Maqtal Sayyidah Zainab ra dan Ziarah padanya
Maqtal Sayyidah Zainab sa untuk Malam Kesebelas Muharam (Syam al-Ghariban)
1, Malam kesebelas Muharam tiba. Matahari Karbala telah tenggelam membawa darah para syuhada. Padang tandus itu dipenuhi tubuh-tubuh suci yang terbaring tanpa kafan. Di antara tenda-tenda yang terbakar, berdirilah Sayyidah Zainab binti Ali as, putri Amirul Mukminin dan cucu Rasulullah SAW. Beliau memandang medan Karbala dengan hati yang hancur, namun dengan iman yang tetap teguh seperti gunung.
2, Sejak pagi hingga senja, beliau menyaksikan satu demi satu keluarga Rasulullah gugur syahid. Ali Akbar rebah, Qasim rebah, Abbas rebah, dan akhirnya Imam Husain as gugur di atas tanah Karbala. Setiap musibah yang menimpa tidak mematahkan keteguhan Zainab. Beliau menghidupkan firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
3, Ketika kepala suci Imam Husain as dipisahkan dari tubuhnya, langit seakan menangis. Namun Zainab as tidak tenggelam dalam keputusasaan. Beliau mengetahui bahwa pengorbanan ini adalah kelanjutan risalah Nabi Muhammad SAW dan jalan keselamatan umat. Air mata beliau mengalir, tetapi lisannya tetap berdzikir kepada Allah.
4.Api mulai menjalar ke tenda-tenda Ahlulbait. Anak-anak berlarian ketakutan di tengah kegelapan malam. Sayyidah Zainab as berlari dari satu tenda ke tenda lain, mengumpulkan anak-anak yatim dan perempuan yang kehilangan pelindung. Dalam keadaan lapar, haus, dan berduka, beliau menjadi ibu bagi semua yang tersisa.
5.Riwayat menyebutkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin as sedang sakit keras pada malam itu. Pasukan musuh hendak membunuh beliau untuk menghapus keturunan Imam Husain as. Sayyidah Zainab berdiri di hadapan mereka seraya berkata, “Jika kalian ingin membunuhnya, bunuhlah aku terlebih dahulu.” Dengan keberanian itu, Allah menjaga hujjah-Nya di muka bumi.
6.Ketika malam semakin gelap, Zainab as keluar menuju tempat syahidnya Imam Husain as. Tubuh suci saudaranya terbaring tanpa kepala dan tanpa pelindung. Dengan hati yang remuk beliau memandang jasad itu lalu berucap, “Ya Allah, terimalah kurban ini dari keluarga Muhammad.” Kalimat itu menjadi lambang keridaan dan penyerahan total kepada Allah.
7.Anak-anak menangis memanggil ayah mereka. Sakinah mencari Husain, Ruqayyah mencari ayahnya, dan para perempuan menangisi keluarga mereka. Sayyidah Zainab menghibur mereka satu demi satu. Padahal luka terdalam justru berada di dalam hatinya sendiri. Beliau menyembunyikan kesedihannya demi menguatkan orang lain.
8.Malam itu dikenal sebagai Syam al-Ghariban, malam orang-orang yang asing dan ditinggalkan. Tidak ada lampu, tidak ada penjaga, tidak ada makanan dan minuman. Hanya langit Karbala yang menjadi saksi kesepian keluarga Rasulullah. Namun justru pada malam itu cahaya kesabaran Zainab bersinar paling terang.
9.Di tengah keheningan malam, Sayyidah Zainab tidak meninggalkan salat malamnya. Meski tubuhnya lemah karena lapar dan kelelahan, beliau tetap berdiri menghadap Allah. Imam Zainal Abidin as kemudian meriwayatkan bahwa bibinya tidak pernah meninggalkan ibadah malam bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun.
10.Beliau memandang para syuhada yang bergelimpangan di padang Karbala. Di sana ada Abbas sang pembawa panji, Ali Akbar yang menyerupai Rasulullah, Qasim putra Imam Hasan, dan para sahabat setia Imam Husain. Semua telah pergi menuju rahmat Allah, meninggalkan amanah besar di pundak Zainab.
11.Pada malam itu dimulailah tugas baru Sayyidah Zainab as. Jika Imam Husain menegakkan kebenaran dengan darahnya, maka Zainab akan menjaganya dengan lisan dan kesabarannya. Karbala belum berakhir; perjalanan tawanan menuju Kufah dan Syam akan menjadi mimbar dakwah yang mengungkap kejahatan Yazid.
12.Setiap langkah Zainab setelah Asyura adalah kelanjutan jihad Husain. Beliau membawa pesan para syuhada kepada dunia. Dari Kufah hingga Damaskus, beliau akan berdiri di hadapan para penguasa zalim dan menyampaikan kebenaran tanpa rasa takut. Malam kesebelas Muharam menjadi awal kebangkitan itu.
13.Ketika sebagian orang mengira keluarga Rasulullah telah dikalahkan, Sayyidah Zainab melihat kemenangan yang lebih besar. Tubuh-tubuh para syuhada memang terbaring di Karbala, tetapi ruh perjuangan mereka telah hidup dalam sejarah. Dari reruntuhan tenda-tenda yang terbakar lahir cahaya yang tidak akan pernah padam.
14.Maka setiap kali malam kesebelas Muharam tiba, kaum mukmin mengenang Sayyidah Zainab as sebagai teladan kesabaran, keberanian, dan makrifat. Beliau mengajarkan bahwa di balik musibah terbesar terdapat rahasia Ilahi yang agung. Di tengah lautan duka Karbala, terdengar gema abadi dari hati Zainab: “Ya Allah, kami ridha terhadap ketetapan-Mu dan berserah diri kepada perintah-Mu.” Semoga salam Allah tercurah kepada Sayyidah Zainab al-Kubra, pembawa risalah Karbala setelah syahadah Imam Husain as.
Ziarah Sayyidah Zainab sa
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اللهم صل على محمد وآل محمد
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
السَّلامُ عَلَيكِ يا بِنتَ بَضعَةِ خاتَمِ النَّبيِّينَ وَسَيِّدِ المُرسَلين.
Salam atasmu, wahai putri belahan jiwa penutup para nabi dan pemimpin para rasul.
السَّلامُ عَلَيكِ يا سُلالةَ مَن لا تُحصى فَضائِلُهُ وَلا تُستَـقصى مَناقِـبُه.
Salam atasmu, wahai keturunan sosok yang keutamaannya tidak dapat dihitung dan kemuliaannya tidak dapat ditelusuri seluruhnya.
السَّلامُ عَلَيكِ يا نَـبْعَةَ المَبْعوثِ بِالرِّسالَةِ وَمُنقِذِ العِبادِ مِنَ الجَهالَةِ وَحَيرَةِ الضَّلالَةِ.
Salam atasmu, wahai keturunan Rasul yang diutus membawa risalah dan menyelamatkan manusia dari kebodohan dan kebingungan kesesatan.
وَالعَظيمِ المُظَـلَّلِ بِالغَمامِ.
Sosok agung yang dinaungi oleh awan.
وَالنُّورِ المُهتَدى بِهِ في اللَّيالي وَالأيَّام.
Dan cahaya yang menjadi petunjuk pada malam dan siang hari.
حَبيبِ إلهِ العالَمين ، سَيِّدِنا أبي القاسِمِ مُحَمَّد بنَ عَبدِ الله.
Kekasih Tuhan semesta alam, junjungan kami Abul Qasim Muhammad bin Abdullah.
وَرَحمَةُ اللهِ وَ بَرَكاتُه.
Semoga rahmat dan keberkahan Allah tercurah atasmu.
السَّلامُ عَلَيكِ يا ابنَةَ سَيِّدِ الأوصياء.
Salam atasmu, wahai putri penghulu para wasi.
وَرُكنِ الأولياء.
Tiang para wali Allah.
وَعِمادِ الأصفياء.
Penopang orang-orang pilihan Allah.
أميرِ المؤمِنين.
Yaitu Amirul Mukminin.
وَيَعسوبِ المُتَّقين.
Pemimpin orang-orang bertakwa.
وَقُدوَةِ الصَّدِّيقين.
Teladan orang-orang yang benar.
وَإمامِ الصَّالِحين.
Imam orang-orang saleh.
وَرَحمَةُ اللهِ وَ بَرَكاتُه.
Semoga rahmat dan keberkahan Allah tercurah atasnya.
السَّلامُ عَلَيكِ يا ابنَةَ أفضَلِ الأولياء.
Salam atasmu, wahai putri wali Allah yang paling utama.
وَأوَّلِ السَّابِقينَ لِدينِ اللهِ.
Dan orang pertama yang bersegera membela agama Allah.
وَأوفاهُم لِرَسولِ الله.
Serta yang paling setia kepada Rasulullah.
السَّلامُ عَلَيكِ يا ابنَةَ صاحِبِ بَيعَةِ يَومِ الغَدير.
Salam atasmu, wahai putri pemilik peristiwa baiat Ghadir.
وَالمُشتَقّ اسمُهُ مِنِ اسمِ العَليِّ القَدير.
Yang namanya diambil dari Nama Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa.
قائِدِ البَرَرَة.
Pemimpin orang-orang saleh.
وَقاتِلِ الكَـفَرَة.
Pembasmi orang-orang kafir yang memerangi kebenaran.
وَقامِعِ الفَجَرَة.
Penunduk orang-orang durhaka.
وَالمَندوبِ في الشَّدائِد.
Tempat berlindung dalam berbagai kesulitan.
وَالمَشهودُ بِحَقِّهِ في مُختَلَفِ المَشاهِد.
Yang kebenarannya disaksikan dalam berbagai peristiwa.
وَمَن أخلَصَ للهِ تَعالى بِقَلبِهِ وَلِسانِه.
Yang ikhlas kepada Allah dengan hati dan lisannya.
وَنَصَرَ الحَقَّ بِسَيفِهِ وَسِنانِه.
Dan membela kebenaran dengan pedang dan tombaknya.
السَّلامُ عَلَيكِ يا سَليلةَ السَّيِّدِ الأكبَرِ.
Salam atasmu, wahai keturunan pemimpin agung.
وَالشَّافِـعِ بِيَومِ الحَشر.
Pemberi syafaat pada hari kebangkitan.
وَالسَّاقي مُحِبِّيهِ مِن نَهرِ الكَوثَر.
Yang memberi minum para pecintanya dari telaga Kautsar.
السَّلامُ عَلَيكِ يا بِنتَ حَيدَر الكَرَّار.
Salam atasmu, wahai putri Haidar sang penyerang pemberani.
وَخَليفَة المُختار.
Khalifah Rasul yang terpilih.
وَقَسيم الجَنَّةِ وَالنَّار.
Pembeda antara ahli surga dan ahli neraka.
وَصاحِب الحَوض.
Pemilik telaga.
وَحامِل اللِّواءِ في يَومِ الجَزاء.
Pembawa panji pada hari pembalasan.
إمامُ المُتَّقين ، أميرُ المُؤمِنين ، عَليّ بنَ أبي طالِب.
Yaitu Imam orang-orang bertakwa, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.
وَرَحمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُه.
Semoga rahmat dan keberkahan Allah tercurah atasnya.
السَّلامُ عَلَيكِ يا مُهجَةَ قَلبِ البَتول.
Salam atasmu, wahai buah hati Fatimah Az-Zahra.
وَقُرَّةَ عَينِ الرَّسول.
Penyejuk mata Rasulullah.
يا حَبيبَةَ خَيرِ خَلقِ الله.
Wahai kekasih manusia terbaik ciptaan Allah.
وَرَبيبَةَ بَيتِ وَحيِ الله.
Yang dibesarkan di rumah wahyu Allah.
وَشَقيقةَ السِّبطَين ، الحَسَنِ وَالحُسَين.
Saudari Imam Hasan dan Imam Husain.
وَعَمَّةَ الأئِمَّةِ المَيامين.
Bibi para imam yang diberkahi.
مِن آلِ طهَ وَياسين.
Dari keluarga Thaha dan Yasin.
وَرَحمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُه.
Semoga rahmat dan keberkahan Allah tercurah atasmu.
السَّلامُ عَلى ابنَةِ مَكَّةَ وَمِنى وَزَمزَمَ وَالصَّفا.
Salam atas putri Makkah, Mina, Zamzam, dan Shafa.
سَلامٌ عَلى مَن جَدُّها مُحَمَّدٌ المُصطَفى.
Salam atas dia yang kakeknya adalah Muhammad Al-Musthafa.
وَأبوها عَليٌّ المُرتَضى.
Dan ayahnya adalah Ali Al-Murtadha.
وَاُمُّها فاطِمَةُ الزَّهراءُ سَيِّدَةُ النِّساء.
Dan ibunya adalah Fatimah Az-Zahra, penghulu para wanita.
السَّلامُ عَلى ابنَةِ الدَلائلِ الواضِحاتِ.
Salam atas putri bukti-bukti yang nyata.
وَالآياتِ البَيِّناتِ.
Dan tanda-tanda yang jelas.
وَالمُعجِزاتِ الباهِراتِ.
Dan mukjizat-mukjizat yang gemilang.
وَالبَراهينِ الظَّاهِراتِ.
Dan hujah-hujah yang terang.
(Bersambung pada bagian berikutnya karena teks ziarah masih sangat panjang.)
السَّلامُ عَلى المَولودَةِ في مَعقِلِ العِصمَةِ وَالتُّقى.
Salam atas dia yang dilahirkan di benteng kesucian dan ketakwaan.
وَمَهبَطِ الوَحيِ وَالهُدى.
Di tempat turunnya wahyu dan petunjuk Ilahi.
وَالمَوروثَةِ عَظيمَ الفَضلِ وَالنَّدى.
Yang mewarisi keutamaan dan kemurahan yang agung.
سَلامٌ عَلى المَرأةِ الصَّالِحَةِ.
Salam atas wanita yang salehah.
وَالمُجاهِدَةِ النَّاصِحَةِ.
Pejuang yang tulus memberi nasihat.
وَالحُرَّةِ الأَبِيَّةِ.
Wanita merdeka yang mulia dan berkehormatan.
وَاللَّبوَةِ الطَّالِبِيَّةِ.
Singa betina dari keturunan Abu Thalib.
وَالمُعجِزَةِ المُحَمَّدِيَّةِ.
Keajaiban dari keluarga Muhammad.
وَالذَّخيرَةِ الحَيدَرِيَّةِ.
Pusaka berharga keluarga Haidar (Ali).
وَالوَدِيعَةِ الفَاطِمِيَّةِ.
Titipan suci dari Fatimah Az-Zahra.
⸻
السَّلامُ عَلى مَن أطاعَتِ اللهَ تَعالى في السِّرِّ وَالعَلَن.
Salam atas dia yang menaati Allah dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.
وَتَحَدَّت بِمَواقِفِها أهلَ النِّفاقِ وَالفِتَن.
Dan dengan sikapnya menantang kaum munafik serta para penyebar fitnah.
⸻
السَّلامُ عَلى مَن أرهَبَتِ الطُّغاةَ في صَلابَتِها.
Salam atas dia yang membuat para tiran gentar karena keteguhannya.
وَأدهَشَتِ العُقولَ بِرَباطَةِ جَأشِها.
Dan mengagumkan akal manusia dengan keteguhan hatinya.
وَمَثَّلَت أباها عَلِيّاً بِشَجاعَتِها.
Yang mencerminkan ayahnya Ali dalam keberaniannya.
وَأشبَهَت أُمَّها الزَّهراءَ في عَظَمَتِها وَبَلاغَتِها.
Dan menyerupai ibunya Az-Zahra dalam keagungan dan kefasihannya.
⸻
السَّلامُ عَلى المَنسوبَةِ لِأُسرَةِ النُّبُوَّةِ وَالإمامَةِ.
Salam atas dia yang berasal dari keluarga kenabian dan imamah.
وَالمَوهوبَةِ وِسامَ الشَّرَفِ وَالمَجدِ وَالكَرامَةِ.
Yang dianugerahi lencana kehormatan, kemuliaan, dan kemegahan.
⸻
السَّلامُ عَلى مَن رَضَعَت بِلِبانِ الإيمان.
Salam atas dia yang disusui dengan susu keimanan.
وَتَرَبَّت بِتِلاوَةِ القُرآن.
Dan dibesarkan dengan bacaan Al-Qur’an.
فَشاعَ فَخرُها بِكُلِّ زَمانٍ وَمَكان.
Sehingga kemuliaannya tersebar di setiap zaman dan tempat.
وَيَتَمَجَّدُ بِاسمِها لِسانُ كُلِّ إنسان.
Dan setiap lisan memuliakan namanya.
⸻
السَّلامُ عَلى مَن حَباها الجَليلُ جَلَّ اسمُهُ بِالصِّفاتِ الحَميدَةِ.
Salam atas dia yang dianugerahi Allah Yang Maha Agung dengan sifat-sifat terpuji.
وَزادَها قُوَّةً وَثَباتاً عَلى الدِّينِ وَالعَقيدَةِ.
Dan ditambah kekuatan serta keteguhan dalam agama dan akidah.
وَشَدَّ اللهُ عَزمَها في مَواطِنَ المِحَنِ الشَّديدَةِ.
Allah menguatkan tekadnya dalam berbagai ujian yang berat.
وَألهَمَها جَميلَ الصَّبرِ.
Dan mengilhamkan kepadanya kesabaran yang indah.
وَأكرَمَها جَزيلَ الأجرِ.
Serta memuliakannya dengan pahala yang besar.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن أحيَت لَياليَها بِالتَّهَجُّدِ وَالعِبادَةِ.
Salam atas dia yang menghidupkan malam-malamnya dengan tahajud dan ibadah.
فَنالَت مِنَ اللهِ أعلَى دَرَجاتِ السَّعادَةِ.
Sehingga memperoleh derajat kebahagiaan tertinggi dari Allah.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن أولاها الإمامُ زَينُ العابِدينَ عَلَيهِ السَّلامُ بِشَهادَتِهِ.
Salam atas dia yang dipuji oleh Imam Zainal Abidin as melalui kesaksiannya.
إذ قالَ مُخاطِباً لِعَمَّتِهِ.
Ketika beliau berkata kepada bibinya:
أنتِ عالِمَةٌ غَيرُ مُعَلَّمَةٍ وَفَهِمَةٌ غَيرُ مُفَهَّمَةٍ.
“Engkau adalah seorang alimah tanpa diajari, dan seorang yang memahami tanpa perlu diajar.”
⸻
سَلامٌ عَلى الأُختِ الَّتي واسَت أخاها في مُهِمَّتِهِ.
Salam atas saudari yang mendampingi saudaranya dalam misinya.
وَشارَكَتهُ في نَهضَتِهِ.
Dan ikut serta dalam kebangkitannya.
وَتَباهَت بِالإسلامِ وَعِزَّتِهِ.
Serta membanggakan Islam dan kemuliaannya.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن ناصَرَتِ الحُسَينَ في جِهادِهِ.
Salam atas dia yang menolong Husain dalam perjuangannya.
وَلَم تَضعُف عَزيمَتُها بَعدَ استِشهادِهِ.
Dan tidak melemah tekadnya setelah kesyahidannya.
⸻
سَلامٌ عَلى قَلبِ زَينَبَ الصَّبورِ.
Salam atas hati Zainab yang penuh kesabaran.
وَلِسانِها الشَّكورِ.
Dan lisannya yang senantiasa bersyukur.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن تَظافَرَت عَلَيها المَصائِبُ وَالكُروبُ.
Salam atas dia yang ditimpa berbagai musibah dan kesedihan bertubi-tubi.
وَذاقَت مِنَ النَّوائِبِ ما تَذوبُ مِنها القُلوبُ.
Dan merasakan cobaan yang membuat hati-hati luluh.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن تَجَرَّعَت غُصَصَ الآلامِ وَالمَآسي.
Salam atas dia yang menelan pahitnya penderitaan dan tragedi.
وَما لا تَقوى عَلى احتِمالِها الجِبالُ الرَّواسِي.
Yang bahkan gunung-gunung yang kokoh tak sanggup memikulnya.
فَأصبَحَت لِلبَلايا قِبلَتَها.
Sehingga seakan-akan segala bala mengarah kepadanya.
وَلِلرَّزايا كَعبَتَها.
Dan segala musibah menjadikannya sebagai tujuan.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن شاطَرَت أُمَّها الزَّهراءَ في ضُروبِ المِحَنِ وَالأرزاءِ.
Salam atas dia yang berbagi dengan ibunya Az-Zahra dalam berbagai penderitaan dan musibah.
وَدارَت عَلَيها رَحى الكَوارِثِ وَالبَلاءِ يَومَ كَربَلاء.
Dan roda bencana serta ujian berputar di sekelilingnya pada hari Karbala.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن عَجِبَت مِن صَبرِها مَلائِكَةُ السَّماءِ.
Salam atas dia yang kesabarannya membuat para malaikat langit takjub.
⸻
سَلامٌ عَلى مَن فُجِعَت بِجَدِّها وَأبيها وَأُمِّها وَبَنيها.
Salam atas dia yang berduka karena kehilangan kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya.
وَالخِيَرَةُ مِن أهلِها وَذَوِيها.
Serta orang-orang pilihan dari keluarganya dan kerabatnya.
⸻
أبكي عَلى زَينَب الكُبرى وَكُربَتَها.
Aku menangisi Zainab Al-Kubra dan kesedihannya yang besar.
أبكي عَلى زَينَب الثَّكلى وَغُربَتَها.
Aku menangisi Zainab yang berduka karena kehilangan orang-orang tercinta dan keterasingannya.
أبكي عَلى زَينَب حُزناً لِمِحنَتِها.
Aku menangisi Zainab karena pedihnya musibah yang menimpanya.
أبكي عَلى هَضمِها مِن بَعدِ عِزَّتِها.
Aku menangisi kezaliman yang menimpanya setelah kemuliaannya.
أبكي عَلى المَظلُومَةِ الغَريبَةِ.
Aku menangisi wanita yang terzalimi dan terasing.
أبكي عَلى المَحزونَةِ الكَئيبَةِ.
Aku menangisi wanita yang dipenuhi kesedihan dan dukacita.
⸻
أبكي عَلى مَن داهَمَتها الدُّنيا بِالمَشاهِدِ الرَّهيبَةِ.
Aku menangisi dia yang dihadapkan pada pemandangan-pemandangan yang mengerikan.
وَلَم تَشبَه مُصيبَتَها مُصيبَةٌ.
Tidak ada musibah yang menyerupai musibah yang dialaminya.
⸻
أبكي عَلى مَن عايَنَت أشلاءَ الضَّحايا.
Aku menangisi dia yang menyaksikan potongan-potongan tubuh para korban.
مُجَزَّرين عَلى صَعيدِ المَنايا.
Yang bergelimpangan di medan kematian.
وَرَأَت مَصارِعَ الشُّهَداءِ مِن عَشيرَتِها وَإخوَتِها وَبَني عُمومَتِها.
Dan melihat tempat gugurnya para syuhada dari keluarga, saudara, dan sepupu-sepupunya.
قَد فَرَّقَ السَّيفُ بَينَ الرُّؤوسِ مِنهُم وَالأبدانِ.
Pedang telah memisahkan kepala-kepala mereka dari tubuh mereka.
وَحَرارَةُ الشَّمسِ قَد غَيَّرَت مِنهُمُ الألوانَ.
Panas matahari telah mengubah warna tubuh mereka.
وَبَينَهُم رَيحانَةُ المُصطَفى.
Dan di antara mereka terdapat bunga harum Rasulullah.
سَيِّدُ شَبابِ أهلِ الجَنَّةِ.
Penghulu para pemuda surga.
صَريعاً عَلى الرَّمضاءِ.
Terbaring syahid di atas pasir yang membakar.
فَأجهَشَت بِالبُكاءِ.
Lalu ia menangis tersedu-sedu.
وَنادَت بِهذا الدُّعاءِ.
Dan berseru dengan doa ini:
إلهي تَقَبَّل مِنَّا هذا القُربان.
“Wahai Tuhanku, terimalah persembahan kurban ini dari kami.”
⸻
ثُمَّ انثَنَت شاكِيَةً وَجدَها إلى جَدِّها.
Kemudian ia mengadu kesedihan hatinya kepada kakeknya.
وَهِيَ تَقولُ.
Sambil berkata:
يا مُحَمَّداه.
Wahai Muhammad!
هذا حُسَينٌ بِالعَراءِ.
Inilah Husain yang terbaring di tanah lapang.
مُرَمَّلٌ بِالدِّماءِ.
Bersimbah darah.
مُقَطَّعُ الأعضاءِ.
Tubuhnya tercerai-berai.
وَبَناتُكَ سَبايا.
Dan putri-putrimu menjadi tawanan.
وَذُرِّيَّتُكَ مُقَتَّلَةٌ.
Dan keturunanmu dibantai.
⸻
أبكي عَلى مَن أَبكَت كُلَّ عَدُوٍّ وَصَديقٍ.
Aku menangisi dia yang membuat musuh maupun sahabat menangis.
حَتَّى جَرَت دُموعُ الخَيلِ عَلى حَوافِرِها.
Hingga air mata kuda-kuda mengalir ke kuku-kuku mereka.
⸻
أبكي عَلى مَن أبعَدَها الزَّمانُ عَنِ الأهلِ وَالأوطانِ.
Aku menangisi dia yang dijauhkan oleh zaman dari keluarga dan tanah airnya.
وَطافَ بِها الأعداءُ سَبِيَّةً في البُلدانِ.
Musuh-musuh mengaraknya sebagai tawanan dari satu negeri ke negeri lain.
وَسَرَوا بِها أسيرَةً مِنَ الكوفَةِ إلى الشَّامِ.
Mereka membawanya sebagai tawanan dari Kufah menuju Syam.
بِجَمعٍ مِنَ الأرامِلِ وَالأيتامِ.
Bersama rombongan para janda dan anak-anak yatim.
⸻
السَّلامُ عَلى عَزيزَةِ الصِّدِّيقَةِ الزَّهراءِ.
Salam atas putri tercinta Ash-Shiddiqah Az-Zahra.
وَابنَةِ خَديجَةَ الكُبرى.
Dan cucu Khadijah Al-Kubra.
⸻
السَّلامُ عَلى مَن أَصبَحَ حَرَمُها مَوئِلَ آمالِ الآمِلينَ.
Salam atas dia yang makam sucinya menjadi tempat harapan orang-orang yang berharap.
وَمُلتَقى وُفودِ الزَّائِرينَ.
Dan menjadi tujuan kedatangan para peziarah.
وَيَتَمَسَّكُ بِضَريحِها جَميعُ المُحِبِّينَ وَالمُحتاجينَ.
Seluruh pecinta dan orang-orang yang membutuhkan berpegang pada makam sucinya.
وَيَؤمُّ قَبرَها الخَلائِقُ في كُلِّ حينٍ.
Makhluk-makhluk datang mengunjungi kuburnya setiap waktu.
⸻
سَلامٌ عَلى سَيِّدَتِنا وَمَولاتِنا زَينَب بِنتِ أميرِ المُؤمِنينَ عَلِيِّ بنِ أبي طالِبٍ.
Salam atas junjungan dan pemimpin kami, Zainab putri Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.
وَرَحمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ.
Semoga rahmat dan keberkahan Allah tercurah atasnya.
Penutup
Ziarah ini menggambarkan Sayyidah Zainab sa bukan hanya sebagai putri Imam Ali dan Sayyidah Fatimah, tetapi juga sebagai pewaris risalah Karbala, teladan kesabaran, keberanian, ibadah, ilmu, dan pengorbanan. Melalui lisannya, pesan Imam Husain as tetap hidup; melalui kesabarannya, tragedi Karbala menjadi cahaya petunjuk bagi generasi sepanjang zaman.
Makna dan Makrifat Per Kalimat
أبكي عَلى زَينَب الكُبرى وَكُربَتَها
Aku menangisi Zainab Al-Kubra dan kesedihannya yang besar.
Makrifat:
Tangisan dalam ziarah bukan sekadar kesedihan emosional, tetapi pengakuan terhadap besarnya amanah yang dipikul Sayyidah Zainab as. Kesedihannya lahir dari cinta kepada Allah dan hujjah-Nya.
⸻
أبكي عَلى زَينَب الثَّكلى وَغُربَتَها
Aku menangisi Zainab yang kehilangan orang-orang tercintanya dan mengalami keterasingan.
Makrifat:
Gharib (asing) adalah keadaan seorang hamba ketika hanya Allah yang menjadi tempat bersandar. Setelah Karbala, Zainab kehilangan hampir seluruh pelindung duniawinya, namun semakin dekat kepada Allah.
⸻
أبكي عَلى زَينَب حُزناً لِمِحنَتِها
Aku menangisi Zainab karena beratnya ujian yang menimpanya.
Makrifat:
Para wali Allah diuji bukan karena kemurkaan Allah, tetapi karena kedekatan mereka kepada-Nya. Ujian menjadi jalan penyempurnaan maqam ruhani.
⸻
أبكي عَلى هَضمِها مِن بَعدِ عِزَّتِها
Aku menangisi kezaliman yang menimpanya setelah kemuliaannya.
Makrifat:
Kemuliaan sejati tidak berasal dari kekuasaan atau kedudukan, tetapi dari hubungan dengan Allah. Walaupun ditawan, kemuliaan Zainab tidak pernah berkurang.
⸻
أبكي عَلى المَظلُومَةِ الغَريبَة
Aku menangisi wanita yang terzalimi dan terasing.
Makrifat:
Kezaliman terhadap para kekasih Allah adalah ujian bagi umat manusia. Sikap seseorang terhadap orang-orang saleh menjadi cermin keadaan hatinya.
⸻
أبكي عَلى المَحزونَةِ الكَئيبَة
Aku menangisi wanita yang dipenuhi kesedihan dan dukacita.
Makrifat:
Kesedihan orang-orang arif bukan karena kehilangan dunia, melainkan karena melihat kebenaran ditolak dan kebatilan berkuasa.
⸻
أبكي عَلى مَن داهَمَتها الدُّنيا بِالمَشاهِدِ الرَّهيبَة
Aku menangisi dia yang menyaksikan pemandangan-pemandangan mengerikan.
Makrifat:
Tidak ada manusia yang menyaksikan tragedi seperti Karbala dan tetap berdiri teguh kecuali mereka yang mendapat pertolongan Ilahi.
⸻
وَلَم تَشبَه مُصيبَتَها مُصيبَةٌ
Tidak ada musibah yang menyerupai musibahnya.
Makrifat:
Karbala adalah puncak pertemuan seluruh bentuk pengorbanan: darah, keluarga, kehormatan, dan agama.
⸻
إلهي تَقَبَّل مِنَّا هذا القُربان
Ya Tuhanku, terimalah kurban ini dari kami.
