-sā’ilīn,
wa muntahā ḥājati ar-rāghibīn.

Wa yā dhā al-jabarūt wa al-malakūt,
wa yā dhā as-sulṭān wa al-‘izz.

Yā ḥayyu yā qayyūm,
yā barru yā raḥīm,
yā ḥannān yā mannān.

Yā badī‘a as-samāwāti wa al-arḍ,
yā dhā al-jalāli wa al-ikrām,
yā dhā an-ni‘ami al-jisām,
wa aṭ-ṭawli alladhī lā yurām.

Ṣalli ‘alā Muḥammad wa ālihi,
waghfir lī innaka anta al-ghafūr ar-raḥīm.

Ya Allah, Engkau telah memerintahkan untuk berdoa dan Engkau menjamin pengabulannya.

Maka kami memohon kepada-Mu, sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu dan anak-anak dari hamba-hamba perempuan-Mu.

Ubun-ubun kami berada dalam genggaman kekuasaan-Mu. Engkaulah Tuhan kami dan kami adalah hamba-Mu.

Para hamba tidak pernah memohon kepada yang seperti-Mu, dan kami berharap kepada-Mu, sementara makhluk tidak berharap kepada yang seperti-Mu.

Wahai tempat mengadunya orang-orang yang memohon.
Wahai puncak kebutuhan orang-orang yang berharap.

Wahai Pemilik kekuasaan Jabarut dan Malakut.
Wahai Pemilik kerajaan dan kemuliaan.

Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri.
Wahai Yang Maha Baik, Wahai Yang Maha Penyayang.
Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Yang Maha Pemberi.

Wahai Pencipta langit dan bumi tanpa contoh.
Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.
Wahai Pemilik nikmat-nikmat yang agung.
Dan karunia yang tidak dapat dijangkau.

Limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya,
dan ampunilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
4. Makrifat Doa Ini
1. Rahasia Kalimat “Allah Memerintahkan Berdoa” Kalimat:
اللهم أنت أمرت بالدعاء وضمنت الاجابة
mengandung rahasia tauhid.
Makrifatnya:
Allah sendiri yang:
memerintahkan doa
membuka pintu doa
menjamin jawabannya
Ini selaras dengan ayat Al-Qur’an:
“Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan.” (QS Ghafir 60)
Artinya: doa adalah undangan dari Allah sebelum menjadi permintaan manusia.
2. Makna “Ubun-Ubun Kami di Tangan-Mu”
Kalimat:   نواصينا بيدك
makrifatnya adalah:
hidup manusia sepenuhnya dalam kendali takdir Allah
tidak ada gerak tanpa izin-Nya
ini adalah maqam tawakkal total. Para arif berkata:
Siapa yang sadar ubun-ubunnya di tangan Allah, hatinya tidak lagi takut kepada makhluk.
3. Rahasia Nama-Nama Ilahi dalam Doa
Dalam doa ini terdapat asma ilahi yang sangat kuat:
1. Ya Hayy → sumber kehidupan ruh
2. Ya Qayyum → penopang seluruh wujud
3. Ya Hannan → kasih sayang lembut Allah
4. Ya Mannan → pemberi nikmat tanpa sebab
5. Ya Badī‘ → pencipta tanpa contoh

Ahli makrifat mengatakan:

Jika nama-nama ini dibaca dengan hati hadir, ia membuka pintu rahmat dan pengampunan yang luas.

4. Rahasia Alam Jabarut dan Malakut. Kalimat:
يا ذا الجبروت والملكوت
mengandung ilmu kosmik dalam tasawuf dan irfan.
Tiga alam wujud:
1. Mulk → alam fisik
2. Malakut → alam malaikat dan ruh
3. Jabarut → alam kekuasaan Ilahi

Doa ini memanggil Allah sebagai penguasa seluruh tingkatan alam.

5. Makna Puncak Kebutuhan Manusia. Kalimat:
منتهى حاجة الراغبين
Makrifatnya:
manusia sering meminta:
rezeki
kesehatan
keselamatan
tetapi puncak kebutuhan sebenarnya adalah: kedekatan dengan Allah.

6. Rahasia Shalawat di Akhir Doa
Doa ditutup dengan shalawat kepada keluarga Nabi.
Ini sesuai ajaran Ahlul Bait bahwa:
shalawat adalah kunci diterimanya doa.
Karena doa yang diapit oleh:
shalawat awal
shalawat akhir
jarang tertolak di langit.

✔️ Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa !!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit