Hirz Imam Ali ar-Ridho as

🌹❤️🌺Hirz Imam Ali ar-Ridho as❤️🌹🌺 

“Ini adalah Hirz (ruq’ah/doa perlindungan) Imam Ali ar-Ridha a.s. Imam Ridho as membacakan hirz (doa perlindungan) ini kepada mereka ( kelompok Al-makmun) Al-Ma’mun, bukannya menyakiti Imam, justru berkata kepadanya:’Selamat datang, wahai Abu Muhammad. Aku memerintahkan agar diberikan kepadamu seratus ribu dirham. Apakah engkau mempunyai suatu keperluan yang ingin dipenuhi?’
Barang siapa ingin menghafalnya, hendaklah ia menghafalnya. Dan siapa yang ingin menulisnya, hendaklah ia menulisnya dan membawanya. Tidak mengapa (melakukannya), terutama ketika menghadapi ujian atau masa-masa sulit.” Catatan;
* Kalimat “أهلا بأبي محمد” berarti “Selamat datang, wahai Abu Muhammad.”
* “بمئة ألف درهم” berarti “seratus ribu dirham”, bukan seribu dirham.
* Kalimat terakhir “ولا سيما في الامتحانات” secara harfiah berarti “terutama dalam ujian-ujian”. Dalam bahasa Arab, imtiḥānāt bisa bermakna ujian akademik maupun cobaan hidup, tetapi di media sosial sering dipahami sebagai ujian sekolah.

Doa/hirz yang dinisbatkan kepada Imam Ali ar-Ridha a.s. dan diawali dengan kisah populer tentang al-Ma’mun. 
Teks Hirznya;
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ، إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ، 
إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا أَوْ غَيْرَ تَقِيٍّ. أَخَذْتُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْبَصِيرِ عَلَى سَمْعِكَ وَبَصَرِكَ، 
لَا سُلْطَانَ لَكَ عَلَيَّ، وَلَا عَلَى سَمْعِي، 
وَلَا عَلَى بَصَرِي، وَلَا عَلَى شَعْرِي، 
وَلَا عَلَى بَشَرِي، وَلَا عَلَى لَحْمِي، 
وَلَا عَلَى دَمِي، وَلَا عَلَى مُخِّي، وَلَا عَلَى عَصَبِي، وَلَا عَلَى عِظَامِي، وَلَا عَلَى مَالِي، 
وَلَا عَلَى مَا رَزَقَنِي رَبِّي.
سَتَرْتُ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بِسِتْرِ النُّبُوَّةِ 
الَّذِي اسْتَتَرَ أَنْبِيَاءُ اللَّهِ بِهِ، 
مِنْ صَلَوَاتِ الْجَبَابِرَةِ وَالْفَرَاعِنَةِ. 
جِبْرَائِيلُ عَنْ يَمِينِي، وَمِيكَائِيلُ عَنْ يَسَارِي، وَإِسْرَافِيلُ مِنْ وَرَائِي، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ أَمَامِي، وَاللَّهُ مُطَّلِعٌ عَلَيَّ يَمْنَعُكَ مِنِّي وَيَمْنَعُ الشَّيْطَانَ مِنِّي.
اللَّهُمَّ لَا يَغْلِبْ جَهْلُهُ أَنَاتَكَ أَنْ يَسْتَفِزَّنِي وَيَسْتَخِفَّنِي. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْتَجَأْتُ، 
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْتَجَأْتُ، اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْتَجَأْتُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ.
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Bismillāh. Innī a‘ūdzu bir-Raḥmāni minka, in kunta taqiyyan aw ghayra taqiyy. Akhadztu billāhis-Samī‘il-Baṣīr ‘alā sam‘ika wa baṣarika. Lā sulṭāna laka ‘alayya wa lā ‘alā sam‘ī wa lā ‘alā baṣarī wa lā ‘alā sya‘rī wa lā ‘alā basyarī wa lā ‘alā laḥmī wa lā ‘alā damī wa lā ‘alā mukhkhī wa lā ‘alā ‘aṣabī wa lā ‘alā ‘iẓāmī wa lā ‘alā mālī wa lā ‘alā mā razaqanī rabbī.
Satartu baynī wa baynaka bisitrin-nubuwwah alladzī istatara anbiyā’u-llāhi bihī min ṣalawāt al-jabābirah wal-farā’inah. Jibrā’īlu ‘an yamīnī wa Mīkā’īlu ‘an yasārī wa Isrāfīlu min warā’ī wa Muḥammadun ṣallallāhu ‘alayhi wa ālihī amāmī wallāhu muṭṭali‘un ‘alayya yamna‘uka minnī wa yamna‘usy-syayṭāna minnī.
Allāhumma lā yaghlib jahlu-hu anātaka an yastafizzanī wa yastakhiffanī. Allāhumma ilayka iltaja’tu, Allāhumma ilayka iltaja’tu, Allāhumma ilayka iltaja’tu. Wa ṣallallāhu ‘alā Muḥammadin wa Āli Muḥammad.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dengan nama Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Yang Maha Pengasih darimu, baik engkau seorang yang bertakwa maupun bukan.

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat atas pendengaranmu dan penglihatanmu.

Engkau tidak mempunyai kekuasaan atas diriku, atas pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, otakku, urat-uratku, tulang-belulangku, hartaku, maupun atas rezeki yang dianugerahkan Tuhanku kepadaku.

Aku membentangkan antara diriku dan dirimu tabir kenabian, tabir yang dahulu menjadi perlindungan para nabi Allah dari para penguasa zalim dan para Fir’aun.

Jibril berada di sebelah kananku, Mikail di sebelah kiriku, Israfil di belakangku, Muhammad ﷺ beserta keluarganya di hadapanku, dan Allah senantiasa mengawasiku; Dia menghalangimu dariku dan menghalangi setan dariku.

Ya Allah, jangan biarkan kebodohannya mengalahkan kelembutan-Mu sehingga ia mampu menggelincirkanku atau merendahkanku.

Ya Allah, kepada-Mulah aku berlindung. Ya Allah, kepada-Mulah aku berlindung. Ya Allah, kepada-Mulah aku berlindung.

Semoga shalawat senantiasa tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Makrifat
1. Basmalah merupakan pembukaan untuk memasuki perlindungan Allah sebelum menghadapi segala urusan.
2. Al-Isti’ādzah (berlindung) menunjukkan bahwa tidak ada perlindungan hakiki selain Allah.
3. As-Samī’ dan Al-Baṣīr mengajarkan keyakinan bahwa Allah mengetahui seluruh keadaan lahir dan batin.
4. Penyebutan seluruh anggota tubuh menunjukkan penyerahan total jasmani dan rohani kepada penjagaan Allah.
5. Sitr an-Nubuwwah (tabir kenabian) melambangkan perlindungan cahaya wahyu yang tidak dapat ditembus kebatilan.
6. Kehadiran Jibril, Mikail, dan Israfil menggambarkan bala tentara Allah yang menjaga hamba-Nya dengan izin-Nya.
7. Menempatkan Rasulullah ﷺ dan Ahlulbait di hadapan merupakan simbol mengikuti petunjuk mereka dalam menghadapi segala ujian.
8. Pengakuan bahwa Allah selalu mengawasi merupakan maqam muraqabah, yaitu merasa selalu berada dalam pengawasan Allah.
9. Mengulang kalimat “Ilayka iltaja’tu” menegaskan bahwa hanya kepada Allah tempat kembali dan berlindung.
10. Doa ini mengajarkan tauhid dalam tawakal: sebab-sebab lahiriah boleh diambil, tetapi hati hanya bergantung kepada Allah.

