Makna Tanah Cahaya dan Tanah Kegelapan

❤️🌹🌺Makna Tanah Cahaya dan Tanah Kegelapan 🌺🌹❤️

Makna mendalam (makrifat & hakikat) tentang “tanah cahaya (طِينَةُ النُّور)” dan “tanah kegelapan (طِينَةُ الظُّلْمَة)”—diringkas dari ruh Al-Qur’an, hadis Ahlulbait, dan pemahaman para arif:
Makna Tanah Cahaya & Kegelapan
1. Asal Ruh vs Lapisan Nafs
➡️ Tanah cahaya = asal ruh yang suci dari Allah 
➡️ Tanah gelap = lapisan nafs yang menutupi. 📌 Hakikat:
Engkau berasal dari cahaya, bukan kegelapan.
2. Fitrah vs Penyimpangan
➡️ Cahaya = fitrah (kecenderungan kepada kebenaran)
➡️ Gelap = penyimpangan dari fitrah
📌 Setiap manusia lahir dalam cahaya, lalu bisa tertutup.
3. Kesadaran vs Kelalaian
➡️ Cahaya = sadar akan Allah (dzikrullah) ➡️ Gelap = lalai (ghaflah)
📌 Perbedaan utama bukan amal, tapi kesadaran hati.
4. Hidayah vs Kesesatan
➡️ Cahaya = petunjuk Ilahi
➡️ Gelap = tersesat dari jalan-Nya
📌 Cahaya menuntun, gelap membingungkan.
5. Kehidupan Hati vs Kematian Hati
➡️ Cahaya = hati hidup
➡️ Gelap = hati mati atau tertutup
📌 Hati hidup bisa menangis, hati gelap tidak tersentuh.
6. Ikhlas vs Ego
➡️ Cahaya = ikhlas (lillah)
➡️ Gelap = ego (ana, ujub, riya)
📌 Kegelapan terbesar adalah “aku”.
7. Naik vs Turun (Arah Ruh)
➡️ Cahaya = menarik ke atas (menuju Allah)
➡️ Gelap = menarik ke bawah (dunia & nafs)
📌 Hidup adalah tarikan dua arah ini.
8. Nur Amal vs Kosongnya Amal
➡️ Cahaya = amal yang hidup (ada ruh)
➡️ Gelap = amal kosong (tanpa hati)
📌 Bukan banyaknya amal, tapi cahayanya.
9. Ketenangan vs Kegelisahan
➡️ Cahaya = sakinah (tenang)
➡️ Gelap = gelisah, sempit
📌 Tanda cahaya: hati lapang
📌 Tanda gelap: hati sempit
10. Kembali ke Asal
➡️ Cahaya akan kembali ke cahaya
➡️ Kegelapan akan kembali ke kegelapan
📌 Ini hukum besar:
كُلُّ شَيْءٍ يَرْجِعُ إِلَى أَصْلِهِ
🌌 Kesimpulan Hakikat
➡️ Tanah cahaya dan kegelapan bukan dua makhluk luar, tapi:
dua sisi dalam diri manusia
➡️ Cahaya: asal, tujuan, jalan menuju Allah
➡️ Kegelapan: ujian, hijab, yang harus dibersihkan
✨ Kalimat Inti Makrifat
➡️ “Dalam dirimu ada langit dan bumi: cahaya yang mengangkatmu,
dan kegelapan yang menahanmu.”

Pemaknaan “tanah cahaya” (طِينَةُ النُّور) dan “tanah kegelapan” (طِينَةُ الظُّلْمَة) dalam perspektif Al-Qur’an. Istilah “tanah” di sini dipahami sebagai simbol asal kecenderungan batin—sementara Al-Qur’an mengekspresikannya dengan bahasa nūr (cahaya) dan ẓulumāt (kegelapan).
 1. Prinsip Dasar Qur’ani: Cahaya vs Kegelapan   اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا
يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
Allah adalah pelindung orang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.
➡️ Makrifat: Cahaya = hidayah, iman, kesadaran Ilahi
Kegelapan = kesesatan, hijab, keterputusan dari Allah
Hidup adalah proses keluar dari gelap menuju terang
2. “Tanah Kegelapan” dalam Al-Qur’an
a. Kegelapan Berlapis  أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ… ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ
Seperti kegelapan di lautan dalam… gelap berlapis-lapis. ➡️ Makrifat:
Kegelapan bukan satu, tapi bertingkat: dosa, kelalaian kesombongan, cinta dunia
➡️ Ini adalah “lapisan tanah gelap” dalam diri.
b. Hati yang Gelap
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ
Allah telah mengunci hati mereka.
➡️ Makrifat: Ketika kegelapan dominan: hati tertutup, kebenaran tidak masuk, nur tidak terlihat
c. Amal Tanpa Cahaya
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ
Amal orang kafir seperti fatamorgana. ➡️ Makrifat:
Tanpa cahaya: amal tampak ada
* tapi kosong hakikatnya
3. “Tanah Cahaya” dalam Al-Qur’an a. Cahaya Ilahi
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Allah adalah cahaya langit dan bumi.
➡️ Makrifat: Semua cahaya berasal dari Allah. ➡️ Hati yang bersih menjadi cermin نور الله
b. Cahaya dalam Hati
يَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ
Allah menjadikan bagi kalian cahaya untuk berjalan. ➡️ Makrifat:
Cahaya bukan hanya iman, tapi: panduan hidup, intuisi kebenaran kemampuan membedakan hak dan batil
c. Cahaya di Atas Cahayaنُورٌ عَلَىٰ نُورٍ
Cahaya di atas cahaya.
➡️ Makrifat: Tingkatan cahaya:
* iman; ilmu; yakin; ma’rifat
➡️ Semakin dekat ke Allah, semakin berlapis cahaya.
 4. Perbandingan Qur’ani
Hadis-hadis Ahlulbait tentang “tanah cahaya (طِينَةُ النُّور)” dan “tanah kegelapan (طِينَةُ الظُّلْمَة)”,
1. Hadis Ṭīnah (Asal Penciptaan)Dari Imam Muhammad al-Baqir dan Imam Ja’far al-Sadiq
خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُؤْمِنَ مِنْ طِينَةِ الْجَنَّةِ، وَخَلَقَ الْكَافِرَ مِنْ طِينَةِ النَّارِ.
Allah menciptakan mukmin dari tanah surga, dan menciptakan kafir dari tanah neraka. Makrifat:
➡️ “Tanah surga” = cahaya, kesucian, kecenderungan kepada Allah ➡️ “Tanah neraka” = kegelapan, hijab, kecenderungan menjauh dari-Nya
2. Hadis Campuran Ṭīnah
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ شِيعَتَنَا مِنْ طِينَتِنَا، وَخَلَطَ فِيهِمْ مِنْ طِينَةِ عَدُوِّنَا.
Sesungguhnya Allah menciptakan Syiah kami dari tanah kami, dan mencampurkan di dalamnya sebagian dari tanah musuh kami.
وَخَلَقَ أَعْدَاءَنَا مِنْ طِينَةِ عَدُوِّنَا، وَخَلَطَ فِيهِمْ مِنْ طِينَتِنَا.
Dan Dia menciptakan musuh kami dari tanah mereka, serta mencampurkan dalam diri mereka sebagian dari tanah kami. Makrifat:
➡️ Tidak ada manusia murni
➡️ Semua memiliki: unsur cahaya unsur kegelapan
3. Hadis Sebab Dosa dan Kebaikan;  فَمَا كَانَ فِيهِمْ مِنْ خَيْرٍ فَمِنَّا، وَمَا كَانَ فِيهِمْ مِنْ سُوءٍ فَمِنْ عَدُوِّنَا
Apa yang ada pada mereka dari kebaikan maka itu dari kami, dan apa yang ada dari keburukan maka dari musuh kami. Makrifat:
➡️ Kebaikan berasal dari نور
➡️ Keburukan berasal dari ظلمة
4. Hadis Kembalinya Kepada Asal    : كُلُّ شَيْءٍ يَرْجِعُ إِلَى أَصْلِهِ.
Segala sesuatu akan kembali kepada asalnya. Makrifat:
➡️ Cahaya kembali ke cahaya
➡️ Kegelapan kembali ke kegelapan
5. Hadis Tentang Hati Mukmin
إِنَّ قُلُوبَ الْمُؤْمِنِينَ بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ 
مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ.
Sesungguhnya hati orang beriman berada di antara dua jari dari jari-jari Allah. Makrifat:
➡️ Hati selalu berubah antara:
* cahaya
* kegelapan
6. Hadis Cahaya dalam Hati
إِنَّ فِي قَلْبِ الْمُؤْمِنِ نُورًا.
Dalam hati seorang mukmin terdapat cahaya. Makrifat: ➡️ Inilah “tanah cahaya” dalam diri manusia
7. Hadis Kegelapan Dosa
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا إِلَّا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ.
Tidaklah seorang hamba berbuat dosa kecuali muncul titik hitam di hatinya. Makrifat: ➡️ “Tanah gelap” bertambah dengan dosa. ➡️ Jika tidak dibersihkan → menutup cahaya
8. Hadis Taubat Menghapus Kegelapanفَإِنْ تَابَ مُحِيَتْ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ.
Jika ia bertaubat, titik itu dihapus; jika ia menambah dosa, maka bertambah pula.Makrifat:
➡️ Cahaya bisa kembali
➡️ Kegelapan tidak permanen
9. Hadis Cahaya Wilayah
نَحْنُ النُّورُ الَّذِي أَنْزَلَهُ اللَّهُ.
Kami adalah cahaya yang Allah turunkan. Makrifat: ➡️ Ahlulbait = sumber hidayah (nur) ➡️ Mengikuti mereka = berjalan dalam cahaya
10. Hadis Hijab Kegelapan
إِنَّ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ حُجُبًا مِنْ نُورٍ وَظُلْمَةٍ.
Sesungguhnya Allah memiliki hijab-hijab dari cahaya dan kegelapan.
Makrifat: ➡️ Kegelapan = penghalang dari Allah ➡️ Cahaya = jalan menuju-Nya
✨ Kesimpulan Hadis Ahlulbait
➡️ Manusia diciptakan dengan dua unsur:
طِينَةُ النُّور → iman, hidayah, kebaikan
طِينَةُ الظُّلْمَة → nafs, dosa, kelalaian
➡️ Hidup adalah:
* memperkuat cahaya
* membersihkan kegelapan
➡️ Dan hukum akhirnya:
كُلُّ شَيْءٍ يَرْجِعُ إِلَى أَصْلِهِ
(Setiap sesuatu kembali kepada asalnya)

Hukum Besar Al-Qur’an
➡️ Semua manusia mulai dalam fitrah (cahaya)
➡️ Kegelapan datang karena:
* dosa
* lalai
* menolak kebenaran
➡️ Maka tugas manusia:
mengembalikan diri ke cahaya asal
Rahasia Makrifat Qur’ani
Al-Qur’an tidak menyebut “tanah” secara literal, tapi maknanya sama:
➡️ “Tanah cahaya” =
fitrah + iman + nur dalam hati
➡️ “Tanah gelap” =
nafs + hijab + kegelapan batin
Jalan Qur’ani: Dari Gelap ke Cahaya. Al-Qur’an memberi jalan:
* Dzikir: menghidupkan cahaya
* Taubat: menghapus gelap
* Iman: membuka hati
* Taqwa: menjaga cahaya tetap hidup
✨ Kesimpulan Hakikat
➡️ Cahaya adalah asal dan tujuan manusia
➡️ Kegelapan adalah ujian dalam perjalanan
➡️ Siapa yang menjaga cahaya: akan kembali kepada نور
➡️ Siapa yang tenggelam dalam gelap: akan terhijab dari-Nya

Penjelasan “tanah cahaya (النُّور)” dan “tanah kegelapan (الظُّلُمات)” menurut mufasir, dengan merujuk pada tafsir-tafsir utama dan pendekatan riwayat Ahlulbait:
1. Prinsip Dasar (Menurut Mufasir)
Ayat kunci:اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ (2:257)
➡️ Dalam tafsir : Zulumat (kegelapan) = segala bentuk keterputusan dari Allah
* Nur (cahaya) = hidayah Ilahi yang sempurna, yang mencapai puncaknya pada wilayah
2. Tafsir Para Mufasir Syiah
📖 Allamah Tabatabai ➡️ “Nur” adalah; realitas iman dalam hati (bukan sekadar ucapan) sesuatu yang menghidupkan jiwa
➡️ “Zulumat” adalah:
* keadaan hati yang tidak tersambung dengan Allah
* segala bentuk kekosongan spiritual Makrifatnya:
➡️ Cahaya = hidupnya hati
➡️ Kegelapan = matinya hati
Fayz Kashani ➡️ Berdasarkan riwayat Ahlulbait:
* “Nur” = wilayah Ahlulbait
* “Zulumat” = permusuhan terhadap mereka Makrifat:
➡️ Cahaya bukan hanya konsep, tapi jalan hidup (jalan wilayah)
➡️ Kegelapan = terputus dari sumber hidayah
Al-Ayyashi ➡️ Dalam riwayat:
* “Nur” = Imam yang memberi petunjuk
* “Zulumat” = para pemimpin kesesatan  Makrifat:
➡️ Cahaya itu berwujud dalam manusia sempurna (Imam)
➡️ Mengikuti mereka = berjalan dalam cahaya
Al-Qummi ➡️ Menafsirkan:
* “Nur” = hidayah melalui Ahlulbait
* “Zulumat” = mengikuti selain jalan mereka
3. Tafsir Ayat Kegelapan Berlapis (24:40)   ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ
➡️ Dalam tafsir: Lapisan kegelapan:
1. kesesatan akidah
2. dosa perbuatan
3. kerasnya hati
4. mengikuti pemimpin batil Makrifat:➡️ Semakin jauh dari wilayah → semakin berlapis kegelapan
4. Tafsir Ayat Cahaya (24:35)
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
📖 Allamah Tabatabai ➡️ Allah adalah نور: sumber segala keberadaan; yang menampakkan segala sesuatu 
➡️ “Misykat, mishbah, zujajah” dalam ayat:
➡️ ditafsirkan secara batin sebagai:
* hati mukmin
* iman
* cahaya wahyu
Tafsir Riwayat Ahlulbait
➡️ Dalam sebagian riwayat:
* “Misykat” = Nabi
* “Mishbah” = cahaya kenabian
* “Zujajah” = hati yang bersih
Makrifat: ➡️ Cahaya Ilahi turun dan bertempat dalam hati manusia yang suci
Kesimpulan Mufasir ;
“Tanah Cahaya “; 
➡️ Iman yang hidup
➡️ Hidayah Ilahi
➡️ Wilayah (keterhubungan dengan Ahlulbait)
➡️ Hati yang hidup dan sadar
“Tanah Kegelapan”:
➡️ Keterputusan dari Allah
➡️ Mengikuti hawa nafs
➡️ Menolak wilayah
➡️ Hati yang mati
6. Kaidah Makrifat (Menurut Tafsir)
➡️ Cahaya tidak berdiri sendiri
➡️ Ia selalu melalui wasilah (perantara hidayah)
➡️ Dalam perspektif Ahlulbait:
➡️ wilayah adalah jalur utama نور
7. Hakikat Terdalam
➡️ “Tanah cahaya” =
ruh yang tersambung dengan Allah melalui hidayah-Nya
➡️ “Tanah gelap” =
ruh yang terhijab oleh nafs dan keterputusan
➡️ Maka manusia hidup di antara dua tarikan:  نور → menarik ke atas ظلمة → menarik ke bawah
Penutup;  Menurut mufasir Syiah:
➡️ Cahaya bukan hanya iman, tapi jalan hidup yang terhubung dengan sumber hidayah (wilayah)
➡️ Kegelapan bukan sekadar dosa, tapi terputus dari sumber cahaya itu

Penjelasan “tanah cahaya (طِينَةُ النُّور)” dalam perspektif makrifat—lanjutan dari “tanah gelap” yang tadi:
Makna “Tanah Cahaya” (طِينَةُ النُّور)
Makna umum:
➡️ Bagian dalam diri manusia yang selalu condong kepada Allah
➡️ Sumber iman, keikhlasan, dan kecenderungan kepada kebaikan
Ini adalah fitrah ilahi yang Allah tanamkan dalam ruh manusia.
Makrifat Perlapisan Makna
1. Sebagai Fitrah Ilahi (الفطرة)
➡️ “Tanah cahaya” adalah fitrah suci: mengenal kebenaran; mencintai kebaikan; rindu kepada Allah
Ini sebabnya manusia tersentuh saat mendengar kebenaran.
2. Sebagai Nur Iman (نور الإيمان)
➡️ Ia adalah cahaya dalam hati yang: membuat yakin, menenangkan membimbing. Bukan sekadar tahu, tapi merasakan kebenaran.
3. Sebagai Ruh Wilayah (روح الولاية)
➡️ Dalam hadis, ini terkait dengan kecintaan kepada Ahlulbait
➡️ Makrifatnya:
➡️ keterhubungan dengan sumber hidayah
4. Sebagai Akhlak Cahaya
➡️ Tanah cahaya tampak dalam sifat: ikhlas, sabar, tawadhu, kasih sayang, jujur. Ini “buah” dari cahaya batin.
Tanda “Tanah Cahaya” Hidup
Seseorang sedang hidup dalam cahaya ketika:
* hatinya mudah tersentuh dzikir
* ibadah memberi ketenangan
* cepat sadar saat berbuat salah
* mencintai kebaikan tanpa paksaan
* merasa dekat dengan Allah
Hubungan dengan “Tanah Gelap”
➡️ Dalam diri manusia ada dua unsur: Tanah gelap → menarik ke bawah. Tanah cahaya → menarik ke atas. Kehidupan adalah tarikan dua arah ini. Rahasia Makrifat
➡️ “Tanah cahaya” adalah hakikat asli manusia ➡️ “Tanah gelap” hanyalah lapisan sementara
Dalam ungkapan arif: ➡️ “Engkau diciptakan dari cahaya, lalu tertutup oleh kegelapan.”
Cara Menguatkan “Tanah Cahaya”
1. Dzikir yang hidup; ➡️ bukan sekadar lisan, tapi hati hadir
2. Ikhlas; ➡️ membersihkan niat dari selain Allah
3. Cinta kepada kebenaran
➡️ walau pahit dan berat
4. Mengikuti jalan para wali (wilayah) ➡️ menjaga arah ruhani
5. Tafakkur (perenungan)
➡️ membuka mata hati
Tingkatan “Tanah Cahaya”
Para ahli makrifat menyebutkan:
1. Cahaya lemah → masih sering kalah oleh nafs
2. Cahaya bangkit → mulai dominan
3. Cahaya kuat → mengalahkan kegelapan
4. Cahaya murni → hati hampir selalu bersama Allah
Kesimpulan Hakikat
➡️ Tanah cahaya adalah:
* sumber iman
* asal kebaikan
* arah kembali manusia
➡️ Tujuan hidup: mengembalikan diri sepenuhnya kepada cahaya itu
Rahasia Makrifat Penting
➡️ “Tanah gelap” bukan identitas sejati mukmin
➡️ Ia hanya lapisan yang harus dibersihkan
Dalam istilah ahli makrifat:
➡️ “Bukan kamu yang gelap, tapi ada kegelapan dalam dirimu.”

Penjelasan “tanah cahaya (طِينَةُ النُّور)” dan “tanah kegelapan (طِينَةُ الظُّلْمَة)” menurut ahli hakikat (ʿurafā’) dalam tradisi (irfān Ahlulbait). Ini adalah pembacaan batin (hakikat)—melampaui makna lahir—tentang keadaan ruh manusia.
1. Hakikat Dasar(Pandangan Irfani)
Menurut para arif seperti Allamah Tabatabai, Mulla Sadra, dan Imam Khomeini: ➡️ Manusia adalah:
* tajallī (manifestasi) cahaya Allah
* namun tertutup oleh lapisan kegelapan (nafs & dunia) Maka:
* “tanah cahaya” = asal ruh dari نور Ilahi
* “tanah gelap” = lapisan hijab yang menutupi cahaya itu
2. “Tanah Cahaya” menurut Ahli Hakikat a. Asal Ruh (الأصل النوري)
➡️ Ruh manusia berasal dari:
* alam نور
* kedekatan dengan Allah
Dalam bahasa irfan: ➡️ “Hakikatmu adalah cahaya, bukan kegelapan.”
b. Nur Kesadaran (نور الشهود)
➡️ Tanah cahaya adalah:
* kesadaran akan Allah
* حضور (kehadiran hati bersama-Nya)
➡️ Bukan sekadar iman, tapi:
➡️ merasakan Allah secara batin
c. Wilayah sebagai Cahaya Hidup
➡️ Dalam irfan :
➡️ wilayah = jalur aktualisasi cahaya. Makrifatnya:
➡️ Cahaya Ilahi mengalir melalui insan sempurna (Ahlulbait) ke hati manusia
d. Cahaya yang Menarik ke Atas
➡️ Tanda tanah cahaya:
* rindu ibadah
* tenang dalam dzikir
* cepat kembali saat jatuh
Ini disebut:
➡️ “jadzbah ilahiyyah” (tarikan menuju Allah)
3. “Tanah Kegelapan” menurut Ahli Hakikat  a. Hijab (الحجاب)
➡️ Kegelapan bukan zat, tapi:
➡️ ketiadaan cahaya (ketertutupan) Seperti:malam bukan sesuatu, tapi ketiadaan cahaya
b. Nafs dan Ego
➡️ Tanah gelap adalah:
* ego (ana)
* cinta diri
* keinginan dunia
➡️ Dalam istilah irfan:
➡️ “nafs adalah berhala batin”
c. Turun dari Cahaya
➡️ Setiap dosa adalah:
➡️ gerakan turun dari نور ke ظلمة
Semakin banyak dosa:
➡️ semakin tebal hijab
d. Kegelapan Bertingkat
➡️ Ahli hakikat menyebut:
* zulmah syahwat
* zulmah ghaflah
* zulmah takabbur. Ini sesuai ayat: 
ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ”
4. Relasi Keduanya dalam Diri Manusia ➡️ Menurut irfan:
Manusia = ruh (cahaya). nafs (gelap)
➡️ Hidup adalah:
➡️ pertempuran antara dua tarikan
* cahaya → naik ke Allah
* gelap → turun ke dunia
5. Rahasia Besar Ahli Hakikat
➡️ Kegelapan tidak punya wujud مستقل (mandiri)
➡️ Ia hanya: ➡️ ketiadaan cahaya
Maka:
➡️ Tidak perlu “melawan gelap”
➡️ Tapi cukup:
➡️ menyalakan cahaya
6. Jalan Irfani: Dari Gelap ke Cahaya. Menurut para arif Syiah:
1. تخلية (mengosongkan diri)
➡️ membersihkan dosa & sifat buruk
2. تحلية (menghias diri)
➡️ mengisi dengan akhlak cahaya
3. تجلية (tersingkapnya cahaya)
➡️ hati mulai melihat hakikat
7. Puncak Hakikat
➡️ Saat cahaya dominan total:
* hati menjadi “cermin Allah”
* tidak melihat selain Dia
Dalam istilah irfan:
➡️ “فناء في الله” (lebur dalam Allah)
➡️ lalu
➡️ “بقاء بالله” (hidup dengan Allah)
8. Kesimpulan Hakikat
➡️ “Tanah cahaya” =
hakikat asli ruh manusia (نور Ilahi)
➡️ “Tanah kegelapan” =
lapisan nafs & hijab yang menutup cahaya itu
➡️ Tujuan hidup menurut ahli hakikat:
➡️ menghilangkan hijab hingga cahaya tampak sepenuhnya
Kalimat Inti Ahli Makrifat
➡️ “Engkau bukan makhluk gelap,
tetapi cahaya yang sedang tertutup.”

Kisah dan cerita makrifat yang menggambarkan “tanah cahaya” dan “tanah kegelapan” dalam diri manusia—diambil dari nuansa riwayat, hikmah para arif, dan pelajaran Ahlulbait. Saya susun dengan gaya kisah agar mudah direnungi:
1. Kisah Dua Hati dalam Satu Diri
Seorang murid bertanya kepada gurunya:”Wahai guru, mengapa aku kadang ingin shalat, tapi kadang ingin bermaksiat?” Guru menjawab:
“Karena dalam dirimu ada dua tanah: tanah cahaya yang memanggilmu ke langit; tanah gelap yang menarikmu ke bumi.”
Murid itu bertanya: “Siapa yang menang?” Guru berkata:
“Yang engkau beri makan.”
➡️ Makrifat: Cahaya dan kegelapan bukan ditentukan takdir semata, tapi apa yang kita kuatkan setiap hari.
2. Kisah Hati yang Berkarat
Seorang lelaki saleh mengadu:
“Aku dulu menangis saat dzikir, sekarang hatiku keras.” Seorang arif menjawab:”Hatimu tidak mati, hanya tertutup oleh debu dosa.” Ia berkata lagi: “Apa obatnya?” Dijawab:
“Air mata taubat, dan panasnya dzikir.” Beberapa waktu kemudian, ia kembali menangis dalam shalatnya.
➡️ Makrifat: ➡️ “Tanah gelap” itu seperti karat ➡️ “Tanah cahaya” kembali muncul saat dibersihkan
3. Kisah Orang yang Terlihat Taat
Ada seseorang yang sangat rajin ibadah, tapi suka merendahkan orang lain. Seorang arif berkata:
“Dia membangun istana di atas tanah gelap.” Orang bertanya: “Apa maksudnya?” Ia menjawab:
“Ibadahnya cahaya, tapi hatinya gelap oleh kesombongan.”
➡️ Makrifat: ➡️ Cahaya amal bisa tertutup oleh kegelapan hati
➡️ bukan banyaknya amal, tapi kualitas hati
4. Kisah Pendosa yang Dicintai Allah. Seorang pemuda sering jatuh dalam dosa, tapi setiap malam ia menangis dan berkata:”Ya Allah, aku lemah… tapi aku mencintai-Mu.”
Seorang arif berkata:”Dalam dirinya ada cahaya yang tidak padam.”
Orang lain bertanya: “Padahal ia berdosa?” Ia menjawab:
“Dosa dari tanah gelapnya,
tangisan dari tanah cahayanya.”
➡️ Makrifat: ➡️ Tanda cahaya masih hidup adalah tidak nyaman dalam dosa
5. Kisah Setan dan Orang Lalai
Dikisahkan seorang arif melihat seseorang sangat lalai, tapi hidupnya tenang. Ia berkata:”Setan tidak lagi mengganggunya.” Orang bertanya: “Mengapa?” Ia menjawab:
“Karena ia sudah jauh dari cahaya,
tidak perlu lagi disesatkan.”
➡️ Makrifat: ➡️ Setan justru aktif pada orang yang punya cahaya
➡️ karena mereka masih bisa naik
6. Kisah Hati yang Bercahaya
Seorang hamba sederhana selalu berdzikir dengan tulus. Suatu hari seseorang berkata:”Ibadahmu sedikit dibanding orang lain.”
Ia menjawab:”Aku tidak menghitung amal, aku menjaga hatiku.” Seorang arif berkata:”Hatinyalah yang bercahaya, bukan banyaknya amalnya.” ➡️ Makrifat: ➡️ Cahaya terletak pada keikhlasan, bukan kuantitas
7. Kisah Perjalanan Ruh
Seorang salik (pejalan spiritual) berkata:”Aku melihat dalam diriku dua dunia:
* satu terang penuh ketenangan
* satu gelap penuh kegelisahan”
Gurunya berkata:
“Itu bukan dua dunia, itu satu dirimu.”
➡️ Makrifat: ➡️ Surga dan neraka dimulai dari dalam diri manusia
8. Kisah “Kembali ke Asal”
Seorang arif berkata: “Pada hari kiamat, setiap orang akan kembali ke asalnya.” Murid bertanya: “Bagaimana maksudnya?” Ia menjawab:”Yang hidup dalam cahaya akan tenggelam dalam cahaya.Yang hidup dalam kegelapan akan tenggelam dalam kegelapan.”
➡️ Makrifat: ➡️ Akhir adalah pantulan dari keadaan batin yang terus kita pelihara
Kesimpulan dari Kisah-Kisah
➡️ Dalam diri manusia: ada tanah cahaya → menuju Allah; ada tanah gelap → menjauh dari Allah
➡️ Hidup adalah:
* memilih mana yang diperkuat
* membersihkan yang gelap
* menjaga yang terang
➡️ Dan tanda terbesar cahaya:
selalu ingin kembali kepada Allah meski jatuh

Manfaat memahami dan menghidupkan “tanah cahaya” (nur) serta membersihkan “tanah kegelapan” (zulumat) — sekaligus saya sertakan doa singkat (Arab + terjemah) untuk tiap poin agar bisa diamalkan:
1. Hati menjadi hidup
➡️ Hati terasa sadar, tidak lalai
Doa:        اللَّهُمَّ أَحْيِ قَلْبِي بِنُورِكَ
Ya Allah, hidupkan hatiku dengan cahaya-Mu.
2. Mudah kembali saat jatuh
➡️ Cepat taubat, tidak tenggelam dalam dosa.?Doa:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي تَوْبَةً صَادِقَةً
Ya Allah, anugerahkan aku taubat yang tulus.
3. Ibadah terasa nikmat
➡️ Bukan beban, tapi kebutuhan ruh
Doa:       اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ عِبَادَتَكَ
Ya Allah, jadikan ibadah-Mu aku cintai.
4. Diberi ketenangan batin
➡️ Hati tidak mudah gelisah
Doa:    اللَّهُمَّ اجْعَلْ قَلْبِي مُطْمَئِنًّا بِذِكْرِكَ
Ya Allah, jadikan hatiku tenang dengan mengingat-Mu.
5. Diberi cahaya dalam hidup
➡️ Mudah membedakan benar dan salah  Doa: اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورًا أَمْشِي بِهِ
Ya Allah, jadikan bagiku cahaya untuk berjalan.
6. Dijauhkan dari kegelapan hati
➡️ Terhindar dari iri, sombong, dan riya Doa:   اللَّهُمَّ نَقِّ قَلْبِي مِنَ الظُّلُمَاتِ
Ya Allah, bersihkan hatiku dari kegelapan.