Makrifat:
Kalimat ini merupakan puncak tauhid Sayyidah Zainab. Beliau tidak berkata “mengapa”, tetapi berkata “terimalah”. Inilah maqam ridha kepada Allah.
⸻
يا مُحَمَّداه
Wahai Muhammad!
Makrifat:
Panggilan ini bukan sekadar seruan kesedihan, tetapi penyampaian amanah kepada Rasulullah bahwa keluarga beliau telah menunaikan tugasnya dengan sempurna.
⸻
هذا حُسَينٌ بِالعَراء
Inilah Husain yang terbaring di tanah lapang.
Makrifat:
Imam Husain as mengorbankan seluruh kemuliaan lahiriah agar agama tetap hidup di hati manusia.
⸻
مُرَمَّلٌ بِالدِّماءِ
Bersimbah darah.
Makrifat:
Darah Husain menjadi tinta sejarah yang membangunkan hati umat sepanjang zaman.
⸻
مُقَطَّعُ الأعضاء
Tubuhnya tercerai-berai.
Makrifat:
Jasad dapat dicabik-cabik, tetapi kebenaran yang dibawanya tidak dapat dihancurkan.
⸻
وَبَناتُكَ سَبايا
Dan putri-putrimu menjadi tawanan.
Makrifat:
Di sinilah dimulai peran dakwah Sayyidah Zainab. Tawanan itu secara lahir adalah kekalahan, namun secara batin menjadi kemenangan besar.
⸻
وَذُرِّيَّتُكَ مُقَتَّلَة
Dan keturunanmu dibantai.
Makrifat:
Tragedi ini menunjukkan sejauh mana manusia dapat jatuh ketika menjauh dari petunjuk Ilahi.
⸻
أبكي عَلى مَن أَبكَت كُلَّ عَدُوٍّ وَصَديق
Aku menangisi dia yang membuat musuh dan sahabat menangis.
Makrifat:
Kebenaran yang murni memiliki daya sentuh universal; bahkan hati yang keras dapat luluh ketika menyaksikannya.
⸻
وَسَرَوا بِها أسيرَةً مِنَ الكوفَةِ إلى الشَّام
Mereka membawanya sebagai tawanan dari Kufah ke Syam.
Makrifat:
Perjalanan tawanan menjadi mimbar dakwah terbesar setelah Asyura. Di sinilah pesan Karbala tersebar ke seluruh dunia Islam.
⸻
السَّلامُ عَلى عَزيزَةِ الصِّدِّيقَةِ الزَّهراء
Salam atas putri tercinta Az-Zahra.
Makrifat:
Zainab adalah cermin Fatimah Az-Zahra. Apa yang dilakukan Fatimah setelah wafat Nabi, dilakukan Zainab setelah Asyura.
⸻
السَّلامُ عَلى مَن أَصبَحَ حَرَمُها مَوئِلَ آمالِ الآمِلين
Salam atas dia yang makam sucinya menjadi tempat harapan para pencari harapan.
Makrifat:
Para wali Allah tetap menjadi sumber keberkahan bahkan setelah wafat, karena hubungan mereka dengan Allah tidak pernah terputus.
⸻
سَلامٌ عَلى سَيِّدَتِنا وَمَولاتِنا زَينَب
Salam atas junjungan dan pemimpin kami, Zainab.
Makrifat:
Puncak ziarah adalah pengakuan wilayah (kepemimpinan spiritual). Menziarahi Zainab berarti meneladani kesabaran, keberanian, ilmu, ibadah, dan pembelaannya terhadap Imam zamannya.
Kesimpulan Makrifat Ziarah
1. Zainab adalah pewaris ilmu Nabi dan Ali.
2. Zainab adalah cermin Fatimah Az-Zahra.
3. Zainab adalah penjaga risalah Karbala.
4. Kesabaran beliau merupakan manifestasi ridha kepada Allah.
5. Tawanan Karbala adalah kemenangan dakwah.
6. Tangisan atas Zainab adalah bentuk loyalitas kepada Ahlulbait.
7. Karbala tidak berakhir pada Asyura, tetapi berlanjut melalui Zainab.
8. Kalimat “تقبل منا هذا القربان” adalah puncak tauhid dan pengorbanan.
9. Zainab menunjukkan bahwa perempuan mukminah dapat menjadi penjaga agama di saat krisis.
10. Jalan Zainab adalah jalan sabar, syukur, keberanian, dan makrifat menuju Allah SWT.
Semoga Bermanfaat!!!
Mohon Doa!!!!
Comments
Post a Comment