Keutamaan
Apabila doa ini memang dibaca sebagai doa perlindungan:
1. Memperkuat tawakal kepada Allah.
2. Menenangkan hati ketika menghadapi rasa takut.
3. Menumbuhkan keyakinan bahwa segala kekuasaan berada di tangan Allah.
4. Mengingatkan agar tidak bergantung kepada selain-Nya.
5. Menjadi wirid untuk memohon penjagaan diri, keluarga, dan harta.
6. Membiasakan menghadirkan nama-nama Allah dalam kehidupan sehari-hari.
7. Memperkuat hubungan spiritual dengan Rasulullah ﷺ dan Ahlulbait a.s.
8. Menumbuhkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah).
9. Menjadi doa untuk memohon keselamatan dari gangguan manusia dan setan.
10. Menghidupkan dzikir dan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala amal dimulai dengan menyandarkan diri kepada Allah. Basmalah mengingatkan bahwa tidak ada kekuatan dan pertolongan selain dari-Nya.
Nama Allah adalah awal segala tajalli (manifestasi) rahmat. Dengan menyebut Nama-Nya, seorang hamba memasuki naungan kasih sayang-Nya.
بِسْمِ اللَّهِ، إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ
Bismillāh, innī a‘ūdzu bir-Raḥmāni minka.
Dengan nama Allah, sungguh aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih darimu.
Perlindungan yang sejati hanya berasal dari Allah, bukan dari kekuatan manusia.
Siapa yang berlindung kepada Ar-Raḥmān, berada dalam benteng rahmat yang tidak dapat ditembus kecuali atas izin-Nya.
إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا أَوْ غَيْرَ تَقِيٍّ
In kunta taqiyyan aw ghaira taqiyyin.
Baik engkau orang yang bertakwa ataupun bukan.
Doa ini mencakup perlindungan dari siapa saja tanpa memandang keadaan mereka.
Semua makhluk sama-sama berada di bawah kekuasaan Allah.
أَخَذْتُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْبَصِيرِ عَلَى سَمْعِكَ وَبَصَرِكَ
Akhadztu billāhis-Samī‘il-Baṣīri ‘alā sam‘ika wa baṣarika.
Aku berpegang kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat atas pendengaran dan penglihatanmu.
Allah mengetahui semua yang didengar dan dilihat oleh setiap makhluk.
Tidak ada pendengaran maupun penglihatan yang bebas dari pengawasan Allah.
لَا سُلْطَانَ لَكَ عَلَيَّ، وَلَا عَلَى سَمْعِي
Lā sulṭāna laka ‘alayya wa lā ‘alā sam‘ī.
Engkau tidak memiliki kekuasaan atas diriku dan tidak pula atas pendengaranku.
Mukmin menyerahkan pendengarannya kepada Allah agar tidak dipengaruhi kebatilan.
Wilayah (kekuasaan) mutlak hanyalah milik Allah.
وَلَا عَلَى بَصَرِي، وَلَا عَلَى شَعْرِي
Wa lā ‘alā baṣarī wa lā ‘alā sya‘rī.
Dan tidak pula atas penglihatanku maupun rambutku.
Seluruh anggota tubuh berada dalam penjagaan Allah.
Tidak ada satu bagian dari diri manusia yang lepas dari kekuasaan-Nya.
وَلَا عَلَى بَشَرِي، وَلَا عَلَى لَحْمِي
Wa lā ‘alā basyarī wa lā ‘alā laḥmī.
Dan tidak pula atas kulitku maupun dagingku.
Tubuh adalah amanah yang harus dijaga dalam ketaatan kepada Allah.
Jasad hanyalah wadah ruh yang berada di bawah kehendak Allah.
وَلَا عَلَى دَمِي، وَلَا عَلَى مُخِّي، وَلَا عَلَى عَصَبِي، وَلَا عَلَى عِظَامِي، وَلَا عَلَى مَالِي، وَلَا عَلَى مَا رَزَقَنِي رَبِّي
Wa lā ‘alā damī, wa lā ‘alā mukhkhī, wa lā ‘alā ‘aṣabī, wa lā ‘alā ‘iẓāmī, wa lā ‘alā mālī, wa lā ‘alā mā razaqanī rabbī.
Dan tidak pula atas darahku, otakku, urat-uratku, tulang-belulangku, hartaku, dan segala rezeki yang dianugerahkan Tuhanku kepadaku.
Perlindungan Allah meliputi jasad, akal, harta, dan seluruh nikmat.
Semua yang dimiliki hanyalah titipan Allah.
سَتَرْتُ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بِسِتْرِ النُّبُوَّةِ
Satartu baynī wa baynaka bisitrin-nubuwwah.
Aku membentangkan tabir kenabian antara diriku dan dirimu.
Mengikuti jalan para nabi adalah benteng perlindungan yang paling kokoh.
Cahaya kenabian menjadi hijab ilahi yang menjaga hati orang beriman.
الَّذِي اسْتَتَرَ أَنْبِيَاءُ اللَّهِ بِهِ، مِنْ صَلَوَاتِ الْجَبَابِرَةِ وَالْفَرَاعِنَةِ
Alladzī istatara anbiyā’ullāhi bihī min ṣalawātil-jabābirati wal-farā‘inah.
Yaitu tabir yang digunakan para nabi Allah sebagai perlindungan dari gangguan para penguasa zalim dan para Fir’aun.
Para nabi selalu berlindung kepada Allah ketika menghadapi kezaliman.
Kezaliman tidak pernah mampu memadamkan cahaya kenabian.
جِبْرَائِيلُ عَنْ يَمِينِي، وَمِيكَائِيلُ عَنْ يَسَارِي، وَإِسْرَافِيلُ مِنْ وَرَائِي، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ أَمَامِي، وَاللَّهُ مُطَّلِعٌ عَلَيَّ يَمْنَعُكَ مِنِّي وَيَمْنَعُ الشَّيْطَانَ مِنِّي
Jibrā’īlu ‘an yamīnī, wa Mīkā’īlu ‘an yasārī, wa Isrāfīlu min warā’ī, wa Muḥammadun ṣallallāhu ‘alaihi wa ālihī amāmī, wallāhu muṭṭali‘un ‘alayya yamna‘uka minnī wa yamna‘usy-syayṭāna minnī.
Jibril berada di sebelah kananku, Mikail di sebelah kiriku, Israfil di belakangku, Muhammad ﷺ beserta keluarganya di hadapanku, dan Allah senantiasa mengawasiku, menghalangimu dariku serta menghalangi setan dariku.
Seorang mukmin hidup dalam penjagaan Allah melalui para malaikat dan petunjuk Rasulullah ﷺ beserta Ahlulbaitnya.
Pelindung yang hakiki hanyalah Allah; para malaikat adalah pelaksana perintah-Nya, sedangkan Nabi Muhammad ﷺ dan Ahlulbaitnya adalah pembimbing menuju keselamatan.
اللَّهُمَّ لَا يَغْلِبْ جَهْلُهُ أَنَاتَكَ أَنْ يَسْتَفِزَّنِي وَيَسْتَخِفَّنِي
Allāhumma lā yaghlib jahluhu anātaka an yastafizzanī wa yastakhiffanī.
Ya Allah, janganlah kebodohannya mengalahkan kelembutan-Mu sehingga ia dapat menghasutku dan meremehkanku.
Mukmin memohon agar tidak mudah diprovokasi oleh kebodohan dan kejahatan.
Kelembutan Allah melindungi hati orang yang bertawakal dari tipu daya musuh.
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْتَجَأْتُ، اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْتَجَأْتُ، اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْتَجَأْتُ
Allāhumma ilaika iltaja’tu, Allāhumma ilaika iltaja’tu, Allāhumma ilaika iltaja’tu.
Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berlindung. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berlindung. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berlindung.
Pengulangan ini menegaskan kesempurnaan tawakal dan kepasrahan kepada Allah.
Tidak ada tempat kembali selain Allah; Dia adalah tujuan akhir seluruh makhluk.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Wa ṣallallāhu ‘alā Muḥammadin wa āli Muḥammad.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Salawat adalah penutup doa yang menyempurnakan adab bermunajat kepada Allah.
Salawat menjadi cahaya yang mengangkat doa menuju hadirat Allah serta menghubungkan hamba dengan Rasulullah ﷺ dan Ahlulbaitnya sebagai jalan menuju keridaan Allah.


Semoga Bermanfaat!!!!
Mohon Doa!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Makna Ghodir Khum, AMALAN MALAM & HARI IDUL GHADIR

Doa-doa Cepat Terkabul (Sari’ Al-Ijaabah) Dari; Imam Ali as dan Imam Musa as

Doa Pendek untuk Semua Penyakit