7. Dikuatkan melawan nafs
➡️ Tidak mudah mengikuti hawa nafsu Doa:   اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى نَفْسِي
Ya Allah, tolong aku melawan diriku sendiri.
8. Mendapat hidayah terus-menerus ➡️ Tidak mudah tersesat
Doa:    اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَثَبِّتْنِي عَلَى الْحَقِّ
Ya Allah, beri aku petunjuk dan tetapkan aku di atas kebenaran.
9. Hati menjadi lembut
➡️ Mudah tersentuh oleh kebenaran
Doa:      اللَّهُمَّ لَيِّنْ قَلْبِي لِذِكْرِكَ
Ya Allah, lembutkan hatiku untuk mengingat-Mu.
10. Kembali kepada Allah dalam cahaya ➡️ Husnul khatimah (akhir yang baik) Doa:
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لِي بِالنُّورِ وَالْإِيمَانِ
Ya Allah, akhiri hidupku dengan cahaya dan iman.
Doa Gabungan (Ringkas & Kuat)
Jika ingin diamalkan sekaligus:
اللَّهُمَّ أَخْرِجْنِي مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَنَقِّ قَلْبِي، وَأَحْيِهِ بِنُورِكَ، وَثَبِّتْنِي عَلَى طَاعَتِكَ
Ya Allah, keluarkan aku dari kegelapan menuju cahaya, bersihkan hatiku, hidupkan dengan cahaya-Mu, dan tetapkan aku dalam ketaatan kepada-Mu.
Penutup Makrifat
➡️ Cahaya tidak datang sekaligus, tapi ditumbuhkan
➡️ Kegelapan tidak hilang sekaligus, tapi dibersihkan perlahan
➡️ Dan doa adalah:
pintu masuk cahaya ke dalam hati

Cara Membersihkan “Tanah Gelap”
1. Dzikir (mengingat Allah)
➡️ Cahaya masuk lewat ingatan kepada-Nya
2. Taubat
➡️ Menghapus bekas kegelapan
3. Mujahadah (melawan nafs)
➡️ Menekan dorongan gelap
4. Cinta Ahlulbait (wilayah)
➡️ Menguatkan unsur cahaya dalam diri
5. Menjaga hati
➡️ Menghindari riya, ujub, dan sombong
Kesimpulan Hakikat
➡️ Setiap manusia adalah medan antara dua tanah
➡️ Hidup adalah proses:
* mengurangi kegelapan
* memperkuat cahaya
➡️ Dan tujuan akhirnya:
kembali menjadi “cahaya murni” di hadapan Allah
1. لِمَاذَا يَقَعُ أَحِبَّاؤُكُمْ… فِي الْمَعَاصِي؟
Mengapa para pecinta kalian terkadang jatuh dalam maksiat?
Makrifat: Jalan cinta bukan bebas dosa, tetapi jalan penyucian. Jatuh adalah bagian dari proses kembali.
2. وَأَعْدَاؤُكُمْ يُكْثِرُونَ مِنَ الذِّكْرِ…
Sedangkan musuh kalian banyak berdzikir dan beribadah.
Makrifat: Amal lahir bisa tampak indah, tetapi tanpa cahaya batin, ia bisa kosong dari hakikat.
3. إِنَّ اللَّهَ خَلَقَنَا مِنْ نُورٍ طَاهِرٍ
Terjemah: Allah menciptakan kami dari cahaya yang suci.
Makrifat: Cahaya = kesadaran Ilahi murni, sumber hidayah sejati.
4. وَخَلَقَ أَعْدَاءَنَا مِنَ الظُّلْمَةِ
Dan menciptakan musuh kami dari kegelapan. Makrifat: Kegelapan adalah ketertutupan hati dari Allah, bukan sekadar kejahatan lahir.
5. وَخَلَقَ أَحِبَّاءَنَا… وَخَلَطَ فِيهِمْ
Pecinta kami diciptakan dari tanah kami dan dicampur dengan sedikit tanah musuh kami. Makrifat: Mukmin adalah percampuran nur dan zulmah, sebab itu ada ujian dalam diri.
6. فِيهِمُ النُّورُ وَفِيهِمْ شَيْءٌ مِنَ الظُّلْمَةِ
Dalam diri mereka ada cahaya dan sedikit kegelapan. Makrifat: Inilah medan jihad: menguatkan cahaya, melemahkan gelap.
7. وَخَلَقَ أَحِبَّاءَ أَعْدَائِنَا…
Pecinta musuh kami juga diciptakan dengan campuran. Makrifat: Bahkan orang jauh dari kebenaran masih punya fitrah cahaya.
8. لَوْ خُلِقُوا خَالِصًا لَمَا عَمِلُوا خَيْرًا
Jika mereka murni dari tanah itu, mereka tidak akan berbuat baik.
Makrifat: Selama ada cahaya, harapan taubat selalu ada.
9. يَعْمَلُونَ الْخَيْرَ بِمَا فِيهِمْ مِنْ طِينَتِكُمْ
Mereka berbuat baik karena bagian dari kalian dalam diri mereka.
Makrifat: Setiap kebaikan berasal dari unsur ilahi dalam diri manusia.
10. يَقَعُ أَحِبَّاؤُنَا فِي السُّوءِ…
Pecinta kami jatuh dalam keburukan karena bagian dari musuh kami dalam diri mereka. Makrifat: Dosa bukan hakikat mukmin, tapi sisa kegelapan yang belum disucikan.
11. إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ
Ketika hari kiamat tiba. Makrifat: Kiamat adalah hari terbukanya hakikat, bukan sekadar perhitungan.
12. رَدَّ اللَّهُ الذُّنُوبَ إِلَى أَعْدَائِنَا
Allah mengembalikan dosa kepada musuh kami. Makrifat: Semua kegelapan akan kembali ke sumbernya.
13. لِأَنَّهَا مِنْهُمْ وَإِلَيْهِمْ تَعُودُ
Karena dosa itu berasal dari mereka dan kembali kepada mereka.
Makrifat: Hukum ruhani: asal menentukan akhir.
