Posts

Doa Syajarah an-Nubuwwah (Shalawat Sya‘baniyyah Imam Zainal ‘Abidin a.s.)

Dibaca setiap selesai sholat Dhuhur di hari-hari bulan Syaban, juga di malam Nisfu Syaban بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Makrifat; Permulaan doa dengan tajalli Rahmah. Basmalah adalah pintu masuk dari alam perbuatan menuju alam kehadiran Ilahi; siapa masuk dengan nama Allah, ia tidak berjalan dengan egonya. 2. Shalawat sebagai “Pohon Kenabian” اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، شَجَرَةِ النُّبُوَّةِ، وَمَوْضِعِ الرِّسَالَةِ، وَمُخْتَلَفِ الْمَلَائِكَةِ، وَمَعْدِنِ الْعِلْمِ، وَأَهْلِ بَيْتِ الْوَحْيِ Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa āli Muḥammad, shajaratin-nubuwwah, wa mawḍi‘ir-risālah, wa mukhtalafil-malā’ikah, wa ma‘dinal-‘ilm, wa ahla baytil-waḥy. Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, pohon kenabian, tempat risalah, tempat turun-naik para malaikat, tambang ilmu, dan keluarga wahyu. Makrifat; Ahlul Bait adalah akar–batang–buah kenabian. Wahyu tidak ha...

Makna Bi’tsah, Mi’raj dan Sholat

Makna (rahasia) Bi‘tsah – Mi‘rāj – Sholat menurut pandangan Ahlul Bait عليهم السلام, dirangkai sebagai satu jalur ruhani yang utuh, bukan tiga peristiwa terpisah. 1️⃣ Bi‘tsah = Allah berbicara kepada bumi; Allah memilih manusia (Nabi Muhammad ﷺ) agar wahyu turun ke dunia.  ➡️ Maknanya: langit tidak lagi jauh, Allah dekat dengan manusia. 2️⃣ Mi‘rāj = bumi menjawab panggilan langit Jika Bi‘tsah adalah turunnya cahaya, maka Mi‘rāj adalah naiknya cahaya.  ➡️ Manusia diberi jalan kembali menuju Allah. 3️⃣ Sholat = Mi‘rāj harian orang beriman; Imam Ali (as): الصلاة معراج المؤمن Sholat adalah Mi‘rāj yang diulang setiap hari, bukan peristiwa sekali seumur hidup. 4️⃣ Bi‘tsah mengajarkan “membaca”, Mi‘rāj mengajarkan “melihat” • Iqra’ → membaca hakikat • Mi‘rāj → menyaksikan hakikat ➡️ Sholat menggabungkan membaca dan menyaksikan. 5️⃣ Bi‘tsah membentuk umat, Mi‘rāj membentuk insan kamil • Bi‘tsah → masyarakat bertauhid • Mi‘rāj → pribadi sempurna ➡️ Sholat adalah pabrik insan ka...

Berduka atas Syahadah Imam Musa bin Ja’far Ash-Shodiq as 25 Rajab 183 H Riwayat Lain 186 H . Di racun di penjara di Hari Jumat

Imam Kazhim a.s. adalah orang yang paling abid, zahid, faqih dan dermawan pada masa itu. Ketika dua pertiga malam tiba, ia mulai melakukan shalat sunnah dan melanjutkan shalatnya hingga fajar menyingsing.  Setelah melaksanakan shalat Shubuh, ia mengangkat tangan untuk berdoa dan mulai tenggelam dalam tangisan hingga seluruh jenggotnya basah dengan air mata.  Ketika ia membaca Al- Quran, orang-orang berdatangan dan berkumpul di sekelilingnya untuk menikmati suaranya yang merdu.  Ia dikenal dengan julukan hamba saleh, dan karena kemampuannya menahan amarah, ia dijuluki dengan al- kazhim. Julukannya yang lain adalah shabir (penyabar) dan amin (terpercaya).  Salah satu dari keturunan Umar bin Khattab sering mengganggunya dan menjelek-jelekkan Imam Ali a.s. Sebagian orang yang bersamanya berkata: "Izinkanlah kami membunuhnya". Imam a.s. dengan tegas mencegah mereka untuk melakukan hal itu.  Pada suatu hari, Imam mencari orang tersebut. Mereka menjawab: "Ia sibuk berk...

Doa Sujud dari Akhir Doa pagi Imam Ali as

Doa ini dibaca sambil sujud setelah doa shobah (doa pagi hari) dibaca; اِلٰهِيْ قَلْبِيْ مَحْجُوْبٌ وَ نَفْسِيْ مَعْيُوْبٌ وَ عَقْلِيْ مَغْلُوْبٌ وَ هَوَاۤئِيْ غَالِبٌ وَ طَاعَتِيْ قَلِيْلٌ وَ مَعْصِيَتِيْ كَثِيْرٌ وَ لِسَانِيْ مُقِرٌّ بِالذُّنُوْبِ فَكَيْفَ حِيْلَتِيْ يَا سَتَّارَ الْعُيُوْبِ وَ يَا عَلَّامَ الْغُيُوْبِ وَ يَا كَاشِفَ الْكُرُوْبِ اغْفِرْ ذُنُوْبِيْ كُلَّهَا بِحُرْمَةِ مُحَمَّدٍ وَ اٰلِ مُحَمَّدٍ يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ يَا غَفَّارُ بِرَحْمَتِكَ يَاۤ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ Ilāhī qalbī maḥjūbun wa nafsī ma‘yūbun wa ‘aqlī maghlūbun wa hawā’ī ghālibun wa ṭā‘atī qalīlun wa ma‘ṣiyatī kathīrun wa lisānī muqirrun bidz-dhunūbi fa-kaifa ḥīlatī yā sattāral-‘uyūb wa yā ‘allāmal-ghuyūb wa yā kāshifal-kurūb ighfir dhunūbī kullahā bi-ḥurmati Muḥammadin wa āli Muḥammad yā ghaffāru yā ghaffāru yā ghaffār bi-raḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn Tuhanku, hatiku terhijab (tertutup), jiwaku penuh cacat, akal pikiranku terkalahkan, dan hawa nafsuku mendominasi. Ketaatanku sangat sedikit, kemaks...