14. وَلَيْسَتْ مِنَّا وَلَا إِلَيْنَا
Itu bukan dari kami dan tidak kembali kepada kami. Makrifat: Cahaya tidak menyatu dengan kegelapan secara hakikat.
15. وَرَدَّ كُلَّ خَيْرٍ إِلَى الْمُؤْمِنِينَ
Semua kebaikan dikembalikan kepada orang beriman. Makrifat: Amal yang hidup adalah yang terhubung dengan cahaya iman.
16. كُلُّ شَيْءٍ يَرْجِعُ إِلَى أَصْلِهِ
Segala sesuatu kembali kepada asalnya. Makrifat: Ini hukum besar:
➡️ cahaya → cahaya
➡️ gelap → gelap
17. اللَّهُ حَكِيمٌ عَدْلٌ
Allah Maha Bijaksana dan Maha Adil.
Makrifat: Keadilan Allah bekerja pada hakikat terdalam, bukan tampilan luar.
18. إِنَّ الْعِبَادَةَ تَثْقُلُ عَلَى الشِّيعَةِ
Ibadah terasa berat bagi Syiah.
Makrifat: Karena mereka sadar, ibadah terasa berat sebab mereka merasakan kehadiran Allah.
19. وَتَخِفُّ عَلَى غَيْرِهِمْ
Dan terasa ringan bagi selain mereka. Makrifat: Ringan bisa jadi karena tanpa kedalaman ruh.
20. لِأَنَّ الْحَقَّ ثَقِيلٌ
Karena kebenaran itu berat.
Makrifat: Kebenaran menuntut pengorbanan ego.
21. الشَّيْطَانُ يَجْتَهِدُ فِي الشِّيعَةِ
Setan bersungguh-sungguh menggoda mereka. Makrifat: Yang bercahaya jadi target, karena yang gelap sudah jauh.
Ucapan Imam Ali
22. نَحْنُ الصَّلَاةُ
Kami adalah shalat. Makrifat: Mereka adalah ruh ibadah, bukan sekadar simbol.
23. نَحْنُ أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ
Kami adalah sumber segala kebaikan. Makrifat: Kebaikan sejati berasal dari petunjuk Ilahi.
24. أَعْدَاؤُنَا أَصْلُ كُلِّ شَرٍّ
Musuh kami adalah sumber keburukan. Makrifat: Menolak kebenaran = akar penyimpangan.
Ucapan Imam Shadiq
25. وَلَوْ صَلَّوْا وَصَامُوا فَهُمْ فِي النَّارِ
Walau mereka shalat dan puasa, mereka di neraka. Makrifat: Amal tanpa hakikat = jasad tanpa ruh.
26. إِنَّ الشَّيْطَانَ لَا شُغْلَ لَهُ بِهِمْ
Setan tidak punya urusan dengan mereka. Makrifat: Setan tidak menggoda yang sudah tersesat jauh.
27. تَرَكَ وِلَايَتَنَا…
Barang siapa meninggalkan wilayah kami. Makrifat: Kehilangan wilayah = kehilangan arah ruhani.
28. صَلَاتُهُ فَسَدَتْ بِنَفْسِهَا
Shalatnya rusak dengan sendirinya.
Makrifat: Ibadah tanpa hati = kosong makna.
29. لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Aku (setan) akan menghadang mereka di jalan lurus-Mu. Makrifat: Jalan lurus penuh gangguan, karena itu jalan menuju Allah.
Kesimpulan Makrifat Inti
➡️ Manusia = campuran cahaya & kegelapan
➡️ Amal lahir ≠ jaminan keselamatan
➡️ Hakikat ditentukan oleh arah hati (wilayah)
➡️ Tugas ruhani:
* menyucikan kegelapan
* menjaga cahaya
* istiqamah di jalan lurus meski berat

Munajat Orang-Orang yang Bertaubat (Imàm Ali As-Sajjad as)

ِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
إِلٰهِي أَلْبَسْتَنِي الْخَطَايَا ثَوْبَ مَذَلَّتِي
Tuhanku, dosa-dosa telah mengenakanku pakaian kehinaan.
وَجَلَّلَنِي التَّبَاعُدُ مِنْكَ لِبَاسَ مَسْكَنَتِي
Jauhnya aku dari-Mu telah menyelimutiku dengan pakaian kerendahan.
وَأَمَاتَ قَلْبِي عَظِيمُ جِنَايَتِي
Besarnya pelanggaranku telah mematikan hatiku.
فَأَحْيِهِ بِتَوْبَةٍ مِنْكَ
Maka hidupkanlah ia dengan taubat dari-Mu.
يَا أَمَلِي وَبُغْيَتِي
Wahai harapan dan cita-citaku.
وَيَا سُؤْلِي وَمُنْيَتِي
Wahai permohonanku dan dambaku.
فَوَعِزَّتِكَ مَا أَجِدُ لِذُنُوبِي سِوَاكَ غَافِرًا
Demi keagungan-Mu, tak kudapati pengampun dosaku selain Engkau.
وَلَا أَرَى لِكَسْرِي غَيْرَكَ جَابِرًا
Tak kulihat penyembuh kehancuranku selain Engkau.
وَقَدْ خَضَعْتُ بِالْإِنَابَةِ إِلَيْكَ
Aku tunduk dengan kembali kepada-Mu.
وَعَنَوْتُ بِالِاسْتِكَانَةِ لَدَيْكَ
Aku merendah bersimpuh di hadapan-Mu.
فَإِنْ طَرَدْتَنِي مِنْ بَابِكَ فَبِمَنْ أَلُوذُ
Jika Kau usir aku dari pintu-Mu, kepada siapa aku berlindung?
وَإِنْ رَدَدْتَنِي عَنْ جَنَابِكَ فَبِمَنْ أَعُوذُ
Jika Kau tolak aku dari hadirat-Mu, kepada siapa aku mencari perlindungan?
فَوَا أَسَفَاهُ مِنْ خَجْلَتِي وَافْتِضَاحِي
Betapa sedih karena malu dan tersingkapnya aibku.
وَوَا لَهْفَاهُ مِنْ سُوءِ عَمَلِي وَاجْتِرَاحِي
Betapa pilu karena buruk amal dan kejahatanku.
ِ أَسْأَلُكَ يَا غَافِرَ الذَّنْبِ الْكَبِيرِ
Aku memohon pada-Mu, wahai Pengampun dosa besar
وَيَا جَابِرَ الْعَظْمِ الْكَسِيرِ
Wahai Penyambung tulang yang patah.
أَنْ تَهَبَ لِي مُوبِقَاتِ الْجَرَائِرِ
Anugerahkanlah padaku penghapusan dosa-dosa yang membinasakan.
وَتَسْتُرَ عَلَيَّ فَاضِحَاتِ السَّرَائِرِ
Tutuplah aib-aib batinku yang memalukan.
وَلَا تُخْلِنِي فِي مَشْهَدِ الْقِيَامَةِ مِنْ بَرْدِ عَفْوِكَ وَغَفْرِكَ
Jangan jauhkan aku di hari kiamat dari kesejukan maaf dan ampunan-Mu.
وَلَا تُعْرِنِي مِنْ جَمِيلِ صَفْحِكَ وَسَتْرِكَ
Jangan telanjangi aku dari indahnya pemaafan dan penutupan-Mu.
إِلٰهِي ظَلِّلْ عَلَى ذُنُوبِي غَمَامَ رَحْمَتِكَ
Ilahi, naungilah dosa-dosaku dengan awan rahmat-Mu.
وَأَرْسِلْ عَلَى عُيُوبِي سَحَابَ رَأْفَتِكَ
Curahkan atas cela-celaku awan kasih sayang-Mu.
إِلٰهِي هَلْ يَرْجِعُ الْعَبْدُ الْآبِقُ إِلَّا إِلَىٰ مَوْلَاهُ
Ilahi, ke mana hamba yang lari kembali selain kepada Tuannya?
أَمْ هَلْ يُجِيرُهُ مِنْ سَخَطِهِ أَحَدٌ سِوَاهُ
Adakah selain Dia yang melindunginya dari murka-Nya?
إِلٰهِي إِنْ كَانَ النَّدَمُ عَلَى الذَّنْبِ تَوْبَةً فَإِنِّي وَعِزَّتِكَ مِنَ النَّادِمِينَ
Jika penyesalan atas dosa adalah taubat, maka demi keagungan-Mu aku termasuk yang menyesal.
وَإِنْ كَانَ الِاسْتِغْفَارُ مِنَ الْخَطِيئَةِ حِطَّةً فَإِنِّي لَكَ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِينَ
Jika istighfar adalah penghapus dosa, maka aku termasuk orang yang beristighfar kepada-Mu.
لَكَ الْعُتْبَى حَتَّى تَرْضَى
Aku pasrah dalam teguran-Mu sampai Engkau ridha
َ إِلٰهِي بِقُدْرَتِكَ عَلَيَّ تُبْ عَلَيَّ
Ilahi, dengan kekuasaan-Mu atasku, terimalah taubatku.
وَبِحِلْمِكَ عَنِّي اعْفُ عَنِّي
Dengan kelembutan-Mu terhadapku, maafkanlah aku.
وَبِعِلْمِكَ بِي ارْفُقْ بِي
Dengan pengetahuan-Mu tentang diriku, sayangilah aku.
إِلٰهِي أَنْتَ الَّذِي فَتَحْتَ لِعِبَادِكَ بَابًا إِلَىٰ عَفْوِكَ
Ilahi, Engkaulah yang membuka bagi hamba-hamba-Mu pintu menuju ampunan-Mu.
سَمَّيْتَهُ التَّوْبَةَ
Engkau menamainya taubat.
فَقُلْتَ تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Lalu Engkau berfirman: “Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus.”
فَمَنْ عُذْرُ مَنْ أَغْفَلَ دُخُولَ الْبَابِ بَعْدَ فَتْحِهِ
Apa alasan bagi orang yang lalai memasuki pintu itu setelah dibukakan?
إِلٰهِي إِنْ كَانَ قَبُحَ الذَّنْبُ مِنْ عَبْدِكَ
Ilahi, bila dosa dari hamba-Mu itu buruk,
فَلْيَحْسُنِ الْعَفْوُ مِنْ عِنْدِكَ
maka indahkanlah maaf dari sisi-Mu.
إِلٰهِي مَا أَنَا بِأَوَّلِ مَنْ عَصَاكَ فَتُبْتَ عَلَيْهِ
Ilahi, aku bukan orang pertama yang bermaksiat kepada-Mu lalu Kau terima taubatnya.
وَتَعَرَّضَ لِمَعْرُوفِكَ فَجُدْتَ عَلَيْهِ
Dan bukan yang pertama mengharap kemurahan-Mu lalu Kau limpahi karunia.
يَا مُجِيبَ الْمُضْطَرِّ
Wahai Pengabul doa orang yang terdesak.
يَا كَاشِفَ الضُّرِّ
Wahai Penghilang derita.
يَا عَظِيمَ الْبِرِّ
Wahai Yang Maha Agung dalam kebaikan.
يَا عَلِيمًا بِمَا فِي السِّرِّ
Wahai Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia.
يَا جَمِيلَ السِّتْرِ
Wahai Yang Indah dalam menutupi aib.
اِسْتَشْفَعْتُ بِجُودِكَ وَكَرَمِكَ إِلَيْكَ
Aku memohon syafaat kepada-Mu melalui kemurahan dan kemuliaan-Mu.
وَتَوَسَّلْتُ بِجَنَابِكَ وَتَرَحُّمِكَ لَدَيْكَ
Aku bertawasul dengan keagungan dan kasih sayang-Mu.
فَاسْتَجِبْ دُعَائِي
Maka kabulkanlah doaku.
وَلَا تُخَيِّبْ فِيكَ رَجَائِي
Jangan kecewakan harapanku kepada-Mu.
وَتَقَبَّلْ تَوْبَتِي
Terimalah taubatku.
وَكَفِّرْ خَطِيئَتِي
Hapuskanlah kesalahanku.
بِمَنِّكَ وَرَحْمَتِكَ
Dengan karunia dan rahmat-Mu.
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Wahai Yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi

Semoga bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Amalan Akhir & Awal Tahun ; Amalan Bulan Muharram ; Ziarah Imam Husein as dan Syuhada Karbala

Doa Pendek untuk Semua Penyakit